Tags

, , , , , , , ,

Title : Behind The Scene “Why My Family Has To Be A Yakuza” 2

Pairing/Chara : Wonkyu, Krisho, Kangmin, Yunjae, Minho

Disclaimer : All casts are belong to their self, a bit of their agency and full credit to God

Inspired : My own little world

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, BL, Attempt humor, OOC, AU (definitely)

Summary : Hanya tentang imajinasi Nao yang terlalu jauh dari kenyataan, so jangan diambil hati okay…

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Kembali terdengar tepuk tangan yang meriah dan bunyi shutter camera dari para pencari berita itu. Mereka mengabadikan sosok Joonmyeon, Yifan dan Minho untuk menjadi headline dalam media mereka.

Setelah tepuk tangan riuh itu mereda, Shindong mengambil alih lagi alur acara itu.

“Mohon anda semua memperkenalkan diri dan peran anda dalam drama ini.” Pintanya bersemangat.

“Selamat malam, Saya Kim Joonmyeon berperan sebagai Choi Suho, adik kembar dari Choi Minho. Mohon dukungannya.”

“Malam. Wu Yifan. Berperan sebagai Kris Wu. Bodyguard dan kekasih dari Choi Suho.”

“Sss… Selamat ma…malam. Perkenalkan ss…saya… Um… Saya Choi Minho berp… berperan sebagai Ch…Choi Minho. Mm…mohon duk…duku…dukungannya! Tt…terima kasih!”

“Malam. Choi Siwon sebagai Choi Siwon, berperan sebagai ayah dari si kembar dan pemimpin kelompok yakuza ‘Ohara’”

“Selamat malam. Perkenalkan saya Choi Kyuhyun, berperan sebagai ibu dari si kembar dan istri dari Choi Siwon. Mohon dukungannya.” Ucap Kyuhyun yang disambut tepuk tangan oleh pada hadirin.

“Selamat malam. Saya Jung Yunho. Saya berperan sebagai kakak dari Kyuhyun dan suami dari Jaejoong.”

“Malam semuanya. Saya Kim Jaejoong. Berperan sebagai Jung Jaejoong, istri dan kakak ipar dari Kyuhyun. Sekaligus kepala dari kepolisian daerah selatan. Mohon dukungannya.”

“Selamat malam. Perkenalkan, Kim Youngwoon. Berperan sebagai Kim Kangin.”

“Malam. Lee Sungmin. Berperan sebagai Kim Sungmin.” Sapa Sungmin mengakhiri acara perkenalan para pemeran. Shindong pun dengan sigap mengambil alih acara tersebut dan melanjutkannya ke segmen berikutnya.

“Terima kasih atas perkenalannya dari para aktor dan aktris “Why My Family Has To Be A Yakuza” ini. Agenda selanjutnya adalah saya akan mengenalkan Sutradara dan Penulis Cerita ini yang sayang sekali tidak bisa hadir di tengah-tengah kita karena suatu hal, Naoko-ssi.” Ucap Shindong sebelum dilanjutkan dengan,

“Baik, selanjutnya saya persilahkan kepada para wartawan untuk mengajukan pertanyaan.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Argh! Lelah sekali!” geram Choi Siwon setelah beberapa jam menanggapi pertanyaan-pertanyaan para pencari berita di press conference tadi. Dia langsung mendudukan dirinya di salah satu sofa ruang tunggu para artis dan meletakan kepalanya di sandaran sofa tersebut. Tangan kanannya kemudian sibuk merogoh saku celananya untuk mencari rokok dan pematiknya dan ketika Siwon tidak menemukannya dia semakin kesal. Siwon baru ingat kedua benda kesayangannya itu disita oleh istri tercintanya tadi pagi.

Siwon berdecak dan mulai mengumpat sana sini, tidak menghiraukan tatapan takut artis lain dan kru yang tidak pernah bekerja sama dengan Siwon. Sementara mereka yang sudah sering berinteraksi dengan aktor papan atas itu sudah hafal benar sikap dan kebiasaan kasar dari Siwon. Mereka tahu meski Siwon tergolong kasar namun dia memiliki hati yang lurus dan baik.

“Letih sayang?” tanya Kyuhyun sambil menyodorkan handuk basah untuk mengusap peluh di kening Siwon. Handuk itu diterima oleh Siwon dan tak lupa Siwon membalas perlakuan Kyuhyun dengan senyum maut pria bermarga Choi itu. Kyuhyun pun lalu menempatkan dirinya di samping Siwon dan mulai membelai rambut suami tercintanya itu dengan sayang. Dia tahu belaiannya akan membuat sang suami merasa lebih tenang dan jinak.

“Sangat! Si Nao sialan itu membuat aku harus melakoni karakter aneh ini lagi. Padahal aku tidak suka sama sekali! Dan beraninya dia tidak datang ke acara press conference kita?! Cari mati!” gerutu Siwon sembari mengumpat sang sutradara dan penulis cerita malang ini yang sedang gigih mengetik sambil makan mie rebus pakai telor (I can’t help it).

“Kamu tidak suka sayang? Padahal karena drama yang sebelumnya kamu bisa bertemu denganku bukan?! Apa sekarang kamu menyesal?” tanya Kyuhyun dengan pura-pura bersedih karena gerutuan Siwon tadi. Kyuhyun bermaksud menggoda sang suami karena pasti setelah ini, Siwon akan…

“Tidak! Jangan pernah berpikir begitu Kyu-kyu. Kau satu-satunya yang bagus dari semua sampah ini.” …menyangkal dan berusaha membuat Kyuhyun tidak bersedih lagi. Kyuhyun tersenyum senang karena dia merasa begitu dicintai oleh Siwon. Namun sedetik kemudian, alisnya menyatu tidak senang karena lagi-lagi Siwon berkata kasar.

“Wonnie, jangan bicara sekasar itu. Aku tidak suka. Kamu hanya sedang letih makanya kamu cepat marah. Sini tidurlah di pangkuanku sejenak.” Ujar Kyuhyun sambil langsung menarik kepala Siwon dan merebahkannya di pangkuan Kyuhyun. Siwon pun memperbaiki posisi tubuhnya yang duduk menjadi berbaring agar dirinya lebih nyaman.

“Merasa lebih baik?” tanya Kyuhyun dengan belaian lembut di rambut Siwon, sesekali Kyuhyun menunduk dan mencium kening Siwon sebelum pria itu menahan kepala Kyuhyun dan memberikan istri cantiknya itu kecupan singkat di bibir.

“Lumayan. Tapi aku akan tetap menghabisi Nao gila itu ketika aku bertemu dengannya.” Ancam Siwon meski nada bicaranya tak sekasar sebelumnya.

“Tentu sayang.” Balas Kyuhyun sambil tersenyum lebar dan mengecup hidung mancung Siwon. Wanita cantik itu juga kembali membelai rambut Siwon dengan sayang, berusaha melepaskan penat sang suami.

“Hei! Anak baru! Ambilkan aku minum!” perintah Siwon tiba-tiba ketika iris hitamnya melihat Minho memasuki ruang tunggu artis tersebut.

Minho sendiri yang baru membuka pintu, kaget ketika diperintah seperti itu oleh Siwon. Minho tidak kuasa menolak keinginan Siwon karena dia taku kepada Siwon yang notabene terkenal keras. Maka dari itu, Minho hanya bisa membungkuk dan mengikuti keinginan Siwon.

“Baik sunbae-nim!” seru Minho agar terdengar oleh Siwon dan pemuda itu langsung pergi mencari mesin penjual minum. Saking takutnya Minho kepada Siwon, dia langsung pergi tanpa menanyakan minuman apa yang diinginkan oleh Siwon.

Siwon menyeringai tipis dengan sikap Minho dan kembali menikmati sentuhan Kyuhyun, sementara Kyuhyun sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap tak bersahabat Siwon kepada pemain baru seperti Minho.

“Won, aku pulang.” Pamit seseorang tiba-tiba, membuat baik Siwon dan Kyuhyun menoleh ke arah suara tersebut. Disana Siwon dan Kyuhyun melihat Yunho sudah berdiri di dekat pintu keluar dengan membawa tas punggungnya. Di samping Yunho ada Jaejoong yang juga sudah bersiap diri untuk pulang.

Yo. Take care bro.” balas Siwon sambil memberikan salute dengan tiga jarinya, ciri khas seorang Choi Siwon. Kyuhyun hanya melambaikan tangan kepada Yunho dan Jaejoong yang ditanggapi anggukan oleh Yunho sebelum akhirnya dia membuka pintu keluar dan bermaksud keluar dari ruangan itu.

“Yunnie antarkan aku pulang.” Titah Jaejoong dengan nada tak terbantahkan. Yunho yang sedang memegang gagang pintu dan baru akan melangkah keluar, menoleh ke arah Jaejoong yang dengan santainya melewati Yunho.

“Untuk apa aku mengantarmu pulang gajah centil?! Rumahmu berlawanan arah dengan rumahku.” Tolak Yunho tegas namun tidak dihiraukan sama sekali oleh Jaejoong. Dia justru tetap melenggang cantik keluar dari ruangan itu meski Jaejoong masih sempat menanggapi penolakan Yunho.

“Karena aku bilang begitu. Cepat! Lelet sekali sih?!” ketus Jaejoong dan berjalan menjauh. Yunho membuka mulutnya lebar-lebar dan membelalakan mata karena terkejut dengan sikap seenaknya Jaejoong. Akan tetapi beberapa detik kemudian, Yunho ikut keluar sambil berteriak kepada Jaejoong.

“YAH! Gajah centil! Seharusnya aku yang memerintah disini!”

“Berisik!”

Keduanya saling melempar teriakan yang masih terdengar sampai lambat laun teriakan pertengkaran mereka tak terdengar lagi sampai ke ruang tunggu artis tersebut.

“Kapan mereka akan akur ya Wonnie? Mereka itu berperan sebagai sepasang suami istri yang harmonis di drama tapi kenyataannya mereka selalu saja bertengkar.” Ujar Kyuhyun tak habis pikir dengan sikap tarik ulur pasangan Yunho dan Jaejoong.

“Ya, ya. Mereka ertengkar hanya sebagai alasan untuk make up sex. Mereka hanya terlalu gengsi untuk mengakui kalau mereka saling suka.” Tanggap Siwon cuek karena pada kenyataannya dia tahu persis bagaimana tergila-gilanya Yunho terhadap Jaejoong. Pria berwajah kecil sahabat Siwon yang sudah dianggap bagaikan saudara itu selalu berkeluh kesah soal Jaejoong yang terlalu cantik dan mempesona sehingga sering membuatnya risau manakala Jaejoong berpaling ke lain hati. Maka dari itu, Yunho selalu menarik perhatian Jaejoong dengan mengajaknya bertengkar layaknya remaja ababil.

“Wonnie…” ingat Kyuhyun akan nada Siwon yang kembali mengejek keadaan orang lain.

“Sudah biarkan saja baby. Nanti juga mereka akan datang berdua besok pagi dengan wajah berbinar. Those fu**tards!” desis Siwon sembari mengumpat untuk kesekian kalinya. Kontan saja Siwon langsung mendapat delikan gratis dari Kyuhyun.

“Choi Siwon!”

“Ya, ya. Maafkan aku baby.” Sahut Siwon mengabaikan nada tegas Kyuhyun. Dia justru memeluk perut sang istri dan bermanja-manja kepada Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas panjang sembari menelusuri pipi Siwon dan terkadang mencubit kecil permukaan kulit suaminya tersebut.

Mereka berdua menikmati momen kebersamaan mereka sebagai pasangan suami istri yang jarang mereka dapatkan karena pekerjaan dan tanggung jawab mereka sebagai orang tua dari anak semata wayang mereka.

Sayangnya momen yang jarang terjadi itu, diganggu dengan satu suara kikuk dan gugup dari Minho yang sudah datang membawakan minuman pesanan Siwon.

“Um… Maaf sunbae, ini minumannya.” Ucap Minho hati-hati sambil menyodorkan minuman kopi kaleng dingin itu kepada Siwon. Siwon memanglingkan wajahnya dari perut Kyuhyun untuk melihat siapa orang yang akan menjadi sasaran empuk tinjunya karena sudah mengganggu momen manisnya dengan Kyuhyun.

Dia memandang Minho dari ujung kepala sampai ujung kaki yang semakin membuat Minho panik dan ketakutan. Siwon lalu bangun dan memposisikan dirinya duduk di samping Kyuhyun dan menatap Minho tajam. Pria dengan senyum lesung pipi itu walau sangat jarang dia perlihatkan kecuali untuk istri, anak dan orang terdekat itu, meraih minuman kopi kaleng dingin itu dan memperhatikannya sejenak.

Tanpa peringatan, Siwon melempar minuman itu ke tempat sampah dan dengan akurat masuk ke dalam tong berukuran sedang itu. Minho terkejut bukan main sampai tubuhnya bergetar. Dia semakin takut jika dia sudah menyinggung Siwon dan itu akan membuatnya memiliki masalah dengan aktor ternama itu.

“Wonnie…” belum sempat Kyuhyun menegur sikap Siwon, Siwon sudah lebih dulu membuka mulutnya dan berkata dengan sengit kepada Minho,

“Aku tak suka dingin. Carikan aku minuman panas!” bentak Siwon membuat Minho terperanjat.

“Tt… tapi…”

“Cepat pergi!” bentak Siwon lagi lebih keras sehingga membuat Minho terhenyak dan sadar akan perintah Siwon.

“Baik! Maaf sunbaenim!” seru Minho sambil membungkukkan tubuhnya, memberi hormat kepada Siwon dan berlari meninggalkan ruangan itu lagi untuk mencari minuman panas untuk Siwon.

Setelah kepergian Minho, Kyuhyun menatap lekat Siwon. Mata bulatnya menatap tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan suaminya itu. Namun tatapan itu bukan tatapan tak senang melainkan tatapan takjub. Kyuhyun pun tersenyum penuh arti kala Siwon menatapnya balik dan memberikan seringai tipis kepada Kyuhyun.

Tanpa merasa telah berbuat sesuatu yang salah, pria tinggi itu kembali ke posisi awalnya sebelum diganggu oleh Minho, berbaring di sofa dengan kepala berada di pangkuan Kyuhyun.

“Wonnie, sebaiknya jangan terlalu kejam kepada Minho-ssi. Nanti jika dia trauma untuk berakting dengan kita bagaimana? Kita juga yang susah.” Ucap Kyuhyun menasehati ayah dari putra kecilnya tersebut.

“Biarkan saja baby. Dia perlu melatih mentalnya.” Jawab Siwon sesuka hatinya.

“Wah! Jangan-jangan Choi Siwon yang tekenal kejam, angkuh dan bermulut pedas dan kasar itu, suka dengan anak baru itu ya?!” goda Kyuhyun yang paham jika Siwon sebenarnya menyukai Minho dan hanya ingin mengerjai pemuda tampan itu. Sementara Siwon hanya memutar matanya malas mendengar godaan Kyuhyun. Dia berbalik sedikit menghadap perut Kyuhyun, memeluk pinggang rampingnya dan menenggelamkan wajahnya di perut Kyuhyun. Meski demikian, Kyuhyun masih bisa mendengar gumaman Siwon.

“Cih. Yang benar saja. Dia itu hanya idola yang aji mumpung. Akan aku pastikan dia untuk berpikir dua kali memasuki dunia ini.”

Kyuhyun tertawa kecil mendengar gumaman Siwon. Sebagai istri yang telah mendampingi Siwon bertahun-tahun, Kyuhyun hafal benar tabiat sang suami. Jika Siwon tidak menyukai seseorang, pria itu lebih memilih tidak mengacuhkan sama sekali orang tersebut, seolah-olah orang itu tidak ada. Maka dari itu, kebalikannya dari sikap itu, Siwon akan mengerjai dan cenderung lebih kasar kepada orang yang menarik perhatiannya.

Tampaknya kau akan menghadapi tantangan berat Minho-ssi. Berjuang! Batin Kyuhyun menyemangati Minho yang saat ini sedang menunggu mesin pembuat kopi instan selesai mengeluarkan minuman panas tersebut.

Di saat menunggu, Minho mendadak merasakan bulu kuduknya berdiri, merinding karena alasan yang tak jelas. Pemuda itu mengusap tenguknya dan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil berpikir sesuatu.

“Kenapa aku merasakan bahwa hidupku akan lebih sulit dari sekarang ya?”

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

An update. Hope this satisfied all Nao’s amazing readers.

If you’re wondering how the characters here interact, just imagine that all of them have different personality from the actual display of the real characters. As mention in warning, this is an AU (Alternate Universe). So basically Nao just go with the flow of her sick mind.

That’s all.

Keep supporting Nao.

Thanks and peace

KIRA

Advertisements