Tags

, , , , , , , , ,

Title : Why My Family Has To Be A Yakuza 3

Pairing/Charas :  Krisho, Minho, Wonkyu, Jaejoong, a bit of Changmin

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Warning : Un-betaed, GS, BL, Attempt Humor, Lots of Swearing, OOC, AU

Summary : My dad is a yakuza. My mom is a yakuza. My brother is a yakuza. Do I have to be a yakuza too? Oh God, no! – Sequel to Why I’m Falling In Love With A Yakuza

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Aku hanya sedih karena Minho hyung seperti malu memiliki adik yang menyukai sesama lelaki seperti aku.” Lirih Suho menjawab pertanyaan Kris. Kris menghela nafas lagi. Permasalahan antara Suho dan Minho selalu saja karena hubungan percintaan antara dirinya dan Suho. Kris benar-benar merasa bersalah karena dia, hubungan dekat kakak beradik itu menjadi renggang.

“Sayang lihat aku.” Ucap Kris sambil membalikkan tubuh Suho lalu mengangkat dagunya agar tatapan mata mereka bertemu.

“Aku paham bagaimana perasaanmu sekarang sayang, aku mengerti. Bersabarlah. Kita harus bersabar dan terus memberikan pengertian kepada tuan muda Minho bahwa kita saling mencintai.”

“Tapi aku benci keadaan ini.”

“Hei, kemana malaikat cantikku? Kenapa kau jadi emosional seperti ini? Biasanya kau selalu bisa tersenyum dan memberikan semangat kepadaku. Ayolah baby Su, jangan sedih lagi. Nanti manismu hilang.” Goda Kris membuat Suho merengut sesaat tapi lalu kembali memamerkan senyum malaikatnya kepada kekasih hatinya tersebut. Suho memeluk erat dan menyamankan kepalanya di dada Kris. Kris membelai rambut Suho dengan lembut sementara tangannya yang memluk Suho membuat putaran-putaran kecil di punggung lelaki manis itu.

“Aku berharap Minho hyung bisa segara jatuh cinta sehingga dia tahu bagaimana perasaanku.” Gumam Suho pelan namun masih terdengar oleh telinga Kris. Kris tersenyum sebelum mengecup rambut Suho dan menanggapi kekasihnya itu.

“Semoga saja saying. Perasaan jatuh cinta itu sangat indah dan merupakan anugerah dari Tuhan. Tuan muda Minho pasti akan merasakan rasa itu.”

Sementara itu, di ruangan pribadi Jaejoong, Minho yang sedang dibicarakan oleh Suho dan Kris sekarang sedang mengalami dilemma. Siapa yang menyebabkan putra sulung keluarga Choi itu dilemma? Tak lain dan tak bukan adalah ibu kandungnya sendiri, Choi Kyuhyun. Lalu apa yang diperbuat atau dikatakan oleh Kyuhyun sehingga Minho dilemma? Do you want to know?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Choi Kyuhyun sedang berdiri sambil bersedekap memandang Minho dengan tajam. Ibu dua orang anak itu terlihat begitu mengintimidasi sampai seorang Choi Minho yang terkenal dingin dan tegas bergidik ketakutan dengan tatapan tajam sang umma. Pemuda berumur 18 tahun itu tidak berani menatap langsung mata Kyuhyun.

“Jadi Choi Minho, kau hanya tinggal memiilih. Kau yang meneruskan kelompok kita atau biarkan Suho bersama dengan Kris karena nantinya Kris yang akan menggantikan posisi appamu.” Tegas Kyuhyun tak mau berdebat kusir lagi dengan putra sulungnya itu.

Kyuhyun sudah terlalu lelah jika harus bolak balik berdebat dengan Minho yang sangat keras kepala dengan keinginan egoisnya yang tak mau menggantikan posisi Siwon tapi dia juga tak ingin Kris yang maju sebagai penerus. Padahal semua tetua kelompok Ohara dan bahkan beberapa kelompok yakuza lainnya sudah setuju dengan keputusan Siwon tersebut. Mereka semua menilai anak angkat Siwon itu layak sebagai penerus Siwon.

Keegoisan Minho inilah yang membuat kepala Kyuhyun pening. Kedua putranya sama sekali tak membantu dirinya dan Siwon. Minho tak mau, Suho dianggap cocok tapi dia tak mau dengan posisi Siwon dan justru mengincar posisinya. Minho dan Suho benar-benar membuat Kyuhyun ingin mencekik mereka atau bahkan menelan keduanya dan melahirkan anak yang lebih penurut dari mereka berdua. Tapi Kyuhyun langsung menghempas ide mengerikan itu karena dia tahu kedua putra kesayangannya itu sudah sempurna di matanya dan fakta bahwa dia sangat menyayangi buah hatinya tersebut. Ya, kecuali untuk masalah penerus ini.

“Umma, umma… Kenapa aku harus memilih dua opsi mengerikan itu?! Kenapa appa dan umma tidak langsung menunjuk Suho untuk menggantikan appa?! Beres bukan?! Lagipula, bukankah Suho yang lebih berhak daripada Kris?!” elak Minho sambil mengerutu dan memberanikan dirinya untuk menentang keputusan Kyuhyun. Mendengar pernyataan bernuansa tantangan itu, Kyuhyun semakin menatap tajam kepada Minho.

“Apa katamu tadi?! Menunjuk Suho?! Dasar anak keras kepala!! Sudah tahu Suho tidak mau menjadi penerus, kenapa kau paksa dia terus?!” geram Kyuhyun lama kelamaan dengan sikap Minho.

“Lebih baik begitu umma daripada dia harus bersama dengan Kris. Ya ampun umma, Suho itu laki-laki! Seharusnya dia menikah dengan perempuan!” seru Minho masih tak mau kalah dengan sang bunda.

“Oh, jadi kau lebih senang jika adikmu itu terlihat normal tapi menderita daripada membiarkan dia memilih apa yang menurutnya bisa membahagiakannya, begitu Choi Minho?!” Cibir Kyuhyun sembari bersedekap seolah menantang Minho untuk membantah ucapannya tadi.

“Bukan begitu umma, tapi…”

“Tapi apa?! Apa hah?! Umma curiga. Jangan-jangan kau malu karena adikmu dianggap ‘abnormal’ karena menyukai sesama jenis?! Benar begitu bukan Choi Minho yang terhormat!” serang Kyuhyun semakin geram karena Minho terlalu keras kepala dengan pendiriannya.

Siwon yang melihat gelagat Kyuhyun dan Minho sudah tidak sekedar pertengkaran biasa, langsung menepuk bahu sang istri dan meremasnya pelan. Kyuhyun menoleh ke belakang ke arah Siwon dan mendapati suaminya itu sedang memandangnya sambil tersenyum tapi dengan kepala yang menggeleng, mengisyaratkan bahwa Kyuhyun sebaiknya tidak meneruskan tekanannya terhadap Minho.

Kyuhyun terdiam meski raut wajahnya jelas tidak ingin semuanya menggantung, namun tatapan Siwon yang memintanya agar tidak melanjutkan lagi masalah yang satu itu, membuat Kyuhyun tidak jadi meneruskan ucapannya.

Namun tidak dengan Minho. Pemuda itu seolah di tampar dengan sangat keras dengan tuduhan Kyuhyun. Dia merasa bingung dan juga tak enak hati. Apakah itu yang dianggap oleh keluarganya dan bisa jadi oleh Suho sendiri? Jika benar, berarti secara tak langsung Minho sudah menyakiti hati adik tersayangnya itu. Minho terlihat kalut dan tiba-tiba dia menarik tangan Kyuhyun, membuat Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap ke arah Minho, lalu Minho memeluknya erat.

Kyuhyun tersentak kaget dengan tindakan tiba-tiba Minho, namun wanita keras itu akhirnya mengerti bahwa Minho merasa bersalah dan butuh seseorang yang menenangkannya. Kyuhyun sendiri akhirnya merasa bahwa dia tadi juga terlalu keras kepada Minho.

Wajar jika Minho tidak setuju dengan hubungan Suho dan Kris karena dilihat dari segi mana pun, hubungan itu akan berjalan di kerikil tajam. Kyuhyun mulai paham jika Minho tidak ingin Suho menderita dengan pandangan orang lain terhadap dirinya yang menyukai sesama lelaki.

Kyuhyun memeluk erat Minho yang menompangkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Tangan Kyuhyun mengusap rambut Minho dengan lembut sambil mengecup pelipis kiri Minho.

“Minho-ah. Memang sulit menerima hubungan Suho dan Kris, tapi hubungan itu yang sedang diperjuangkan oleh adikmu itu. Suho sedang berusaha menjadi dirinya sendiri, mencoba mempertahankan apa yang menurutnya benar dan yang menjadi kebahagiaannya.” Ucap Siwon tiba-tiba sambil mengacak rambut Minho menggantikan tangan Kyuhyun. Minho masih terdiam tapi dia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Kyuhyun mengindikasikan bahwa dia mendengar perkataan Siwon. Siwon tersenyum sebelum melanjutkan lagi kata-katanya.

“Sebagai kakak, memang sudah tugasmu untuk menjaga adikmu agar dia tidak membuat masalah. Tapi sebagai kakak juga, bukankah akan lebih baik jika kau menjaga perasaannya dan mendukung apa yang dia percayai, membantunya mendapatkan kebahagiaan. Jika menurutmu pilihan adikmu salah, kau boleh menegurnya nak. Namun ingat, Suho tetap memiliki hak untuk memilih, jadi biarkan dia memilih.” Lanjut Siwon lagi. Minho masih terdiam membuat Kyuhyun menatap ke arah Siwon dengan pandangan cemas. Siwon hanya tersenyum sebelum kembali berbicara.

“Lalu Minho-ah, jika ada kemungkinan Suho menyadari pilihannya salah, kau akan disana. Disampingnya. Mendukung, menenangkan dan terus menjadi sosok yang dibutuhkan oleh Suho. Sebaliknya, jika pilihan Suho terbukti baik untuknya, kau akan menjadi kakak yang bangga karena telah membiarkan adikmu tumbuh dewasa.” Ucap Siwon mengakhiri kalimat panjangnya. Siwon kembali mengacak rambut Minho dengan sayang sebelum mencium kepala putra sulung kebanggaannya itu.

Sedangkan Minho sendiri, pelak perkataan Siwon tadi membuatnya tersadar bahwa selama ini apa yang dia percayai belum tentu benar. Siwon membuatnya menyadari bahwa semua yang terjadi adalah pembelajaran untuk Suho dan menurut Minho, apa yang dikatakan oleh Siwon benar adanya.

Meski di satu sisi akan terasa berat bagi Minho untuk menerima kenyataan bahwa adiknya menyukai lelaki, namun sebagai kakak, sebagai bagian dari keluarga kecil mereka, Minho akan berdiri di samping adiknya. Menjadi pelindung disaat semua orang berusaha menyakiti Suho. Minho akan menjadi seseorang yang dibanggakan oleh Suho dan bukan seperti sekarang, menjadi seseorang yang terus menerus melukai hati rapuh adiknya tersebut.

Minho tersenyum tulus dalam pelukan sang umma. Anggukan pelan namun terlihat jelas di mata Siwon dan juga Kyuhyun membuat kedua orang tua itu tersenyum lega. Mereka lega karena akhirnya Minho bisa mengerti keadaan Suho. Siwon menepuk-nepuk punggung Minho yang hampir selebar punggungnya lalu mendaratkan satu kecupan di pucuk kepala Kyuhyun sebelum membawa sang istri ke dalam pelukannya yang pada akhirnya ikut membawa serta Minho.sementara Kyuhyun mengeratkan pelukannya di tubuh Minho dan kembali mencium pelipis dan pipi Minho.

Cukup sukar memeluk dua orang ditambah tubuh Minho tidak sekecil dulu, namun Siwon merasa bahagia. Dengan ini, dengan mengertinya Minho akan situasi keluarga mereka, Siwon bisa merasakan babak baru dalam kehidupan keluarga kecilnya karena ini baru permulaan.

Sekarang yang ada di pikiran pemimpin yakuza itu adalah bagaimana caranya memberi tahu Suho atas berita gembira ini. Siwon sudah bisa membayangkan Suho yang histeris dan senang bukan kepalang dengan perubahan Minho. Siwon bisa menebak anak bungsunya itu akan memintanya untuk segera menikahkan dia dengan Kris. Jika sudah begitu, bisa jadi Minho akan kesal karena biar dia sudah setuju tetapi pasti Minho belum rela melepas Suho kepada Kris secepat itu.

“Um, maaf ya, tapi bisa tidak adegan mengharukan keluarga kalian dilakukan di rumah kalian. Hello, ini ruanganku dan kalian bertiga seperti menganggapku patung.” Keluh Jaejoong yang ternyata berada di ruangan miliknya tersebut.

“Biarkan saja umma. Sudah lama aku tidak melihat Minho hyung bermanja-manja dengan Kyuhyun imo. Seperti menonton drama keluarga kesukaan umma itu.” Timpal Jung Changmin yang juga berada di ruangan sang umma. Jung muda itu sedang berkunjung ke kantor Jaejoong sekaligus membawakan makanan untuk sang umma, courtesy sang appa yang sedang cuti dan ingin membuatkan makan siang untuk istri tercinta. Hanya saja, sesampainya di kantor, makanan itu justru dihabiskan oleh Changmin dan hanya menyisakan kotak makan yang kosong.

“Jung Changmin, mengapa kau masih di kantor umma?! Kau bukannya sudah selesai makan?! Sana pulang! Beritahu appamu, umma akan lembur hari ini!” usir Jaejoong kesal kepada putranya itu yang sudah menghabiskan jatah makan siangnya, sekarang ikut-ikutan mengkomentari masalah keluarga Kyuhyun dan Siwon.

Padahal aku ingin mencoba masalah Yunnie. Food monster ini justru menghabiskannya. Lagipula, kenapa Kyuhyun harus membicarakan masalah Suho di kantorku sih?! Buat aku semakin pusing saja! Batin Jaejoong.

“Aku penasaran dengan episode keluarga Choi umma.” Rengek Changmin yang tak suka Jaejoong menyuruhnya pulang.

“Pulang.” Tegas Jaejoong yang tak bisa dibantah lagi oleh Changmin. Sambil mengembungkan pipinya dan mencebilkan bibirnya, Changmin mengambil tas dan kotak makan kosongnya.

“Umma menyebalkan.” Sungutnya.

I know, now go home.”

Okay, okay… Ah! Minho hyung aku hampir lupa! Hyung jangan sampai lupa kalau besok kita harus mendaftar ulang ke akademi. Sekaligus mengambil kunci kamar asrama.” Ingat Changmin sebelum memberi salute dengan kedua jarinya dan meninggalkan ruangan Jaejoong tanpa menunggu balasa dari Minho.

Mendengar pemberitahuan dari Changmin tadi, Minho baru ingat kalau dia belum berkemas. Minho hanya mendengar peringatan dari Changmin dan bukan kalimat menggodanya tadi. Minho sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan-ucapan Changmin yang mengatakan dia seperti anak mami saat berpelukan dengan Kyuhyun. Minho sudah tahu seberapa pedas mulut sepupunya itu jadi dia tidak pernah mendengar ucapan Changmin itu.

Minho lalu melepas pelukannya dari tubuh Kyuhyun sehingga mau tak mau Siwon pun melepas pelukannya dari Kyuhyun dan Minho. Minho memandang kedua orang tuanya tersebut lalu tersenyum manis.

“Minho pulang lebih dulu ya umma, appa. Aku baru ingat kalau aku belum berkemas. Untung si tiang listrik itu mengingatkan aku. Sudah ya umma, appa. Bye Jae imo.” Pamit Minho setelah memberikan kecupan di pipi Kyuhyun dan juga Siwon. Meskipun mereka keluarga yakuza, namun hal-hal manis seperti itu sudah menjadi kebiasan di keluarga mereka.

Sepeninggalan Minho, Siwon memeluk Kyuhyun dari belakang dan memberikan istri manisnya itu ciuman ringan di tenguk dan leher Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan sesekali tertawa geli. Siwon benar-benar merasa gembira dengan kondisi Minho dan Suho. Satu masalah terselesaikan dan hal itu membuatnya ingin merayakan dengan Kyuhyun. Kyuhyun pun demikian, maka dari itu dia membiarkan ketika Siwon mendekapnya erat dan menciumnya.

Keduanya terus bermesraan dengan saling memberikan kecupan demi kecupan sampai French Kiss dengan tangan Kyuhyun yang bertengger di tangan Siwon yang memeluk pinggangnya dan tangan Siwon yang setia menangkup pipi dan rahang Kyuhyun, membuatnya menoleh agar bisa mencium bibir Kyuhyun. Mereka sama sekali tidak merasa malu atau mungkin karena Siwon dan Kyuhyun benar-benar tidak menganggap kehadiran Jaejoong.

“Ck, kalian ini. Hei, aku masih disini!” tegur Jaejoong keras. Jaejoong berharap keduanya atau palingtidak Kyuhyun akan merasa bersalah karena telah memperlakukannya seperti patung, tetapi harapan Jaejoong sirna saat dia melihat seringai kemenangan dari Kyuhyun setelah dia melepas ciuman panasnya dengan sang suami.

You’re just jealous eonnie dear.”

Whatever…” sungut Jaejoong sambil memutar matanya kesal.

“Kalian mau sampai kapan disini? Bukankah tadi kau datang kemari ingin mengajakku menjemput Sungmin dan putrinya, Kyu?” tanya Jaejoong mengalihkan pembicaraan. Jaejoong malas jika harus berdebat dengan Kyuhyun soal kemesraan dia dan Siwon.

“Ah! Benar! Aduh jam berapa sekarang?! Yeobo! Kenapa kau tidak mengingatkan aku?!” marah Kyuhyun sambil melepaskan pelukan Siwon saat sadar dia sudah melenceng jauh dari tujuannya semula datang ke tempat Jaejoong. Siwon menghela nafas menanggapi omelan Kyuhyun sebelum membalasnya dengan sabar.

“Kau sibuk menginterogasi Minho sayang. Mana bisa aku menginterupsi?!” jawabnya lalu mengusap lengan Kyuhyun, meminta agar istrinya tersebut tidak panik. Kyuhyun mendengus kesal lalu berbalik ke arah Jaejoong.

“Kau juga eonnie! Kenapa baru bilang sekarang?!” omelnya kepada Jaejoong yang ditanggapi dengan bola mata yang membelalak terkejut lalu berubah kesal.

Uh! Sorry to say thisYou. Are. The One. Who. Ignore. Me.”

“Aish! Ini gara-gara Minho! Melihatnya ada di sini langsung membuatku ingin menyelesaikan masalah antara dia dan Suho!” tukas Kyuhyun yang sekarang menyalahkan Minho. Ibu dua putra itu tidak mau mengakui jika dialah yang lupa akan tujuannya sendiri.

“Omong-omong, noona. Sedang apa Minho disini?” tanya Siwon mengalihkan perhatian Kyuhyun agar tak usah membahas masalah yang sama. Itu dan Siwon juga penasaran mengapa Minho berada di ruangan Jaejoong.

“Oh, dia hanya bertanya tentang akademi.” Jawab Jaejoong santai. Namun jawaban itu membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung.

“Huh?! Kenapa dia tidak bertanya kepadaku?! Aku juga lulusan akademi!”

“Mungkin dia ingin tanya pendapat polisi aktif Kyunnie.”

“Cih, anak itu!” desis Kyuhyun kembali kesal. Siwon menggelengkan kepalanya prihatin akan keadaan Minho kelak. Kyuhyun pasti akan membahas soal ini dan bisa jadi Minho akan merasakan kekesalan sang bunda.

“Sudah, sudah. Lebih baik kita berangkat sebelum Sungmin noona menunggu terlalu lama dan memilih pulang sendiri.” Ujar Siwon menengahi. Siwon bermaksud agar Kyuhyun melupakan soal Minho yang bertanya tentang akademi kepada Jaejoong akan tetapi satu kata dari bibir Siwon membuat Kyuhyun mengarahkan pandangan tajamnya kepada Siwon.

“Hei, kenapa kau memanggilnya noona Wonnie?! Kau itu lebih tua dari Sungmin eonnie.”

“Sungmin noona itu istri Kangin hyung sayang. Sudah sewajarnya aku memanggilnya noona.” Jawab Siwon heran dengan perkataan Kyuhyun. Kali ini Kyuhyunlah yang menghela nafas.

“Boleh saja yeobo. Tapi jangan sampai di dengar anggota yang lain. Kangin oppa itu adalah shatei gashira-mu Wonnie dan kau komicho kami. Seharusnya Kangin oppa yang memanggilmu hyung atau aniki dan bukannya kau. Jika sampai ini di dengar anggota yang lain, kau justru akan membuat posisi Kangin sulit. Kau tahu sendiri masih banyak yang tak suka dengan promosi Kangin oppa.” Jelasnya sambil membelai pipi Siwon dengan ibu jarinya.

“Kau sendiri memanggilnya oppa.” Bantah Siwon tak mau kalah.

“Tapi aku selalu merubah panggilanku jika di depan anggota yang lain. Sedangkan kau, selalu saja kelepasan.”

“Aku tahu. Aku akan lebih berhati-hati.”

“Sudah pasti. Ingat janjimu kepada Kangin oppa. Jangan karena masalah sepele ini, situasi seperti yang dulu itu terjadi lagi.”

“Aku mengerti sayang. Ya sudah, sekarang kita berangkat. Ayo Jae noona.” Ajak Siwon sambil mengambil tangan Kyuhyun yang membelai wajahnya, mencium punggung tangan itu kemudian melingkarkan lengannya di di bahu Kyuhyun.

“Ah… Tidak terasa sudah sepuluh tahun ya Kyu. Aku rindu Sungminnie.”

“Ya, aku juga.”

“Aku senang dia akhirnya pulang juga. Sudah saatnya dia kembali dan berbahagia setelah apa yang sudah dia lalui.” Ucap Jaejoong mengenang kembali masa-masa saat dia menyaksikan berbagai peristiwa penting dalam hidup Sungmin baik itu yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.

“Ya, kau benar eonnie.” Ujar Kyuhyun menyetujui perkataan awal Jaejoong.

Ya, mereka berdua bersama dengan suami masing-masing menjadi saksi bagaimana perjalanan cinta seorang Lee Sungmin yang sudah resmi menjadi nyonya Kim Sungmin. Mungkin lebih tepatnya, pasangan Siwon dan Kyuhyun berserta Jaejoong lah yang lebih mengetahui kisah kasih kedua sejoli yang awalnya begitu manis, lalu diterpa badai yang begitu hebat, sampai akhirnya badai itu berlalu tergantikan dengan pelangi kebahagiaan yang mereka raih saat ini.

Mungkin ini saatnya, menceritakan bagaimana keduanya berjuang demi cinta mereka. Salah satu pasangan yang ikut andil dalam menyatukan Siwon dan Kyuhyun namun hubungan mereka sendiri sempat tidak terekspos. Ada yang ingin mendengarkan kisah mereka?

TBC

Advertisements