Tags

, , , , , , ,

Exceptional Poster

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Exceptional 7

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangteuk, Yunjae, Yesung, Krisho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster by the lovely and talented @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos everywhere, GS, AU, OOC, Rated M for language

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Siapa yang sakit Jaejoong-ssi?” tanya Yesung memutus perkataan yang akan disampaikan oleh Jaejoong. Jaejoong memandang ke arah Yesung sebelum menatap ke arah Siwon yang juga sedang memandangnya balik. Jaejoong menghela nafas panjang sebelum dia menggerakan bibirnya. Dia tahu Siwon bisa membaca gerak bibirnya sehingga dia tak perlu meminta bantuan Yesung untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan.

“Siwon… Siwon, aku tahu keputusanmu sudah bulat untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga kandungmu. Walaupun aku masih ingin kau berubah pikiran aku akan menghargai apapun yang sudah kau putuskan. Hanya saja… Hanya saja maukah kau mengabulkan permintaanku? Hanya kali ini saja. Aku janji setelah kau mengabulkan permintaanku ini, aku tidak akan mengganggumu lagi. Aku juga pastikan Yunho dan orang tuanya juga tidak akan mengganggumu.” Ucap Jaejoong dengan berat hati namun hal ini harus dia lakukan setelah berita yang dia terima tadi. Jaejoong ingin melihat apakah Siwon akan mengabulkan permintaannya setelah dia mengatakan berita tersebut.

Sementara Siwon, pria itu mengerutkan kedua alisnya bingung. Baru saja Jaejoong begitu bersikeras ingin mendekatkan dirinya dengan keluarga kandungnya dan sekarang, dia begitu mudah melepaskan apa yang dia kejar tadi hanya karena satu permintaan.

Siwon menatap Yesung, seolah-olah meminta pendapat dan persetujuan Yesung. Dan ketika Yesung mengangguk, Siwon kembali menatap Jaejoong dan menggerakan tangannya dibantu dengan Yesung yang menerjemahkan.

“Permintaan apa?”

“Ikut denganku ke rumah sakit.”

“Untuk apa? Memang siapa yang sakit sampai aku harus ikut denganmu Jaejoong-ssi?”

“Orang yang berada di rumah sakit sekarang adalah wanita yang melahirkanmu ke dunia ini Siwon-ssi. Leeteuk umma dilarikan ke rumah sakit karena mencoba untuk bunuh diri.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Rumah Sakit Blue Saphire

“Bagaimana kondisi istri saya dokter?” tanya Kangin begitu dokter yang menangani Leeteuk keluar dari ruang gawat darurat. Dokter itu menepuk bahu Kangin sambil tersenyum.

“Keadaan istri anda sudah stabil tuan. Beruntung anda menemukannya tepat waktu. Sebentar lagi beliau akan dipindahkan ke kamar biasa. Anda bisa menengok istri anda disana.” Jelas dokter tersebut membuat binar-binar kelegaan terpancar dari wajah Kangin dan Yunho yang berdiri di samping sang appa. Kangin membungkuk sambil mengucapkan terima kasih yang ditanggapi anggukan ringan oleh sang dokter sebelum dia berlalu dari kedua pria bermarga Jung tersebut.

Kangin mengusap wajahnya kasar sebelum berbalik menghadap Yunho. Pria yang setahun lebih muda dari Yesung itu kemudian menarik tubuh putra sulungnya dan memeluk dengan erat seraya melepaskan kepanikan dan ketakutan kala menemukan Leeteuk tergeletak tak berdaya di kamar tidur mereka dengan mulut berbusa.

Yunho membalas pelukan sang appa dengan sama eratnya. Dia pun merasakan kelegaan yang luar biasa mengetahui sang umma terlepas dari maut. Yunho tak bisa membayangkan jika Leeteuk sampai meninggalkan dirinya dan Kangin. Kedua pria itu benar-benar lega karena Leeteuk selamat dan akan baik-baik saja.

