Tags

, , , , , ,

Title : Like That 4

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, Se7min

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, Attempt humor, BL, AU, OOC

Summary : Caught in a maze I can’t find my way back, but I’m trippin because I love how you do me like that

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Jae? Oh, Jaejoong-ssi aman bersama Yunho hyung. Kau tidak perlu cemas Kyuhyun-ssi. Lagipula sebaiknya kita jangan menggangu mereka. Mereka sepertinya sedang melakukan pendekatan.” Jawab Siwon santai dan tidak melihat aura gelap menakutkan dari seorang Cho Kyuhyun.

“Kim Jaejoong sialan. Beraninya dia meninggalkanku dengan si gila ini. Awas kalau aku bertemu dengannya. Akan aku buang semua boneka gajah dan pernak-pernik hello kittynya.” Gerutu Kyuhyun pelan namun samar-samar masih terdengar oleh Siwon.

“Kau bicara sesuatu Kyuhyun-ssi?” tanya Siwon sambil mendekatkan wajahnya kepada Kyuhyun. Merasa ada hembusan nafas di dekat pipinya, dengan ‘lembutnya’ Kyuhyun mendorong wajah Siwon agar menjauh darinya.

“Jangan dekat-dekat! Aku alergi orang tampan!” seru Kyuhyun yang langsung menutup mulutnya sendiri ketika kata-kata itu keluar dari mulutnya.

Argh! Kenapa aku bilang begitu?! Itu sama saja aku mengakui dia tampan. Ya, memang dia tampan, tinggi, punya senyum lesung pipi yang manis, kulit kecoklatan yang membuatnya semakin sexy, lalu… Gya!! Cho Kyuhyun Tadi kau berpikir apa?! Kau terhasut ucapan Kim ‘genit’ Jaejoong!! Batin Kyuhyun sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri, tidak sadar ada sepasang mata yang melihatnya dengan takjub.

Siwon melihat Kyuhyun yang menepuk-nepuk pipi bulatnya merasa bahwa Kyuhyun semakin manis dan menggemaskan. Terlebih lagi sikapnya yang tak biasa bagi Siwon. Siwon benar-benar semakin penasaran dengan pemuda manis di depannya ini dan jika boleh dibilang, Siwon sepertinya sudah jatuh hati dengan Kyuhyun. Dan dilihat dari ucapan Kyuhyun yang tak langsung mengakui ketampanannya, Siwon berpikir bahwa dia masih punya kesempatan. Ya, kesempatan yang akan dia pergunakan sebaik mungkin. Lagipula, dengan bala bantuan yang cukup bisa diandalkan, Siwon merasa tingkat keberhasilan cukup tinggi.

Bukan begitu?!

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon meletakkan kepalanya di meja café dengan pelan. Tubuhnya sudah tidak sanggup lagi untuk dibawa beraktifitas. Sepertinya hidupnya hanya tinggal setengah, setelah tiga jam ini dia menemani Kyuhyun menaiki wahana yang semuanya memacu adrenalin. Siwon kalah telak dengan keberanian pemuda manis itu.

“Masih pusing?” tanya Kyuhyun datar meski Siwon sedikit menangkap nada kekhawatiran di suaranya merdu Kyuhyun. Siwon mengangkat kepalanya sedikit agar dia bisa melihat wajah Kyuhyun. Siwon tersenyum dan menegakkan tubuhnya lalu menjawab pertanyaan Kyuhyun.

I’m fine. Thanks Kyunnie.” Jawab Siwon sambil memperlihatkan senyum memukau yang bisa membuat semua gadis dan pemuda bertekuk lutut dihadapannya. Semua, atau mungkin terkecuali satu orang. Seseorang yang tidak mau mengakui jika senyum Siwon memang manis. Orng tersebut memandang Siwon seolah Siwon memiliki dua kepala dan berkata dengan ketus.

“Berhentilah memanggilku Kyunnie. Memangnya kau siapaku?”

“Temanmu.” Dan sebentar lagi kekasihmu. Batin Siwon kemudian sambil tersenyum penuh arti. Kyuhyun bergidik takut ketika melihat senyum Siwon tadi. Dia merasa senyum Siwon itu akan membawa dia akan jatuh ke permasalahan yang rumit dan tidak ada jalan keluarnya.

“Kenapa aku merasa ada maksud tersembunyi dari perkataanmu tadi? Dan berhentilah tersenyum seperti itu Choi Siwon-ssi! Kau membuatku takut!” sungut Kyuhyun kesal bukan kepalang.

Pasalnya sejak dia menyetujui untuk bermain berdua dengan Siwon, selain Siwon terus saja menatap dirinya, Siwon juga berani menyentuhnya. Tarikan lengan jika mereka akan menuju ke suatu wahana. Tangannya yang selalu berada di bahunya jika mereka sedang mengantri. Lalu satu kali Siwon memeluk pinggangnya ketika dia hampir jatuh di tabrak beberapa remaja yang berlarian tak karuan.

Kyuhyun berpikir meski tindakan Siwon yang terakhir tadi adalah untuk menyelamatkan dia dari berciuman dengan tanah tapi tetap saja Kyuhyun merasa risih dengan semua perlakuan Siwon terhadapnya. Namun yang lebih membuat Kyuhyun lebih kesal dan risih adalah dirinya yang membiarkan itu semua. Dia tidak mengerti mengapa sentuhan Siwon terasa berbeda dengan sentuhan dari teman-temannya yang lain. Sentuhan Siwon terasa lebih nyaman, lembut, dan seperti sudah seharusnya sentuhan itu dirasakan oleh Kyuhyun.

Aku benar-benar sudah gila. Ini semua karena kuda bodoh Choi Siwon. Batin Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya.

“Lalu aku harus tersenyum seperti apa Cho Kyunnie?” pertanyaan Siwon membuyarkan lamunan Kyuhyun. Meski begitu, Kyuhyun masih menangkap nama yang dipanggil oleh Siwon tadi. Dengan ‘lembut’ Kyuhyun memukul lengan Siwon.

“Namaku Kyuhyun bukan Kyunnie!” serunya tak terima. Siwon bukannya merasa sakit karena pukulan Kyuhyun maupun menyesal karena telah membuatnya marah, dia justru terkekeh, yang tentu saja menambah kekesalan hari seorang Cho Kyuhyun.

“Aku maunya Kyunnie.”

“Aish! Aku tidak mengerti bagaimana penggemarmu bisa begitu tergila-gila denganmu. Masa hanya karena tampan, kaya, cerdas, dan mempesona mereka sudah tak berkutik?!” ucap Kyuhyun ragu. Tanpa sadar dia sudah memuji Siwon dan hal tersebut tidak terlewatkan dari telinga tajam Siwon. Ucapan Kyuhyun yang kelepasan itu dipergunakan Siwon untuk menggodanya.

“Kau merasa aku tampan, kaya, cerdas dan mempesona Kyunnie? Oh aku tersanjung mendengarnya.”

“Eh?? Kapan aku bilang begitu?? Kau bermimpi.”

“Semenit yang lalu. Aku ulang ya, Aish! Aku tidak mengerti bagaimana penggemarmu bisa begitu tergila-gila denganmu. Masa hanya karena tampan, kaya, cerdas, dan mempe… mpht…mpht…” Siwon tak mampu lagi melanjutkan godaannya karena mulut sampai hidungnya dibekap oleh Kyuhyun yang sudah berdiri sejak Siwon mengulang perkataannya.

“Bisakah kau tidak mempermalukan kita berdua. Semua orang memperhatikan kita bodoh!!” hardik Kyuhyun dengan semburat merah muda di kedua pipinya. Kyuhyun menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, lalu tersenyum meminta maaf kepada semua pengunjung karena sudah mengganggu mereka dengan suara keras Siwon tadi.

Sementara Siwon sedikit kelabakan dengan bekapan Kyuhyun. Dia sedikit berontak untuk melepaskan tangan Kyuhyun karena dia tidak bisa bernafas. Tapi entah punya kekuatan darimana, tangan Kyuhyun sama sekali tidak bergeming dari mulut dan hidungnya.

“Mphh…mpht…mpht…”

“Kau bicara apa? Aku tidak mengerti.”

