Tags

, , , , , , ,

Exceptional Poster

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Title : Exceptional 3

Pairing/Charas : Siwon, Kyuhyun, Kangteuk, Yunjae, Yesung, Krisho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster by the lovely and talented @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos everywhere, GS, AU, OOC

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Kau tidak usah khawatir dengan kemampuan Siwon hyung Yunho-ssi. Siwon hyung 2 kali lebih kompeten dibanding fotografer anda yang… Apa istilah yang biasanya dipakai oleh keluarga anda, oh, orang normal. Siwon hyung lebih baik karena dia luar biasa. He’s exceptional.” Cibir balik Kris berharap Yunho akan marah dan tidak bersungguh menawarkan pekerjaan tadi. Jujur, walau Kris tahu Siwon sangat bisa diandalkan, Kris ragu apakah mereka bisa menyelesaikan dia proyek dengan waktu yang bisa dibilang terbatas.

Kris menunggu kata penolakan dari Yunho namun sayangnya yang dia dapatkan adalah senyum bisnis pewaris Jung tersebut. Kris semakin dibuat terkejut ketika Yunho mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kris, tanda bahwa mereka sudah mencapai kesepakatan. Mau tidak mau Kris akhirnya menerima uluran tangan itu dan menyetujui permintaan Yunho untuk mengambil proyek pemotretan untukfoto pernikahannya.

“Oke, sekarang mari kita bahas proyek pemotretan Jae.” Sahut Yunho masih tersenyum sementara Kris dan Suho masih sedikit bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Seminggu Kemudian – Kediaman Keluarga Jung

Siwon berdiri terpaku di depan gerbang tinggi nan kokoh dari kediaman keluarga Jung. Kediaman dimana dia pernah tinggal dulu selama 18 tahun hidupnya sebelum dirinya pergi bersama dengan Yesung, mencoba memulai kehidupan yang baru. Siwon terus terpaku sampai dia merasakan getaran di saku celananya. Siwon lalu mengambil ponselnya yang bergetar itu dan melihat bahwa ada satu pesan dari Yesung.

From : Yesung Appa

Wonnie, apa kau sudah sampai disana nak? Ingat, mereka sudah bukan keluargamu lagi. Mereka hanya orang asing. Kau adalah Kim Siwon, putraku. Putra Kim Jongwoon. Ingat itu. Jadi jangan tampakkan kesedihanmu. Kau harus kuat nak. Appa menyayangimu.

Seulas senyum tulus menghiasi wajah tampan Siwon ketika dia selesai membaca pesan itu. Siwon tahu bahwa Yesung begitu mencemaskannya ketika dia mengatakan bahwa kantornya menerima proyek dari keluarga Jung dan dia yang akan mengerjakan proyek itu. Awalnya, Yesung menentang jika Siwon yang mengerjakannya. Yesung bahkan nekad ingin menghubungi Kris dan memintanya agar membatalkan proyek itu atau paling tidak mengganti Siwon dengan fotografer lain. Namun usahanya tidak terjadi karena Siwon sendiri.

Siwon mengatakan bahwa dia tidak ingin melarikan diri lagi. Dia tidak ingin menampik bahwa suatu hari nanti, mau tidak mau dia pasti akan bertemu juga dengan keluarga kandungnya. Terlebih lagi setelah Siwon bertemu dengan Yunho. Siwon jadi berpikir tentang dirinya dan hidupnya.

Selama lima tahun terakhir ini, Siwon telah berkerja keras agar dirinya menjadi seseorang yang sukses dan bisa membanggakan semua orang. Siwon ingin menunjukkan kepada semua orang termasuk kepada keluarga Jung bahwa dia bukan benalu dan beban. Dia mampu mengurus dirinya sendiri. Hanya saja, sampai terakhir kali dia bertemu dengan Yunho, perasaan rendah diri dan terkucilkan masih bergelayut di hati pria berlesung pipi tersebut. Siwon masih menganggap dirinya belum layak untuk bertemu dengan keluarganya dulu.

Namun kini, hal itu harusnya tidak lagi menjadi momok baginya. Setelah berjam-jam termenung memikirkan semua yang sudah terjadi kepadanya, Siwon sadar bahwa jika dia terus mencari penilaian dari keluarga Jung, seumur hidupnya Siwon akan terus merasa rendah diri. Bagi Siwon, seberapa kerasnya dia berusaha, seberapa kerasnya dia mencoba menunjukkan kemampuannya, keluarganya tidak akan mengakui dirinya. Keluarga kandungnya sendiri tidak akan pernah menerimanya. Seharusnya Siwon lebih memikirkan apa yang terbaik bagi dirinya dan bukan pengakuan dai orang lain yang tidak pernah memperhatikan dia sama sekali. Siwon masih memiliki Yesung, Kris dan juga Suho. Mereka lah yang seharusnya Siwon inginkan pengakuannya.

Siwon sekali lagi mengalirkan airmatanya karena keluarga Jung. Namun kali ini airmata itu adalah airmata kesedihan untuk yang terakhir kalinya karena Siwon berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan berusaha melupakannya semuanya. Dia tidak akan lari lagi. Dia akan menghadapi keluarga Jung sebagai Kim Siwon. Dia akan menjadi dirinya sendiri. Mungkin di perjalanan menuju kesana akan banyak halangan dan emosi yang menguras tenaga Siwon baik fisik maupun mental. Namun siwon bisa bertahan selama 14 tahun, dia bertahan selama lima tahun, dan dia pasti akan bertahan untuk seterusnya.

Siwon kembali memandangi ponselnya lalu mulai mengetik beberapa kata untuk membalas pesan Yesung.

To : Yesung Appa

Appa tenang saja. Aku sudah tidak sedih lagi. Aku punya appa dan teman-teman yang menyayangiku. Jadi aku akan baik-baik saja. Aku juga sangat menyayangi appa.

Siwon menekan tanda kirim di ponselnya lalu kembali menatap rumah besar itu sebelum dia kembali berkutat dengan ponselnya untuk mengirim pesan kepada seseorang.

To : Kris Sajangnim

Kris, aku sudah di depan gerbang rumah Jung Yunho-ssi. Bagaimana caranya aku masuk? Aku tidak mungkin bisa berkomunikasi dengan penjaga rumah ini melalui intercom bukan?!”

Siwon menunggu sesaat balasan dari Kris. Tidak berselang dua menit, ponsel Siwon bergetar kembali.

From : Kris Sajangnim

Akhirnya kau datang juga hyung. Salahmu sendiri kenapa tadi kau keras kepala mau pergi sendiri. Kau tunggu saja disana nanti akan ada yang menjemputmu. Rumah apa ini?! Kenapa untuk ke dalam rumahnya saja harus menggunakan mobil golf?! Merepotkan! Jangan sampai kau tersasar hyung.

Aku tidak mungkin tersasar Kris, karena aku tahu seluk beluk rumah ini. Ini rumahku dulu. Batin Siwon meski satu senyum simpul terpatri diwajahnya karena keluhan Kris tadi. Siwon geli karena Kris tidak mengira bahwa keluarga Jung benar-benar kaya. Siwon tahu selama ini Kris beranggapan bahwa kekayaan keluarga Jung masih sebanding dengan kekayaan keluarga Wu. Sayangnya, Kris harus mau menerima kenyataan bahwa saingannya itu adalah saingan terberatnya.

Selagi Siwon sibuk dengan ponselnya, tiba-tiba pintu gerbang otomatis itu terbuka. Siwon tentu tidak mendengar suara mesin yang menyebabkan gerbang itu terbuka, namun dia dapat merasakan pergerakkannya. Siwon pun mengangkat kepalanya dan menanti siapa kiranya orang yang akan menjemputnya.

Siwon dapat melihat kendaraan seperti mobil golf sudah berada tak jauh di depannya. Akan tetapi Siwon masih belum melihat jelas siapa yang mengendarai mobil golf itu. Dengan sedikit menyipitkan matanya lalu berjalan beberapa langkah ke depan, akhirnya Siwon tahu siapa orang yang sudah menjemputnya.

“Apa kabar Siwon-ah?” sapa orang itu yang ternyata Yunho. Siwon sempat tersentak ketika yang menjemputnya adalah Yunho, tetapi dia mencoba menenangkan hatinya yang bergemuruh. Dia mengingat janji yang dia buat sendiri dan berusaha menepatinya. Siwon harus bersikap seolah-olah orang yang ada di depannya saat ini adalah kliennya dan bukan kakak kandungnya. Dia harus bersikap profesional.

Siwon membaca gerak bibir Yunho yang menyapanya, kemudian membalas dengan membungkuk hormat sebelum dia mengeluarkan tablet miliknya. Siwon menuliskan beberapa kata di tablet putih itu lalu menunjukkan kepada Yunho.

“Baik Yunho-ssi, bagaimana dengan anda sendiri?” tanya Siwon balik. Yunho mengenali tulisan formal Siwon yang berarti Siwon menganggapnya seperti orang asing. Yunho berusaha tersenyum meski hatinya sakit kala sang adik seperti tidak mengakuinya lagi sebagai seorang kakak. Tetapi Yunho paham benar, Siwon berhak melakukan ini semua. Dia berhak untuk bersikap acuh tak acuh karena keluarga ini dulunya bersikap yang sama kepadanya.

“Aku baik, terima kasih sudah menanyakan kabarku. Ah, lebih baik kau lekas naik Siwon-ah. Kita sudah ditunggu di lokasi pemotretan.” Ucap Yunho lalu menaiki lagi kendaraannya sembari menunggu Siwon untuk ikut naik. Siwon pun mengikuti Yunho dan duduk di sebelah Yunho. Mereka berdua beranjak menuju rumah utama dimana semua orang sudah menunggu keduanya.

Sementara itu di dalam rumah, tampak dua orang pria dan wanita yang duduk menunggu kedatangan Yunho dan Siwon. Sebenarnya mereka tidak perlu menunggu keduanya untuk datang terlebih dulu apalagi salah satunya adalah fotografer yang akan mereka sewa jasanya. Namun bagi sepasang suami istri pemilik rumah megah tersebut, Siwon lebih dari sekedar fotografer. Siwon memiliki arti lebih dari itu walau mereka tidak yakin apakah Siwon masih menganggap mereka berarti bagi dirinya.

Keduanya terlihat gelisah menanti kedatangan Yunho dan Siwon. Apalagi sang wanita. Dia terus berjalan dari sisi kanan ke sisi kiri berulang kali membuat sebagian orang yang tidak mengenalnya seperti Kris dan Suho, menjadi kebingungan karena mereka tidak mengerti mengapa istri dari pengusaha besar seperti Jung Kangin begitu gugup dan resah hanya karena menunggu fotografer mereka. Sedangkan Jung Kangin sendiri terus berdiri di depan jendela besar, matanya terus mengawasi ke bawah tepatnya ke pintu depan di lantai 1 apabila kedua orang yang ditunggunya sudah tiba. Dia sama gugupnya dengan sang istri, Leeteuk.

Suho yang kebingungan akhirnya menepuk lengan Kris agar pria pemilik poker face sempurna itu memperhatikannya. Kris menoleh dan saat itu juga Suho langsung menggerakan tangannya.

“Oppa, kenapa mereka kelihatan begitu gelisah? Apa kita berbuat sesuatu yang salah? Aku jadi cemas jika begini.” Setelah mengatakan itu kepada Kris, Suho menggigit bibirnya sendiri. Kris menghela nafas perlahan sebelum mengusap ibu jarinya ke bibir Suho agar gadisnya tidak melukai diri sendiri dengan menggigit bibir seperti itu. Kris tersenyum sebelum membalas dengan gerakan tangan. Kris tidak bersuara karena dia tidak ingin pembicaraannya dengan Suho terdengar dan menyinggung keluarga Jung. Kris takut dianggap tidak sopan jika membicarakan perilaku mereka.

“Oppa juga tidak mengerti baby. Yang pasti ini ada hubungannya dengan Siwon hyung. Kau lihat tadi bagaimana senangnya mereka meski akhirnya mereka terlihat panik ketika kita membenarkan bahwa Siwon hyung yang menjadi fotografer pemotretan kali ini.”

“Memangnya Siwon oppa kenal dengan mereka ya? Lalu kenapa Siwon oppa tidak mengatakan apa-apa kepada kita?” tanya Suho sambil memiringkan kepalanya sedikit, membuatnya menjadi sangat menggemaskan. Suho sedang berusaha menemukan jawaban atas pertanyaannya tadi dan tidak menyadari Kris sudha sangat ingin menciumnya jika bukan karena mereka berada di rumah klien mereka.

“Mereka sudah sampai.” Suara berat Kangin membuat semua orang memanglingkan wajah mereka menatap Kangin. Pria besar yang memiliki charisma kuat itu juga sudah memanglingkan wajahnya dari jendela dan menatap lurus kepada Leeteuk.

“Dia sudah sampai yeobo.” Ulang Kangin dengan senyum mengembang di wajahnya yang tetap tampan meski sedikit dimakan oleh usia. Pria yang hampir mendekati usia 50 tahun itu berjalan perlahan mendekati Leeteuk dan memeluk istrinya tersebut dengan erat. Kangin dapat merasakan getaran tubuh Leeteuk yang saat ini pasti sedang menangis. Melihat tingkah laku pasangan Jung tersebut, Suho dan Kris semakin bingung dibuatnya. Mereka menatap satu sama lain dengan tatapan penuh tanda tanya.

Merasa perlu mendapat kejelasan, Kris memberanikan dirinya bermaksud menanyakan mengapa Kangin dan Leeteuk begitu emosional hanya dengan kedatangan Siwon dan juga Yunho. Kris semakin penasaran dengan hubungan antara Siwon dan juga keluarga Jung. Kecurigaannya mulai tumbuh sejak Siwon yang pergi tiba-tiba dari café saat bertemu dengan Yunho. Lalu sikap aneh Yunho yang bersikeras memakai jasa Siwon untuk pemotretan pre wedding-nya. Ditambah dengan Siwon yang kelihatan shok dan panik ketika Kris mengatakan bahwa dia menerima pekerjaan dari Yunho dan pria tersebut menginginkan Siwo yang menanganinya. Dan sekarang, Kris melihat pasangan Jung begitu terpengaruh hanya dengan satu nama, yaitu Siwon.

Kris sudah berjalan menuju pasangan Jung tersebut dan baru saja ingin menanyakan apa yang menggangu pikirannya ketika Yunho dan Siwon memasuki ruangan keluarga Jung di lantai 2 ini. Kris melihat Siwon dan kecurigaannya semakin bertambah ketika dia menyaksikan Siwon seperti terkejut dan sama gugupnya meski pria beralis tebal itu berusaha menutupi semuanya dengan bersikap seolah dia baru saja bertemu dengan pasangan Jung tersebut. Tapi mata jeli Kris melihat sesuatu yang aneh disini dan dia akan mencari tahu apa itu.

“Appa, umma, ini adalah Kim Siwon. Dia yang akan menjadi fotograferku dan Jaejoong untuk foto pre-wedding kami. Siwon-ah, mereka adalah orang tuaku.” Sahut Yunho memperkenalkan Kangin dan Leeteuk setelah sebelumnya Yunho menepuk pelan bahu Siwon agar dia memperhatikan gerak bibir Yunho.

Siwon mengangguk kepada Yunho kemudian beralih kepada Kangin dan Leeteuk dan membungkuk hormat. Namun hanya itu yang bisa Siwon lakukan. Dia tidak mungkin berbicara dengan mereka menggunakan tablet seperti biasanya karena Siwon yakin Kangin dan Leeteuk akan memandang rendah dirinya.

Sementara itu Leeteuk menatap Siwon dengan tatapan penuh kerinduan. Matanya masih terlihat berair dan pipinya juga masih basah karena airmatanya. Mungkin karena kerinduan itu pula lah yang membuat Leeteuk melupakan kesepakatannya dengan Yunho dan Kangin. Leeteuk terlalu senang karena masih memiliki waktu untuk bertemu dengan Siwon terlebih lagi sekarang tak ada lagi yang bisa menahannya sejak ayah mertuanya meninggal dunia dan tampuk kekuasaan berada di tangan Kangin.

Leeteuk melepaskan dirinya dari Kangin dan berlari ke arah Siwon lalu langsung memeluknya. Semua orang yang berada disana membelalakan kedua mata mereka menyaksikan Leeteuk tengah memeluk erat Siwon seakan jika sedikit saja dia lengah, maka Siwon akan lenyap tak berbekas. Bagaimana dengan Siwon? Tentu saja dia merasa terkejut bukan main dengan perilaku Leeteuk. Siwon tidak pernah berpikir atau membayangkan adanya momen Leeteuk memeluknya seperti ini.

Saking terkejutnya, Siwon tak mampu menggerakan tubuhnya. Dia hanya berdiri terpaku di tempatnya dan merasakan kemeja depannya basah. Siwon benar-benar shok. Meskipun Siwon sudah menyatakan pada dirinya sendiri bahwa dia akan lebih percaya diri saat menghadapi keluarganya namun Siwon belum siap dengan apa yang tersaji sekarang. Dia belum siap.

Yunho yang berada di dekat Siwon mulai menyadari kepanikan Siwon. Dengan sigap, Yunho menarik kuat tubuh Leeteuk agar wanita itu melepaskan dekapannya. Leeteuk memberontak sedikit, meminta Yunho melepaskan dirinya. Namun dengan sekali tatapan dan sedikit isyarat dari Yunho agar Leeteuk melihat keadaan Siwon, wanita itu mulai tenang. Dia menatap Siwon yang terlihat gugup dan terkejut karena dirinya yang seenaknya memeluk Siwon. Leeteuk merasa bersalah karena sudah membuat Siwon merasa tidak nyaman. Padahal dia sudah berjanji akan mengendalikan emosinya ketika bertemu dengan Siwon.

“Maaf Kangin-ssi, tapi sebaiknya kami tidak jadi menerima pekerjaan ini.” Ucapan tiba-tiba tetapi tegas Kris tadi membuat Yunho, Leeteuk dan Kangin menoleh ke arah Kris.

“Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi atau seperti apa hubungan anda dengan Siwon hyung, tapi sebagai pimpinan saya harus menjaga bawahan saya. Dan dari yang saya lihat, keluarga anda sudah membuat Siwon hyung merasa tidak nyaman. Jadi mohon maaf sekali lagi. Kami terpaksa menolak pekerjaan ini. Segala kerugian yang ada karena masalah ini, biarkan kami yang menanggungnya.” Lanjut Kris lagi lalu berjalan ke arah Siwon. Kris memegang tangan Siwon agar Siwon menatapnya.

“Kita pergi hyung.” ajak Kris dan tanpa basa basi menarik Siwon meninggalkan ruangan tersebut. Suho pun mengikuti keduanya meski dia sempat membungkuk kepada Kangin, Leeteuk dan Yunho. Akan tetapi sebelum Kris sampai di pintu ruangan tersebut, langkah terhenti karena seruan Yunho.

“Kris-ssi.” Kris pun berhenti dan berbalik menghadapi Yunho yang berjalan ke arahnya. Setelah Yunho sampai di hadapan Kris, pria itu langsung menyentakkan tangan Kris dari lengan Siwon. Yunho memandang tajam kepada Kris yang seperti biasanya tak mudah gentar hanya karena tatapan seperti yang diberikan oleh Yunho. Yang ada, Kris membalas tatapan Yunho sama dinginnya.

“Kau boleh atasan Siwon tapi aku adalah kakak kandungnya.”

TBC

Advertisements