Tags

, , , , , , ,

Title : There’s No One But You 2

Pair / Charas : Wonkyu, TOP, Jaejoong, Se7en, GD

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, Romance, BL, OOC, AU

Summary : They can like me, adore me, love me. But there’s only one person in this world can make me feel so much in love. That person is you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Kyuhyun tidak bisa menyalahkan Seunghyun yang memarahinya tadi atau Jaejoong yang biasanya selalu membelanya menjadi sama seperti Seunghyun. Kyuhyun juga mulai mengerti mengapa keduanya meminta dirinya untuk mengakhiri hubungan cinta dengan Siwon. Kyuhyun tahu dia sudah keterlaluan kali ini. Dia tahu kesalahannya tidak mudah untuuk dimaafkan.

Kyuhyun memukul-mukul kepalanya sendiri di pagar pembatas balkon itu, mencoba mengurangi rasa bersalah karena ulahnya hari ini dan semua kesalahan yang dia perbuat selama ini. Akan tetapi yang dia dapat bukannya kelegaan justru sakit kepala. Namun Kyuhyun tidak perduli. Sakit kepala ini tidak sebanding dengan sakit hati Siwon karena dirinya.

Kyuhyun terus saja menangis dan menangis. Dia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Yang dia tahu, hubungannya dengan Siwon akan benar-benar kandas jika Kyuhyun tidak bisa meyakinkan keluarga Siwon dan juga Siwon sendiri untuk bisa memaafkannya. Kyuhyun menggelengkan kepalanya berkali-kali. Dia menolak hal itu. Kyuhyun tidak mau berpisah dengan Siwon. Kyuhyun terlalu mencintai pria tinggi nan baik hati itu. Bagaimana pun caranya dia harus bisa membuat keluarga Siwon mengerti bahwa Kyuhyun menyesal dan dia tidak akan mengulangi hal yang sama terhadap Siwon. Kyuhyun akan membuktikannya jika hal itu adalah hal terakhir yang harus dia lakukan.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Apartemen Keluarga Choi

“Aku pulang.” ucap Siwon lesu. Siwon memang seperti kehilangan semangatnya sejak Seunghyun mengatakan kepadanya bahwa Siwon sebaiknya tidak bertemu lagi dengan Kyuhyun. Seunghyun mengatakan bahwa jika Siwon tetap bersikukuh berhubungan dengan Kyuhyun, maka bukan hanya Siwon saja yang tersakiti setiap Kyuhyun melanggar janjinya atau melakukan hal yang menyebabkan renggangnya hubungan mereka berdua. Kyuhyun juga pasti merasa terbebani dengan semua ini. Seunghyun mengatakan bahwa hubungan mereka tidak akan bisa berakhir dengan baik jika situasinya selalu saja dengan Siwon yang mengalah dan Kyuhyun yang terus saja harus meminta maaf karena merasa bersalah tapi selalu mengulangi kesalahan yang sama. Seunghyun pun mengatakan bahwa Siwon tidak bisa hanya mengandalkan rasa cintanya kepada Kyuhyun agar hubungan mereka terus berjalan.

Siwon masih ingat betapa geramnya Seunghyun kala Siwon membantah dengan mengatakan bahwa dia tidak keberatan asalkan Kyuhyun masih bersamanya dan mencintainya. Saat itu Seunghyun sampai memukul meja dengan sangat keras dan langsung berseru mengatakan bahwa Siwon jangan egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Siwon sempat tertengun mendengar dan melihat hyung yang paling menyayanginya itu membentak dan marah kepadanya serta mengatakan dia egois. Namun Seunghyun belum selesai, tidak melihat betapa terkejutnya sang adik, Seunghyun melanjutkan dengan mengatakan bahwa justru cinta Siwon yang membebani Kyuhyun. Kyuhyun sudah jauh berbeda dengan Kyuhyun saat dia pertama kali merajut cinta dengan Siwon. Kyuhyun yang sekarang tidak bisa memilah mana hal yang penting untuknya dan Siwon hanya menambah kesulitannya karena Siwon masih saja bergantung pada Kyuhyun yang selalu mendahulukan dirinya. Kyuhyun yang dulu dicintai oleh Siwon sudah tidak ada.

Siwon pun memikirkan semua perkataan kakaknya dengan baik-baik. Dalam hatinya Siwon juga sempat merasa bahwa dirinya hanya menjadi penghalang bagi kemajuan Kyuhyun. Jika dulu dia masih sepenuhnya sehat, hal ini tidak akan mungkin menjadi masalah. Namun dengan keadaannya sekarang dan juga dengan perubahan Kyuhyun, Siwon mau tak mau harus membenarkan perkataan Seunghyun. Cintanya saja takkan cukup untuk menyokong hubungan mereka yang semakin lama semakin menjauh. Siwon berpikir, selama ini bagaimana perasaan Kyuhyun yang harus setiap saat meminta maaf kala dia melanggar janjinya. Pasti berat harus melakukan itu secara terus menerus. Siwon pun mengakui bahwa dirinya lelah untuk selalu mengalah. Dirinya lelah untuk menyembuhkan sendiri hatinya yang terluka karena sikap Kyuhyun. Mungkin sebaiknya Siwon memang melepaskan Kyuhyun agar sayapnya tidak terikat dengan tali cinta Siwon. Hanya saja, melepaskan Kyuhyun terlalu berat bagi Siwon. Siwon merasakan seakan separuh jiwanya pergi.

Siwon menghela nafas dan bermaksud masuk kedalam dan merebahkan tubuhnya ketika dia merasakan nyeri dan sakit di hatinya. Tubuh Siwon bergetar dan akhirnya karena tak kuat menahan rasa nyeri dan sakit itu, Siwon ambruk sambil memegangi bagian tubuhnya yang sakit itu. Sakit yang dirasakan oleh Siwon benar-benar membuat pria itu sampai tak sanggup berteriak meminta tolong. Sampai akhirnya Jaejoong yang memang hari itu pulang lebih awal dari pekerjaannya melihat Siwon yang tergeletak di depan pintu masuk apartemen mereka.

“SIWON!!” teriak Jaejoong panik melihat adiknya meringis menahan sakit dan terus memegangi daerah dimana hatinya berada. Dengan cepat Jaejoong menghampiri Siwon lalu meletakkan kepalanya di pangkuan Jaejoong sementara Jaejoong meraih ponselnya dari saku celana dan langsung menelepon ambulance dan setelahnya menelepon Seunghyun.

“Hyung!” pekik Jaejoong tanpa mengucapkan salam sama sekali. Seunghyun yang tahu betapa paniknya Jaejoong dari nada suaranya tahu bahwa ini ada hubungan dengan Siwon.

“Kenapa Jae?! Sesuatu terjadi dengan Siwon?!” tanya Seunghyun langsung.

“Siwon terkena serangan lagi hyung! Aku sudah memanggil ambulance. Kita bertemu di rumah sakit saja.” Jawab Jaejoong masih panik dengan keadaan Siwon yang tiba-tiba mendapat serangan itu.

“Baik Jae. Jaga Siwon sampai aku datang.” Ucap Seunghyun lalu memutuskan sambungan telepon dengan Jaejoong dan bergegas ke rumah sakit setelah meminta izin dari atasannya.

Rumah Sakit

Seunghyun membungkukan tubuhnya mengantar kepergian dokter yang merawat Siwon. Setelah dokter itu pergi, Seunghyun menegakkan kembali tubuhnya dan memperlihatkan wajah yang muram. Seunghyun menghela nafas lalu berjalan perlahan memasuki kamar rawat Siwon. Di dalam ada Jaejoong yang duduk di samping ranjang Siwon. Sesekali pria berwajah cantik itu mengusap wajah pucat Siwon dengan lembut. Mendengar Seunghyun masuk kedalam kamar itu, Jaejoong mengalihkan pandangannya dari Siwon kepada Seunghyun. Keduanya terus bertatapan sampai Jaejoong yang membuka suara terlebih dahulu.

“Kita tak bisa terus menerus menunda operasi Siwon, hyung. Setiap detik keadaan Siwon semakin parah dan bisa saja dia lepas dari genggaman kita. Kita harus bisa menemukan Dongwook. Hanya dia satu-satunya harapan kita meski kita juga belum tahu apakah Dongwook cocok atau tidak.”

“Aku tahu Jae.” Tanggap Seunghyun pelan lalu mengambil tempat duduk di sisi ranjang bersebrangan dengan Jaejoong. Keduanya terdiam dan hanya memperhatikan Siwon yang masih terlelap karena pengaruh obat bius.

“Hyung.” panggil Jaejoong membuat Seunghyun mengalihkan tatapannya dari Siwon dan memandang Jaejoong.

“Apa benar kau yang menyebabkan Dongwook kecelakaan sehingga dia ditolak oleh tim baseball yang akan mengkontraknya untuk minor league?” tanya Jaejoong hati-hati. Jaejoong tahu bahwa masalah antara Seunghyun dan Dongwook memang berakar dari pupusnya impian Dongwook menjadi atlit baseball profesional. Jaejoong tahu tapi dia menyimpan itu semua sampai saat ini. Jaejoong ingin memastikan apakah benar penyebabnya adalah Seunghyun. Seunghyun sendiri ketika ditanya seperti itu oleh Jaejoong hanya menatapnya datar sampai dia menghela nafas dan kembali memperhatikan Siwon sambil menjawab pertanyaan Jaejoong.

“Aku tidak sengaja Jae.” Jawaban Seunghyun itu membuat Jaejoong mendesah pelan. Jika benar Seunghyun tidak sengaja menyebabkan bahu Dongwook terluka, seharusnya masalah itu bisa diselesaikan dengan benar tanpa membuat Dongwook mengambil keputusan untuk pergi dari rumah. Namun Jaejoong yakin pasti Seunghyun tidak menjelaskan apapun kepada Dongwook sehingga kesalah pahaman mereka berujung perginya Dongwook.

“Begitu. Kau pasti tidak menjelaskan apapun terhadap Dongwook bukan?! Kau pasti hanya diam dan menerima dia menyalahkan dirimu.”

“Penjelasan seperti apapun takkan membuat Dongwook berhenti membenciku Jae. Dia pasti akan terus menyalahkanku. Dia sudah begitu antipati terhadapku sejak Jiyong lebih memilihku daripada dia.” Lagi-lagi jawaban Seunghyun membuat Jaejoong mendesah pelan. Satu masalah pelik lainnya adalah cinta. Kedua kakak beradik itu memang mencintai orang yang sama dan ternyata orang yang mereka cintai, Kwon Jiyong lebih memilih Seunghyun.

“Dan kau, demi Dongwook rela melepas cintamu sendiri dan menolak Jiyong, benar bukan dugaanku?!” ucap Jaejoong tanpa memerlukan kepastian dari Seunghyun. Jaejoong sudah hafal benar seperti apa sifat kakaknya tersebut. Seunghyun pun hanya memandanga Jaejoong sebentar sebelum mengusap wajahnya sendiri dengan kasar.

“Aku harus bagaimana Jae?! Bagiku, kebahagiaan kalianlah yang terpenting bagiku.” Sanggah Seunghyun mencoba membuat Jaejoong mengerti posisinya. Namun jawaban itu bagi Jaejoong bukanlah jawaban yang dia inginkan. Dengan sedikit emosi Jaejoong menimpali ucapan Seunghyun.

“Dan kebahagianmu juga yang terpenting bagi kami hyung!” Jaejoong tidak tahan jika demi mereka Seunghyun harus terus menerus mengalah. Jika bagi Seunghyun kebahagiaannya, Dongwook dan Siwon adalah yang terpenting, mereka pun merasakan hal yang sama untuk Seunghyun.

“Kenapa kau selalu seperti ini? Kenapa kau selalu menyimpan masalah dan perasaanmu sendirian? Ada aku untuk berbagi, ada Siwon, bahkan Dongwook pun mau untuk mendengarkan keluh kesahmu. Tapi kau hyung, kau selalu saja mengambil kesimpulan sendiri yang menurutmu benar dan pada akhirnya justru memperburuk keadaan.”

“Aku tahu Jae! Aku memang kakak yang tak bisa diandalkan.”

“Hyung! Aku tidak bilang begitu. Aku..”

“Tapi memang itu kenyataannya. Siwon semakin parah, Dongwook pergi dari rumah, dan kau menjadi semakin sibuk dengan semua pekerjaan rumah dan kantor sehingga kau tidak punya waktu untuk dirimu sendiri.”

“Hyung…” lirih Jaejoong merasa bahwa kakaknya tidak adil kepada dirinya sendiri. Mengapa Seunghyun begitu mudah menyerahkan kehidupannya hanya untuk mereka, adik-adiknya.

“Sudahlah Jae. Lebih baik kita hentikan saja.” Dan Jaejoong pun sudah tidak bisa lagi mengajak Seunghyun untuk bicara. Jaejoong tahu Seunghyun sudah tidak mau lagi diganggu.

“Kau pulanglah. Bawa pakaian ganti untukku dan juga Siwon. Biar aku yang menjaganya.”

“Memangnya besok kau tak masuk kerja hyung? Menjaga Siwon di rumah sakit itu sudah tugasku. Pekerjaan kantorku bisa aku bawa pulang sedangkan kau, kau itu harus masuk kantor agar tidak dipecat.”

“Aku ingin menjaga Siwon sementara ini Jae. Kumohon, kau turuti saja kata-kataku.” Tukas Seunghyun tak terbantahkan lagi. Jaejoong menghela nafas panjang melihat kekeras kepalaan kakaknya itu. Jika Seunghyun memang berniat menjaga Siwon maka tidak ada seorang pun yang bisa menggoyahkan niat itu. Bahkan mendiang orang tua mereka juga tak sanggup ketika Seunghyun lebih memilih meninggalkan pesta kelulusan bersama teman-temannya dan menemani Siwon yang tiba-tiba saja membutuhkan seseorang untuk mengantarnya ke sebuah acara sekolah. Seunghyun melepaskan kesempatan untuk bercengkrama terakhir kali dengan teman-temannya hanya karena sang adik membutuhkan supir.

Jaejoong dan Dongwook sering kali merasa iri kepada Siwon yang selalu dimanjakan oleh Seunghyun. Entah karena Siwon adalah si bungsu di keluarga mereka atau karena alasan lain, Siwon selalu mendapat prioritas utama dari Seunghyun. Apapun yang Siwon inginkan, Seunghyun akan berusaha untuk mengabulkannya. Maka saat dokter memberitahu bahwa Siwon mengidap penyakit yang sama dengan sang ayah, bisa dikatakan bahwa Seunghyunlah yang paling terpukul. Dia bahkan pernah menyalahkan dirinya sendiri karena Siwon harus mewarisi penyakit tersebut dari sang ayah. Dia beranggapan karena dirinya tidak becus menjaga Siwon sehingga Siwon harus terkena penyakit yang sama.

Jaejoong menatap sekali lagi Seunghyun yang sudah mengambil tempatnya ketika Jaejoong berdiri dan beranjak pergi untuk melaksanakan permintaan Seunghyun. Jaejoong melihat Seunghyun yang menggenggam tangan Siwon yang tidak ditusuk oleh jarum infus dan meletakkan keningnya di genggaman tangan itu. Posisi Seunghyun menunjukkan dia tengah berdoa untuk kesembuhan sang adik. Dalam hati Jaejoong pun mendoakan hal yang sama. Dia ingin agar Siwon bisa sembuh dan jika untuk kesembuhan itu Jaejoong dan Seunghyun harus berkorban banyak hal, mereka tidak akan pernah menyesal.

Sementara itu di sebuah stasiun televisi swasta, Kyuhyun baru saja menyelesaikan syuting acara musik saat dia mendengar berita dari manajernya bahwa seseorang bernama Jaejoong telah menitipkan sebuah pesan kepadanya. Kyuhyun bertanya pesan apa itu dan sang manajer memberitahunya bahwa seseorang bernama Siwon masuk rumah sakit tadi sore. Mata Kyuhyun langsung membulat ketika sang manajer berbicara seperti itu. Kyuhyun langsung berlari keluar dari stasiun televisi itu, meninggalkan sang manajer yang berteriak panik memanggil Kyuhyun karena seharusnya mereka pergi ke tempat lain untuk pemotretan sebuah majalah. Namun Kyuhyun tidak menghiraukan sama sekali panggilan itu. Dia terus berlari, masih dengan kostum panggungnya, dan tidak mau repot untuk menuju mobilnya sendiri yang terpakir agak jauh dari tempatnya sekarang dan lebih memilih memanggil taksi. Dalam benaknya hanya ada satu orang yang dipikirkannya, Siwon.

Tak berselang lama, karena Kyuhyun meminta supir taksi untuk melajukan kendaraannya dengan cepat, Kyuhyun sudah berdiri di depan rumah sakit yang biasa menjadi langganan Siwon untuk memeriksakan penyakitnya. Kyuhyun langsung berlari lagi menuju lobi rumah sakit dan segera menanyakan keberadaan Siwon. Suster jaga menatap Kyuhyun sedikit bingung, mungkin karena Kyuhyun masih tidak seperti orang awam kebanyakan dengan pakaian panggungnya dan juga make up yang sedikit luntur karena keringat atau bisa juga suster terus menatapnya karena wajah Kyuhyun yang terlihat familiar. Tapi tak lama sang suster jaga memberitahu dimana kamar rawat Siwon sekaligus memberitahu bahwa jam besuk akan segera berakhir, jadi sebaiknya Kyuhyun segera menuju kesana. Tanpa menunggu lagi, Kyuhyun pun melanjutkan larinya. Kyuhyun sedikit mengumpat ketika dia terlambat mengejar lift rumah sakit. Tidak mau membuang waktu menunggu lift yang satunya lagi, Kyuhyun memilih naik tangga untuk bisa mencapai kamar Siwon. Baginya lantai sepuluh tidak berarti apa-apa, yang penting dia bisa segera mengetahui kondisi Siwon.

Begitu sampai di lantai sepuluh, Kyuhyun segera mencari kamar nomor 1013. Dia sedikit tidak perduli dengan penampilannya yang berantakan dan juga sedikit terengah-engah karena menaiki tangga dari lobi rumah sakit. Mata Kyuhyun terus mencari sampai secara tidak sengaja dia bertemu dengan Jaejoong yang sedang berjalan sambil membawa tas besar.

“Hyung! Jae hyung!” panggil Kyuhyun dan langsung menghampiri Jaejoong. Jaejoong terhenyak melihat kedatangan Kyuhyun dan lebih kaget lagi karena penampilannya.

“Kau sedang apa disini Kyu?” tanya Jaejoong langsung tanpa basa-basi. Kyuhyun mengambil nafas terlebih dulu sebelum menjawab Jaejoong.

“Aku kemari setelah mendapat pesanmu dari manajerku hyung. Siwon hyung kenapa bisa kena serangan lagi?” tanya Kyuhyun khawatir. Jaejoong menatap Kyuhyun sesaat sampai dia menarik lengan Kyuhyun dan membawanya menuju lift. Tanpa berkata apapun Jaejoong menekan tombol lift ke arah bawah. Kyuhyun yang sadar maksud tindakan Jaejoong segera melepaskan lengannya dari pegangan Jaejoong dan menatap Jaejoong tidak percaya.

“Hyung… Apa kau bermaksud mengusirku?” tanya Kyuhyun sedih karena satu-satunya orang yang dia kira masih mempercayai akan cintanya kepada Siwon sekarang ikut menghalangi dirinya untuk sekedar mengetahui keadaan Siwon.

“Ya, aku memang bermaksud mengusirmu. Bukankah kau tahu Seunghyun hyung tidak suka kau dekat-dekat dengan Siwon?! Lalu kenapa kau datang?!”

“Aku kira kau memberikan kabar itu karena ingin aku mengetahui keadaan Siwon.” Sahut Kyuhyun pelan. Dia masih belum mau percaya jika Jaejoong sudah benar-benar sudah setuju sepenuhnya dengan Seunghyun mengenai masalahnya dengan Siwon. Kyuhyun masih berharap Jaejoong mau membantunya untuk meluluhkan kerasnya hati Seunghyun agar dia bisa meminta maaf sekali lagi kepada Siwon dan Kyuhyun juga berharap agar hubungannya dengan Siwon bisa kembali seperti dulu.

“Aku memberitahumu bukan berarti aku ingin kau datang Kyu. Aku memberitahumu karena bagaimana pun kau juga pernah menjadi bagian dari hidup Siwon. Aku tidak memberitahu hanya kau saja. Semua pegawai di toko bunga dan teman-teman Siwon yang lain aku juga kabari. Jadi jangan anggap aku mengistimewakan dirimu.” ucap Jaejoong sedikit ketus. Jaejoong memang sedang sedikit tak enak hati karena begitu banyak masalah yang menumpuk dan secara tidak sadar dia melimpahkan kekesalan hatinya kepada Kyuhyun. Kyuhyun sendiri semakin terkejut dengan perkataan Jaejoong yang menusuk tadi. Kyuhyun semakin merasa dadanya sesak karena tekanan dari keluarga Siwon terhadapnya. Dalam hatinya Kyuhyun bertanya, apakah sudah sebegitu bencinya mereka terhadap dirinya? Apa tak ada jalan agar mereka semua mau menerima Kyuhyun lagi?

“Hyung… Kenapa kau bicara seperti itu?” tanya Kyuhyun lirih. Matanya menatap Jaejoong sayu dan dapat dilihat pancaran kesedihan dari mata yang hampir sama bulatnya dengan Jaejoong itu.

“Kumohon mengertilah Kyu. Saat ini kami sedang banyak masalah. Jangan menambah masalah kami dengan kehadiran dirimu. Kau tahu bagaimana sikap Seunghyun hyung kepadamu.”

“Paling tidak beritahu aku kenapa Wonnie bisa kambuh lagi hyung?” Sontak pertanyaan Kyuhyun tadi kembali memicu kekesalan Jaejoong yang sempat menyurut kala dia melihat tatapan memelas Kyuhyun. Jaejoong tidak mengerti mengapa Kyuhyun masih bertanya hal yang sudah jelas jawabannya. Terlebih lagi, Jaejoong juga tahu bahwa salah satu penyebab kondisi Siwon semakin memburuk adalah karena hubungan mereka juga.

“Kau kira memangnya kenapa?! Sudah pasti karena hatinya tidak bisa bertahan lebih lama lagi!” tegas Jaejoong meski nada suaranya masih tidak terlalu keras. Jaejoong berusaha agar dia tidak lepas kendali dengan Kyuhyun. Jaejoong takut dirinya akan sepenuhnya sependapat dengan Seunghyun dan dia tidak mau itu. Dalam hati kecilnya, Jaejoong masih ingin agar Siwon dan Kyuhyun kembali bersama lagi. Jaejoong tahu bahwa Siwon sangat mencintai Kyuhyun dan perpisahan ini berdampak negative untuk adiknya itu. Tapi apa daya, Seunghyun sudah berkata dan Siwon sendiri juga menyetujui untuk berpisah dari Kyuhyun.

“Maafkan aku hyung. Aku tidak bermaksud…”

“Sudahlah. Liftnya hampir datang, kau pergilah.” Potong Jaejoong cepat. Dia tidak mau Kyuhyun ada disini lebih lama lagi. Jaejoong tak bisa menjamin bahwa Seunghyun tidak akan keluar dari kamar Siwon. Jaejoong benar-benar tidak ingin Seunghyun bertemu dengan Kyuhyun dan menimbulkan kegaduhan di rumah sakit.

“Tapi hyung…”

“Pergilah Kyu!” bentak Jaejoong sampai membuat Kyuhyun tersentak. Baru kali ini Jaejoong meninggikan suaranya kepada Kyuhyun. Selama ini Kyuhyun mengenal sosok Jaejoong yang lembut. Namun tampaknya selalu ada yang pertama untuk semua hal. Kyuhyun pun mundur beberapa langkah dan menundukkan wajahnya. Jaejoong pun menyadari dari sikap Kyuhyun bahwa dia sudah mengagetkannya. Dengan suara yang lebih pelan, Jaejoong berbicara lagi.

“Pergilah Kyu, tidak ada yang bisa kau lakukan sekarang.” Kyuhyun masih saja menunduk. Sejak Jaejoong bermaksud mengusirnya, Kyuhyun sekuat tenaga menahan laju airmatanya. Dia tidak ingin dinilai lemah oleh Jaejoong atau mencari simpati. Tapi ketika Jaejoong membentaknya, mata Kyuhyu terasa panas dan satu bulir airmata berhasil lolos. Maka dari itu Kyuhyun menundukan kepalanya agar Jaejoong tidak melihatnya tertekan seperti sekarang.

“Baik hyung, aku akan…”

“Sedang apa dia disini Jae?!!” sebuah suara yang terdengar geram membuat Jaejoong dan Kyuhyun menoleh. Dihadapan mereka berdua berdiri tegap Seunghyun. Matanya yang tajam menatap garang ke arah Kyuhyun. Pemuda manis itu terlihat ketakutan bertemu pandang dengan Seunghyun dan hal itu wajar, mengingat sosok yang didepannya sekarang adalah sosok yang mampu membuatnya jauh dari Siwon.

“Seunghyun hyung…”

“Jawab aku Jae! Sedang apa dia disini?!!” Seunghyun masih menatap tjam ke arah Kyuhyun meski pertanyaannya dia ajukan kepada Jaejoong. Jaejoong menghela nafas. Apa yang dia takutkan terjadi juga. Baru saja dia akan menjawab pertanyaan Seunghyun, suara lift yang bergerak dari lobi menuju lantai atas berbunyi dan berhenti di lantai 10, tempat mereka sekarang. Pintu besi itu terbuka dan keluarlah sosok yang membuat tiga pasang mata terbelalak tak percaya. Sosok itu keluar dari lift sambil membawa sebuket bunga dan keranjang berisi buah. Ketika matanya bergerak melihat sekelilingnya, tatapannya langsung berhenti ke arah Seunghyun. Dia menatap Seunghyun cukup lama lalu akhirnya mengeluarkan suaranya.

“Apa kabar hyung? Lama tak jumpa.” Sapanya datar dengan raut muka tanpa ekspresi.

“Dongwook…”

TBC

Advertisements