“Mphh…mpht…mpht…”

“Apa?!” Siwon tak kuat lagi. Di saat itulah, otaknya baru berjalan. Dia sadar tangannya bebas sehingga dia menunjuk ke arah tangan Kyuhyun yang membekapnya. Kyuhyun langsung menyadari tindakannya yang hampir membunuh Siwon dan dengan segera melepaskan tangannya dari mulut dan hidung Siwon.

“Oh maaf. Kau baik-baik saja?” tanyanya sedikit merasa tidak enak. Siwon tidak langsung menjawab. Dia mengambil nafas dalam-dalam sebelum menatap Kyuhyun dan tersenyum simpul.

“Aku kira aku akan mati kehabisan nafas tadi.” Jawabnya. Kyuhyun memutar matanya bosan lalu mengambil tempat duduk di depan Siwon.

“Kau berlebihan.” Tanggap Kyuhyun sambil tersenyum. Siwon langsung terpaku melihat senyum manis Kyuhyun yang memang baru dilihatnya. Tanpa sopan santun, jari telunjuk Siwon langsung menunjuk ke wajah Kyuhyun dan dia kembali berteriak.

“Kau tersenyum!!”

“Aish!! Kenapa kau berteriak lagi sih?!” seru Kyuhyun sembari menepis jari telunjuk Siwon. Dia manatap Siwon dengan tatapan yang sama yang sudah dia berikan kepada Siwon sejak mereka bertemu. Tatapan yang melihat orang aneh.

“Kau tersenyum Kyunnie. Kau cantik sekali jika sedang tersenyum.” Komentar Siwon antusias karena dia senang akhirnya dia bisa melihat ekpresi lain dari Kyuhyun selain cemberut dan marah.

“Sudah aku bilang jangan panggil aku Kyunnie! Dan aku bukan perempuan Choi Siwon-ssi. Aku laki-laki jadi seharusnya aku tampan bukan cantik!” sanggah Kyuhyun mengucapkan hal yang sama berulang-ulang. Seharusnya dia tahu bahwa Siwon tidak akan mau mengikuti kata-katanya untuk tidak memanggil dirinya dengan sebutan Kyunnie, tapi tetap saja Kyuhyun keras kepala.

No, you are more beautiful than handsome.”

I’m definitely not!”

Yes you are.”

“Argh!! Berdebat denganmu sama saja berdebat dengan orang gila.” Keluh Kyuhyun akhirnya mengalah secara tidak rela karena tidak mau terus menerus beradu argumen dengan Siwon. Siwon sendiri semakin melebarkan senyumnya kala melihat Kyuhyun yang kembali cemberut dan memilih untuk tidak melihat wajahnya.

Siwon terus memandang Kyuhyun. Dalam hatinya, Siwon merasa beruntung bisa berkenalan dan berdekatan dengan Kyuhyun. Siwon sudah tahu kalau dia menyukai Kyuhyun bahkan mungkin dia benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Kyuhyun. Hanya saja, dia ingin yakin Kyuhyun yang membuat dia penasaran adalah orang yang sama dengan Kyuhyun yang ada didepannya sekarang. Dan hasil yang didapat Siwon setelah berjam-jam bersama Kyuhyun adalah mereka orang yang sama.

Meski singkat, tapi pengalaman Siwon telah mengajarkan dia mana yang bisa disebut bertingkah menjadi diri sendiri atau hanya berpura-pura demi mendapatkan sesuatu atau sekedar menyenangkan orang lain. Kyuhyun adalah tipe orang yang jujur terhadap dirinya sendiri. Semua sikapnya adalah asli siapa dia sesungguhnya. Kyuhyun memang ketus, blunt, sedikit suka semaunya, tapi dia baik dan mudah tersentuh.

Siwon tahu karena meski Kyuhyun awalnya tidak setuju jalan dengannya, tapi Kyuhyun terlalu baik untuk menolak permintaan Jaejoong yang menginginkan dia untuk jalan bersama Siwon. Dan juga, meski Kyuhyun suka menegur bahkan memukul lengan atau belakang kepalanya jika dia kesal dengan Siwon, tak pernah satu kali pun Kyuhyun pergi meninggalkannya. Bahkan ketika Siwon harus berhenti sejenak mengatur detak jantungnya dan terkadang menahan mual di perutnya akibat menaiki wahana, Kyuhyun terus bersama dirinya dan mengelus-elus dada atau punggung Siwon berusaha mengurangi rasa mual yang dirasakan oleh Siwon.

Semua itu membuat Siwon semakin ingin berjuang mendapatkan Kyuhyun sebagai kekasihnya. Mungkin akan membutuhkan waktu dan mungkin saja dia tidak bisa membawa Kyuhyun dan mengenalkannya kepada keluarganya saat ulang tahun pernikahan kedua orangtuanya, tapi Siwon tidak perduli. Berapa lama pun waktunya, Siwon akan terus berusaha.

“Kyuhyun.” Panggil Siwon tiba-tiba membuat pemilik rambut ikal itu menoleh kepadanya meski dengan raut wajah bosan.

“Apalagi?!”

“Kau berbeda.”

“Huh?” tanya Kyuhyun tak mengerti dengan ucapan Siwon. Kyuhyun mulai memperhatikan Siwon dengan seksama, berusaha mencari arti dari ucapan Siwon tadi melalui mata dan gerak-gerik tubuh Siwon.

“Kau berbeda.” Ulang Siwon lagi.

“Berbeda apanya? Kau ini kenapa lagi sih? Jangan-jangan otakmu menjadi tak karuan karena kita naik wahana-wahana ekstrem itu ya?” duga Kyuhyun sedikit tak masuk akal. Siwon pun menjadi tertawa mendengar dugaan Kyuhyun tadi.

“Tidak. Aku tidak kenapa-kenapa. Lagipula mana ada otak tak karuan hanya gara-gara naik wahana Kyu. Ah, itu makanan kita sudah datang.” Kata Siwon mengalihkan pembicaraan mereka berdua dengan kedatangan pelayan yang membawakan makanan pesanan mereka.

Kyuhyun memiringkan sedikit kepalanya bingung dengan sikap Siwon yang tiba-tiba saja penuh rahasia. Kyuhyun tidak sadar bahwa sikapnya barusan membuat Siwon menatapnya gemas. Siwon ingin sekali mencubit pipi gembil Kyuhyun tapi niat itu dia urungkan. Siwon masih tahu diri dan tidak ingin membuat Kyuhyun menjadi tidak nyaman dengannya.

Siwon lalu memperhatikan pelayan yang sedari tadi mondar-mandir ke meja mereka meletakan berbagai macam makanan. Matanya membulat setelah pelayan tersebut menaruh makanan terakhir.

“Kau yakin bisa menghabiskan semua makanan ini Kyu?” tanya Siwon masih takjub dengan nafsu makan pemuda bermata coklat tersebut.

“Tentu saja. Walau nanti berat badanku naik, tapi aku sedang lapar. Oh tunggu sebentar, kau benar yang akan membayar ini semua? Tidak menyesal?” tanya Kyuhyun memastikan. Dia menanyakan itu bukan karena ingin agar di traktir oleh Siwon tapi pemuda berlesung pipi itu yang mengatakan akan membayarnya. Tapi jika Siwon keberatan, Kyuhyun tidak masalah. Dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk hari ini, termasuk dana untuk makannya itu.

“Ya. Kau makanlah, jika kau memang sanggup menghabiskan semua makanan itu.” Jawab Siwon masih tidak percaya Kyuhyun sanggup menghabiskan begitu banyak makanan. Siwon seperti melihat Changmin nomor dua. Siwon berharap bahwa Kyuhyun tidak sepenuhnya mirip dengan Changmin. Siwon tidak mau menjadi Dongwook nomor dua.

“Benar?” tanya Kyuhyun ulang. Dia masih enggan memakan begitu makan lezat dihadapannya jika Siwon memang keberatan.

“Ya ampun Kyu. Harus berapa kali aku mengatakannya agar kau percaya?! Kau makanlah!” seru Siwon menjadi tak sabaran dengan sikap Kyuhyun yang tidak percaya dengannya. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya sebal karena nada suara Siwon yang tinggi.

“Ya sudah kalau memang yang bayar. Tidak usah marah. Aku hanya bertanya. Oke, mari makan.” Sahutnya ceria setelah baru saja dia cemberut karena suara keras Siwon. Siwon geleng-geleng kepala melihat betapa cepatnya perubahan suasana hati Kyuhyun. Satu cacatan untuk Siwon adalah Kyuhyun suka makan seperti Changmin meski sepertinya pemuda manis itu masih memikirkan berat badan.

Siwon lalu mengenyahkan pikirannya akan Kyuhyun dan bermaksud mengambil makanan yang tersaji ketika iris matanya melihat betapa ganasnya Kyuhyun menyantap makanan-makanan tersebut. Siwon sekali lagi tercengang dengan kemampuan makan Kyuhyun. Siwon baru akan mulai makan sedangkan Kyuhyun sudah hampir selesai satu piring. Melihat itu semua, nafsu makan Siwon tiba-tiba saja menghilang dan hal tersebut disadari oleh Kyuhyun.

“Kau tidak makan?”

“Sepertinya melihatmu makan saja aku sudah kenyang Kyu.”

“Tidak bisa begitu! Ini, kau harus makan. Nanti kau tidak tenaga untuk menemaniku bermain. Masih ada beberapa wahana lagi yang belum aku naiki dan kita belum mengulang menaiki wahana-wahana di awal tadi.” Sahut Kyuhyun sambil menaruh beberapa potong daging diatas nasi Siwon.

Lalu dengan telaten, Kyuhyun menuangkan sup di mangkuk Siwon serta menuangkan air putih di gelas kosong Siwon. Siwon memperhatikan tingkah laku Kyuhyun yang sudah seperti istri terhadap suaminya saja jika mereka sedang makan. Seharusnya Siwon bersorak kesenangan dengan itu semua. Sayang, pikirannya terarahkan kepada kata-kata terkahir Kyuhyun tadi sehingga dia tidak bisa merasakan kegembiraan dengan perhatian dari Kyuhyun. Dengan perlahan Siwon bertanya memastikan apa yang dia dengar tadi benar atau salah. Dalam hati Siwon berharap dia salah dengar.

“Kau ingin kita mengulang menaiki wahana ekstrem tadi?” tanya Siwon dan respon anggukan kepala oleh Kyuhyun menjadi jawaban sekaligus berita paling buruk yang didengar oleh Siwon hari ini.

“Sudah jadi kebiasaanku untuk mengulang semua wahana yang aku naiki. Mana mungkin aku puas hanya dengan sekali menaikinya. Jaejoong dan seingatku Changmin juga melakukan hal yang sama.” Jelasnya. Sekali lagi Siwon membeku mendengar jawaban Kyuhyun. Jaejoong dan Changmin ternyata seperti Kyuhyun.

“Mereka juga begitu?” tanya Siwon yang sebenarnya sia-sia karena jawaban Kyuhyun sudah bisa dipastikan. Ketika Kyuhyun mengangguk meski dia menatap heran ke arah Siwon, pemuda tinggi itu langsung pucat. Dia tidak menyangka telah membawa mala petaka bagi sahabat-sahabatnya.

Di lain tempat, dua orang yang menjadi sahabat Choi Siwon tengah ‘menikmati’ kencan mereka dengan pasangan mereka masing-masing. Para sahabat Siwon sedang menaiki wahana ekstrem dan sekarang sedang ikut berteriak seperti pasangan mereka serta pengunjung lainnya. Hanya saja teriakan mereka sedikit berbeda walaupun kata-katanya sama persis, yaitu,

“CHOI SIWON SIALAN!!! AKAN AKU BALAS KAU!!!” teriak para sahabat Siwon yakni Dongwook dan Yunho, bersamaan. Teriakan yang sebenarnya sangat jauh dari café tempat Siwon makan siang sekarang ternyata cukup membuat bulu kuduk Siwon sedikit berdiri dan dia tahu kenapa.

I’m so dead.” Gumamnya seorang diri membuat Kyuhyun kembali memandangnya heran.

.

.

.

Empat pasang pemuda dan pemudi terlihat berjalan pelan menuju pintu keluar taman bermain tersebut. Hari ini mereka telah bersenang-senang seharian penuh dan membuat kenangan dan jalinan cinta yang baru. Well, sebenarnya hanya lima orang saja yang bersenang-senang. Tiga lainnya sudah terpuruk tak berdaya karena aksi dari pasangan mereka masing-masing.

“Choi Dongwook! Kenapa kau lemah sekali?! Kita baru bermain seharian kau sudah seperti itu?! Bagaimana jika aku ingin bermain selama 2 hari?!” suara tinggi seorang Shim Changmin membuat tiga orang yang sedang terduduk di salah satu bangku di luar pintu keluar menatap tajam Changmin. Terlebih lagi Dongwook. Changmin menajdi terdiam sendiri kala tatapan tajam itu ditujukan kepadanya. Dan perasaan Changmin semakin tidak enak ketika tatapan tajam Dongwook berubah menjadi tatapan, jika boleh dibilang, tatapan mesum.

“Changminie, tega sekali kau berkata begitu? Kau harus dihukum.” Sahut Dongwook sambil berdiri dan mendekati Changmin. Changmin berjalan mundur menghindari Dongwook. Perasaannya mengatakan bahwa dia bisa dalam bahaya besar jika membiarkan Dongwook menangkapnya. Changmin berbalik dan bermaksud melarikan diri ketika dengan mudahnya lengannya dicekal oleh Dongwook. Dan dengan sekali tarikan tubuh Changmin yang tinggi itu dibopong di bahu kekar Dongwook bagaikan kantung beras.

“Aku duluan hyungdeul, Yunho-ah, Siwon-ah, Jaejoong-ah, dan Kyuhyun-ah. Sampai ketemu di kampus.” Pamit Dongwook sambil melambaikan tangannya kearah Siwon dan yang lainnya. Setelah berpamitan, Dongwook langsung membawa Changmin pergi ke mobilnya. Dongwook sama sekali berbeda dengan saat dia kelelahan karena bermain. Mungkin insting untuk ‘bercengkrama’ bersama Changmin menambah kekuatannya.

Sementara Siwon dan yang lain hanya memandang punggung Dongwook dan Changmin yang masih berteriak untuk minta diturunkan. Mereka semua masih bisa mendengar dengan jelas teriakan Changmin kepada Dongwook.

“Serigala gila!! Orang mesum!! Turunkan aku!! TURUNKAN AKU!! Leeteuk umma! Kangin appa! Siwon hyung!! Yunho hyung!! Jaejoong hyung!! Kyuhyunnie!! TOLONG AKU!! I’ll get to be eaten, people!!!”

“Jika sudah seperti itu baru dia memanggilku hyung.” sahut Siwon dan Yunho berbarengan lalu berbalik tidak perduli dengan teriakan Changmin. Kangin dan Leeteuk yang mendengar ucapan keduanya tadi juga hanya menggelengkan kepala dan tertawa kecil. Sedangkan Jaejoong dan Kyuhyun hanya menatap satu sama lain dan mengangkat bahu mereka tidak perduli. Kesimpulannya, malangnya nasib Changmin. Tidak ada yang berniat membantunya lepas dari serigala bernama Choi Dongwook.

“Kalau begitu, aku dan Teukie juga pulang ya. Sudah sore, kami masih ada urusan. Terima kasih atas undangannya hari ini Siwon-ah. Ayo sayang.” Sahut Kangin sembari mengajak Leeteuk yang membungkuk sedikit lalu mengikuti langkah Kangin. Sekarang hanya tinggal Siwon, Kyuhyun, Yunho dan Jaejoong. Keempatnya hanya saling berpandangan sampai Yunho memecah situasi yang canggung itu.

“Oke, kalau begitu kami juga pulang. Aku akan mengantar Boojae, Wonnie. Kau bagaimana?” tanya Yunho sambil menggenggam tangan Jaejoong erat. Tindakan dan ucapan Yunho itu serta merta langsung mendapat reaksi keras dari Kyuhyun. Dia menarik tangan Jaejoong yang bebas ke arahnya sehingga tautan tangan antara Yunho dan Jaejoong terlepas. Dengan tatapan menusuk, Kyuhyun membantah ucapan Yunho yang menyatakan bahwa dia akan mengantar Jaejoong.

“Maksudmu apa mau mengantar Jae pulang?! Jaejoong itu pergi bersamaku, sudah sepantasnya dia pulang juga bersamaku. Memangnya kau siapa Jaejoong sampai mau mengantarnya?” tanya Kyuhyun penuh selidik.

Dia tidak suka dengan kedekatan Yunho dengan Jaejoong. Bukan karena dia cemburu, hanya saja Kyuhyun belum yakin apakah Yunho bisa dipercaya. Jaejoong sahabatnya yang paling dekat dan berarti baginya, jadi dia tidak mau Jaejoong terluka oleh Yunho. Terlebih lagi Kyuhyun tahu Jaejoong sangat menyukai Yunho. Jika benar Yunho hanya bermain-main dengan Jaejoong maka sakit hati Jaejoong akan berlipat ganda.

“Kekasihnya.” Jawab Yunho singkat. Kyuhyun mengangguk pelan. Sepertinya dia tidak menyadari bahwa Yunho baru saja mengakui dirinya adalah kekasih Jaejoong.

“Oke kau kekasihnya. Tapi itu bukan alas… APA?!!!” teriak Kyuhyun begitu otaknya terhubung dengan benar. Matanya menatap horor antara Yunho dan Jaejoong. Jaejoong sendiri hanya tersenyum terpaksa kepada Kyuhyun. Dia tahu Kyuhyun akan menolak hubungan mereka karena menurut Kyuhyun, Yunho dan Jaejoong baru saja saling mengenal.

“Aku kekasih Boojae. Jadi wajar kalau aku yang mengantarnya bukan?!” ulang Yunho santai seakan-akan dia sedang membahas cuaca dengan Kyuhyun. Kyuhyun semakin terkejut dengan berita ini. Dia sedikit terbata-bata ketika menanggapi Yunho.

“Ka…kalian itu… Kalian itu baru berkenalan. Kenapa bisa secepat itu menjadi kekasih huh?! Apa kalian tidak mengenal namanya pendekatan dulu?!”

“Aku rasa beberapa hari sudah cukup karena kami saling mencintai.” Jawab Yunho lagi. Kyuhyun geram melihat betapa santainya Yunho setiap menjawab pertanyaannya. Kyuhyun berpikir Yunho sama bebalnya dengan Siwon sehingga dia mengalihkan protesnya kepada Jaejoong.

“Aduh Jae! Aku tahu kau memang menyukai musang ini sejak masa orientasi kita. Tapi bukan berarti kau bisa menerima dia begitu saja bukan? Siapa tahu dia hanya mempermainkanmu saja.” Keluh Kyuhyun keras kepada Jaejoong yang hanya mampu memutar kedua ibu jarinya seperti anak kecil yang merajuk karena dimarahi oleh ibunya. Kyuhyun terus memberikan wejangan kepada Jaejoong sementara Yunho dan Siwon menyaksikan adegan ibu dan anak itu sambil berbincang diantara mereka.

“Musang?” tanya Yunho sedikit kaget dengan julukan yang diberikan oleh Kyuhyun. Siwon terkekeh menanggapi reaksi Yunho yang terkejut karena julukan dari Kyuhyun. Siwon geli sendiri dengan tingkah dan ucapan Kyuhyun yang mampu memberi julukan yang cukup tepat untuk orang yang dia anggap mengganggu.

“Boleh juga julukannya untukmu hyung.” jawab Siwon yang hanya ditanggapi oleh gelengan kepala dari Yunho.

Is he this blunt Wonnie?”

Yes. With no doubt.

Tough luck bro.

Tell me about it.”

“Berhenti bicara dengan bahasa Inggris, aku tahu artinya kuda dan musang bodoh!” hardik Kyuhyun tiba-tiba.

Pembicaraannya, atau lebih tepatnya wejangan dari Kyuhyun kepada Jaejoong terputus karena Kyuhyun merasa ada orang lain yang sedang membicarakannya. Dan ketika Kyuhyun melihat Yunho dan Siwon sedang seru membicarakan dirinya, sontak kekesalannya bertambah tiga kali lipat dan dengan lantangnya dia berteriak membuat perhatian keduanya kembali tertuju pada Kyuhyun dan Jaejoong. Tapi mereka bukannya membantah atau marah dengan Kyuhyun, mereka justru kembali melanjutkan perbincangan mereka.

And fierce too. He’s like that game character you like so much, angry bird?”

Yes he is. Just the way I like it.”

“Aku bilang berhenti! Aish! Kenapa orang disekelilingku semuanya aneh?!!” teriak Kyuhyun sambil mengangkat kedua tangannya. Kyuhyun lalu menarik nafas untuk mengontrol emosi dirinya.

Dalam benak Kyuhyun, baru kali ini dia merasa seemosi ini. Biasanya Kyuhyun cukup tenang menghadapi orang lain. Tapi kumpulan orang popular tapi aneh ini membuatnya berkali-kali berteriak geram. Kyuhyun merasa hidupnya sudah dipangkas selama sepuluh tahun. Merasa sudah cukup tenang, Kyuhyun kembali menatap Jaejoong. Dia menarik lengan Jaejoong dan mengajaknya pulang.

“Jae, ayo pulang. Kita bicarakan soal dirimu dan musang itu nanti. Walau aku sarankan kau memikirkan lagi hubunganmu dengannya. Jangan tergesa-gesa.”

“Tapi Kyu…”

“Tidak ada tapi-tapi Kim Jaejoong. Sekarang ikut aku. Kita pulang!” tegas Kyuhyun membuat Jaejoong cemberut karena tidak bisa pulang dengan Yunho. Seharusnya bisa saja Jaejoong bersikeras, tapi dia tidak mau membuat Kyuhyun semakin menolak hubungannya dengan Yunho.

Jaejoong benar-benar menghargai dan menyayangi Kyuhyun layaknya keluarga. Jadi baginya pendapat Kyuhyun sangat penting. Jaejoong menghela nafas berat dan menyerah pulang dengan Kyuhyun. Namun sebelum dia mengikuti Kyuhyun yang menunggunya, Jaejoong berbalik sebentar lalu melambaikan tangannya kepada Yunho.

Bye Yunnie bear. Telepon aku ya.”

“Pasti Boojae cantik. Kau tunggu saja ya. Aku pasti menghubungimu. Aku mencintaimu.” Sahut Yunho sambil tersenyum lebar dan membalas lambaian tangan Yunho. Jaejoong bersorak kegirangan dan langsung menghampiri Kyuhyun.

“Kau dengar Kyu, Yunnie mencintaiku.” Kata Jaejoong senang. Sementara Kyuhyun hanya memutar matanya malas.

“Ck… Whatever. Let’s go.” Ajaknya langsung berjalan sambil menarik lengan Jaejoong. Akan tetapi belum empat langkah Kyuhyun berjalan, dia memutar tubuhnya dan berjalan ke arah Siwon dan Yunho sambil membawa Jaejoong karena memang lengannya masih dipegang oleh Kyuhyun. Jaejoong bingung dengan perilaku Kyuhyun tapi lain dengan Yunho. Dia mengira Kyuhyun akan mengijinkannya untuk mengantar Jaejoong. Sayang, Yunho harus mengubur keinginannya untuk mengantar Jaejoong karena Kyuhyun berbalik hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada Siwon.

“Siwon-ssi. Terima kasih atas undangannya. Aku bersenang-senang hari ini.”

“Tidak. Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih karena kau sudah mau datang dan menemaniku hari ini. Aku senang sekali.”

“Ya. Sama-sama. Aku pergi.” Pamit Kyuhyun namun sebelum dia sempat berbalik, lengannya dicekal oleh Siwon sehingga dia kembali berhadapan dengan Siwon.

“Kyu.”

“Ya?”

CUP.

“Sampai bertemu di kampus baby Kyu. Love you.” Ungkap Siwon lalu melepas lengan Kyuhyun dan pergi dengan Yunho yang harus ditarik oleh Siwon karena masih shok dengan tindakan Siwon. Siwon meninggalkan Kyuhyun yang terpaku karena baru saja dicium oleh Siwon.

Cium.

Di bibir.

“GYA!! Siwon bilang dia menyukai, ah tidak, mencintaimu Kyu!” pekik Jaejoong senang. Teriakannya tadi membangunkan Kyuhyun yang shok dan setelah dia mencerna apa yang telah terjadi, Kyuhyun langsung berteriak murka.

“GYA!! KUDA BODOH ITU MENCURI CIUMAN PERTAMAKU!!”

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Repost again… Untuk FF ini karena udah direvisi sampai chapter 6, maka tiap hari ada reposting. Mudah2an chapter 7-nya bisa segera kelar.

Well, itu aja dulu… Muup kalo ada salah2 kata di cerita atas…

Moga suka ya amazing readers…

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae, and KrisHo 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements