Tags

, , , , , , ,

Title : Why My Family Has To Be A Yakuza 2

Pairing/Charas :  Krisho, a bit of Minho, Wonkyu??

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, BL, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : My dad is a yakuza. My mom is a yakuza. My brother is a yakuza. Do I have to be a yakuza too? Oh God, no! – Sequel to Why I’m Falling In Love With A Yakuza

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Huh? Yang benar saja. Aku sudah sedekat ini menjadi polisi seperti Jae imo karena aku sudah diterima di akademi polisi. Aku tidak mau menjadi yakuza. Dan apa tadi yang aku dengar, kau menikah dengan Kris? Langkahi dulu mayatku.” Sahut Minho sambil mencubit pipi Suho sebentar lalu membukakan pintu penumpang untuk adiknya tersebut.

“Hyung!” pekik Suho semakin gusar karena kakaknya selalu saja bisa menyanggahnya.

“Sudah berhenti berteriak baby Su. Kita bisa terlambat. Ayo manis, masuk ke mobil.” Goda Minho membuat Suho kembali membuka mulutnya, teperangah dengan tingkah menjengkelkan sang kakak.

“YAH!! Kau tidak suka melihatku kasmaran seperti gadis, tapi kau memperlakukanku seperti gadis!”

“Kau itu berisik sekali.” Setelah mengucapkan itu, dengan mudahnya Minho membopong adiknya bridal style dan membawanya ke dalam mobil yang sudah siap mengantar mereka ke sekolah. Begitu Suho masuk dan duduk dengan manis meski dengan tampang cemberutnya, Minho kemudian masuk dari pintu penumpang satunya lagi dan langsung menyuruh supir mereka menjalankan mobil mereka, meninggalkan rumah mereka menuju sekolah.

Begitulah keadaan si kembar Choi setiap harinya. Selalu dimulai dengan pertengkaran-pertengakaran kecil namun semakin mempererat hubungan keduanya. Masih banyak kisah keduanya yang belum terbuka. Tapi apakah akan di ceritakan seluruhnya? Well, it’s up to you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Tahun ajaran baru kali ini sangat terasa berbeda bagi seorang Choi Suho karena ini adalah pertama kalinya Suho tidak satu sekolah dengan kakaknya, Choi Minho karena Minho diterima di akademi kepolisian sedangkan dia sendiri diterima di WKS University, salah satu universitas swasta ternama di daerahnya.

Suho sudah membayangkan bahwa dia akan leluasa bertemu dengan Kris di kampus ini tanpa adanya bayang-bayang dan kecemasan atas gangguan dari Minho. Senyum lebar menghiasi wajah manis Suho tatkala mengingat bahwa sebentar lagi keinginannya akan terwujud.

Suho melangkahkan kakinya ke menelusuri koridor kampus, tempatnya nanti menuntut ilmu. Saat ini kampus sudah sepi sejak acara penerimaan mahasiswa baru berakhir dua jam yang lalu. Tetapi Suho masih betah berada disana karena dia sedang menunggu sesuatu atau lebih tepatnya seseorang. Suho lalu berhenti berjalan dan memilih berdiri di antara pilar-pilar sambil memandang ke arah lapangan tenis yang kosong.

“Anda melamunkan apa tuan muda Suho?” bisik seseorang dari belakang Suho. Tanpa berbalik pun Suho tahu siapa yang berdiri di belakangnya karena memang Suho sudah menunggu orang tersebut. Terlebih lagi dengan sepasang lengan kekar yang langsung melingkar di pinggang ramping Suho. Suho langsung menyandarkan punggungnya di dada bidang sang kekasih yang tak lain adalah Kris.

“Sedang memikirkan hubungan kita.”

“Memang kenapa dengan hubungan kita?” tanya Kris lagi sembari menaikkan salah satu alisnya. Dia penasaran dengan jawaban Suho.

“Apakah hubungan ini akan terus berlangsung seperti ini.”

“Maksudmu?”

“Hhhh… Kau tahu sendiri bagaimana sikap Minho hyung terhadap hubungan kita. Kodok jelek itu benar-benar berpikiran sempit!” gerutu Suho kesal sampai dia tak sadar mencubit tangan Kris yang masih setia membelenggu pinggangnya.

“Aww! Sayang, kalau kau marah dengan tuan muda Minho, kenapa aku yang jadi korban?”

“Eh?? Ah! Maaf hyung, aku tidak sengaja! Ak… Mmpht…” Suho tak bisa menyelesaikan ucapannya karena bibirnya sudah bukan miliknya lagi. Kris dengan lembut tapi penuh tekanan, telah memagut bibir Suho dengan bibirnya sendiri. Kris mencium Suho perlahan sampai Suho mulai membalas ciuman Kris dan keduanya terlibat ciuman panas yang berlangsung selama beberapa menit. Jika saja paru-paru mereka kuat selama berjam-jam, adalah suatu yang pasti Suho dan Kris akan terus mencium pasangan masing-masing selama ini. Namun, mereka hanya manusia biasa dan memiliki paru-paru yang biasa pula.

Sedikit tak rela, Suho melepaskan bibir Kris begitupun sebaliknya. Setengah terengah Suho menatap Kris dalam. Matanya lekat menatap mata Kris dan seakan terhipnotis oleh mata setajam mata elang itu, Suho memajukan wajahnya lagi dan mencium Kris.

Mereka berdua saling bertukar saliva sampai keduanya merasa cukup melakukan hal tersebut untuk saat itu. Suho dan Kris kembali berpelukan dengan wajah Suho yang terbenam di dada Kris dan Kris yang menopangkan dagunya di pucuk kepala Suho. Kedua lengan Kris menempatkan diri mereka di bahu dan pinggang Suho sedangkan kedua lengan Suho sudah menemukan punggung Kris dan mendekapnya erat.

“Dia akan mengerti sayang. Tuan muda Minho akan mengerti suatu saat nanti karena dia kakakmu. Dia bersifat seperti sekarang hanya karena dia begitu mencemaskan dan terlalu menyayangimu.” Sahut Kris mencoba memberi pengertian kepada Suho akan sikap Minho selama ini terhadap hubungan mereka. Kris paham bahwa sikap penolakan Minho hanya karena Minho sangat menyayangi Suho. Dia tidak ingin adik semata wayangnya tersebut menderita karena menerima perlakuan buruk dari orang-orang yang tidak setuju dengan pilihan hatinya.

“Aku mengerti, tapi sampai kapan kita harus begini hyung?! Aku sudah lelah harus menjaga jarak denganmu. Aku ingin selalu bersamamu tapi demi menjaga perasaan Minho hyung, aku harus berpura-pura tidak melihatmu. Aku harus berpura-pura menjadi tuan muda bagimu, bersikap angkuh padahal yang aku inginkan hanya terus bermanja denganmu.” Rajuk Suho masih keras kepala, tak bisa menerima sikap Minho yang selalu saja mengganggu dirinya.

Suho tidak mengerti mengapa sang kakak tidak mau menerima kenyataan bahwa dirinya benar-benar mencintai Kris. Bukan salahnya jika Kris juga seorang lelaki sama seperti dirinya. Yang Suho tahu, hatinya sudah tidak bisa melihat orang lain kecuali Kris. Suho tidak mengerti mengapa Minho tidak bisa seperti kedua orang tua mereka yang dengan lapang dada menerima dirinya apa adanya. Mengingat sikap Minho seperti itu, membuat Suho sedih. Dia pun semakin membenamkan wajahnya di dada Kris seolah mencari kekuatan dari kekasihnya itu.

Kris sendiri tersenyum senang dengan penuturan Suho tadi. Dia merasa sangat disayangi dan dicintai oleh bungsu dari pewaris klan Ohara tersebut. Kris membelai lembut rambut Suho sambil sesekali mengecup pucuk kepala kekasih mungilnya itu. Kris dapat merasakan kesedihan Suho karena sikap Minho. Kris tahu Suho ingin sekali mendapatkan restu dari Minho dan menjalani hubungan mereka tanpa harus sembunyi-sembunyi dari kakak kesayangan Suho itu.

Kris yang tak tahan dengan kesedihan Suho mencoba mencairkan suasana dengan menggodanya ketika dia ingat ucapan terakhir Suho tadi. Masih mendekap Suho dengan erat dan membelai rambut kekasihnya itu, Kris pun mengatakan sesuatu.

“Kau memang selalu manja baby Su, ada atau tidaknya tuan muda Minho. Kau… Aww! Sayang, sakit!” erang Kris saat jari-jari Suho dengan santainya mencubit pinggang Kris dengan keras. Suho sedikit menjauhkan wajahnya dan menengadahkan kepalanya untuk memandang Kris. Suho memasang tampang semarah mungkin yang justru terlihat manis dan menggemaskan bagi Kris.

Bayangkan saja, Suho saat ini sedang mengerutkan kedua alisnya, mencoba memberikan tatapan setajam mungkin dengan kedua matanya yang indah itu, pipi putih yang mengembung sempurna, dan jangan lupa bibir yang mengerucut maju. Suho gagal total jika dia mencoba memberikan raut wajah yang marah kepada Kris. Tapi bungsu Choi bersaudara itu tidak menyadari senyum Kris dan terus memasang raut wajah itu.

“Rasakan! Aku sedang bicara serius, kau justru menggodaku.” Tukas Suho kesal.

“Malaikat cantikku merajuk rupanya.”

“Biar saja. Weeek!”

“Apa itu? Jangan menjulurkan lidahmu jika kau tidak bermaksud menggunakannya.” Ucap Kris dengan senyum dan tatapan penuh arti. Suho menyipitkan matanya dan mencubit pinggang Kris sekali lagi.

“Mesum.”

“Aku hanya mesum kepadamu sayang.” Aku Kris jujur dan menimbulkan seulas senyum lebar dari Suho. Lalu sedetik senyum itu datang, sedetik pula senyum itu menghilang. Suho terlihat seperti memikirkan sesuatu dengan serius.

“Kenapa lagi Su?” Tanya Kris sambil merengkuh kembali tubuh Suho yang lebih kecil daripada tubuhnya itu.

“Aku hanya sedih karena Minho hyung seperti malu memiliki adik yang menyukai sesama lelaki seperti aku.” Lirih Suho menjawab pertanyaan Kris. Kris menghela nafas lagi. Permasalahan antara Suho dan Minho selalu saja karena hubungan percintaan antara dirinya dan Suho. Kris benar-benar merasa bersalah karena dia, hubungan dekat kakak beradik itu menjadi renggang.

“Sayang lihat aku.” Ucap Kris sambil membalikkan tubuh Suho lalu mengangkat dagunya agar tatapan mata mereka bertemu.

“Aku paham bagaimana perasaanmu sekarang sayang, aku mengerti. Bersabarlah. Kita harus bersabar dan terus memberikan pengertian kepada tuan muda Minho bahwa kita saling mencintai.”

“Tapi aku benci keadaan ini.”

“Hei, kemana malaikat cantikku? Kenapa kau jadi emosional seperti ini? Biasanya kau selalu bisa tersenyum dan memberikan semangat kepadaku. Ayolah baby Su, jangan sedih lagi. Nanti manismu hilang.” Goda Kris membuat Suho merengut sesaat tapi lalu kembali memamerkan senyum malaikatnya kepada kekasih hatinya tersebut. Suho memeluk erat dan menyamankan kepalanya di dada Kris. Kris membelai rambut Suho dengan lembut sementara tangannya yang memluk Suho membuat putaran-putaran kecil di punggung lelaki manis itu.

“Aku berharap Minho hyung bisa segara jatuh cinta sehingga dia tahu bagaimana perasaanku.” Gumam Suho pelan namun masih terdengar oleh telinga Kris. Kris tersenyum sebelum mengecup rambut Suho dan menanggapi kekasihnya itu.

“Semoga saja saying. Perasaan jatuh cinta itu sangat indah dan merupakan anugerah dari Tuhan. Tuan muda Minho pasti akan merasakan rasa itu.”

Sementara itu, di ruangan pribadi Jaejoong, Minho yang sedang dibicarakan oleh Suho dan Kris sekarang sedang mengalami dilemma. Siapa yang menyebabkan putra sulung keluarga Choi itu dilemma? Tak lain dan tak bukan adalah ibu kandungnya sendiri, Choi Kyuhyun. Lalu apa yang diperbuat atau dikatakan oleh Kyuhyun sehingga Minho dilemma? Do you want to know?

TBC

Advertisements