Tags

, , , , , , ,

Title : There’s No One But You 5

Pair / Charas : Wonkyu, TOP, Jaejoong, Se7en, GD

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, Romance, BL, OOC, AU

Summary : They can like me, adore me, love me. But there’s only one person in this world can make me feel so much in love. That person is you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Hyung, aku akan bahagia jika kau membiarkan aku bersama lagi dengan Kyuhyun.” Lanjut Siwon yang kontan membuat Seunghyun membelalakan kedua bola matanya.

“Siwon…” lirih Seunghyun seolah tak percaya Siwon akan berkata bahwa dia ingin kemabli bersatu dengan Kyuhyun. Genggaman Seunghyun semakin kuat walau tidak sampai membuat Siwon meringis kesakitan. Siwon pun masih tersenyum dan sedikit terkekeh karena raut wajah terkejut Seunghyun menurutnya sangat lucu.

“Maafkan aku karena aku terus membebanimu hyung. Tapi benar kata Dongwook hyung. Ini masalahku. Ini hidupku. Aku akan selesaikan ini berdua dengan Kyuhyun. Kami akan mencari jalan yang terbaik untuk kami berdua hyung. Jadi, tolong izinkan Kyuhyun agar bisa menemuiku hyung. Aku mohon…” jelas Siwon dan meminta agar Seunghyun mau mempertimbangkan untuk mempertemukan dia kembali dengan Kyuhyun.

Semua membisu menanti reaksi dan tanggapan dari Seunghyun. Pria itu pun hanya terus memandang wajah teduh Siwon sambil sesekali masih mengacak rambut adiknya tersebut. Satu menit, tiga menit, sampai lima manit kemudian, Seunghyun membuka mulutnya dan berkata,

“Aku…”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Aku…” Perkataan Seunghyun yang menggantung itu membuat semua menarik nafas, menunggu kelanjutan perkataan pria bertampang dingin itu terhadap permintaan Siwon agar bisa bertemu kembali dengan Kyuhyun.

Jaejoong, Dongwook, dan Siwon memandang Seunghyun dengan seksama, bergelut dengan pikiran dan asumsi mereka masing-masing. Namun satu hal yang sama yang terpikirkan oleh ketiganya adalah, mereka tidak akan lagi membuat Seunghyun bersedih apapun keputusan pria yang menjadi sulung keluarga Choi itu. Tidak akan sejak Seunghyun mengatakan bahwa kebahagiaan mereka adalah yang terpenting bagi Seunghyun.

Semua adik Seunghyun tersebut, termasuk Dongwook, akan mencoba mencari jalan keluar yang lebih baik, jalan keluar yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Mereka bertiga terharu karena Seunghyun sungguh-sungguh memikirkan mereka sampai sedemikian rupa. Dongwook pun terharu mendengar isi hati Seunghyun yang terdalam. Dia berpikir mungkin sudah saatnya dia berbicara dari hati ke hati dengan Seunghyun.

“Aku…” Dongwook, Jaejoong dan Siwon kembali memusatkan perhatian mereka kepada Seunghyun yang saat ini sedang berusaha mengalahkan egonya dan mengatakan,

“Aku mengizinkan kau bertemu dengan Kyuhyun jika memang itu maumu Wonnie.”

“Hyung…”

“Jika itu memang membuatmu bahagia.” Lanjut Seunghyun datar meski tersirat kegetiran dari suaranya itu. Seunghyun menutup matanya lalu menghembuskan nafas perlahan. Semua orang yang ada dalam ruangan itu termasuk Kyuhyun yang masih berada di luar kamar terkejut dengan keputusan Seunghyun yang mengijinkan Siwon untuk bertemu lagi dengan Kyuhyun. Mereka semua tidak mengira Seunghyun akan dengan mudah mengambil keputusan itu. Ya, bagi mereka namun tidak bagi Seunghyun.

“Hyung… Terim…” belum selesai Siwon mengucapkan terima kasih atas restu yang diberikan Seunghyun, sulung dari empat bersaudara itu sudah terlebih dahulu membalikkan tubuhnya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa pamit, menyisakan tanda tanya sekaligus kekhawatiran dari Siwon, Dongwook dan Jaejoong.

“Hyung?” panggil Dongwook memecahkan keheningan yang terjadi ketika Seunghyun terus saja berjalan sampai pintu seakan tidak mendengar panggilan Dongwook. Lelaki berparas tampan nan dingin itu meneruskan langkah setelah membuka pintu dan begitu dia keluar sepenuhnya, menutup pintu itu dengan rapat.

Diluar, Seunghyun tersentak ketika dia mendapati Kyuhyun berada di depan kamar Siwon. Kyuhyun pun juga terkejut ketika iris matanya bertatapan langsung dengan kakak orang yang dia cintai itu. Keduanya berpandangan beberapa saat sampai Kyuhyun ingat sopan santunnya ketika berhadapan dengan orang lain. Dia membungkuk sedikit, menyapa dalam diam kepada Seunghyun. Sedangkan Seunghyun hanya membalas dengan anggukan kepala sambil mengatakan satu kalimat singkat.

“Masuklah, Siwon menunggumu.” Dan setelahnya Seunghyun berlalu berjalan entah kemana. Kyuhyun menolehkan pandangannya mengikuti punggung tegap Seunghyun sampai pria itu menghilang di sudut lorong rumah sakit. Dalam hatinya, Kyuhyun sangat berterima kasih karena Seunghyun membuka jalan baginya untuk memperbaiki hubungannya dengan Siwon. Akan tetapi, Kyuhyun juga merasa khawatir dengan keadaan Seunghyun yang terlihat kosong dan seakan tertekan itu.

“Hyung! Eh?! Kau Kyu?” Kyuhyun memutar lehernya kembali ke arah pintu yang sekarang menampakkan wajah yang tak kalah tampan dari Seunghyun.

“Hai Dongwook hyung.” sapa Kyuhyun sambil tersenyum simpul. Dongwook pun ikut tersenyum lalu menggeser tubuhnya agar ada ruang bagi Kyuhyun untuk masuk.

“Masuklah. Temui Siwon. Aku permisi dulu.” Sahutnya hampir sama dengan perkataan Seunghyun tadi. Kyuhyun mengangguk lalu masuk ke ruangan Siwon bersamaan dengan Dongwook yang berlari, berusaha mengejar Seunghyun.

Di dalam kamar, Kyuhyun merasa sangat gugup karena sudah cukup lama dia tak bertemu secara langsung dengan Siwon. Perasaannya berkecamuk antara senang, takut, gugup, dan berbagai macam perasaan lain yang tak bisa Kyuhyun lukiskan dengan kata-kata. Cukup lama Kyuhyun berdiri terpaku di depan pintu sambil menatap Siwon yang terbaring lemah di temani oleh Jaejoong. Siwon dan Jaejoong tidak menyadari kehadiran Kyuhyun karena keduanya terlalu larut dalam obrolan mereka dan juga perasaan tak menentu karena kepergian Seunghyun. Mereka terus bicara sampai suara Kyuhyun memanggil nama Siwon dengan lembut.

“Siwonnie…” Siwon langsung memanglingkan kepalanya ke arah suara yang memanggilnya dan matanya membulat ketika melihat wajah yang begitu dirindukannya itu sekarang menatapnya juga dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan.

Siwon dan Kyuhyun saling bertatapan tanpa ada yang mau melepaskan pandangan mereka dari wajah pasangan masing-masing. Jaejoong yang berada di ruangan itu pun dianggap seperti patung, membuat yang bersangkutan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Ternyata kau sudah datang Kyu. Kalau begitu aku tinggal dulu. Tolong kau jaga Siwon sampai aku kembali ya. Siwon hyung pergi dulu. Kalau ada apa-apa kau tekan tombol ini. Hyung juga akan kembali beberapa jam lagi.” Ucap Jaejoong kepada Kyuhyun dan Siwon bergantian, membuat keduanya memutuskan pandangan mereka dan mengarahkannya kepada Jaejoong.

“Hyung…” lirih Siwon menatap lekat Jaejoong. Jaejoong yang mengerti maksud tatapan Siwon itu, tersenyum lembut kepada Siwon.

“Aku tahu. Kau tenang saja. Seunghyun hyung pasti baik-baik saja. Ada Dongwook. Kita biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka.” Ucap Jaejoong bijak. Jaejoong terlihat lega. Dia merasa semua permasalahan di dalam keluarganya kini akan terselesaikan. Mungkin aka nada beberapa ketidak puasan di dalam hati masing-masing, namun Jaejoong yakin semuanya akan berjalan dengan baik.

Jaejoong lalu mengisyaratkan kepada Kyuhyun agar mendekat ke arahnya dan juga Siwon. Kyuhyun pun mengangguk lalu berjalan pelan ke arah ranjang Siwon sementara Siwon juga mengangguk menanggapi perkataan hyungnya. Jaejoong tersenyum lagi lalu mengusap kepala Siwon dengan sayang sebelum dia menepuk bahu Kyuhyun dan berlalu meninggalkan kedua orang yang kini kikuk itu.

Kyuhyun mengambil kursi yang diduduki oleh Jaejoong dan duduk diatas kursi tersebut. Dia masih belum sanggup menatap Siwon lagi sejak Jaejoong mulai bersuara tadi. Kyuhyun terus menunduk dan terdiam karena sungguh, dia tidak tahu harus memulai dari mana. Menyapa Siwon? Bertanya soal keadaannya? Meminta maaf? Atau langsung mengungkapkan perasaan cintanya dan rasa rindunya selama ini? Kyuhyun benar-benar bingung.

Tanpa sadar Kyuhyun menggigit bibirnya sendiri karena terlalu gugup. Kyuhyun terlihat gelisah namun disaat yang bersamaan, kegelisahannya membuat dirinya terlihat begitu menggemaskan bagi Siwon. Siwon yang memang sedari tadi tak melepaskan tatapan matanya dari Kyuhyun, menjadi tersenyum geli. Tidak pernah dia melihat Kyuhyun segugup ini. Bahkan ketika Kyuhyun pertama kali debut pun, Kyuhyun tidak terlihat gugup sama sekali.

Debut. Karir Kyuhyun sebagai penyanyi. Dengan pikiran itu, senyum Siwon menghilang. Siwon sadar mereka masih memiliki masalah yang harus diselesaikan.

“Kyuhyun.” Panggil Siwon dengan nama Kyuhyun bukan panggilan sayang seperti selama ini Siwon selalu memanggilnya. Mendengar Siwon memanggilnya seperti itu, Kyuhyun merasa hatinya kembali nyeri. Kyuhyun merasakan perasaan yang sama ketika saat Siwon menolak untuk bertemu dengannya dulu dan demi Tuhan Kyuhyun tidak mau itu terjadi lagi. Maka dari itu, Kyuhyun mengumpulkan segala keberaniannya dan menatap Siwon dengan matanya yang berkaca-kaca.

“Maafkan aku Wonnie. Kumohon maafkan aku…” mohon Kyuhyun dengan sangat. Siwon yang melihat Kyuhyun menangis tersedu-sedu seperti itu ikut merasa sedih. Siwon tidak mengerti mengapa Kyuhyun bisa tiba-tiba langsung menangis setelah dirinya memanggil nama Kyuhyun.

Tangisan Kyuhyun itu membuat Siwon ingin sekali memeluk Kyuhyun dan menenangkan pemuda manis yang sangat dia cintai tersebut, namun tubuhnya masih menolak untuk bangun. Jadi yang bisa Siwon lakukan hanya mengulurkan tangannya yang tidak terpasang jarum infus ke arah Kyuhyun.

“Kyu…” panggil Siwon lirih. Kyuhyun langsung menyambar uluran tangan Siwon ketika dia melihat Siwon berusaha menggapainya. Dalam hati Kyuhyun ingin sekali bersorak gembira karena tindakan Siwon barusan seakan menyatakan bahwa Siwon sudah memaafkannya. Akan tetapi, Kyuhyun masih belum yakin. Dia masih ingin mendengar kata bahwa Siwon memaafkannya dari bibir jokernya. Kyuhyun ingin mendengar bahwa Siwon masih mencintainya dan mau menerimanya kembali, menyambung hubungan mereka yang sempat terputus.

Kyuhyun ingin sekali bersama lagi dengan Siwon, mendampingi pemuda yang sudah lama dia kenal. Pemuda yang sudah menggenggam hatinya dan tidak mungkin terlepas lagi. Pemuda yang akan terus dicintai oleh Kyuhyun seumur hidupnya jika diijinkan.

“Siwonnie, aku mohon maafkan aku…” sekali lagi Kyuhyun memohon ampunan dari Siwon dan suara lirih Kyuhyun itulah yang membuat Siwon melupakan sejenak masalah mengenai karir Kyuhyun yang membuat keduanya semakin menjauh satu sama lain.

“Hei, tenang baby Kyu. Kenapa kau mendadak menangis?” tanya Siwon menggenggam balik tangan Kyuhyun. Seharusnya tindakan Siwon yang menggenggam tangan Kyuhyun mampu membuat pemuda manis itu tersenyum dan berhenti menangis. Hanya saja, panggilan Siwon kepadanya, membuat Kyuhyun justru semakin terisak. Airmatanya semakin deras meluncur dari kedua bola matanya yang indah itu.

“Baby…” lirih Kyuhyun masih tak percaya Siwon memanggilnya dengan nama kesayangan yang selalu Siwon ucapkan saat mereka masih menjalin kasih. Siwon sendiri akhirnya mengerti bahwa dia sudah kelepasan bicara.

“Ya, baby. Baby Kyu. Apa kau tidak suka dengan panggilan itu? Aku pikir…”

“Katakan lagi.” Sahut Kyuhyun memotong ucapan Siwon.

“Apa?” tanya Siwon yang terlihat kikuk karena Kyuhyun memintanya mengulang panggilan sayang itu. Siwon sendiri juga merasa malu karena sudah seenaknya memanggil Kyuhyun dengan panggilan ‘baby Kyu’ itu. Siwon tidak sadar telah memanggil Kyuhyun seperti itu. Dlaam benaknya, Siwon hanya ingin mencairkan suasana dan membuat Kyuhyun merasa tenang dan tidak lagi menangis karena Siwon tidak suka dengan wajah menangis Kyuhyun.

Siwon sudah sekali menyebabkan mata indah itu mengeluarkan airmata ketika dia memutuskan mengikuti keinginan Seunghyun untuk berpisah dengan Kyuhyun. Sekarang, Siwon tidak mau hal tersebut terulang kembali, apalagi dengan restu Seunghyun yang dikantonginya, Siwon berniat memperbaiki semua.

“Katakan lagi. Panggil aku baby Kyu.” Ulang Kyuhyun membuat Siwon memperhatikannya kembali. Siwon tersenyum kala dia menyadari bahwa Kyuhyun rindu akan kebersamaan mereka. Kyuhyun rindu akan masa-masa saat dirinya memanjakan Kyuhyun dan selalu memanggilnya dengan sayang. Siwon senang karena itu berarti Kyuhyun merindukannya.

“Baby Kyu.” Sahut Siwon sambil memamerkan senyum tulus dan manisnya di hadapan Kyuhyun.

“Lagi.”

“Baby Kyu.” Sontak Kyuhyun langsung menerjang tubuh Siwon dan memeluknya. Kyuhyun lupa bahwa saat ini kondisi Siwon masih sangat lemah sehingga erangan kesakitan dari Siwon membuatnya panik dan bermaksud melepaskan pelukannya. Namun Siwon memiliki niat lain. Dengan satu tangannya yang tidak tertusuk jarum infuse dan terlepas dari genggaman Kyuhyun ketika si manis itu menerjangnya, Siwon berusaha membalas pelukan Kyuhyun meski rasanya sedikit kaku. Telapak tangan besar Siwon mengusap rambut ikal Kyuhyun dengan sayang.

“Biarkan seperti ini dulu baby. Biarkan aku memelukmu seperti ini.” Ujar Siwon masih menahan tubuh Kyuhyun dalam pelukannya.

“Tapi aku menyakitimu.”

“Tidak. Kau tidak menyakitiku. Biarkan aku memelukmu. Biarkan aku melepas kerinduanku kepadamu.”

“Siwonnie… hiks…hiks… a…aku juga menrindukanmu. Sangat merindukanmu…”

“Jangan menangis baby. Jangan menangis dan peluk aku.” Akhirnya Kyuhyun menyerah dan kembali memeluk Siwon dengan erat walau sebisa mungkin Kyuhyun tidak sampai membuat Siwon kembali mengerang kesakitan.

Mereka berdua menyalurkan rasa rindu masing-masing yang sudah memuncah setelah beberapa waktu terpisah karena keadaan. Untuk saat ini kedua lebih memilih merasakan kehangatan satu sama lain dan akan menyelesaikan urusan mereka belakangan. Yang penting, keduanya mengetahui bahwa masing-masing masih memendam perasaan cinta terhadap satu sama lain. Mereka tahu bahwa pada akhirnya mereka tidak akan mau lagi untuk berpisah karena itu hanya akan menyakiti hati dan perasaan masing-masing.

Siwon dan Kyuhyun benar-benar larut dengan situasi mereka sekarang sehingga mereka melupakan satu hati yang masih merasa berat untuk menerima kebersamaan mereka. Satu hati yang sekarang sedang melamun kantin rumah sakit.

Di tempat itu, tampak Seunghyun sedang duduk sendiri di salah satu meja di pojokan sambil menyesap sesekali kopinya. Seunghyun terus memandang keluar jendela ke arah taman rumah sakit. Pikirannya sedang kalut sehingga dia membutuhkan waktu untuk menyendiri seperti sekarang. Seunghyun sedang memikirkan keadaan keluarganya ke depan. Pria itu sama sekali tidak bisa berpikir jernih untuk mengambil langkah selanjutnya setelah dia mengijinkan Siwon bertemu lagi dengan Kyuhyun.

Seunghyun sadar sepenuhnya bahwa tidak ada orang yang dicintai dan diinginkan oleh Siwon selain Kyuhyun. Dan kenyataan itu membuat Seunghyun merasa bahwa dia tidak dibutuhkan lagi. Seunghyun merasa bahwa kasih sayang yang dia berikan kepada Siwon tidak sebanding dengan cinta Kyuhyun kepada Siwon dan sebaliknya.

Terlebih lagi ditambah dengan keadaan kedua adiknya, Jaejoong dan Dongwook, yang bisa dikatakan jauh lebih mampu daripada dirinya untuk bisa berdiri sendiri. Seunghyun merasa benar-benar telah gagal sebagai seorang kepala keluarga.

“Hhh… Apa mungkin ini artinya aku yang harus pergi?” tanya Seunghyun kepada dirinya sendiri. Pria berwajah dingin itu menghela nafas panjang lalu menenggelamkan wajahnya di kedua lengannya yang terlipat di atas meja. Seunghyun terlalu larut dalam pikirannya sendiri sampai dia tidak menyadari seseorang telah berdiri di sampingnya sampai orang tersebut membuka mulutnya dan berkata,

“Kau mau lari lagi?” tanya orang tersebut yang mendengar gumaman Seunghyun tadi. Sementara Seunghyun sendiri, tersentak kaget dan langsung mengangkat kepalanya karena dia kenala suara ini. Seunghyun mengarahkan pandangannya ke wajah si pemilik suara dan kedua matanya langsung membulat terkejut.

“Kau…”

TBC

Advertisements