Tags

, , , , , ,

Title : Like That 5

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, Se7min

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, Attempt humor, BL, AU, OOC

Summary : Caught in a maze I can’t find my way back, but I’m trippin because I love how you do me like that

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Ck… Whatever. Let’s go.” Ajaknya langsung berjalan sambil menarik lengan Jaejoong. Akan tetapi belum empat langkah Kyuhyun berjalan, dia memutar tubuhnya dan berjalan ke arah Siwon dan Yunho sambil membawa Jaejoong karena memang lengannya masih dipegang oleh Kyuhyun. Jaejoong bingung dengan perilaku Kyuhyun tapi lain dengan Yunho. Dia mengira Kyuhyun akan mengijinkannya untuk mengantar Jaejoong. Sayang, Yunho harus mengubur keinginannya untuk mengantar Jaejoong karena Kyuhyun berbalik hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada Siwon.

“Siwon-ssi. Terima kasih atas undangannya. Aku bersenang-senang hari ini.”

“Tidak. Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih karena kau sudah mau datang dan menemaniku hari ini. Aku senang sekali.”

“Ya. Sama-sama. Aku pergi.” Pamit Kyuhyun namun sebelum dia sempat berbalik, lengannya dicekal oleh Siwon sehingga dia kembali berhadapan dengan Siwon.

“Kyu.”

“Ya?”

CUP.

“Sampai bertemu di kampus baby Kyu. Love you.” Ungkap Siwon lalu melepas lengan Kyuhyun dan pergi dengan Yunho yang harus ditarik oleh Siwon karena masih shok dengan tindakan Siwon. Siwon meninggalkan Kyuhyun yang terpaku karena baru saja dicium oleh Siwon.

Cium.

Di bibir.

“GYA!! Siwon bilang dia menyukai, ah tidak, mencintaimu Kyu!” pekik Jaejoong senang. Teriakannya tadi membangunkan Kyuhyun yang shok dan setelah dia mencerna apa yang telah terjadi, Kyuhyun langsung berteriak murka.

“GYA!! KUDA BODOH ITU MENCURI CIUMAN PERTAMAKU!!”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kyuhyun berjalan dengan dengan cepat ke fakultas manajemen dan bisnis. Dari raut wajahnya bisa terlihat Kyuhyun sedang memendam kekesalan yang sangat dalam. Wajar karena dia memang sedang kesal dengan satu orang dan satu orang itu akhirnya akan mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan dari Kyuhyun.

“Kyunnie! Jangan cepat-cepat! Aku tak kuat lagi mengejarmu!” keluh Jaejoong yang sedari tadi mengikuti Kyuhyun dari belakang lalu menahan laju Kyuhyun yang terlalu cepat untuknya. Jaejoong mengikuti Kyuhyun karena dia takut Kyuhyun benar-benar akan menjalankan rencananya. Jajeoong tadinya sempat bersyukur dengan adanya tugas-tugas yang diberikan oleh dosen mereka beberapa hari ini. Paling tidak Kyuhyun melupakan rencana balas dendamnya.

Tapi Jaejoong harus menelan harapannya itu karena hari ini setelah musim tugas mereka usai, Kyuhyun kembali mengingat apa yang mau dia perbuat dan disinilah mereka, di gedung fakultas manajemen dan bisnis. Mencari satu orang yang sanggup membuat darah Kyuhyun bergejolak. Satu orang dan orang itu adalah tidak lain dan tidak bukan, Choi Siwon.

“Kalau kau tidak kuat, kau pulang saja Jae! Aku harus membalas perbuatan kurang ajar kuda bodoh itu. Dasar orang narsis bodoh yang kehilangan otak! Dia itu pencuri Jae! Dan pencuri itu harus dibuang jauh-jauh ke laut!”

“Yang benar pencuri itu harus dipenjara Kyu.” Kilahan Jaejoong barusan serta merta dihadiahi delikan mata tajam oleh Kyuhyun. Jaejoong pun langsung beringsut takut ketika tatapan membunuh dari Kyuhyun diarahkan kepadanya. Dengan senyum yang sedikit dipaksakan, Jaejoong menyetujui perkataan Kyuhyun.

“Maaf, kau yang benar Kyu. Pencuri itu harus dibuang jauh-jauh ke laut jadi berhentilah menatapku seakan kau ingin membunuhku Kyu! Aku takut…”

“Kau sudah sepantasnya takut jika kau berani bicara sepatah kata lagi. Jadi diamlah!” seru Kyuhyun tegas dan membuat Jaejoong mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun tidak memperdulikan tampang cemberut Jaejoong. Dia justru melanjutkan langkahnya sembari menarik tangan Jaejoong untuk mengikutinya. Akan tetapi belum sampai lima langkah, Kyuhyun sendiri yang berhenti berjalan. Dengan cepat, dia berbalik menghadap Jaejoong yang hampir saja bertubrukan dengan Kyuhyun karena Kyuhyun mendadak berhenti berjalan.

“Jae, dimana kelas di kuda bodoh itu?” tanya Kyuhyun bingung. Dia lupa bahwa dia sama sekali tidak mengetahui seluk beluk gedung manajemen terlebih lagi kelas Siwon yang dia sebut sebagai kuda bodoh. Kyuhyun menantikan jawaban dari Jaejoong, namun si pemuda cantik itu hanya diam menatap Kyuhyun masih dengan wajahnya yang cemberut.

“Jae! Kenapa kau diam saja?!” desak Kyuhyun tidak sabar. Dia sudah merasakan tanda segiempat di pelipisnya karena tingkah sahabatnya itu.

“Kau yang menyuruhku diam Kyu, jadi aku diam.” Kerutan Kyuhyun bertambah setelah dengan entengnya Jaejoong beralasan mengapa dia diam saja. Kyuhyun tidak segan-segan langsung menyentil dahi Jaejoong. Kyuhyun sama sekali tidak perduli jika Jaejoong sedikit lebih tua darinya.

“Aww! Sakit Kyu!! Kenapa kau menyentilku?!” rajuk Jaejoong kesal.

“Tentu saja itu hukuman untukmu Kim Jaejoong! Aish! Sekarang aku menyuruhmu berbicara. Beritahu aku dimana kelas kuda bodoh itu?!” titah Kyuhyun semakin jengkel dengan tingkah sahabatnya yang entah harus dia bilang terlalu polos atau bodoh.

“Aku tidak tahu.” Ucap Jaejoong sambil mengelus dahinya yang maih sakit karena sentilan Kyuhyun.

“Kim Jaejoong-ssi! Bukankah waktu itu kau pernah mengajakku ke tempat ini untuk mengintai Yunho-ssi?!” Kyuhyun benar-benar diujung kesabarannya. Ingin sekali dirinya mencekik leher jenjang milik Jaejoong jika dia tidak ingat jika Jaejoong masih sahabatnya dan dia memerlukan bantuan Jaejoong sekarang. Sementara itu, Jaejoong yang tidak terima dikatakan mengintai Yunho, memprotes keras pernyataan Kyuhyun.

“Aku tidak mengintai Yunnie! Dan berhenti memanggilku Kim Jaejoong! Rasanya aneh…” kelit Jaejoong tak mau kalah dengan Kyuhyun.

“Itu memang namamu, kenapa kau harus merasa aneh?! Dan apa yang baru saja kau bilang? Tidak mengintai Yunnie. Siapa ya yang bilang, Oh… Yunnie itu setiap hari Kamis dan Jumat ke lapangan basket bersama teman-temannya. Yunnie itu setiap Selasa sore berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca atau meminjam buku terbaru di perpustakaan. Yunnie itu…”

Stop it! Oke, aku mengaku jika aku terkadang memperhatikan Yunnie seperti itu.” Potong Jaejoong terhadap sanggahan Kyuhyun. Dia baru saja akan kembali menyatakan keberatannya akan semua ucapan Kyuhyun ketika dilihatnya lirikan Kyuhyun yang membuatnya tidak bisa berbohong. Dengan wajah memerah karena malu, Jaejoong akhirnya mau mengakui bahwa dia selalu memperhatikan Yunho.

“Oke, setiap hari. Tapi itu bukan kejahatan bukan?!” kilahnya masih tidak mau dianggap sebagai pengintai oleh Kyuhyun.

Yeah right, it’s not a crime. Seharusnya kau kulaporkan ke polisi karena mengganggu privasi orang lain. Ck… Sudahlah, sekarang beritahu aku dimana kelas kuda bodoh itu.” Sindir Kyuhyun sambil memutar matanya malas dan juga langsung meminta informasi yang sedari tadi tidak diberikan oleh Jaejoong.

“Sudah aku bilang aku tidak tahu Kyu.” Sahut Jaejoong sedikit memelas karena Kyuhyun sama sekali tidak mempercayainya. Dalam benak Jaejoong, dia menggerutu bahwa mana mungkin dia mengetahui kelas Siwon jika yang ada dipikirannya setiap saat hanya Yunho.

“Kalau begitu, cepat hubungi kekasihmu yang baru mendapatkan 50% persetujuanku itu. Tanyakan padanya dimana kelas si kuda bodoh.” Desak Kyuhyun lagi. Kyuhyun sudah ingin sekali membalas perlakuan Siwon kepadanya sampai dia harus merelakan setengah dari persetujuannya ats hubungan cinta Jaejoong dan Yunho.

“Kyu! Kau sudah setuju 50%. Hore!” teriak Jaejoong gembira tanpa perduli bahwa Kyuhyun sudah diambang batas toleransinya terhadap Jaejoong. Dengan penuh kasih sayang, Kyuhyun pun akhirnya mencubit pinggang Jaejoong agar dia fokus kepada permintaannya.

“Cepat hubungi dia atau aku batalkan persetujuanku.” Ancam Kyuhyun sengit. Jaejoong kembali meringis kesakitan namun senyum masih tercetak di wajah cantiknya kala Kyuhyun sudah mau menyetujui hubungannya dengan Yunho meski hanya 50%. Jaejoong lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Yunho sesuai keinginan Kyuhyun. Dia menunggu beberapa saat sampai satu suara berat menjawab sambungan telepon darinya.

“Yoboseyo Yunnie.”

“Boojae! Baby!! Akhirnya kau menghubungiku lebih dulu sayang. Apakah ini berarti Kyuhyun sudah mengizinkan kita menjalin hubungan?”

“Baru 50% bear, tapi lambat laun dia pasti akan luluh juga.”

“Bagus kalau begitu. Oh ya, ada apa kau menghubungiku di jam kuliah begini baby?”

“Itu, aku mau bertanya dimana kelas Siwon-ssi. Kyuhyun mencarinya.”

“Kyuhyun mencarinya? Bagus juga, berarti Siwon masih punya harapan. Tapi sayang jika dia tahu pun, Kyuhyun tidak akan bertemu dengan Siwonnie.”

“Kenapa?”

“Dia tidak masuk hari ini Boojae sayang.”

“Kenapa?”

“Kata Seunghyun hyung sih Siwonnie sakit.”

“Sakit apa?”

“Hanya demam biasa. Sepertinya dia terkena flu musim panas.”

“Memangnya ada?”

“Ada sayang. Flu khusus yang hanya mendera orang bodoh. Sekarang coba kau pikirkan baik-baik cantik, mana ada orang yang terserang penyakit flu di musim panas kecuali kalau dia bodoh.”

“Berarti Siwon-ssi bodoh.”

“Sepertinya begitu. Dia terlalu bodoh karena sedang jatuh cinta.”

“Pada Kyuhyunnie.”

“Siapa lagi sayang?!” Jaejoong terdiam sesaat mencoba menelaah ucapan Yunho tadi dan hal berikutnya yang dia lakukan adalah menatap Kyuhyun dan berkata,

“Kyunnie, kata Yunnie, Siwon sakit gara-gara jatuh cinta kepadamu.”

“Huh?” tanya Kyuhyun tak mengerti karena tiba-tiba saja Jaejoong berbicara seperti itu kepadanya. Yunho sendiri ingin menepuk dahinya kala dia mendengar asumsi dari sang kekasih. Bukan karena asumsi Jaejoong yang terlalu straight to the point tapi karena polosnya Jaejoong yang langsung berkata apapun terhadap Kyuhyun selama itu berhubungan dengan pemuda galak itu.

“Aduh Boojae kenapa kau langsung bilang kepada Kyuhyun?!” tegur Yunho pelan. Jaejoong yang masih mendekatkan ponsel di telinganya menjadi bingung dengan penuturan Yunho. Dalam pikirannya, memangnya dia tidak boleh bicara apa adanya kepada Kyuhyun. Kyuhyun itu sahabatnya, jadi Jaejoong merasa tidak boleh ada rahasia dengan sahabatnya itu.

“Memangnya kenapa jika Kyuhyun tahu. Bukannya Siwon jelas-jelas sudah menyatakan bahwa dia tertarik kepada Kyuhyun?!” ucap Jaejoong kepada Yunho karena menurutnya buat apa disembunyikan. Siwon sudah secara gamblang menyukai Kyuhyun. Yunho yang mendengar perkataan Jaejoong jadi ikut berpikir hal yang sama.

“Benar juga. Wah, Boojaeku memang pintar.”

“Kau saja yang terlalu meremehkan aku.”

“Kalian itu bicara apa sih? Yah!! Kim Jaejoong-ssi! Kemarikan ponselmu!” seru Kyuhyun semakin tak sabar dengan percakapan Jaejoong dan Yunho yang sama sekali tidak membantunya. Jaejoong pun merengut tak kala Kyuhyun kembali berteriak kepadanya. Dengan kesal, Jaejoong menyerahkan ponselnya kepada Kyuhyun yang langsung diambil Kyuhyun dan dia arahkan ke telinganya.

“Yah! Jung Yunho! Kemana kuda bodoh itu? Aku masih ada urusan dengannya!” teriak Kyuhyun mengambil alih percakapan. Sedangkan Yunho, menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya karena teriakan Kyuhyun tadi. Dalam hati dia sedikit mengumpat dan merutuki nasibnya karena kekasih cantiknya memiliki sahabat segalak dan semenyebalkan seperti Kyuhyun.

“Hai Kyu. Senang mendengar suaramu. Kalau kau menanyakan dimana Siwon sekarang, dia ada dirumah Kyu. Dia sakit, jadi jika kau ingin menjenguknya akan aku kirimkan alamat rumahnya melalui Jaejoong.” Sahut Yunho mencoba seramah mungkin dengan Kyuhyun karena dia tahu betapa pentingnya penilaian Kyuhyun kepadanya saat ini. Nasib percintaannya dengan Jaejoong bergantung kepada kesan pertama yang baik di mata seorang Cho Kyuhyun.

“Siapa bilang aku ingin menjenguknya?! Aku hanya ingin menyelesaikan urusanku dengannya!” seru Kyuhyun masih dalam mode kesal. Namun dia ingat bahwa kesialannya tidak dapat bertemu Siwon dan membalas perbuatannya bukanlah sepenuhnya salah Yunho. Jadi Kyuhyun menarik nafas untuk menenangkan dirinya sendiri dan kembali bertanya kepada Yunho.

“Ya sudah, kapan dia kembali ke kampus?” tanya Kyuhyun dengan nada yang lebih tenang. Kyuhyun berharap Yunho bisa membantunya kali ini. Namun jawaban singkat dan santai dari membuat Kyuhyun kembali terbakar amarahnya.

“Tidak tahu.”

“Jung Yunho-ssi, jangan sampai aku menarik persetujuanku yang masih 50% itu atas hubunganmu dengan Jae. Kau tahu jika aku bisa membuatmu tidak bisa bertemu dengan Jae bukan? Jadi jangan macam-macam denganku. Kapan si kuda bodoh itu kembali ke sekolah?!” tanya Kyuhyun sekali lagi dengan nada mengancam. Yunho pun meneguk air liurnya sendiri kala mendengar ancaman Kyuhyun.

Mana mungkin dia membiarkan Kyuhyun membuat dirinya tak bisa bertemu dengan Jaejoong lagi. Demi Tuhan, mereka baru menjadi sepasang kekasih beberapa hari ini. Yunho tidak mau berpisah sehari bahkan sejam saja dengan Jaejoong dan ancaman Kyuhyun yang terdengar sungguhan itu sangat membuatnya cemas.

“Aku tidak main-main Kyuhyun. Mana aku tahu kapan Siwon sembuh dari sakitnya?! Kalau kau memang ingin segera menyelesaikan urusanmu dengannya, kau bisa kerumahnya.” Ujar Yunho memelas dan hati-hati dalam berbicara. Dalam hatinya, selain Kyuhyun galak dan menyebalkan, dia juga sangat menakutkan dan begitu mudah mengintimidasi orang lain.

Sementara Kyuhyun hanya bisa menahan tawanya kala dia mendengar betapa memelasnya suara Yunho hanya untuk meyakinkan dirinya kalau dia benar-benar tidak tahu kapan Siwon akan kembali ke kampus. Kyuhyun segera mengendalikan dirinya agar tidak tertawa karena dia masih membutuhkan informasi.

“Hhhh… Oke. Kirimkan alamatnya. Aku akan kesana setelah kuliahku selesai sore ini.” Ucap Kyuhyun kembali tenang. Jika memang dia ingin menyelesaikan urusannya dengan Siwon maka dia harus cepat bertemu dengannya. Sejenak Kyuhyun berpikir, mengapa dia begitu risau dengan semua yang dilakukan oleh Siwon.

Biasanya Kyuhyun akan acuh saja dengan orang lain. Tapi mengapa Siwon berbeda. Apa karena dia sudah mencuri ciuman pertamanya? Tapi mengapa, itu hanya sebuah ciuman dan juga Siwon hanya menempelkan bibirnya saja. Mengapa Kyuhyun merasa sesuatu yang aneh ketika bibir joker Siwon bersentuhan dengan bibirnya. Kyuhyun masih terus memikirkan itu semua sampai suara Yunho menyadarkannya bahwa masih ada Yunho di seberang sambungan telepon ini.

“Oke. Kalau begitu Kyu, bisakah kau berikan lagi ponselnya kepada Jaej…” Klik! Tanpa menunggu Yunho selesai bicara, Kyuhyun tanpa merasa bersalah langsung menutup sambungan telepon dari Yunho sebelum memberikan ponsel Jaejoong kembali ke pemiliknya.

“Yunho akan memberikan alamat rumah kuda bodoh itu kepadamu. Begitu kau terima pesannya, langsung kasih tahu aku ya Jae.”

“Oke. Um, Kyu.”

“Ya?”

“Tadi Yunnie bilang apa sebelum kau menutup teleponnya? Apa dia menanyakan aku?”

“Um, tidak. Ayo Jae, kita masih ada kelas.” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum manis kepada Jaejoong yang saat ini sedang merengut karena kesal dengan Yunho. Jaejoong kesal karena Yunho tidak menanyakan dirinya lagi dan langsung menutup telepon. Jaejoong tidak tahu bahwa Kyuhyun yang memutuskan sambungan telepon dengan Yunho.

Sedangkan Kyuhyun yang melihat bibir Jaejoong yang mengerucut dan pipi yang mengembung hanya menyeringai. Kyuhyun hanya sedikit ingin membalas kekesalannya karena pasangan yang dianggapnya menyebalkan itu. Kyuhyun tidak bermaksud memisahkan keduanya, dia hanya ingin menjahili Jaejoong dan Yunho. Sama sekali tidak ada niat buruk kepada sahabat dan kekasihnya itu. Bahkan sebenarnya Kyuhyun sudah setuju dengan hubungan keduanya.

Kyuhyun tahu betapa bahagianya Jaejoong sekarang karena orang yang dicintainya akhirnya membalas perasaannya dan sekarang menjadi kekasihnya. Sebagai sahabat sudah tentu Kyuhyun akan menerima Yunho dan akan menjaga agar Jaejoong terus bahagia. Oleh karena itu bisa dipastikan apa yang akan menimpa Yunho jika lelaki tampan itu berani membuat Jaejoong bersedih apalagi sampai membuatnya menderita. Katakan saja, iblis berwajah imut namun sadis akan dengan senang hati membuat seorang Jung Yunho berharap dia tidak pernah dilahirkan.

.

.

.

Kyuhyun P.O.V

“Apa tidak salah?” tanyaku pada diriku sendiri kala aku berdiri di sebuah rumah, ah bukan, ini sih lebih tepat disebut istana daripada rumah. Aku melihat ke ponselku dan ke alamat rumah yang diukir di salah satu tembok depan gerbang rumah tersebut secara bergantian. Aku ingin memastikan bahwa alamat yang diberikan Jaejoong tadi benar adanya. Aku terus melakukan itu sekitar semenit sampai aku yakin bahwa ini alamat yang benar, apalagi papan nama keluarga yang dengan jelas menyatakan bahwa ini memang kediaman keluarga Choi.

“Bagaimana aku bisa masuk?” tanyaku lagi sendirian. Aku sedikit bingung sampai aku menemukan intercom di samping gerbang rumah. Aku menekannya dua kali sampai satu suara keluar dari intercom tersebut.

“Kediaman Keluarga Choi.”

“Um… Selamat sore. Saya Cho Kyuhyun. Bisa saya bertemu dengan Choi Siwon?” tanyaku takut-takut. Eh, tunggu dulu. Kenapa aku harus takut? Aku kesini justru ingin menghajar kuda gila itu.

“Ah! Tuan muda Cho. Anda sudah ditunggu oleh tuan muda Siwon. Silahkan masuk. Nanti akan ada pelayan kami yang menjemput tuan muda.” Jawab suara tersebut yang bisa aku duga mungkin kepala pelayan rumah ini. Aku mengangguk pelan dan menunggu pintu gerbang itu untuk terbuka. Aku masih sedikit heran dengan perkataan kepala pelayan tadi soal akan ada pelayan yang menjemputku. Apa maksudnya?

Aku menunggu beberapa saat sampai pintu gerbang yang besar dan tinggi itu terbuka seluruhnya. Dan begitu pintu gerbang itu terbuka aku baru mengerti mengapa kepala pelayan tadi bicara demikian. Tentu saja harus ada yang menjemputku ditempatku sekarang. Karena jarak dari pintu gerbang ke rumah Siwon jaraknya jauh sekali. Aku hanya bisa menatap dan tanpa sadar membuka mulutku lebar-lebar melihat keadaan rumah, ah sudahlah Kyu, katakan saja istana Siwon tersebut. Aku sungguh tidak percaya jika Siwon sekaya ini.

Aku kaget setengah hidup dan juga menjadi sedikit ragu dengan rencanaku untuk menghajar tuan muda keluarga Choi itu. Bukan karena aku terkesima dengan kekayaannya atau apapun. Ih yang benar saja. Masih ada Donald Trup dan Oprah Winfrey yang juga kaya seperti dia. Lagipula yang kaya itu bukan dia melainkan orang tuanya.

Argh! Aku jadi melantur kemana-mana. Maksudku tadi, aku menjadi ragu karena aku takut jika aku menghajar tuan muda Choi itu maka keluarganya akan menuntutku. Bahkan mungkin saja membuat keluargaku ikut menderita. Tidak!! Aku sayang appa dan ummaku. Mereka hanya praktisi pendidikan, orang biasa. Aku juga sayang noonaku. Dia baru saja memulai karirnya di dunia seni sebagai pemain cello. Jangan sampai gara-gara aku berulah, mereka yang mendapat imbasnya.

“Tuan muda Cho.” Suara yang memanggilku tersebut membuyarkan semua asumsi burukku. Suaranya juga sedikit membuatku terlonjak terkejut. Aku memalingkan kepalaku ke arah suara tersebut dan tampak di depan mataku seorang pelayan laki-laki lengkap dengan seragam ala butler dari inggris. Yang kurang hanya jas butlernya saja.

“Ah ya? Saya Cho Kyuhyun.” Ucapku memperkenalkan diri.

“Mari silahkan masuk ke mobil. Tuan muda Siwon berpesan bahwa sinar matahari tidak baik untuk anda.” Ajaknya sopan. Aku menautkan kedua alisku jadi satu kala dia berkata sinar matahari tidak baik untuk kulitku. Sinar yang mana? Yang ada sebentar lagi juga langit akan berubah menjadi gelap.

“Sinar matahari apanya? Ini sudah sore.” Cibirku. Pelayan itu hanya tersenyum dan merespon dengan santai.

“Saya hanya menyampaikan pesan tuan muda Siwon saja tuan muda Cho. Mari, silahkan.” Ajaknya lagi. Aku mengangguk lalu mengikuti pelayan tersebut dan sekali lagi aku dibuat tercengang dengan cita rasa keluarga mereka. Untuk menjemputku saja, mereka mengeluarkan mobil mewah.

Oh Tuhan, ini benar-benar… PEMBOROSAN!!!

Aku jadi bingung dengan sikap orang kaya. Apa harus seperti ini cara mereka menghamburkan uang? Buat apa membuat rumah yang untuk kedalamnya saja membutuhkan mobil? Dan buat apa mobil mewah menjadi moda transportasinya? Pakai saja mobil golf atau sekedar motor. Aish! Masih banyak anak-anak kelaparan di belahan dunia sana.

“Mari tuan muda Cho. Tuan muda Siwon sudah menunggu.” Sahut pelayan itu lagi dan aku hanya mengangguk dan mengikutinya saja. Rasa ragu yang sempat menghampiri hatiku menghilang begitu saja berganti dengan rasa ingin menasehati Siwon untuk tidak melakukan pemborosan seperti ini. Saat itu aku benar-benar lupa dengan pemikiranku sendiri yang mengatakan bahwa semua kekayaan ini adalah milik orang tua Siwon karena terlalu kesal dengan Siwon.

Tidak berselang lima menit, aku sudah berada di depan pintu istana keluarga Choi. Dua orang pelayan laki-laki membukakan pintu besar dan megah dan mempersilahkan aku masuk. Aku pun melangkah masuk sampai pintu itu tertutup rapat. Aku berdiri terpaku karena aku tidak tahu harus kemana sekaligus aku kembali tercengang dengan keadaan rumah Siwon.

Tiga kata, it is HUGE!!!

Besar sekali!! Ada berapa kamar di rumah bagaikan istana ini? Wow!! Cocok untuk jadi asrama kampus. Aku berputar untuk memandang apa yang sanggup aku lihat dari tempatku berada.

“Selamat datang tuan muda Cho. Perkenalkan, nama saya Sebastian. Saya kepala pelayan keluarga Choi. Mari tuan muda. Tuan muda Siwon sudah menunggu anda dikamar beliau.” Aku berbalik dan mengarahkan pandanganku lurus kedepan kepada seorang yang sekarang aku yakin adalah butler keluarga Siwon. Dari namanya saja sudah Sebastian. Seperti tokoh komik favoritku.

Aku memandanginya cukup lama sampai dia tersenyum dan melangkah mendekatiku. Aku sedikit menengadahkan kepalaku karena dia tinggi sekali. Mungkin lebih tinggi dari Siwon, Yunho, bahkan lebih tinggi dari Changmin dan Dongwook. Ah, sudahlah. Aku tak perlu memikirkan itu. Aku hanya perlu bertemu Siwon dikamarnya dan menyeles…

Wait a minute!

Dikamarnya? Mengapa harus dikamarnya?

“Kau bilang dia menungguku dikamarnya? Kenapa tidak dia sendiri yang menemuiku sekarang?!”

“Tuan muda Siwon masih dalam tahap penyembuhan tuan muda Cho. Beliau masih belum boleh banyak bergerak.”

“Bukannya dia hanya terkena flu? Kenapa kedengarannya penyakitnya parah sampai dia tidak boleh keluar begitu?”

“Perintah dokter, tuan muda Cho.” Sahut Sebastian namun tidak menjawab pertanyaanku tadi. Dia masih memasang senyum ramahnya itu. Tapi entah kenapa aku sedikit takut dengan senyumnya itu. Senyumnya tidak seiblis senyumku, tapi auranya lebih iblis dariku. Hii… Aku yang terkenal iblis jejadian dari neraka kalah dengan malaikat namun beraura iblis sungguhan.

“Mari tuan muda.” Ajaknya sekali lagi. Aku mengangguk karena aku tidak mau dia berbuat sesuatu yang membuatku menyesal. Aku pun mengikuti kemana pun dia pergi karena hei, aku tidak mau menjadi orang bodoh yang tersesat dirumah musuh besarku bukan. Paling tidak jika aku tidak bisa bertemu dengan Siwon aku masih bisa keluar dari tempat yang mulai menakutiku dengan banyaknya lukisan, guci antik, beberapa patung artistik dan macam lainnya itu. Aku merasa lukisan-lukisan itu seperti memandangiku. Katakan aku penakut karena aku memang penakut. Aku takut hantu dan sebangsanya.

Kami berjalan ke lantai tiga dari rumah ini dan terus menyusuri karpet berwarna merah darah sampai ujung koridor di bagian paling timur. Kami berhenti di salah satu pintu ganda yang tak kalah mewah dari pintu di depan tadi. Sebastian lalu mengetuk pintu tersebut dan memanggil nama Siwon, mengabarkan kedatanganku.

“Tuan muda Siwon, tuan muda Cho sudah datang.”

“Bawa masuk Sebastian hyung.”

Bawa masuk…

Bawa masuk!

BAWA MASUK!!!

Choi ‘kuda gila’ Siwon!! Memangnya aku barang dibawa masuk.

Beberapa tanda persegi sudah bertengger di pelipisku menunjukkan kekesalan hatiku. Awas saja kau Siwon. Rasakan pembalasanku!

“Silahkan tuan muda Cho.” Melupakan bahwa aku memasuki kamar yang bisa jadi merupakan perangkap dari Siwon karena aku membawa seluruh amarahku, aku memasuki kamar yang sudah dibukakan pintunya oleh Sebastian sampai ditutup juga olehnya. Aku sudah ingin mengeluarkan semua uneg-unegku ketika mata perawanku disajikan pemandangan yang paling tidak ingin aku lihat.

Aku langsung berbalik sambil menutup mataku karena disuguhi pemandangan seorang Choi Siwon yang topless dengan hanya berbalut handuk dengan tetesan dari rambutnya dan tubuh atletisnya yang sedikit basah.

Tiga kata, HOT and SEXY!!

Argh!! Berhenti otak! Siwon tidak seksi. Tidak dengan dadanya yang bidang, perutnya yang terbentuk sempurna, kulitnya yang sedikit kecoklatan, wajah tampannya yang fresh karena seperti baru selesai mandi, rambutnya…

3…

2…

1…

GYAA!!! Cho Kyuhyun berhenti berpikir dia itu tampan!!

“Baby.” Panggil Siwon senang dari nada suaranya. Sementara aku geregetan sendiri dengan orang yang ada dibelakangku ini. Bagaimana bisa dia bersikap santai saat dia bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk begitu di depan tamunya sendiri.

“Yah!! Kenapa kau tidak pakai baju bodoh?! Cepat pakai bajumu!” hardikku keras.

“Kenapa kau berbalik baby. Kita berdua laki-laki. Apa yang aku punya kau juga punya bukan?” Eh?! Benar juga. Kenapa aku jadi melupakan itu?

Aku pun menarik nafas dan membalikkan tubuhku untuk menghadapinya secara jantan layaknya seorang lelaki. Aku pun menatap Siwon yang sekarang sedang mengeringkan rambutnya dan memasang senyum berlesung pipi andalannya itu. Aku terus menatapnya melakukan hal terseksi yang pernah aku lihat dari seorang lelaki. Otot-otot di lengan kekarnya bekerja ketika dia mengusap-usap rambutnya dengan handuk.

3…

2…

1…

GYAA!!! Aku tak sanggup melihatnya! Persetan dengan kejantannya seorang lelaki. Pemandangan itu membuatku malu.

Aku langsung berbalik lagi dan menutup wajahku yang memerah. Aku jadi kesal sendiri dengan diriku. Bagaimana aku bisa menghajarnya kalau begini situasinya. Cho Kyuhyun, seharusnya kau tidak usah datang kesini. Seharusnya kau bersabar dan menyelesaikan permasalahanmu dengan dia di kampus saja. Saat Siwon berpakaian lengkap dan tidak terlihat menggiurkan seperti sekarang. Ya, aku mengakuinya menggiurkan. Kenapa? Ada masalah?!

“Ahahaha… Kenapa kau berbalik lagi baby? Kau malu?” tanya Siwon sambil tertawa. Aish! Sekarang dia menertawakan aku?!

“Kau saja yang tak tahu malu bertingkah asusila di depan tamumu sendiri!” bentakku kesal. God! Apa urat malunya sudah putus?!

“Asusila? Ini kamarku baby. Aku bisa berbuat apa saja disini.” Aku menurunkan kedua tanganku dari wajahku dan mengerutkan dahiku. Ucapannya cukup masuk akal. Ini memang kamarnya dan dia boleh berbuat apapun juga. Akan tetapi aku tak mau kalah begitu saja. Aku membantahnya lagi gar dia tahu bahwa perbuatannya sekarang sangat tidak sopan. Menyuruhku masuk kekamarnya disaat dia masih belum berpakaian.

“Tapi kau tahu aku akan datang.”

So?”

“Yah!! Punya malulah sedikit!”

“Malu? Buat apa malu dengan calon kekasih sendiri?”

“Apa kat…” aku menghentikan ucapanku sendiri bukan karena Siwon membekap mulutku tapi karena dengan santainya dia melingkarkan kedua lengannya dibahuku dan menarik tubuhku sampai punggungku menyentuh dada telanjangnya. Dia memelukku dengan erat. Siwon juga meletakan dagunya diatas bahuku sampai aku bisa merasakan nafasnya yang sedikit memburu.

Aku terlalu shok sehingga aku diam saja. Tapi jika aku boleh jujur, ya aku mau jujur, dada Siwon terasa panas di punggungku. Padahal kamar Siwon dingin dan dia juga baru saja mandi, tapi kenapa suhu tubuhnya bisa sepanas ini. Lalu nafasnya juga terasa panas di leherku. Oh Tuhan, jangan-jangan…

“Siwon, kau masih demam?” tanyaku sedikit cemas. Ingat, hanya sedikit.

“Sshh… Diamlah. Biarkan aku menikmati pelukan ini.” Sahutnya tak menggubris pertanyaanku, dia justru semakin menenggelamkan wajahnya di leherku. Aku menjadi sedikit geli karena nafasnya terus saja menggelitiki leherku. Aku ingin mendorongnya agar menjauh dari tubuhku tapi entah kenapa aku serasa tak sanggup melakukannya. Apa karena dia sedang sakit sehingga aku bertoleransi dengannya?

“Tapi kau…” belum sempat aku berbicara, bibirku sudah kembali dikuasai oleh bibir Siwon. Dia mengarahkan salah satu tangannya ke wajahku lalu dengan jari-jarinya, Siwon mengangkat daguku lalu menciumku. Siwon memang hanya menempelkan saja namun kali ini ada rasa aneh yang menjalar ke seluruh tubuhku yang sanggup membuatku tidak menamparnya dan justru memejamkan kedua mataku dan menikmati tingkatan lebih dari ciuman Siwon. Ya, tingkatan lebih, karena detik berikutnya, Siwon sudah dengan ahlinya mengulum bibirku.

Oh Tuhan, jika begini caranya, yang ada bukan aku yang menghajarnya namun justru si kuda bodoh nan mesum ini yang ‘menghajarku’. Pikiranku kosong sampai aku tak tahu lagi harus bereaksi apa lagi untuk membuat Siwon tidak menggangguku. Atau mungkin aku memang sudah tidak mau menghentikan Siwon untuk menggangguku? Apa memang bisa semudah itu merubah perasaan hanya dalam waktu singkat? Entahlah. Namun jika aku dikasih pilihan untuk menyalahkan siapa semua keanehan yang terjadi denganku, aku punya kandidat utama.

Kim Jaejoong. Ini semua salahmu yang sudah mengenalkan aku dengan lelaki bernama Choi Siwon ini. Awas saja jika aku bertemu denganmu gajah centil!!

End Kyuhyun P.O.V

.

.

.

“Hatsyi!”

Bless you. Kau kenapa sayang? Kau kena flu juga?” tanya Yunho cemas dengan Jaejoong yang tiba-tiba saja bersin. Jaejoong tidak segera menjawab pertanyaan Yunho melainkan dia mengusap-usap lengannya sendiri dan merasa bulu kuduknya berdiri semua. Jaejoong mendadak merasakan firasat buruk bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk kepadanya. Dan firasat ini hanya datang dari satu orang saja.

“Aku tidak apa-apa Yunnie. Hanya merasa takut.”

“Takut? Kenapa kau takut sayang? Ada aku disini.”

“Sepertinya kau juga tidak mungkin bisa menolongku bear.” Yunho sedikit heran dengan perkataan Jaejoong. Dalam benaknya, memangnya siapa orangnya yang sampai Yunho sendiri tidak mampu untuk menyelamatkan Jaejoong. Yunho akan selalu melindungi Jaejoong dari siapa pun. Seharusnya Jaejoong paham itu. Yunho baru akan bertanya siapakah orangnya, namun sudah terlebih dulu dijawab oleh Jaejoong dan jawabannya membuat Yunho harus memikirkan ulang tentang pendiriannya bahwa dia sanggup melindungi Jaejoong dari siapa pun karena orang itu ternyata,

It’s Kyuhyun.” Yunho langsung memeluk Jaejoong dan membelai rambutnya dengan lembut sambil sesekali mencium pelipis dan pucul rambut Jaejoong. Berusaha mengusir rasa takut Jaejoong akan murka sahabatnya sendiri.

Oh God, have mercy. Save my Boojae.” The devil in disguise as a cute kitten.

I’m dead. Batin Jaejoong menangis. Dia tahu siapa sahabatnya itu. Kyuhyun pasti sedang marah besar kepadanya sampai Jaejoong bisa merasakan aura pembalasan dari Kyuhyun. Jaejoong hanya bisa berharap Kyuhyun masih sangat menyayanginya sehingga dia tidak akan menghukumnya dengan sadis.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Another repost… #plak

Seharusnya sih another update tapi karena Nao belum bisa nyentuh FF lain jadi ini aja ya amazing readers…

Anyway, sorry dory morry kalo chapter ini aneh dan banyak yang ga sesuai ama chara aslinya… Ya namanya juga fanfic, semua berdasarkan IMAJINASI *ala spongebob* Nao juga sedikit lebay di scene rumahnya Siwon. Lagi pengen aja xixixi

Lalu tebak nama Sebastian, nao ambil dari komik mana? Yup, salah satu komik favorite nao, Black Butler. Kalo merasa perlu disclaimer, ya all credit goes to mangakanya deh… Minjem nama doank kok…

Well, itu aja dulu… Muup kalo ada salah2 kata di cerita atas…

Moga suka ya amazing readers…

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae, and KrisHo 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements