Tags

, , ,

Title : Bunga Di Tepi Jalan 1

Pairing : Wonkyu, more to come

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Song by Koes Plus, Sheila on 7’s version of the song and their label company

Inspired : Bunga Di Tepi Jalan – Song by Koes Plus, Sheila on 7’s Version

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, AU, OOC, Possibly Angst

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Suatu kali ku temukan

Bunga di tepi jalan

Siapa yang menanamnya

Tak seorangpun mengira

Bunga di tepi jalan

Alangkah indahnya

Ho… kasihan kan ku petik

Seb’lum layu…

.

.

.

Hidupnya biasa saja. Masa kecil seperti anak-anak normal lainnya. Lulus sekolah dan kuliah tanpa ada rintangan yang berarti. Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya dan cukup untuk membiayai hidupnya dan sesekali menyisihkan untuk diberikan kepada keluarganya. Bukan berarti keluarganya tak mampu, justru sangat mampu. Hanya saja, dia ingin berusaha menjadi anak yang berbakti. Hubungan percintaannya juga biasa saja. Bertemu dengan beberapa wanita, bercinta dengan mereka, bahkan sampai membahas ke jenjang yang lebih serius walau pada akhirnya kandas karena keduanya tiba-tiba merasa tak cocok.

Tidak ada yang istimewa. Semua yang dia lalui, sama seperti orang lain. Tidak ada yang istimewa. Sampai dia bertemu dengan bunga liar. Bunga yang dia temukan di tepi jalan.

.

.

.

Choi Siwon berjalan dengan hati-hati agar tidak terpleset karena jalanan yang licin oleh hujan. Tangan kanannya memegang payung sedangkan tangan kirinya memegang tas kerja dan tas belanjaan dari supermaket di dekat kantor tempat dia bekerja sebagai salah satu manajer.

Siwon terus melangkah dan melangkah sampai telinganya mendengar suara rintihan atau mungkin erangan kesakitan yang sangat lemah dari seseorang. Siwon berhenti karena penasaran. Dia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, berusaha mencari asal suara tersebut. Pandangan mata Siwon terpaku kepada suatu gang sempit diantara dua gedung apartemen kumuh.

Gang sempit yang sangat kotor karena adanya tempat pembuangan sampah yang dipenuhi oleh sampah, barang-barang yang tak dipergunakan lagi, botol-botol minuman keras yang mungkin berasal dari pemabuk di sekitar daerah tersebut dan banyak lagi.

Siwon memang kurang menyukai daerah yang dilaluinya ini karena selain kotor, daerah ini juga cukup rawan kejahatan. Hanya saja, Siwon sedang buru-buru untuk pulang ditambah dengan hujan yang tiba-tiba turun, membuat Siwon memutuskan lewat daerah itu dibandingkan rute pulang kantornya yang biasanya membutuhkan waktu dua kali lebih lama dari jalan yang ditempuhnya sekarang.

“Siapa disana?!” tanya Siwon sedikit keras. Tidak ada jawaban yang pasti selain erangan yang sama. Siwon mengerutkan kedua alis tebalnya. Dirinya semakin penasaran dengan suara tersebut.

“Hei! Apakah kau sakit? Apa ada yang bisa aku bantu?!” teriaknya lagi dan kali ini Siwon menangkap jawaban meski kurang jelas.

“Pe…per…gi…”

“Apa?!”

“Pergi…”

“Hei, jika kau membutuhkan sesuatu, aku bisa membantumu!” ujar Siwon spontan. Setelah kata-kata itu keluar dari mulutnya, Siwon terkejut sendiri. Dia tak pernah berkata demikian, menawarkan bantuan seperti itu kepada orang asing.

“Per…gi…” erangan yang terdengar semakin lemah itu membuat Siwon cemas. Dengan perlahan dia berjalan mengikuti asal rintihan itu.

Gelap. Sangat gelap sehingga Siwon terpaksa meletakan barang bawaan dan tas kerjanya di dinding gang sempit itu lalu mengambil ponselnya kemudian dia nyalakan agar sinar ponsel tersebut mampu membantunya dalam gelap.

“Hei. Kau baik-baik saja?!” ulang Siwon ketika dia tidak mendengar lagi rintihan dari sosok asing di gang itu.

“Hei.” Siwon mencoba memanggil lagi, namun hasilnya sama saja. Tidak ada sahutan balik.

Semakin cemas, Siwon tanpa sadar meninggalkan begitu saja payungnya dan berlari masuk ke dalam gang tersebut. Siwon mengedarkan pandangannya ke sekeliling gang, mencari siapa pun yang ada di sana, sampai iris hitamnya menemukan seseorang yang terduduk sambil memeluk lututnya.

Siwon mendekati orang tersebut meski dia tak berani menyentuhnya. Mata hitamnya hanya menelusuri tubuh yang terlihat kotor dan berantakan. Belum lagi di sekujur tubuhnya terdapat luka lebam dan sayatan benda tajam.

“Astaga! Kau baik-baik saja?!” teriak Siwon dan langsung menghampiri sosok tersebut.

“Per…gi…” satu kata itu terlontar dari bibir biru perempuan malang tersebut sebelum dia terkulai tak sadarkan diri. Tubuhnya bisa saja jatuh terjerembab di tanah kotor gang tersebut jika bukan Siwon cepat tanggap dan segera menahan tubuh itu.

“Hei! Hei! Sadarlah! Hei!” Siwon berusaha sekuat tenaga membangunkan perempuan itu namun sayang teriakannya tak terdengar olehnya. Perempuan itu pingsan karena mungkin disebabkan oleh lukanya atau karena,

“Sial! Dia demam!” tubuhnya yang demam.

Tanpa banyak pertimbangan lagi, Siwon membopong tubuh yang ternyata tidak begitu berat baginya. Meninggalkan payung, barang belanjaan, bahkan tas kerjanya hanya untuk berlari secepat yang dia bisa, membawa perempuan tak dikenalnya ke rumah sakit terdekat.

TBC

( 。・_・。)人(。・_・。 )

As promised, Nao will continuing this fan fiction with WonKyu as the main pairing. She already thought of the continuation and I hope she will give me the update ASAP so I can post it soon before I leave.

Please leave a review although this one will not be protected. Your feedback are greatly influence Nao to keep on writing.

Keep supporting Nao (and stay tuned for her comeback as an Admin of this blog since I have to come back home to my country)

Thanks and peace

KIRA

Advertisements