Tags

, , , , , ,

Title : Like That 3

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, Se7min

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, Attempt humor, BL, AU, OOC

Summary : Caught in a maze I can’t find my way back, but I’m trippin because I love how you do me like that

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Aish!

Belum berkenalan saja otakku sudah berpikir tak karuan. Kau benar-benar telah menarik minatku Cho Kyuhyun.

Tenanglah Choi Siwon. Kau jangan senang dulu. Memang Kyuhyun sangat cantik, imut, manis, menggemaskan…

Argh!! Hentikan!! Kita mulai lagi dari awal. Memang Kyuhyun sangat mempesona, tapi bukan itu yang membuatku penasaran. Aku masih ingin tahu apakah dia masih memegang pendiriannya seperti waktu itu. Apakah dia berbeda dengan semua orang yang aku kenal? Jika Kyuhyun memang seperti perkiraanku, maka sempurnalah calon kekasihku itu. Aku tersenyum puas memikirkan kemungkinan tersebut menjadi kenyataan.

“Jae? Apa kita akan main bersama dengan mereka? Jika ya, kenapa kau tidak mengenalkan mereka?” suaranya membuyarkan pikiranku. Aku langsung memperhatikan lagi Kyuhyun yang sepertinya sedikit bingung dengan banyaknya orang disini. Mungkin dia tidak menyangka akan seramai ini. Tapi aku memang meminta Jaejoong untuk tidak memberitahu siapa saja yang akan hadir. Aku takut Kyuhyun tidak mau datang jika dia tahu ada enam orang yang menunggunya.

“Ah maaf ya Kyu. Ini aku kenalkan…” Sebelum Jaejoong selesai dengan kata-kata perkenalannya, aku sudah berdiri di depan Kyuhyun dan mengulurkan tanganku. Tidak lupa senyum andalanku terpasang dengan rapi di wajahku.

“Siwon. Choi Siwon. Senang berkenalan denganmu Cho Kyuhyun-ssi”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon. Choi Siwon. Senang berkenalan denganmu Cho Kyuhyun-ssi. Menggelikan. Kau membekap mulutku agar rencanamu tidak terbongkar, tapi kau justru membeberkan sendiri dengan menyebut nama lengkapmu padahal kau baru melihatnya hari ini Wonnie bodoh!” cibir Changmin sambil melahap burger ketiganya. Siwon memutar matanya kesal karena mendengar cibiran Changmin sejak mereka masuk ke dalam taman bermain ini.

“Aku hanya kelepasan sedikit. Kyu-kyu juga sepertinya tidak terganggu dengan itu. Lebih baik kau tidak ikut campur food monster.” Cibir balik Siwon kepada Changmin. Changmin memasang tampang tidak suka dengan sebutan food monster itu, tapi hal itu wajar karena dengan nafsu makan Changmin yang gila-gilaan itu. Mereka semua baru saja masuk, tapi Changmin sudah makan burger.

“Hei! Aku berhak ikut campur. Kyu itu partner in crime aku sewaktu kami masih SMA.” Tukas Changmin tidak terima jika Siwon melarangnya untuk tidak terlibat dalam masalah pencarian jodoh ini. Bagi Changmin, meski mereka lama tidak bersua, tapi Kyuhyun tetap teman yang Changmin sayangi dan pemuda penyuka makanan itu tidak rela jika Kyuhyun hanya sebagai salah satu kekasih coba-coba Siwon.

Sedangkan Siwon yang mendengar pertama kali kalau Changmin ternyata telah mengenal lama Kyuhyun, menjadi terkesima. Dia menarik satu alisnya dan menatap Changmin dengan pandangan curiga membuat kekasih Dongwook itu sedikit merengut karena ditatap seperti penjahat oleh Siwon.

“Lalu kenapa kalian seperti baru bertemu hari ini?” tanya Siwon penuh selidik. Kali ini Changmin yang memutar matanya malas sebelum membuang bungkus burger ke tempat sampah dan menjawab pertanyaan Siwon.

“Memang kami baru bertemu lagi sejak masa orientasi mahasiswa baru. Sejak itu karena kami berbeda fakultas, aku jarang sekali berhubungan dengannya. Terlebih lagi…” Changmin memutus ucapannya sendiri karena pandangannya dia alihkan kepada lelaki di sampingnya.

Changmin menatap Dongwook seakan Dongwook seorang anak yang bersalah karena katahuan menguntil di toko buku. Dongwook sendiri risih dilihat seperti itu oleh Changmin. Dia menatap balik penuh tanda tanya kepada Changmin. Sedangkan Siwon, hanya terkekeh ringan kala dia melihat Changmin menatap kekasihnya seperti itu. Sepertinya dia tahu maksud tatapan Changmin tadi.

“Kenapa kau menatapku begitu sayang?” tanya Dongwook sambil mengambil tisu dan membersihkan sedikit noda saus di sudut mulut Changmin. Namun Changmin bukannya menjawab pertanyaan Dongwook, dia justru kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Siwon seakan Dongwook tidak pernah bertanya apapun.

“Kau tahu sendiri aku jadi tahanannya sejak kami menjalin kasih, jadi makin sempit saja waktuku untuk bermain dengan Kyuhyun.” Ucap Changmin santai tanpa perduli apakah Dongwook akan merasa tersinggung atau tidak. Tapi memang Changmin tidak perlu khawatir soal itu karena Dongwook memang tidak marah dengan perkataan Changmin yang seenak perutnya itu. Dia justru tersenyum dan mengacak rambut Changmin sayang. Siwon yang melihatnya hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Dalam pikirannya Dongwook benar-benar sudah takluk dengan pesona Changmin.

“Begitu ya. Padahal aku tadinya mau minta bantuanmu juga Min.” tanggap Siwon menghela nafas. Siwon sungguhan ingin meminta bantuan Changmin. Menurutnya semakin banyak bala bantuan yang dia miliki, semakin tinggi tingkat keberhasilannya untuk mendapatkan Kyuhyun. Namun dia sedikit pesimis karena meskipun Changmin mengenal Kyuhyun, mereka sudah tidak sedekat dulu.

“Aku masih bisa membantumu kok Siwonnie, asalkan imbalannya sesuai. Walau aku tidak sedekat dulu dengan Kyunnie, tapi aku yakin hobi dan kesukaannya masih tetap sama. Jadi aku bisa memberitahumu, asalkan imbalan sesuai.” Tawar Changmin sambil tersenyum penuh arti. Siwon yang mendengar tawaran tersebut langsung tersenyum tiga jari. Dengan entengnya Siwon menggenggam tangan Changmin, membuat Dongwook memincingkan matanya tidak suka karena kekasihnya disentuh sembarangan.

“Oh, jangan khawatir Changminnie sahabatku yang baik hati dan tidak sombong, sang pemilik Choi Dongwook.”

“Hei!!” Mendengar namanya disebut apalagi terkesan seperti dia bawahan Changmin, meskipun itulah kenyataannya, membuat Dongwook berteriak protes. Hanya saja, kehadirannya benar-benar tidak dianggap oleh Siwon. Dengan tetap menggenggam tangan Changmin, Siwon meneruskan ucapannya yang terpotong karena teriakan Dongwook.

“Apapun yang kau inginkan Changminnie.”

“Apapun?” tanya Changmin sambil memiringkan kepalanya lucu.

“Apapun.” Jawab Siwon pasti sambil mencium punggung tangan Changmin. Melihat interaksi Siwon dan Changmin itu, Dongwook semakin geram dan langsung menepis tangan Siwon dari tangan Changmin. Dongwook pun langsung melingkarkan tangannya di leher dan pinggang Changmin dengan posesif, mengisyaratkan kepada Siwon bahwa Changmin adalah miliknya seorang.

Dongwook juga tak lupa memberikan tatapan tajam seolah tatapan itu mampu membunuh Siwon yang saat ini hanya tersenyum jahil karena sudah berhasil menggoda Dongwook. Changmin sendiri hanya mendesah pelan lalu menggerakan mulutnya tanpa suara, mengatakan bahwa nanti dia akan memberitahu Siwon segala yang dia tahu tentang Kyuhyun.

Sementara itu tak jauh dari Changmin, Dongwook, dan Siwon, Jaejoong dan Kyuhyun juga berbicara satu sama lain. Terlihat Kyuhyun seperti menginterogasi Jaejoong dengan situasi mereka sekarang ini. Kyuhyun sesungguhnya ingin langsung pulang setelah Jaejoong mengenalkan Siwon dan teman-temannya yang merupakan mahasiswa terpopuler di kampus mereka ternyata akan ikut bergabung dengan dirinya dan Jaejoong. Kyuhyun sama sekali tidak menduga hal tersebut karena seharusnya mereka hanya akan bersenang-senang di taman bermain dengan teman-teman sejurusan.

“Jae, jelaskan kepadaku sekarang kenapa mereka bisa ada disini? Kau bilang kita akan main dengan beberapa orang dari jurusan kita dan kenapa juga bisa ada Changmin disini?” tanya Kyuhyun beruntun. Jaejoong mengangkat tangan sampai sedada dan membuka telapak tangannya, mengisyaratkan agar Kyuhyun tidak terus memberondonginya dengan pertanyaan. Setelah Kyuhyun menarik nafas dan sedikit tenang, barulah Jaejoong menjelaskan situasi mereka sekarang.

“Teman-teman kita tidak jadi ikut karena alasan masing-masing, Kyu. Lalu ketika aku hendak memberitahumu kalau kita hanya akan jalan berdua saja, tiba-tiba Siwon-ssi menghubungiku lalu mengajak kesini. Aku pikir daripada hanya kita berdua lebih baik jika banyak orang yang ikut. Lebih seru, jadi aku terima saja tawarannya.” Jelas Jaejoong panjang lebar.

Kyuhyun membuka mulutnya tak percaya Jaejoong bisa begitu saja menyetujui permintaan seseorang yang tidak dia kenal secara dekat. Kyuhyun menepuk dahinya kesal karena tindakan Jaejoong. Dalam benak Kyuhyun, dia berpikir apa Jaejoong tidak punya rasa curiga sama sekali. Lalu Kyuhyun seperti ingat sesuatu dan langsung memutar tubuhnya untuk mencari seseorang. Ketika matanya melihat orang yang dicari, Kyuhyun menoleh kepada Jaejoong dan memasang raut wajah menuduh.

“Pasti karena dia bukan?!”

“Siapa?” tanya Jaejoong pura-pura tidak mengerti maksud Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tahu Jaejoong berpura-pura karena pemuda cantik itu mengalihkan tatapannya ke arah lain selain mata Kyuhyun.

“Jangan pura-pura bodoh Kim Jaejoong! Siapa lagi kalau bukan Jung Yunho!” desak Kyuhyun semakin gemas dengan kelakuan Jaejoong yang mirip gadis perawan sedang jatuh cinta.

“Darimana kau tahu itu Yunho? Apa kau juga penggemarnya?” elak Jaejoong sekaligus menatap Kyuhyun balik dengan tatapan penuh curiga. Kyuhyun berdecak kesal lalu menyentil dahi Jaejoong, tidak sungkan sama sekali meski Jaejoong lebih tua sedikit darinya.

“Ya ampun Jae. Beberapa menit yang lalu kau baru saja mengenalkan dia. Aish, anak ini!”

“Oh ya, benar juga. Tapi kau tak perlu menyentilku segala Kyu. Sakit.” Rintihnya manja. Kyuhyun rasanya ingin menjambak rambut Jaejoong, tapi dia tahan karena dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri di tempat umum seperti ini.

“Lalu apa karena dia kau mau saja menerima tawaran main bersama mereka?” tanya Kyuhyun lagi dengan intonasi yang lebih pelan dan lembut daripada tadi.

“Bukan kok Kyunnie…” Jaejoong mencoba mengelak lagi namun tatapan Kyuhyun yang menusuk dan jari-jari Kyuhyun yang siap menyentilnya lagi membuat Jaejoong mengalah dan akhirnya mengangguk.

“Ya, aku mengaku. Boleh bukan kalau aku mencoba menarik perhatiannya. Ayolah Kyu, kapan lagi aku bisa dekat dengan Yunho.” bujuk Jaejoong kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya menanggapi dengan hembusan nafas dan gelengan kepala. Kyuhyun merasa percuma saja dia membantah Jaejoong jika sahabatnya itu sudah merajuk seperti ini. Terkadang Kyuhyun bingung, siapa yang seharusnya lebih dewasa disini.

Meskipun enggan, akhirnya Kyuhyun mengangguk, menyetujui apapun tindakan Jaejoong terhadap Yunho dan respon dari Jaejoong tentu saja senyuman tiga jari yang manis. Namun belum juga beberapa menit berlalu, tiba-tiba saja wajah Jaejoong berubah menjadi raut wajah penuh tanda tanya. Dia menatap Kyuhyun dan bertanya hal yang mengganggu pikirannya sejak tadi.

“Kyu tadi kau bertanya masalah Changmin. Memangnya kau kenal dia? Kalau kau kenal kenapa kau pura-pura tidak tahu saat aku menyinggung namanya saat itu?”

“Aku kira Changmin yang kau sebut itu Changmin yang lain. Changmin yang aku kenal tidak pernah masuk jajaran anak popular seperti mereka.” Jawab Kyuhyun.

“Masa? Oh mungkin dia jadi popular karena menjadi kekasih Dongwook-ssi.” Tebak Jaejoong. Kyuhyun hanya mengangkat bahunya tanda dia tidak terlalu perduli padahal dalam hatinya dia merasa sedikit iri.

“Aish! Kenapa Changmin bisa dapat kekasih duluan?! Padahal dulu aku yang sering ditaksir oleh banyak orang.” Gumam Kyuhyun kepada dirinya sendiri.

“Kau bilang apa Kyu?” tanya Jaejoong merasa mendengar Kyuhyun mengatakan sesuatu. Kyuhyun langsung gelagapan dan mencoba menyembunyikan kegugupannya dengan mengalihkan pertanyaan Jaejoong.

“Eh? Ah, tidak. Bukan apa-apa. Oh Jae, sebaiknya aku pulang saja. Aku tidak nyaman dengan keberadaan mereka.” Kilah Kyuhyun agar Jaejoong tidak bertanya soal gumamannya tadi sekaligus memberitahu Jaejoong bahwa dia ingin pulang daripada harus main bersama Siwon dan kawan-kawan. Jujur, Kyuhyun merasa asing berada diantara mereka. Kyuhyun memang tidak terbiasa bergaul dengan ornag-orang yang menurutnya mudah menarik perhatian orang lain.

“Memangnya kenapa? Mereka baik kok.” Sahut Jaejoong berusaha agar Kyuhyun tidak pergi dan meninggalkannya. Tapi alasan sebenarnya adalah dia tidak mau sampai mengecewakan Siwon yang sudah susah payah meminta bantuannya agar Siwon bisa lebih mengenal Kyuhyun.

Dalam hati Jaejoong sangat senang karena Siwon menaruh perhatian kepada sahabatnya. Menurut Jaejoong, Kyuhyun perlu sesekali berkenalan dengan orang selain teman-teman sejurusan. Itu dan juga karena Jaejoong merasa jika Kyuhyun bisa dekat dengan Siwon, maka dirinya juga bisa punya alasan untuk mendekati Yunho. Jika pendekatan ini berhasil, sahabatnya punya kekasih, dia pun juga punya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

“Yang lain aku bisa terima walaupun enggan. Tapi kalau yang satu itu, sepertinya aku malas jika ada dia.” Ucap Kyuhyun yang langsung membuyarkan lamunan Jaejoong.

“Huh? Apa Kyu? Kau tadi bilang apa?”

“Aish! Makanya jangan melamun terus. Yunho saja yang ada diotakmu. Aku bilang, aku tidak keberatan dengan yang lain. Tapi aku malas jika ada dia.” Tukas Kyuhyun sekali lagi sambil menahan dirinya lagi untuk mencubit Jaejoong. Sahabatnya yang satu itu memang senang sekali melamun.

“Yang mana Kyu?” tanya Jaejoong penasaran. Kyuhyun menunjuk ke arah Siwon dan berkata,

“Itu. Yang punya lesung pipi itu. Dia benar-benar mengganggu.” Keluh Kyuhyun sebal.

“Choi Siwon maksudmu?” tanya Jaejoong memastikan bahwa dia menerka orang yang tepat.

“Ya, dia. Ya ampun, aku tidak mengerti kenapa semua orang tertarik kepadanya. Orangnya aneh begitu.” Cibir Kyuhyun dan reaksi itu langsung membuat Jaejoong membulatkan matanya yang memang sudah bulat itu. Jaejoong tidak percaya Kyuhyun bisa mengatakan seorang Choi Siwon aneh dan mengganggu.

“Aneh? Kyu, Choi Siwon itu bisa dikatakan sempurna. Sudah tampan, kaya, pintar, baik, lumayan ramah, dari keluarga terpandang lagi. Apa lagi yang kurang dari dia?” tanya Jaejoong shok mendengar sahabatnya mengkomentari Siwon seperti tadi. Jaejoong jadi berpikir, seperti apa selera Kyuhyun yang sebenarnya. Jaejoong benar-benar terperangah dengan sikap Kyuhyun dan belum reda dari keterkejutannya, Kyuhyun sudah membuat Jaejoong kembali membulatkan matanya dan membuka mulutnya dengan jawaban Kyuhyun.

“Yang kurang darinya katamu. Tentu saja kewarasannya.”

“Huh?”

“Dia itu kurang waras sepertinya.” Jawab Kyuhyun menegaskan. Terlalu shok dengan jawaban Kyuhyun, Jaejoong hanya bisa terpaku dan itu dianggap Kyuhyun sebagai tanda bahwa Jaejoong ingin dia melanjutkan ucapannya.

“Dia melihatku seperti aku ini adalah alien Jae. Pandangannya tak pernah lepas dariku. Dia melihat aku dari ujung sepatuku sampai ujung kepala. Tatapannya mengerikan, seperti dia mau memakanku. Memangnya aku bakpao. Dan sejak dia melihatku pertama kali, matanya terus mengekor kemana pun aku pergi. Aku risih Jae. Memangnya apa yang salah dengan diriku?” tanya Kyuhyun setelah dengan satu tarikan nafas berkeluh kesah kepada Jaejoong soal sikap Siwon yang terus menatapnya.

Jaejoong yang tadinya terkejut, perlahan mulai mengerti ketidaknyamanan Kyuhyun terhadap Siwon. Dalam benaknya, Jaejoong sedikit menyalahkan Siwon yang terlalu berlebihan menatap Kyuhyun. Siapa juga yang tidak takut jika dilihat terus menerus padahal mereka baru kenal beberapa menit yang lalu. Namun Jaejoong juga memahami mengapa Siwon sampai seperti itu.

Kyuhyun memang bisa membuat siapa saja menoleh kepadanya hanya dengan sekali berjalan di depan orang tersebut. Siapa yang tidak tertarik dengan kulit putih mulus dan wajah cantik Kyuhyun. Ditambah lagi postur tubuh Kyuhyun yang meski sedikit berisi masih termasuk kategori ramping dan juga tinggi layaknya model. Jaejoong menghela nafas lalu menepuk belakang kepala Kyuhyun pelan.

“Salahmu adalah kau terlalu imut dan cantik.”

“Huh?”

“Sudahlah. Pokoknya aku tidak mau tahu Kyu. Kau harus tetap menemaniku.” Tegas Jaejoong. Kyuhyun baru saja akan kembali beragumen dengan Jaejoong, tapi tidak jadi. Jaejoong sudah menatapnya dengan memelas dan meski enggan, akhirnya lagi-lagi Kyuhyun mengalah.

“Hhh… Baiklah, tapi kau berhutang kepadaku Jae.”

“Hore!! Kau memang sahabatku yang paling baik.”

“Kalau begini kau bilang aku baik.” Bisik Kyuhyun pelan namun masih terdengar oleh Jaejoong. Dia pun hanya terkikik dan membiarkan sahabatnya itu menggerutu sendirian.

Jaejoong baru akan mengajak Kyuhyun kembali ke tempat Siwon dan para sahabatnya, ketika yang bersangkutan justru sedang berlari kecil menghampiri mereka. Siwon berlari sendirian, meninggalkan Yunho yang berdiri tak jauh dari tempat Siwon berasal. Jaejoong melihat isyarat dari Yunho agar Jaejoong menyusulnya. Mengerti isyarat Yunho yang juga berarti untuk meninggalkan Siwon dan Kyuhyun berdua saja, Jaejoong langsung mengangguk lalu menyikut sedikit pinggang Kyuhyun agar dia kembali memperhatikan Jaejoong.

“Hei Kyu, lihat pangeran kurang warasmu menuju kesini. Kalau begitu aku tinggalkan kalian berdua ya. Siapa tahu dengan bergaul denganmu, otak Siwon-ssi menjadi berfungsi dengan benar. Bye.” Sahut Jaejoong dan langsung melesat meninggalkan Kyuhyun tanpa sempat dicegah oleh yang bersangkutan.

“Jae!!” pekik Kyuhyun kesal karena ditinggalkan. Baru saja dia akan mengejar Jaejoong, langkahnya dihadang oleh Siwon yang dengan senyum andalannya memanggil Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi.” Sapa Siwon sopan yang hanya ditanggapi dengan tatapan yang seolah mengatakan ‘jangan dekat-dekat’ terhadap Siwon. Siwon sendiri tidak terlalu perduli dengan sikap Kyuhyun yang terkesan tidakmau didekati dan melanjutkan perkataannya.

“Kau ingin naik wahana apa?” tanya Siwon.

“Memangnya kenapa?” tanya Kyuhyun balik.

“Aku ingin naik bersamamu.” Jawab Siwon singkat, padat, dan jelas. Kyuhyun menatap Siwon sekali lagi, lalu menunjuk ke salah satu wahana.

“Um… Mungkin naik yang itu dulu.”

“Itu?” tanya Siwon memastikan bahwa yang ditunjuk Kyuhyun benar seperti yang dia pikirakan. Siwon berharap bahwa dia salah, namun sekali lagi harapan tinggal harapan.

“Ya, itu. Kenapa? Kau tidak mau? Ya sudah, aku naik saja dengan teman-temanmu yang mau.” Ucap Kyuhyun santai dan bermaksud kembali menyusul ke arah perginya Jaejoong. Namun belum selangkah Kyuhyun berjalan, lengannya sudah dicekal oleh Siwon.

“Ah, aku mau menemanimu. Ayo.” Jawab Siwon cepat dan pasti meski dalam hatinya dia berdoa agar dia tidak mempermalukan dirinya sendiri setelah menaiki wahana yang ditunjuk oleh Kyuhyun.

Memang wahana apa yang Kyuhyun mau naiki?

Tak lain dan tak bukan adalah salah satu wahana yang memacu adrenalin, roller coaster.

Kyuhyun hanya mengangguk menanggapi ucapan Siwon lalu bermaksud menyusul Jaejoong dan teman-teman Siwon. Akan tetapi alangkah terkejutnya Kyuhyun ketika dia menemukan tempat berkumpulnya Jaejoong, Yunho, Changmin dan yang lainnya sudah kosong. Tidak ada satu pun tanda-tanda keberadaan mereka semua.

“Kemana teman-temanmu?” tanya Kyuhyun langsung. Siwon hanya tersenyum dan menjawab.

“Oh, mereka ingin berkeliling sendiri. Jadi kami berpencar.”

“Apa?!!! Kalau begitu dimana Jae?!” tanya Kyuhyun lagi.

“Jae? Oh, Jaejoong-ssi aman bersama Yunho hyung. Kau tidak perlu cemas Kyuhyun-ssi. Lagipula sebaiknya kita jangan menggangu mereka. Mereka sepertinya sedang melakukan pendekatan.” Jawab Siwon santai dan tidak melihat aura gelap menakutkan dari seorang Cho Kyuhyun.

“Kim Jaejoong sialan. Beraninya dia meninggalkanku dengan si gila ini. Awas kalau aku bertemu dengannya. Akan aku buang semua boneka gajah dan pernak-pernik hello kittynya.” Gerutu Kyuhyun pelan namun samar-samar masih terdengar oleh Siwon.

“Kau bicara sesuatu Kyuhyun-ssi?” tanya Siwon sambil mendekatkan wajahnya kepada Kyuhyun. Merasa ada hembusan nafas di dekat pipinya, dengan ‘lembutnya’ Kyuhyun mendorong wajah Siwon agar menjauh darinya.

“Jangan dekat-dekat! Aku alergi orang tampan!” seru Kyuhyun yang langsung menutup mulutnya sendiri ketika kata-kata itu keluar dari mulutnya.

Argh! Kenapa aku bilang begitu?! Itu sama saja aku mengakui dia tampan. Ya, memang dia tampan, tinggi, punya senyum lesung pipi yang manis, kulit kecoklatan yang membuatnya semakin sexy, lalu… Gya!! Cho Kyuhyun Tadi kau berpikir apa?! Kau terhasut ucapan Kim ‘genit’ Jaejoong!! Batin Kyuhyun sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri, tidak sadar ada sepasang mata yang melihatnya dengan takjub.

Siwon melihat Kyuhyun yang menepuk-nepuk pipi bulatnya merasa bahwa Kyuhyun semakin manis dan menggemaskan. Terlebih lagi sikapnya yang tak biasa bagi Siwon. Siwon benar-benar semakin penasaran dengan pemuda manis di depannya ini dan jika boleh dibilang, Siwon sepertinya sudah jatuh hati dengan Kyuhyun. Dan dilihat dari ucapan Kyuhyun yang tak langsung mengakui ketampanannya, Siwon berpikir bahwa dia masih punya kesempatan. Ya, kesempatan yang akan dia pergunakan sebaik mungkin. Lagipula, dengan bala bantuan yang cukup bisa diandalkan, Siwon merasa tingkat keberhasilan cukup tinggi.

Bukan begitu?!

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Here is the next chappy… hohoho… \(^o^)/ karena ini repost jadi bisa cepet postnya..

Btw, anyway, busway, nao bru kepikiran kalo bikin ff itu serasa bikin ftv sendiri dengan pairing favorite. Ya ga sih? Angkat kaki yang setuja.. kkk… >_<

Well, ga usah lama-lama baca notes nao ini, langsung berikan kesan dan saran #plak

Gomen juga untuk typos yak soalnya meski ini repost, Nao masih aja males edit -___-

Moga masih suka sama FF ini ya amazing readers…

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae, and KrisHo 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements