Tags

, , ,

Title : Obrolan Singkat

Pairing/Charas : CL, Minzy, Bom and Dara of 2NE1, a bit Wonkyu & Krisho

Genre : Romance, A bit Humor, Fluff (I think)

Disclaimer : All casts are belong to their self, their respective agency and definitely God

Inspired : BBM Picture send by my friend Mamie Mayank

Warning : Un-betaed, BL, AU, OOC, Drabble

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siang itu di kampus N, tepatnya di kantin kampus, terdengar hiruk pikuk mahasiswa dan mahasiswi yang menikmati makan siang sambil mungkin bergosip atau bahasa halusnya berbincang-bincang. Ya, berbincang-bincang tentang orang lain.

Hampir semuanya melakukan hal yang sama dengan beberapa pengecualian seperti mereka yang tertidur di atas makanannya sendiri atau mereka yang mendengarkan alat musik terlalu serius sampai salah memasukan makanan, bukannya ke mulut melainkan ke mata.

Sedangkan kita, penulis dan pembaca, mengarah kepada empat orang gadis manis dan cantik dengan gaya eksentrik masing-masing tapi tetap terlihat keren. Keempatnya adalah mahasiswi di fakultas yang sama yaitu fakultas seni. Mereka berempat sedang seru membicarakan sesuatu. Apakah itu?

“Hei Chaerin-ah, Dara-ah, Minji-ah. Sejak kemarin aku kepikiran tentang sesuatu.” Ucap salah seorang gadis dengan wajah seperti boneka Barbie itu sambil menatap serius ketiga teman yang lebih muda darinya itu.

“Memangnya kau bisa berpikir Bom-ah?” sambar salah seorang dari kedua gadis itu yang wajahnya tak lengkang oleh waktu, atau baby face dan satu-satunya yang lahir di tahun yang sama dengan gadis Barbie sebelumnya.

Plak!

Tepukan manis langsung mendarat di kepala si gadis baby face itu dan juga tatapan tajam ala Park Bom kepada sahabatnya yang juga menanggapi dengan delikan yang sama tajamnya oleh si empunya kepala.

“Memang benar bukan?! Memangnya pernah kau berpikir tentang sesuatu? Yang ada kepalamu berasap karena terlalu keras berpikir.” Bela Park Sandara atau Dara pada dirinya sendiri. Dia tak terima dipukul karena menyatakan fakta yang sesungguhnya.

Sementara Bom, dia membalas delikan dan pembelaan Dara dengan tatapan yang lebih tajam dari sebelumnya sampai mengambil ancang-ancang untuk memukul Dara sekali lagi jika dia masih berani berkata yang sama.

Beruntung, pertempuran berdarah antar gadis cantik itu tidak terjadi karena dilerai oleh gadis berambut pirang yang sangat trendy yaitu Lee Chaerin atau sering dipanggil CL oleh teman lainnya.

“Sudahlah eonniedeul… Kenapa jadi bertengkar sendiri sih? Dara eonnie, dengarkan dulu Bom eonnie baru berkomentar oke?! Dan Bom eonnie, jangan selalu mengandalkan tanganmu. Tidak baik jika dilihat oleh yang lain. Apalagi ada Minji-ah disini.” Ucap CL bijak meski usianya lebih muda daripada Bom maupun Dara.

“Hmph!/Oke, oke…” ujar keduanya sebelum akhirnya kembali tenang dan membiarkan Bom meneruskan kalimatnya. Sementara Gong Minji masih diam saja walau terkadang dia tersenyum lucu melihat kedua eonnienya bertengkar seperti itu.

“Seperti yang mau aku bilang tadi sebelum disela oleh Dara, aku kemarin berpikir keras tentang sesuatu.” Ulang Bom kembali.

“Sesuatu apa eonnie?” tanya Minji kali ini mengeluarkan suaranya.

“Itu loh. Aku penasaran, kenapa sekarang lelaki gemuk itu pacarnya cantik-cantik ya?”

“Huh?!” CL, Dara dan Minji memberikan reaksi bingung secara bersamaan.

“Ck… Aku bertanya, kenapa sekarang lelaki gemuk itu pacarnya cantik-cantik? Aku terus memikirkan jawabannya karena merasa aneh saja. Biasanya gadis cantik itu maunya dengan pemuda tampan atau semacam itu. Tapi sekarang yang aku perhatikan di kampus ini tidak seperti itu. Mayoritas gadis-gadis itu memilih pemuda gemuk untuk menjadi kekasihnya.”

“Masa sih? Sepertinya masih banyak yang berpacaran dengan pria non-gemuk. Seperti Sooyoung-sunbae, Yoona-sunbae, dan masih banyak lagi..” Tukas Minji menampik opini Bom. Bom sendiri menghela nafas panjang sebelum menjawab magnae di kelompok mereka itu.

“Aku bilang mayoritas Minji-ah, jadi yang kau sebut tadi tidak termasuk.” Ucap Bom yang ditanggapi dengan gendikan bahu oleh Minji.

“Memang kau mengerti arti kata mayoritas Bom-ah?” tanya Dara yang langsung membuat keduanya terlibat lagi dengan adu mulut dan menjadi tontonan Minji sambil memakan kudapan yang tadi sempat dia beli.

Sementara Bom dan Dara sibuk dengan pertengkaran mereka, CL tampaknya sedang memikirkan pertanyaan dan perkataan Bom tadi. Dia berusaha menemukan jawabannya dan setelah berpikir sesaat, dia menemukan titik temu, walau… CL perlu menanyakan satu hal kepada Bom.

“Hei, Bom eonnie. Boleh aku tahu kenapa eonnie sampai bisa kepikiran tentang hal itu? Maksudku apa ada sesuatu atau seseorang yang membuatmu jadi penasaran akan hal itu?”

“Oh. Itu karena aku penasaran dengan gadis-gadis yang meski mengidolakan Siwon-ssi tapi tidak ada yang berani atau enggan untuk menyampaikan perasaannya. Siwon-ssi pun juga jarang meladeni gadis-gadis penggemarnya itu. Aneh. Padahal Siwon-ssi itu keren, tampan, kaya, tubuhnya juga bagus. Six-pack.”

“Memang kau pernah lihat Bom-ah?” tanya Dara.

“Pernah. Siwon-ssi kalau bermain basket suka bertelanjang dada bukan?!”

“Jadi kau menyuruh otakmu bekerja siang dan malam karena Siwon-ssi?” tanya Dara mencoba memastikan jawaban Bom tadi. Anggukan mantap Bom menjadi jawaban tersendiri untuk Dara dan juga CL yang mendengarkan. CL sekarang yakin untuk memberi jawaban kepada temannya yang sedikit terlambat loading ini. Sedangkan Dara sendiri sudah bisa menduga apa yang dimaksud dan akan disampaikan oleh CL.

“Bom eonnie, alasan kenapa sekarang banyak pemuda gemuk memiliki kekasih yang cantik adalah…” mulai CL.

“Karena pemuda six-pack yang kau bilang itu lebih menyukai pemuda tampan sekaligus manis.” diakhiri oleh Dara.

“Huh?!”

“Bom-ah, coba kau lihat itu.” Tunjuk Dara ke arah jendela yang menghadap ke taman kampus. Bom memincingkan kepalanya untuk melihat lebih jelas arah yang ditunjuk oleh Dara.

Sedetik…

Dua detik…

Tiga detik…

Bola mata itu membulat sempurna.

“Itu…”

“Ya darling. Itu jawabanmu.”

.

.

.

“Hei Wonnie, kau merasa ada yang memperhatikan kita tidak?” tanya pemuda tampan (menurut si pemuda) nan manis itu kepada pemuda gagah yang kadar ketampanannya seharusnya dikurangi agar para gadis tidak merasa gundah gulana karena tak bisa memilikinya.

“Hm? Masa sih? Aku tidak merasakan apa-apa baby.” jawabnya lalu menarik lagi tubuh yang begitu pas di pelukannya itu kembali ke posisi awalnya. Duduk bersandar di dada bidangnya sementara dia sendiri duduk bersandar di sebuah pohon.

“Sepertinya memang ada yang memperhatikan kita.” Kukuhnya namun membiarkan sang pemuda gagah mendekapnya. Pemuda manis itu justru menyamankan dirinya dan menarik tangan si pemuda gagah agar lebih erat memeluk pinggangnya.

Sang pemuda gagah a.k.a. Choi Siwon, pemuda yang menjadi beban pikiran Bom, mengecup rambut ikal kecoklatan milik Cho Kyuhyun, sang pemuda manis, dengan lembut. Jari-jarinya memainkan rambut puffy kekasihnya sambil sesekali menciumi kembali rambut itu dan terkadang pelipis dan pipi bulat Kyuhyun.

“Wonnie…” panggil Kyuhyun memecah kesunyian damai diantara mereka berdua tanpa mengalihkan pandangan lurusnya yang menatap indahnya taman.

“Apa sayang?”

“Kau tak menyesal menjadi kekasihku? Sayang bukan jika semua kesempurnaanmu hanya dimiliki olehku dan bukan gadis-gadis itu?”

“Baby, aku sempurna karena kamu. Jadi aku tak butuh mereka.” Jawab Siwon yang membuat wajah Kyuhyun langsung memerah sempurna. Kyuhyun mencubit lengan Siwon lalu mengembungkan kedua pipinya lucu. Siwon yang dapat melihatnya dari samping, hanya terkekeh ringan.

“Gombal.”

“Tentu tidak sayang. Itu yang sejujurnya.” Dan memang itu yang sejujurnya.

Siwon tidak peduli dengan kenyataan bahwa dia dan Kyuhyun memiliki gender yang sama. Yang Siwon tahu, hatinya sudah lebih dulu memilih Kyuhyun daripada otaknya dan Siwon adalah orang yang selalu mengikuti kata hatinya. Siwon percaya jika dia menuruti hatinya, dia akan bahagia. Dan itulah yang dia dapat sekarang.

Dia bahagia dengan Kyuhyun. Urusan nanti, biarlah dia pikirkan nanti. Sekarang yang dia butuhkan adalah,

“Baby, cium aku.”

“Apa sih?”

“Cium. Aku.” Titah sang kekasih tak terbantahkan dan membuat Kyuhyun kesal. Meski demikian, Kyuhyun membalikan sedikit tubuhnya agar menghadap ke arah Siwon dan menangkup pipi yang memiliki sepasang lesung pipi itu.

“Dasar pemaksa.” Omel Kyuhyun namun kemudian tersenyum dan mencium bibir joker kesayangannya. Kyuhyun tampaknya sudah tak memikirkan lagi ada empat pasang mata yang masih melihat ke arah mereka berdua.

.

.

.

“Baiklah. Sekarang aku mengerti.” Ujar Bom sambil menganggukan kepalanya.

“Bagus kalau begitu.” Ucap Dara memberikan respon atas perkataan Bom tadi. CL hanya tersenyum dan mulai menjelaskan tentang perihal ini kepada Minji ketika gadis muda nan manis itu masih bingung. Setelah dijelaskan Minji pun akhirnya mengangguk dan paham akan semua yang terjadi. Minji memang lebih cerdas daripada teman Barbienya tersebut.

Sedangkan Bom masih dengan anggukan kepalanya, mulai bisa meredakan rasa penasarannya. Hanya saja tidak berselang beberapa menit, kerutan di dahinya kembali muncul. Dia menoleh ke arah Dara, CL, dan Minji yang juga sedang menatapnya.

“Hei, aku mengerti jika Siwon-ssi itu sudah memiliki kekasih semanis itu maka dari itu dia menolak para gadis yang mengejarnya. Tapi…”

“Tapi…” ujar Dara, CL dan Minji bersamaan, menunggu kelanjutan ucapan Bom.

“Jika pemuda six-pax tertarik dengan pemuda tampan namun manis contohnya seperti Cho Kyuhyun-ssi, lalu mengapa Kris-ssi tidak memiliki kekasih? Itu loh pemuda Cina-Kanada yang popular sejak pindah ke kampus ini. Padahal Kris-ssi punya banyak penggemar yang sama seperti Kyuhyun-ssi selain para gadis tentunya. Dia justru terlihat dekat dengan adik Kyuhyun-ssi, siapa namanya… Ah! Cho Suho. Suho-ssi itu terlihat sangat imut dan cantik. Bahkan kecantikannya membuat banyak gadis cemburu. Jadi teori yang tadi itu tidak bisa diterapkan. Ah! Dara, Chaerin, Minji! Aku jadi bingung.”

Lama Dara, CL dan Minji terpaku memandangi Bom yang terlihat benar-benar bingung. Mereka bertiga tak percaya jika teman mereka itu benar-benar sangat lambat menelaah siratan dari jawaban mereka. Ketiganya lalu saling menatap satu sama lain dan akhirnya hanya bisa menghela nafas panjang dan berteriak dalam hati.

KATANYA EONNIE/KAU SUDAH MENGERTI!!! DASAR BOM EONNIE/BOM-AH!!!

END

Advertisements