Tags

, , , , , , ,

Title : There’s No One But You 4

Pair / Charas : Wonkyu, TOP, Jaejoong, Se7en, GD

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, Romance, BL, OOC, AU

Summary : They can like me, adore me, love me. But there’s only one person in this world can make me feel so much in love. That person is you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Kyuhyun tak tahu lagi harus bergantung kepada siapa agar dia bisa mempunyai kesempatan memperbaiki hubungannya dengan Siwon. Meski Kyuhyun paham bahwa disini dialah yang bersalah karena mengesampingkan Siwon diatas karirnya, tapi Kyuhyun menyesal. Dia sungguh merasa menyesal. Kyuhyun tak tahu harus berbuat apa agar semua orang mengerti bahwa dia menyesal. Bahwa dia masih mencintai Siwon dan ingin bersama dengannya lagi. Kyuhyun tak mengerti mengapa setiap orang ingin sekali memisahkan dirinya dengan Siwon? Mengapa mereka sama sekali tidak mau memberikan dirinya kesempatan kedua?

Semua pertanyaan di dalam benaknya hanya bisa Kyuhyun simpan tanpa ada jawaban untuk saat ini. Dengan perlahan, Kyuhyun mengusap kedua pipi dan sekitar matanya, menghilangkan bekas airmata. Kyuhyun mulai mengangkat wajahnya dan memandang pintu kamar rawat orang yang paling dia cintai itu.

Dalam hatinya Kyuhyun berpikir, biarlah untuk saat ini Kyuhyun mengalah, tapi itu bukan berarti Kyuhyun menyerah. Kyuhyun akan tetap datang menemui Siwon setelah keadaannya membaik. Bahkan Kyuhyun akan terus berada disampingnya meski harus bermain kucing-kucingan dengan seluruh keluarga Siwon. Kali ini Kyuhyun yang akan berusaha meraih hati dan kepercayaan Siwon kembali. Baginya yang terpenting hanya Siwon. Dan ketika dia berhasil mendapatkan hati dan kepercayaan Siwon kembali maka Kyuhyun akan sedikit demi sedikit memperbaiki hubungannya dengan semua orang yang disayangi oleh Siwon. Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Sebulan Kemudian

Kamar bernuansa putih dan berukuran besar itu menjadi tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga Choi. Mulai dari Seunghyun, Jaejoong dan Dongwook berada di dalam ruangan beroma obat-obatan tersebut. Mereka semua menunggu Siwon, adik bungsu mereka untuk sadar.

Setelah secara tiba-tiba Siwon sadar dari pingsannya sebulan yang lalu dan dia melaksanakan operasi pencangkokan hati seminggu setelah dia sadar, Siwon belum sama sekali menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan terbangun dari tidurnya. Sedangkan kondisi Dongwook yang mendonorkan sebagian hatinya, sudah pulih dengan baik sejak dua minggu yang lalu.

Meski dokter menyatakan bahwa kondisi Siwon stabil dan dia akan baik-baik saja, namun hal tersebut tidak mengurangi rasa cemas dari kakak-kakak Siwon tersebut. Mereka justru semakin cemas karena Siwon tak kunjung sadar sampai saat ini. Dalam benak mereka, apa yang salah dengan kondisi Siwon. Seharusnya Siwon sudah siuman dan bisa bersama mereka lagi.

Seunghyun menghela nafas panjang melihat kondisi Siwon seperti ini. Kecemasannya seakan bertambah dua kali lipat daripada saat Siwon belum di operasi. Pikiran jeleknya akan Siwon yang kemungkinan tidak akan bangun lagi terus saja menghantuinya siang dan malam selama tiga minggu ini. Akan tetapi dibalik itu semua, Seunghyun sebenarnya merasakan sedikit lega karena Siwon belum siuman karena dengan ketidak sadaran Siwon saat ini, Dongwook tidak akan berani mengambil resiko untuk membawa pergi adik mereka tersebut.

Meski pun begitu, Seunghyun juga memikirkan akan lebih baik dia kehilangan Siwon karena dibawa pergi oleh Dongwook daripada kehilangan Siwon untuk selama-lamanya. Siwon adalah adik kesayangannya, dia adalah amanat terakhir dari kedua orang tuanya yang meminta Seunghyun untuk terus menjaga Siwon lebih daripada Jaejoong dan Dongwook karena penyakit turunan dari sang ayah hanya menimpa Siwon. Seunghyun tidak ingin membuat kedua orang tuanya tidak tenang di alam sana hanya karena ketidak mampuan dirinya menjaga adik-adiknya.

Waktu terus berjalan dan ketiganya terus menunggu sampai beberapa saat kemudian, tangan yang digenggam oleh Jaejoong mulai menunjukkan pergerakan kecil. Pergerakan itu tak luput dari mata tajam Seunghyun dan juga Dongwook. Keduanya segera mengambil posisi mendekati ranjang Siwon, menanti kedua mata Siwon untuk terbuka.

Doa mereka dikabulkan ketika mata itu membuka secara perlahan, berusaha menghilangkan rasa tidak nyaman setelah sekian lama tertutup. Terlebih lagi lampu yang berpijar di ruangan itu cukup menyilaukan bagi Siwon. Dia mengerjabkan kedua matanya beberapa kali sebelum membuka sedikit demi sedikit untuk bisa melihat sekelilingnya. Pandangan mata Siwon tanpa sengaja melihat Dongwook. Siwon mencoba memastikan bahwa itu adalah benar Dongwook dengan memincingkan matanya dan berujar,

“Dongwook hyung…” lirihnya dengan suara serak. Wajar saja, karena Siwon memang belum berbicara sama sekali sejak dia di operasi dan tak sadarkan diri beberapa waktu belakangan ini.

Sementara Dongwook yang disebut namanya oleh Siwon pertama kali hanya tersenyum lebar dan mengucap syukur berkali-kali karena Siwon sudah siuman. Dongwook juga sangat lega dan senang mengetahui bahwa setelah sekian lama berpisah, Siwon masih mengenali dirinya.

Dengan perlahan dan lembut, Dongwook meraih tangan Siwon dengan tangan kirinya dan menggunakan tangan kanannya untuk mengusap kening Siwon dengan sayang, menyingkirkan sedikit poni yang menutupi kening tersebut. Dongwook menunduk mendekati wajah Siwon dan mengecup singkat kening adiknya itu.

“Hyung…” lirih Siwon lagi setelah dia yakin orang yang mengecup keningnya tadi adalah benar Dongwook.

“Kau akan baik-baik saja Siwon. Ada aku disini.” Sahut Dongwook masih dengan senyum yang terkembang di wajah tampannya.

Sedangkan Seunghyun dan Jaejoong, keduanya hanya mampu melihat tanpa bisa mengganggu momen pertemuan antara Dongwook dan Siwon. Meski keduanya juga ingin memeluk dan mengecup Siwon, memberitahu kepada Siwon bahwa mereka sangat bersyukur, Siwon masih bisa berada bersama dengan mereka namun mereka juga sadar, dengan sadarnya Siwon maka mereka akan segera berpisah dengan adik yang sangat mereka sayangi itu.

Ya, mereka akan berpisah. Seunghyun dan Jaejoong pun tidak percaya jika hal ini akan terjadi karena setelah Siwon sadar sebelum operasi dilakukan, Dongwook langsung mengurus semua hal agar bisa segera membawa Siwon pergi. Dongwook hanya perlu kesanggupan Siwon untuk pindah dan hidup dengannya.

Seunghyun dan Jaejoong sempat tidak percaya pengadilan mengabulkan permintaan Dongwook tersebut karena bagaimana pun juga Seunghyun masih menjadi wali sah atas Siwon. Namun berhubung keadaan Seunghyun dan Jaejoong yang tidak semapan Dongwook dan juga karena Dongwook sendiri merupakan kakak kandung Siwon maka pengadilan dengan gamblang menyetujui permintaan pengalihan hak atas wali sah Siwon.

Seunghyun dan Jaejoong tidak mengira jika hidup Dongwook lebih baik dari dugaan mereka. Dongwook ternyata selama ini tinggal di Ohio dan memulai karirnya sebagai manajer salah satu tim hoki es di negara bagian tersebut. Dongwook yang tahu peluang dirinya untuk bisa kembali beraksi di lapangan es itu sirna sejak dokter memvonisnya tak bisa bermain lagi karena cederanya, mengambil keputusan pergi ke negeri Paman Sam itu. Awalnya Dongwook tidak berniat untuk melihat bahkan berkecimpung dalam olahraga kontak fisik itu lagi. Akan tetapi kecintaannya terhadap olahraga itu terlalu kuat sehingga ketika ada tawaran dari bos tempatnya bekerja sebagai pengantar barang, Dongwook menerimanya.

Dongwook memulai karir dari bawah sampai dia dipercaya untuk memegang posisi sebagai manajer latihan fisik yang digelutinya sekarang. Berbekal pengalaman pribadi, Dongwook tentu mampu untuk melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang manajer.

Dengan semua yang hal yang telah dia capai, Dongwook berharap bahwa semua itu cukup untuk Siwon. Dongwook sendiri telah menyiapkan segala sesuatunya jika Siwon bersedia untuk ikut bersamanya. Ya, kata saktinya adalah jika Siwon bersedia. Satu kata itulah yang akan membuat perbedaan antara keinginan Seunghyun dan Jaejoong dengan keinginan Dongwook. Dongwook sudah mempersiapkan jika Siwon lebih memilih tinggal di Korea. Dia sudah memutuskan bahwa jika Siwon lebih menginginkan tinggal di negara kelahiran mereka , maka Dongwook akan menghargai keinginan adiknya tersebut. Sangat jauh berbeda dengan sikapnya sebulan yang lalu meski tidak ada satu pun yang tahu masalah ini karena Dongwook masih bersikap dingin dan antipati terhadap orang lain selain Siwon. Ada alasan mengapa Dongwook membuka pikirannya dan bersikap lebih bijak.

“Seunghyun hyung, Jaejoong hyung, kenapa berdiri disana? Apa aku sebegitu mengerikan sekarang sampai kalian hanya mematung saja?” keluh Siwon masih dengan suaranya yang serak, sukses membuyarkan lamunan kakak-kakaknya. Siwon menatap ketiganya bingung karena mereka hanya terpaku memandang dirinya..

Seunghyun dan Jaejoong menatap Dongwook sesaat sebelum mendekati Siwon dan memeluk tubuh Siwon sebisa mereka dengan posisi Siwon yang masih tertidur. Keduanya juga meninggalkan kecupan ringan di kening Siwon sebagai bentuk rasa syukur mereka karena Siwon telah sadarkan diri dan berhasil melalui masa terberatnya.

“Syukurlah Wonnie, kau sudah siuman.” Ucap Jaejoong masih membelai rambut Siwon dengan sayang. Siwon membalas ucapan Jaejoong dengan senyuman berlesung pipi andalannya.

“Kau akan segera sehat Wonnie dan setelahnya, kau akan bisa tinggal bersamaku lagi.” Sahut Dongwook menginterupsi pembicaraan Jaejoong dan Siwon. Meski pun dia akan menerima apapun keputusan Siwon nanti, dia merasa tidak ada salahnya mengatakan keinginannya kepada Siwon lebih awal. Dongwook hanya ingin Siwon tahu walau dari raut wajah Siwon yang bingung, Siwon belum paham apa maksud sesungguhnya dibalik ucapan Dongwook dan hanya mengangguk pelan. Mungkin Siwon mengira bahwa Dongwook akan kembali tinggal bersama dirinya dan kedua kakaknya yang lain. Hanya Jaejoong dan Seunghyun yang paham benar apa maksud Dongwook sebenarnya. Wajah mereka berubah menjadi tegang dan sedikit cemas karena ada kemungkinan besar Siwon akan meninggalkan mereka berdua.

Dongwook pun menatap datar kepada Seunghyun dan Jaejoong. Dia seakan tidak perduli jika dia akan membuat sedih keduanya jika Siwon benar-benar akan pergi dari kehidupan mereka berdua. Dongwook merasa apa yang dilakukannya sudah benar sebab dia beranggapan bahwa Seunghyun dan Jaejoong tidak becus menjaga Siwon dan hal itu yang menguatkan niatnya untuk mengajak Siwon dan jika semua takdir mengizinkan, Siwon akan menyetujui keinginannya itu. Dongwook ingin sekali menjaga adiknya tersebut.

Ketiga kakak dari Siwon itu terlalu larut dalam pikiran mereka masing-masing sehingga tidak menyadari pandangan bingung sekaligus curiga dari Siwon. Siwon mulai merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh ketiga kakaknya kala dia menyaksikan wajah cemas Jaejoong dan mengerasnya rahang Seunghyun ketika Dongwook mengatakan akan tinggal bersama dirinya lagi. Siwon heran mengapa keduanya seperti ketakutan begitu, bukankah seharusnya mereka senang bahwa Dongwook akan tinggal bersama mereka. Tapi reaksi mereka justru sebaliknya.

Melihat itu semua, Siwon bertekad akan mencari tahu alasannya nanti karena saat ini, ada yang lebih penting baginya. Kyuhyun. Siwon masih memikirkan Kyuhyun. Apakah lelaki manis itu sudah mengetahui keadaannya sekarang? Apakah Kyuhyun menunggunya dan mengkhawatirkan keadaannya seperti kakak-kakaknya? Apakah Kyuhyun masih mencintainya dan masih berjuang untuk bisa kembali bersamanya?

Siwon menutup matanya mencoba menelaah semua hal yang terjadi selama ini. Dia memang menuruti keinginan Seunghyun dan Jaejoong untuk berpisah dengan Kyuhyun. Akan tetapi, hatinya memberontak. Biar bagaimana pun, Siwon tidak mampu berbohong pada dirinya sendiri. Dia masih sangat mencintai Kyuhyun. Bahkan setelah apa yang sudah Kyuhyun perbuat kepadanya, Siwon masih mencintai pemuda itu.

Jika Siwon boleh memilih, dia ingin sekali memaafkan Kyuhyun, mencoba lagi merajut hubungan mereka yang sempat terputus. Tapi, Seunghyun dan juga Jaejoong pasti akan sangat marah kepadanya karena mungkin keduanya menganggap dirinya tidak tegas kepada Kyuhyun dan dirinya sendiri.

Siwon dilema. Di satu sisi dia ingin menemui Kyuhyun hanya saja di satu sisi yang lain dia tidak ingin mengecewakan kedua kakaknya. Siwon belum tahu bahwa Dongwook juga tidak menyukai Kyuhyun apalagi membiarkan pemuda berkulit putih pucat itu bersama dengan Siwon lagi.

Siwon menghela nafas panjang, menyebabkan Dongwook, Seunghyun dan Jaejoong bangun dari lamunan mereka. Ketiganya langsung menatap Siwon khawatir. Mereka mengira ada sesuatu yang salah dengan Siwon dan mereka segera memusatkan perhatian mereka kepada adik bungsu mereka itu.

“Kau kenapa Wonnie? Ada yang sakit? Perlu aku panggilkan dokter? Siwonnie?!” tanya Jaejoong tanpa jeda. Siwon terkikik karena ulah kakak keduanya itu. Dia menggeleng pelan sebagai jawaban.

“Kau yakin?” kali ini Dongwook yang bertanya.

“Yakin hyungdeul. Aku baik-baik saja. Aku hanya memikirkan sesuatu.” Jawabnya singkat.

“Dan apa itu?” tanya Dongwook lagi meski dia bisa menebak apa itu. Dongwook sedikitnya paham bahwa satu-satunya yang mampu memenuhi otak Siwon selain mereka bertiga dan pekerjaannya di toko bunga adalah Kyuhyun.

Mendengar pertanyaan Dongwook tadi, Siwon hanya menatap Dongwook lalu mengalihkan pandangannya tanpa menjawab, meyakinkan Dongwook akan dugaannya.

“Apa kau memikirkan Kyuhyun?” tanya Dongwook lagi kepada Siwon. Dongwook ingin sekali mendengar jawaban langsung dari Siwon, akan tetapi, Siwon masih memilih untuk diam.

Kebisuan mendadak Siwon menyebabkan Dongwook pun memilih diam untuk sementara waktu ini dan membiarkan adiknya tersebut bergelut dengan pikirannya sendiri. Belum saatnya dia ikut campur dengan urusan personal Siwon. Yang ada di pikirannya sekarang adalah membujuk Siwon untuk ikut bersamanya walaupun Dongwook tahu membujuk adiknya akan sangat sulit dengan semua hal yang pasti akan menghalangi Siwon untuk pergi bersamanya.

Sementara itu, di suatu ruangan yang cukup luas, terdapat seseorang yang sedang berdiri sambil beberapa kali menggelengkan kepalanya dan sesekali berdecak kesal. Orang tersebut adalah Direktur Ko, pemimpin WK Agensi, meletakan surat yang selesai dibacanya sampai tiga kali untuk memastikan isinya tidak salah, ke atas meja kerjanya secara perlahan. Pria berumur 50 tahun lebih itu mengusapkan salah satu tangannya ke wajah lelahnya. Direktur Ko benar-benar tidak tahu harus berbuat apa setelah menerima pemberitahuan mendadak dari surat yang dibacanya tadi.

Direktur Ko menghembuskan nafasnya berat lalu menatap seseorang yang sejak tadi berada tidak jauh darinya sambil menundukkan kepala dan terus saja gelisah karena takut akan disalahkan oleh sang Direktur. Pasalnya dialah yang membawa surat pemberitahuan itu kepada pimpinan agensi tempatnya bekerja sebagai manajer.

“Apa kau tidak bisa membujuknya untuk memikirkan kembali keputusannya ini manajer Hwang?” tanya Direktur Ko gusar. Dia tidak mengerti mengapa salah satu artis kebanggaannya itu berbuat hal seperti ini di saat puncak karirnya.

“Aku sudah berusaha membujuknya sajangnim, tapi Kyuhyun sudah memutuskan akan mengundurkan diri dari dunia keartisannya setelah dia menyelesaikan satu album sesuai kontrak.”

“Aish! Kenapa waktu itu aku setuju untuk mengkontraknya berdasarkan pembuatan album?!” keluh Direktur Ko menyesali keputusannya untuk mengikuti kemauan Kyuhyun dalam perihal kontrak kerja. Jika saja dia mengikuti seperti agensi lainnya pasti dia tidak akan kesulitan seperti ini.

Ketika sang direktur sedang pusing dan uring-uringan memikirkan artisnya yang akan mengundurkan diri, yang bersangkutan justru sedang berada di rumah sakit. Tampak orang tersebut sedang fokus memperhatikan sesuatu atau mungkin lebih tepatnya seseorang.

Cho Kyuhyun, penyanyi berbakat yang sedang naik daun, yang juga saat ini sedang membuat heboh agensinya dengan keputusan sepihaknya tersebut, sekarang sedang diam-diam memperhatikan kamar rawat Siwon dari luar melalui satu jendela kecil tranparan yang selalu setia menjadi tempat Kyuhyun selama sebulan belakang ini untuknya bisa terus memantau keadaan Siwon.

Hanya melalui jendela itulah Kyuhyun mampu melihat Siwon. Kyuhyun tak bisa mendekati Siwon lebih dekat karena Kyuhyun takut dengan penolakan dari semua kakak Siwon terlebih lagi jika Siwon sendiri yang menolaknya. Walau sebenarnya Kyuhyun ingin sekali berada disamping Siwon, menjaganya seperti dulu tapi Kyuhyun juga tahu itu akan sulit. Kyuhyun tahu akan sangat sulit menghapus amarah semua kakak Siwon atas kesalahannya yang tidak pernah lagi meluangkan waktu untuk sekedar menemui Siwon dan lebih memilih pekerjaannya sampai membuat Siwon menderita karena keegoisannya.

Namun kali ini Kyuhyun tidak mau lagi menuruti keegoisannya itu. Kali ini dia harus bisa memperbaiki kesalahannya tersebut. Kyuhyun menginginkan Siwon dan jika untuk itu Kyuhyun harus kehilangan apa yang selalu menjadi mimpinya selama ini, maka biarlah. Siwon lebih penting dari itu semua. Dan untuk alasan itulah Kyuhyun mengambil keputusan untuk mengundurkan diri setelah semua urusan kontraknya dengan agensi tempatnya bernaung selesai.

Kyuhyun sudah bulat dengan keputusannya itu. Kyuhyun berpikir mungkin dengan mengundurkan diri, Kyuhyun bisa meyakinkan ketiga kakak Siwon untuk memperbolehkannya mendekati Siwon lagi dan jika Tuhan mendukungnya, Kyuhyun juga mampu membenahi hubungannya dengan Siwon. Kyuhyun tahu, Kyuhyun yakin, mereka berdua masih sangat saling mencintai. Paling tidak dari bagiannya, Kyuhyun masih dan akan selalu mencintai Siwon.

Kyuhyun terus melamun sampai dia tersentak kala dia mendengar Dongwook menyerukan namanya di dalam kamar Siwon. Penasaran dengan apa yang terjadi, Kyuhyun mencoba mendengarkan walau dia tahu perbuatan itu tidak sopan. Tapi baginya, karena ada namanya yang disangkut pautkan berarti dia berhak untuk tahu.

Disebutnya nama Kyuhyun di dalam ruangan Siwon disebabkan desakan Dongwook yang terus menanyakan apa yang dipikirkan oleh Siwon. Siwon masih saja membisu, membuat Dongwook kehilangan kesabarannya. Sifat adiknya yang kadang tertutup untuk masalah genting mengenai perasaannya itu terkadang menyusahkan Dongwook untuk bisa membantunya.

Dongwook tahu masalah personal yang menjerat Siwon sekarang. Dia paham benar bahwa Siwon tersiksa karena berpisah dengan Kyuhyun sehingga masalah itu menjadi beban baginya. Hanya saja, Dongwook ingin agar Siwon terbuka dan berterus terang bahwa dia masih ingin bersama dengan Kyuhyun dan bukannya menyetujui begitu saja keinginan Seunghyun, Jaejoong bahkan dirinya sendiri untuk berpisah dengan Kyuhyun. Dongwook ingin Siwon berdiri untuk dirinya sendiri.

“Katakan Siwon. Apa yang menjadi pikiranmu sekarang adalah hubunganmu dengan Kyuhyun? Apa itu yang membenanimu? Apa kau sebenarnya tidak mau berpisah dengannya?! Katakan Siwon!” bentak Dongwook tak sabar mendapati Siwon terus membisu seakan dia menutup telinganya.

“Dongwook! Sudahlah! Siwon baru saja sadar. Mengapa kau terus mendesaknya seperti itu?! Dan mengapa kau membawa-bawa nama Kyuhyun disini?! Kau hanya membuat Siwon sakit hati!” geram Seunghyun. Dia sungguh tidak suka dengan tingkah Dongwook yang semakin menjadi-jadi. Seunghyun sudah kesal dengan kemauan Dongwook untuk membawa pergi Siwon dan sekarang, beraninya Dongwook menyebut nama Kyuhyun.

“Sakit hati? Sakit hati katamu hyung?! Apa kalian buta sampai tidak melihat bahwa Siwon tersiksa berpisah dengan Kyuhyun?! Dan memangnya kenapa kalau aku bertanya sekarang? Lebih baik semua ini cepat selesai daripada terus saja berlarut-larut!” bantah Dongwook sambil menatap nyalang kepada Seunghyun. Seunghyun membulatkan matanya mendengar bantahan Dongwook dan baru saja dia ingin mematahkan sanggahan Dongwook, pria berbibir sexy itu kembali menghujamkan pertanyaan demi pertanyaan tanpa menunggu reaksi dari Seunghyun.

“Sekarang jawab aku Siwon. Apa benar kau masih memikirkan Kyuhyun? Jika benar kenapa kau tidak menentang keputusan kami? Kenapa kau tidak pernah mau berjuang untuk dirimu sendiri dan lebih memilih untuk pasrah dengan keadaan?” tanya Dongwook dengan nada suara yang lebih rendah. Dongwook menatap sendu Siwon yang sekarang menatapnya nanar. Tampak dimata Dongwook, Siwon berusaha menahan airmatanya untuk keluar.

“Katakan pada hyung apa kemauanmu Siwon. Jika memang Kyuhyun yang kau inginkan maka hyung akan membuka pintu kamarmu sekarang juga karena Kyuhyun ada di balik pintu itu.” Aku Dongwook datar. Semua orang yang ada diruangan terkejut bukan main. Satu pertanyaan yang sama yang ada dipikiran mereka. Kyuhyun ada disini?

“Katakan saja Siwon dan aku akan membawa Kyuhyun kesini sekarang juga.” Ucap Dongwook sekali lagi. Dia benar-benar ingin tahu apa jawaban Siwon dan tampaknya bukan hanya Dongwook. Seunghyun dan juga Jaejoong menatap Siwon yang terlihat begitu terkejut mendengar Kyuhyun ternyata ada di depan kamarnya.

Dongwook melirik sekilas ke arah sebuah jendela kecil depan kamar Siwon. Dia bisa melihat bayangan Kyuhyun bersandar disana. Dongwook menghela nafas. Dia tahu bahwa selama ini Kyuhyun secara diam-diam datang ke rumah sakit ini untuk memantau keadaan Siwon. Dongwook tidak semudah itu untuk diakali oleh Kyuhyun. Dongwook yang juga selalu memantau keadaan Siwon tanpa ada seorang pun yang tahu, pernah memergoki Kyuhyun yang keluar dari ruangan Siwon. Sejak itu, Dongwook mulai mencari tahu kepada setiap suster yang berjaga malam apakah Kyuhyun benar berada setiap hari di ruangan Siwon pada tengah malam.

Suster-suster itu membenarkan semua dugaan Dongwook dan berdasarkan hal tersebut, Dongwook mulai mengerti bahwa Kyuhyun memang masih mencintai Siwon. Kenyataan itu sedikitnya membuat Dongwook lega walau dia juga mengerti jika Kyuhyun dan Siwon pada akhirnya kembali bersama lagi, maka keinginannya untuk mengajak Siwon tinggal bersamanya akan semakin sulit. Benar-benar sulit.

“Kyuhyun ada disini hyung?” akhirnya Siwon bisa mengatasi keterkejutannya dan mengeluarkan satu pertanyaan yang seakan menegaskan bahwa apa yang Dongwook prediksi menjadi kenyataan. Dongwook bukannya khawatir ataupun panik jika semua rencana bisa hancur berantakan dengan pertanyaan Siwon tadi, namun Dongwook justru tersenyum dan mengusap rambut Siwon lembut.

“Kau ingin menemuinya?” anggukan dari Siwon meski sedikit terkesan ragu-ragu menjadi jawaban untuk Dongwook.

“Kau masih mencintainya?” kali ini Siwon cukup lama terdiam tanpa reaksi apapun sampai dia menatap bola mata Dongwook dengan serius dan mengangguk mantap. Dongwook benar-benar senang karena akhirnya Siwon mau jujur dengan dirinya sendiri.

“Kau ingin bersama dengannya lagi?” satu anggukan lagi menjadi jawaban penutup dari Siwon.

“Kalau begitu temuilah dia dan satukan lagi cinta kalian.” Ucap Dongwook dan memberikan senyum paling tulusnya kepada Siwon. Siwon membalas senyum Dongwook juga dengan senyum paling lebarnya yang tentu saja menampakan dua lesung pipi, menambah ketampanan seorang Choi Siwon.

Akan tetapi kebahagiaan Siwon terganggu sedikit dengan bentakan dan hentakan keras di lengan Dongwook sampai membuatnya berbalik dan berhadapan dengan orang yang menyentakan lengannya tersebut. Keduanya sekali lagi saling menatap tajam seakan jika tatapan bisa membunuh maka keduanya sudah terkapar tak bernyawa.

“Dongwook! Apa kau gila?!! Kyuhyun yang membuat Siwon menderita selama ini! Dia yang terus saja menyakiti dan mengecewakan Siwon!! Apa kau lupa, hah?!!” teriak Seunghyun marah karena tidak terima Dongwook berbicara seperti itu kepada Siwon. Dalam pengelihatannya, Dongwook seolah-olah menghasut Siwon untuk menentang dirinya, mencoba membuat dirinya terlihat kejam dan buruk di mata adik bungsunya tersebut.

“Mana mungkin aku lupa hyung!! Kyuhyun memang orang yang sering menyakiti hati Siwon. Tapi hyung jangan lupa, Kyuhyun juga satu-satunya orang yang mampu membahagiakan Siwon!” seru Dongwook membantah perkataan Seunghyun. Seunghyun yang tadinya begitu marah akan tindakan Dongwook, serta merta menjadi terdiam dengan apa yang sudah diserukan oleh Dongwook. Seunghyun seperti tersihir dan diam menjadi batu ketika kalimat itu terucap.

“Aku juga merasakan apa yang kau rasakan hyung. Aku marah kepada Kyuhyun karena dia mampu membuat adikku yang dulu kukenal kuat dan tegar menghadapi semua masalahnya, menjadi ringkih dan terlalu pasrah seperti sekarang. Jangankan kau, aku juga pasti menentang mereka untuk bersama lagi jika hal itu hanya membuat Siwon menderita.” Lanjut Dongwook tanpa jeda karena dia merasa hanya ini kesempatannya untuk bisa mengungkapkan apa yang terus bergumul di pikirannya.

Dongwook mengatakan apa yang terus berkecamuk dalam benaknya ketika dia tahu Kyuhyun masih sangat mencintai Siwon. Hanya orang bodoh dan buta yang tak bisa melihat bagaimana terpuruknya penyanyi muda itu sejak dia harus dipisahkan dari Siwon. Bukan hanya adiknya yang bersedih tapi Kyuhyun pun demikian. Dongwook merasa konyol karena berpikir bahwa memisahkan Kyuhyun dan Siwon adalah jalan terbaik untuk keduanya. Nyatanya hal tersebut justru menambah kepedihan dan kesedihan yang mendalam bagi mereka berdua.

Jangankan Kyuhyun yang sedih karena perpisahan ini, Dongwook pun bisa melihat bagaimana berubahnya Siwon sejak adiknya berpisah dengan Kyuhyun. Mungkin Siwon memang merasa diabaikan dengan perlakuan acuh Kyuhyun sejak dia berhasil di dunia keartisannya, tapi kesedihan Siwon seakan bertambah dua kali lipat saat tahu dia sama sekali tidak diperbolehkan lagi untuk menjalin hubungan dengan Kyuhyun. Dongwook dapat membaca keadaan Siwon yang terpukul dengan keputusan sepihak dari Seunghyun dan juga Jaejoong karena sejak Siwon siuman dari pingsannya waktu itu sebelum dia melakukan operasi pencangkokan hati, Siwon lebih banyak melamun dan menatap kosong ke arah jendela kamarnya.

Bukan itu saja, Dongwook pernah mendapati satu kali Siwon yang menangis sendirian di malam hari ketika dia berpikir tidak ada satu pun keluarganya yang bangun. Tangisan Siwon waktu itu terdengar memilukan bagi Dongwook karena dengan lirihnya Siwon terus menyebut kata cinta, maaf dan nama Kyuhyun.

Mendengar tangisan Siwon itu, Dongwook pun tak kuasa menahan airmatanya. Dia sadar bahwa Siwon dan Kyuhyun saling mencintai. Kesalahan Kyuhyun atau mungkin juga Siwon yang terlalu pasif dan terkesan menerima saja adalah sesuatu yang pasti akan terjadi dalam hubungan mereka. Keduanya hidup dengan lingkungan dan situasi yang berbeda. Kerikil-kerikil tajam dalam hubungan mereka pasti berserakan di jalan yang mereka tempuh. Hanya saja, mereka jugalah yang sanggup membersihkan jalan itu dari kerikil-kerikil tersebut. Bukan Dongwook, bukan Jaejoong dan juga bukan Seunghyun.

Dengan alasan itu, meski Dongwook masih berharap Siwon akan mau ikut dengannya, tapi hati kecilnya mengatakan bahwa dia harus mengembalikan kebahagiaan dan senyum indah Siwon dan jika kebahagiaan Siwon adalah bersama dengan Kyuhyun maka biarlah seperti itu.

“Hyung. Siwon bukan anak kecil lagi. Dia sudah bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Jika menurutnya berpisah dengan Kyuhyun adalah hal terberat dalam hidupnya maka itu pilihannya hyung, bukan kita. Jika nantinya hubungan antara Siwon dan Kyuhyun tak berjalan lancar dan membuatnya bersedih, maka biarkan hyung. Biarkan Siwon belajar dari semua itu. Biarkan Siwon mencoba bangkit demi dirinya sendiri. Kita tidak mungkin selamanya ada untuk Siwon jadi aku rasa sudah cukup campur tangan kita. Biarkan dia menentukan sendiri jalan hidupnya.”

“Kau bicara seperti itu tapi kau juga tak memikirkan bagaimana perasaan Siwon jika kau membawanya pergi.” Sindir Seunghyun tepat sasaran. Dongwook sempat terdiam karena apa yang dikatakan oleh Seunghyun sebagian benar. Dia memang sempat tak memikirkan perasaan Siwon ketika dia memutuskan akan membawa Siwon pergi bersamanya. Dongwook mulai berubah pikiran dan mencoba bersikap selayaknya seorang kakak yang memikirkan perasaan adiknya ketika dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kondisi Siwon yang sesungguhnya.

Dongwook tidak memungkiri bahwa dia masih sangat ingin Siwon ikut bersamanya, tetapi hal itu juga tidak akan membuatnya seperti seorang dictator yang akan memaksakan kehendaknya. Tidak seperti dirinya saat dia pertama kali pulang kembali ke Korea.

“Hyung, masalah itu…”

“Aku… Aku hanya ingin kalian semua bahagia. Aku hanya mengingikan itu. Bagiku jika kalian bertiga bahagia dan tidak kekurangan suatu apapun maka aku puas. Tak ada lagi yang perlu aku khawatirkan. Aku hanya ingin itu Dongwook, hanya itu.” Sahut Seunghyun memotong ucapan Dongwook. Seunghyun berkata demikian tanpa menatap Dongwook maupun Jaejoong. Matanya teratah lurus ke wajah Siwon dan satu tangannya bergerak perlahan mengacak surai hitam adiknya tersebut sementara yang lain menggenggam tangan Siwon yang tidak ditusuk oleh jarum infus. Seunghyun tersenyum sendu kala dia selesai mengatakan hal tersebut.

Seunghyun memang hanya ingin ketiga adiknya, termasuk Dongwook, untuk hidup bahagia. Bahagia dalam arti yang sebenarnya dan bukan hanya karena hal kecil seperti materi. Seunghyun merasa dialah yang ber tanggung jawab agar kebahagiaan itu terwujudkan bagi Jaejoong, Dongwook dan Siwon.

Maka dari itu, ketika Dongwook memutuskan untuk pergi dari rumah karena pertengkaran dan permasalahan mereka, orang yang paling terluka atas keputusan Dongwook tersebut bukanlah Jaejoong atau pun Siwon. Orang yang paling terluka adalah Seunghyun sendiri.

Dia menganggap dirinya sudah gagal sebagai pelindung dan juga sebagai seorang kakak untuk Dongwook karena dialah yang menyebabkan Dongwook menderita kala itu. Sampai sekarang pun itulah yang dirasakan oleh Seunghyun meski dia selalu menutupinya dengan ego dan amarah atas perbuatan sesuka hati Dongwook.

Seunghyun berpikir, jika Tuhan kesempatan agar Seunghyun bisa kembali ke masa lalu, maka hal yang diinginkan oleh Seunghyun adalah menggantikan posisi Dongwook saat adiknya tersebut harus mengalami cedera bahu karena jatuh dari lantai dua gedung tempat dimana Dongwook pernah meniti karir sebagai pemain hoki es.

Kejadian naas itu, kejadian yang dicap sebagai kecelakaan itu, membuat Dongwook dan Seunghyun terpisahkan. Saat itu, Seunghyun yang datang hanya untuk mengantarkan bekal makan siang buatan Jaejoong tidak pernah menduga bahwa kedatangannya akan berakhir dengan malapetaka bagi Dongwook. Dia tidak mengira bahwa Dongwook akan sangat marah dan berbuat nekad dengan memukulinya ketika iris mata Downgwook melihat Seunghyun datang bersama dengan Jiyong.

Seunghyun sungguh tidak mengetahui kemarahan Dongwook dipicu oleh kejadian pada malam sebelum kecelakaan itu terjadi. Jiyong yang ternyata telah menolak cinta Dongwook dan mengatakan kepadanya bahwa Jiyong mencintai Seunghyun memicu amarah dan rasa cemburu di hati Dongwook.

Seunghyun juga sama terkejutnya saat dia mendengar kenyataan bahwa Jiyong mencintainya. Seunghyun menganggap bahwa Jiyong tidak mencintai dirinya karena hubungan Dongwook dan Jiyong sangat dekat, terlebih lagi mereka juga adalah sahabat sejak masih di bangku sekolah menengah. Seunghyun bahkan memutuskan mengubur rasa cintanya pada Jiyong jika memang wanita cantik yang memiliki pendirian kuat itu bersanding dengan Dongwook.

Seunghyun tak ingat awal bagaimana Dongwook memukulnya kala itu. Yang dia ingat hanya saat Seunghyun mendorong Dongwook, berusaha melepaskan cengkraman Dongwook dari tubuhnya, Dongwook sudah terlempar keluar dari jendela lantai dua gedung tersebut dan jatuh ke jalanan yang tertutupi aspal. Dongwook terluka cukup parah karena kecelakaan itu meski tidak membahayakan jiwanya. Hanya saja benturan keras di bahunya menyebabkan Dongwook divonis dokter tidak boleh lagi bermain hoki es jika dia masih ingin memiliki tangannya secara utuh.

Mendengar bahwa dia penyebab hancurnya karir dan mimpi Dongwook, Seunghyun tertengun tak bisa bergerak dan hanya bisa menangis dalam diam. Apalagi ketika Seunghyun melihat pancaran penuh kebencian dari tatapan Dongwook kepadanya, tatapan itu lebih menusuk hatinya daripada belati tajam mana pun di dunia ini.

Semua makian, tuduhan, pukulan, tendangan yang dilayangkan oeh Dongwook diterima dengan pasrah oleh Seunghyun. Dia tidak membalas, hanya diam seperti patung dan terus mengeluarkan airmatanya karena Seunghyun merasakan kesedihan dan kekecewaan Dongwook terhadapnya.

Kondisi Dongwook dan rasa bersalah yang begitu dalam di diri Seunghyun, membuat Seunghyun mau tak mau menolak Jiyong yang saat itu menawarkan dirinya menjadi sandaran Seunghyun. Seunghyun menolak Jiyong dengan harapan Jiyong akan menemani Dongwook yang dirasa oleh Seunghyun lebih membutuhkan dukungan dari Jiyong daripada dukungan darinya. Seunghyun harus memendam rasa nyeri di dadanya kala dia melihat mata Jiyong yang berkaca-kaca karena penolakan darinya. Sayangnya, keinginan Seunghyun agar Jiyong mau menerima Dongwook juga ditolak oleh Jiyong. Wanita itu memilih pergi untuk menenangkan diri dan berharap Seunghyun mempunyai keberanian untuk meraih kebahagiaannya sendiri sebab dia tahu bahwa Seunghyun pun mencintai dirinya.

Sejak itu, hubungan Seunghyun dan Dongwook menjadi buruk dan puncaknya adalah ketika Dongwook memilih keluar dari rumah karena tidak tahan harus bertemu setiap hari dengan Seunghyun. Keputusan Dongwook itu membuat Seunghyun sekali lagi harus merasakan kepedihan dan rasa bersalah karena tidak becus menjaga dan menaungi adiknya sendiri.

Seunghyun hancur kala itu walau tidak terlihat dari sikapnya yang dingin dan diam saja saat Dongwook pergi membawa semua barangnya. Seunghyun tak bisa menghentikan niat Dongwook untuk pergi karena Seunghyun tahu hal itu akan sia-sia. Dongwook sudah terlanjur membencinya.

Disamping itu, Seunghyun juga tidak mungkin meninggalkan kedua adiknya yang juga masih membutuhkannya, terutama Siwon yang sedang sakit, hanya karena Seunghyun ingin mengejar Dongwook dan memohon agar Dongwook mau memaafkannya dan tetap menjalin hubungan mereka berdua sebagaimana seharusnya saudara baik.

Seunghyun pun membiarkan Dongwook pergi dan hanya mampu mendoakan bahwa suatu saat Dongwook mau menerima kata maafnya, mau membiarkan Seunghyun menebus semua kesalahannya. Tak lupa, Seunghyun selalu berdoa agar Dongwook bahagia dan selalu sehat dimanapun dia berada karena meski Dongwook membencinya, Seunghyun akan selalu menyayangi Dongwook. Selalu. Sama halnya dengan kasih sayangnya terhadap Jaejoong dan juga Siwon. Meski Dongwook takkan pernah menyadarinya karena sikapnya sendiri yang dingin dan tidak mau terbuka.

Seunghyun tersenyum semakin pilu kala semua ingatan itu berputar di kepalanya. Dalam hatinya, mungkin doa dan keinginannya itu akan akan selalu menjadi angan-angan. Namun, Seunghyun pasrah jika selamanya Dongwook akan membencinya. Jika dengan itu Dongwook merasa lebih tegar menjalani hidup, jika dengan membencinya Dongwook bisa merasa mengurangi kesedihannya, maka Seunghyun akan terima dengan lapang dada. Itu sudah menjadi tugasnya sebagai seorang kakak bukan?! Membuat adiknya bisa berdiri sendiri meski dia yang harus menerima semua perlakuan kasar dari Dongwook.

“Hyung…” Lamunan Seunghyun pupus saat Siwon memanggilnya agar perhatian Seunghyun terpusat kepadanya. Siwon menyunggingkan senyum termanisnya kepada Seunghyun ketika mata Seunghyun terfokus kepadanya. Seungyun menunggu apa yang ingin dikatakan oleh Siwon.

“Hyung, aku akan bahagia jika kau membiarkan aku bersama lagi dengan Kyuhyun.” Lanjut Siwon yang kontan membuat Seunghyun membelalakan kedua bola matanya.

“Siwon…” lirih Seunghyun seolah tak percaya Siwon akan berkata bahwa dia ingin kemabli bersatu dengan Kyuhyun. Genggaman Seunghyun semakin kuat walau tidak sampai membuat Siwon meringis kesakitan. Siwon pun masih tersenyum dan sedikit terkekeh karena raut wajah terkejut Seunghyun menurutnya sangat lucu.

“Maafkan aku karena aku terus membebanimu hyung. Tapi benar kata Dongwook hyung. Ini masalahku. Ini hidupku. Aku akan selesaikan ini berdua dengan Kyuhyun. Kami akan mencari jalan yang terbaik untuk kami berdua hyung. Jadi, tolong izinkan Kyuhyun agar bisa menemuiku hyung. Aku mohon…” jelas Siwon dan meminta agar Seunghyun mau mempertimbangkan untuk mempertemukan dia kembali dengan Kyuhyun.

Semua membisu menanti reaksi dan tanggapan dari Seunghyun. Pria itu pun hanya terus memandang wajah teduh Siwon sambil sesekali masih mengacak rambut adiknya tersebut. Satu menit, tiga menit, sampai lima manit kemudian, Seunghyun membuka mulutnya dan berkata,

“Aku…”

TBC

Advertisements