Tags

, , ,

Title : One Year of Love

January : Is It A New Love?

Pairing/Charas : Wonkyu, Broken!Changkyu, Sungmin

Genre : Romance (I think)

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : My own interpretation and imagination

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, A Collection of One-Shot or even Drabble

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Maaf Kyu, tapi aku tidak bisa berhubungan lagi denganmu. Sampai disini saja. Kita putus.” Ungkap pemuda tampan nan tinggi dengan tatanan rambut sediki jabrik namun cukup stylish kepada seorang gadis gemuk meski dia cukup tinggi untuk ukuran seorang gadis seusianya. Gadis gemuk berkacamata tebal nan kuno, tidak lupa jerawat yang menghiasi pipi bulatnya dan gigi yang harus terpasang kawat gigi untuk mengatur letak giginya yang memang cukup mengganggu kesehatannya jika tidak dibetulkan.

Sang pemuda yang tampan, tinggi, keren dan stylish dengan sang gadis yang kuno, gemuk, dan kusam.

Tentu adegan ini adalah adegan normal yang menggambarkan sang pemuda yang meminta putus karena dia sudah menang taruhan dengan teman-temannya setelah mendapatkan gadis kurang pergaulan itu. Atau mungkin ada yang berpikir bahwa sang pemuda memutuskan sang gadis karena dia memang tipikal pemuda yang kejam yang senang mempermainkan gadis seperti gadis itu.

Well, yang seperti itu mungkin ada di dunia nyata, mungkin saja tidak.

Untuk kali ini, alasan-alasan diatas tidak berlaku untuk kedua insan yang sebentar lagi akan berpisah itu.

Tidak.

Fisik bukan hal yang membuat keduanya saling jatuh cinta. Mereka lebih memilih untuk melihat kecantikan dari dalam diri masing-masing untuk bisa saling jatuh cinta.

Klise? Memang. Tapi di dunia ini masih banyak hal yang klise yang patut untuk dipahami oleh banyak orang. Tapi mari lupakan dulu alasan mengapa pasangan ini bisa bersama. Mari fokus kepada saat ini, saat yang menentukan hubungan keduanya.

“Kyu. Aku mohon jangan menangis. Kau membuat semua ini sulit untukku.” Pinta sang pemuda ketika melihat gadisnya menitikan airmata. Pemuda itu bermaksud menghapus jejak airmata di pipi bulat gadis itu namun tangannya dihempaskan begitu saja oleh sang gadis yang dipanggil dengan nama Kyu itu.

“Sulit untukmu? Lalu apa kau kira ini mudah untukku? Kau yang memutuskan hubungan kita hanya karena aku tak mau mengikuti kemauanmu untuk kuliah di tempat yang sama. Kau memutuskan hubungan kita hanya kau tak sanggup dengan hubungan jarak jauh!” pekik sang gadis kesal dan menumpahkan kekesalannya dengan berkali-kali memukul dada pemuda tersebut.

Pemuda itu, Shim Changmin, hanya diam membiarkan kekasih…

Ah, bukan. Mantan kekasihnya terus memukul dadanya sambil menangis.

Changmin tahu dia salah. Changmin tahu dia egois. Hanya saja, Changmin memang tak sanggup dengan pilihan yang harus dia ambil.

Putus dengan Kyu atau Cho Kyuhyun dan melanjutkan kuliah di universitas idamannya atau tetap pergi melanjutkan pendidikannya tanpa memutuskan hubungannya dengan Kyuhyun meski dia tahu dia harus melakukan hubungan jarak jauh.

Bukan tanpa alasan Changmin ragu melakukan hal tersebut. Kedua orang tuanya bercerai karena terpisah oleh benua ketika sang ayah dipindah tugas oleh perusahaannya ke Amerika dan ibunya harus tinggal di Korea karena mengurus bisnis keluarga. Awalnya mereka sanggup menjalani hubungan itu namun tiga, lima, tujuh tahun merupakan titik balik kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah karena bertemu dengan orang lain. Orang lain yang mampu melengkapi kekosongan hati kedua orang tuanya.

Changmin takut hal itu menimpa hubungannya dengan Kyuhyun.

Dia tak memiliki kepercayaan diri untuk bisa berjauhan dengan Kyuhyun tanpa merasa khawatir suatu saat gadisnya akan berpaling ke hati yang lain.

Changmin takut dia melihat bayangan ibunya saat terpuruk karena pengkhianatan sang ayah, pada dirinya sendiri. Changmin tidak akan kuat menahan beban itu, rasa sakit itu, kepedihan itu. Changmin juga tidak sanggup harus berpura-pura kuat dan mencari pengganti sang ayah seperti sang ibu hanya untuk sekedar impas, walau sekarang sang ibu benar-benar mencintai ayah tiri Changmin.

Changmin harus mengambil keputusan ini demi dirinya sendiri meski itu mengorbankan perasaannya kepada Kyuhyun. Meski itu mengorbankan perasaan Kyuhyun kepadanya.

Lalu bagaimana dengan Kyuhyun sendiri?

Apakah memang hanya itu satu-satunya alasan mengapa dia begitu sulit menerima keputusan Changmin? Apakah cinta Kyuhyun kepada Changmin begitu besar sehingga dirinya tak mau berpisah dengan Changmin? Apakah dirinya tak bisa berdiri sendiri ketika Changmin tak ada disampingnya?

Jawabannya…

Ya.

Cinta Kyuhyun begitu besar kepada Changmin. Dirinya hanya gadis ceroboh, jelek, dan pendiam sehingga dia hanya memiliki Changmin untuk bisa meyakinkan hatinya, pikirannya, dan arti hidupnya kalau seseorang seperdi dia memang pantas ada di dunia ini.

Apakah Kyuhyun terlalu rendah menilai dirinya sendiri?

Mungkin untuk mereka yang seumur hidupnya terus berada dalam cahaya akan mengatakan Kyuhyun terlalu berlebihan dan tidak sepantasnya menilai dirinya seperti itu. Mereka akan mengatakan bahwa Kyuhyun hanya perlu percaya diri.

Mudah untuk dikatakan, sulit untuk dilakukan.

Apakah orang yang merasa dirinya jelek, gemuk, tak memiliki teman, kuno dan trademark lainnya yang membuat dirinya rendah diri bisa mengangkat wajahnya dan berhadapan dengan banyak orang?

Ada yang menjawab ya, ada yang menjawan tidak.

Untuk kasus Kyuhyun, jawabannya tidak dan mungkin sebagian besar akan setuju dengan jawaban ini.

Lalu gadis yang tidak memiliki hasrat untuk bersosialisasi dengan lingkungannya karena terkungkung oleh pikirannya sendiri itu bertemu dengan Changmin. Pemuda tampan yang begitu baik hati sampai orang tidak akan percaya pemuda seperti itu masih ada di dunia kejam ini. Pemuda yang tanpa ada maksud apapun mengulurkan tangannya kepada Kyuhyun karena terpesona dengan kepintaran dan keteguhan hatinya.

Pintar, karena memang Kyuhyun sangat pintar sehingga menduduki peringkat satu nasional untuk kategori sekolah menengah atas di negara mereka. Teguh, karena Changmin melihat bagaimana Kyuhyun masih bisa bertahan dengan begitu banyak ejekan, kejahilan, dan perilaku tak menyenangkan dari sebagian siswa di sekolah mereka. Tak pernah satu kali pun Kyuhyun membalas atau mengadukan mereka yang menjahati Kyuhyun ke para guru. Kyuhyun hanya diam dan membiarkan mereka melakukannya sampai mereka puas.

Kyuhyun selalu sendiri menghadapi keadaan tersebut sampai Changmin datang dan membagi berdua dengannya, mengajarkannya apa arti cinta, menjadi matahari bagi gelapnya hidup Kyuhyun.

Jadi, bisa ditebak bagaimana terlukanya Kyuhyun dengan keputusan sepihak Changmin.

Tidak ada obat maupun dokter yang bisa menyembuhkan luka Kyuhyun sekarang.

Hanya waktu. Atau mungkin waktu pun tak akan bisa menutupi luka itu dengan baik. Waktu tidak akan bisa menghilangkan bekasnya.

Waktu tidak bisa membantu Kyuhyun sekarang karena waktu tidak bisa membuat jarak antara Kyuhyun dan Changmin menipis. Waktu hanya bisa menunggu sampai takdir membuat garis baru untuk keduanya.

.

.

.

Tiga tahun terlewatkan begitu saja.

Tiga tahun penuh kesendirian untuk seorang Cho Kyuhyun.

Tiga tahun tanpa adanya hubungan dengan Changmin seolah-olah Changmin tidak pernah ada dalam hidupnya.

Kyuhyun memang menutup lembaran itu dalam buku kehidupannya.

She’s move on. Really move on.

Enam bulan terakhir akhirnya Kyuhyun bisa menerima kenyataan bahwa kisah cintanya memang telah berakhir. Sudah saatnya Kyuhyun membuka lembaran baru dalam hidupnya. Dan lembaran itu dimulai dari sekarang.

.

.

.

Brugh!

“Aww!!”

“Aduh!!”

Kyuhyun tak sengaja menabrak seseorang ketika dia sedang berlari tergesa-gesa menyusuri koridor kampus untuk ke ruang dosen pembimbingnya. Hari ini adalah hari terakhir Kyuhyun bisa bertemu dengan dosen pembimbingnya tersebut sebelum beliau mengikuti seminar selama kurang lebih 3 hari di luar negeri. Kyuhyun tak memiliki waktu banyak dan dia harus bisa bertemu dengan dosen pembimbingnya tersebut karena besok adalah hari terakhir penyerahan tugas akhirnya ke tata usaha kampus.

Auch! Hey! Watch where you going!” gerutu orang yang ditabrak oleh Kyuhyun tersebut dengan bahasa asing, yang ternyata adalah seorang pria.

Kyuhyun tidak menanggapi gerutuan sang pria. Bukan karena pria itu menggunakan bahasa asing tapi melainkan Kyuhyun lebih sibuk dengan buku-bukunya dan laporannya yang tercecer di lantai koridor itu. Kyuhyun membereskan satu demi satu sampai semuanya rapi dan bergegas bangun dan meninggalkan pria itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Kyuhyun benar-benar sedang diburu oleh waktu sehingga tidak ada waktu untuk meminta maaf atau apapun itu.

Sayangnya pikiran Kyuhyun tidak sejalan dengan pikiran pria itu.

Sebelum Kyuhyun sempat melangkahkan kakinya, lengan Kyuhyun sudah ditahan oleh pria itu.

YAH!! Are you crazy or something?!! You should apologize and not runaway, you bitch!!” maki pria itu kasar di depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun sendiri akhirnya memperhatikan juga pria yang ditabraknya tadi setelah kata makian tadi keluar dari bibir joker pria itu. Kyuhyun menatap marah dan langsung menyentakan lengaannya agar terlepas dari cekalan pria itu dan menegurnya.

Excuse me, who’re you calling a bitch?! Mind your tounge sir!

WHAT?!!

You want me to apologize? Fine. I’m sorry. Satisfied?!

Why you little?!

If that’s all, I would like to leave. Bye. Jerk.” Kali ini Kyuhyun yang mengolok pria itu dan melanjutkan larinya tanpa menghiraukan teriakan kasar sang pria. Kyuhyun yang sudah kesal sejak pagi tadi karena urusan tugas akhirnya, dibuat semakin kesal dengan tingkah laku kasar pria tersebut.

“Dasar orang asing menyebalkan! Angkuh sekali! Dan apa itu, berbicara dengan bahasa Inggris?! Jika kau di Korea, bicaralah dengan bahasa Korea!” keluh Kyuhyun ketika dia sampai di ruang dosen pembimbingnya.

Kyuhyun terus saja memikirkan pria itu sampai dia dipanggil oleh dosen pembimbingnya untuk masuk dan untuk sejenak melupakan pria itu. Kyuhyun berharap dalam hati, berdoa kepada Tuhan bahwa dia tidak akan bertemu dengan pria tadi.

Kyuhyun tak tahu bahwa takdir berkata lain.

.

.

.

Hey man! What’s wrong? You look angry.” Sapa teman pria yang ditabrak Kyuhyun tadi. Dia dan temannya sedang berada dalam sebuah café kecil namun nyaman di seberang kampus Kyuhyun.

I’ve had a very bad day today. I just landed here in Korea and my so called brother has the nerve to call me here just to give me a hug. Not to mention, I don’t understand a single sign in that campus. Why isn’t there any English sign?!

Calm down dude. It’s just their policy. They want everyone to respect our culture and by doing so, you have to understand the language. You should learn bro. Living in the states makes you forgot all of your ancenstor gift.

Fine, fine, I will. I have to since I’m going to live here from now on.

By that look on your face, I figure that is not the sole reason, right?

You know me so well. The main reason why I’m this angry is because I bump to some bitch that didn’t have any manners. Shit!

A girl? And not fascinated by your looks? That’s new.

If I ever meet that bitch, I swear to God, I will make her pay.

Kalimat itu sepertinya akan dikabulkan karena takdir sudah menyusun garis yang menyambungkan hubungan antara pria itu dengan Kyuhyun. Meski garis apakah itu, hanya takdir yang bisa menjawabnya.

Yang pasti, takdir telah membuat sebuah pertemuan baru baik untuk Kyuhyun maupun pria tersebut. Pertemuan baru di awal bulan di tahun yang baru.

Bisakah dari pertemuan yang baru itu akan timbul kisah cinta yang baru pula?

.

.

.

Pertanyaan itu mungkin saja terjawab ketika tidak sengaja teman pria itu dengan teman Kyuhyun adalah orang yang sama. Dan teman kedua orang yang bersiteru saat pertama kali bertemu itulah yang mengenalkan keduanya.

“Hei Kyu, aku mau kenalkan sahabatku dari kecil. Dia baru saja pulang ke Korea setelah selama 20 tahun tinggal di New York. Siwon-ah, kenalkan ini anak didikku di klub menyanyi saat aku menjadi asisten Lee saem. Cho Kyuhyun, Choi Siwon. Choi Siwon, Cho Kyuhyun.”

Pria dengan nama Choi Siwon itu memandangi Kyuhyun dari atas kepala sampai ke kaki. Postur tubuh yang cukup tinggi untuk ukuran perempuan, tinggi semampai kalau orang bilang. Lalu tubuh proposional itu tertutupi oleh rok jeans selutut dengan sedikit rimple dan t-shirt putih bertuliskan,

I am good, but not an angel

I do sin, but I am not the devil

I am just a small girl in a big world

Trying to find someone to love

(by Marilyn Monroe)

T-shirt itu dipadu dengan jaket jeans warna senada dengan roknya. Sepatu tanpa hak yang lucu dan tas punggung berukuran sedang menambah penampilan manis Kyuhyun. Overall, meski gaya Kyuhyun casual namun cukup enak dipandang bagi Siwon.

Mata hitam Siwon menanjak ke wajah Kyuhyun. Siwon melihat masih ada baby fat yang menumpuk di pipi putih mulusnya. Bibir penuh yang merah merekah. Mata bulat dengan bulu mata panjang nan lentik dan hidung mancung melengkapi wajah ayu itu. Secara keseluruhan, setelah matanya benar-benar memperhatikan, Kyuhyun bagi Siwon adalah seorang wanita yang,

Beautiful.” Gumamnya kecil yang untungnya hanya terdengar oleh Lee Sungmin, sahabatnya itu yang sekarang mengerutkan kedua alisnya menjadi satu, terpana dengan pujian Siwon kepada Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun sendiri, gadis yang beranjak menjadi wanita itu, juga memandangi Siwon dengan intensitas yang sama. Pria dengan rambut pirang itu terlihat menawan dengan rahang tegasnya. Bibir tipisnya dan jika Kyuhyun tak salah lihat ada dua lesung pipi di pipi pria itu. Akan sangat manis jika pria itu tersenyum atau tertawa dengan adanya lesung pipi tersebut. Ditambah mata hitamnya yang menatap lurus dan tajam, penuh percaya diri. Rambut dan gaya yang betul-betul stylish meski penampilan Siwon kali ini lebih ke gaya street style dengan celana jeans sobek di beberapa tempat lalu t-shirt hitam bergambar tengkorak dan sepatu converse.

Simple tapi jika melekat ditubuh tinggi dan tegap itu, semuanya terlihat bagus, sangat bagus. Kyuhyun menduga pasti Siwon suka berolahraga jika dilihat dari otot-ototnya. Kyuhyun juga yakin, Siwon termasuk pria-pria yang memelihara yang namanya perut six pack. Kyuhyun tidak akan menyangkal jika Siwon itu,

“Tampan.” Gumamnya yang juga beruntung hanya terdengar oleh Sungmin yang posisinya memang berada di tengah-tengah Siwon dan Kyuhyun. Lagi-lagi pria itu mengerutkan kedua alisnya ketika mendengar pujian dari Kyuhyun yang sangat terkenal dingin dengan kaum adam.

Sungmin sudah tersenyum sendiri dan membayangkan bahwa kedua temannya ini akan berteman baik, mungkin bisa ke jenjang yang lebih jauh lagi. Sayangnya realita berkata lain karena beberapa detik kemudian setelah keduanya benar-benar memperhatikan lawan masing-masing, yang keluar dari mulut mereka berdua bukan lagi pujian melainkan,

You’re that bitch who bump into me?!

Oh my God! I have to meet this brute jerk again?! Dan ternyata kau orang Korea?! Jika kau orang Korea, bicara dengan bahasa ibumu! Dasar sok kebarat-baratan!”

What?! What are you saying you crazy girl?! Argh! Forget that! I want a compensation for you carelessness. I could hurt badly because of you!

“Huh?! Kau itu bodoh ya?! Masa bahasa sendiri tidak mengerti?! Otakmu terbuat dari apa? Kotoran?! Dasar otak udang! Dan kau meminta ganti rugi?! Cih! Aku lihat kau baik-baik saja!”

YAH!!! English please! Or are you too retarded to even understand what I’m saying. Oh my mistake. Hear this, My… Name… Is… Siwon Choi… Could you get that in your little brain huh?! Braces girl.”

For your information you prick, I do understand your limited vocabulary. However I do not talk to a punk with tattoo. I hate tattoo guys.

Well, looks like we’re the same, bitch. I hate girl with braces. I belive your boyfriend will leave you behind if he sees those ugly braces.

Perang sengit itu berakhir dengan tamparan keras dari Kyuhyun kepada pipi Siwon. Baik Siwon dan Sungmin terkejut dengan kejadian ini. Sungmin yang mengerti benar sifat Siwon bermaksud menahan Siwon yang sudah hampir lepas kendali dan akan memberi pelajaran kepada Kyuhyun.

Hanya saja, airmata Kyuhyun dan sorot kemarahan yang beradu dengan kepedihan terpancar dari mata coklat itu membuat Siwon kaku. Kemarahan Siwon menguap begitu saja ketika melihat aliran bening itu.

Hey…

You are a bastard. I really hate a bastard like you. Stay away from me.” Tukas Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Sungmin dan Siwon.

Siwon masih bingung dengan kejadian yang baru saja terjadi. Saking bingungnya, Siwon sampai tak merasakan perih di pipi kirinya. DIa justru menoleh ke arah Sungmin dan bertanya,

What happen?

You’re asking me?! You’re the one who made her mad, you’re figured it out! I’m out of here. I miss your sister. She must be turn in a beautiful lady.

Hey, watch it! That’s my baby sister you’re talking about. Anyway, you got to help me find out what makes her that mad. I mean, not that I want to apologize or anything, is just…

Hhh… You really an asshole Won.

Man, help me will you?!

Alright! I try to find something. But I’m not promising anything. That girl is a tight closet. She never tells anyone, anything.

Really, not even her best friend?!

She didn’t have any friends. I’m obviously not count as her best friend, more like an acquaintance. “

Wow. Argh! Forgot it, Minnie. Just find something!

Rude bastard! You supposed to call me hyung. I’m older that you!

Whatever, I study about that crap later. I’m curious about that girl.” sahut Siwon lebih kepada dirinya sendiri. Tampaknya pria tampan itu mulai tertarik dengan Kyuhyun setelah melihat Kyuhyun menangis dan marah karena kata-katanya.

Mungkin wajar jika perempuan marah saat seseorang mengatakan kata-kata yang sungguh keterlaluan seperti yang dilakukan oleh Siwon. Akan tetapi yang jadi pertanyaan di benak Siwon adalah mengapa Kyuhyun marah saat Siwon menyebutkan kata,

Boyfriend. She got angry when I said boyfriend. Why she got that angry when I mention her boyfriend?

.

.

.

Pertemuan awal yang cukup berkesan untuk kedua belah pihak meski kesan itu sangat buruk di pihak Kyuhyun.

Lalu apakah dengan pertemuan awal yang buruk tersebut, bisakah timbul benih-benih cinta seperti pertanyaan di awal tadi?

Entahlah.

Jika mengikuti alur cerita romantisme yang happy ending, pastilah hal itu akan terjadi. Namun jika mengikuti apa yang menjadi kenyataan, semua itu belum tentu. Semua tergantung dengan bagaimana kisah mereka berlanjut.

Semua tergantung Siwon dan Kyuhyun serta orang-orang yang mengikuti perjalanan mereka.

Semoga saja berakhir bahagia seperti kata-kata di akhir buku dongeng.

So they’ll live happily ever after.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Hi, Nao’s back with brand new FF!! Nao kembali dengan FF One Shot berseri (?) seperti WONKYU DAY 1013. (づ ̄ ³ ̄)づ

Passwordnya Nao cabut yak (kecuali jika harus di protect) karena kakak Nao protes males buka FF Nao yang ada passwordnya (‾▿‾”) Hanya berlaku untuk part ini dan beberapa kedepannya.

Gomen untuk typos, kegajean, dll. Nao bikin cap cus dan ga di liat lagi -___-a

Okay itu aja. Nao juga ga tau musti ngomong apa lagi.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements