Tags

, , , , , ,

Title : There’s No One But You 1

Pair / Charas : Wonkyu, TOP, Jaejoong, Se7en

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, Romance, BL, OOC, AU

Summary : They can like me, adore me, love me. But there’s only one person in this world can make me feel so much in love. That person is you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon P.O.V

Festival Malam yang di gelar setahun sekali itu akan selesai beroperasi dalam satu jam lagi. Itu hal yang pertama singgah di benakku ketika aku melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan saat semua pengunjung mulai keluar satu demi satu. Aku menghela nafas panjang setelah sekian kalinya aku melakukan hal tersebut malam ini. Aku memandang jalanan di depanku yang seharusnya menjadi jalanan yang akan dilewati oleh kekasihku, Cho Kyuhyun. Aku menghela nafas panjang karena lagi-lagi aku harus menunggunya berjam-jam tanpa ada kabar darinya dan harus menelan pil pahit kekecewaan sebab kekasihku tersebut tidak datang ke kencan kami. Untuk kesekian kalinya.

Aku tahu dia sibuk sebagai penyanyi yang sedang naik daun. Namanya sedang bersinar sekarang karena Kyuhyun baru saja mendapatkan double platinum untuk penjualan album solonya dan Kyuhyun baru saja memenangkan perhargaan sebagai penyanyi pria solo terbaik dalam sebuah ajang penghargaan untuk musisi di Negara ini. Karena itu, aku mengerti, aku paham bahwa aku tidak bisa bertemu dengannya sesuka hatiku, tidak seperti pasangan lainnya. Aku mengerti dan mencoba untuk tidak mengeluhkan kurangnya waktu kami untuk bersama. Aku selalu bersabar dan mengalah dengan membuat janji kencan di waktu yang memungkinkan baginya meski aku harus mengorbankan pekerjaanku. Ya pekerjaanku memang tidak menyita waktu lebih banyak seperti dirinya. Toko bunga kecil yang aku miliki tidak sebanding dengan semua yang dia miliki, tapi perasaan yang aku rasakan kepadanya lebih besar dari apapun.

Terkadang aku merasa bahwa aku memang tidak sepadan dengannya dan hal itulah yang membuatku mencoba untuk mengerti posisiku dalam hubungan kami. Hanya saja, aku menginginkan kebersamaan seperti pasangan lainnya. Aku ingin memeluknya dalam dekapanku dan membuatkan merasakan bahwa aku begitu mencintainya. Tetapi tampaknya aku harus sedikit lebih bersabar untuk mendapatkan itu semua. Aku yakin hari ini dia juga sangat sibuk sehingga tidak bisa datang. Biar saja, yang penting saat ulang tahunku nanti aku bisa bertemu dengannya. Aku tahu dia akan datang. Aku tahu.

End Siwon P.O.V

Di sebuah apartemen yang luas terdengar musik bergenre dance diperdengarkan dengan keras pertanda sedang diadakannya pesta di apartemen tersebut. Seorang pria manis dengan rambut ikalnya terlihat menikmati pesta tersebut dengan berdansa dengan beberapa orang, perempuan dan laki-laki. Dia terlihat sangat senang dengan pesta yang di gelar untuk merayakan ulang tahun salah satu rekan sesama penyanyi. Mungkin terlalu senang sampai dia tidak mendengar dering ponselnya yang sudah terus memanggilnya sejak tadi.

Baru setelah dia duduk di salah satu bangku di dekat bar kecil, dia baru melihat ponselnya tersebut. Dia cukup terkejut karena melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari satu nomor yang sangat dikenalnya. Merasakan bahwa dia seperti melakukan kesalahan fatal, pria manis itu segera memeriksa kapan saja panggilan itu masuk ke ponselnya. Dia semakin merasa tidak enak karena panggilan itu masuk sejak 8 jam yang lalu. Pria itu pun juga memeriksa pesan-pesan yang masuk dan langsung berdecak kesal. Dia kesal karena dirinya sendiri. Dia mengumpat karena pesan dan panggilan tak terjawab itu membuatkan sadar bahwa dia telah melupakan janjinya, lagi, untuk kesekian kalinya dengan Choi Siwon, kekasihnya.

Pria manis yang ternyata adalah Cho Kyuhyun itu merutuki kebodohannya sendiri. Rasa bersalah karena sudah membuat Siwon menunggu selama 8 jam di tempat janjian kencan mereka. Rasa bersalah itu semakin memuncak karena Kyuhyun tidak memberikan kabar sama sekali jika dia menghadiri pesta ulang tahun temannya ini. Kyuhyun benar-benar lupa kalau dia sudah berjanji akan kencan dengan Siwon di taman bermain siang tadi. Maka saat manajernya memberitahu bahwa ada temannya akan mengadakan pesta ulang tahun dan dia diundang, Kyuhyun langsung menyetujui untuk hadir.

Tidak mau membuang waktu lagi untuk meminta maaf, Kyuhyun segera beranjak pergi ke balkon apartemen tersebut agar dia terhindar dari bisingnya suara musik dan orang-orang yang sedang menikmati pesta. Ketika Kyuhyun yakin suara pesta itu tidak terlalu terdengar di balkon tersebut, Kyuhyun segera menghubungi ponsel Siwon. Beberapa dering dari sambungan telepon tersebut, akhirnya ada seseorang yang mengangkat.

“Yoboseyo Siwon hyung.” sapa Kyuhyun tanpa memastikan siapa yang mengangkat. Kyuhyun berpikir dia tidak perlu tahu siapa yang mengangkat karena ponsel tersebut adalah ponsel milik Siwon dan sudah pasti dia yang akan mengangkat. Betapa salahnya Kyuhyun ketika suara Choi Seunghyun, kakak pertama Siwon yang menjawab teleponnya.

“Siwon sudah tidur.” Ucapnya dingin. Kyuhyun mengerutkan dahinya sambil mengumpat dalam hati ketika suara Seunghyun yang menjawab. Kyuhyun tahu persis Seunghyun sekarang sedang marah terhadapnya. Siwon pasti telah menceritakan masalah gagalnya kencan mereka hari ini.

“Yoboseyo Seunghyun hyung. Maaf mengganggu malam-malam? Bisa aku bicara dengan Siwon hyung?” tanya Kyuhyun hati-hati. Dia takut jika salah bicara bisa-bisa Seunghyun semakin marah.

“Sudah aku bilang Siwon sudah tidur. Dia demam karena berdiri berjam-jam dan diterpa udara malam yang dingin.” Jelas Seunghyun kesal. Bisa dilihat dahi Seunghyun berkerut kesal karena Kyuhyun seakan pura-pura bodoh dengan kesalahannya ini. Kyuhyun terdiam karena dia memang tidak tahu harus berkata apa untuk membela dirinya. Kyuhyun memang salah dan dia tahu itu. Maka dari itu, Kyuhyun ingin sekali meminta maaf. Sedangkan Seunghyun yang tidak mendengar suara Kyuhyun menjadi semakin geram. Dengan sedikit bentakan, Seunghyun mulai menginterogasi kemana Kyuhyun sejak tadi siang.

“Kemana kau tadi? Bukankah seharusnya kau kencan dengan Siwon?! Siwon sudah menunggu-nunggu hari ini karena kau yang bilang sendiri bahwa jadwalmu kosong. Dia sampai membatalkan janji dengan beberapa pelanggannya karena hari ini.” Bentak Seunghyun membuat Kyuhyun semakin resah. Dia bingung bagaimana menjelaskan situasi dirinya kepada Seunghyun.

“Um.. aku..” Kyuhyun menjadi gagap seketika jika sudah berurusan dengan anak sulung dari keluarga Choi itu. Seunghyun memang yang paling tegas dan dingin diantara empat bersaudara. Namun karena sikap itulah, adik-adiknya menghormati Seunghyun. Orang tua mereka sudah lama meninggal dunia karena sakit sehingga Seunghyun memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Walau Seunghyun tegas dan dingin, tapi dia sangat menyayangi adik-adiknya, Jaejoong, Dongwook dan Siwon. Terutama Siwon yang tubuhnya mudah sakit karena penyakit bernama Wilson Disease yang merusak fungsi hatinya. Penyakit yang diturunkan oleh sang ayah yang juga menjadi penyebab kematian sang ayah. Siwon masih bisa bertahan sampai sekarang sebenarnya adalah mukjizat bagi mereka. Jika sang ayah dulunya mampu bertahan karena sempat mendapat pencangkokan hati meski penyakit itu tetap membunuhnya, lain halnya dengan Siwon. Adiknya itu bisa bertahan karena sebisa mungkin menjaga kesehatan dirinya sendiri. Dan dengan bantuan Tuhan, Siwon masih bisa hidup walau secepatnya Siwon harus melakukan pencangkokan hati.

Seunghyun pun tidak tinggal diam dengan masalah penyakit Siwon ini. Pemuda berwajah dingin dan datar itu sudah mencoba ke semua rumah sakit, mencari donor yang sesuai namun sampai saat ini belum ada satu pun yang cocok. Dia dan Jaejoong pun harus mampu menerima kenyataan bahwa mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa karena hati mereka juga tidak cocok. Satu-satunya harapan adalah Dongwook, tetapi sangat sulit untuk menghubungi anak ketiga dari keluarga Choi itu sejak dia memutuskan pergi dari rumah akibat bertengkar hebat dengan Seunghyun.

Dengan semua keadaan yang menimpa Siwon, bisa dikatakan betapa murkanya Seunghyun ketika mendapati adiknya menggigil kedinginan dengan badan panas akibat berdiri selama 8 jam dari siang sampai malam dan terkena udara malam yang dingin menusuk.

Seunghyun masih menunggu penjelasan dari Kyuhyun ketika dia samar-samar mendengar suara hingar bingar dari musik disko dan electronic dance yang keras. Kerutan didahinya semakin bertambah karena Seunghyun bisa menduga dimana Kyuhyun berada sekarang, walau untuk memastikan Seunghyun bertanya juga kepada pria berpipi bulat itu.

“Kau dimana? Kenapa berisik sekali? Jangan bilang kau sedang berpesta Kyuhyun?!”

“Aku.. aku..” Kyuhyun gugup karena Seunghyun bisa menebak dimana dia berada sekarang. Ternyata telinga Seunghyun cukup tajam sehingga meskipun Kyuhyun mencoba menutupi keberadaannya dengan mencari tempat yang sepi, suara pesta yang berisik masih saja terdengar oleh Seunghyun. Sedangkan Seunghyun yang yakin Kyuhyun memang sedang berpesta semakin jengkel dan marah. Dengan lantang Seunghyun membentak Kyuhyun lagi.

“Kau membuat adikku menunggu selama berjam-jam sementara kau enak-enakan berpesta!! Aish!!” Suara bentakan Seunghyun membuat Jaejoong yang baru saja keluar dari kamar Siwon sambil membawa baskom sedikit tersentak. Jaejoong bingung dengan siapa Seunghyun berbicara sampai dia bisa semarah itu. Pria cantik kakak kedua Siwon itu segera menghampiri Seunghyun sambil memberikan tatapan penuh tanda tanya pada kepala keluarga Choi itu.

Seunghyun yang menyadari kehadiran Jaejoong hanya mengangkat tangan dan membuka lebar telapak tangannya, menandakan bahwa Seunghyun tidak mau di ganggu dulu. Jaejoong yang mengerti isyarat Seunghyun tersebut, mengangguk sambil menghela nafas panjang. Sepertinya pria pencinta kucing itu mulai bisa menduga dengan siapa Seunghyun berbicara sekarang. Jaejoong lalu kembali ke dapur untuk mengganti air di baskom sebelum dia ke kamar Siwon lagi.

“Kyuhyun, aku tahu kalian berdua saling mencintai. Kalian memang telah mengenal satu sama lain sejak kalian kecil sehingga kalian memahami seperti apa diri kalian masing-masing.” Mulai Seunghyun lagi setelah dia melihat Jaejoong sudah pergi ke dapur. Seunghyun tidak mau Jaejoong mendengar pembicaraannya dengan Kyuhyun karena Seunghyun tahu Jaejoong akan membela Kyuhyun. Adiknya itu terlalu menyayangi Kyuhyun.

“Aku juga tahu bahwa kau meminta Siwon untuk tidak terlalu terbuka kepada publik tentang hubungan kalian. Siwon menerima dan dia mau berkorban menuruti keinginanmu itu. Tapi pernahkah kau berkorban sedikit saja demi adikku? Pernahkah kau memikirkan perasaannya?!” sergah Seunghyun masih dengan amarah yang meluap-luap. Seunghyun tidak mengerti mengapa Siwon mau saja menuruti keinginan Kyuhyun yang ingin agar hubungan mereka dirahasiakan dari masyarakat. Seunghyun masih bisa mengerti jika hal itu terjadi saat awal kontrak Kyuhyun dengan agensinya. Tapi sekarang, Kyuhyun sudah melewati fase itu, agensinya tidak keberatan Kyuhyun memiliki kekasih bahkan Seunghyun pernah melihat Kyuhyun digosipkan berpacaran dengan beberapa orang baik wanita maupun pria. Lalu kenapa Kyuhyun masih saja menginginkan hubungannya dengan Siwon menjadi rahasia.

Seunghyun sempat menduga bahwa Kyuhyun malu memiliki kekasih orang biasa seperti Siwon. Starus mereka di masyarakat telah berubah sejak keluarga Kyuhyun sukses dengan bisnis properti yang dirintis oleh ayah Kyuhyun dan sejak Kyuhyun memutuskan terjun ke dunia hiburan. Sedangkan Siwon, sejak dia mengetahui kesehatannya menurun, dia mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai seorang manajer di salah satu perusahaan otomotif ternama di Negara tersebut. Siwon memilih membuka kembali toko bunga yang dulu adalah milik ibu mereka yang di tutup sejak kepergian sang umma. Toko bunga yang masih dipertahankan kepemilikannya oleh Seunghyun karena begitu banyak kenangan disana meski Seunghyun tidak mempunyai waktu untuk mengelolanya lagi, sebelum akhirnya diambil alih oleh Siwon.

Seunghyun memang tidak mungkin membangkitkan kembali toko bunga milik ibu mereka tersebut karena pekerjaannya sebagai akuntan di salah satu perusahaan di bidang fashion itu memang menuntut waktu yang tidak sedikit. Seunghyun mempertahankan pekerjaannya disana karena pendapatannya lumayan besar sehingga meskipun Seunghyun harus banting tulang, dia mampu menghidupi dirinya dan adik-adiknya meski Siwon dan Jaejoong mempunyai pekerjaan sendiri. Alasan lain mengapa Seunghyun tetap memilih pekerjaan disana daripada mengurus toko bunga milik ibunya adalah karena sebagian besar pendapatan Seunghyun untuk menanggung biaya rumah sakit yang tidak sedikit demi perawatan Siwon. Seunghyun merasa bertanggung jawab dengan keadaan Siwon, Jaejoong dan meski Seunghyun tidak mau mengakui, dia juga mencemaskan kehidupan Dongwook di luar sana.

“Um.. aku.. aku mengerti hyung.. Aku.. aku minta maaf.. tapi biarkan aku..” suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Seunghyun akan adiknya. Dia memusatkan lagi perhatiannya kepada Kyuhyun.

Stop Kyu! Kau tidak perlu menjelaskan lagi. Aku pikir jika kau memang tidak bisa menjalin hubungan dengan baik bersama adikku, lebih baik kalian berpisah saja. Aku tidak mau Siwon terus menerus kecewa karena ulahmu. Kau sudah dengan jelas menyatakan sejauh mana perasaanmu terhadap Siwon. Hyung mohon Kyu, berpisahlah dengan Siwon. Jangan temui dia lagi.” Potong Seunghyun sebelum Kyuhyun sempat menjelaskan. Seunghyun juga langsung mengatakan apa yang sudah dia pendam sejak hubungan Siwon dan Kyuhyun terasa berat sebelah di pihak Siwon. Seunghyun merasa sudah saatnya mengakhiri penderitaan dan luka hati adiknya karena Kyuhyun. Seunghyun tahu akan seperti apa Siwon bereaksi tapi Seunghyun tidak tahan harus melihat raut wajah sedih Siwon setiap kali Kyuhyun membatalkan janji atau mengecewakan dirinya akibat gosip murahan antara Kyuhyun dengan banyak artis yang dekat dengannya. Demi Siwon, mereka harus berpisah.

“Tapi aku mencintai Siwon, hyung! Aku mohon, aku janji aku tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi. Aku akan benar-benar memperhatikan Siwon. Jadi jangan minta aku untuk berpisah dengan Siwon. Kumohon hyung.” pinta Kyuhyun dengan sungguh-sungguh ketika Seunghyun mengatakan bahwa dia ingin Siwon dan dirinya berpisah. Kyuhyun tidak pernah berpikir bahwa hal ini akan terjadi kepadanya. Selama ini keluarga Siwon dan keluarganya selalu mendukung hubungan mereka. Bahkan ketika status mereka di hadapan masyarakat telah berubah jauh, keluarga Kyuhyun masih mendukung Kyuhyun agar bisa terus bersama dengan Siwon.

Tapi sekarang, justru permintaan untuk berpisah datang dari keluarga Siwon. Kyuhyun panik saat dia membayangkan dirinya tidak bersama dengan Siwon lagi. Apapun yang dikatakan oleh orang lain tentang hubungannya dan perasaannya terhadap Siwon, kenyataannya adalah Kyuhyun sangat mencintai Siwon. Dia menyayangi Siwon dengan segenap hatinya.

“Maafkan aku Kyu. Hyung rasa ini keputusan yang terbaik. Kau tahu sendiri bagaimana kondisi Siwon sekarang. Aku tidak bisa mengambil resiko seperti hari ini. Aku tidak bisa membiarkan Siwon semakin terluka karena hubungan yang tidak jelas seperti ini.” Tegas Seunghyun tidak mau mengdengar bantahan lagi dari Kyuhyun.

“Hyung..”

“Kumohon Kyu, demi Siwon, tinggalkan dia. Biar hyung yang mengurus Siwon nanti.”

“Tidak hyung. Aku tidak mau. Kenapa kau bersikukuh untuk memisahkanku dengan Siwon?! Kami saling mencintai!” sergah Kyuhyun tidak terima dengan keputusan sepihak dai Seunghyun. Kyuhyun tidak mau hubungannya berakhir dengan Siwon hanya karena permintaan Seunghyun. Sementara Seunghyun setelah mendengar sergahan dan bantahan dari Kyuhyun, menjadi emosi. Dia sekali lagi membentak Kyuhyun.

“Dengar aku Cho Kyuhyun. Kau jangan egois!” bentak Seunghyun lagi. Kyuhyun menjadi terdiam mendengar bentakan itu.

“Yang kau lakukan sekarang hanya membuat adikku menderita saja! Aku tidak akan tinggal diam saat kau dengan seenak perutmu menginjak-injak hati adikku. Mulai detik ini aku melarang kalian bertemu. Jangan dekati Siwon lagi!” Dengan seruan terakhir itu Seunghyun menekan tombol merah di ponsel Siwon, membuat sambungan telepon antara dirinya dengan Kyuhyun terputus.

Kyuhyun masih terdiam dan terus menempelkan ponsel canggih itu ditelinganya meski sambungan sudah terputus. Bulir airmata mulai berjatuhan dari kelopak matanya. Kyuhyun pun akhirnya merosot ke lantai dan bersandar pada pagar balkon di apartemen itu karena tak kuat menompang tubuhnya sendiri. Dia menarik kedua lututnya dan membenamkan wajah yang sudah basah karena airmata diantara lutut tersebut. Kyuhyun tidak pernah menduga bahwa dia harus berpisah dengan Siwon, terlebih lagi keadaan ini disebabkan oleh kesalahannya sendiri.

“Bagaimana ini.. hiks.. hiks.. aku.. aku.. Tidak, tidak.. aku tidak mau berpisah dengan Siwon. Ini pasti salah. Tidak.. hiks..hiks.. Siwon..” Kyuhyun terus saja bergumam hal yang sama dalam isakannya. Pikirannya kalut mendengar Seunghyun akan melarang hubungannya dengan Siwon. Kyuhyun tahu setiap ucapan Seunghyun bukan sekedar ucapan. Seunghyun tidak pernah main-main dengan apa yang telah dia putuskan dan itulah yang ditakuti oleh Kyuhyun.

Kring! Kring!

Kyuhyun mengangkat kepalanya ketika dering ponselnya berbunyi. Dengan enggan Kyuhyun menekan tombol hijau dan menjawab panggilan itu.

“Yoboseyo..” lirihnya pelan. Kyuhyun tidak perduli jika itu telepon dari agensinya atau siapa saja. Dia masih belum bisa berpikir jernih setelah pembicaraan dengan Seunghyun tadi.

“Yoboseyo. Kyunnie?” suara di seberang sana membuat mata Kyuhyun membulat sempurna. Dengan kasar, Kyuhyun menghapus bekas airmatanya dan menjawab panggilan orang tersebut.

“Jae hyung.” Kyuhyun bernafas lega kala Jaejoong menghubunginya. Kyuhyun seperti mendapat secercah harapan saat mendengar suara Jaejoong.

“Kau baik-baik saja? Suaramu serak.” Sahut Jaejoong cemas.

“Um.. aku baik-baik saja hyung. Tapi Siwonnie?” tanya Kyuhyun menghiraukan ucapan Jaejoong kepadanya. Dalam hati Kyuhyun bersyukur kepada Tuhan karena Jaejoong meneleponnya. Kyuhyun bisa bertanya kondisi Siwon kepada kakak kedua Siwon itu. Kyuhyun sempat merutuki kebodohannya karena tidak sejak tadi menelepon Jaejoong saja terlebih dahulu.

“Aku paham Kyu. Jangan khawatir, demam Siwon sudah turun. Besok pagi mungkin dia sudah membaik.” Jawab Jaejoong membuyarkan pikiran Kyuhyun akan kebodohannya sendiri.

“Terima kasih hyung. Terima kasih sudah memberitahukan aku kabar Siwonnie.” Ucap Kyuhyun berterima kasih karena kebaikan hati Jaejoong. Kyuhyun tidak tahu bahwa ada maksud lain Jaejoong meneleponnya saat ini.

“Kyu.” Panggil Jaejoong pelan. Kyuhyun sedikit heran dengan panggilan Jaejoong tadi. Ada sedikit keengganan tersirat dari nada suaranya dan hal tersebut mau tidak mau membuat Kyuhyun gugup.

“Ya hyung?”

“Aku rasa sebaiknya kau memang berpisah dengan Siwon.” Sahut Jaejoong pelan namun tegas. Mendengar hal tersebut keluar dari mulut Jaejoong tentu saja semakin membuka lebar luka di hati Kyuhyun. Kyuhyun tidak mengira Jaejoong akan mengatakan hal yang sama seperti Seunghyun tadi.

“Hyung.. Kumohon jangan kau juga..”

“Dengarkan aku Kyu. Aku tidak melarang kau berhubungan dengan Siwon, tapi kau harus mengerti. Sejak kau memutuskan masuk ke dunia hiburan, hubungan kalian menjadi semakin renggang. Kau tidak pernah punya waktu lagi untuk Siwon.” Ucap Jaejoong memotong perkataan Kyuhyun. Dalam hati Jaejoong sedikitnya setuju dengan perkataan Seunghyun yang sempat dia dengar tadi. Jika Siwon begini terus, kesehatannya bisa menurun dan Jaejoong tidak mau membayangkan apa yang akan terjadi jika kesehatan adiknya itu memburuk.

“Bukan mauku hyung. Aku berusaha semampuku membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadiku. Aku..” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan penjelasannya, Jaejoong sudah kembali memotongnya. Sepertinya kedua kakak Siwon itu memang sudah tidak bisa lagi menerima alasan dan penjelasan dari Kyuhyun.

“Tapi ternyata kau selalu melupakan kehidupan peribadimu. Kau selalu melupakan Siwon. Coba kau ingat lagi, kapan kau pernah menepati janjimu kepada Siwon sejak kau sibuk dengan dunia keartisanmu? Kapan kau punya waktu untuk mengantar Siwon ke rumah sakit seperti dulu?” tanya Jaejoong sedikit menekan dan menuduh keteledoran Kyuhyun selama ini. Ketika Kyuhyun tidak bisa menjawab untuk membela dirinya, Jaejoong menghela nafas.

“Kau tak bisa menjawabnya bukan?!” ujar Jaejoong sebelum melanjutkan lagi ucapannya.

“Apa kau tahu Kyu, Siwon mampu bertahan bukan hanya karena dia bisa menjaga kesehatannya. Dia mampu bertahan karena ada kau disampingnya. Kau yang terus menyemangatinya dan mendukungnya setiap saat.” Sahut Jaejoong lirih.

“Tapi sekarang, sekarang Siwon seakan tidak bersemangat lagi untuk hidup. Kondisinya memburuk Kyu. Kondisinya memburuk dan jika kau menambahnya dengan terus menerus menyakiti hati Siwon, aku takut Siwon tak mampu lagi bertahan. Terlebih lagi kami belum menemukan donor untuknya.” Ucap Jaejoong lagi. Jaejoong terdiam sesaat, memikirkan nasib Siwon sekarang ini.

“Hyung, aku..”

“Aku tahu Seunghyun hyung sedikit berlebihan dengan nada suaranya, tapi kali ini aku setuju dengan keputusannya. Mungkin lebih baik kau memikirkan sekali lagi apa prioritasmu. Jika kau tidak mampu membagi waktumu antara pekerjaan dan Siwon, aku harap kau mau melepaskan Siwon. Biarkan aku dan Seunghyun hyung yang menjaganya.”

“Tapi hyung, aku mencintainya.”

“Dan Siwon mencintaimu Kyu. Tapi aku tidak yakin cintamu sedalam cinta Siwon. Tidak dengan semua hal yang terjadi dengan kalian akhir-akhir ini.” Tuduh Jaejoong lagi. Jaejoong tahu Kyuhyun masih mencintai Siwon namun Jaejoong memang mulai meragukan cinta Kyuhyun terhadap Siwon sejak Kyuhyun terus saja membiarkan Siwon kecewa dengan sikapnya beberapa waktu belakangan ini.

“Hyung, kumohon..”

“Maafkan aku Kyu. Jika kau masih mencintai Siwon dan memikirkan keadaanya, kau akan melepaskan dia.”

“Hyung..”

“Itu saja Kyu. Selamat malam.” Jaejoong menutup sambungan teleponnya dengan Kyuhyun tanpa menunggu balasan dari Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas panjang setelah sambungan teleponnya dengan Jaejoong terputus. Kali ini Kyuhyun benar-benar bingung harus melakukan apa dan meminta bantuan dari siapa. Satu-satunya orang yang dia anggap masih membelanya, ternyata juga menginginkan dia untuk berpisah dari Siwon.

Airmata yang sempat terhenti tadi, mulai mengalir lagi. Kyuhyun merutuki dirinya lagi karena semua kesalahan yang telah dia perbuat. Ucapan Jaejoong benar-benar membuatnya berpikir bahwa memang benar selama ini dia terlalu sibuk dengan dunia keartisannya. Sudah berapa kali Kyuhyun melupakan janji kencan dengan Siwon. Sudah berapa kali Kyuhyun membatalkan janjinya untuk menemani Siwon ke rumah sakit untuk check up kesehatannya. Sudah berapa kali dia harus menjelaskan kepada Siwon tentang gosip yang melandanya meski Siwon selalu mengerti situasinya sebagai seorang artis.

Kyuhyun tidak bisa menyalahkan Seunghyun yang memarahinya tadi atau Jaejoong yang biasanya selalu membelanya menjadi sama seperti Seunghyun. Kyuhyun juga mulai mengerti mengapa keduanya meminta dirinya untuk mengakhiri hubungan cinta dengan Siwon. Kyuhyun tahu dia sudah keterlaluan kali ini. Dia tahu kesalahannya tidak mudah untuuk dimaafkan.

Kyuhyun memukul-mukul kepalanya sendiri di pagar pembatas balkon itu, mencoba mengurangi rasa bersalah karena ulahnya hari ini dan semua kesalahan yang dia perbuat selama ini. Akan tetapi yang dia dapat bukannya kelegaan justru sakit kepala. Namun Kyuhyun tidak perduli. Sakit kepala ini tidak sebanding dengan sakit hati Siwon karena dirinya.

Kyuhyun terus saja menangis dan menangis. Dia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Yang dia tahu, hubungannya dengan Siwon akan benar-benar kandas jika Kyuhyun tidak bisa meyakinkan keluarga Siwon dan juga Siwon sendiri untuk bisa memaafkannya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya berkali-kali. Dia menolak hal itu. Kyuhyun tidak mau berpisah dengan Siwon. Kyuhyun terlalu mencintai pria tinggi nan baik hati itu. Bagaimana pun caranya dia harus bisa membuat keluarga Siwon mengerti bahwa Kyuhyun menyesal dan dia tidak akan mengulangi hal yang sama terhadap Siwon. Kyuhyun akan membuktikannya jika hal itu adalah hal terakhir yang harus dia lakukan.

TBC

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Hi. It’s me KIRA. I’ve decided to repost Nao’s old FF here, where I’m staying right now due to that girl laziness. Huft… Seriously Nao, for days you only post several FF. You are killing me girl!

You better post something before I come back or else…

That’s all. Thanks for always support Nao.

KIRA

Advertisements