Tags

, , , , , , ,

Title : The Worst 2 – Sequel Teruskanlah

Pairing/Charas : Krisho, a bit Wonkyu, Sehun, Tao, and later many more

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Jhene Aiko and her label company

Inspired : The Worst by Jhene Aiko

Warning : Un-betaed, GS, OOC, OC, AU, Angst, Romance

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Oh… Kalau begitu ayo manis, kita makan disana. Hwangsoo-ah. Maaf cucuku jadi merepotkanmu.” Ajak tuan Kim sambil mengucapkan maaf kepada kepala sekolah dasar itu yang merupakan sahabat dekatnya. Kepala Sekolah Kang Hwangsoo tersenyum dan mengangguk sebelum mempersilahkan mereka untuk meninggalkan ruangannya karena masalah mereka sudah selesai.

“Tapi tuan Kim…” Suho yang masih tidak enak karena akan merepotkan atasannya tersebut mencoba menolak tawaran tuan Kim sekali lagi. Hanya saja tatapan yang sedikit mengintimidasi dari tuan Kim, membuat Suho terdiam kikuk.

“Tak ada penolakan Suho-ssi. Kita makan malam bersama.” Tegas tuan Kim sekali lagi dan kali ini, Suho tak mampu menolaknya. Wanita cantik berkulit putih nan mulus itu pun akhirnya mengangguk.

Tuan kim tersenyum senang lalu menggandeng tangan kecil Sehun. Tak lupa dia mengarahkan pandangannya kepada Tao lalu mengajak bocah kecil pemalu itu.

“Ayo nak. Kau juga ikut. Restoran Cina itu milik appamu bukan?! Sekalian haraboji mengantarmu pulang. Tampaknya appamu tidak bisa datang.” Ucap tuan Kim. Tao terlihat sungkan namun anggukan pasti dari Sehun membuat Tao yakin lalu berdiri dari tempat duduknya dan menerima uluran tangan tuan Kim. Kini tangan tuan Kim menggandeng tangan Sehun dan Tao sementara Suho mengikuti dari belakang.

“Maaf saya terlambat. Pekerjaan saya baru seles…” suara berat yang sedikit terengah-engah karena kemungkinan dia berlari ke kantor kepala sekolah tersebut, menyebabkan tiga orang dewasa dan dua orang bocah menoleh ke arahnya.

Suho menatap wajah pria berambut pirang itu dengan seksama dan matanya membulat sempurna ketika dia mengenali siapa pria tersebut.

“Kris…”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Kris…” lirihnya memanggil satu nama yang tidak pernah ingin dia ucapkan dari bibirnya lagi. Nama yang telah membuatnya berjuang seorang diri membesarkan Sehun. Nama yang telah membuatnya menyusahkan kakak dan kakak iparnya selama ini. Nama yang telah begitu dalam menyakitinya.

Sementara pria yang ternyata adalah Kris, mantan kekasih Suho, terlihat sama terkejutnya seperti Suho. Namun berbeda dengan Suho yang tidak ingin bertemu dengan Kris lagi, Kris justru sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan Suho setelah sekian lama dia gagal mencari keberadaan Suho.

“Suho.” Panggilnya pelan namun dapat terdengar dari nada suaranya bahwa Kris begitu bahagia bertemu dengan Suho lagi. Keduanya saling menatap sampai,

“Baba!” pekik Tao yang menghambur ke arah Kris dan memeluk kaki jenjang pria tampan itu.

“Baba?” ucap Suho dan Sehun bersamaan. Sehun bingung dengan sebutan baba yang berarti ayah dalam bahasa cina sedangkan Suho yang berasumsi sendiri dan tahu arti kata baba, menganggap Kris sudah menikah dan memiliki Tao. Hati Suho bertambah sakit karena semua dugaannya menjadi kenyataan bahwa Kris mampu melanjutkan hidupnya dengan mudah.

“Ya, Sehunnie. Ini baba-nya Tao. Um, maksudnya appa Tao.” Suara malu-malu Tao menyadarkan Suho dari lamunannya. Dia kembali menatap Kris setelah mengendalikan dirinya sendiri.

“Oh. Kenalkan baba-nya Tao-ah. Namaku Choi Sehun. Panggil saja dengan Sehunnie.” Sapa Sehun sambil membungkuk hormat kepada Kris.

Kris memandang Sehun dengan seksama. Dia memperhatikan gadis kecil itu yang menurutnya merupakan perpaduan antara dirinya dan juga Suho. Kris membelalakan matanya ketika dia menyadari sesuatu.

Jangan-jangan gadis kecil ini…

“Sehun. Kita pulang.” Ucapan tegas Suho membuat semua orang menatap ke arahnya.

“Umma, bukankah kita akan makan malam bersama dengan harab…”

“Kita pulang Choi Sehun.” Tegas Suho sekali lagi dengan penekanan kepada nama Sehun. Sehun terkejut dengan suara Suho yang dingin ketika memanggil namanya. Sehun tahu jika Suho sudah memanggil nama lengkapnya maka Suho sedang tidak ingin dibantah.

Sambil menahan airmatanya karena merasa takut dengan Suho, Sehun melepaskan genggaman tangan tuan Kim lalu berjalan perlahan ke arah Suho. Suho sendiri sebenarnya langsung menyesal berbicara sedingin itu kepada Sehun. Ibu muda itu tahu pasti sekarang Sehun ingin menangis karena takut kepadanya.

Maka dari itu, Suho menyamakan tinggi badannya dengan Sehun lalu membawa tubuh Sehun dalam dekapannya dan langsung dibalas dengan pelukan erat Sehun di leher Suho. Suho menggendong Sehun, mengecup pelipis gadis kecilnya itu seakan mengatakan kata maaf karena kata-katanya, kemudian membungkuk kepada tuan Kim dan kepala sekolah Kang. Suho hanya mengucapkan beberapa patah kata berpamitan dan kata maaf karena keputusan mendadaknya itu.

Tuan Kim pun hanya bisa mengangguk dan tidak mencoba menghalangi kepergian Suho. Kakek tua itu mengerti bahwa pasti ada sesuatu yang menyebabkan Suho sedemikan cepatnya berubah pikiran. Dan tuan Kim sedikitnya bisa menebak karena apa atau lebih tepatnya siapa.

“Tampaknya rencana kita makan di restoran baba-mu harus di tunda dulu ya Tao-ah.” Ucap tuan Kim dengan lembut dan hati-hati kepada Tao yang terlihat murung sejak Suho dengan paksa membawa Sehun pergi.

Tao sendiri tidak berkata apapun dan hanya mengangguk pelan sambil meremas celana panjang Kris. Jelas sekali bocah kecil itu begitu sedih karena Sehun tidak jadi makan malam di restoran ayahnya. Namun Tao lebih sedih dan takut dengan sikap Suho. Tao mengira Suho tidak menyukai dirinya dan ayahnya meski dia tak paham mengapa Suho sampai tidak suka kepada mereka berdua karena yang Tao tahu, Suho baru pertama kali bertemu dengannya dan Kris hari ini.

“Anda appa-nya Tao?” tanya tuan Kim kepada Kris setelah dia tahu bahwa sekarang percuma membuat Tao merasa lebih baik.

Kris yang sejak tadi hanya melamun dan juga ikut murung dengan sikap penolakan dari Suho, tersentak dengan pertanyaan tuan Kim. Pria keturunan Cina itu akhirnya sadar bahwa ada orang lain selain dirinya dan Kris pun tersenyum kikuk kepada tuan Kim sebelum membungkuk hormat.

“Nama saya Kris Wu. Saya baba, ah… Saya appa dari Tao.”

“Saya Kim Hyunjin. Saya kakek Kim Jongin atau Kai. Maafkan cucu saya yang sudah membuat Tao-ah susah.” Balas tuan Kim dan membungkuk sedikit.

“Ah tidak Kim Hyunjin-ssi. Namanya juga anak-anak, pasti hanya terlalu aktif. Lagipula Tao memang butuh sesekali diganggu anak lain agar dia lebih berani.” Ujar Kris sembari mengacak rambut putra pemalunya itu dengan sayang. Tuan Kim dapat melihat betapa sayangnya Kris kepada Tao secara tulus sehingga pria tua itu menganggap Kris pria yang baik. Lalu kenapa Suho bersikap antipasti terhadap pria tampan di hadapannya ini?

“Ahahaha… Anda bisa saja. Mungkin begitu, tapi untuk amannya saya akan pastikan Kai tidak akan mengganggu Tao lagi. Justru saya akan membuat anak itu berteman dengan Tao.” Sahut tuan Kim akhirnya. Dia menepuk bahu Kris dan membuat Kris merasa nyaman dengan pria berwibawa tersebut. Kria akhirnya bisa tersenyum lepas meski hatinya masih sedih jika mengingat sikap Suho yang menghindarinya tadi.

“Terima kasih Kim Hyunjin-ssi.” Ucap Kris sebelum dia mengangkat tubuh Tao dan menggendong bocah itu.

“Kalau begitu saya pamit dulu. Tao-ah, nanti kita rencanakan ulang makan bersama Sehunnie ya. Tunggu sampai umma Suho tidak keluar tanduknya.” Canda tuan Kim sambil mengacak rambut Tao yang sudah menyerukan kepalanya dia leher Kris. Bocah itu tidak menyahut dan tetap berada pada posisinya sekarang. Tampaknya Tao benar-benar sedih dan sekarang merajuk kepada sang appa karena tidak jadi pergi makan malam dengan Sehun.

“Ahaha… Tampaknya Tao masih kecewa karena rencana makan malam kami batal. Ya sudahlah. Nanti masih ada kesempatan. Saya permisi Kris-ssi. Hwangsoo-ah, aku pulang dulu.” Pamit tuan Kim kepada Kris dan kepala sekolah Kang. Pria tua itu baru saja akan melangkah menuju pintu keluar tetapi suara Kris yang memanggilnya, menahan langkahnya.

“Kim Hyunjin-ssi!”

“Ya? Ada yang bisa aku bantu Kris-ssi?”

“Erm… Begini… Itu…”

“Ya?”

“Ap… Apa anda mengenal Suho?” tanya Kris. Tuan Kim tersenyum sebelum menjawab.

“Tentu. Dia salah satu stafku. Kenapa anda bertanya? Anda mengenal Suho?” tanya tuan Kim balik.

“Kurang lebih begitu.” Jawab Kris singkat.

“Lalu?”

“Anda tahu dimana Suho tinggal? Ah! Paling tidak nomor ponselnya. Kumohon Hyunjin-ssi, aku perlu bertemu lagi dengannya.” Pinta Kris dengan sangat. Kris ingin segera mungkin menemui Suho lagi dan meminta maaf kepada wanita yang begitu dia cintai itu. Tuan Kim masih tersenyum walau dari raut wajahnya terlihat jelas dia ragu untuk memberitahu Kris mengenai tempat tinggal atau pun nomor ponsel Suho.

“Tapi dari gelagatnya tadi, sepertinya Suho tidak ingin bertemu denganmu.”

“Aku mohon Hyunjin-ssi. Aku mohon…” pinta Kris sekali lagi, tidak mau menyerah seperti dulu. Kris tidak mau kesempatan yang diberikan oleh Tuhan kepadanya dia abaikan begitu saja. Kris sudah pernah kehilangan Suho sekali, dia tidak mau hal itu terulang lagi.

“Hhh… Baiklah. Walau Suho pasti akan sangat marah kepadaku, tapi aku rasa apapun masalah kalian berdua, kalian harus segera menyelesaikannya.” Ujar tuan Kim akhirnya mengalah dengan keinginan Kris. Pria tua itu lalu memberikan alamat dan nomor ponsel Suho kepada Kris yang diterima dengan ucapan terima kasih dan bungkukan hormat dari Kris.

“Terima kasih. Terima kasih…”

.

.

.

Kediaman Keluarga Choi – Kris P.O.V

Dan disinilah aku sekarang. Setelah mendapat alamat tempat tinggal Suho, aku bergegas menititipkan Tao kepada tetanggaku agar bisa menjaganya sampai aku pulang. Mungkin aku seperti tidak bertanggung jawab kepada putraku sendiri, namun aku harus memperbaiki kesalahan yang aku perbuat dulu kepada Suho, sendiri.

Tao. Zitao-ku. Putra yang sangat aku sayangi.

Sejak kepergian Suho, aku hancur. Benar-benar hancur. Aku tidak bisa bekerja dengan benar karena kosentrasi selalu buyar memikirkan Suho dan bayi kami, aku sendiri tak bisa menjaga diriku sehingga aku pernah sakit keras dan harus di rawat cukup lama. Alhasil, semua yang aku miliki hilang tak berbekas. Pekerjaan, apartemen, mobil, tabunganku, semua habis untuk biaya rumah sakit.

Aku bahkan hampir di pulangkan dari rumah sakit jika bukan karena mereka yang telah berbaik hati menolongku. Kim Minseok dan istrinya, Kim Luhan. Pasangan beda negara itu membantu berdiri di dua kakiku sekali lagi. Mereka memberikan aku pekerjaan meski aku sama sekali tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Mulai dari menjadi pelayan restoran sampai akhirnya Minseok hyung menempatkan aku sebagai koki.

Keduanya mengajarkan banyak hal kepadaku. Keduanya juga benar-benar menaungiku dan menganggap aku keluarga mereka. Kami sangat dekat sampai-sampai Tao-ah menganggap aku seperti ayah keduanya. Dia bahkan memanggiku Kris baba dan aku sangat menyukainya. Aku merasa seperti anakku sendiri yang memanggilku begitu. Aku yakin jika anakku seumuran dengan Tao-ah.

Ah, aku lupa memberitahu. Tao-ah bukanlah anak kandungku. Tao-ah adalah anak dari Minseok hyung dan Luhan noona.

Lalu mengapa Tao-ah bisa bersama denganku dan bukan dengan kedua orang tuanya? Itu karena Minseok hyung dan Luhan noona tewas dalam kecelakaan pesawat terbang ketika akan kembali dari Cina. Saat itu seharusnya aku dan Tao-ah pun ikut serta dengan mereka karena mereka akan menjenguk ibunda Luhan noona yang sedang sakit. Namun karena Tao-ah sedang demam, akhirnya Tao-ah dan aku tetap tinggal di Korea.

Sepeninggalan Minseok hyung dan Luhan noona, aku mengambil keputusan untuk merawat Tao-ah. Aku belajar banyak dari Minseok hyung dan Luhan noona. Aku berhutang budi kepada mereka berdua. Dan karena merekalah aku bisa bangkit dan memperbaiki diriku sendiri. Jadi merawat Tao-ah adalah caraku membalas budi kepada mereka sekaligus aku pun sangat menyayangi Tao-ah seperti anak kandungku sendiri.

Nenek Tao, ibunda Luhan, pun tidak keberatan ketika aku mengutarakan niatku mengasuh Tao-ah karena pada dasarnya dia pun tidak sanggup mengurus Tao-ah disaat dirinya sedang sakit. Sedangkan keluarga Minseok hyung sama sekali tidak ada yang datang menunjukkan batang hidung mereka. Tidak ada satu pun yang datang dan mengklaim bahwa mereka adalah keluarga dari Tao.

Ternyata benar ucapan Minseok hyung ketika dia bilang keluarganya akan acuh tak acuh kepadanya karena Minseok hyung tidak mengindahkan keputusan keluarga berar mereka untuk menikahi gadis lain yang mereka anggap sederajat dengan Minseok hyung. Keluarganya lebih memilih mengusir Minseok hyung ketika dia memilih Luhan noona sebagai pendamping hidupnya.

Niatku pun berjalan dengan mulus ketika pengacara keluarga Minseok hyung tiba-tiba datang setelah aku menyelesaikan seluruh prosesi pemakaman Minseok hyung dan Luhan noona. Pengacara itu memberikan surat kuasa bagiku untuk merawat Tao-ah dengan syarat anak itu tidak akan menuntut apapun dari keluarga Kim ketika dia besar nanti.

Cih. Dasar orang-orang tak punya hati. Tanpa mereka bilang pun, aku tidak akan membiarkan Tao-ah mengenal mereka. Biar bagi Tao-ah, dia hanya memiliki keluarga di Cina. Biar bagi Tao-ah hanya aku baba-nya. Tao-ah hanya butuh aku. Kasih sayangku cukup untuknya.

Maka dari itu, aku pun segera mengurus semua keperluan dan dokumen agar Tao-ah resmi menjadi anakku. Aku pun langsung mengambil alih bisnis restoran milik Minseok hyung dan mengelolanya sampai Tao-ah besar dan mampu meneruskan usaha ayahnya ini.

Aku menunggu beberapa waktu sampai akhirnya Tao-ah menyandang margaku. Aku senang karena akhirnya aku memiliki seseorang yang berada disisiku. Seseorang yang membutuhkanku, Seseorang yang tulus menyayangiku.

Jujur, setelah Suho pergi dari hidupku, aku tidak pernah merasa dicintai. Kasih sayang dari Minseok hyung dan Luhan noona tentu tidak sebanding dengan apa yang pernah diberikan oleh Suho, meski aku tetap berterima kasih untuk mereka berdua. Namun sejak adanya Tao-ah dalam kehidupanku, lubang besar yang ditinggalkan oleh Suho sebagian besar tertutup. Lubang itu tidak akan sepenuhnya tertutup karena hanya kehadiran Suho dan anak kami yang mampu melakukannya.

Aku mulai menata hidupku kembali menjadi lebih baik sejak itu. Aku harus melakukannya demi Tao-ah dan agar kelak saat aku bertemu lagi dengan Suho, maka aku bisa dengan percaya diri meminta maaf kepadanya, memohon jika perlu dan jika aku beruntung, meminta Suho kembali kepadaku. Aku berharap di sudut hati Suho, dia masih mencintaiku sama seperti aku mencintainya. Aku berharap kami bisa membina keluarga kami dan jika kali ini aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankannya.

Aku menghela nafas panjang sebelum memusatkan semua keberanianku di ujung jari telunjukku. Jariku gemetar namun aku tak mau mundur. Aku harus bertemu dengan Suho.

Ting-tong! Ting-tong!

Pip!

“Kediaman Keluarga Choi. Ada yang bisa saya bantu?” suara intercom itu mengagetkanku. Aku terdiam sejenak sebelum menekan tombol merah untuk menjawab suara itu.

“Permisi. Nama saya Kris Wu, bisa saya bertemu dengan Suho?” tanyaku langsung ke inti.

Suara itu tak terdengar lagi beberapa saat, membuatku menjadi bingung dan cemas dengan kemungkinan terburuk yaitu suara itu memberitahu namanya kepada Suho sehingga Suho tak ingin bertemu dengannya.

Kris! Dasar kau bodoh! Kenapa kau langsung menyebutkan namamu?!

“Anda Kris Wu?” kali ini bukan suara seorang wanita yang menyapa telingaku melainkan suara berat seorang pria.

Siapa dia? Kekasih Suhokah? Pikirku dalam hati. Membayangkan Suho dengan lelaki lain langsung membuat lututku lemas. Tidak. Tidak.

“Benar. Saya Kris Wu.” Jawabku singkat. Aku tak tahu harus menjawab apalagi karena aku masih memikirkan Suho yang tinggal dengan lelaki lain.

“Silahkan masuk.” Ucap lelaki itu. Aku sedikit terperanjat dengan ucapannya tadi. Mengapa dia begitu mudah membiarkan aku masuk sesaat setelah aku memberitahukan namaku.

Ah, biarkan saja. Yang penting aku bisa bertemu dengan Suho. Aku harus meminta maaf kepadanya atas semua kesalahanku di masa lalu.

End Kris P.O.V

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Hi all! Nao balik lagi dengan update The Worst sequel dari TIS – Teruskanlah.

Untuk selanjutnya semoga reviewnya lebih baik dari yang sebelumnya. Nao memang ga maksa untuk komen, tapi jika ada jejak2 yang ditinggalkan oleh amazing readers, Nao amatlah senang. Jadi penambah semangat untuk terus nulis dan update (^0^)9

As usual, gomen untuk typos dan kegajean FF ini. Sekali lagi, angan lupa untuk tinggalkan jejak my gorgeous amazing readers…

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements