Tags

, , , , , , ,

Title : There’s No One But You 3

Pair / Charas : Wonkyu, TOP, Jaejoong, Se7en, GD

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, Romance, BL, OOC, AU

Summary : They can like me, adore me, love me. But there’s only one person in this world can make me feel so much in love. That person is you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Pergilah Kyu, tidak ada yang bisa kau lakukan sekarang.” Kyuhyun masih saja menunduk. Sejak Jaejoong bermaksud mengusirnya, Kyuhyun sekuat tenaga menahan laju airmatanya. Dia tidak ingin dinilai lemah oleh Jaejoong atau mencari simpati. Tapi ketika Jaejoong membentaknya, mata Kyuhyu terasa panas dan satu bulir airmata berhasil lolos. Maka dari itu Kyuhyun menundukan kepalanya agar Jaejoong tidak melihatnya tertekan seperti sekarang.

“Baik hyung, aku akan…”

“Sedang apa dia disini Jae?!!” sebuah suara yang terdengar geram membuat Jaejoong dan Kyuhyun menoleh. Dihadapan mereka berdua berdiri tegap Seunghyun. Matanya yang tajam menatap garang ke arah Kyuhyun. Pemuda manis itu terlihat ketakutan bertemu pandang dengan Seunghyun dan hal itu wajar, mengingat sosok yang didepannya sekarang adalah sosok yang mampu membuatnya jauh dari Siwon.

“Seunghyun hyung…”

“Jawab aku Jae! Sedang apa dia disini?!!” Seunghyun masih menatap tjam ke arah Kyuhyun meski pertanyaannya dia ajukan kepada Jaejoong. Jaejoong menghela nafas. Apa yang dia takutkan terjadi juga. Baru saja dia akan menjawab pertanyaan Seunghyun, suara lift yang bergerak dari lobi menuju lantai atas berbunyi dan berhenti di lantai 10, tempat mereka sekarang. Pintu besi itu terbuka dan keluarlah sosok yang membuat tiga pasang mata terbelalak tak percaya. Sosok itu keluar dari lift sambil membawa sebuket bunga dan keranjang berisi buah. Ketika matanya bergerak melihat sekelilingnya, tatapannya langsung berhenti ke arah Seunghyun. Dia menatap Seunghyun cukup lama lalu akhirnya mengeluarkan suaranya.

“Apa kabar hyung? Lama tak jumpa.” Sapanya datar dengan raut muka tanpa ekspresi.

“Dongwook…”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kamar Rawat Siwon

Dongwook mengusap wajah Siwon yang sedikit kuning karena penyakitnya. Sekarang dia sudah berada di samping ranjang Siwon yang masih tertidur karena pengaruh obat bius. Dongwook menatap sendu keadaan adiknya yang ternyata bertambah parah. Dongwook tidak mengerti mengapa Siwon bisa sampai seperti ini. Dongwook pikir, Siwon sudah mendapatkan donor yang sesuai selama dia pergi meninggalkan rumah. Tapi ternyata memang hanya dia yang sanggup menyelamatkan nyawa adiknya itu.

Dongwook tahu bahwa dia cocok karena sebelum dia menjenguk Siwon, dia sudah terlebih dahulu menemui dokter yang menangani Siwon dan memintanya untuk memeriksa apakah hatinya bisa di donorkan kepada Siwon. Dongwook masih ingat betapa gembiranya sang dokter ketika hati Dongwook memang cocok. Dongwook berpikir Siwon pastilah menyenangkan dan sudah menjadi kesayangan sang dokter sampai dia gembira seperti itu.

Dokter tersebut lalu menanyakan apakah Dongwook bersedia menjadi donor Siwon. Tanpa pikir panjang Dongwook langsung menyetujuinya karena memang tidak ada yang perlu ditakutkan. Donor hati tidak seperti donor organ lainnya yang dipindahkan semua. Pendonor cukup memberikan setengahnya agar bisa dicangkokan kepada si penerima. Lagipula bagi Dongwook jika memang harus sampai meminta nyawanya pun, Dongwook akan rela. Ini demi Siwon, satu-satunya orang yang mengerti bagaimana Dongwook saat semua orang selalu saja salah memandang siapa dia yang sebenarnya.

Dongwook bersyukur karena keputusannya untuk kembali adalah keputusan yang tepat. Meski dia tak berniat tinggal lebih lama disini tapi untuk sementara dia harus sedikit berkorban demi Siwon. Terlebih lagi, Dongwook ingin membawa Siwon pergi untuk tinggal bersamanya. Dongwook menginginkan hal itu karena dia mendengar gosip bahwa Siwon sempat sakit akibat jalinan cinta antara Siwon dan Kyuhyun putus di tengah jalan.

Awalnya Dongwook sempat tak percaya karena dia tahu Siwon dan Kyuhyun saling mencintai sampai membuat dirinya sempat merasa iri dengan cinta mereka berdua. Namun sekarang, melihat gelagat Seunghyun bahkan Jaejoong yang tidak suka dengan kehadiran Kyuhyun diantara mereka, menguatkan berita putusnya mereka. Karena itu, Dongwook merasa Siwon lebih baik tinggal bersamanya dan memulai hidup yang baru.

“Dongwook-ah.” Panggil Jaejoong pelan mencoba membuat Dongwook berpaling kepada mereka. Dongwook hanya menoleh sedikit sebelum kembali mengusap rambut dan wajah Siwon. Dia hanya memberitahu bahwa dia tetap mendengar apapun yang akan dikatakan oleh Seunghyun dan Jaejoong meski tidak menatap mereka secara langsung.

“Mengenai Siwon…” Jaejoong sedikit bingung bagaimana memulai pembicaraan dengan Dongwook. Berpisah beberapa tahun belakangan ini membuat lidah Jaejoong sedikit kelu walau orang yang dihadapi adalah adiknya sendiri.

“Tenang saja hyung. Aku akan mendonorkan sebagian hatiku untuk Siwon.” Ucap Dongwook datar langsung menimpali perkataan Jaejoong tanpa perlu diteruskan oleh Jaejoong. Dongwook sudah menduga arah pembicaraan kakak keduanya itu.

“Be…Benarkah Dongwook? Ka…kau tidak keberatan?”

“Untuk apa aku keberatan. Siwon adikku juga dan hanya dia yang menyayangiku. Jadi sudah semestinya aku melakukan pencangkokan ini.” Ucap Dongwook datar, tidak merasa berat sama sekali bahwa ucapannya melukai hati Jaejoong bahkan Seunghyun. Jaejoong yang merasa perkataan Dongwook tidak adil dan beralasan, langsung mengutarakan keberatannya.

“Dongwook! Kenapa kau bicara seperti itu?! Kami juga menya…”

“Berhenti hyung. Tidak usah diteruskan.” Potong Dongwook sambil memandang wajah cantik Jaejoong tajam. Jelas sekali dari matanya, Dongwook membenci kedua kakaknya tersebut. Dongwook yang sedari tadi mencoba menguasi perasaannya sendiri akhirnya tak kuat memendam rasa benci dan kecewanya terhadap Seunghyun dan juga Jaejoong.

“Tapi Dongwook-ah…” Jaejoong berusaha menggugah hati Dongwook yang kali ini sekeras batu dengan panggilan lirihnya, namun Dongwook tidak bergeming. Dia masih memancarkan aura tidak sukanya kepada dua orang yang memiliki darah yang sama dengannya itu. Sedangkan Seunghyun yang hanya diam melihat interaksi antara Dongwook dan Jaejoong, akhirnya buka suara. Dengan datar, dia menggenggam lengan Jaejoong dan menggeleng, mengisyaratkan agar Jaejoong tidak meneruskan apa yang ingin dia sampaikan kepada Dongwook.

“Dongwook, terima kasih kau sudah mau membantu Siwon.”

“Sudah aku bilang aku melakukan ini demi Siwon jadi tidak usah berterima kasih kepadaku.”

“Biar bagaimana pun aku harus tetap berterima kasih karena kau mau menyelamatkan nyawa Siwon. Kami sudah tidak tahu harus bagaimana lagi ketika kami tidak mendapat satu donor pun untuk Siwon. Entah bagaimana nasibnya nanti jika tidak ada kau.” Jelas Seunghyun datar. Pria berwajah dingin itu mencoba menekan perasaannya sendiri kala menghadapi Dongwook. Dia tidak mau lepas kendali dan terbawa emosi hanya karena urusannya dengan adiknya tersebut.

Seunghyun masih mengingat kondisi Siwon yang membutuhkan bantuan Dongwook sehingga Seunghyun akan melakukan apapun termasuk jika dia harus memohon sampai berlutut agar Dongwook mau mendonorkan sebagian hatinya untuk dicangkok kepada Siwon. Beruntung, Seunghyun tidak harus sampai berlutut agar Dongwook mau membantu mereka. Seunghyun merasa lega karena Siwon bisa selamat sekarang.

“Begitu.” Ucap Dongwook memutuskan lamunan Seunghyun. Dia menatap Dongwook lagi sebelum melanjutkan perkataannya.

“Terima kasih Dongwook. Sekali lagi terima kasih. Siwon pasti senang mendengar dia akan sembuh dan juga karena kau sudah disini lagi.”

“Begitukah? Bagaimana kau bisa yakin aku akan disini terus?”

“Apa?”

“Memang aku pernah bilang akan terus berada disini? Aku harus berpikir seribu kali untuk tinggal bersama kalian lagi. Mungkin saja, jika melihat keadaan Siwon nanti, aku masih mau berada disini. Tapi mungkin juga tidak.”

“Dongwook-ah…”

“Oh ya, satu lagi. Tampaknya aku juga akan membawa Siwon bersamaku. Seperti yang kau bilang tadi. Siwon mungkin tidak akan bisa hidup tanpaku, jadi jika kenyataannya begitu, maka lebih baik dia tinggal bersamaku.” Sontak, perkataan Dongwook tadi membuat Seunghyun dan Jaejoong membulatkan matanya karena terkejut sekaligus tidak percaya Dongwook mampu berkata demikian.

“Apa maksudmu Dongwook?! Kenapa kau berkata seperti itu?! Kita ini keluarga!” tukas Jaejoong tidak mengerti. Pria cantik itu tidak paham mengapa Dongwook berkata seakan-akan dirinya dan Seunghyun tidak becus menjaga Siwon dan karena itu, sudah seharusnya Siwon bersama dengannya. Sementara Dongwook memberikan reaksi atas pernyataan Jaejoong dengan menatap kedua kakaknya tersebut masih dengan tatapan tajam dan sesekali diselingi dengan pandangan meremehkan.

“Hanya Siwon keluargaku. Bukan yang lain.” Ujar Dongwook sambil tersenyum sinis. Raut wajah Jaejoong dan Seunghyun sekali lagi menampakan keterkejutan dan kali ini ada sedikit kerutan yang menandakan bahwa keduanya tidak setuju dan kesal dengan cara bicara dan cara Dongwook bersikap.

“Tapi kau tak bisa membawa Siwon begitu saja dari kami Dongwook.” Sahut Jaejoong perlahan dan sedikit memelas. Dalam hati, Jaejoong merasa bahwa jika Dongwook memang berniat membawa Siwon untuk ikut dengannya, maka anak ketiga dari keluarga Choi itu mampu untuk melakukannya. Baik dirinya dan Seunghyun mungkin tidak bisa mencegah niat Dongwook tersebut dan hal itu mengelisahkan bagi Jaejoong. Keluarga mereka akan semakin terpecah belah jika Siwon bersama dengan Dongwook.

Jaejoong sedikit berharap dengan adanya Siwon diantara dirinya dan Seunghyun, maka adiknya itu bisa meluluhkan hati Dongwook yang sampai saat ini masih seperti gunung es. Dingin dan keras. Jaejoong benar-benar berharap Siwon mampu membuat Dongwook kembali kepada mereka. Hanya saja, Tuhan masih memiliki rencana lain karena Dongwook dengan tawa sinisnya, menolak ucapan Jaejoong.

“Kenapa? Masalah apa yang mengekang Siwon untuk terus bersama kalian? Rumah? Pekerjaan? Uang? Apa hyung?! Kalian tak perlu khawatir. Selama aku pergi, aku tidak begitu saja menjadi gelandangan. Justru mungkin hidupku lebih baik daripada kalian.”

“Apa katamu!!” teriak Seunghyun lantang. Kepala keluarga Choi tersebut merasakan amarahnya memuncak karena nada suara dan perkataan Dongwook yang begitu menyakitkan.

“Siwon akan lebih bahagia bersamaku.” Tegas Dongwook sambil beranjak dari tempatnya sekarang. Dia berjalan perlahan menuju pintu sebelum berhenti sejenak dan mengatakan sesuatu tanpa membalikkan tubuhnya ke arah Seunghyun dan juga Jaejoong.

“Setelah operasi dan kondisi Siwon membaik, dia akan ikut bersamaku hyung. Dan akan kupastikan kau takkan bisa mencegahnya. Sudah cukup Siwon menderita karena hidup bersamamu.” Desis Dongwook sebelum keluar dari kamar rawat Siwon tersebut menuju ruang dokter yang menangani Siwon untuk membicarakan lagi secara detail masalah operasi cangkok hati untuk Siwon.

Sepeninggalan Dongwook, Seunghyun yang berusaha untuk tegar dan kuat akhirnya jatuh juga. Kakinya tak kuat menompang tubuhnya sehingga tubuhnya limbung dan menabrak dinding di belakangnya. Seunghyun merosot dan terduduk di lantai kamar tersebut sambil terus menggelengkan kepalanya dan bergumam hal yang sama.

“Bagaimana ini? Siwon akan pergi. Adikku akan pergi.” Ucap Seunghyun berulang kali. Tanpa pria tinggi itu sadari, airmata telah menghiasi dengan sempurna pipinya dan terus mengalir bagaikan sungai. Jaejoong yang melihat kakak tertuanya itu terpuruk seperti itu, menajdi tidak tega. Dia akhirnya berjalan perlahan dan menunduk, mensejajarkan tubuhnya dengan Seunghyun. Jaejoong lalu memeluk tubuh Seunghyun yang sekarang sudah bergetar hebat karena tangisannya sendiri. Jaejoong tidak tahu harus berkata apa untuk menenangkan Seunghyun karena dia sendiri juga masih merasa sedih, kecewa, dan juga sama rapuhnya dengan Seunghyun. Jaejoong hanya mampu mengeratkan pelukannya dan membelai lembut rambut Seunghyun, sementara pria itu terus menangis di pelukan Jaejoong.

Kenapa keluarga menjadi seperti ini? Kenapa kami harus terpecah seperti ini? Tuhan, aku mohon. Jangan biarkan kami berpisah. Kami tidak memiliki siapa pun selain kasih sayang keluarga kami. Aku mohon satukan kami seperti dulu. Aku mohon Tuhan.

Doa itu terlatun dari hati Jaejoong yang paling dalam. Dia masih ingin bersatu kembali dengan Dongwook. Jaejoong tidak mau berpisah lagi dengan adiknya yang sekarang sudah kembali, terlebih lgi harus berpisah dengan Siwon jika Dongwook bersikeras membawa pergi Siwon. Jaejoong sekarang hanya mampu berdoa agar Tuhan bisa membuat keluarganya bersatu seperti dulu, saat mereka masih merasakan kehangatan dan kebahagiaan.

Sementara itu, Dongwook yang sudah keluar dari kamar Siwon dan hendak pergi ke ruang dokter yang menangani Siwon, terhenti langkahnya oleh kehadiran seseorang. Dongwook mengarahkan pandangannya ke wajah orang tersebut dan ketika dia melihat siapa orang itu, tatapan Dongwook kembali menajam dan menusuk, membuat orang tersebut gugup dan gelisah akibat ditatap seperti itu oleh Dongwook.

“Kau masih disini?” tanya Dongwook datar meski nada tak suka terdengar jelas dari suaranya. Kyuhyun membungkuk hormat sebelum menjawab pertanyaan Dongwook.

“Apa kabar hyung? Terima kasih kau mau mendonorkan hatimu untuk Siwonnie.” Sahut Kyuhyun gugup. Mendengar jawaban Kyuhyun, Dongwook tertawa meski tawa itu terdengar dingin dan sarkastik.

“Kau mendengar pembicaraan kami rupanya. Hobi baru Cho-ssi?” cibir Dongwook membuat Kyuhyun menundukkan kepalanya dengan wajah sedikit memerah karena malu ketahuan mencuri dengar pembicaraan antara Dongwook, Seunghyun dan juga Jaejoong.

“Maafkan aku hyung, aku hanya…”

“Tak perlu kau jelaskan. Aku juga tak ingin mendengarnya. Sekarang katakan, apa maumu?” tanya Dongwook sengit setelah dengan tanpa rasa bersalah memotong ucapan Kyuhyun.

“Ak…aku…” Kyuhyun tergagap mendapati Dongwook bertanya sesinis itu kepadanya. Dia bingung harus menjawab apa karena sebenarnya dia hanya ingin berbicara tentang keadaan Siwon. Kyuhyun memang bermaksud meminta bantuan Dongwook untuk mendukungnya mendekati Siwon namun hal itu belum akan Kyuhyun utarakan sampai kondisi Siwon membaik dan pria yang terbaring lemah di dalam kamar tersebut menjalani operasinya. Akan tetapi, Kyuhyun tampaknya harus memendam rencana apapun yang berkaitan dengan Dongwook karena belum juga Kyuhyun melanjutkan ucapannya, Dongwook sekali lagi terlebih dahulu mengutarakan apa yang ada dalam otaknya.

