Tags

, , , , , ,

Title : You’re My All 1

Pairing :  Friendship!KyuJaeChulGD, a little bit Wonkyu, Yunjae, GTop, Hanchul

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, and a bit to their respective agency (because of the contracts)

Warning : Un-betaed, BL, Mpreg, AU, OOC

Summary : Every things that stand in our way will be nothing when we face them together.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Jaejoong P.O.V

Bayi berusia 10 bulan itu sudah bisa tertawa-tawa dengan lucunya saat sedang bercanda bersama sang ibu. Ibu yang jika bersama dengan sang buah hati menjadi orang yang sangat berbeda dengan kesehariannya.

Choi Kyuhyun, lelaki manis dengan segala keberuntungan seperti sang suami yang juga begitu beruntung memiliki seorang Choi Kyuhyun menjadi istrinya. Kyuhyun, termasuk satu dari sejuta lelaki yang memiliki rahim layaknya seorang wanita. Rahim yang membuatnya bisa memiliki keturunan sendiri dengan pasangan sah dimata hukum dan Tuhan ini.

“Dongwook. Kalau sudah besar jangan seperti daddy. Seperti mommy saja.” Ucapan Kyuhyun tadi membuatku tersenyum geli. Kyuhyun sekarang mendudukan Choi Dongwook, sang putra tercinta dipangkuannya sambil sesekali menunduk dan menciumi pipi Dongwook membuat bayi itu tertawa geli karena sapuan bibir Kyuhyun.

Sedangkan aku hanya bisa menggelengkan kepalaku karena tingkah laku Kyuhyun yang masih bersikeras menjadikan Dongwook seperti dirinya. Padahal jika dilihat dari fisik, Dongwook sepenuhnya mengikuti sang ayah. Namun bukan itu yang membuat Jaejoong tidak habis pikir dengan perilaku Kyuhyun. Yang membuatku angkat tangan adalah karena Kyuhyun selalu berusaha semaksimal mungkin membuat Dongwook mengikuti sifatnya, sedangkan Dongwook sendiri masih belum mengerti apa-apa.

“Kenapa kau takut sekali Dongwook mirip dengan Siwon, Kyu? Bukankah bagus jika Dongwook seperti Siwon yang dilihat dari segi manapun adalah lelaki yang sempurna.” Kataku sambil sedikit tersenyum jahil. Aku tahu Kyuhyun pasti akan cemberut karena aku selalu memihak Siwon, seperti yang dia tunjukkan saat ini. Wajahnya lucu sekali untuk seorang yang sudah berumur 25 tahun.

“Tidak ada orang yang sempurna Jae.” Sahut Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya kearahku. Benar-benar dewasa Kyu.

Aku tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakannya. Namun itu hanya sedetik, karena saat aku sadar Kyuhyun hanya menyebut namaku saja, aku langsung mendelikkan mataku. Anak ini memang.. Ugh!

“Hei! Kau seharusnya memanggilku hyung! Dan kau itu hanya cemburu karena Siwon lebih maskulin dibandingkan dirimu, jadi kau ingin balas dendam melalui replikanya bukan?!” seruku sambil memukul bagian belakang kepalanya. Dia mengaduh kesakitan dan memegang bagian kepalanya yang kupukul sambil masih memangku Dongwook. Namun dengan senyum evilnya, dia menggoyangkan jari telunjuknya kepadaku sambil berkata,

“Jae, Jae, kau itu begitu mengenalku.” Mendengarnya bicara seperti itu, aku hanya memutar mataku dengan malas.

“Dasar evil.”

And proud of it!” Aku tersenyum geli mendengar katanya tadi. Tingkahnya yang manja ini membuatku semakin penasaran dengan bagaimana Dongwook nantinya ketika dia semakin besar dan dewasa dengan ibu yang selalu berusaha mensabotase putra kebanggaan Siwon ini dengan ulah-ulah jahilnya.

Ya, apapun yang akan terjadi nanti, Kyuhyun dan Siwon pasti akan bangga dengan Dongwook, terlebih lagi Dongwook adalah buah hati yang selalu didambakan oleh mereka berdua.

Hhh.. Aku menghela nafas berat. Aku mungkin akan terus melakukan hal ini jika aku bersama dengan Kyuhyun dan putranya. Aku hanya merasa.. Ah, aku tidak mau mengatakannya tapi aku iri dengan Kyuhyun karena sekali lagi dia begitu diberkahi oleh Tuhan. Jika aku mengingat kembali kehidupannya diantara kami empat sahabat, aku, Kyuhyun, Heechul, dan Jiyong, Kyuhyunlah yang memiliki kehidupan yang selalu diinginkan oleh semua orang.

Orang tua yang sukses dan terpandang, materi yang berlimpah, otak yang cerdas, dan wajah yang manis membuatnya menjadi sasaran empuk bagi mereka yang menginginkan dirinya hanya untuk mengambil keuntungan dari semua itu. Mungkin itu sebabnya Kyuhyun lebih memilih aku, Heechul, dan juga Jiyong sebagai temannya saat kami di bangku kuliah karena kami tidak terlalu memandang asal-usul Kyuhyun. Kami juga memiliki kehidupan yang hampir sama dengannya.

Kyuhyun adalah yang termuda diantara kami berempat. Namun dia yang lebih dulu menyelesaikan tugas akhirnya saat kuliah, dia yang lebih dulu memiliki pekerjaan yang bisa dibanggakan sebelum akhirnya bertemu dengan Siwon, dia yang lebih dulu menikah, dan sekarang dia yang lebih dulu memiliki seorang putra. Seakan semua kebahagiaan dan keberuntungan berpihak padanya.

Aku tidak menyatakan bahwa kami sahabatnya tidak bahagia, namun disatu sisi dalam kehidupan kami, ada batu sandungan sebelum akhirnya kami menemukan kebahagiaan. Heechul yang sampai saat ini belum menikah karena masih belum bisa melupakan cintanya pada Hankyung yang meninggal akibat kecelakaan sehari sebelum pernikahan mereka.

Jiyong, yang harus bekerja dua pekerjaan saat dia sekarang sedang hamil untuk meringankan beban keluarga karena masalah yang sedang menimpa bisnis suaminya. Dan aku, aku rasa aku cukup bahagia.

Aku menikahi orang yang aku cintai dan aku memiliki usaha restoran yang aku bangun dari nol sampai besar seperti sekarang. Namun satu yang sampai sekarang belum bisa aku raih. Aku belum bisa memberikan Jung Yunho, suamiku, keturunan.

Sebenarnya aku seperti Kyuhyun dan juga Jiyong, memiliki keajaiban berupa rahim dalam diriku. Namun entah kenapa, Tuhan belum mau menitipkan malaikat kecilnya kepada kami. Aku dan Yunho selalu berusaha melakukan apa yang kami bisa, dari treatment di berbagai dokter terkenal di Negara ini sampai ke luar negeri, hingga pengobatan alternatif yang kami lalui demi menyenangkan hati kedua orang tua kami.

Tetapi semua uang yang kami keluarkan, semua rasa sakit karena jarum suntik saat dokter-dokter tersebut memberikan aku hormon dan obat untuk menguatkan rahimku, semua waktu yang terbuang demi terapi yang aku jalani, hanya mengingatkanku akan pahitnya bahwa sampai saat ini, belum ada satupun tanda-tanda aku akan hamil.

Aku merasa sedih seperti ini bukan karena mertuaku yang berulang kali menanyakan kenapa aku belum juga hamil dan bukan juga karena tatapan keluarga Jung yang sepertinya menghakimiku karena belum bisa memberikan keturunan pada Yunho. Aku sedih karena aku mengecewakan Yunho. Aku tidak bisa memberikan satu hal yang selalu dia dambakan saat memulai rumah tangga denganku dan mengetahui jika aku memiliki rahim.

“Jae.” Suara Kyuhyun yang terdengar khawatir membangunkan aku dari semua ingatan tentang apa yang telah aku lalui. Aku menengadahkan kepalaku yang tidak aku sadari terus tertunduk untuk menatapnya. Aku melihat wajah cemas Kyuhyun yang menatapku sambil menanyakan apakah aku baik-baik saja.

“Aku baik kok, Kyu. Kenapa kau bertanya?”

“Karena kau menangis Jae.” Aku tersentak mendengar jawabannya. Aku menangis? Mendengar itu, aku menyentuh pipiku dan benar ada airmata yang membasahinya. Aku menangis tanpa sadar?

“Oh ini.. Mungkin aku kelilipan, Kyu..” ucapanku terhenti ketika aku rasakan jari Kyuhyun membelai lembut pipiku. Jari itu jugalah yang menghapus butiran airmata dari sudut mataku.

“Jika Heechul dan Jiyong disini, pasti kau akan dihajar habis-habisan oleh mereka Jae. Bisa-bisanya kau menangis karena iri padaku?! Padahal selama ini aku yang selalu iri pada kalian bertiga, terutama kau.” Sekali lagi aku tersentak karena perkataan Kyuhyun. Dia iri pada kami bertiga dan terutama aku? Padahal hidupnya sudah sempurna.

“Sudah aku bilang, tidak ada yang sempurna Jae.”

“Huh?” responku dengan pandangan penuh tanda tanya kepada Kyuhyun. Aku bingung kenapa sejak tadi Kyuhyun bisa menebak apa yang ada di dalam pikiranku.

“Makanya Jae, jangan melamun saat aku bicara. Kau ini.” sahutnya masih dengan senyumnya itu. Aku sedikit menghiraukan ucapannya yang masih saja memanggilku dengan nama dan ucapannya tentang rasa iri padaku karena rasa penasaran kenapa Kyuhyun bisa mengetahui isi pikiranku.

“Maksudmu Kyu? Aku tidak mengerti.” Kyuhyun tersenyum mendengar tanggapanku.

“Kau itu selalu tidak sadar mengatakan apa yang ada dipikiranmu jika sedang melamun.” Jelasnya.

“Eh?!” pekikku terkejut. Apakah selama ini aku seperti yang dikatakan oleh Kyuhyun tadi. Berarti selama ini aku tidak sadar selalu berbicara sendiri tentang apa yang terlintas dalam benakku. Pantas saja Yunho selalu tersenyum bahkan tertawa geli jika sedang berbicara serius denganku yang pada akhirnya tidak jadi serius karena Yunho yang sudah terpingkal-pingkal menanggapiku.

Kyuhyun tertawa kecil, mungkin karena raut wajahku yang terlihat aneh. Aku malu sekali karena baru menyadari kebodohanku itu. Ah! Bagaimana aku bisa berhadapan dengan Yunho lagi. Aku bisa merasakan pipiku panas karena malu. Aku menutup wajahku sambil menggelengkan kepalaku beberapa kali, membuat Kyuhyun semakin tertawa dengan keras.

Setelah tawanya sedikit reda, Kyuhyun lalu memanggil pengasuh Dongwook untuk membawa Dongwook pergi dan bermain dengannya. Ketika memastikan bahwa Dongwook aman bersama pengasuhnya, Kyuhyun kembali menatapku. Sedangkan aku sendiri sudah bisa mengendalikan diriku walau aku yakin masih ada semburat merah di pipiku.

Kami saling berpandangan sesaat sampai aku ingat kembali kata-kata Kyuhyun tentang rasa irinya terhadapku dan teman-teman kami. Bagaimana bisa Kyuhyun merasa iri terhadap aku dan Heechul juga Jiyong? Kehidupan Kyuhyun sudah sempurna. Dia tidak kehilangan apapun dalam hidupnya.

Seperti paham dengan pandangan mataku, Kyuhyun tersenyum kembali. Walau kali ini aku bisa melihat ada segurat kesedihan dalam matanya yang indah itu. Kyuhyun lalu beranjak mangambil sebuah amplop putih dengan logo rumah sakit terbesar di Negara ini dan menyerahkan kepadaku. Aku sekali lagi dibuat bingung oleh Kyuhyun. Untuk apa amplop ini dia berikan padaku? Namun aku hanya bisa menerima amplop tersebut tanpa berniat membukanya sampai aku mendengar Kyuhyun berbicara lagi.

“Aku akan buta pada saat usiaku 30 tahun Jae.” Sahut Kyuhyun tenang. Apa?! Buta?! Mendengar nada suaranya yang tenang seperti itu tidak mengurangi rasa keterkejutanku. Bola mataku membesar karena aku tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar. Kyuhyun akan buta saat dia mencapi usia 30 tahunnya? Bagaimana itu bisa terjadi.

“Aku terkena Glukoma, Jae. Sayangnya aku baru mengetahuinya saat penyakit ini tidak bisa disembuhkan lagi. Aku tahu bahwa aku akan buta sekitar 2 bulan yang lalu.” Jelasnya lagi dengan senyum mirisnya.

“Oh Kyu..” Aku segera pergi ketempat Kyuhyun dan memeluknya erat. Aku tidak bisa membendung airmataku lagi. Sahabatku sendiri akan menjadi buta dan tidak ada yang dia bisa lakukan untuk mencegah hal itu terjadi.

It’s okay Jae. I’m fine.”

No you’re not. Aku tahu sekarang kau sangat sedih Kyu. Mengapa hal seperti ini tidak kau beritahu lebih cepat? Aku ini sahabatmu!” seruku sedikit keras dan langsung melepaskan pelukanku karena rasa kesal terhadap Kyuhyun yang merahasiakan hal besar seperti ini. Mengapa dia tidak berbagi denganku atau Heechul dan Jiyong? Apa Siwon tahu akan hal ini?

“Jujur aku memang sedih Jae. Siapa yang tidak akan merasa sedih dan terpuruk jika mereka tahu mereka akan kehilangan salah satu bagian penting dalam hidupnya? Namun aku sudah bisa menerima semua ini karena Siwon.” Sahut Kyuhyun menjelaskan. Aku menatapnya sesaat dengan pandangan sayu. Butiran bening milikku masih setia menemaniku kala Kyuhyun bisa bersikap setegar sekarang. Sedetik kemudian, aku sadar bahwa Kyuhyun mengatakan dia sanggup menerima keadaannya karena Siwon. Berarti Siwon tahu akan hal ini.

“Siwon mengetahuinya Kyu?”

“Tentu saja Jae, dia suamiku. Jika bukan dia tonggak penyemangatku, siapa lagi. Siwonlah yang membuatku tegar menghadapi ini semua. Dia selalu berkata bahwa apapun yang terjadi padaku, aku tetaplah aku, istri tercintanya yang akan selalu mendampinginya sampai kami tua dan ibu dari anak-anak kami.” Jawab Kyuhyun sambil memasang senyum manisnya itu. Aku bisa melihat ada semburat merah saat dia menyinggung tentang Siwon.

Kyuhyun memang bukan orang yang mudah mengatakan perasaannya. Jadi jika dia sudah berbicara seperti tadi, itu artinya perasaan Kyuhyun sangat dalam pada Siwon. Aku yang mendengarnya pun ikut tersenyum karena melihat betapa bahagianya Kyuhyun dengan Siwon. Kyuhyun memandangku lagi dengan matanya yang sedikit menyipit.

Ah.. Kenapa aku baru menyadarinya. Beberapa bulan ini, Kyuhyun selalu menyipitkan matanya jika sedang menatap seseorang. Maafkan aku Kyu. Maafkan aku yang terlalu berkutat dengan masalahku sendiri. Padahal kau juga mempunyai masalah selayaknya aku, Heechul dan Jiyong. Aku menundukkan wajahku, malu karena tidak bisa bersikap sebagaimana seorang sahabat, namun Kyuhyun yang melihat tindakanku ini langsung meletakkan tangannya pada daguku dan mengangkat wajahku. Dia lalu mengusapkan jari-jarinya sekali lagi di kedua pipiku, menghapus bekas airmataku.

“Saat ini, aku sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Pandanganku sudah memudar seiring berjalannya waktu. Maka dari itu Jae, sebisa mungkin aku selalu bersama dengan Dongwook, denganmu, dengan Heechul, dengan Jiyong dan tentu saja dengan Siwon. Aku ingin mengukir wajah kalian dibenakku sehingga saat aku buta, aku masih mengingat seperti apa kalian.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba dengan tetesan airmata yang keluar begitu saja dari mata bulatnya itu, membuatku sadar bahwa dia sudah bercerita kembali. Sekarang akulah yang menggantikan dia mengusap pipi tembemnya itu. Aku sekali lagi menariknya dalam pelukanku. Aku mengusap lembut rambutnya, mengatakan padanya lewat sentuhanku bahwa aku selalu ada disaat dia membutuhkan aku. Dan aku yakin Heechul dan Jiyong juga akan bersikap yang sama.

So Jae, jangan menyerah. Sekarang kau memang belum diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk menjaga salah satu malaikat kecilnya, tapi percayalah suatu hari nanti kau bisa menjadi seorang ibu, Jae dan jika saat itu datang, kau akan menjadi ibu paling sempurna yang pernah ada.” Kyuhyun berkata pelan sambil membalas mengusap rambutku. Aku terharu dengan perkataannya. Aku mengerti sekarang bahwa yang aku butuhkan hanya kesabaran dan berdoa. Aku akan terus mencoba cara apapun agar aku bisa mempunyai keturunan dan tidak menyerah seperti kata Kyuhyun. Dan seperti kata Kyuhyun juga, aku pasti suatu saat memiliki malaikat kecil seperti malaikat kecil milik Kyuhyun dan Siwon. Aku juga yakin bahwa Yunho akan terus mendukungku seperti Siwon yang selalu mendukung Kyuhyun.

Menyadari itu semua, aku paham mengapa Kyuhyun mengatakan bahwa tidak ada yang sempurna. Kyuhyun sendiri yang kami anggap memiliki hidup yang sempurna ternyata menghadapi masalah yang sulit. Tidak ada satu jiwa pun di dunia ini yang tidak memiliki persoalan dalam hidupnya. Semua orang pasti memiliki kekurangan baik dari fisik maupun dari batin. Oleh karena itu, setiap orang pasti membutuhkan orang lain untuk bisa melengkapi hidup mereka, saling menutupi lubang kekurangan masing-masing.

Mengapa aku bisa lupa bahwa aku memiliki Yunho yang menjadi setengah bagian dari hidupku? Aku seharusnya tidak egois dan menganggap bahwa semua masalah harus aku sendiri yang mengatasi. Masalah rumah tangga kami harus kami benahi bersama. Dengan pemikiran baru ini, aku yakin aku sanggup menjawab setiap pertanyaan mertuaku dan sindiran keluarga besar Jung. Aku sanggup menghadapi jarum suntik dan apapun yang akan diberikan para dokter itu. Aku sanggup memandang Yunho karena apapun yang terjadi pada kami, kami memiliki satu sama lain, seperti Kyuhyun dan Siwon.

Ya itu yang akan terjadi dan aku hanya bisa berterima kasih pada Kyuhyun. Sahabatku yang sempurna namun tidak sempurna.

End Jaejoong P.O.V

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : This is me who reposted You’re My All. My bff, KIRA udah pergi liburan jadi Nao sendiri yang kudu repost FF Nao yang lama-lama.

Untuk update dan post FF baru, gomenasai Nao belum bisa. KIRA udah mention kalo Nao mau hiatus kan?! Jadi Nao beneran hiatus. Nao lagi ga ada mood sama sekali untuk nulis. Nao lagi seru2an jadi reader lagi seperti amazing readers. Bahkan Nao terkadang jadi siders (yg banyak dibenci sama penulis2 lain). Tapi apa boleh buat, Nao terkadang suka bingung mau komen apa, jadi sebagai tanda bahwa Nao menyukai tulisan para author keren itu, Nao biasanya subscribe, follow, atau favorite (tergantung situs).

Udinda, itu aja. Nao akan repost beberapa FF lagi setelah You’re My all.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements