Tags

, , , , , ,

Exceptional Poster( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Exceptional 8

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangteuk, Yunjae, Yesung, Krisho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster by the lovely and talented @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos everywhere, GS, AU, OOC, Rated M for language

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Siwonnie…” lirih Leeteuk yang tiba-tiba itu membuat Yunho sadar dari lamunannya dan segera mendekati Leeteuk.

“Umma.” Sahut Yunho lembut sembari membelai helaian rambut Leeteuk.

“Putra umma, Siwonnie…” igau Leeteuk terus menerus membuat Yunho tak kuasa menahan tangisnya. Masih dengan belaiannya, Yunho membisikan kata-kata di telinga Leeteuk.

“Umma tenang saja. Siwonnie sedang pergi sebentar, nanti dia akan kembali. Yunnie janji.” Bisik Yunho berbohong. Hal itu yang selalu dia lakukan sejak dua hari yang lalu. Yunho terpaksa berbohong karena dia takut Leeteuk kembali mengamuk dan melukai dirinya sendiri. Dan terbukti, setelah Yunho mengatakan demikian, deru nafasnya membaik dan Leeteuk kembali terlelap. Menyisakan Yunho yang hanya mampu menangis dalam diam dan berdoa bahwa keluarganya akan kembali utuh seperti saat dia masih kecil.

“Tuhan. Aku mohon kembalikan keluargaku. Kembalikan adikku. Siwon-ah… Maafkan hyung… Maafkan umma dan appa… Kembalilah…”

Yunho terus berdoa tanpa menyadari Kangin mendengar semua doanya. Pria itu menatap nanar Yunho dan Leeteuk sebelum dia menutup matanya sejenak, mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan.

Begitu Kangin membuka matanya, raut wajahnya menjadi lebih tenang dan tampak keteguhan hati disana. Kangin berbalik dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruang rawat istrinya tersebut. Kangin sudah menetapkan hati untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang penting yang harus dia lakukan sejak dulu. Dia harus berhasil bahkan jika nyawanya menajdi taruhannya. Dia harus berhasil.

Dia harus bisa membawa Siwon kembali ke keluarga mereka.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Seorang wanita tinggi semampai dengan tubuh seksi berisi terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri seolah dia sedang memastikan tidak ada yang menyadari keberadaannya. Lalu setelah dia merasa aman, wanita itu mengawasi sebuah gedung biasa yang merupakan kantor event organizer milik Kris Wu. Wanita itu berusaha agar tidak terlihat menyolok dengan kaos biru biasa dipadu dengan celana jeans panjang ketat dan dilengkapi dengan overcoat, kacamata hitam dan topi. Hanya saja meski dengan pakaian casualnya tersebut, wanita itu tetap tampak memukau dan itu membuatnya menjadi pusat perhatian.

“Apa lihat-lihat?!” omelnya kepada pejalan kaki yang menatapnya intens seakan-akan mencoba mengenali siapa wanita itu. Namun karena omelan galak dari sang wanita, membuat si pejalan kaki pergi tanpa berkata apapun.

“Orang aneh.” Gerutunya lalu kembali kepada kegiatan awalnya yaitu mengawasi gedung tadi.

Semenit.

Lima menit.

Tiga puluh menit.

Sampai satu jam dia menunggu, wanita itu baru melihat objek yang dia nantikan. Seorang pria tinggi dengan pakaian yang sama casualnya dengan wanita tersebut, kemeja putih lengan panjang yang digulung sampai siku, celana panjang jeans, lalu jas jeans hitam, tampak tampan dan membuat beberapa orang wanita selain dirinya sendiri mencuri pandang ke arah pria tersebut, berjalan menuruni tangga dan bermaksud pergi ke arah halte bus. Dia tidak menyadari tatapan menggoda dari wanita-wanita itu, tetapi satu orang sangat menyadarinya dan begitu marah sampai-sampai dia mengepalkan kedua tangannya geram.

“Dasar wanita-wanita jalang! Beraninya mereka menatap apa yang menjadi milikku!” umpatnya kesal ke arah wanita-wanita yang dia anggap tidak tahu malu menatap pria yang diakui sebagai miliknya tersebut.

Dengan langkah lebar, wanita itu menghampiri pria tersebut sebelum dia terlalu jauh dari jangkauannya. Dan begitu dia tiba, wanita itu langsung menghandang jalan sang pria. Pria tersebut tentu terkejut dengan tingkah sang wanita. Keterkejutannya di tambah dia tak bisa mendengar kedatangan sang wanita karena keterbatasannya.

“Kau itu sengaja menggoda wanita-wanita sialan itu ya?! Berpakaian menarik seperti ini! Ck!” decak wanita itu ketus. Matanya yang bulat memandang dengan marah ke arah pria itu namun sedetik kemudian dia mengedarkan pandangan ke arah beberapa wanita yang masih mencoba melihat sang pria.

Hands off bitches! He’s mine! Don’t stare at him like that or I’ll rip that ugly faces of yours! Get lost!” ancam wanita itu dengan lantang yang langsung membuat semuanya menghindar dari kedua manusia berbeda gender itu.

Sang pria menatap wanita itu dengan seksama setelah mengendalikan keterkejutannya. Pria yang ternyata Siwon itu memandang sosok wanita tersebut sebelum akhirnya mengenali siapa wanita tersebut. Dengan perlahan, Siwon menepuk bahu wanita itu agar dia memperhatikan Siwon.

“Kyuhyun-ssi.” Panggil Siwon melalui gerakan jarinya.

“Ah! Kau mengenaliku?!” teriak wanita yang ternyata adalah Kyuhyun itu dengan keras. Beruntung Siwon tak mampu mendengar teriakan Kyuhyun karena jika dia sanggup, pasti telinganya akan berdengung.

Siwon menatap Kyuhyun dan sedetik kemudian dia tersenyum geli dengan tingkah lucu Kyuhyun. Bagaimana tidak, Kyuhyun berusaha menutupi wajahnya dengan topi dan kerah overcoatnya walau pada kenyataannya hal itu sia-sia saja karena Siwon sudah mengenalinya.

Dengan lembut, Siwon mengambil alih tangan Kyuhyun yang memegang kerah overcoat dan terus menerus memperbaiki posisi topinya, untuk melepaskan dua benda itu. Siwon masih menggenggam tangan Kyuhyun sementara satu tangannya yang bebas mengambil kacamata hitam dari wajah cantik Kyuhyun sebelum tersenyum manis menampakan kedua lesung pipinya kepada Kyuhyun.

Wajah Kyuhyun memanas dan memerah karena perlakuan Siwon tersebut. Dia malu sehingga terpaku saja membiarkan Siwon mengambil kacamatanya kemudian topinya. Siwon sendiri melipat kacamata Kyuhyun sebelum memberikan kacamata dan topi yang dia ambil ke tangan Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya meski tatapannya tak pernah lepas dari wajah tersenyum Siwon.

“Apa yang Kyuhyun-ssi lakukan disini?” tanya Siwon. Kyuhyun masih diam karena terpesona dengan senyum Siwon. Siwon menghela nafas sebelum menggoyangkan tubuh Kyuhyun agar dia tersadar dari apapun yang membuatnya termangu.

“Eh?! Apa?!” ujar Kyuhyun sedikit kaget dengan goncangan Siwon. Siwon menatap kedua bola mata Kyuhyun lalu kembali bertanya hal yang sama.

“Apa yang Kyuhyun-ssi lakukan disini?” ulang Siwon lagi. Kyuhyun gelapan dengan pertanyaan dari Siwon tersebut hanya bisa memberikan senyuman kikuk.

“Kyuhyun-ssi?” Kyuhyun menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Siwon.

Tapi tunggu dulu. Bagaimana bisa Kyuhyun mengerti arti gerakan jari Siwon?

Itu karena Kyuhyun mulai belajar bahasa isyarat kepada Kris dan Suho. Kyuhyun butuh memperlajarinya agar bisa berkomunikasi dengan Siwon seperti sekarang. Meski untuk saat ini Kyuhyun belum selancar Kris ataupun Yesung, namun Kyuhyun sudah bisa mengerti hal-hal yang sederhana.

“Aku kesini menjemputmu.” Jawab Kyuhyun kembali dengan senyumannya. Dia tak perlu susah-susah menggerakan jarinya karena Siwon pasti bisa membaca gerak bibirnya. Kyuhyun hanya sesekali saja menggunakan bahasa isyarat jika dia merasakan itu diperlukan.

“Menjemputku? Kyuhyun-ssi, sudah aku katakan kau tidak perlu melakukan itu. Aku bisa pulang sendiri. Seharusnya aku yang mengantar Kyuhyun-ssi pulang. Ini sudah malam dan Kyuhyun-ssi wanita cantik yang…” Siwon menghentikan gerakan jarinya saat dia kelepasan memuji Kyuhyun. Dia tahu jika dia melakukan itu pasti Kyuhyun akan…

“Aw! Kau memujiku cantik. Manis sekali sayang. Kau juga sangat tampan Wonnie.” Gemas Kyuhyun lalu seakan dia lupa dengan rasa malunya di awal tadi, Kyuhyun mencubit hidung Siwon sebelum tiba-tiba mengecup bibir joker itu.

Siwon menutup mulutnya dengan sebelah tangan sambil berusaha mengendalikan wajahnya yang sudah memerah itu. Selalu seperti ini selama beberapa bulan terakhir sejak kasus Kyuhyun diusir dari kantornya karena mengacau. Kyuhyun akan mencuri cium darinya kerap kali Siwon memujinya.

Sejak peristiwa pengusiran itu, duo Kyuhyun dan Jaejoong akhirnya menyerah juga dengan kekeras kepalaan Siwon yang tak ingin bertemu dengan keluarga Jung. Lagipula, kesehatan Leeteuk lambat laun membaik meski wanita yang melahirkan Siwon itu menjadi lebih pendiam dan lebih sering mengurung dirinya di kamar, membuat Yunho dan Kangin semakin cemas dengan keadaannya.

Tapi itu hal lain yang dibicarakan nanti. Duo Kyuhyun dan Jaejoong memutuskan berhenti mengganggu Siwon dengan masalah keluarganya dan membiarkan Siwon mengambil keputusan sendiri.

Ya, mungkin untuk kasus Jaejoong, dia juga tidak mau mempermalukan dirinya sendiri setelah resmi menyandang marga Jung di depan namanya sebulan yang lalu. Jaejoong pun harus menerima kenyataan dan menelan kekecewaan ketika keinginannya untuk pernikahan antara dirinya dengan Yunho dapat dihadiri oleh keluarga lengkap kedua belah pihak harus kandas dengan ketidak hadiran Siwon. Jaejoong harus puas dengan kehadiran Kris dan Suho yang mewakili Siwon.

Lain Jaejoong, lain Kyuhyun. Wanita cantik itu memang menyerah meminta Siwon untuk bertemu dengan keluarga Jung tetapi dia tidak menyerah untuk mendapatkan hati Siwon. Model seksi itu benar-benar jatuh hati kepada pesona Siwon sampai tidak mempedulikan masalah keterbatasan yang dimiliki oleh Siwon dan apapun penghalang antara dirinya dan juga Siwon. Dia justru berusaha menghilangkan penghalang itu dengan berbagai cara seperti belajar berkomunikasi dengan penyandang cacat seperti Siwon. Kyuhyun bahkan mengajak Jaejoong, Yunho, Kangin dan Leeteuk untuk belajar walau untuk nama yang terakhir tidak seaktif nama lainnya.

Kyuhyun tahu dia mencintai Siwon dan ingin memiliki Siwon sebagai pasangannya. Bagi Kyuhyun, apa yang dia inginkan harus dia dapatkan.

“Kalau Wonnie berbaik hati mengantarkan aku, aku sangat senang.” Sahut Kyuhyun dengan memasang senyum termanisnya. Hilang sudah semua rasa malu model cantik itu berganti dengan keagresifan untuk mendekati Siwon.

Siwon pun hanya bisa mematung menatap Kyuhyun. Dia tidak menduga model yang selalu dia kagumi itu memiliki sifat yang bertolak belakang dengan apa yang ada dibenaknya selama ini. Siwon dulu menganggap Kyuhyun adalah model anggun, feminine dan lemah lembut. Tapi setelah mengenal lebih jauh, Kyuhyun memiliki sifat tangguh, berpendirian kuat, spontan, usil namun Siwon bisa merasakan kehangatan dan keakraban dari diri wanita yang terkesan angkuh itu.

“Sudah. Lupakan soal tadi. Kau terima saja tawaranku kali ini. Aku bawa mobil sehingga tak masalah jika aku pulang agak malam. Ayo.” Ajak Kyuhyun sembari menarik tangan Siwon untuk ikut ke mobilnya.

Siwon hendak menolak namun entah kenapa, Siwon tak rela melepas tangan Kyuhyun yang menggenggamnya. Ada perasaan hangat yang menjalar dari tangan itu sampai ke hatinya. Siwon baru kali ini merasakan kehangatan yang seperti itu. Apa ini tanda-tandanya Siwon pun sudah mulai mencintai Kyuhyun yang begitu berbeda darinya?

.

.

.

“Kyuhyun-ssi, bukankah kau akan mengantarkan aku pulang?”

“Memang.”

“Lalu kenapa kita bisa berada di tempat ini? Apa tujuanmu membawaku kesini?”

“Tidak ada tujuan apapun. Aku hanya ingin berada disini, bersamamu.”

Siwon tak lagi menggerakan jarinya untuk bertanya kepada Kyuhyun mengapa dia membawa bukit yang tak jauh dari kediaman keluarga Jung. Siwon awalnya curiga dengan tujuan Kyuhyun membawanya kemari karena ingin mempertemukannya lagi dengan keluarga Jung, namun begitu Kyuhyun mengatakan kalimat itu, Siwon hanya terdiam dan membiarkan Kyuhyun menatapnya lalu kembali menatap pemandangan lampu kota yang terlihat indah dari atas bukit itu.

Keduanya terdiam menikmati kesunyian malam itu sampai Kyuhyun tiba-tiba menggenggam tangan Siwon. Siwon tersentak dengan genggaman itu disamping mendekatnya tubuh Kyuhyun sehingga bahu mereka berdua bersentuhan.

Kyuhyun memanglingkan pandangannya dari pemandangan lampu kota dan menatap dalam ke dua bola mata hitam milik Siwon. Siwon pun memandang balik ke arah iris coklat Kyuhyun. Keduanya seperti tersihir oleh tatapan masing-masing dan tanpa sadar mendekatkan wajah mereka sampai hanya terpisah beberapa senti sebelum Kyuhyun tersenyum dan menghapus jarak itu dengan menempelkan bibirnya ke bibir Siwon.

Keduanya saling merapatkan kelopak mata dan menikmati ciuman pertama yang bukan merupakan ciuman curian namun berasal dari kemauan kedua belah pihak. Ciuman manis yang hanya saling menempelken bibir tanpa ada niat untuk melakukan lebih dari itu. Ciuman yang dilandasi dengan rasa sayang dan bukan nafsu.

Kyuhyun yang terlebih dahulu melepaskan tautan bibir mereka walaupun sedetik kemudian dia menempelkan dahinya dengan dahi Siwon sembari ibu jarinya membelai pipi Siwon. Lama keduanya dengan posisi seperti itu sampai Kyuhyun menjauh untuk menatap Siwon dan mengatakan sesuatu.

“Aku mencintaimu.”

“…”

“Aku mencintaimu Siwon.” Ungkap Kyuhyun tulus. Kyuhyun menunggu dengan sabar jawaban dari Siwon. Dia tahu bahwa mungkin Siwon masih bimbang dengan perasaannya sendiri tapi tak mengapa, karena Kyuhyun tahu lambat laun Siwon akan mengembalikan perasaannya sama sepertinya. Kyuhyun yakin itu ditambah dengan ciuman yang baru saja mereka bagi.

Siwon menatap Kyuhyun dan memikirkan lagi semua hal yang dia lalui bersama Kyuhyun. Walau awalnya Siwon sedikit risih dengan sikap Kyuhyun yang begitu terbuka dan apa adanya, tetapi Siwon bisa merasakan bahwa dia begitu nyaman dengan Kyuhyun. Siwon merasa menjadi dirinya sendiri ketika bersama dengan Kyuhyun. Tidak ada Siwon yang takut dengan pandangan orang lain. Tidak ada Siwon yang enggan berinteraksi dengan orang lain jika tidak perlu. Siwon merasa bebas jika bersama dengan Kyuhyun dan jika wanita itu tidak menemuinya, Siwon merasa kesepian.

Siwon tersenyum saat menyadari Kyuhyun sudah menjadi bagian dari hidupnya dan itu dia lakukan hanya dalam waktu sekejap mata.

Siwon lalu menggenggam balik tangan Kyuhyun, membuka telapak tangannya dan menuliskan kata-kata di telapak tangan mulus itu.

“Aku juga mencintaimu.” Lalu Siwon memeluk tubuh Kyuhyun dengan lembut namun cukup erat. Kyuhyun sendiri hanya terpaku tak tahu harus bagaimana menghadapi apa yang baru saja terjadi.

Siwon menerima cintanya. Siwon menerima cintanya. Siwon menerima cintanya.

Kalimat tersebut terus terulang di benak Kyuhyun sampai dia tak sadar telah meneteskan airmata bahagia. Kyuhyun pun memeluk balik Siwon sambil berkata,

“Terima kasih.”

Kyuhyun tahu meski Siwon tidak bisa mendengarnya tapi dia bisa merasakan rasa terima kasih yang disampaikan oleh Kyuhyun.

Tampaknya perjuangan Kyuhyun tidak berakhir sia-sia.

.

.

.

Suara denting piano itu memecah kesunyian di dalam sebuah kamar yang sederhana namun terkesan rapi dan nyaman. Semua orang yang mendengarnya pasti akan terbuai dengan alunan musik yang indah itu. Ya, semua orang kecuali mereka yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran, seperti Siwon.

Alunan musik itu tak mungkin terdengar olehnya, tidak dengan kedua telinganya yang cacat. Hanya saja, Siwon masih bisa mengingat, merasakan alunan musik yang dulu pernah dibawakan oleh sang bunda. Alunan musik dari baby grand piano yang selalu menghibur Siwon kecil kala dia sedih atau merasa kesal.

“Siwon-ah.” Panggilan disertai tepukan ringan di bahunya meyadarkan Siwon dari lamunannya. Pria itu menoleh ke belakang dan menemukan Yesung tersenyum kepadanya.

“Kau mendengarkan rekaman permainan piano Leeteuk-ssi lagi? Kau sudah lama tidak mendengarkannya.” Ujar Yesung dengan beberapa gerakan jarinya.

“Aku hanya sedang ingin saja appa.” Balas Siwon tenang walau dia sedikit terkejut Yesung memergokinya mendengarkan rekaman permainan piano Leeteuk. Siwon mencoba tersenyum lalu berdiri dan berjalan mendekati playernya dan mematikan musik yang mengalun di kamarnya tersebut.

Yesung menatap semua gerak-gerik Siwon yang sekarang pura-pura menyibukkan dirinya dengan melihat-lihat buku tentang fotografi. Yesung menghela nafas panjang sebelum menghampiri Siwon dan menepuk bahunya sekali lagi.

“Kau merindukan ummamu?” tanya Yesung langsung. Bukan tanpa alasan dia bertanya demikian. Sudah lebih dari tiga bulan sejak peristiwa percobaan bunuh diri Leeteuk dan dalam tiga bulan itu juga Siwon sama sekali tidak mau menemui keluarganya. Siwon seolah menutup dirinya dari semua hal yang berhubungan dengan keluarga Jung.

Tidak ada perkembangan yang berarti kecuali putra angkatnya tersebut sekarang memiliki kekasih meski Yesung sedikit belum rela merestui hubungan antara Siwon dan Kyuhyun. Yesung tak habis pikir mengapa diantara beberapa wanita yang sempat menaruh hati kepada Siwon, pilihan Siwon justru jatuh kepada Kyuhyun.

Namun, Yesung tidak berkata apapun ketika Siwon memberi tahunya dua hari yang lalu. Bagi pria yang tak menikah itu, kebahagiaan Siwon yang paling utama. Jika Kyuhyun bisa terus membuat senyum indah itu terukir di wajah Siwon maka Yesung tidak keberatan sama sekali.

Yesung pun juga senang saat dia melihat Kyuhyun sama sekali tidak mau ikut campur dalam masalah antara Siwon dengan keluarga Jung. Yesung bisa melihat Kyuhyun berusaha bersikap tidak memihak siapa pun. Kyuhyun pernah mengatakan kepada Yesung bahwa dia akan mendukung semua keputusan yang diambil oleh Siwon. Yesung tertawa geli mendengarnya. Sepertinya Siwon benar-benar sudah menaklukkan wanita yang terkenal galak dan kuat itu.

Hubungan antara Jaejoong dan Siwon pun tidak memiliki kendala sama sekali. Mereka berteman baik karena selain Jaejoong yang memang ramah, persahabatan antara Jaejoong dan Kyuhyun juga merupakan salah satu faktor yang membuat Siwon menerima dengan lapang dada persahabatan yang ditawarkan oleh Jaejoong. Terlebih lagi Jaejoong tidak pernah mengungkit keinginannya untuk Siwon bertemua dengan Yunho, suaminya.

Hah… Yunho. Mengingat nama itu, pikiran Yesung melayang kepada Kangin dan tentunya Yunho juga. Kedua pria bermarga Jung itu tak pernah absen untuk datang ke apartemen mereka hanya untuk meminta tolong kepadanya agar mempertemukan mereka dengan Siwon.

Awalnya Yesung menolak keinginan mereka. Namun lambat laun, Yesung pun lelah menolak keduanya terus menerus. Bukan karena iba akan tetapi karena Yesung berpikir jika Siwon mau bertemu dan bicara empat mata dengan keduanya, menegaskan batasan antara dia dan keluarga Jung, maka Yunho dan Kangin tidak akan mengganggu Yesung dan Siwon.

Paling tidak Siwon mendengarkan apa yang akan mereka sampaikan sebagai pembelaan atas apa yang terjadi di masa lalu. Bagi Yesung, sudah saatnya Siwon mengetahui alasan mengapa dulu dia dikucilkan oleh keluarganya sendiri. Yesung sendiri sudah mengetahui ketika Kangin mengajaknya bicara dan dia cukup terkejut karena dia berpikir bahwa Kangin dan Leeteuk memang kejam karena menelantarkan anak kandungnya sendiri. Dia tidak pernah menduga jika ada campur tangan kakek Siwon sampai sedemikian rupa.

Tetapi, tetap saja. Bagi Yesung tidak ada pembenaran atas apa yang telah dilakukan oleh Kangin, Leeteuk dan juga Yunho kepada Siwon. Mereka bertiga salah karena lebih memilih mengikuti kemauan kakek Siwon dan bukannya melindungi Siwon dengan cara lain yang lebih manusiawi.

Walau demikian, sekali lagi tidak ada salahnya jika Siwon mengetahui yang sebenarnya. Mungkin saja, kebenaran itu akan mencairkan hati Siwon yang beku untuk keluarga Jung. Hanya saja, bagaimana bisa Kangin atau Yunho bercerita jika Siwon tak mau menemui mereka.

Sebuah tepukan di bahu Yesung membuyarkan semua lamunannya. Yesung menyadari dirinya melamun saat sedang berdiri di dekat Siwon.

“Appa? Appa baik-baik saja?” tanya Siwon dengan bahasa isyarat. Yesung tersenyum sebelum mengangguk dan membalas.

“Appa baik-baik saja. Maaf appa melamun.”

“Apa yang appa lamunkan? Bukankah tadi appa menanyakan sesuatu kepadaku?”

“Appa hanya sedang memikirkan keluarga Jung Siwon-ah.”

“Memikirkan keluarga Jung? Untuk apa appa Memikirkan keluarga Jung? Tidak biasanya.” Yesung tersenyum melihat gerakan tangan Siwon dan bukannya menjawab, Yesung justru mengalihkan pembicaraan.

“Siwon-ah.”

“Apa?”

“Kau merindukan ummamu?” ulang Yesung dengan pertanyaan yang telah dia sampaikan tadi. Siwon sendiri hanya diam ketika dia mengartikan gerakan tangan Yesung. Dia tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan itu.

“Jujurlah.” Ucap Yesung lagi dan kali ini menatap lurus ke bola mata hitam milik Siwon, berusaha mencari jawaban jujur dari putra angkatnya tersebut.

Siwon terdiam cukup lama dan Yesung menanti jawaban Siwon dengan sabar sampai lengkungan di bibirnya terukir kembali ketika anggukan Siwon menjadi jawaban pasti atas pertanyaannya.

“Kalau kau merindukannya, kenapa kau tetap tidak mau menemuinya?”

“Aku takut.”

“Takut?”

“Aku takut harapan itu akan timbul lagi jika pada akhirnya harapan itu hampa.”

Yesung menghela nafas lagi sebelum menganggukan kepalanya, mengerti perasaan Siwon. Sungguh sulit untuk bisa menerima perlakuan berbeda dari yang pernah diterima selama bertahun-tahun.

“Siwon-ah…” belum sempat Yesung mengatakan pendapatnya kepada Siwon, bel apartemen mereka berbunyi. Yesung mendengus kesal karena terganggu dengan siapa pun yang menekan bel apartemen mereka. Yesung dan Siwon lalu sama-sama beranjak ke pintu depan untuk melihat siapa yang datang.

Begitu sampai, Yesung segera melihat siapa yang datang melalui lubang di tengah pintu. Mata Yesung membulat terkejut ketika melihat Kangin yang tampak panik akan sesuatu. Yesung kemudian menoleh ke arah Siwon dan menggerakkan jarinya.

“Kangin.”

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Please don’t kill me. Yeah, yeah… I know. Katanya mau hiatus kan tapi kenapa sekarang post FF lagi?! Maksud hati sih maunya begitu, tapi dari kemarin, lebih tepatnya sejak ada kasus yang mengcopy paste FF Nao oleh seseorang yang merasa itu FF miliknya, Nao jadi gatel mau nulis lagi. So… Jadinya update Exceptional…

Gomenasai kalo alurnya jadi kecepatan, Nao lagi ga mood nyiksa Siwon ataupun Kyuhyun. Enjoy wonkyu moment abal2 buatan Nao yak ^^v

Mungkin setelah ini Nao baru beneran hiatus, soalnya udah akhir tahun. Kerjaan lagi banyak cin…

Udah itu aja ya. Semoga suka dan jangan lupa tinggalkan jejak. Satu komen saja dari amazing readers sudah merupakan penyemangat buat Nao. Apalagi kalo banyak… Wuih… Dae to the bak…

Gomenasai lagi untuk typos dan kegajean FF ini (udah biasa lah ya XD)

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements