Tags

,

Title : One Year of Love

February : Shortcut to Love

Pairing/Charas : Wonkyu

Genre : Romance (I think)

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : My own interpretation and imagination

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, A Collection of One-Shot or even Drabble

Series : January – Is It New Love?

( 。・_・。)(。・_・。 )

Pusat perbelanjaan itu terlihat ramai dengan banyaknya pengunjung yang datang dan keluar silih berganti. Lebih ramai daripada biasanya. Wajar saja karena pusat perbelanjaan yang cukup ternama itu sedang ikut merayakan bulan yang ditunggu banyak pasangan di seluruh dunia.

Bulan Februari, bulan yang dikatakan adalah bulan cinta, bulan satu-satunya yang hanya memiliki jumlah hari tersingkat dari 12 bulan yang ada di kalender. Bulan yang di dalam penanggalannya terdapat angka 14.

Mungkin setiap bulan memiliki angka tersebut, namun di bulan Februari, angka itu istimewa karena 14 Februari adalah hari Valentine yang dirayakan sebagian besar pasangan di seluruh dunia.

Banyak yang tidak ambil peduli dengan hari Valentine karena begitu banyaknya mitos dan cerita yang tak selalu mencerminkan kasih sayang. Namun bagi yang mempercayai bahwa Valentine adalah hari yang spesial akan berkata lain.

Hari Valentine adalah hari yang mampu membuat seseorang mengumpulkan keberaniannya dan mengungkapkan isi hati kepada orang terkasih.

Hari untuk berbagi kasih sayang dengan pasangan dan keluarga.

Hari untuk berbagi coklat.

Hari untuk…

“Oh Tuhan! Kenapa antriannya tidak bergerak sama sekali? Hei yang didepan! Bangun! Ini bukan mall pribadi milikmu!!”

Keluhan seorang wanita berambut coklat ikal nan pendek seleher membuat sebagian besar wanita yang sedang tersenyum memikirkan apa yang akan mereka lakukan untuk kekasih, suami atau calon kekasih dan suami mereka serempak menoleh ke arah suara keluhan tersebut.

Cho Kyuhyun, wanita manis nan cantik yang sayangnya tidak bersikap manis sama sekali, bukannya merasa bersalah karena telah menghancurkan angan-angan para wanita tersebut dengan suaranya yang keras itu, justru menatap balik dengan tatapan menantang.

“Apa? Ada masalah denganku?” tantangnya yang langsung mendapatkan tatapan tidak suka dari semua yang ada disana.

Kyuhyun berdecak kesal karena kemarahannya sudah menumpuk sedari tadi. Mulai dari susah mencari parkir, dilewati terus saat hendak memasuki lift sehingga dia harus menaiki tangga sampai ke lobi pusat perbelanjaan tersebut, berdesakan di setiap toko yang dia masuki, berebut cardigan dengan seorang nyonya yang jelas sekali tidak akan muat dengan cardigan tersebut, dan sekarang harus mengantri panjang yang tak kunjung selesai karena gadis di antrian paling depan terlalu sibuk dengan dirinya sendiri memilih pita untuk kotak valentine yang ingin dia tambahkan dalam belanjaannya.

“Astaga! Kenapa kalian jadi melihat ke arahku? Cepat bayar belanjaan kalian! Aish!” seru Kyuhyun lagi semakin tak sabar dan gerah dengan tatapan para pengantri itu.

Seolah tersihir atau mungkin lebih tepatnya takut dengan Kyuhyun, semua pengantri itu berbalik dan melakukan apapun yang mereka lakukan sebelumnya, mengantri untuk membayar barang belanjaan mereka. Namun kali ini, semuanya tidak ada lagi yang berleha-leha dan membuang waktu. Semuanya bergegas menyelesaikan belanja mereka dan pergi dari toko tersebut.

Tampaknya, Kyuhyun harus bertanggung jawab jika toko tersebut bangkrut karena tidak ada pengunjung lagi yang berani datang karena takut kepada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum puas dengan keadaan toko tersebut. Sudah saatnya dia lepas dari kesialan hari ini. Akan tetapi, tampaknya pikiran Kyuhyun dengan takdir bertentangan. Baru saja Kyuhyun selesai membayar dan hendak keluar dari toko, langkahnya di hadang oleh seseorang.