Beberapa saat kemudian, keduanya melepas pelukan masing-masing dan bermaksud pergi ke kamar rawat Leeteuk ketika indera pendengaran mereka menangkap suara Jaejoong dan Kyuhyun dari belakang.

“Yunnie!” pekik Jaejoong dan langsung memeluk Yunho dengan erat, menyalurkan kekuatan dan rasa simpati kepada Yunho. Yunho pun segera membalas pelukan Jaejoong sama eratnya, membenamkan wajahnya ke cerug leher Jaejoong.

Jaejoong merasakan bahu dan lehernya basah. Wanita itu tahu jika Yunho sekarang sedang menangis. Jaejoong juga bisa merasakan remasan tangan Yunho di pinggangnya mengerat. Namun remasan itu lambat laun mengendur seraya mengikuti getaran tubuh Yunho yang semakin keras. Jaejoong hanya bisa menahan airmatanya sendiri karena mendengar isakan-isakan yang keluar dari mulut Yunho.

Isakan itu begitu memilukan sehingga siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa terenyuh hatinya dan iba kepada Yunho. Semua orang terkecuali Siwon.

Siwon tentu tidak mungkin bisa mendengar isakan sang kakak karena dia tuli. Namun keterbatasannya tersebut tidak lantas membuat perasaannya mati. Dia masih mampu melihat betapa sedihnya Yunho, menandakan Yunho sungguh-sungguh mencemas kondisi ibu mereka yang sempat berada di ambang maut jika saja Kangin telat membawanya ke rumah sakit.

Melihat Yunho terpuruk sampai sedemikian rupa ternyata mampu menggetarkan hati Siwon yang pada dasarnya begitu lembut. Dan seharusnya, momen ini bisa menjadi momen yang baik untuk keluarga kecil mereka untuk saling memahami satu sama lain. Jika saja Siwon sudah melupakan semua perlakukan keluarga Jung terhadap dirinya.

Ya, seharusnya momen ini adalah momen yang tepat untuk mereka saling membuka hati dan memperbaiki hubungan mereka.

Namun…

Siwon meremas dada kirinya sendiri. Rasa sakit yang dia rasakan terasa lagi. Siwon tak tahu rasa sakit ini karena kehancuran hatinya dulu atau karena dia merasa bersalah telah tanpa sadar memojokan Leeteuk sampai berbuat nekad seperti itu . Entahlah. Yang pasti rasa itu ada dan semakin menyayat hatinya yang masih rapuh.

Siwon bukan pendendam. Tidak, dia lebih baik dari itu. Namun, dia juga hanya manusia biasa. Bertahun-tahun dia merasakan kepedihan yang mendalam karena merasa terbuang, akankah dia semudah itu melupakannya hanya untuk menyenangkan semua orang disini?

Bisakah dia melenyapkan kenyataan dirinya harus menanggung beban menjadi anak yang tak diinginkan dan pedih karena perbuataan keluarganya hanya agar Leeteuk bisa hidup? Agar wanita yang melahirkannya tersebut tidak melakukan percobaan bunuh diri lagi? Haruskah Siwon kembali mengorbankan keinginannya sendiri demi keluarga yang tega menganggapnya bukan bagian dari keluarga mereka? Haruskah?

Siwon tidak memungkiri bahwa semua yang dilihatnya saat ini membuatnya sedih. Mengetahui ibu kandungnya sendiri ingin mati hanya karena penolakan darinya serta ayah dan kakaknya yang begitu terpuruk karena masalah ini. Siwon masih merasakan kepedihan yang sama karena dia masih sangat menyayangi mereka. Tapi, kali ini Siwon ingin melindungi hatinya. Dia tidak mau kebahagiaan yang telah dia raih susah payah harus hilang karena keegoisan keluarga kandungnya sendiri.

Maka dari itu, ketika Yunho melihat sosok Siwon dan berusaha memeluknya selepas dia memeluk Jaejoong, Siwon menghindar. Siwon menghindar dari apapun yang akan merusak semua yang dia bangun. Biarlah kali ini dia yang egois. Biarlah kali ini dia yang mengendalikan semuanya. Siwon sudah tak peduli jika di nilai sebagai anak durhaka. Yang ada dipikirannya sekarang hanya satu. Bahagia. Dan dia tidak yakin akan bahagia bersama dengan Kangin, Leeteuk dan Yunho. Dia datang kali ini selain ingin tahu keadaan Leeteuk, Siwon juga ingin menegaskan sekali lagi keinginannya untuk terpisah dari keluarga Jung.

“Siwon-ah…” lirih Yunho sedih ketika Siwon tidak mau menerima pelukannya. Yunho memandang adik semata wayangnya itu dengan raut wajah penuh penyesalan dan meminta maaf. Akan tetapi Siwon menggelengkan kepalanya berkali-kali. Siwon tidak mau memandang Yunho dan lebih memilih mengedarkan pandangannya ke semua penjuru daripada harus bertatapan dengan Yunho.

“Siwon-ah…” sahut Yunho sekali lagi namun reaksi Siwon tetap sama, menghindar.. Yunho terus memanggil seolah-olah dia lupa jika Siwon…

“Putra saya tuli Yunho-ssi. Jadi percuma anda terus memanggilnya seperti itu.” suara Yesung yang datar namun tegas itu membuat Yunho menoleh ke arah Yesung.

Yunho membulatkan matanya ketika dia mengenali Yesung sebagai orang yang pernah sangat dekat dengan keluarganya. Yesung bagaikan ayah kedua untuk Siwon saat mereka masih tinggal bersama dan Yunho pun tahu Yesung sudah menganggap Siwon layaknya putranya sendiri. Namun Yunho tidak mengira Yesung begitu serius mengakui Siwon sebagai putranya.

Yunho baru akan menanggapi ucapan Yesung ketika pandangannya terhalang oleh tubuh Kangin. Rupanya Kangin juga terkejut dengan kehadiran Siwon dan Yesung di rumah sakit tersebut dan langsung ingin berbicara dengan keduanya, terutama Yesung. Kangin ingin bicara dengan Yesung karena mungkin Yesung satu-satunya jalan agar Siwon mau kembali ke keluarga mereka.

“Yesung.” Sapanya.

“Kangin-ssi.” Balas Yesung sambil menundukkan kepalanya sesaat.

“Apa kabar?” tanya Kangin mencoba mengurai ketegangan diantara mereka.

“Saya baik. Anda sendiri?” balas Yesung lagi masih dengan ekspresi datar yang sama.

“Seperti yang kau lihat.” Kalimat itu mengakhiri basa basi diantara keduanya. Baik Yesung maupun Kangin saling menatap dan pada saat itu juga, harapan Kangin hancur berantakan. Kangin seharusnya paham bahwa Yesung mungkin lebih membencinya daripada Siwon sendiri karena dialah yang tahu persis bagaimana dulu dia dan keluarganya memperlakukan Siwon. Kangin seharusnya ingat dengan jelas, bahwa satu-satunya orang yang menajdi tameng Siwon hanyalah Yesung. Yesung seorang diri melindungi Siwon dari apapun yang membahayakan dirinya, fisik dan terutama mental Siwon.

Kangin menatap Yesung dan Yesung pun sebaliknya. Kangin tahu arti tatapan itu. Tatapan itu adalah tatapan tidak akan menyerah. Tatapan yang mengatakan bahwa dia akan selalu menjadi ayah bagi Siwon. Ayah yang menyayangi Siwon apa adanya tanpa pamrih apapun.

Sementara Yesung sendiri, merasa telah menyampaikan apa yang perlu dia sampaikan melalui tatapannya, Yesung menoleh ke arah Siwon. Pria itu memegang lengan Siwon agar Siwon memperhatikannya.

“Siwon-ah, lebih baik kita pergi.” Ucap Yesung sembari menggunakan bahasa isyarat. Begitu ucapan itu terlontar dari bibir Yesung, semua orang menoleh ke arah Yesung. Dalam benak mereka, mengapa keduanya ingin pergi begitu cepat? Bukankah mereka datang ke rumah sakit ini untuk menjenguk Leeteuk?

“Yesung-ssi. Apa tidak sebaiknya kita ke kamar rawat…”

“Appa rasa tidak baik membiarkan Kris dan Suho menunggu terlalu lama. Kita pergi sekarang.” tegas Yesung lagi tidak menghiraukan sama sekali perkataan Jaejoong. Yesung tetap pada pendiriannya untuk segera pergi dari tempat itu.

Bukan tanpa alasan dia bersikeras untuk pergi. Yesung paham akan isi hati Siwon saat melihat wajah sendu putra angkatnya tersebut. Yesung tahu Siwon masih merasakan hatinya remuk redam hanya dengan berdekatan dengan keluarga Jung dan walau situasi kali ini bisa dikatakan genting untuk pihak keluarga Jung, Yesung tidak ingin membuat Siwon lebih terluka dari yang dia alami selama ini.

Sudah cukup Siwon menahan diri untuk bisa bertatap muka dengan Yunho dan Kangin. Terlalu naïf jika mereka mengharapkan Siwon bersikap biasa saja dan mau menemui Leeteuk. Meski Leeteuk ibu kandung Siwon sendiri.

“Appa…” gerakan jari Siwon membuat Yesung mengenyahkan pikirannya dan kembali memusatkan perhatiannya kepada Siwon. Dengan lembut, pria bertangan kecil itu mengacak rambut Siwon dan tersenyum kecil.

“Kita sudah datang nak. Appa juga dengar tadi dokter menyatakan bahwa ummamu baik-baik saja. Jadi lebih baik kita pergi.” Ucap Yesung lagi dan kali ini Siwon mengangguk setuju.

“Baik appa.” Jawabnya dan beranjak meninggalkan tempatnya berdiri bersama dengan Yesung. Akan tetapi belum dua tiga langkah keduanya berjalan, suara lantang Yunho dan cekalan di lengan Siwon menghentikan mereka berdua.

“Tunggu! Kalian akan pergi begitu saja?! Siwon-ah! Dia ummamu! Umma yang telah melahirkanmu! Apa kau tega meninggalkannya disaat seperti ini?!” seru Yunho panik karena Siwon akan pergi. Dalam benaknya, Yunho takut jika Siwon pergi tanpa menemui Leeteuk, maka kondisi mental Leeteuk akan memburuk dan bisa jadi ibu mereka itu akan kembali melakukan percobaan bunuh diri lagi.

Tidak. Yunho tidak bisa membiarkan hal itu sampai terjadi lagi. Dia harus bisa membujuk Siwon untuk tinggal dan menemui Leeteuk. Dia harus.

Namun, itu hanyalah keinginan Yunho semata karena Siwon tidak berpikiran sama dengannya. Siwon membaca gerak bibir Yunho dan seketika itu juga, Siwon menghentakan tangannya untuk melepaskan diri dari cekalan Yunho. Raut wajah sendu Siwon hilang tak berbekas dan berganti dengan tatapan marah dan kekecewaan. Tanpa mempedulikan apakah Yunho paham dengan gerak isyaratnya, Siwon mengatakan sesuatu.

“Tega?! Kau mengatakan aku tega?!” ucap Siwon. Yunho memandang Siwon tak mengerti dan itu membuat Yesung langsung menerjemaahkan apa yang diucapkan oleh Siwon.

“Ya! Aku memang tega! Aku tega meninggalkannya disini seperti saat dia meninggalkanku yang sedang sakit demam untuk menghadiri pesta! Ya! Aku memnag tega membiarkan dia di saat dia sedang memerlukanku sama seperti dia yang tega membuangku saat aku memerlukan kehangatan darinya!” Siwon terus menggerakan jari-jarinya dengan hentakan, menyatakan betapa hancurnya dia kala itu dan betapa marahnya dia saat ini.

“Siwon-ah…” lirih Yunho yang hanya mampu mendengarkan Yesung menerjemaah arti gerakan Siwon tanpa bisa membalasnya.

“Aku memang tega Yunho-ssi! Aku tega! Aku menjadi orang yang tega dan kejam karena kalian yang melatihku!”

Semuanya terdiam karena kalimat itu. Kalimat yang disampaikan Siwon melalui Yesung itu bergema di telinga Kangin dan Yunho. Mereka menatap nanar Siwon dan semakin merasa bersalah karena apa yang dikatakan oleh Siwon memang kenyataan. Merekalah yang membuat Siwon membenci mereka sekarang sehinga baik Yunho maupun Kangin tidak bisa membantah ucapan Siwon tersebut. Mereka hanya diam membiarkan Siwon meluapkan apa yang terpendam di hatinya.

“Kau mengatakan aku tega. Aku tega bukan hanya kalian. Aku bahkan tega kepada dirilku sendiri dengan memendam semua rasa sakit, tangis, kepedihanku seorang diri hanya demi melihat kalian tersenyum kepadaku. Aku hanya ingin kalian tersenyum tulus kepadaku… Namun tidak pernah satu kali pun kalian lakukan itu. Yang kalian lakukan hanya menganggapku sebagai kesalahan terbesar yang hadir dalam keluarga kalian.”

“…”

“Kau boleh bicara semaumu Yunho-ssi bahkan kau boleh membenciku karena aku tidak mau menemui wanita itu. Bagiku tidak ada bedanya dengan apa yang sudah kau lakukan terhadapku dulu. Kau ingat bukan?! Bagimu aku hanya aib untuk semua kesuksesanmu. Aku harus berada di dalam bayangan agar sinarmu tidak pernah redup.”

“…”

“Kau dan dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya kehidupan yang aku lalui dulu, jadi jangan pernah merasa kau tahu segalanya.”

“Siwon.” Tepukan ringan Yesung menyudahi semua keluh kesah Siwon kepada Yunho dan Kangin. Dia menatap orang yang selalu berada disisinya dengan sendu.

Yesung sendiri mengarahkan ibu jarinya ke wajah Siwon untuk menghapus airmata yang mengalir di pipi putra angkatnya tersebut. Rupanya Siwon tak menyadari jika dia telah menangis ketika mengatakan semua isi hatinya kepada Yunho dan Kangin tadi.

“Kita pulang.” Ajakan lembut Yesung dan belaian tangan Yesung di rambut Siwon membuat Siwon mengalirkan lagi airmatanya dan mengangguk pelan. Keduanya lalu berjalan beriringan meninggalkan Yunho dan Kangin yang ternyata telah mengeluarkan bulir bening yang sama seperti Siwon. Bahkan Kangin terjatuh ketika dia melihat Siwon dan Yesung benar-benar pergi dan menghilang dari pandangannya.

“ARGH!!!” teriak Kangin frustasi dengan semua yang dihadapinya kini. Kyuhyun yang sejak tadi berada di sana, memperhatikan dan mendengarkan semuanya, hanya bisa memandang Kangin tanpa ada niat untuk menenangkan bapak dua anak itu. Dalam hati Kyuhyun, dia berpikir ini adalah balasan setimpal atas apa yang telah keluarga ini lakukan kepada Siwon.

Meski Kyuhyun tidak mengenal Siwon secara dekat, namun apa yang sudah dilakukan Kangin, Yunho dan Leeteuk pastinya akan sulit untuk dihapuskan begitu saja. Dia pun justru tidak akan pernah mau bertemu lagi dengan ketiganya jika dia menjadi Siwon. Akan tetapi, pria itu masih mau datang kemari, memastikan Leeteuk selamat, walau itu menyakiti hatinya.

Terbuat dari apa hatinya itu? Batin Kyuhyun bertanya-tanya dan tanpa sadar rasa suka dan kagumnya bertambah kepada Siwon.

Lalu bagaimana dengan Yunho?

Kakak kandung Siwon itu masih bergeming di tempatnya. Dia membiarkan airmatanya mengalir membasahi pipinya. Yunho bahkan tidak menyadari pelukan dari Jaejoong. Yunho berada dalam dunianya sendiri, kembali mengingat sikapnya terakhir kali ketika Siwon meninggalkan keluarga mereka.

Flashback

“Hei. Kenapa kau keluar kamar? Kembalilah cepat, sebelum appa melihatmu Siwon.”

“Tunggu apalagi Siwon?! Pergilah!”

End Flashback

Dan semua hal buruk yang pernah dia lakukan kepada Siwon. Yunho menunduk dan mengarahkan tangannya ke wajahnya sendiri, menutupinya seakan mencoba menutup semua kenyataan pahit yang terjadi dalam hidupnya disebabkan ulah keluarganya.

“Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan…” lirih Yunho masih sambil menangis. Jaejoong yang mendengarnya hanya mampu mengeratkan pelukannya tanpa bisa berkata apapun. Apa yang terjadi sudah berada di luar kemampuannya untuk bisa membantu Yunho. Sekarang yang bisa membantu mereka hanya Tuhan agar Dia mau menyatukan hati Siwon yang telah hancur dan menyembuhkan luka terdalamnya akibat keluarga tunangannya tersebut.

Hanya Tuhan.

.

.

.

Yunho memandang wajah pucat Leeteuk yang terbaring tak sadarkan diri akibat obat bius. Mata lelah Yunho menyusuri wajah cantik Leeteuk meski kecantikan itu sedikit demi sedikit sudah termakan oleh usia dan beban pikiran serta perasaan.

Yunho menggenggam tangan Leeteuk yang tidak tertusuk oleh jarum infus dan membelainya lembut. Masih jelas diingatannya bagaimana histerisnya Leeteuk ketika dia sadar seminggu yang lalu dan tidak menemukan Siwon di sampingnya. Leeteuk mengamuk dan membuat gaduh sampai dokter dan suster harus menenangkannya dengan obat bius.

Yunho sudah menduga bahwa jika ibunya sadar maka dia menginginkan Siwon ada disampingnya. Namun sejak kejadian itu, Siwon sama sekali tidak pernah datang. Kyuhyun dan Jaejoong yang berusaha menghubunginya pun ditolak secara langsung baik oleh Siwon maupun Yesung. Yunho pun tak bisa meminta bantuan Kris karena semua akan sama saja. Dia sudah hampir menyerah jika bukan karena kegigihan Jaejoong dan Kyuhyun.

Dalam kamus dua sahabat itu, tidak ada kata menyerah. Penolakan Siwon, Yesung dan Kris tak lantas membuat kedua wanita itu pantang mundur untuk bisa bertemu dengan Siwon. Mereka terus mencoba dan mencoba sampai suatu hari keduanya sampai nekad menyusup ke dalam kantor Kris.

Kyuhyun bahkan berbohong kepada petugas keamanan yang memergokinya menarik Siwon untuk ikut dengannya dengan mengatakan bahwa Siwon harus bertanggung jawab atas kehamilannya sehingga dia harus membawa Siwon pergi. Tentu saja, tidak ada yang percaya dengan Kyuhyun karena semua pegawai di perusahaan Kris tersebut kenal siapa Siwon sebenarnya ditambah mereka tahu persis reputasi Kyuhyun sebagai model yang bisa dibilang bebas.

Alhasil, Kyuhyun dan Jaejoong diusir dan tidak diperkenankan lagi memasuki kantor Kris. Tindakan keduanya membuat Yunho harus menahan kekesalannya dan hanya menghela nafas panjang. Namun satu hal yang membuat Yunho memijit keningnya sendiri dan ingin memukul belakang kepala Kyuhyun adalah ketika Kyuhyun dengan senangnya bercerita betapa imutnya Siwon yang menunduk malu dengan kebohongan Kyuhyun tersebut.

Kyuhyun bahkan menyatakan bahwa dia akan membantu Yunho asalkan Yunho mendukungnya untuk mendekati Siwon dan menjadikan Siwon sebagai kekasihnya. Tampaknya Kyuhyun tak malu lagi mengakui bahwa dia menyukai Siwon.

Yunho benar-benar dibuat pusing dengan kelakuan Kyuhyun yang hanya menambah beban pikirannya itu sehingga dia dengan tegas menolak Kyuhyun untuk mendekati Siwon. Yang ada di pikiran Yunho, Siwon justru akan semakin enggan menemui mereka karena keberadan Kyuhyun.

“Siwonnie…” lirih Leeteuk yang tiba-tiba itu membuat Yunho sadar dari lamunannya dan segera mendekati Leeteuk.

“Umma.” Sahut Yunho lembut sembari membelai helaian rambut Leeteuk.

“Putra umma, Siwonnie…” igau Leeteuk terus menerus membuat Yunho tak kuasa menahan tangisnya. Masih dengan belaiannya, Yunho membisikan kata-kata di telinga Leeteuk.

“Umma tenang saja. Siwonnie sedang pergi sebentar, nanti dia akan kembali. Yunnie janji.” Bisik Yunho berbohong. Hal itu yang selalu dia lakukan sejak dua hari yang lalu. Yunho terpaksa berbohong karena dia takut Leeteuk kembali mengamuk dan melukai dirinya sendiri. Dan terbukti, setelah Yunho mengatakan demikian, deru nafasnya membaik dan Leeteuk kembali terlelap. Menyisakan Yunho yang hanya mampu menangis dalam diam dan berdoa bahwa keluarganya akan kembali utuh seperti saat dia masih kecil.

“Tuhan. Aku mohon kembalikan keluargaku. Kembalikan adikku. Siwon-ah… Maafkan hyung… Maafkan umma dan appa… Kembalilah…”

Yunho terus berdoa tanpa menyadari Kangin mendengar semua doanya. Pria itu menatap nanar Yunho dan Leeteuk sebelum dia menutup matanya sejenak, mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan.

Begitu Kangin membuka matanya, raut wajahnya menjadi lebih tenang dan tampak keteguhan hati disana. Kangin berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang rawat istrinya tersebut. Kangin sudah menetapkan hati untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang penting yang harus dia lakukan sejak dulu. Dia harus berhasil bahkan jika nyawanya menajdi taruhannya. Dia harus berhasil.

Dia harus bisa membawa Siwon kembali ke keluarga mereka.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Akhirnya Exceptional berlanjut juga!!! \(^0^)/ Meski dengan segala macam halangan dan rintangan akhirnya Nao bisa melanjutkan FF ini. Gomenasai bagi amazing readers yang menunggu FF ini, baru sekarang bisa Nao update. Semoga dengan chapter ini, bisa menyenangkan amazing readers.

Pendek? Untuk itu sekali lagi gomenasai. Nao ingin panjangin tapi ternyata waktunya yang kurang. Semoga next chapternya ga terlalu lama dari ini (I hope).

Terus untuk wonkyu-nya, gomenasai lagi karena dikit banget. Ini FF family, jadinya lebih ke unsur keluarganya.

Kayaknya itu aja. Kalau diterusin Nao suka kebablasan sendiri.

Muup untuk typo dan kegajean FF ini. Sudah biasa ya amazing reader >_<

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements