Tags

, , , , , , ,

Exceptional Poster

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Exceptional 9

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangteuk, Yunjae, Yesung, Krisho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster by the lovely and talented @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos everywhere, GS, AU, OOC, Rated M for language

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Siwon-ah.”

“Apa?”

“Kau merindukan ummamu?” ulang Yesung dengan pertanyaan yang telah dia sampaikan tadi. Siwon sendiri hanya diam ketika dia mengartikan gerakan tangan Yesung. Dia tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan itu.

“Jujurlah.” Ucap Yesung lagi dan kali ini menatap lurus ke bola mata hitam milik Siwon, berusaha mencari jawaban jujur dari putra angkatnya tersebut.

Siwon terdiam cukup lama dan Yesung menanti jawaban Siwon dengan sabar sampai lengkungan di bibirnya terukir kembali ketika anggukan Siwon menjadi jawaban pasti atas pertanyaannya.

“Kalau kau merindukannya, kenapa kau tetap tidak mau menemuinya?”

“Aku takut.”

“Takut?”

“Aku takut harapan itu akan timbul lagi jika pada akhirnya harapan itu hampa.”

Yesung menghela nafas lagi sebelum menganggukan kepalanya, mengerti perasaan Siwon. Sungguh sulit untuk bisa menerima perlakuan berbeda dari yang pernah diterima selama bertahun-tahun.

“Siwon-ah…” belum sempat Yesung mengatakan pendapatnya kepada Siwon, bel apartemen mereka berbunyi. Yesung mendengus kesal karena terganggu dengan siapa pun yang menekan bel apartemen mereka. Yesung dan Siwon lalu sama-sama beranjak ke pintu depan untuk melihat siapa yang datang.

Begitu sampai, Yesung segera melihat siapa yang datang melalui lubang di tengah pintu. Mata Yesung membulat terkejut ketika melihat Kangin yang tampak panik akan sesuatu. Yesung kemudian menoleh ke arah Siwon dan menggerakkan jarinya.

“Kangin.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Kangin.”

“Kangin appa?” ulang Siwon dan ditanggapi oleh anggukan oleh Yesung. Tetapi, beberapa detik setelahnya, Yesung mengerutkan kedua alisnya ketika Siwon mengatakan itu dengan gerakan jarinya. Yesung kemudian tersenyum kecut. Dia mengerti seberapa benci dan kecewanya Siwon kepada keluarga kandungnya, di lubuk hati terdalam anak angkatnya tersebut, Siwon masih sangat menyayangi keluarganya. Hati kecil Siwon masih mendamba pengakuan dari kedua orang tuanya dan kakak semata wayangnya tersebut.

“Siwon apa kau sadar kau tadi memanggilnya appa.” Ucap Yesung pelan sambil menepuk bahu Siwon dan meremasnya sedikit.

“…” Siwon membelakakan kedua matanya, terperangah dengan dirinya sendiri yang tak sadar telah menyebut Kangin sebagai appa dan bukan tuan Jung seperti yang biasa dia lakukan.

“Kau ini.” Gelak Yesung sambil mengacak rambut Siwon dengan sayang. Yesung harus mau menerima bahwa selain dirinya, Siwon masih membutuhkan Kangin, Leeteuk dan Yunho, meski Siwon sendiri tidak mau mengakuinya.

“Siwon-ah.”

“…”

“Appa sayang padamu, Siwon-ah.”

“Aku juga sayang appa.”

“Appa ingin kamu menjadi lelaki yang baik. Putra appa yang bisa diandalkan dan dibanggakan.”

“…”

“Appa juga ingin agar kamu bisa menjadi anak yang berbakti.”

“Aku ingin berbakti kepada appa.”

“Appa senang mendengarnya. Tapi, bukan hanya appa seorang yang menjadi orang tuamu bukan?!”

“Maksud appa?”

“Temuilah appamu. Temuilah Kangin.”

“…”

“Siwon-ah. Appa mengerti perasaanmu dan appa pun merasakannya. Kau kecewa, sedih, terluka mungkin kau dendam dengan keluargamu. Tapi appa rasa semua itu hanya membuat hatimu semakin hampa. Appa tidak bilang kau harus memaafkan dan menerima mereka sekarang juga, kau bisa mulai sedikit demi sedikit dan jika kau sudah menemukan keberanian untuk memandang mereka dan memaafkan perbuatan mereka, maka kau akan merasakan ketenangan nak.”

“…”

“Siwon-ah.”

“Lalu bagaimana dengan appa?”

“Apa maksudmu?”

“Apa appa tidak keberatan aku menemui mereka? Apa appa tidak akan marah jika aku menerima mereka? Apa appa rela aku pergi dan kembali pada mereka?”

“Siwon-ah.”

“…”

“Apa kamu menyayangi appa?”

“Sangat.”

“Jadi appa tidak perlu cemas ketika kamu memilih kembali kepada keluarga kandungmu. Appa tidak akan takut karena appa tahu…”

“…”

“Appa tahu bahwa selamanya appa memiliki tempat disini.” Ucap Yesung sambil menunjuk dada Siwon. Ucapan itu dan senyum tulus Yesung membuat Siwon terharu. Dia merasa begitu dicintai dan hal itu membuatnya memutuskan apa yang menurutnya baik.

“Appa.”

“Hm?”

“Aku akan menemui mereka.” Yesung tersenyum mendengar keputusan Siwon walau dia tidak memungkiri bahwa hatinya sedih karena kemungkinan Siwon pergi dari hidupnya. Namun Yesung menyadari setelah beberapa bulan ini bahwa dia tak bisa memisahkan seorang anak dengan keluarganya. Dia tidak ingin Siwon menjadi seseorang pendendam.

Tidak.

Bukan itu yang Yesung kehendaki ketika dia membawa pergi Siwon dari keluarga Jung. Yesung membawa Siwon pergi agar dia tidak mengalami hal yang menyakitkan untuk kesekian kalinya. Yesung membawanya pergi karena ingin Siwon tumbuh menjadi pria yang baik. Yesung membawa Siwon pergi karena dia ingin Siwon bahagia dengan tetap memiliki hati yang putih dan tak tercemar oleh kemarahan dan dendam. Meski Yesung tidak menampik dirinya pun masih marah kala melihat Kangin, Leeteuk, dan Yunho. Biar bagaimana pun Yesung hanya manusia biasa yang tak luput dari emosi.

Ya, Yesung memikirkan bahwa setelah tidak berhubungan lagi dengan keluarga Jung maka hidup Siwon dan hidupnya akan tenang. Dia yakin Siwon tidak akan tercemar dengan cara kejam keluarga Jung. Yesung berpikir demikian. Akan tetapi dia salah menduga. Setelah tahu apa yang dilakukan oleh keluarga Jung adalah karena terpaksa, Yesung berpikir lain. Semua hal negatif yang dia rasakan kepada keluarga Jung, perlahan berganti dengan perasaan iba dan miris. Yesung tidak menduga bahwa Kangin dan Leeteuk harus membunuh perasaan dan kasih sayang mereka sendiri terhadap Siwon demi keselamatannya.

Alasan itulah yang membuat Yesung membuka hatinya dan dia berharap Siwon pun bisa membuka hatinya.

Dan hari itu datang juga. Siwon mau membuka hatinya dengan mengambil langkah mau menemui keluarga mereka.

“Putra appa memang yang terbaik.”

“Aku akan menemui mereka, mungkin berbicara sedikit dengan mereka mencoba memahami semua tidakan mereka di masa lalu, tapi…”

“Tapi apa?”

“Tapi aku selamanya akan bersama Yesung appa. Aku akan tinggal bersama Yesung appa selama aku bisa, selama Yesung appa mengijinkan aku untuk berada disisi appa. Bolehkah appa?”

Yesung terpana dengan perkataan Siwon tadi. Hatinya begitu bahagia dengan apa yang baru saja disampaikan oleh putra angkatnya itu. Yesung merasa senang dan bangga dengan Siwon yang menurutnya telah menjadi pria yang baik.

Yesung mengangguk sebelum kembali menepuk bahu Siwon.

“Selama yang kamu Siwon-ah. Selama yang kau mau.”

“Terima kasih appa.”

“Nah, sekarang kita temui appa kandungmu.” Ujar Yesung sambil membuka kunci pintu dan melebarkan daun pintu apartemennya untuk mempersilahkan Kangin masuk.

.

.

.

“Tuan Jung.” Sapa Yesung setelah dia membukakan pintu apartemennya. Yesung hanya membuka sedikit pintu tersebut sehingga Siwon tidak terlihat oleh Kangin.

“Boleh aku bertemu dengan Siwon, Yesung-ah?” tanya Kangin sedikit buru-buru dan terlihat jelas kepanikan dari raut wajahnya. Yesung lalu mengangguk dan membuka lebar pintu apartemennya sehingga menampakkan sosok Siwon.

“Siwon.” Lirih Kangin ketika melihat putra bungsunya tersebut. Siwon sendiri bisa membaca gerak bibir Kangin yang mengucapkan namanya. Dia lalu meminta Yesung untuk menerjemahkan semua perkataannya kepada Kangin.

“Ada keperluan apa?” tanya Siwon singkat. Dia memandang Kangin dengan tatapan penuh tanda tanya dan jika boleh dibilang sedikit cemas karena kepanikan yang ditampilkan oleh Kangin.

“Nak, appa mohon. Temui ummamu. Dia sakit parah. Dia tidak mau makan, tidak bisa tidur karena mimpi buruk, dia selalu memanggil namamu. Appa mohon, datanglah menjenguk ummamu. Appa mohon.”

“…”

“Siwon-ah… Appa… appa tahu kau marah dan kecewa dengan appa dan umma juga hyungmu. Tapi appa mohon temuilah ummamu. Ummamu… ummamu…”

“…”

Kangin menjadi semakin panic ketika Siwon terus diam. Dalam benaknya dia mengira Siwon akan kembali menolak permintaannya padahal Siwon saat ini sedang menguasai keterkejutannya ketika mendengar kondisi sang umma. Siwon sendiri sudah berdamai dengan hatinya dan memutuskan untuk menemui Leeteuk.

Akan tetapi kebisuan Siwon dianggap lain oleh Kangin. Dia menjadi tak karuan dan tiba-tiba memegang lengan Yesung sambil memohon kepadanya.

“Yesung-ah… Aku tahu aku salah, tapi aku mohon bujuklah Siwon untuk menemui Leeteuk. Dia sakit parah Sungie. Aku mohon…”

“Kangin…” dalam kepanikannya, lirihan Yesung diartikan berbeda oleh Kangin. Kekalutan otaknya menyebabkan Kangin berasumsi yang terburuk bahwa keduanya tidak mau menerima permintaan maafnya apalagi keinginannya.

Dalam kondisi seperti itu, Kangin hanya terbersit satu solusi, dan itu adalah…

“Apa jika appa mati kau baru mau menemui ummamu, Siwon-ah?”

“!!!”

“Baik. Jika itu bisa mengurangi rasa sakit hatimu, akan appa lakukan. Appa akan lakukan apapun demi melihatmu bahagia.” Ucap Kangin dengan senyum paling tulus namun sendu yang pernah dia berikan untuk Siwon. Lalu setelah dia berkata demikian, Kangin langsung berlari keluar dari gedung apartemen itu, menuju jalan raya.

“Kangin!!” teriak Yesung terperanjat dengan sikap Kangin. Dia tidak menyangka Kangin akan berbuat nekad seperti ini.

“Appa! Kita harus mengejar Kangin appa!”

“Ayo!” ajak Yesung dan keduanya langsung mengejar Kangin.

Mereka berdua akhirnya menemukan Kangin berdiri di pinggir jalan dekat lampu lalu lintas. Lampu itu berwarna hijau untuk pejalan kaki dan berwarna merah untuk kendaraan yang melintas. Seharusnya jika Kangin ingin menyebrang, dia bisa melakukannya. Namun Kangin hanya berdiri saja disana, menatap lurus ke depan.

“Kangin!! Jangan bodoh!! Kau tidak perlu berbuat sejauh ini!!” teriak Yesung cemas dengan apa yang akan dilakukan oleh Kangin. Yesung paham situasi ini. Yesung tahu Kangin saat ini serius dengan ucapannya untuk mati.

Siwon pun membelakakan matanya menatap situasi di depannya. Dia memang belum bisa memaafkan Kangin, namun tidak pernah terbersit sama sekali di benaknya agar Kangin mati dan menghilang dari hidupnya.

Siwon berjalan perlahan menuju Kangin. Dia ingin menghentikan tindakan putus asa Kangin. Dia tidak mau Kangin mati.

Sementara Kangin, dia memanglingkan pandangannya dari jalan di depannya dan menatap Yesung dan Siwon sampai tatapannya dipusatkan kepada Siwon. Ayah dua anak itu tersenyum pilu sebelum membalas perkataan Yesung.

“Tidak Sungie. Aku rasa inilah yang terbaik. Putraku akan memaafkan semua yang pernah kami lakukan jika aku menghilang. Dia akan mau menemui ummanya jika appanya yang kejam ini tidak ada lagi dalam hidupnya. Dia pasti bahagia dengan kepergianku.”

“…”

“Benar begitu bukan Siwon-ah?!”

“…”

“Maafkan appa nak. Appa memang appa yang jahat tapi appa begitu menyayangimu. Appa rela melakukan apa saja asalkan kau selamat meski itu membuatmu membenci appa.”

“!!!”

“Selamat tinggal Siwon-ah.” Dan dengan perkataan itu, Kangin meloncat ke jalan raya yang telah penuh oleh kendaraan yang melintas sejak lampu merah itu berubah menajdi hijau.

Sementara Siwon mencoba menggapai Kangin, Yesung hanya mampu berteriak…

“KANGIN!!!”

.

.

.

Kyuhyun berlari secepat yang dia bisa. Wanita cantik itu tidak menghiraukan sama sekali teriakan dan teguran dari semua orang yang dia lewati di koridor rumah sakit tersebut. Pikirannya hanya satu.

Siwon.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : I’ve had a very bad day today and that made me lash out to my fics. I hope you guys will understand and keep supporting me. And if you don’t, I won’t force you.

Sorry for the grammatical mistake, typos, shortness of this chapter, password and all that I haven’t mention. Maybe when my anger is dissolving in a way, I will remove the password.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements