Tags

, , , , ,

Title : Versus – Sequel Worth Fighting For

Pairing/Charas : Wonkyu, Joonmyeon, a bit Kyungsoo, Yunjae, Krisho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self, their respective agency and God

Warning : Un-betaed, Angst, GS, AU, OOC, Sad, Change of Surname, Broken!Wonkyu (perhaps)

( 。・_・。)(。・_・。 )

Dia ibuku. Umma. Umma kandungku.

.

.

.

Siwon versus Kyuhyun bagian pertama dimulai dari pagi hari di rumah sederhana Choi Siwon.

Joonmyeon tidak memerlukan kedua matanya hanya untuk mengetahui bahwa kedua orang tuanya sekarang terlihat kesal dengan satu sama lainnya. Aura persaingan keduanya menguar begitu kentara sehingga Joonmyeon hanya menghela nafas panjang.

Apa keputusanku kemarin benar adanya? Batin gadis itu lesu.

Lalu apa yang membuat Joonmyeon begitu tidak bersemangat di pagi hari yang cerah itu? Jawabannya…

“Joonie sayang, buka mulutnya. Aaa.”

“Joonie bukan anak kecil Kyu. Dia mampu makan sendiri.”

“Sayang, ini satu lagi.”

“Hei! Jangan bersikap seakan aku tidak ada disini!”

“Hhh… Bisakah kau diam? Aku sedang menyuapi putriku.”

“Dia putriku! Kalau pun harus ada orang yang menyuapi Joonie, itu seharusnya aku!”

“Kau sudah sering menyuapi dia semasa dia masih bayi! Jadi berikan aku kesempatan saat dia remaja!”

“Tidak perlu! Joonie tidak perlu kau suapi lagi! Joonie tidak perlu apa-apa darimu lagi! Joonie tidak membutuhkan seorang ibu yang sudah membuangnya!”

“…”

Joonmyeon mempertajam pendengarannya ketika hanya keheningan yang mencekam begitu kalimat terakhir tadi keluar dari bibir joker sang appa. Joonmyeon pun bisa merasakan kesedihan luar biasa tatkala Kyuhyun mendengar kalimat tersebut terucap dari bibir Siwon. Joonmyeon tahu betapa kalimat itu mengiris hati Kyuhyun yang sudah tercabik-cabik sejak dirinya terus mendapat penolakan baik dari dirinya maupun Siwon.

Dan sekarang, tanpa peringatan sama sekali, Siwon menaruh garam pada luka itu.

Joonmyeon juga tidak mungkin bisa menyalahkan Siwon untuk hal ini meski dia bisa mengetahui Siwon merasa bersalah akan kalimat yang meluncur begitu saja. HAti ayahnya itu terlalu baik untuk bisa menyakiti hati orang lain terlebih seseorang yang masih sangat dicintainya.

Oh, Joonmyeon tahu persis bahwa Siwon masih mencintai Kyuhyun. Salahkan Siwon yang sering kali tak sadar mengucapkan nama Kyuhyun saat dia termenung atau bahkan saat Siwon tertidur. Dulu Joonmyeon selalu bertanya-tanya siapa Kyuhyun sebenarnya sampai saat ini dia mengetahui identitas dari nama yang selalu terucapkan dengan lembut oleh Siwon.

Karena alasan itulah, Joonmyeon membiarkan Kyuhyun ikut pulang dengannya. Joonmyeon ingin Kyuhyun bertemu dengan Siwon dan membicarakan semua masalah mereka dengan kepala dingin. Hanya saja, tampaknya Joonmyeon masih perlu berharap lebih keras lagi.

Joonmyeon hanya mampu menduga Siwon kelepasan bicara karena emosi sesaat, karena rasa sakit karena telah ditinggalkan, dikhianati. Joonmyeon tahu semua itu tertimbun di hati Siwon. Akan tetapi demi menjaga hati Joonmyeon, Siwon menekan diri untuk tidak meluapkannya. Lalu sekarang, dengan kehadiran sang bunda, Kyuhyun, Siwon seolah mendapat kambing hitam untuk melampiaskan semua rasa yang memuncak di dalam hatinya.

“Joonmyeon kenyang. Joonmyeon berangkat dulu appa.” Pamit Joonmyeon.

“Ah. Appa antar sayang.” Ujar Siwon cepat. Dalam hati dia sedikit lega karena Joonmyeon memutuskan rasa bersalahnya sesaat terhadap Kyuhyun dengan suaranya. Terlebih lagi Joonmyeon hanya pamit kepadanya dan tidak kepada Kyuhyun. Nampaknya meski Joonmyeon mengijinkan Kyuhyun untuk berada disisi Joonmyeon, namun gadis itu belum menerima dirinya secara utuh. Terbukti dengan masih enggannya Joonmyeon memanggil Kyuhyun dengan sebutan umma.

Jadi, pagi itu, Siwon versus Kyuhyun bagian pertama diakhiri dengan kemenangan Siwon.

.

.

.

Joonmyeon kembali menghela nafas. Kesekian kalinya hari ini.

“Biar aku yang mengantar Joonmyeon ke kelas Wonnie! Aku ingin sekaligus menyapa wali kelasnya!”

“Untuk apa kau menyapa wali kelasnya Joonie segala Kyu?!”

“Ya tentu saja untuk memastikan dia mengawasi setiap orang yang berani mengganggu Joonieku. Aku akan minta kepadanya untuk segera melaporkan orang-orang itu dan aku pastikan mereka akan menyesal!”

“Kyuhyun! Jangan main hakim sendiri! Kalau memang itu niatmu, lebih baik aku yang mengantar Joonie!”

“Tidak usah! Aku saja! Kau ini keras kepala sekali sih?!”

“Kau tidak berkaca ya?! Kau lebih keras kepala dari aku!”

Dan pertengkaran mereka terus berlanjut sampai membuat siswa-siswi dan beberapa orang yang lalu lalang menatap ke arah mereka bertiga.

Sekali lagi Joonmyeon tidak perlu mata hanya untuk merasakan pandangan orang-orang tersebut.

Sebenarnya siapa sih yang dewasa disini? Runtuk Joonmyeon menjadi ikut kesal dengan tingkah kedua orang tuanya yang sekali lagi, bertengkar memperebutkannya.

Tapi di satu sisi, Joonmyeon tersenyum kecil. Geli mendengar kedua orang tuanya bertengkar, tidak mau kalah hanya untuk mengantarnya sampai ke depan kelas. Ya Tuhan, Joonmyeon bukan anak kecil yang harus diantarkan oleh orang tuanya saat masuk ke dalam kelas, namun ini adalah pengalaman pertamanya mendengar dua orang berstatus sebagai appa dan umma bertengkar di depannya.

Rasanya dia mengerti rasanya menjadi Kyungsoo yang kerap kali selalu merasa malu ketika Jaejoong dan Yunho beradu mulut hanya pada akhirnya Yunho mengalah karena diancam tidak diberikan jatah oleh Jaejoong.

Joonmyeon terkadang iri kepada Kyungsoo karena merasakan kasih sayang dan keberadaan kedua orang tuanya. Joonmyeon juga ingin merasakan itu dan keinginannya terkabul sekarang.

Yah, meski sepertinya Joonmyeon harus menyudahi adu mulut Siwon dan Kyuhyun karena dia hampir terlambat untuk masuk ke kelas.

“Um, Joonie…”

“Hei Joonmyeon-ah, kita ke kelas sekarang. Sebentar lagi bel masuk.”

“Yi…Yifan…Yifan-ssi?!” gagap Joonmyeon ketika mendengar suara teman sekelasnya, Wu Yifan, menyapanya tiba-tiba.

“Kenapa kau kaget?! Kau mau masuk atau tidak?! Ayo aku antar.” Ujar Yifan dan langsung menarik tangan Joonmyeon menjauh dari Kyuhyun dan Siwon. Yifan benar-benar tidak mempedulikan keduanya sama sekali dan setengah menuntun setengah menyeret Joonmyeon, membuat gadis itu semakin bingung dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Lalu apa hasil Siwon versus Kyuhyun bagian kedua? Hasilnya… Seri. Atau lebih tepatnya dimenangkan oleh Wu Yifan.

.

.

.

Joonmyeon mengangguk-anggukan kepalanya mengikuti lagu yang dia dengar melalui earphone ponsel pintarnya. Joonmyeon terlihat begitu menikmati lagu tersebut sehingga tidak menyadari kehadiran Kyuhyun yang mengambil tempat di sampingnya. Joonmyeon baru menyadari keberadaan Kyuhyun ketika tangan itu mengusap lembut rambutnya.

“!!!”

“Jangan kaget begitu. Ini hanya umma sayang.” Ucap Kyuhyun sambil mengambil earphone dari telinga Joonmyeon.

“…”

“Masih belum bisa memanggilku dengan umma ya. Tak apa, umma mengerti.”

Joonmyeon terdiam. Dia masih kaget dengan Kyuhyun yang datang tiba-tiba, namun Kyuhyun lebih terkejut dengan nada suara Kyuhyun yang terdengar begitu…

Begitu putus asa.

Joonmyeon baru saja akan menanyakan hal tersebut ketika Kyuhyun sudah lebih dulu membuka mulutnya.

“Ternyata appamu masih membenci umma.” Sahut Kyuhyun mengutarakan isi hatinya kepada Jonmyeon. Ibu satu anak itu menarik nafas dan membuangnya perlahan sebelum kembali melanjutkan kata-katanya.

“Tapi wajar saja sayang, umma memang jahat. Umma sudah sangat jahat kepada appamu yang baik hati itu. Ini hukuman untuk umma.”

“…”

“Umma mencintai appamu. Selalu dan sampai akhir.” Ungkap Kyuhyun tiba-tiba yang langsung membuat mata kosong Joonmyeon terbelalak. Joonmyeon bisa merasakan bahwa Kyuhyun memang masih mencintai Siwon namun mendengarnya dengan telinganya adalah sesuatu yang mengejutkan.

Mengejutkan namun sangat membahagiakan.

Itu berarti keduanya masih saling mencintai. Keduanya masih saling mengharapkan hubungan mereka bisa kembali terangkai. Lalu mengapa? Mengapa keduanya tidak merajut lagi benang merah mereka? Kenapa?

“Umma mencintai appamu meski kini umma yakin appamu tidak lagi mencintai umma seperti dulu.”

Joonmyeon terhenyak dengan kalimat Kyuhyun tadi. Jadi inikah jawaban atas pertanyaannya tadi?! Bahwa keduanya tidak kembali bersatu karena asumsi masing-masing?!

Bodoh! Dasar bodoh!

Joonmyeon bergeming. Gadis itu memikirkan langkah apa yang harus dia ambil. Dia tidak ingin situasi keluarganya hancur hanya karena salah paham. Tidak! Keluarganya bisa kembali bersatu dan berbahagia seperti layaknya keluarga lainnya.

Joonmyeon tidak mau baik Siwon dan Kyuhyun tidak mengetahui bahwa mereka masih saling mencintai. Dia ingin kedua orang tuanya memahami bahwa perasaan mereka saling bertaut. Joonmyeon sudah tidak ingin ayahnya selalu menyalahkan sang bunda dan sang bunda yang selalu harus mengais kata maaf yang bahkan sudah Joonmyeon berikan. Joonmyeon pun yakin, Siwon sendiri sudah memberikan kata maaf itu meski belum terucap.

Joonmyeon memaafkan Kyuhyun karena kenyataannya, Kyuhyun adalah ibu kandungnya, karena Kyuhyun sudah meminta maaf atas semua kesalahannya. Kyuhyun memang salah. Kyuhyun patut untuk dihukum. Akan tetapi seberapa besar kesalahannya, Kyuhyun telah tulus meminta maaf kepadanya dan juga Siwon. Dan meski dia berniat menggugurkannya, hal tersebut tidak jadi dilakukannya. Kyuhyun justru berjuang untuk melahirkan Joonmyeon ke dunia.

Maaf. Joonmyeon memang memaafkan Kyuhyun walau Joonmyeon tahu tidak akan mudah menghilangkan begitu saja perbuatan Kyuhyun dulu. Namun kesalahan itu akan Joonmyeon buat sebagai pengingat baginya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Lalu apakah hanya itu alasan Joonmyeon bisa memaafkan Kyuhyun dan berniat menyatukan kembali keluarganya?

Tentu saja tidak. Gadis itu hanyalah gadis biasa sehingga Tuhanlah yang berperan besar bagi maaf yang diberikan oleh Joonmyeon kepada Kyuhyun. Tuhan berbaik hati kepada keluarga kecil ini dengan membuat Joonmyeon melihat kasih sayang tulus Kyuhyun kepadanya.

Tuhan memberikan momen kecil nan indah untuk ibu dan putri ini.

Momen itu terjadi ketika Joonmyeon terbangun dari tidurnya di dalam bus dalam perjalanan pulang setelah acara sekolah, Joonmyeon merasakan sentuhan lembut sang bunda yang membelai lembut rambutnya dan kecupan-kecupan hangat di pucuk kepalanya sambil sesekali dia mendengar Kyuhyun menggumamkan kata maaf dan sayang kepada Joonmyeon.

Joonmyeon putri umma yang paling cantik. Malaikat umma yang paling umma sayangi. Maafkan ummamu yang jahat ini sayang. Maafkan umma.

Saat itu, Joonmyeon benar-benar merasakan kasih sayang seorang ibu. Ibundanya benar-benar menyayanginya dari lubuk hati yang paling dalam dan menyesali semua kesalahannya di masa lalu.

Joonmyeon ingin menangis namun dia tidak ingin membuat Kyuhyun menyadari bahwa dirinya telah terjaga. Joonmyeon juga tidak rela melepaskan dekapan hangat itu karena akhirnya, setelah sekian lama berharap memiliki seorang ibu yang memeluknya, Joonmyeon bisa merasakannya juga.

Momen yang diberikan oleh Tuhan itu, menyentuh hati putih Joonmyeon dan mengetuk nuraninya untuk bisa melihat gambaran besar yang akan terjadi jika dia bisa bersikap ikhlas.

Joonmyeon menyadari bahwa amarahnya hanya membawa kepedihan semata. Tuhan menyadarkannya bahwa sebesar apapun dosa yang telah diperbuat oleh seseorang, ketika dia menyadari dosa itu dan berniat menebusnya saat di dunia kepada orang-orang terkasih, maka Tuhan pasti akan memberikan kesempatan kedua, bahwa Dia akan memaafkan hamba-Nya yang ingin bertobat.

Joonmyeon memang bukan Tuhan sehingga bisa langsung memberikan kata maaf itu. Namun Joonmyeon tahu dia bisa belajar untuk memaafkan. Joonmyeon tahu dia bisa memberikan kesempatan kedua kepada Kyuhyun, kepada ibunya sendiri.

Itulah yang Joonmyeon berikan kepada Kyuhyun sekarang. Joonmyeon sedang belajar untuk menerima Kyuhyun dalam hidupnya. Sedikit demi sedikit sampai Joonmyeon berani mengatakan,

“Umma.”

Kyuhyun tersetak mendengar sebutan indah itu terlontar dari bibir Joonmyeon. Dengan perlahan, wanita yang hampir berusia 40 tahun itu menatap ke arah Joonmyeon dan airmatanya langsung tumpah ruah kala matanya melihat senyum tulus Joonmyeon terarah kepadanya.

“Umma.” Ulang Joonmyeon lagi yang hanya menambah buliran-buliran bening yang berjatuhan dari pelupuk mata Kyuhyun.

“Joo…Joonie…”

“Umma.”

“Ka… kau… Memanggil umma… dengan ss…sebutan umma…”

“Umma memang ummanya Joonie bukan?! Jadi sudah sewajarnya Joonie memanggil umma demikian.”

Kyuhyun sangat bahagia karena sang buah hati akhirnya mau menerimanya. Tanpa banyak bicara, Kyuhyun langsung merengkuh tubuh mungil Joonie dan memeluknya dengan erat. Kyuhyun mencoba menahan isakannya agar Joonmyeon tidak mendengarnya namun sia-sia belaka karena indera pendengaran Joonmyeon lebih tajam daripada orang kebanyakan sehingga dengan cepat telinganya menangkap isakan Kyuhyun. Tetapi, Joonmyeon tidak mengatakan apapun. Dia membiarkan Kyuhyun melakukan apapun yang dia inginkan sekarang. Joonmyeon membiarkan ibunya meresapi kemenangannya mendapatkan dirinya kembali.

Dan sebagai pelengkap kemenangan itu, kedua lengan Joonmyeon terulur lalu memeluk balik Kyuhyun, membuat tangis bahagia Kyuhyun semakin memuncah.

Keduanya begitu larut dalam perasaan masing-masing sampai tidak sadar akan Siwon yang terpaku melihat Kyuhyun dan Joonmyeon berpelukan. Mereka juga tidak tahu jika Siwon mendengar percakapan mereka berdua sejak Kyuhyun duduk di samping Joonmyeon dan dia juga mendengar saat Joonmyeon memanggil Kyuhyun dengan sebutan umma.

Awalnya Siwon tidak mengira begitu cepatnya Joonmyeon menerima Kyuhyun dalam hidupnya. Padahal Kyuhyun sudah begitu menyakiti hati Joonmyeon, hati Siwon, hati mereka berdua. Lalu kenapa? Kenapa Joonmyeon bisa langsung dekat dengan Kyuhyun? Sihir apa yang dilakukan oleh Kyuhyun sampai Joonmyeon begitu cepat memaafkan Kyuhyun dan menerimanya? Walau di satu sisi Siwon lega putrinya tidak mendendam kepada Kyuhyun, membuatnya tidak memiliki hati sehitam arang karena perasaan benci itu. Siwon tahu jika dendam adalah perasaan paling menyiksa dalam hidup seseorang sehingga Siwon bersyukur kepada Tuhan, putrinya diberi kekuatan hati.

Akan tetapi…

Umma. Kamu memanggilnya umma sayang.

Perasaan tak rela itu masih menggelayut di hati Siwon. Siwon seakan takut jika Joonmyeon menerima Kyuhyun maka dirinya akan hilang dari hati Joonmyeon.

Siwon menatap kedua perempuan yang paling dia sayangi itu. Siwon menutup matanya kemudian seakan mencoba menghilangkan perasaan apapun yang menyelimutinya. Lalu, ketika sepasang manik hitam itu kembali terlihat, Siwon tersenyum.

Lelaki yang pada dasarnya begitu baik dan lembut itu menyadari bahwa kemelut keluarganya berangsur membaik. Siwon paham inilah jalan Tuhan memberikannya keluarga bahagia yang begitu dia idamkan.

“Anda punya cara yang unik untuk mempersatukan keluargaku Tuhan, tapi terima kasih.” Gumamnya seorang diri.

Siwon menatap Kyuhyun dan Joonmyeon yang sekarang sudah tertawa-tawa dan sesekali berpelukan kembali, sebelum dia melangkah pergi. Siwon akan menemui mereka nanti setelah dia sendiri memantapkan hatinya untuk menerima Kyuhyun kembali.

Sedikit demi sedikit Kyu, sedikit demi sedikit.

.

.

.

Siwon versus Kyuhyun bagian ketiga, dimenangkan oleh Kyuhyun.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s note : Weird isn’t it? I know -___- I tell that to myself either. Anyway, ini mungkin akhir dari series WonKyu Day 1013 dan itu berarti tidak ada lanjutan lagi dari serial Joonmyeonie dkk. Why? Karena Nao belum ada ide untuk buat lagi. Bener-bener blank. Ini aja sepertinya rada maksa Nao selesaikan atas berbagai pertimbangan. Yah, kalaupun mau dilanjut, mungkin harus ada pemicunya. Let’s say >30 comments? #modus >_<

Jadi Nao mohon maaf kalau endingnya begitu mengecewakan. Nao already tried her best. Semoga kedepannya Nao bisa lebih baik dari ini. Nao masih belajar dan belajar.

Last but not least, gomen untuk typos dan semua kegajean yang ada.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho                                                        

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements