Tags

, , , , , , ,

Title : Like That 6

Pairing : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, Se7min, a bit GTop

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, Attempt humor, BL, AU, OOC, Rated M (maybe)

Summary : Caught in a maze I can’t find my way back, but I’m trippin because I love how you do me like that

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Hatsyi!”

“Bless you. Kau kenapa sayang? Kau kena flu juga?” tanya Yunho cemas dengan Jaejoong yang tiba-tiba saja bersin. Jaejoong tidak segera menjawab pertanyaan Yunho melainkan dia mengusap-usap lengannya sendiri dan merasa bulu kuduknya berdiri semua. Jaejoong mendadak merasakan firasat buruk bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk kepadanya. Dan firasat ini hanya datang dari satu orang saja.

“Aku tidak apa-apa Yunnie. Hanya merasa takut.”

“Takut? Kenapa kau takut sayang? Ada aku disini.”

“Sepertinya kau juga tidak mungkin bisa menolongku bear.” Yunho sedikit heran dengan perkataan Jaejoong. Dalam benaknya, memangnya siapa orangnya yang sampai Yunho sendiri tidak mampu untuk menyelamatkan Jaejoong. Yunho akan selalu melindungi Jaejoong dari siapa pun. Seharusnya Jaejoong paham itu. Yunho baru akan bertanya siapakah orangnya, namun sudah terlebih dulu dijawab oleh Jaejoong dan jawabannya membuat Yunho harus memikirkan ulang tentang pendiriannya bahwa dia sanggup melindungi Jaejoong dari siapa pun karena orang itu ternyata,

“It’s Kyuhyun.” Yunho langsung memeluk Jaejoong dan membelai rambutnya dengan lembut sambil sesekali mencium pelipis dan pucul rambut Jaejoong. Berusaha mengusir rasa takut Jaejoong akan murka sahabatnya sendiri.

“Oh God, have mercy. Save my Boojae.” The devil in disguise as a cute kitten.

I’m dead. Batin Jaejoong menangis. Dia tahu siapa sahabatnya itu. Kyuhyun pasti sedang marah besar kepadanya sampai Jaejoong bisa merasakan aura pembalasan dari Kyuhyun. Jaejoong hanya bisa berharap Kyuhyun masih sangat menyayanginya sehingga dia tidak akan menghukumnya dengan sadis.

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Bisa kau jelaskan kenapa aku masih berada disini Choi Siwon-ssi?” tanya Kyuhyun pelan walau nada suaranya bisa dipastikan sedang mengancam Siwon jika jawabannya tidak sesuai dengan apa yang ingin didengar oleh Kyuhyun.

“Tentu saja kau disini untuk menemani dan merawatku sampai aku sembuh baby. Memangnya alasan apa lagi selain itu? Ah. Jangan-jangan kau ingin melakukan yang iya-iya denganku?! Kenapa tidak kau katakan sejak awal.” Ucap Siwon sambil mendekatkan wajah Kyuhyun ke wajahnya sendiri sampai tinggal beberapa senti lagi dan akhirnya,

Plak!

Sebuah tangan tepat menampar pipi seorang Choi Siwon. Siwon mengedipkan matanya beberapa kali sambil mengelus pipinya yang sekarang merah karena tamparan Kyuhyun. Kyuhyun pun lantas memandang Siwon dengan tatapan yang tajam. Sangat tajam bahkan katana Jepang pun kalah tajam.

“Jika kau menciumku sekali lagi tanpa seijinku, aku pastikan kau tidak akan pernah menyentuhku lagi kuda bodoh!” tukas Kyuhyun tegas.

“Jadi kalau aku meminta izin, aku boleh menciummu dan menyentuhmu baby? Kalau begitu aku mau menciummu lagi.” Pinta Siwon sembari mengulangi lagi ciumannya yang sempat tertunda. Namun lagi-lagi pipi Siwon mendapat hadiah tamparan keras dari pemilik kulit putih pucat tersebut. Kyuhyun tidak berhenti sampai disana. Dengan santainya Kyuhyun mencubit lengan Siwon dengan sepenuh hati agar dia bisa terlepas dari dekapan Siwon lalu beranjak bangun dari tempat tidur super besar milik Siwon.

“Aw, aw… Okay,okay, I’ll stop!” seru Siwon menyerah setelah cubitan Kyuhyun benar-benar terasa sangat perih di kulitnya. Kyuhyun tersenyum puas kala melihat Siwon yang mau bersikap sebagaimana mestinya. Dia senang karena Siwon kali ini mau menuruti keinginannya. Saking senangnya, Kyuhyun sampai lupa tujuan awalnya untuk menjauh dari Siwon dan Kyuhyun justru menyamankan dirinya sendiri dengan bersandar di dada Siwon.

Siwon sempat terkejut dengan tindakan Kyuhyun yang terkesan manja dengannya, namun jangan panggil dia Choi Siwon jika melewatkan kesempatan langka seperti ini. Dengan santainya, lelaki yang memiliki alis tebal itu, menarik tubuh Kyuhyun agar lebih dekat lagi lalu Siwon melingkarkan kedua lengan kekarnya di pinggang ramping Kyuhyun. Kemudian Siwon meletakkan dagunya di bahu kiri Kyuhyun.

Posisi Siwon dan Kyuhyun memang sejak adegan cium mencium sudah berada di atas ranjang Siwon. Siwon yang dengan paksaan menarik Kyuhyun dan terus berusaha menghentikan aksi Kyuhyun yang berontak melepaskan diri dari cengkaraman Siwon. Dan karena Kyuhyun tidak memberikan perlawanan lagi, pasti bagi Siwon, posisinya sekarang sangatlah nyaman.

“Hei” suara Kyuhyun membuyarkan kenyamanan Siwon sejenak namun hanya sejenak karena Siwon langsung kembali ke nirvananya yaitu meresapi kehangatan dan aroma tubuh Kyuhyun. Siwon benar-benar merasa sangat disayang oleh Tuhan karena dia bisa terus berada dalam keadaan menyenangkan ini tanpa harus merasakan ‘ekskusi’ ekstrem dari seorang Cho Kyuhyun.

“Hm?” ujar Siwon memberikan reaksi seadanya kepada panggilan Kyuhyun tadi.

“Apa kau serius?” tanya Kyuhyun dengan nada serius. Kyuhyun menggeliat dari back hug Siwon dan memutar tubuhnya sedikit agar bisa bertatapan empat mata dengan Siwon. Siwon sendiri mengerang kecewa karena kehilangan kehangatan punggung Kyuhyun namun Siwon mengesampingkan kekecewaannya itu karena dia lebih penasaran dengan maksud dari pertanyaan Kyuhyun.

“Maksudmu?” tanya Siwon balik yang serta merta membuat Kyuhyun memutar matanya sebal tapi langsung menjelaskan maksud pertanyaannya.

“Maksudku, apa kau serius dengan ucapanmu sebelumnya? Kau bilang kau mencintaiku. Apa kau serius dengan pengakuanmu itu?” Mendengar pertanyaan Kyuhyun tadi, Siwon tidak langsung menjawab. Dia justru tertawa kecil membuat Kyuhyun mengerutkan dahi dan mengerucutkan bibirnya kesal. Jangan lupa pipi gembilnya semakin gembil karena Kyuhyun mengembungkannya. Dia kesal karena Siwon menganggap hal ini hanya lelucon saja.

Sedangkan Siwon yang melihat gelagat Kyuhyun yang hampir meledak karena kesal justru semakin tertawa dan bukannya menjawab semua pertanyaan Kyuhyun. Hanya saja, tangannya tidak tinggal diam. Siwon kembali membawa Kyuhyun dalam pelukannya dan sekali lagi Siwon bersyukur kepada Tuhan karena Kyuhyun mau saja dipeluk seperti itu.

Damn! Di kehidupanku yang sebelumnya aku pasti penyelamat dunia. Tuhan sangat baik kepadaku sampai si galak ini tidak menunjukkan taringnya. Thank you God! Batin Siwon senang.

“Kau mau jawaban yang jujur atau yang bohong?” tanya Siwon balik. Kyuhyun yang sudah kesal semakin bertambah kesal dengan pertanyaan Siwon yang terkesan main-main itu. Dengan sepenuh hati, Kyuhyun menyikut perut Siwon membuat pemuda yang senang menggoda Kyuhyun itu mengerang kesakitan.

“Aw baby. Sakit!”

“Rasakan. Itu akibatnya kalau kau mempermainkanku.”

“Ahahaha… Ya, maaf, maaf baby. Sekarang aku serius.”

“Jadi?”

“Apanya?”

“SIWON!!” teriak Kyuhyun marah dan hampir saja kembali menyikut perut Siwon lagi jika Siwon tidak lebih dulu menahannya dan mengatakan sesuatu yang langsung membuat pipi Kyuhyun bersemu merah dan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Padahal pemuda manis itu sudah sering mendengarnya dari Siwon. Ucapan itu adalah,

“Aku mencintaimu.” Pengakuan Siwon tersebut hanya membuat Kyuhyun terpaku di tempatnya. Dalam hati, Kyuhyun terus merutuki dirinya sendiri yang begitu gampangnya berdebar-debar hanya karena kata-kata itu.

Kyuhyun bukan orang yang munafik. Dia tidak bisa berbohong kepada dirinya sendiri apalagi orang lain. Dia paham. Dia mengerti seratus persen jika dirinya tertarik dengan pemuda yang sedang memeluknya dari belakang ini. Hanya saja, ego Kyuhyun, harga dirinya, seakan mengatakan bahwa ketertarikannya kepada Siwon hanya perasaan sementara. Cinta monyet seperti kata orang-orang dulu. Kyuhyun perlu yakin akan perasaan Siwon terlebih dahulu kepadanya untuk bisa memastikan perasaannya kepada salah satu penerus kerajaan bisnis Choi itu.

Kyuhyun mengakui bahwa Siwon berbeda. Belum pernah Kyuhyun bertemu lelaki yang pantang menyerah sampai seperti ini. Setiap lelaki yang mendekati dirinya hanya sanggup bertahan sebentar meski mereka awalnya sama keras kepalanya seperti Siwon. Tapi hanya Siwon yang sanggup bertahan lebih dari seminggu dan hanya Siwon saja yang berani menyentuh Kyuhyun meski Kyuhyun sudah menampar ataupun hal-hal fisik lainnya. Kyuhyun tidak mengeri jalan pikiran Siwon untuk terus mengejarnya seperti ini. Padahal dirinya sudah begitu ketus, sinis, dan galak dalam menghadapi setiap tingkah laku Siwon.

“Aku mencintaimu Cho Kyuhyun.” Ulang Siwon lagi membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya sendiri. Mendengar pengakuan cinta Siwon itu yang terkadang terlalu mudah diucapkan, membuat Kyuhyun menghela nafas berat. Hatinya berat karena dia tidak tahu apakah Siwon sungguh-sungguh atau hanya tertantang untuk mendapatkan dirinya yang tidak sama seperti mantan kekasih Siwon yang begitu mudah jatuh dalam pelukannya.

“Itu versi bohongnya bukan?!” tuduh Kyuhyun pelan. Dari nada suaranya Siwon bisa menangkap bagaimana bimbang dan kecewanya Kyuhyun sekarang. Siwon tersenyum puas karena selangkah demi selangkah, dirinya mampu membuka kunci hati pemuda manis dalam rengkuhannya ini. Siwon mengeratkan pelukannya lalu mendaratkan satu kecupan manis nan singkat di pucuk rambut Kyuhyun.

“Ya, itu versi bohongnya karena yang sebenarnya adalah…” Siwon sengaja menggantung ucapannya karena ingin melihat dulu reaksi Kyuhyun dan ketika Kyuhyun diam saja, Siwon melanjutkan lagi.

“Karena yang sebenarnya baby, aku sangat mencintaimu. Aku sangat mencintai Cho Kyuhyun. Dan jika aku tidak mendapatkanmu berarti Choi Siwon harus membujang seumur hidupnya.” Aku Siwon jujur.

Kyuhyun tersetak dengan penuturan Siwon tadi. Entah kenapa, Kyuhyun sama sekali tidak bisa mendengar atau pun merasakan adanya kebohongan dari pengakuan Siwon tadi. Kyuhyun merasa malu namun di sudut hatinya dia juga senang dan karena alasan itu pula, Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya dan diam seribu bahasa. Siwon tertawa kecil sebelum kembali mengutarakan isi hatinya kepada Kyuhyun.

“Kau boleh mengatakan aku gila, aneh, atau apapun yang kau mau baby, tapi aku serius dengan ucapanku. Aku tidak pernah seserius ini dengan apa yang aku ucapkan. Mungkin ini terdengar tidak masuk akal bagimu. Bagaimana bisa aku mencintaimu hanya dalam waktu singkat. Tapi itu yang aku rasakan dan aku tak pernah merasakannya dengan orang lain. Bagiku, kau satu-satunya yang mampu menjerat hati ini dalam perangkap cintamu.”

Blush!! Merah padam sudah wajah Kyuhyun sekarang mendengar itu semua. Kyuhyun bukan orang yang mudah dirayu tapi nada keseriusan dari Siwon membuatnya merasa melayang ke angkasa karena dia tidak mengira Siwon akan sebesar itu mencintainya. Namun bukan Kyuhyun namanya jika menyerah dengan debaran hatinya. Sekali lagi Kyuhyun menyikut perut Siwon meski tidak keras sehingga Siwon hanya merasa geli karena sudut siku Kyuhyun yang menyentuh perut six packnya.

“Gombal.” Cibir Kyuhyun.

I’m the best baby.” Sahut Siwon bangga karena sudah membuat Kyuhyun malu dengan kata-katanya.

No doubt.” Ujar Kyuhyun juga sebelum keduanya terdiam, menikmati keheningan diantara mereka berdua. Sampai lima menit kemudian Kyuhyun membuka suaranya lagi.

“Siwon.”

“Ya?”

“Aku tertarik kepadamu, Siwon. Aku akui itu. Hanya saja aku belum yakin apakah rasa tertarik ini akan berubah menjadi cinta. Aku tidak pernah main-main masalah perasaan, maka dari itu aku tidak mau gegabah karena aku tidak mau membuatmu dan bisa jadi diriku juga, terluka jika perasaamu hanya perasaan sementara saja.” Sahut Kyuhyun mengakui perasaannya sendiri. Kyuhyun ingin menghargai keberanian dan kesungguhan hati Siwon yang mengakui bahwa dia mencintai Kyuhyun.

Meski Kyuhyun belum tahu apakah dia akan bisa mencintai Siwon seperti Siwon mencintai dirinya, namun Kyuhyun tidak mau menutup hatinya dan berbohong kepada Siwon jika dia tidak menyukai pemuda berlesung pipi itu. Kyuhyun ingin agar Siwon tahu dan ketika dia tahu, Kyuhyun ingin tahu juga apa reaksi Siwon. Apakah Siwon akan menyerah setelah nanti Kyuhyun masih saja belum bisa mencintai dirinya atau Siwon akan terus bertahan sampai hati Kyuhyun melihat Siwon dan hanya dia.

Sedangkan Siwon yang mendengar pengakuan Kyuhyun tadi sejenak terpaku. Dia tidak percaya jika Kyuhyun akan begitu cepat jujur kepadanya seperti sekarang. Tampaknya Siwon berhutang kata maaf kepada Changmin karena sudah meragukan ucapan si tiang listrik itu mengenai Kyuhyun yang terbuka seratus persen jika dia memang menginginkannya. Siwon sempat tidak percaya dan dia juga sempat mengatakan bahwa Changmin hanya membual dan terlalu over thinking tentang Kyuhyun. Siwon lupa bahwa Changmin adalah teman Kyuhyun dulu, pastinya dia mengetahui secara garis besar seperti apa Kyuhyun.

Dengan senyum yang mampu melelehkan hati setiap gadis maupun uke yang melihatnya, Siwon melepaskan rengkuhannya dari pinggang Kyuhyun. Dia menggeser tubuhnya sedikit sekaligus memutar tubuh Kyuhyun agar mereka berhadapan lagi. Siwon lalu menangkupkan kedua telapak tangannya yang besar di pipi Kyuhyun. Ibu jarinya membelai lembut pipi putih pemuda yang dia cintai itu. Siwon menatap lekat wajah manis dipadu dengan cantik seraya mengukir wajah itu di otaknya supaya Siwon bisa terus mengingatnya.

“Jika aku sedang berhadapan dengan orang lain, mungkin aku akan langsung meninggalkannya saat dia ragu sepertimu sekarang ini. Tapi karena aku berhadapan denganmu, aku akan katakan satu hal.” Sahut Siwon masih dengan belaiannya di pipi Kyuhyun. Keduanya saling bertatapan, mencoba memahami perasaan lawan bicaranya sampai suara Siwon yang melanjutkan ucapannya membuat Kyuhyun memusatkan seluruh perhatiannya kepada apa yang akan disampaikan oleh Siwon.

“Kau mungkin bimbang dengan apa yang akan terjadi dengan kita Kyu, tapi aku… Aku tidak perduli seperti apa kita nantinya. Aku tidak perduli jika kau belum mencintaiku sekarang. Yang aku tahu, aku akan berbuat apa saja agar hatimu sepenuhnya menjadi milikku karena jujur Kyu, aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Tidak dengan gadis atau orang lain. Aku hanya merasakan ini kepadamu. Jadi sebenarnya tidak ada gunanya kau bingung apakah kau akan cinta padaku atau tidak. Jawabannya sudah jelas. Aku tak akan pernah menyerah begitu saja. Cepat atau lambat, kau pasti akan mencintaiku.” Ucap Siwon pasti tanpa keraguan sedikit pun.

Kyuhyun membulatkan matanya terkejut karena sekali lagi dia tidak mengira bahwa Siwon mampu mengucapkan hal seperti tadi. Kyuhyun merutuki Siwon yang selalu bisa membuatnya merasa malu namun juga merasa melambung ke angkasa karena senang ada seseorang yang begitu gigih ingin mendapatkan hatinya.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari mata Siwon, berusaha meredam detak jantungnya karena perkataan romantis Siwon, perlakuan lembutnya, dan tatapan yang seakan membawa jiwanya pergi. Kyuhyun berusaha agar tidak selalu mempermalukan dirinya di depan Siwon.

Satu, dua, tiga sampai lima menit berlalu sejak terakhir Siwon bersuara, belum ada tanda-tanda Kyuhyun akan memberikan reaksi. Namun menit berikutnya, tiba-tiba saja Kyuhyun menggenggam kedua tangan Siwon yang menangkup pipinya lalu meremas tangan itu dengan erat.

“Kau ini… Kenapa kau percaya diri sekali? Kalau ternyata aku seumur hidup tidak akan berpaling kepadamu, bagaimana? Kau benar akan terus membujang?” tanya Kyuhyun main-main. Siwon langsung memasang tampang sememelas mungkin kepada Kyuhyun.

“Kau tidak akan setega itu kepadaku bukan?! Kasihanilah ‘adik kecilku’ ini. Masa kau akan membiarkan dia kesepian dalam kesendirian tanpa belaian hangatmu.” Goda Siwon yang langsung mendapat tinju ringan dari Kyuhyun ke perutnya setelah Kyuhyun melepas genggaman tangannya. Tinju Kyuhyun itu juga membuat Siwon harus melepaskan pipi Kyuhyun demi mengusap perutnya yang lumayan sakit. Hei, Kyuhyun tetaplah lelaki. Tinjunya cukup membuat Siwon kesakitan.

“Mesum.” Sinis Kyuhyun meski senyum menghiasi wajah manisnya. Siwon yang mendapati Kyuhyun tersenyum ke arahnya meski dia baru saja meninju perut kebanggaannya itu, juga membalas dengan tersenyum lebar dan berkata,

“Tapi kau suka bukan?!” Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya lalu bergerak menuju pinggir ranjang dan duduk disana. Tindakan Kyuhyun ini diikuti oleh Siwon yang mengambil tempat di samping Kyuhyun. Keduanya lagi-lagi terlarut dalam suasana hening sesaat sampai Kyuhyun membuka mulutnya.

“Siwon”

Yes?”

Will you absolutely wait for me until my heart finally sees you? Will you wait for this spark in my heart to glows brightly just for you?” tanya Kyuhyun serius. Dia tidak mau penantian Siwon nanti akan menjadi sia-sia jika ternyata pada akhirnya Kyuhyun tidak bisa mencintai Siwon sebagaimana Siwon mencintai dirinya.

Siwon geleng-geleng kepala mendengar pertanyaan Kyuhyun tadi. Apa sejak tadi dia berbicara dengan angin atau tembok? Kenapa sampai mulutnya berbusa mengungkapkan isi hatinya, Kyuhyun masih saja ragu kepadanya? Dalam benaknya, Siwon sampai berpikir apa dia harus berbuat yang iya-iya dan siapa tahu menanamkan benih untuk keturunannya di dalam diri Kyuhyun agar pemuda manis di depannya ini bersedia sepenuhnya menjadi miliknya dan tidak lagi menyangsikan cintanya.

Meski Siwon sendiri aneh dengan apa yang sudah terjadi dengan dirinya, dengan mudahnya terperangkap jerat cinta Kyuhyun, tapi dia merasa bahwa perasaan ini adalah perasaan paling membahagiakan dirinya. Perasaan ini bahkan menguapkan niat awal Siwon yang mendekati dan ingin mengenal Kyuhyun lebih dekat demi menjadikan Kyuhyun sebagai kekasihnya untuk menghadiri pesta ulang tahun pernikahan orang tuanya.

Siwon sama sekali tidak menyesal atau merasa dirinya ketimpa sial karena kehidupannya sebagai the rich and lucky bachelor akan hilang jika dia memutuskan untuk menjalin cinta dengan Kyuhyun. Dia justru senang karena bisa dijinakan oleh Kyuhyun dan seratus bahkan seribu persen yakin dirinya akan selalu berdoa kepada Tuhan karena sudah membuatnya jatuh cinta sepenuhnya kepada pemuda bermarga Cho itu. Baginya, tidak ada yang lebih indah, dan mempesona daripada Kyuhyun. Jadi secara singkat, jawabannya atas pertanyaan Kyuhyun tadi adalah,

Definitely.”

I’ve became sappy just like you.” Gerutu Kyuhyun sambil mengdengus sebal.

Then it’s a proof you and I are a match made by heaven.” Goda Siwon lagi yang membuat Kyuhyun mencubit lengan Siwon.

Oh my God. Stop it! Siwon, kalimatmu tadi membuatku merinding.”

“Ahahaha… Mana ada orang yang merinding gara-gara kalimat romantis.”

Shut up!” decak Kyuhyun lalu terdiam sesaat sampai dia membuka mulutnya lagi.

“Siwon.”

“Sepertinya kau sedang senang memanggil namaku ya. Ada apa lagi baby Kyu.”

“Anggap aku tidak mendengar ucapanmu tadi tapi ada satu hal yang mengganggu sedari tadi.”

“Apa itu?”

“Tubuhmu masih panas.” Ucap Kyuhyun singkat sambil mengangkat lengan Siwon dari bahunya agar dia bebas bergerak. Kyuhyun lalu meletakkan satu telapak tangannya di kening Siwon dan satu lagi di keningnya sendiri untuk mengukur suhu tubuh Siwon. Dugaan Kyuhyun terbukti benar kala suhu tubuh Siwon lebih panas daripada suhunya.

Kyuhyun lalu bangkit dari tempatnya sekarang dan beranjak ke meja nakas di samping ranjang Siwon. Matanya menangkap adanya termometer dan yang sempat membuat Kyuhyun ingin tertawa adalah dia melihat plester penurun demam di samping termometer tersebut. Kyuhyun tidak bisa membayangnya betapa lucunya Siwon dengan plester tersebut di keningnya.

Sementara itu Siwon yang ditinggal pergi walau jarak antara dirinya dan Kyuhyun kurang dari lima meter. Tindakan Kyuhyun yang meninggalkannya untuk mencari sesuatu demi menurunkan demam Siwon itu, membuat Siwon justru kesal. Pasalnya dia merasa kesenangannya memeluk tubuh Kyuhyun menjadi terganggu.

“Aku baik-baik saja. Sudahlah, biarkan aku memelukmu lagi baby.” Runtuk Siwon mencoba kembali menarik Kyuhyun ke dalam dekapannya lagi. Tapi sebelum lengan Siwon sempat meraih tubuh Kyuhyun, Siwon harus berhenti karena tangan kiri Kyuhyun sudah lebih dulu terulur dan mendarat dengan mulusnya di dahi Siwon tanpa Kyuhyun melihat ke arah Siwon..

“Tidak. Kau masih sakit. Lagipula bukannya tadi kau yang minta agar aku merawatmu sampai sembuh jadi sekarang dengarkan aku tuan Choi Siwon yang terhormat. Kau harus tidur agar istirahatmu cukup.” Tegas Kyuhyun lalu dengan semua tenaga yang dia miliki, Kyuhyun mendorong tubuh Siwon agar dia berbaring. Siwon yang terkejut, tanpa bisa melawan akhirnya berbaring juga. Dia masih shok karena tidak menyangka Kyuhyun mampu mendorongnya seperti itu dan Kyuhyun memanfaatkan Siwon yang terpaku untuk menempelkan plester penurun demam di dahi Siwon lalu menyelimuti Siwon dengan selimut.

“Aku tidak butuh istirahat Kyu, aku baik-baik saja.” Rajuk Siwon manja. Lelaki tinggi dengan tampang macho itu mengerucutkan bibirnya, membuat Kyuhyun harus menahan tawanya karena Kyuhyun merasa tak akan bisa membujuk bayi besar di depannya ini untuk istirahat jika dia menertawakan Siwon akibat tingkahnya yang sangat tidak sesuai dengannya itu.

“Tidur!” titah Kyuhyun semakin menegaskan bahwa Siwon harus istirahat. Meski Kyuhyun belum memahami perasaannya sendiri, tapi jika harus melihat Siwon yang ternyata benar-benar sakit, Kyuhyun tidak tega juga. Kyuhyun termasuk orang yang mudah khawatir sehingga dia akan berusaha mengurangi kekhawatirannya itu dengan memastikan semua terkendali dengan baik. Namun usahanya terbentur batu sandungan dengan nama kekeras kepalaan seorang Choi Siwon. Kenapa Siwon susah sekali hanya untuk menutup mata dan tertidur?

“Tidak!” seru Siwon menolak mentah-mentah kemauan Kyuhyun. Dalam benak Siwon, jika dia tidur maka waktu bersama dengan Kyuhyun seperti tadi akan lenyap begitu saja seperti uap.

“Tidur!” Kyuhyun pun juga tidak mau kalah dan itu menyebabkan adu mulut antara dirinya dan Siwon.

“Tidak!”

“Tidur!”

“Tidak!”

“Tidur!” dan pertengkaran konyol itu terus berlangsung sampai akhirnya Kyuhyun menghela nafas panjang sambil bercakak pinggang. Kyuhyun yang berdiri memandangi Siwon yang sekarang telah duduk bersandar di sandaran ranjang sambil melipat kedua tangannya di dada, hanya mampu mengusap wajahnya kesal sekaligus gemas dengan tingkah Siwon yang mirip bocah umur lima tahun.

“Kau harus tidur Siwon!”

“Tidak!!”

“Argh!! Dasar bebal!! Okay, let’s work this out. Jika kau mau tidur, aku akan mengabulkan satu permintaanmu.” Kyuhyun akhirnya memberikan penawaran tanpa pikir panjang dulu. Sepertinya Kyuhyun lupa dia sedang berhadapan dengan seorang Choi Siwon. Memberikan pemuda itu suatu penawaran seperti itu sama saja Kyuhyun memberikan dirinya sendiri secara sukarela. Lo and behold, memang itu yang terjadi karena seringai mesum tercetak jelas di wajah tampan Siwon. Kyuhyun sama sekali tidak menyadari kesalahannya meski dia telah melihat seringai itu. Bagi Kyuhyun, seringai Siwon sama saja seperti biasanya.

“Oh ya? You won’t take your own word back, right?” tanya Siwon memastikan bahwa Kyuhyun akan menepati perkataannya sendiri. Kyuhyun membusungkan dadanya, bersikap selayaknya pria yang bertanggung jawab.

“Cho Kyuhyun tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.” Jawabnya pasti. Kyuhyun tak menyadari betapa lebarnya seringai Siwon sekarang ketika Kyuhyun mengatakan hal tersebut. Siwon kembali bertanya dan bahkan mendesak agar Kyuhyun bersumpah untuk tidak mengingkari janjinya sendiri.

Swear to God and hope to die?”

What are you? A kid? Yes! So, are you going to take it or leave it?” gusar Kyuhyun karena Siwon belum juga percaya jika dia bersungguh-sungguh akan mengabulkan satu permintaan Siwon jika pemuda berperut kotak-kotak itu mau istirahat.

“Oke, aku akan tidur tapi kau benar-benar harus menepati janjimu Kyu.”

I told you I will. Now what do you want?!” tanya Kyuhyun tak sabaran. Kyuhyun ingin sekali memukul kepala Siwon agar dia bisa sedikit berpikiran waras selayaknya orang normal. Menurut Kyuhyun, Siwon lebih baik menemui psikiater karena jelas baginya, Siwon terlalu aneh untuk ukuran orang normal. Pemikiran Kyuhyun itu terbukti dengan satu permintaan yang langsung terucap dari bibir Siwon tanpa keraguan sedikit pun. Mendengar permintaan itu, tentu Kyuhyun semakin ingin memukul kepala Siwon dua kali lebih keras. Dia tidak mengira Siwon akan memintanya hal seperti ini meski sebenarnya semua orang yang membaca cerita ini tahu persis apa permintaan Siwon tersebut.

I want you to be my boyfriend.” Benar bukan?! Seharusnya Kyuhyun juga sudah paham tapi terkadang otak jeniusnya tidak bekerja untuk hal seperti ini.

Sorry, didn’t hear that right. You were saying?” Tambahan, termasuk pendengarannya. Sontak, kepolosan atau mungkin lebih tepatnya keleletan Kyuhyun dalam menangkap hal yang seharusnya sudah jelas, membuat Siwon kesal sendiri.

“Aish! Aku, Choi Siwon, ingin agar kau, Cho Kyuhyun, menjadi kekasihku.” Ujar Siwon menekankan namanya dan mana Kyuhyun serta kata ‘kekasihku’ agar Kyuhyun mengerti.

3…

2…

1…

WHAT?!!!

Akhirnya Kyuhyun mengerti.

.

.

.

Seunghyun terperanjat mendengar satu teriakan dari dalam rumahnya. Seunghyun yang baru saja kembali dari kantor dan sedang bersantai di ruang keluarga kaget karena dia belum pernah mendengar suara yang berteriak itu sebelumnya di rumahnya ini. Dengan kebingungan, Seunghyun langsung memanggil Sebastian.

“Sebastian.”

“Ya tuan muda Seunghyun. Ada yang bisa saya bantu?” Sebastian sudah dengan sigap berdiri di samping sofa yang sedang diduduki oleh Seunghyun. Seunghyun memandang Sebastian dan langsung menanyakan perihal teriakan tadi.

“Sebastian, apa kita sedang kedatangan tamu? Kenapa aku tidak diberitahu?” tanya Seunghyun bingung. Biasanya jika ada tamu yang datang, seluruh keluarga akan diberitahu walaupun mereka tidak akan bertemu muka langsung. Tradisi keluarga.

“Maafkan saya sebelumnya tuan muda. Saya diperintahkan oleh tuan muda Siwon untuk tidak memberitahu tuan muda sampai saat yang tepat.” Jawab Sebastian sopan. Seunghyun kelihatan semakin bingung apalagi hal ini ada sangkau pautnya dengan sang adik yang menurutnya susah diatur itu.

“Saat yang tepat? Siwon bilang begitu?” tanya Seunghyun lagi.

“Benar tuan muda.” Kali ini jawaban Sebastian hanya membuat Seunghyun mengangguk kecil beberapa kali. Dia berpikir sebentar sebelum kembali bertanya kepada butler kepercayaan keluarga mereka itu.

“Tapi kau bisa beritahu aku siapa nama tamu Siwon bukan? Aku janji aku tidak akan bilang kepada Siwon kalau aku tahu darimu Sebas.” Sebastian tersenyum lalu mengangguk.

“Namanya Cho Kyuhyun tuan muda.”

“Cho Kyuhyun?”

“Benar tuan muda. Tuan muda mengenalnya?” Seunghyun menggeleng pelan lalu tersenyum penuh arti kepada Sebastian.

“Sepertinya Siwon mendapatkan seseorang yang manarik perhatiannya ya Sebastian sampai-sampai orang itu diajak ke kamarnya. Semoga saja ini yang terakhir. Kita berharap demikian bukan Sebastian?!”

“Tentu saja tuan muda. Saya juga sudah sedikit kewalahan menjawab telepon untuk tuan muda Siwon dari gadis-gadis yang dihindarinya.” Jawaban Sebastian menyebabkan Seunghyun tertawa.

Siwon memang mempunyai banyak teman wanita bahkan ada beberapa yang merupakan pemuda manis dan imut. Beberapa dari mereka pernah berkunjung ke kediaman keluarga mereka namun tidak ada satu pun yang pernah Siwon ajak ke kamarnya. Paling teman Siwon yang pernah memasuki kamar adiknya itu hanya sahabat-sahabatnya saja yaitu Kangin, Leeteuk, Yunho, dan Dongwook. Changmin yang memang baru berteman beberapa waktu belakangan ini belum pernah masuk ke kamar Siwon. Jadi, adanya tamu untuk Siwon terlebih lagi sampai masuk ke dalam kamarnya adalah suatu hal yang tidak biasa bagi Seunghyun. Seunghyun berpikir, pastilah Cho Kyuhyun ini adalah orang istimewa untuk Siwon.

Tawa Seunghyun pun reda dan menyisakan senyum lega dan senang di wajahnya yang tak kalah tampan dari Siwon. Dalam benaknya sekarang, dia berharap Siwon akan berhenti main-main dan mulai serius dalam menjalin hubungan. Meski usia Siwon masih tergolong muda, tapi menurut Seunghyun tidak ada salahnya mencari pasangan di masa sekarang. Seunghyun tidak sabar ingin mendengar dari mulut Siwon soal Cho Kyuhyun ini. Seunghyun akan mendesak agar Siwon membawanya ke pesta perayaan pernikahan kedua orang tua mereka. Seunghyun tersenyum lagi sebelum dia mengingat sesuatu yang dia katakan kepada Sebastian.

“Ah, Sebastian aku hampir lupa. Jiyong akan menginap hari ini karena kami mau membahas masalah pesta umma dan appa. Tolong kau siapkan kamarnya seperti biasa ya.” Titah Seunghyun pelan. Sebastian mengangguk dan menjawab,

“Baik tuan muda. Segera saya laksanakan.” Lalu pergi meninggalkan Seunghyun setelah membungkuk hormat kepada Seunghyun. Sepeninggalan Sebastian, Seunghyun menaruh kedua tangannya dibelakang kepala dan merebahkan dirinya di sofa empuk. Dia kembali memikirkan Siwon dan juga keluarganya.

“Ah, keluarga ini makin menarik saja. Beruntung aku terlahir di keluarga ini karena jika tidak, aku bisa bosan dan menjadi pembunuh berdarah dingin untuk mengatasi kebosananku itu.” Gumamnya seorang diri masih dengan senyum terpampang jelas di wajah dinginnya.

Sementara itu di kediaman keluarga Jung, tampak Jaejoong dan Yunho sedang berbaring sambil berpelukan di atas ranjang Yunho. Keduanya sedang menikmati kehangatan dan kemesraan yang diberikan dari masing-masing dari mereka sampai tiba-tiba saja Jaejoong merasakan sesuatu dan semenit kemudian dia langsung bangun serta berteriak.

“Yunnie!” Yunho yang panik dengan reaksi Jaejoong yang mendadak itu langsung ikutan bangun lalu menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi putih nan mulus milik Jaejoong.

“Ada apa Boo? Kau kenapa? Kau sakit?” tanya Yunho cemas dengan keadaan kekasih cantiknya itu. Dia mengira Jaejoong sakit atau ketakutan akan sesuatu, sama seperti saat dia merasakan aura kekejaman dari seorang Cho Kyuhyun.

“Bukan Yun. Aku tidak kenapa-kenapa. Aku justru sekarang merasa lebih baik.” Jawab Jaejoong riang. Yunho sekarang semakin cemas. Dia takut jika Jaejoong-nya menjadi depresi dan gila karena tidak tahan dengan kekuatan gelap dari Kyuhyun. (Nao: Ya ampun, Yunppa… Hadeuh… ¬o( ̄- ̄メ) Yang benar saja. Memang Kyuhyun iblis apa?! – All cast except Kyuhyun: Memang!!! – Kyuhyun: Aku kutuk kalian semua jadi pramuka!!!)

“Kau benar-benar tidak kenapa-kenapa sayang? Kau masih kenal aku?”

“Aish!! Kalau kau bukan kekasihku, sudah aku tendang keluar dari rumahku.”

“Tapi ini rumahku Boo…”

“Oh ya benar juga.” Dan suara jangkrik tiba-tiba saja terdengar.

Krik…

Krik…

Krik…

“Lupakan masalah rumah ini. Nanti aku juga akan memilikinya setelah aku menikah denganmu. Yang penting sekarang adalah aku tidak merasakan lagi aura kegelapan dari Kyuhyun, Yun. Sepertinya Kyuhyun melupakan kemarahannya kepadaku tempo hari.” Jelas Jaejoong. Yunho sedikit terpaku. Dia masih loading dengan ucapan Jaejoong akan menikahinya suatu saat sampai dia tidak memperhatikan ucapan Jaejoong yang lain. Sampai lima menit kemudian, Yunho baru memberikan tanggapannya.

“Bagus kalau begitu Boojae. Semoga bisa terus seperti ini. Ayo kita tidur lagi. Aku masih lelah.” Ajak Yunho sambil menarik tubuh Jaejoong dan kembali ke posisi awal mereka sebelum diganggu oleh tindakan tidak penting dari Jaejoong (Jaejoong: Hei!! I heard that!!).

“Seharusnya aku yang lelah dasar beruang mesum. Ugh… bokongku masih sakit.” Gerutu Jaejoong lalu ikut menutup matanya dan terlelap bersama dengan Yunho.

Mari beranjak ke kediaman keluarga Kim Youngwoon atau lebih dikenal dengan nama Kim Kangin. Saat ini dia juga sedang bersama sang kekasih yang dalam waktu dekat akan menyandang gelar baru yaitu tunangan Kim Kangin dan setelah mereka lulus, nama Park Jungsoo akan berubah menjadi Kim Jungsoo.

Keduanya saat ini sedang duduk dan berbincang-bincang sampai Jungsoo atau Leeteuk mulai mengarahkan pembicaraan mereka tentang sahabat-sahabat mereka berdua.

“Kanginie.”

“Hm?”

“Menurutmu bagaimana dengan Cho Kyuhyun? Apa dia cocok dengan Siwonnie kita?” tanya Leeteuk, penasaran dengan pendapat Kangin mengenai Kyuhyun.

“Sangat cocok sayang. Justru aku rasa tidak akan ada orang yang lebih cocok untuk seorang Choi Siwon daripada Cho Kyuhyun. They’re indeed a couple made in hell.” Jawab Kangin. Leeteuk tertawa kecil mendengar jawaban Kangin. Dengan lembut, dia membelai wajah tampan namun keras dari kekasih pujaannya itu.

Heaven my handsome raccoon. Heaven.” Ralatnya membenarkan ucapan Kangin.

Not in my term, they aren’t. Did you see how evil Kyuhyun is? He will be the devil incarnation if he joined forces with our little devil Changminnie. Lalu Siwon, sejak aku mengenalnya dia sudah membuatku repot setengah hidup dengan tingkah lakunya yang selalu membuatku harus berhadapan dengan gadis atau pemuda yang marah-marah atau menangis mengeluh karena Siwon memutuskan mereka. Memangnya aku appanya Siwon yang bisa membuat anak itu berhenti berulah?!” Protes Kangin tidak setuju dengan Leeteuk. Baginya Kyuhyun sama jahilnya dengan Changmin. Keduanya sudah jelas akan menambah sakit kepalanya kelak.

“Kau memang bisa dibilang appanya Siwon sayang. Siwon itu takut bukan main kepadamu dibandingkan dengan ayahnya sendiri.”

True, tapi bukan berarti aku bisa melarang dia ini itu bukan?!”

“Kau bisa sayang, tapi kau tak mau. Kau terlalu memanjakan Siwon.” Mendengar Leeteuk berbicara demikian Kangin ingin sekali menampiknya. Namun dia berhenti karena bingung ingin menjawab apa. Pada dasarnya, Kangin memang paling memanjakan Siwon daripada Yunho dan Dongwook.

See… Ya sudah. Jangan kau pikirkan. Omong-omong, bagaimana kabarnya Changmin ya? Sejak jalan-jalan kita ke taman ria aku belum bertemu dengannya lagi.” Tanya Leeteuk lagi. Dia sedikit cemas karena sudah beberapa hari Changmin tidak terlihat di kampus. Kangin menghela nafas berat mendengar pertanyaan Leeteuk. Dengan penuh kelembutan pula, Kangin merengkuh tubuh Leeteuk dan mendekapnya erat.

Honey, seharusnya kau tahu jawabannya.” Jawab Kangin pelan. Keduanya saling bertatapan lalu mengucapkan satu nama.

“Dongwook.”

Bicara soal Dongwook, apa yang sedang dia lakukan sekarang? Mungkin dia sedang…

.

.

.

“Hah…hmm…huhm…uhn..hah..hanh~”

Shit! You’re so good babe.”

Ss…stop…tal…talking… Fff…finish it!”

Impatient as always.”

Hah…Huhn..uhmm…hah… Oh my God, it’s f***ing good.”

I’m not God baby but I know I’m good.”

Fff…f*** you!”

I am.”

Tidak perlu menjelaskan secara detail apa yang sedang dilakukan oleh Changmin dan Dongwook. Aktifitas yang merupakan obat diet paling mujarab itu selalu dilakukan mereka berdua dari malam ke malam. Ah, salah, dari hari ke hari karena siang mereka juga terkadang melakukannya. Ya, mau dibilang apa, pasangan yang sedang kasmaran terlebih lagi yang sehat seperti merek berdua memang begitu adanya.

They’re always being Dongwook and Changmin.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Wkwkwk… Naikin rating kayaknya, meski Nao masih ga sanggup bikin NC (mau nyoba tapi kayaknya bakalan gagal deh) tapi lumayan lah ya yang terakhir itu.

Anyway, sorry dory morry kalo chapter ini lagi-lagi ga sesuai dengan keinginan amazing readers… Rada gaje mah biasa -___-

Typos (malas baca lagi, mohon bantuan jika ada yang salah kasih tahu yak biasanya mata amazing readers lebih tajam bagaikan pisau), alur kecepetan ato kelamaan, sifat and sikap chara dan pair yang ga sama kayak aslinya, Nao ga akan bosen untuk say I’m sorry… Anggap aja mereka itu temen amazing readers yang Nao pinjem buat jadi cast di FF Nao…

Well, itu aja dulu… Nao udah terlalu cerewet #bow

Moga suka ya amazing readers…

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae, and KrisHo 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements