Tags

, , , , , , ,

Exceptional Poster

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Exceptional 6

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangteuk, Yunjae, Yesung, Krisho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster by the lovely and talented @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos everywhere, GS, AU, OOC, Rated M for language

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Jaejoong-ssi, Kyuhyun-ssi.” Teguran Yesung membuat Jaejoong dan Kyuhyun memperhatikan Yesung dan Siwon kembali. Mereka berdua sadar telah menjadi tontonan dan membuat diri mereka terlihat seperti orang bodoh.

“Maaf Yesung-ssi, kami jadi sibuk sendiri. Baiklah, saya tidak keberatan. Saya justru berterima kasih karena Siwon dan anda mau menerima ajakan saya.” Ucap Jaejoong setelah mengendalikan dirinya.

“Oke. Ada kedai kopi di ujung blok ini. Aku biasa menunggu Siwon ditempat itu setelah Siwon selesai bekerja. Kita bisa bicara dengan tenang disana.” Usul Yesung yang ditanggapi senyum lebar oleh Jaejoong.

“Bagus. Ayo kesana.” Jaejoong lalu menyamakan langkahnya dengan Yesung yang sudah terlebih dahulu melangkah. Sementara Kyuhyun dan Siwon, keduanya saling bertatapan sebelum mereka berdua melangkah beriringan. Siwon dan Kyuhyun sama-sama menyembunyikan senyum mereka dan jika boleh dikatakan, rona merah di kedua pipi mereka.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Naolicious Coffee Shop

“Aku pesan hot chocolate dua dan… Yesung-ssi, anda dan Siwon ingin pesan apa?” tanya Jaejoong kepada Yesung dan juga Siwon.

“Kopi untuk Siwon dan aku sama seperti kalian.” Jawab Yesung yang langsung mendapat tanggapan berupa cekikikan oleh duo fashionista tersebut.

“Ada yang salah dengan pesananku?” tanya Yesung bingung. Siwon juga terlihat bingung dengan tingkah laku Kyuhyun dan juga Jaejoong. Walau Siwon tak mendengar apa yang tadi Jaejoong dan Yesung sampaikan, namun Siwon tahu dari gerak bibir Jaejoong dan Siwon bisa menduga Yesung sudah menjawab pertanyaan Jaejoong tadi. Kyuhyun dan Jaejoong sendiri akhirnya menghentikan kikikan mereka meski senyum masih menghiasi wajah cantik keduanya.

“Ahjussi memesan hot chocolate? Kenapa bukannya kopi sama seperti Siwon? Seperti wanita saja.” Goda Kyuhyun membuat Yesung memutar matanya kesal. Dia sudah biasa dibilang seperti itu karena seleranya yang menyukai makanan dan minuman manis.

“Aku sweet tooth. Ada yang salah dengan itu?”

“Tidak ada sih, lucu saja. Bukan begitu Jae?!” ujar Kyuhyun meminta dukungan dari Jaejoong. Jaejoong hanya menatap Kyuhyun dan memberi isyarat untuk menghentikan gurauannya karena Jaejoong bisa melihat Yesung yang mulai kesal karena ulah Kyuhyun.

“Hm… Maafkan kami Yesung-ssi. Tentu saja tidak ada yang aneh dengan pesananmu.” Ucap Jaejoong lalu mengulang pesanannya kepada pelayan yang masih setia menunggu pesanan mereka berempat.

“Kau mau sekalian sarapan Wonnie? Tadi pagi kita belum sarapan bukan?! Karena kau juga yang buru-buru mengajak appa ke kantormu. Sepertinya hari ini ada menu kesukaanmu.” Ucap Yesung menggunakan bahasa isyarat. Dia menunjuk satu gambar yang menampilkan sarapan kesukaan Siwon. Lelaki tinggi itu tampak berpikir sebelum mengangguk.

“Tolong yang ini dua.” Ucap Yesung lalu pelayan tersebut mencatat pesanan yesung tadi lalu beranjak pergi untuk membuatkan pesanan keempatnya.

Jaejoong yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara Siwon dan Yesung terlihat terkesan terutama dengan Yesung. Jaejoong mulai berpikir, sepertinya dia juga harus belajar agar mudah berkomunikasi dengan calon adik iparnya tersebut sama seperti Yesung.

Jaejoong tersenyum sendiri dengan idenya tadi. Menurutnya itu bukan ide buruk. Dia juga nanti bisa menjembati antara Siwon dan keluarganya yang entah kenapa tidak pernah berpikir untuk belajar bahasa isyarat. Bagaimana mereka bisa mengambil hati Siwon jika mereka saja kesulitan untuk berkomunikasi dengannya. Tampaknya Jaejoong akan memaksa Yunho untuk belajar bersamanya.

“Yesung-ssi.”

“Apa?”

“Darimana anda belajar menggunakan bahasa isyarat?” tanya Jaejoong sambil tersenyum. Yesung tak lantas menjawab. Pria itu menatap Jaejoong, menerka-nerka maksud pertanyaan Jaejoong. Dan ketika dirasa tak ada yang aneh, Yesung tersenyum dan menjawab.

“Sejak Jung Kangin menyerahkan Siwon kecil ke dalam pengasuhanku.” Jawaban Yesung tadi tentu saja semakin membuat Jaejoong merasa bersalah dan kecewa dengan keluarga calon suaminya.

“Oh.” Ucap Jaejoong lirih. Dia tak sanggup menatap wajah Siwon dan juga Yesung sehingga Jaejoong menoleh ke arah Kyuhyun. Jaejoong menatap Kyuhyun sendu dan dibalas oleh wanita manis itu dengan gelengan kepala, tanda Jaejoong tidak usah merasa bersalah karena memang keadaan Siwon dulu bukanlah salahnya.

“Jaejoong-ssi, anda ingin belajar?” tanya Yesung tiba-tiba yang membuat Jaejoong menoleh kembali kepadanya dengan tatapan tidak percaya.

“Anda mau mengajarkan saya Yesung-ssi?” tanya Jaejoong balik tidak percaya dengan pendengarannya sendiri. Dia tidak mengira Yesung akan menawari dirinya untuk mengajarkan Jaejoong. Jaejoong pikir Yesung tak suka dengan dirinya.

“Tentu. Meski saya masih ragu dengan maksud anda terhadap Siwon tapi jika anda mau belajar menggunakan bahasa isyarat, tentu saja saya mau mengajarkan.”

“Terima kasih Yesung-ssi. Aku memnag ingin belajar agar bisa berkomunikasi dengan calon adik iparku ini.”

“Jaejoong-ssi. Maaf jika aku bersikap kasar, tapi aku bukan calon adik iparmu.” Gerak tangan Siwon tadi membuat Yesung terdiam. Ternyata Siwon memperhatikan interaksi antara dirinya dan Jaejoong. Siwon mengerti arah pembicaraan mereka dari gerak bibir Jaejoong. Dan tampaknya anak angkatnya tersebut tidak ingin disebut sebagai calon adik ipar oleh Jaejoong.

“Ahjussi, Siwon-ssi mengatakan apa?” tanya Kyuhyun penasaran. Yesung menghela nafas panjang.

“Siwon bilang bahwa dia bukan calon adik iparmu, Jaejoong-ssi.” Jawab Yesung.

“Tapi aku akan menikah dengan kakaknya Yesung-ssi. Itu berarti dia adalah calon adik iparku.”

“Aku kira anda sudah mengerti bahwa aku dan Siwon tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga Jung. Alasan kami ikut dengan anda ke café ini karena anda bersikeras ingin berbicara dengan Siwon. Namun jika pembicaraan ini terus mengacu kepada keluarga Jung, tampaknya kami harus pergi.”

“Tunggu Ahjussi. Dengarkan kami dulu.” Tahan Kyuhyun begitu Yesung hendak pergi sembari mengajak Siwon. Yesung menatap Kyuhyun sesaat sebelum duduk kembali, mengisyaratkan kepada Kyuhyun untuk bicara.

“Kami tahu bahwa ahjussi dan Siwon-ssi memutuskan hubungan dengan Yunho dan Teukie ahjumma dan Kangin ahjussi. Kami juga tahu bahwa ahjussi dan Siwon-ssi sama sekali tidak mau berurusan dengan mereka dan ingin menjalani kehidupan kalian sendiri. Aku, ah mungkin lebih tepatnya Jaejoong menghargai keinginan anda berdua.” Ucap Kyuhyun sambil menatap Jaejoong. Jaejoong masih menatap Siwon dan Yesung dengan pandangan memelas agar mereka mau mengerti keinginan terpendam Jaejoong dan Kyuhyun sebagai orang terdekat Jaejoong ingin membantu sahabatnya tersebut.

“Tapi aku ingin anda berdua mengerti keinginan Jae untuk memiliki keluarga yang bahagia. Aku ingin anda berdua paham bahwa Jae ingin memiliki keluarga yang tidak menyimpan perasaan bersalah apapun, tidak selalu merasa dihantui oleh bayang-bayang masa lalu.”

“Dan Jaejoong-ssi akan mendapatkan keluarga seperti itu Kyuhyun-ssi. Dia pasti bisa.” Potong Yesung cepat. Yesung mengerti arah pembicaraan Kyuhyun dan Jaejoong dan Yesung ingin sekali membantu. Namun Yesung sendiri tidak ingin keinginan Jaejoong tersebut membuat Siwon dan dirinya harus kembali berurusan dengan keluarga Jung.

“Tidak. Aku tidak bisa Yesung-ssi. Tidak selama Siwon masih keras kepala untuk menolak bahwa dirinya adalah putra Jung Kangin dan Jung Leeteuk serta adik sematawayang dari Jung Yunho.” Kilah Jaejoong tidak mau menyetujui apa yang diucapkan oleh Yesung.

Bagi Jaejoong, pengakuan Siwon bahwa dia memiliki keluarga kandung adalah hal yang seharusnya wajar karena mereka telah bertemu. Terlebih lagi meski Yunho dan kedua orangtuanya sudah melakukan hal yang begitu kejam, mereka sekarang telah mengakui kesalahan mereka. Menurut Jaejoong setiap orang berhak atas kesempatan kedua dan Jaejoong ingin hal itu bisa diberikan oleh Siwon kepada keluarganya sendiri.

Lain Jaejoong lain lagi Kyuhyun. Kyuhyun memang ingin agar impian Jaejoong dengan keluarga bahagia bisa terwujud namun mendengar ucapan Jaejoong tadi, mau tidak mau Kyuhyun tidak bisa menyetujuinya seratus persen. Kyuhyun jadi bingung sendiri, bukankah Jaejoong ingin agar selangkah demi selangkah mendekati Siwon. Akan tetapi dengan ucapannya tadi, Kyuhyun ragu Siwon dan Yesung akan mau mendengarkan mereka lagi.

Sementara Yesung sendiri ingin sekali membantah keberatan Jaejoong dengan mengatakan bahwa semua tidak semudah yang Jaejoong pikirkan. Hanya saja, Yesung tidak sempat mengatakan hal tersebut karena sudah didahului oleh Siwon.

“Aku bukan lagi seorang Jung. Aku seorang Kim.” Tegas Siwon dengan raut wajah yang tampak kesal. Yesung menyadari bahwa Siwon sudah tidak ingin mendengar lagi perihal keluarga kandungnya tersebut. Namun, tampaknya Jaejoong tidak menyadari perubahan sikap Siwon yang tadinya tenang menjadi sedikit tegang itu karena Jaejoong terus saja beragumen.

“Kau seorang Jung, Siwon. Darah mereka mengalir di tubuhmu. Mereka hanya butuh waktu sebentar saja untuk bisa menjelaskan semua hal kepadamu. Meluruskan apa yang selama ini terjadi.”

“Jae, aku rasa kau tidak perlu…” ucapan Kyuhyun yang ingin agar Jaejoong tidak keras kepala dengan pendapatnnya sendiri terputus karena Siwon mulai menggerakan tangannya, bermaksud menyanggah ucapan Jaejoong. Yesung pun tanpa perlu diberitahu, sudah menerjemahkan isyarat tangan Siwon kepada Jaejoong dan Kyuhyun.

“Mungkin kau benar jika darah yang mengalir di nadiku ini adalah darah keluarga Jung. Tapi Jaejoong-ssi, darah ini tak mampu membuatku merasakan kasih sayang mereka dulu. Darah ini tidak lantas membuat mereka menyadari bahwa aku ada. Apa kau sudah lupa Jaejoong-ssi? Bukan aku yang menolak mereka terlebih dahulu. Mereka lah yang telah membuangku.”

Jaejoong dan Kyuhyun sama-sama terdiam dengan perasaan mereka sendiri. Jaejoong dengan rasa canggung dan tidak enaknya kepada Siwon karena sudah merasa bahwa semua akan baik-baik saja dengan adanya komunikasi yang terjalin dan Kyuhyun yang merasa keluarga Siwon yang begitu jahat telah memperlakukan seseorang, anggota keluarga mereka sendiri, dengan tidak adil.

Jaejoong menundukkan kepalanya, mulai merasa malu dengan sikapnya tadi sementara Kyuhyun, wanita manis itu menatap Siwon dengan perasaan prihatin sekaligus kagum. Kyuhyun tahu butuh kekuatan hati yang sangat besar untuk bisa bertahan dengan perlakuan semena-mena dari keluarga kandungnya sendiri. Dan Siwon, dengan segala keterbatasan fisiknya, mampu berdiri dengan kedua kakinya dan membuktikan bahwa dia bukan orang yang kalah dengan keadaan yang ada.

Dia hebat. Tidak hanya tampan, tapi dia sungguh hebat. Oh, Cho Kyuhyun, tampaknya kau tidak bisa menyangkal lagi. Kau suka kepada pria didepanmu sekarang. Ungkap suara hati Kyuhyun dan begitu hatinya mengatakan kata ’suka’ wajah Kyuhyun langsung memerah. Dia pun akhirnya mengikuti jejak Jaejoong yang menundukkan kepalanya meski dengan alasan yang berbeda.

“Jaejoong-ssi.” Panggil Yesung membuat Jaejoong dan juga Kyuhyun mengangkat kepala mereka lalu memandang ke arah Yesung.

“Aku harap anda bisa mengerti bahwa Siwon bukannya membenci keluarganya sendiri, tapi duka dan sakit hati karena perbuatan mereka tak mungkin begitu saja hilang hanya karena sebuah penjelasan Jaejoong-ssi.”

“Tapi Yesung-ssi, aku hanya ingin keluarga mereka bersatu kembali. Aku hanya ingin mereka bahagia menjadi satu keluarga yang utuh karena Yunho dan kedua orang tuanya sudah begitu menyesal dengan apa yang mereka lakukan dulu. Tidakkah mereka mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka sudah berubah?”

“Kesempatan itu sudah pernah aku berikan Jaejoong-ssi. Aku tahu aku hanya beban dikeluarga itu, hanya aib bagi mereka karena aku tak sesempurna Yunho hyung, tapi saat itu aku hanya ingin mereka menatapku dan mengatakan, ‘Siwon, apapun yang terjadi, kami akan selalu mencintaimu’ dan aku akan bersembunyi seumur hidupku jika perlu demi mereka. Aku bahkan rela tidak menyandang nama Jung, dianggap mati oleh semua orang demi mereka. Aku hanya ingin satu hal. Aku hanya ingin mereka tetap bersamaku dan menganggapku sebagai bagian dari keluarga kecil mereka.” Kata Siwon dengan sebulir airmata menetes dan membasahi pipinya. Rupanya sakit hati itu kembali ketika Siwon harus mengingat bagaimana Kangin, Leeteuk dan Yunho mengasingkan dirinya. Yesung yang menyampaikan arti gerakan tangan Siwon juga merasakan sakit yang sama. Dengan lembut, pria itu meremas bahu Siwon, mencoba menyalurkan kekuatan dari tangan hangatnya dan seolah mengatakan bahwa dia ada untuk Siwon, selalu.

Siwon pun menatap Yesung sesaat dan tersenyum sembari menghapus bulir airmatanya tersebut sebelum kembali menatap Jaejoong dan melanjutkan apa yang ingin dia katakan.

“Aku berharap demikian tapi mereka tidak melakukannya Jaejoong-ssi. Mereka tidak bisa mencintai anak cacat sepertiku dan memilih meninggalkanku. Memilih mengasingkanku. Memilih untuk tidak pernah memilikiku sebagai bagian dari keluarga mereka. Mereka lah yang menghempaskan harapanku, harapan bahwa suatu saat appa dan umma serta hyung akan mau menerimaku apa adanya, bahwa mereka mau menyayangiku kembali sebelum aku menjadi seperti ini, mereka justru mematahkan harapan itu dengan menyerahkanku kepada Yesung appa.” Kata Siwon lalu menatap Yesung kembali. Yesung tersenyum kecil kemudian mengacak rambut Siwon sayang.

“Perlu waktu 14 tahun untuk diriku sadar dari mimpi bahwa orang tua dan kakakku sendiri tidak akan pernah menyayangiku lagi. Perlu waktu lima tahun untukku sadar bahwa hidupku adalah milikku. Dan tiba-tiba saja, mereka hanya butuh waktu sebentar agar aku mau kembali kepada mereka. Tidak Jaejoong-ssi. Waktuku sebagai Jung Siwon sudah berakhir. Aku tak perlu bertemu lagi dengan Jung Kangin, Jung Leeteuk atau Jung Yunho. Dan aku sarankan sebaiknya kau juga jangan menemuiku lagi karena aku tidak akan menjadi bagian dari keluarga yang kau inginkan.” Begitu Siwon selesai mengatakan hal itu, dia tiba-tiba bangun dari duduknya, tidak menggubris pelayan yang sudah datang mengantarkan pesanan mereka semua.

Yesung pun ikut bangun melihat sepertinya Siwon benar-benar tak ingin berbicara panjang lebar dengan Jaejoong maupun Kyuhyun. Dia membungkuk sebelum berpamitan kepada kedua wanita cantik tersebut.

“Sepertinya pembicaraan kita sudah selesai Jaejoong-ssi, Kyuhyun-ssi. Kami permisi.” Pamit Yesung.

“Tunggu sebentar Yesung-ssi, Siw…” Jaejoong berusaha memangil keduanya namun dering ponselnya mengganggu panggilannya itu. Awalnya Jaejoong tak mau menerima panggilan ponselnya tersebut namun dering demi dering terus terdengar membuatnya mau tidak mau menerima juga panggilan tersebut.

“Yoboseyo.” Ucapnya malas dan sedikit kesal. Dia kesal karena panggilan telepon ini akan membuatnya kehilangan kesempatan berbicara dengan Yesung dan Siwon secara kedua pria tersebut sudah siap untuk pergi dari café itu.

“….”

“Apa?! Kapan?!” teriak Jaejoong tiba-tiba sehingga membuat Yesung menoleh dan akhirnya membuat Siwon ikut menoleh. Tampaknya yang menghubungi Jaejoong saat ini tengah memberikan kabar yang mengejutkan.

“….”

Oh Tuhan! Baik, aku dan Kyuhyun akan segera kesana. Tolong jaga tuan kalian agar tidak berbuat sesuatu yang nekad.”

“….”

“Oke. Terima kasih Yoo ahjussi.” Ucap Jaejoong mengakhiri pembicaraannya melalui ponselnya itu. Jaejoong segera mengambil tasnya lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dan menaruhnya di meja sebelum mengajak Kyuhyun untuk segera pergi dari café tersebut.

“Ada apa Jae?” tanya Kyuhyun cemas setelah melihat raut wajah panic Jaejoong.

“Kita harus segera ke rumah sakit.” Jawab Jaejoong.

“Kenapa? Siapa yang sakit?”

“Itu…”

“Siapa yang sakit Jaejoong-ssi?” tanya Yesung memutus perkataan yang akan disampaikan oleh Jaejoong. Jaejoong memandang ke arah Yesung sebelum menatap ke arah Siwon yang juga sedang memandangnya balik. Jaejoong menghela nafas panjang sebelum dia menggerakan bibirnya. Dia tahu Siwon bisa membaca gerak bibirnya sehingga dia tak perlu meminta bantuan Yesung untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.

“Siwon… Siwon, aku tahu keputusanmu sudah bulat untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga kandungmu. Walaupun aku masih ingin kau berubah pikiran aku akan menghargai apapun yang sudah kau putuskan. Hanya saja… Hanya saja maukah kau mengabulkan permintaanku? Hanya kali ini saja. Aku janji setelah kau mengabulkan permintaanku ini, aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku juga pastikan Yunho dan orang tuanya juga tidak akan mengganggumu.” Ucap Jaejoong dengan berat hati namun hal ini harus dia lakukan setelah berita yang dia terima tadi. Jaejoong ingin melihat apakah Siwon akan mengabulkan permintaannya setelah dia mengatakan berita tersebut.

Sementara Siwon, pria itu mengerutkan kedua alisnya bingung. Baru saja Jaejoong begitu bersikeras ingin mendekatkan dirinya dengan keluarga kandungnya dan sekarang, dia begitu mudah melepaskan apa yang dia kejar tadi hanya karena satu permintaan.

Siwon menatap Yesung, seolah-olah meminta pendapat dan persetujuan Yesung. Dan ketika Yesung mengangguk, Siwon kembali menatap Jaejoong dan menggerakan tangannya dibantu dengan Yesung yang menerjemahkan.

“Permintaan apa?”

“Ikut denganku ke rumah sakit.”

“Untuk apa? Memang siapa yang sakit sampai aku harus ikut denganmu Jaejoong-ssi?”

“Orang yang berada di rumah sakit sekarang adalah wanita yang telah melahirkanmu ke dunia ini Siwon-ssi. Leeteuk umma dilarikan ke rumah sakit karena mencoba untuk bunuh diri.”

TBC

Advertisements