“Jika kau berharap aku akan membantumu untuk kembali kepada Siwon, kau membuang waktumu Cho-ssi.” Kening Kyuhyun berkerut ketika Dongwook mengatakan asumsinya tadi. Meskipun asumsinya benar, namun Kyuhyun tidak akan meminta bantuannya sekarang. Hanya saja mendengar Dongwook dapat menebaknya dengan tepat, membuat Kyuhyun menjadi serba salah.

“Aku tidak akan membantumu. Justru aku akan memastikan Siwon tidak pernah bertemu lagi denganmu. Jadi aku sarankan, kau mencari orang lain yang bisa kau permainkan.” Tegas Dongwook membuat Kyuhyun semakin cemas dan panik dibuatnya. Dia panik karena jika Dongwook benar-benar ikut membenci dirinya layaknya Seunghyun dan Jaejoong maka Kyuhyun akan mendapatkan tiga kali lipat halangan untuk mendekati Siwon.

“Hyung… Aku mohon dengarkan aku dulu. Aku…”

Stop! Just stop!! Apa hakmu untuk membuat aku mendengarkan setiap omong kosongmu?! Apa hakmu, sampai kau dengan teganya mempermainkan hati adikku dan memperlakukannya seperti itu?! Apa hah?!” bentak Dongwook keras. Kyuhyun tersentak karena suara keras Dongwook tersebut. Kyuhyun benar-benar tidak mengira ada masa Dongwook yang dulu Kyuhyun kenal selalu ceria, senang bercanda bahkan cenderung tidak serius bisa membentak Kyuhyun dengan keras seperti tadi. Dongwook seperti tidak perduli jika dia sekarang berada di lingkungan rumah sakit.

“Hyung…”

“Simpan airmatamu karena takkan berpengaruh bagiku.” Sela Dongwook lagi. Pria dengan badan yang sama tegapnya dengan Seunghyun itu sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Kyuhyun untuk berbicara.

“Mungkin peringatan kedua hyungku tidak berpengaruh bagimu, tapi camkan ini baik-baik Cho Kyuhyun-ssi. Peringatanku bukan peringatan main-main. Jauhi Siwon. Jangan pernah menampakan wajahmu lagi didepannya dan juga didepanku. Kau akan menyesal jika kau mengabaikan peringatanku.” Ancam Dongwook sengit. Selesai berbicara seperti itu, Dongwook pergi meninggalkan Kyuhyun yang hanya sanggup menundukkan kepalanya sambil terisak mendengar kata-kata tajam dari Dongwook.

Kyuhyun tak tahu lagi harus bergantung kepada siapa agar dia bisa mempunyai kesempatan memperbaiki hubungannya dengan Siwon. Meski Kyuhyun paham bahwa disini dialah yang bersalah karena mengesampingkan Siwon diatas karirnya, tapi Kyuhyun menyesal. Dia sungguh merasa menyesal. Kyuhyun tak tahu harus berbuat apa agar semua orang mengerti bahwa dia menyesal. Bahwa dia masih mencintai Siwon dan ingin bersama dengannya lagi. Kyuhyun tak mengerti mengapa setiap orang ingin sekali memisahkan dirinya dengan Siwon? Mengapa mereka sama sekali tidak mau memberikan dirinya kesempatan kedua?

Semua pertanyaan di dalam benaknya hanya bisa Kyuhyun simpan tanpa ada jawaban untuk saat ini. Dengan perlahan, Kyuhyun mengusap kedua pipi dan sekitar matanya, menghilangkan bekas airmata. Kyuhyun mulai mengangkat wajahnya dan memandang pintu kamar rawat orang yang paling dia cintai itu.

Dalam hatinya Kyuhyun berpikir, biarlah untuk saat ini Kyuhyun mengalah, tapi itu bukan berarti Kyuhyun menyerah. Kyuhyun akan tetap datang menemui Siwon setelah keadaannya membaik. Bahkan Kyuhyun akan terus berada disampingnya meski harus bermain kucing-kucingan dengan seluruh keluarga Siwon. Kali ini Kyuhyun yang akan berusaha meraih hati dan kepercayaan Siwon kembali. Baginya yang terpenting hanya Siwon. Dan ketika dia berhasil mendapatkan hati dan kepercayaan Siwon kembali maka Kyuhyun akan sedikit demi sedikit memperbaiki hubungannya dengan semua orang yang disayangi oleh Siwon. Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri.

TBC

Advertisements