Tags

, , , ,

Someday We'll Know Rev

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Someday We’ll Know 19

Pairing / Charas : Wonkyu, Yunjae, Kangteuk, GTop, Eunhae

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, the poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Apartemen Choi

Siwon sedang melihat semua berkas berkaitan dengan WK Agency ketika Seunghyun memanggilnya ke ruang tamu. Siwon lekas beranjak dari meja kerjanya memenuhi panggilan itu.

“Ada apa hyun…” Siwon tak mampu meneruskan kalimatnya karena di hadapannya sekarang berdiri sosok wanita yang selalu memenuhi relung hatinya.

“Kyu…” lirih Siwon tak mengerti mengapa Kyuhyun bisa berada di apartemen tempatnya tinggal. Lebih tidak mengerti lagi dengan sikap Seunghyun yang terlihat biasa saja dengan kedatangan Kyuhyun. Padahal kemarin-kemarin sikapnya selalu antipati dengan Kyuhyun dan siapapun dari masa lalunya.

“Kau sudah disini Siwon-ah. Lebih baik kau ajak Kyuhyun-ssi ke ruang tengah. Kalian bisa bicara disana.” Sahut Seunghyun membuyarkan lamunan Siwon. Pandangan Siwon beralih dari Kyuhyun kepada Seunghyun. Dia menatap Seunghyun dengan penuh tanda tanya.

“Kau. Dia. Bicara.” Tiga kata yang penuh ketegasan itu menjadi jawaban Siwon. Walau Siwon masih tidak paham dengan situasi yang mendadak berubah ini, pria berlesung pipi itu tetap mengikuti perintah sang kakak dan membawa Kyuhyun ke ruang tengah apartemen luas itu. Begitu sampai, Siwon mempersilahkan Kyuhyun untuk duduk di sofa sementara Siwon memilih duduk di sofa yang lain, cukup jauh dari Kyuhyun.

“Kau ingin bicara apa Kyuhyun?”

“Langsung pada intinya. Tidak bisakah kau menanyakan kabarku dulu?”

“Kau terlihat baik. Akan terdengar seperti basa-basi jika aku bertanya demikian.”

“Lebih baik daripada kau bicara langsung seperti itu. Terlihat sekali kalau kau tidak mau melihatku apalagi sampai berlama-lama berdua denganku.”

“Sudahlah Kyu. Kau ingin bicara apa?”

“Oke. Jika kau ingin seperti ini aku akan langsung menyatakan maksud kedatanganku. Tapi aku peringatkan, jangan terkejut jika kau mendengarnya.”

“Memangnya hal apa sampai aku harus terkejut?”

“Tidak penting. Hanya aku ingin kau menjadi kekasihku lagi.”

3…

2…

1…

“WHAT?!!!”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Lalu Kyu, Siwon itu kalau sedang marah biasanya dia seperti apa? Mengamuk atau diam bagaikan patung?”

Itu adalah pertanyaan kesekian dari seorang Choi Seunghyun kepada Kyuhyun. Denting suara sendok dan garpu beradu dengan piring hilang seketika begitu Seunghyun bertanya untuk mungkin keseribu kalinya kepada Kyuhyun pada saat makan malam. Siwon menatap ke arah kakak atau mungkin lebih tepat ayah angkatnya dengan kesal.

“Hyung, bisakah kau diam saat makan? Where’s your manner?” sungutnya kesal.

“Hei, aku hanya sedang mengakrabkan diri dengan calon adik iparku.” Balas Seunghyun cuek dengan kekesalan Siwon dan kembali menatap Kyuhyun sambil tersenyum.

“Hyung!” seru Siwon semakin kesal. Dia tahu Seunghyun adalah orang yang tidak bisa ditebak keinginannya dan suka semaunya sendiri. belum lagi dengan semua hobinya yang aneh itu. Tapi apa membuat Siwon kesal dan malu adalah hobi terbaru Seunghyun sehingga pria mapan itu senang sekali mengerjainya.

“Apa sih? Oh, aku tahu. Kau marah karena aku salah sebut bukan? Yang benar itu seharusnya calon menantuku.” Ucap Seunghyun lagi yang semakin membuat Siwon gemas sekaligus jengkel.

“HYUNG! Noona tolong aku.” Adunya kepada sang istri dari Choi Seunghyun. Melihat Jiyong tersenyum manis dan mengangguk, membuat Siwon menghela nafas lega. Paling tidak ada satu orang yang masih berpikiran selayaknya orang normal di rumah mereka.

Hanya saja, Siwon terlalu cepat mengambil kesimpulan karena ucapan Jiyong setelah anggukannya itu sangat berbeda dengan yang dipikirkan oleh Siwon. Jiyong berkata,

“Tentu saja Wonnie sayang. Kyu, kau nanti datang ke butikku ya. Aku harus mengukur tubuhmu untuk gaun pengantin yang akan aku desainkan untukmu dan juga Siwon.” Ujarnya yang disambut tawa keras Seunghyun, rona merah di wajah Kyuhyun dan delikan Siwon.

“Argh! What’s the matter with you two?” teriak Siwon dan langsung meninggalkan ruang makan sambil menggerutu sendirian. Seunghyun dan Jiyong hanya menggelengkan kepala sembari sesekali terkekeh bersama sedangkan Kyuhyun menatap kepergian Siwon dengan perasaan sedih. Wanita cantik itu mengira Siwon benar-benar sudah membencinya dan tak ingin kembali menjalin hubungan dengannya.

Raut wajah Kyuhyun tersebut tertangkap oleh mata tajam Seunghyun dan Jiyong. Kedua orang tua angkat Siwon secara hukum itu saling bertatapan sebelum Jiyong berdiri dan mengikuti Siwon sementara Seunghyun menepuk bahu Kyuhyun agar wanita itu memperhatikan dirinya.

“Bantu aku membereskan meja makan ya Kyu.” Ucapnya pelan namun tegas, menandakan Kyuhyun tidak bisa membantah titah kecilnya tersebut. Kyuhyun menatap sejenak Seunghyun sebelum mengangguk dan mulai membantu Seunghyun.

Baik Seunghyun dan Kyuhyun hanya terdiam meski tangan mereka sibuk membereskan meja makan, membawa piring dan gelas kotor ke dapur untuk dicuci. Ketika keduanya berada di tempat cuci piring, Seunghyun menyentuh lengan Kyuhyun, kembali agar Kyuhyun memperhatikannya. Seunghyun melepas lengan Kyuhyun kemudian tersenyum lembut sebelum mulai berbicara.

“Aku harap kau tidak tersinggung dengan sikap Siwon tadi. Bocah nakal itu memang mudah sekali marah. Mungkin karena aku terlalu memanjakannya.” Ujar Seunghyun masih dengan senyumnya yang menawan itu. Namun entah mengapa, bagi Kyuhyun senyum itu bagaikan senyum maharaja iblis yang siap membinasakan dirinya jika Kyuhyun salah sedikit saja.

“A-ah, t-tidak! A-aku tidak a-apa-apa. Aku h-hanya sedikit kaget karena baru kali ini aku melihat Siwonnie begitu lepas dengan perasaannya. B-biasanya d-dia akan memendam sendiri apapun yang merisaukan hatinya atau mengganggu pikirannya. Namun sekarang…” gagap Kyuhyun berusaha membalas perkataan Seunghyun namun belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Seunghyun sudah lebih dulu membuka mulutnya dan memotong ucapan Kyuhyun.

“Hm? Begitukah? Ya, dia memang begitu ketika aku pertama kali bertemu dengannya. Hanya saja, dengan sedikit tendangan di bokongnya dan pukulan di belakang kepalanya, aku bisa membuat kepala batunya itu hancur.” Gurau Seunghyun sambil tertawa sendiri. Bagi Seunghyun, masa-masa dia berusaha membuka tabir kesendirian Siwon adalah masa-masa yang menarik sekaligus mengharukan. Seunghyun bagaikan seorang kakak yang berusaha membuka hati adiknya agar bisa melihat dunia dalam perspektif yang berbeda.

Bukan hanya diisi dengan penderitaan dan kesedihan namun begitu banyak kebahagiaan dan kegembiraan hidup yang bisa diraih oleh Siwon jika dia memang memiliki keinginan dan hasrat untuk menggapainya. Seunghyun berusaha menghancurkan tembok besar ketidakberdayaan Siwon terhadap hidupnya dan dia berhasil. Siwon telah berubah menjadi pria baik yang bisa dibanggakan dan diandalkan. Seunghyun tidak pernah merasa sebahagia dan sepuas ketika melihat senyum tulus dan perubahan Siwon terhadap orang lain.

Rasa itu terpancar jelas di wajah Seunghyun. Semua orang bisa melihat betapa bangganya Seunghyun kepada Siwon sekarang ini. Semua orang tak terkecuali Kyuhyun. Mantan kekasih Siwon tersebut dapat merasakan betapa Seunghyun begitu menyayangi Siwon dan Kyuhyun juga tahu bagaimana pria itu selalu berusaha untuk berada di samping Siwon, mendukungnya dan mempercayainya sepenuh hati.

Percaya.

Hal itulah yang pernah Kyuhyun hancurkan dulu. Kyuhyun lebih memilih egonya sendiri daripada mempercayai Siwon, kekasihnya sendiri. Orang yang dia cintai dan berjanji akan selalu berada bersamanya, mendukung Siwon dalam keadaan apapun. Akan tetapi bukan dukungan yang diberikan oleh Kyuhyun saat Siwon memerlukan sandaran namun pengkhiatan akan cinta mereka. Kyuhyun pergi karena tidak ingin tersakiti oleh kesalahpahaman yang dia buat sendiri.

Melihat Seunghyun sekarang, Kyuhyun serasa ditampar dengan sangat keras dan Kyuhyun merasa malu akan dirinya sendiri.

“Kyu.” Suara Seunghyun menyadarkan Kyuhyun dari keterpurukannnya sendiri. Dengan tergagap, dia membalas panggilan Seunghyun.

“Y-ya?”

“Siwon adalah orang terpenting kedua bagiku sekarang. Walau kami tidak memiliki hubungan darah sama sekali, namun Siwon adalah keluargaku. Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang melukai keluargaku.” Tegas Seunghyun yang membuat Kyuhyun bergeming tak bersuara. Kyuhyun tahu bahwa perkataan Seunghyun tadi diarahkan kepadanya.

“…”

“Sebaliknya.”

“S-sebaliknya…” gagap Kyuhyun lagi saat Seunghyun kembali berbicara. Kyuhyun memberanikan diri untuk menatap Seunghyun langsung ke kedua matanya. Seunghyun sendiri menatap balik Kyuhyun masih dengan senyuman di wajah tampannya itu.

“Jika orang tersebut bisa membahagiakan Siwon, aku pastikan mereka juga akan bahagia. Aku akan mendukung apapun yang diinginkan oleh Siwon dan orang yang mendampinginya. Kau paham maksudku?”

Kyuhyun tanpa sadar membuka mulutnya karena terkejut dengan perkataan Seunghyun tadi. Ini artinya jika Kyuhyun mampu membuktikan diri kepada Siwon bahwa dia tulus ingin kembali menjalin hubungan dengan pria itu maka Seunghyun akan merestui mereka berdua. Jika demikian, maka Kyuhyun harus mampu melakukan pembuktian itu. Dia harus bisa.

Kyuhyun tersenyum pasti ke arah Seunghyun dan mengangguk pelan namun tegas.

“Paham Seunghyun-ssi.” Kata Kyuhyun yang membuat Seunghyun melebarkan senyumnya. Lalu degan seenak hatinya, Seunghyun menepuk-nepuk kepala Kyuhyun sambil berujar,

“Bagus. Jadi aku bisa menyerahkan masalah pendamping Siwon kepadamu bukan Kyu? Aku tidak jika adikku didekati oleh wanita jalang yang tak tahu diri seperti beberapa karyawanmu.”

“!!!”

“Oh, kau terkejut karena aku tahu Siwon suka digoda oleh mereka? Jangan kaget Kyu. Aku mempunyai banyak mata selain Hyukjae. Sudah aku katakan bukan, keluargaku nomor satu jadi keamanan mereka juga nomor satu.”

“…”

“Baiklah. Selamat berjuang Kyu. Aku memberimu waktu selama tiga bulan untuk menaklukkan hati Siwon dan jika kau gagal, Siwon akan aku bawa ke Inggris dan akan aku carikan sendiri pendamping yang sesuai untuknya.” Ucap Seunghyun datar tanpa mempedulikan kedua mata Kyuhyun yang membulat karena terkejut dengan keputusan mendadak Seunghyun tersebut. Kyuhyun ingin mengatakan sesuatu namun terputus karena Seunghyun yang lebih dulu memanggil seseorang.

“Sebastian.”

“Saya disini tuan besar.” Balas seseorang yang sejak tadi tidak pernah Kyuhyun lihat berada di apartemen mewah ini. Laki-laki tinggi seperti orang asing keturunan asia itu mengenakan seragam lengkap seorang butler, dengan wajah yang sama dinginnya dengan Seunghyun.

“Tolong antarkan Kyuhyun pulang ke rumahnya. Pastikan Kyuhyun sampai dengan selamat.” Perintah Seunghyun yang ditanggapi bungkukan dalam dari Sebastian sebelum pria itu berbicara.

“Baik tuan besar.”

“Ah, satu lagi. Tolong kau urus seseorang bernama Jay Kim. Dia membuat Siwonnie tidak nyaman jadi kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan Sebastian?” perintah Seunghyun lagi dengan seringai kejam seperti seringai seorang pembunuh bayaran sadis.

“Tentu tuan besar. Akan saya kerjakan dengan segera. Mari nona muda.” Ajak Sebastian setelah menyanggupi perintah tuan besarnya. Kyuhyun sendiri hanya bisa diam sambil bergidik ngeri melihat pria-pria berwajah dingin itu berbicara satu sama lain. Kyuhyun kini mengerti betapa mengerikannya seorang Choi Seunghyun jika sedang marah.

Bye-bye Kyu. Ingat perkataanku tadi ya.” Ucap Seunghyun kembali membuyarkan pikiran Kyuhyun. Wanita itu sedikit tersentak sebelum menguasai dirinya sendiri dan membungkuk hormat kepada Seunghyun sebagai salam dan mengikuti Sebastian.

.

.

.

Sementara itu Siwon sedang menyenderkan tubuhnya di pagar pembatas balkon apartemen tersebut. Beberapa kali Siwon menghembuskan nafasnya panjang seolah ingin melepaskan beban dari tubuh dan hatinya.

“Kau bisa masuk angin jika berlama-lama disini Wonnie.” Ingat Jiyong membuat Siwon sadar bahwa dia kini tak sendirian lagi di balkon tersebut.

“Noona.” Sapanya perlahan sebelum kembali memandangi lampu-lampu kota di malam hari. Keduanya terdiam sejenak sampai Jiyong menghentikan kesunyian diantara mereka. Dengan lembut, jemari Jiyong membelai rambut hitam Siwon lalu tiba-tiba menjewer telinga Siwon, membuat pria itu berteriak kesakitan.

“Noona! Sakit!” erangnya sambil mengelus telinganya yang merah. Jiyong tertawa kecil mendengar erangan kesakitan Siwon.

“Itu hukuman untukmu karena sudah menghancurkan makan malam kita. Siwon, Siwon… Kau ini cepat sekali marah dengan hyungmu itu. Dia hanya sedang bercanda sayang.” Sahut Jiyong sambil membelai lagi rambut Siwon sembari sesekali mengelus telinga Siwon, tanda dia menyesal telah menjewer Siwon.

“Tapi kali ini candaannya hyung tidak lucu noona. Dia tahu aku tidak ingin…”

“Tidak ingin menjalin hubungan lagi dengan Kyuhyun maksudmu? Kami tahu kok.” Ucap Jiyong memotong perkataan Siwon.

“Huh?” Siwon bingung mengapa Jiyong dan mungkin saja Seunghyun tahu bahwa dia sedang bimbang dengan hubungannya dengan Kyuhyun. Jiyong kembali tertawa melihat wajah lucu Siwon yang sedang kebingungan.

“Tadi tidak sengaja aku dan hyungmu itu mendengar pembicaraanmu dengan Kyuhyun.”

Flashback

“Sudahlah Kyu. Kau ingin bicara apa?” desak Siwon tidak ingin berlama-lama bersama dengan Kyuhyun. Siwon masih tidak mengerti perasaannya sendiri. Apa yang dia rasakan untuk Kyuhyun masih boleh dia biarkan begitu saja? Dalam pikiran Siwon, Kyuhyun bukan lagi miliknya sehingga tidak sepantasnya Siwon memiliki perasaan yang dulu bahkan sampai sekarang masih bersemi dihatinya.

“Oke. Jika kau ingin seperti ini aku akan langsung menyatakan maksud kedatanganku. Tapi aku peringatkan, jangan terkejut jika kau mendengarnya.” Ujar Kyuhyun sedikit kesal karena Siwon terlihat tidak senang dengan kehadirannya. Jika memang demikian, Kyuhyun tidak bisa membuang waktu lebih banyak lagi. Dia harus mengatakan apa yang menjadi tujuannya datang ke apartemen ini.

“Memangnya hal apa sampai aku harus terkejut?”

“Tidak penting. Hanya aku ingin kau menjadi kekasihku lagi.”

3…

2…

1…

“WHAT??” teriak Siwon tak percaya dengan pendengarannya sendiri.

“Kenapa harus pakai berteriak sih? Oh my poor ears.”

“Ka…kau… Bbb… Bilang apa tadi? Kekasih?”

“Senangnya telingamu kali ini tidak bermasalah Wonnie.”

“Kyu.”

“Oke, oke. Aku akan jelaskan. Geez!”

“Now.”

Melihat Siwon yang tak sabar ingin mendengar penjelasan darinya, Kyuhyun menghela nafas sebelum kembali membuka mulutnya, menceritakan kenyataan konyol yang terjadi kepada dirinya.

“Aku baru saja tahu kalau aku ditipu oleh kekasihku sendiri. Well, mantan kekasih karena aku sudah putus dengannya.”

“Jay Kim maksudmu? Dia menipumu? Menipu bagaimana?”

“Dia membuatku percaya kalau kami pernah berbagi kehangatan.”

“Huh?”

“He made me believe that the two of us have sex.”

“Huh?”

“Sekarang telingamu mulai bermasalah lagi.”

“Kyu… Bagaimana bisa?”

“Hhh… Sejak kau pergi, aku bisa dikatakan hancur. Kau pergi tanpa sempat mendengar permintaan maafku Wonnie.” Sahut Kyuhyun lirih. Rasa bersalah itu masih setia menggelayut di relung hatinya. Dan dia ingin sekali memperbaiki semua kesalahannya terhadap Siwon.

Kesempatan itu hadir saat ini dan Kyuhyun tidak akan menyiakan kesempatan itu.

Sedangkan Siwon, dia tidak merasa Kyuhyun melakukan kesalahan apapun. Mungkin dia kecewa karena Kyuhyun tidak mau mendengarkan penjelasannya dulu, namun sudah sifat manusia yang hanya percaya dengan apa yang dilihatnya. Rasa cemburu yang dirasakan oleh Kyuhyun dulu membuat wanita cantik itu tidak bisa berpikir jernih. Siwon memakluminya dan karena itulah, Siwon tidak mau mempermasalahkan lagi.

“Kau tak salah Kyu. Aku yang tak bisa menjaga hubungan kita.”

“Tidak, aku salah Wonnie dan jangan menyela perkataanku.” Ujar Kyuhyun keras kepala dan tidak mau membuat Siwon sekali lagi menanggung sesuatu yang bukan kesalahannya.

Kedua orang ini bersikukuh dengan diri masing-masing bahwa merekalah yang bersalah atas kandasnya hubungan mereka dulu. Padahal situasi, kondisi dan ego masing-masing yang membuat mereka mau tidak mau mengambil langkah perpisahan tersebut

“Aku salah karena aku tidak percaya kepadamu. Aku salah karena terlalu emosional tanpa mau mendengar pernjelasan darimu. Aku salah karena aku tidak mempercayai cinta kita. Aku salah Wonnie dan itu kenyataannya. Jadi, aku mohon maafkan aku.”

“Aku sudah memaafkanmu sejak lama Kyu. Aku sendiri juga minta maaf karena tak mempertahankan hubungan kita. Seharusnya aku lebih berani dan tidak menyerah tapi saat itu aku tak tahu harus bagaimana.”

“Aku mengerti Wonnie.”

“Jadi…”

“Apa?”

“Apa kau menerimaku kembali?”

“Kyuhyun…”

“Jawab saja Wonnie! Aku menerima apapun keputusanmu.”

Desakan Kyuhyun kembali menumbuhkan tanda tanya dalam benak Siwon.

Dia masih mencintai Kyuhyun, Siwon tidak menampik itu. Kini Kyuhyun bukan lagi kekasih orang lain, dia wanita bebas yang bisa berhubungan dengan siapa saja, Siwon kini tahu hal itu.

Namun…

Namun untuk bisa kembali merajut benang-benang asmara mereka, Siwon belum tahu apakah dia bisa melakukan itu. Siwon butuh waktu dan dengan desakan Kyuhyun saat ini hanya membuatnya semakin bingung.

Dia takut jika Kyuhyun hanya terbawa suasana masa lalu mereka terlebih dia sedang kesal dengan pengkhiatan dari Jay. Siwon tidak yakin Kyuhyun masih merasakan rasa yang sama sepertinya karena Kyuhyun sudah bertemu dengan begitu banyak orang yang lebih baik darinya.

“…”

“Jadi…” suara Kyuhyun membuat Siwon tersadar dan menatap manik coklat milik Kyuhyun tersebut. Siwon menghela nafas panjang sebelum memberikan jawaban.

“Maafkan aku Kyu, aku… A-aku… Aku belum bisa.”

“Belum apa tidak mau?”

“Kyu…”

“Kau mengatakan kau memaafkan aku, tapi sejujurnya kau membenciku bukan?”

“Kyu, bukan begitu, a-aku… Aku tidak tahu bagaimana harus memulai lagi denganmu. A-aku…”

“Apa kau mencintaiku?”

“Itu…”

End Flashback

“Saat itulah, Seunghyun langsung masuk dan memotong ucapanmu. Dia tahu kau tidak ingin menjawab pertanyaan Kyuhyun tersebut.” Sahut Jiyong mengakhiri ceritanya ketika dia dan Seunghyun tanpa sengaja mendengar pembicaraan Siwon dan Kyuhyun.

Siwon yang mendengar bahwa hyungnya mampu merasakan kegundahan hatinya dan langsung menyelamatkannya dari situasi yang canggung jika dia harus mengatakan perasaan yang sebenarnya kepada Kyuhyun

“Hyung…” lirih Siwon berterima kasih dalam hatinya kepada Seunghyun tetapi bisa ditangkap dan dipahami oleh Jiyong sehingga istri Choi Seunghyun itu menjadi gemas sendiri dengan kedua pria yang begitu berarti baginya tersebut.

“Demi Tuhan Wonnie, kalian itu bukan saudara sedarah, tapi keposesifan hyungmu itu terkadang membuatku gila. Padahal aku ingin tahu apa jawabanmu. Kau juga sama saja. Lambat laun kau itu semakin manja kepadanya. Ingat umurmu!” Geram Jiyong

“Noona.” Rajuk Siwon dengan wajah yang dibuat sememelas mungkin. Dia hanya ingin Jiyong juga bisa mengerti dirinya seperti Seunghyun.

“Ya, ya, aku paham sayang. Itu masalah pribadimu. Seunghyun dan aku tidak akan ikut campur kecuali jika benar-benar terdesak. Pada dasarnya kami tidak melarang siapa pun yang menjadi pilihanmu asalkan dia bisa membahagiakanmu.”

“Terima kasih noona.”

“Terima kasih? Untuk apa? Kau berhak bahagia Siwon. Apalagi dengan semua yang telah kau lalui selama ini, kau adalah orang yang seharusnya berbahagia melebihi orang lain.”

“Aku bahagia noona, berada diantara orang-orang yang begitu menyayangiku seperti noona dan Seunghyun hyung.”

“Dan kau akan lebih bahagia jika kau telah memiliki pendamping seperti aku dan hyungmu itu.” Perkataan Jiyong tadi mengukir senyum manis di wajah Siwon. Lelaki tinggi itu langsung memeluk Jiyong yang dibalas dengan pelukan oleh Jiyong.

“Oh ya, Siwon. Hampir noona lupa.” Sahut Jiyong dalam pelukan Siwon.

“Kenapa noona?” tanya Siwon tanpa melepaskan pelukannya.

“Hyungmu sempat bilang kepada noona kalau kau dan Kyuhyun tidak menyelesaikan masalah kalian dalam waktu tiga bulan, maka Hyunnie akan membawamu ke Inggris dan menjodohkanmu dengan wanita pilihannya. Titah sang raja Choi. Tidak ada bantahan dan penolakan atau dia akan mengikatmu dan membawamu paksa.”

“…”

“Selamat berjuang Wonnie.” Ucap Jiyong lalu meninggalkan Siwon seorang diri di balkon itu. Bisa dilihat bahwa Jiyong berusaha sekuat tenaga menahan tawanya kala dia melihat raut wajah horor dari Siwon. Tawa Jiyong tak terbendung lagi ketika dia mendengar teriakan penuh rasa ‘sayang’ memanggil nama Seunghyun dari balkon tempat Siwon berada.

“SEUNGHYUN HYUNG!!!”

.

.

.

Di ruang kerja Seunhyun sendiri, tampak sang raja Choi sedang menikmati tehnya dengan senyum jahil di wajahnya.

“Ah hidup ini begitu indah. Kau memang tidak pernah mengecewakanku, Siwonnie. Kehidupanmu begitu menarik untuk aku ganggu.”

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Pendek? Datar? Gaje? Emang. Masih ada lanjutannya tapi berhubung semua ff Nao mulai berkurang fansnya (mungkin karena Nao juga sih yang suka aneh2) jadi Nao ga publish dulu.

Nunggu masih adakah yang minat sama ini ff. So, enjoy amazing readers. Kalo ada salah2 kata, ya maapin aje yee…

Nao mau tulis jangan lupa tinggalkan jejak, tapi berhubung ngomong begitu tetap aja ga ada perubahan jadi Nao akan hapus kata-kata itu mulai ff selanjutnya. Suka-suka amazing readers aja deh. Yang penting kalo bukan tipe ff kesukaannya, ga usah dibaca ya. Komen datar yang minta ini itu justru lebih gengges daripada bash. (Nao sudah siap dengan banyaknya complain)

Sip. Itu aja.

Oh hampir lupa. Happy belated birthday untuk Vie and Siwonnie… Wish them all the best ヾ(=゚・゚=)ノ

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae and Krisho 😀

Sankyu and Peace All

^^n4oK0^^

Advertisements