You!” seru orang tersebut yang ternyata seorang pria. Kyuhyun menatap orang yang dengan lancang menghadang jalannya tersebut dan serta merta kerutan di dahi Kyuhyun kembali.

“Kau lagi!” pekik Kyuhyun sama kerasnya dengan teriakan pria tersebut. Tanpa mau berurusan lebih panjang lagi dengan pria itu, Kyuhyun langsung ambil langkah seribu meningglkannya.

“T-tunggu!! Hey!! Wait up!!” teriaknya panik ketika melihat Kyuhyun berjalan cepat meninggalkannya begitu saja. Pria itu mengejar Kyuhyun sampai akhirnya bisa mencekal lengan Kyuhyun, membuatnya berhenti melangkah.

“Apa sih?” kesal Kyuhyun sambil menyentakan tangannya, berusaha melepaskan cekalan Siwon di lengannya. Namun tenaga pria tersebut jauh lebih kuat daripada Kyuhyun sehingga mau tidak mau Kyuhyun berhenti dan berhadapan langsung dengannya.

Wanita muda tersebut menatap sengit ke arah pria yang ternyata adalah Choi Siwon, si pria yang sudah dilabeli oleh Kyuhyun sebagai pria pengganggu dan menyebalkan. Kyuhyun menatap Siwon penuh dengan tatapan menantang, jikalau Siwon berani berbuat sesuatu kepadanya; mengajaknya bertengkar lagi mungkin.

“Lepas!” seru Kyuhyun lantang, mencoba sekali lagi melepaskan diri dari cengkraman Siwon.

“Aku pikir aku tidak akan bertemu denganmu lagi! Apa yang kau lakukan disini! Dan mengapa kau tidak melepaskan aku juga brengsek! Dasar sinting! Lepas kataku!!” pekik Kyuhyun semakin kesal karena bukan saja harus bertemu lagi dengan Siwon tapi Siwon tetap bergeming dengan lengannya di tangan Siwon.

Sementara Siwon sendiri bukannya tak mau melepaskan Kyuhyun. Dia mengerti dari gelagat Kyuhyun yang pergi begitu saja ketika bertemu dengannya dan terus berusaha lepas dari cengkaramannya, bahwa Kyuhyun tidak menyukai kehadirannya. Hanya saja, Siwon tak mau melewatkan kesempatan untuk mengatakan sesuatu kepada Kyuhyun setelah beberapa minggu frustasi sendiri karena tidak bisa menemukan Kyuhyun setelah pertengakaran mereka berdua.

Maka dari itu, Siwon sangat bersyukur kepada Tuhan sudah dipertemukan dengan Kyuhyun secara tidak sengaja di mall langganan sang adik. Ternyata ada untungnya juga Siwon mengalah, memasuki toko tempat Kyuhyun berada hanya untuk membeli bando putih yang terlupakan oleh sang adik. Karena jika Siwon menolak, alhasil dia tidak mungkin bertemu dengan Kyuhyun.

Perhatian Siwon teralihkan dengan gerakan Kyuhyun yang masih saja berusaha melepaskan diri. Siwon lalu memperhatikan kesekelilingnya dan melihat banyak orang mencuri pandang ke arah mereka dengan pandangan penuh kecurigaan, terutama kepada Siwon.

Siwon meneguk ludahnya sendiri, sedikit cemas jikalau orang-orang tersebut berpikiran buruk kepadanya. Apalagi dengan Kyuhyun yang terus menerus bersikap seolah-olah dirinya penjahat kelamin yang hendak memperkosa Kyuhyun.

Jengah karena tatapan orang-orang itu dan juga karena sikap Kyuhyun yang tidak mau mendengarnya, Siwon mengambil tindakan sendiri. Dia menarik tubuh Kyuhyun dengan sekali sentak dan langsung memeluk pinggangnya erat. Tangan Siwon yang bebas, walau tidak bebas seratus persen karena dia memegang bungkusan bando sang adik, memegang tangan Kyuhyun yang sedang memegang barang belanjaannya, membekukan pergerakan Kyuhyun. Kyuhyun sendiri terkejut bukan main dengan sikap Siwon yang spontan tersebut.

“K-kau… A-apa kau Kyuhyun?” tanya Siwon dengan bahasa Korea yang tidak jelas dan terbata-bata. Kyuhyun menautkan kedua alisnya menjadi satu, heran dengan Siwon yang sepertinya sedang mencoba berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa Korea.

“Huh?”

“Um… K-kau… Kyuhyun.”

Oh God! Are you asking about my name?” tanya Kyuhyun tidak sabar dengan cara Siwon berbicara. Siwon terlihat senang kala Kyuhyun menggunakan bahasa Inggris dan tersenyum lebar, menampilkan kedua lesung pipinya membuat wajahnya semakin tampan. Bahkan Kyuhyun yang selalu terganggu dengan kehadiran Siwon dan kerap kali marah jika berhadapan dengannya, tidak bisa memungkiri kalau Siwon begitu tampan apalagi jika sedang tersenyum atau tertawa.

Yeah. Sorry if my Korean sound so bad. I just learn it. I barely know the language and all.” Ujar Siwon sambil menggaruk belakang kepalanya meski Siwon sama sekali tak merasa gatal. Siwon menjadi kikuk sendiri karena malu tak bisa berbicara bahasa Korea padahal dia adalah orang Korea.

Seharusnya aku menuruti kata umma untuk belajar bahasa Korea. Damn. Batin Siwon semakin gusar dengan dirinya sendiri. Sementara Kyuhyun, yang diam memperhatikan Siwon yang salah tingkah, tersenyum simpul. Niat awalnya yang ingin marah dan memulai pertengkaran dengan Siwon, menguap begitu saja.

Tingkah kikuk Siwon, sikapnya yang tak semenyebalkan waktu mereka pertama kali bertemu dan senyumnya yang menawan, ternyata cukup ampuh meredam amarah dan amukan dari seorang Cho Kyuhyun.

Why do you need to learn it?” tanya Kyuhyun penasaran. Dia tak mengerti mengapa tiba-tiba Siwon yang terlihat angkuh dan puas dengan gaya kebarat-baratannya, mau bersusah payah belajar bahasa ibunya.

Huh?” tampaknya pria tampan bertato itu tidak menyimak pertanyaan Kyuhyun, membuat Kyuhyun memutar matanya sedikit merasa kesal.

I said, why do you need to learn it?” ulangnya lagi. Siwon mengangguk mengerti sebelum menjawab,

I learn it so I could say sorry to you.” Begitu kalimat itu terucap, Kyuhyun tak memliki balasan sama sekali. Terlalu terkesima dengan niat baik Siwon untuk meminta maaf kepadanya. Kyuhyun mulai berpikir bahwa dirinya pun seharusnya meminta maaf kepada Siwon. Kyuhyun memiliki andil dalam pertengkaran mereka. Kyuhyun menghela nafas, bermaksud mengatakan sesuatu sebelum Siwon memotongnya dengan mengucapkan kata,

“M-mianhae.” dengan terbata-bata dan aksen yang aneh. Kyuhyun lagi-lagi bergeming tak percaya dengan pendengarannya dan pria di hadapannya sekarang. Mengapa hanya dalam waktu singkat, pria ini bisa berubah pikiran 180 derajat.

Did I say it wrong? Mian-hae?

“…”

Argh! This Korean thing is killing me! Why is it so hard?” gerutu Siwon kala Kyuhyun terus saja membisu padahal Siwon sudah berusaha sebisanya untuk mengucapkan kata maaf dalam bahasa Korea. Kebisuan Kyuhyun membuat Siwon beranggapan apa yang diutarakannya salah dan Kyuhyun tidak mengerti maksudnya.

Kenyataannya, Kyuhyun sangat paham dengan maksud Siwon. Dia hanya terperangah dengan kejadian ini. Baru kali ini ada pria yang setelah beradu mulut dengannya, setelah Kyuhyun dengan sadis meyampaikan semua pembendaharaan kata negatif yang dia miliki, setelah Kyuhyun merendahkannya karena merasa pria tersebut tak selevel dengan Kyuhyun, masih mau menemui dan berbicara dengan Kyuhyun bahkan meminta maaf terlebih dahulu kepadanya.

Pria biasanya takut atau segan kepada Kyuhyun baik karena kepintarannya atau karena karismanya. Banyak yang berminat menjadi teman atau kekasih Kyuhyun karena penampilan Kyuhyun yang sekarang. Akan tetapi sikap dingin, pemilih dan ketus dari Kyuhyun membuat satu demi satu pria yang mendekati Kyuhyun memilih mundur.

Itu alasan mengapa Kyuhyun masih sendiri.

Dan sekarang, setelah begitu banyak pria menyerah hanya karena lidah Kyuhyun yang jika berucap setajam silet, ada seseorang yang justru merasa dialah yang bersalah sampai Kyuhyun menggunakan lidah itu, sampai Kyuhyun kehilangan kendali atas emosinya.

Pria itulah yang membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. Bukan karena bahasa Koreanya yang aneh namun karena kebodohan pria tersebut yang meminta maaf kepadanya padahal kesalahan juga ada didirinya.

“Ahahaha…”

You’re laughing.” Gumam Siwon terkesima dengan wajah Kyuhyun yang begitu cantik dimatanya kala sedang tertawa. Senyum di wajah Siwon mengembang sempurna dan dia tahu bahwa dia benar-benar tertarik dengan Kyuhyun, dalam arti yang sebenarnya.

Kyuhyun menghentikan tawanya ketika mendengar kalimat Siwon tadi namun senyumannya masih betah tersungging di wajah cantiknya.

And now you’re smiling. You’re so beautiful when you’re smiling.” Puji Siwon membuat Kyuhyun tersipu. Selain Changmin, baru kali ini ada pria yang terlihat benar-benar tulus mengatakan dia cantik. Kyuhyun merasa senang akan pujian itu, akan tetapi pikiran itu cepat berlalu karena Kyuhyun sadar Siwon mengatakan dirinya cantik pada keadaannya yang sekarang. Apa yang mungkin dikatakan Siwon jika pria itu melihat dirinya tiga tahun yang lalu? Apakah dia masih bisa mengatakan Kyuhyun cantik?

Senyum Kyuhyun menghilang dengan sempurna dan itu terekam oleh mata Siwon. Pria itu mengerutkan keningnya bingung dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba berubah murung. Siwon sekali lagi merasa tak enak hati jikalau dia berkata hal yang salah dan menyinggung perasaan Kyuhyun.

Siwon baru saja akan mengatakan sesuatu ketika bibir Kyuhyun terbuka dan mendahuluinya.

Gomawo.” Ucapnya datar. Siwon merasakan bahwa ada sesuatu yang membebani Kyuhyun namun untuk saat ini dia tidak mau ambil peduli. Niatnya hanya satu, berbaikan dengan Kyuhyun.

Ah! It’s a thanks right?” tanya Siwon memastikan sekaligus berusaha mengalihkan pembicaraan yang mungkin saja membuat Kyuhyun muram. Senyum Siwon mengembang lagi ketika reaksi Kyuhyun mengangguk kecil dan bila boleh Siwon berasumsi, ada setitik senyum di wajah Kyuhyun ketika Siwon bertanya demikian.

I think we start it wrong in the first meeting. Although usualy I don’t give a damn about certain people but to you… I think I have to apologize and start over. Call me weird or whatever but would you let me? To start things over with you? Would you let this tattoo guy get to know you better?” tanya Siwon hati-hati. DIa gugup akan jawaban Kyuhyun ditambah Kyuhyun hanya menatapnya seolah-olah dia adalah manusia berkepala dua.

Sedetik…

Dua detik…

Tiga detik…

Penantian Siwon berakhir ketika Kyuhyun membuka mulutnya dan berkata,

“Ya, kau memang aneh. Memangnya aku mantan kekasihmu? Kalimatmu seolah-olah kau sedang mengajak aku untuk berbaikan kembali. Yang benar saja.” Runtuk Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.

What?

Nothing.

So…

What?

Will you let me to be your friend?” tanya Siwon lagi. Kyuhyun menatap lekat Siwon sambil mempertimbangkan keinginan Siwon tersebut.

Kyuhyun menghela nafas panjang.

Siwon itu adalah lelaki yang tak ingin Kyuhyun dekati jika dia tidak perlu.

Pemarah, sok tahu, kasar, sok kebarat-baratan, bertato, dan menyebalkan.

Kyuhyun tak mau hidupnya yang dianggap sudah tenang dan damai ini dirusak dengan kahadiran Siwon. Terlebih lagi Kyuhyun sendiri tidak tahu bagaimana caranya berdekatan atau menerima tawaran orang lain untuk berteman.

Hanya saja…

Hanya saja, wajah Siwon yang begitu kukuh ingin menjadi teman Kyuhyun serta kesungguhan yang Kyuhyun lihat dari matanya untuk bisa dimaafkan oleh Kyuhyun, membuat Kyuhyun luluh. Wanita muda itu berpikir jika mungkin untuk kali ini, tidak ada salahnya dia menerima tawaran Siwon.

Lagipula Kyuhyun yakin, lambat laun Siwon sendiri yang akan menjauhinya karena tak tahan dengan sikap Kyuhyun yang dibilang orang lain, terlalu dingin dan cuek dengan lingkungan sekelilingnya.

Ya sudahlah. Batin Kyuhyun lalu mengangguk sebagai jawaban untuk Siwon. Dan begitu Kyuhyun melihat senyuman lebar di wajah Siwon, hati kecil Kyuhyun sedikit menyesal karena telah setuju dengan keinginan Siwon. Hati kecil itu berkata bahwa tampaknya Kyuhyun akan sangat sulit melepaskan diri dari Siwon.

.

.

.

Dan hati kecil itu selalu benar.

“Bisakah kau tidak memelukku sedemikian erat Choi ‘Bodoh’ Siwon!!!”

“Tapi Kyu, kau empuk untuk kupeluk.”

“Empuk? Bilang saja kalau aku gendut.”

“Kau yang bilang loh bukan aku.”

“SIWON!!”

“Ahahaha… Sudahlah. Ayo kita keluar malam ini. Kita harus merayakan belated Valentine kita. Kau ini, aku ajak makan malam berdua pas tanggal 14 Februari, kau justru sibuk merevisi skripsimu.”

“Aku tak merayakan hari Valentine.”

“Tapi kau memberiku coklat.”

“Coklat pertemanan karena Sungmin cerewet sekali menanyakan kenapa aku tidak menyiapkan coklat untukmu.”

“Cih. Kau ini tidak seru sekali.”

“Memang dan kau semakin bodoh saja. Kau salah menuliskan huruf dalam kalimat ini.”

“Eh?”

“Perbaiki. Aku akui kau sudah cukup fasih berbicara bahasa Korea tapi tulisanmu begitu menyedihkan. Bahkan tulisan anak taman kanak-kanak saja lebih bagus daripada tulisanmu.”

Dan perdebatan itu diakhiri dengan kemenangan Kyuhyun, seperti biasanya.

Sejak pertemuan mereka dua minggu yang lalu di pusat perbelanjaan, Siwon dan Kyuhyun mulai menjalin hubungan pertemanan mereka. Mulai dari Siwon yang meminta Kyuhyun mengajarinya bahasa Korea dan Kyuhyun yang meski tak mau mengakui, selalu meminta Siwon untuk menemaninya kemana saja yang dia mau. Kyuhyun pun tak tahu sejak kapan dia merasa sepi kalau berjalan seorang diri. Padahal dulu sebelum bertemu dengan Siwon, dirinya tidak peduli jika harus sendiri sepanjang waktu.

Walau demikian, keduanya tak lantas langsung akur karena baik Siwon dan Kyuhyun masih sering berselisih dan masih sering saling menyerang satu sama lain. Cara pemikiran Siwon dan Kyuhyun yang berbeda membuat keduanya selalu berselisih paham meski akhirnya salah satu dari mereka mengalah, dalam hal ini lebih banyak Siwon, sehingga hubungan mereka akur kembali.

Siwon menatap wajah Kyuhyun yang terlihat sangat serius dengan komputer jinjingnya tersebut. Pria itu tersenyum menyaksikan setiap perubahan raut wajah Kyuhyun saat mengerjakan revisi yang belum kunjung selesai. Bingung, kesal, terkejut, lega, senang, dan masih banyak lagi, secara acak bergantian satu sama lain menghiasi wajah cantik Kyuhyun. Tidak ada yang tertinggal satu pun dari pengamatan Siwon. Semuanya terekam dengan baik di otaknya.

Dalam waktu dua minggu ini, Siwon mengerti satu hal akan dirinya dan perasaannya kepada wanita yang baru dikenalnya itu. Dia tahu bahwa dirinya sudah benar-benar jatuh. Parah dan tidak ada jalan kembali.

Siwon terkena panah cupid dalam satu tembakan yang artinya adalah…

Siwon jatuh cinta kepada Kyuhyun.

Cinta itulah yang membuat Siwon berusaha sekuat tenaga, belajar siang malam demi mengerti bahasa Korea agar pembicaraan mereka menjadi komunikasi dua arah, memperhatikan kesukaan dan ketidak sukaan Kyuhyun, mempelajari sikap dan sifat Kyuhyun. Semua yang berhubungan dengan Kyuhyun adalah prioritas utamanya saat ini. Siwon bahkan tidak peduli dengan pekerjaannya sebagai musisi. Dengan entengnya dia meminta libur sampai batas tak terduga dari manajer bandnya dan teman-teman bandnya hanya untuk mendekati Kyuhyun.

Protes dan ancaman manajer serta teman-teman bandnya berhasil Siwon bungkam dengan materi lagu untuk album baru mereka. Manajer dan teman-teman bandnya tersenyum dengan lebar karena tak perlu cemas dengan nasib album baru mereka karena ternyata Siwon sudah memikirkan semuanya. Mereka tinggal menyempurnakan saja.

Kembali kepada Siwon. Pria itu tertawa miris jika mengingat betapa buruk nasibnya saat ini. Siwon jatuh cinta kepada Kyuhyun yang jelas masih menyimpan rasa kepada mantan kekasihnya dan tidak bisa memiliki perasaan yang sama kepadanya karena alasan itu. Seharusnya dengan ketenaran Siwon dan semua kelebihan yang dimiliki pria itu, Siwon bisa mendapatkan perempuan mana pun. Hanya saja, hati Siwon dengan kurang ajarnya memilih Kyuhyun, wanita yang jauh dari jangkauannya. Wanita yang hanya menganggapnya teman yang dekat. Wanita yang tidak mau bersusah payah mengetahui seperti apa Siwon, kebalikan dari dirinya yang tahu sampai detil siapa seorang Cho Kyuhyun itu.

Siwon berdecak kesal dan menggaruk kepalanya dengan kasar, membuat Kyuhyun berhenti dari mengetik revisi skripsinya dan melihat heran ke arah Siwon. Kyuhyun melihat gurat kemarahan di wajah tampan Siwon menjadi bingung namun sedetik kemudian dia memanggil pelayan café, tempat dimana dia dan Siwon berada saat ini, lalu memintanya membawa segelas air dingin segera.

Pelayan itu mengangguk sebelum mengambilkan pesanan Kyuhyun. Hanya membutuhkan waktu tak sampai dua menit, segelas air dingin datang ke meja Kyuhyun dan Siwon. Siwon masih terlihat kesal dan mengomel sendirian seperti orang gila. Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu menghela nafas pelan.

Gelas berisi air dingin yang sudah ditangannya sekarang, dengan hati-hati Kyuhyun tempelkan ke pipi Siwon. Siwon berjengkit karena dinginnya air dingin tersebut. Perlahan pria itu menoleh ke arah Kyuhyun yang tampak tersenyum kepadanya.

“Kenapa kau marah?” tanya Kyuhyun. Siwon bergeming, menatap balik ke Kyuhyun dengan tatapan tak terbaca oleh wanita berambut ikal tersebut.

“Marah padaku?” tanya Kyuhyun menebak pikiran Siwon. Siwon masih saja diam seribu bahasa dan hal itu membuat Kyuhyun menghela nafas lalu meletakan gelas dingin itu dimeja. Tanpa peringatan, Kyuhyun menarik kedua pipi Siwon dan merentangkan kulit di pipi tersebut.

“Jangan merengut terus. Kau jelek kalau cemberut begitu. Senyum Siwonnie!” seru Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

Siwon mengedipkan matanya beberapa kali sebelum mencoba tertawa dengan kedua pipinya yang dicubit oleh Kyuhyun. Tangan besarnya menggenggam kedua tangan Kyuhyun, melepaskan diri dari cubitan Kyuhyun sebelum mengecup punggung tangan itu.

Kyuhyun terlihat biasa saja dengan sikap Siwon karena memang pria itu biasa melakukannya dengan atau tanpa izin Kyuhyun. Kyuhyun masih tersenyum sebelum melepaskan satu tangannya dari genggaman Siwon dan menyentil hidung mancung Siwon.

“Aku minta maaf kalau aku membuatmu marah. Kau tidak bodoh kok. Jadi jangan pasang tampang menyeramkan seperti tadi atau aku siram kepalamu dengan air dingin ini.” Ancam Kyuhyun meski ada nada candaan di suaranya. Siwon tersenyum lagi dan mengangguk pelan, tidak mengatakan satu kata pun karena dia takut dia akan kelepasan dan mengungkapkan isi hatinya kepada Kyuhyun.

Jangan salah sangka. Siwon bukanlah pengecut. Tetapi ada saatnya dia akan mengungkapkan isi hatinya tersebut dan sekarang bukan waktunya. Siwon mungkin kesal dan marah kepada Kyuhyun yang tak peka akan perasaannya, namun Siwon akan lebih kesal dan mengutuk dirinya sendiri jika dia salah langkah dan menghancurkan pertemanan mereka berdua.

Untuk saat ini, Siwon sudah cukup puas diizinkan untuk berada disisi Kyuhyun karena jujur, tidak ada seorang pun yang memiliki hak ekklusif itu selain Siwon. Tidak Sungmin dan tidak juga mantan kekasih Kyuhyun. Hanya dia yang bisa memeluk Kyuhyun, mencium tangan Kyuhyun, dan berdekatan dengan wanita itu seperti sekarang.

Lamunan Siwon buyar ketika dia merasakan pijatan di tenguknya dan sentuhan kulit lain di dahinya. Perlu waktu beberapa detik sampai Siwon menyadari tangan siapa yang memijat tenguknya tersebut dan kulit siapa yang menyentuh dahinya.

“Marah, marah… Pergilah dari temanku yang aneh ini. Jangan buat dia semakin tua karena kerutan.” Ucap Kyuhyun kekanakan. Siwon tertawa geli mendengar ucapan Kyuhyun tersebut namun dia tidak berbuat apapun untuk menghentikan ulah Kyuhyun ini. Yang ada Siwon justru semakin erat menggenggam tangan Kyuhyun.

Setelah beberapa menit, Kyuhyun melepaskan tautan dahi mereka dan menghentikan pijatannya. Wanita itu menatap Siwon dan tersenyum lega karena teman dekatnya itu sudah kembali seperti semula. Kyuhyun membelai tato naga yang ada di leher sebelah kanan Siwon. Wajahnya terlihat datar namun Siwon tahu Kyuhyun sebenarnya tidak menyukai tato itu. Hanya saja Kyuhyun tidak mengeluh seperti awal mereka bertemu.

“Ayo kita pergi.” Ajak Kyuhyun tiba-tiba.

“Kemana?” tanya Siwon bingung.

“Bukankah tadi kau mengajakku jalan untuk merayakan belated Valentine? Aku tidak merayakan Valentine karena bagiku setiap hari aku ingin berbagi dan mendapatkan kasih sayang dari mereka yang aku anggap berarti.”

“Apa aku berarti?”

Kyuhyun diam meski senyum manis tersungging di wajahnya.

“Kau yang paling berarti bagiku sekarang.”

Siwon tersenyum lebar mendengar jawaban Kyuhyun.

Masa bodoh dengan mantan kekasih Kyuhyun. Persetan dengan masalah apakah Kyuhyun akan membalas perasaannya atau tidak. Siwon tidak peduli. Hatinya merasa senang dengan kalimat Kyuhyun tadi.

Kyuhyun menganggapnya berarti dan itu sudah cukup untuknya.

For now.

“Sudah. Ayo kita pergi. Aku merinding sendiri mendengar betapa gombalnya aku tadi.” Siwon tertawa lepas mendengar gerutuan Kyuhyun tadi. Tidak mau membuat Kyuhyun merubah pikirannya, Siwon membereskan berkas-berkas Kyuhyun sementara Kyuhyun mematikan komputer jinjingnya dan memasukan ke dalam tas komputer.

Siwon meletakan sejumlah uang yang lebih dari cukup untuk membayar pesanan mereka sebelum menggenggam tangan Kyuhyun dan menariknya keluar dari café. Siwon memiliki sejumlah rencana untuk perayaan Valentine mereka yang sesuai dengan karakter Kyuhyun. Yang pasti, apapun acara itu, Siwon sudah senang karena dia akan merayakan dengan Kyuhyun.

“Siwon tunggu sebentar!” cegah Kyuhyun menarik tangan Siwon sehingga Siwon menghentikan langkahnya.

“Apa?”

“Kau lupa memakai ini.” Jawab Kyuhyun lalu memakaikan topi menutupi rambut pirang Siwon serta kacamata berlensa bening non minus. Siwon sedikit bingung dengan tindakan Kyuhyun memakaikan semua aksesoris tersebut dan raut wajah bingung itu tertangkap jelas oleh mata Kyuhyun.

“Bukankah kau pernah bilang kau tak bisa jalan-jalan tanpa topi dan kacamata? Jadi aku menyimpan barang-barang itu jika kau lupa.” Ujar Kyuhyun yang membuat Siwon terperangah.

Dia lalu tersenyum kemudian menunduk dan mencium pipi Kyuhyun, membuat wanita cantik itu terkejut lalu memukul lengan atas Siwon dan menggerutu sendirian. Siwon tak menggubris kekesalan Kyuhyun karena sudah berani mencium pipinya. Siwon sedang senang bukan main karena salah satu pikirannya salah.

Kyuhyun tidak sepenuhnya cuek kepadanya. Wanita bermarga Cho itu justru perlahan mengenal kebiasan Siwon.

Siwon menghela nafas panjang. Seharusnya dia sadar sejak kejadian air dingin tadi. Kyuhyun tahu jika Siwon sedang kesal, Siwon suka menempelkan sesuatu yang dingin di pipinya. Dan Kyuhyun melakukan hal tadi.

Lalu sekarang, Kyuhyun tak lupa jika Siwon berpergian keluar, dia sering memakai topi dan kacamata sebagai penyamaran, berjaga-jaga jika ada penggemar yang mengenalnya walau Siwon agak sangsi karena penampilannya berbeda jika sedang di atas panggung.

Siwon lalu merubah posisinya yang hanya menggenggam tangan Kyuhyun menjadi merangkul bahu Kyuhyun sebelum menariknya lagi ke sepeda motor Siwon yang terparkir tak jauh dari café, tak menghiraukan sama sekali omelan Kyuhyun tentang public display of affection. Siwon terlalu senang untuk memikirkan omelan Kyuhyun karena dia sudah selangkah lebih maju untuk mendekati Kyuhyun.

Ternyata bulan penuh cinta memang memiliki keajaiban bagi mereka yang sedang jatuh cinta.

Good luck for your love.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Alright, this is weird -___-a Gomenasai minna-san, Nao sepertinya memang ga berbakat soal romantisme dan sebagainya.

Nao ga akan berbacot ria kali ini, kecuali info aja dikit kalo ada yang merasa aneh dengan karakter Siwon dan Kyuhyun atau setting2 yang ada, ini karena Nao lagi mikirin hal lain digabung delusi soal WonKyu, jadilah alternate universe yang parah (‾▿‾”)

Terus alasan kenapa Nao buat Wondad kayak anak band, itu karena Nao lagi kesemsem berat sama ONE OK ROCK, Hell yeah!!! Mereka keren bingits…

Ya sutra, itu intermezzo. Nao juga mau bilang FF Nao yg diprotect mungkin hanya SWK doank (itu juga karena terlanjur T^T) Nao males cari kata passwordnya.

Gomen untuk typos and kegajean FF ini… I’ll see u in March (づ ̄ ³ ̄)づ

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements