Tags

, , ,

Title : The Light – Sequel Versus

Pairing/Charas : Wonkyu, Joonmyeon

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self, their respective agency and God, MV The Light by The Ark are belong to the group and their respective agency

Warning : Un-betaed, Angst, GS, AU, OOC, Sad, Change of Surname, Charater Death

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Pecah. Bukan berarti tidak bisa direkatkan kembali.

Putus. Bukan berarti tidak bisa disambung kembali.

Perpisahan. Bukan berarti tidak akan bertemu kembali.

Walau bekas dari perpecahan itu, untaian tak rapi dari pita nasib yang disambung tersebut, dan rasa sakit dari perpisahan itu masih terasa, akan tetapi selalu ada cara, selalu ada jalan, selalu ada kesempatan untuk bisa memperbaiki semuanya.

Kesempatan kedua.

Kesempatan yang hanya datang satu kali setelah melakukan kesalahan dalam hidup seseorang. Kesempatan itu janganlah disia-siakan agar tidak menyesal di kemudian hari.

Dan kesempatan itulah yang dipergunakan dengan baik oleh Cho Kyuhyun.

.

.

.

“Joonie. Kemari sayang.”

“Apa umma?” pertanyaan singkat Joonmyeon membuat Kyuhyun tersenyum sebelum menarik tangan putri semata wayangnya tersebut. Dengan hati-hati, ibu satu anak itu membawa Joonmyeon ke sebuah tempat untuk memajang tas-tas punggung yang bagus dan berkualitas.

“Coba kau pegang barang ini sayang.” Ucap Kyuhyun sembari mengarahkan tangan Joonmyeon ke salah satu tas yang dipajang tersebut. Joonmyeon memegang tas tersebut dan bibirnya tertarik mengukir sebuah senyuman manis di wajah cantiknya tersebut.

“Umma, ini tas punggung yang sudah lama aku inginkan.” Ujar Joonmyeon masih terus meraba tas punggung tersebut.

“Kau mau sayang?” tanya Kyuhyun memastikan lagi keinginan Joonmyeon tersebut dan sebuah anggukan serta senyuman lebar menjadi jawaban untuk Kyuhyun.

“Kalau begitu besok umma belikan. Hari ini umma lupa membawa dompet umma dan hanya ada beberapa lembar uang saja di saku umma. Hhh… Maaf ya sayang, umma kali ini benar-benar teledor.”

“Tidak apa-apa umma. Aku juga tidak memaksa umma harus membelinya besok. Joonie masih punya tas punggung pemberian appa.”

Ketika Joonmyeon menyebut kata appa, membuat senyum di wajah Kyuhyun menghilang. Senyum itu berganti dengan raut wajah kesedihan dan nampak kedua bola mata Kyuhyun berkaca-kaca.

Bukan tanpa alasan Kyuhyun merasa sedih dan ingin menangis ketika ada orang yang menyinggung tentang Siwon. Kyuhyun masih memendam kekecewaannya karena Siwon masih belum menerimanya dengan lapang dada.

Pria itu memang membiarkannya bertemu dengan Joonmyeon sesuka hati Kyuhyun, mendekatkan diri dengan Joonmyeon, memberikan kesempatan kepada Kyuhyun untuk menjadi ibu yang baik bagi Joonmyeon. Namun semua itu bukan berarti Siwon juga menerimanya menjadi pendamping Siwon.

Siwon masih belum bisa menerima kehadiran Kyuhyun di dalam hatinya. Luka yang ditorehkan Kyuhyun masih membekas dan butuh waktu untuk bisa menyembuhkan luka itu. Siwon sendiri sempat mengatakan bahwa kemungkinan keduanya bisa kembali bersama akan selalu ada. Hanya saja, tidak sekarang.

Siwon hanya bisa menerima Kyuhyun sebagai ibu Joonmyeon dan bukan wanita yang dulu pernah mengisi relung hatinya. Untuk itu, Siwon sedang membersihkan hatinya yang sempat menghitam karena kekecewaannya dan kemarahannya kepada Kyuhyun dulu. Hatinya belum bersih, belum bisa menerima cinta Kyuhyun.

Kyuhyun pun mengerti situasi hubungannya dengan Siwon. Kyuhyun sudah sangat bersyukur Siwon mengizinkannya untuk bisa ada di dalam kehidupan Siwon dan Joonmyeon. Kyuhyun berjanji akan bersabar untuk mengambil hati Joonmyeon dan Siwon meski Kyuhyun tak pernah memungkiri rasa pedih karena Siwon yang tak pernah tersenyum tulus di hadapannya dan bersikap seperti orang lain kepadanya.

Kyuhyun hanya bisa berharap ada keajaiban dari Tuhan agar es di hati Siwon bisa mencair.

Tanpa Kyuhyun ketahui Tuhan memiliki caraNya tersendiri untuk mengabulkan doa Kyuhyun tersebut. Meski caranya akan menorehkan luka di hati Kyuhyun maupun Siwon.

.

.

.

Kyuhyun terlihat masih mengantuk namun dengan segenap hati, wanita cantik itu berusaha membuka matanya agar bisa ke dapur tanpa menabrak perabotan di rumah mungil milik Siwon tersebut.

Kyuhyun memang sering menginap di rumah Siwon dan Joonmyeon seperti hari ini. Kyuhyun akan selalu tidur bersama dengan Joonmyeon jika dia menginap dan hari ini Kyuhyun memang menginap untuk mengantar Joonmyeon yang akan pergi berwisata dengan teman sekelasnya. Acara yang diadakan sebagai salah satu program di sekolah Joonmyeon.

Kyuhyun ingin menemani Joonmyeon namun karena acara tersebut tidak mengikut sertakan orang tua seperti acara yang sebelumnya, akhirnya Kyuhyun hanya bisa mengantar Joonmyeon sampai halte bus di dekat rumah mereka. Joonmyeon akan dijemput dengan bus sekolahnya nanti.

Kyuhyun menyentakan dirinya sendiri karena dia sadar telah melamun lalu melanjutkan langkahnya ke dapur. Kyuhyun membuka kulkas dan mengambil sebotol kecil yogurt cair sebelum menusukkan sedotan di tutup plastic botol tersebut. Kyuhyun mengisap isinya kemudian berjalan lagi menuju kamarnya dan Joonmyeon.

Kyuhyun mendekatnya yogurt cair kesukaannya dan Joonmyeon di bibir putri cantinya tersebut. Menyadari adanya sedotan dan dinginnya botol yogurt tersebut, Joonmyeon membukan sedikit bibirnya dan menyeruput isi botol tersebut. Kyuhyun terkekeh kecil melihat tingkat lucu Joonmyeon sebelum mengecup kening dan rambut Joonmyeon dengan penuh kasih sayang.

“Pagi sayang.” Ucapnya lirih lalu membelai lembut rambut Joonmyeon, menimbulkan senyuman manis dari pemilik mata tertutup itu.

Pemandangan manis itu tak luput dari pengamatan sepasang mata hitam yang tak sengaja melihatnya di balik pintu. Siwon yang sedang melangkah menuju dapur juga, tak sengaja melihat Kyuhyun yang membelai rambut Joonmyeon dan mengecup keningnya dengan sayang.

Pria itu memandang kedekatan ibu dan anak itu sebelum dirinya berbalik menuju kamarnya dan tak jadi menuju dapur. Sebelum tubuhnya menghilang di balik pintu kamar, nampak senyum tulus terukir di wajah tampan Siwon.

“Kau berubah Kyu. Kau semakin cantik bercahaya.” Gumamnya sebelum menutup pintu kamar.

.

.

.

“Umma, sudah belum?”

“Sebentar sayang.” Ucap Kyuhyun yang masih sibuk mengoleskan lipstik di bibirnya. Setelah dirasa cukup, Kyuhyun segera bangkit dan mendekati Joonmyeon lalu menggandeng lengannya dan menuntunnya ke arah pintu keluar rumah mereke dengan hati-hati.

“Umma! Sudahlah! Aku bisa sendiri! Tak perlu umma menuntunku seperti ini!” jengah Joonmyeon karena ulah Kyuhyun yang begitu over protektif kepadanya. Namun erangan protes dari Joonmyeon tidak dianggap sama sekali oleh Kyuhyun. Dia justru mengambil tas punggung Joonmyeon dan menyerahkan kepada Joonmyeon.

Kyuhyun memperhatikan tas punggung Joonmyeon yang memang sudah rusak dan itu mengingatkannya akan tas punggung yang ingin Kyuhyun belikan untuk Joonmyeon.

Ah. Hampir aku lupa. Nanti siang aku akan membelinya. Pasti Joonie senang ketika pulang dia sudah mendapatkan tas keinginannya. Batin Kyuhyun senang. Dia lalu menatap ke arah Siwon dan berpamitan kepada pria berlesung pipi tersebut.

“Kami pergi dulu Wonnie. Nanti aku akan kesini dan membuatkanmu makan malam.”

“Hm.” Balas Siwon singkat masih setia dengan membaca Koran paginya. Kyuhyun menatap Siwon dan tersenyum kikuk sebelum berpamitan sekali lagi sambil tetap menggandeng Joonmyeon.

Selepas mereka keluar dari rumah kecil itu, Joonmyeon membelai tangan sang umma dan mencium pipi Kyuhyun.

“Aku sayang umma. Jadi umma tidak perlu merasa sedih jika appa bersikap seperti itu. Nanti aku akan marahi appa karena sudah sering membuat umma sedih.” Sengit Joonmyeon berusaha menghibur Kyuhyun yang jelas merasa sedih dengan sikap Siwon.

Kyuhyun tersenyum lebar dengan perkataan Joonmyeon. Wanita cantik itu mengelus kepala Joonmyeon sebelum membalas mencium pipi Joonmyeon.

“Terima kasih putri umma yang paling cantik. Kau memang yang terbaik.”

Keduanya tersenyum meski hanya Kyuhyun yang bisa melihat senyum itu. Ibu dan anak itu lalu berjalan menuju halte bus dengan perasaan riang, tidak mengetahui takdir yang menunggu mereka.

.

.

.

“Joonie! Itu busmu sudah datang.”

“Oke umma.” Ucap Joonmyeon sebelum berjalan perlahan dengan tongkatnya ke tempat yang lebih mudah untuk dirinya menunggu bus yang menjemput.

“Hati-hati ya sayang.”

“Ya umma.” Lalu bus yang disebut datang. Joonmyeon mengetukan beberapa kali tongkatnya sebelum tongkat itu mengenai pijakan bus. Joonmyeon bermaksud memasuki bus tersebut sebelum dia menoleh ke arah suara Kyuhyun.

Joonmyeon mengarahkan dua jari telunjuknya ke sudut bibirnya sendiri dan menarik sedikit ujung bibir itu untuk membuat sebuah senyuman.

“Umma, tersenyumlah. Jangan sedih. Ada aku dan appa disisi umma. Aku yakin appa juga sangat menyayangi umma sama sepertiku. Tersenyum ya umma. Aku sayang umma.”

Ucapan itu membuat Kyuhyun tersenyum dan kedua matanya berkaca-kaca. Kyuhyun melakukan hal yang sama dengan Joonmyeon meski Kyuhyun tahu Joonmyeon tidak mungkin melihatnya.

“Umma tersenyum sayang dan umma juga sangat menyayangi Joonie. Sangat sayang.” Dan Joonmyeon tersenyum lebar mendengarnya. Gadis itu kemudian melambaikan tangan dan akhirnya memasuki bus yang menunggunya sejak tadi.

Kyuhyun memandang terus ke arah bus itu sampai bayangannya hilang di belokan lampu merah. Kyuhyun tak bisa melepas pandangannya meski bus itu sudah menghilang. Entah perasaan apa yang tiba-tiba dirasakan oleh Kyuhyun, namun wanita cantik itu merasa tak rela dengan kepergian Joonmyeon kali ini.

Namun wanita itu menggelengkan kepalanya berkali-kali, mengusir perasaan aneh itu kemudian berjalan menuju kantornya.

.

.

.

Kyuhyun terlihat membungkuk kepada seorang pria paruh baya yang baru saja menjadi rekanan bisnis untuk hotelnya ketika dia mendengar suara televisi yang menyiarkan berita kecelakaan bus sekolah. Kyuhyun terlihat tak terlalu memperhatikan berita tersebut sampai nama sekolah yang disebutkan sang pembawa berita menarik perhatiannya.

Dengan bingung, Kyuhyun memperhatikan isi berita yang dibawakan siang itu. Kyuhyun mendengarkan dengan seksama setiap kata yang terucap dari wanita yang terlihat begitu serius di balik meja siaran itu.

Pandangan Kyuhyun langsung hampa dan tubuhnya melemas kala dia memahami berita kecelakaan tersebut. Tubuh tinggi Kyuhyun langsung terduduk di lantai hotel, membuat beberapa bawahan Kyuhyun kaget dengan keadaan Kyuhyun tersebut. Mereka semua tidak mengerti mengapa atasan mereka bisa duduk di lantai dengan wajah pucat dengan menggumamkan satu kata,

“Joonie…”

.

.

.

Kyuhyun terlihat berjalan dengan lunglai menuju dapur. Begitu dia sampai di dapur, tangannya langsung membuka kulkas dan mengambil sebotol kecil yogurt cair sebelum menusukkan sedotan di tutup plastik botol tersebut. Kyuhyun mengisap isinya lalu meletakkannya di meja makan.

Kyuhyun berjalan menuju kompor dan membuat sarapan dan bekal untuk piknik. Begitu selesai memasak, Kyuhyun menatanya dalam kotak bekal dan meletakkannya lagi di meja makan. Kyuhyun lalu membuka koper besar yang sudah dia siapkan dan memasukan semua yang sudah dia siapkan sampai satu berang yang belum masuk.

Kyuhyun memandang tas punggung baru yang diinginkan oleh Joonmyeon berada di tangannya. Kyuhyun membelai tas punggung itu sebelum memasukkannya ke dalam koper dan menutup koper itu sebelum kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun terlihat siap dengan baju serba hitam dan satu syal yang pernah dibelikan oleh Joonmyeon melilit di leher jenjangnya. Kyuhyun duduk di meja riasnya dan memandang dirinya di depan cermin. Wanita itu mengambil lipstik dan mengoles tipis ke bibir ranumunya sebelum meletakkannya kembali di meja rias.

Lama Kyuhyun menatap pantulan dirinya sendiri di cermin itu.

Pada akhirnya, Kyuhyun mengarahkan kedua jari telunjuknya ke sudut bibirnya dan menariknya sedikit sehingga membentuk sebuah senyuman. Bibirnya sedikit bergetar namun Kyuhyun terus berusaha tersenyum.

“Kyu…” panggilan itu membuat Kyuhyun menolehkan wajahnya ke arah Siwon yang memandangnya dengan tatapan sedih. Kyuhyun masih terus memasang senyumnya meski Siwon tahu senyum itu tidak sampai ke mata Kyuhyun yang memancarkan kesedihan yang mendalam.

“Aku pergi dulu Wonnie. Nanti aku akan kesini dan membuatkanmu makan malam.” Pamit Kyuhyun dengan ucapan yang sama dengan beberapa waktu lalu ketika Kyuhyun berpamitan bersama dengan Joonmyeon.

“Hati-hati dijalan sayang.” Kali ini bukan balasan dingin yang diterima oleh Kyuhyun melainkan kata-kata penuh sayang dan lembut dari Siwon.

Siwon sendiri mendekati Kyuhyun yang terduduk sebelum merengkuh tubuh itu ke dalam dekapannya, mengecup lama pucuk rambut Kyuhyun meski si empunya hanya diam menatap ruang kosong.

.

.

.

Kyuhyun membuka koper besarnya dan mengeluarkan semua isi yang ada dalam koper itu. Kyuhyun menatanya dengan hati-hati, mulai dari alas piknik sampai bekal yang sudah Kyuhyun siapkan. Kyuhyun lalu meletakkan tongkat putih milik Joonmyeon di samping bekal tersebut kemudian mengambil syal yang melilit di lehernya dan menaruhnya di samping tongkat putih tersebut. Terakhir, Kyuhyun mengambil tas punggung baru yang seharusnya menjadi milik Joonmyeon jika saja kecelakaan itu tidak terjadi.

Kyuhyun duduk di atas bukit yang seharusnya menjadi tempat karya wisata Joonmyeon beserta teman-temannya. Namun mereka semua termasuk Joonmyeon tidak pernah ke tempat tersebut karena harus kembali ke sisi Tuhan karena bus yang mereka tumpangi menabrak pagar pembatas dan masuk ke dalam jurang. Semua tewas dan menyisakan duka yang mendalam bagi mereka yang ditinggalkan, termasuk Kyuhyun.

Kyuhyun mengelus tas punggung itu dengan sayang seolah-olah dia sedang membelai rambut Joonmyeon seperti yang biasanya dia lakukan setiap pagi dia terbangun bersama dengan Joonmyeon. Kyuhyun masih terus berusaha memasang senyum di wajahnya karena dia teringat pesan terakhir Joonmyeon yang menginginkan dia untuk terus tersenyum.

“Umma, tersenyumlah. Jangan sedih. Ada aku dan appa disisi umma. Aku yakin appa juga sangat menyayangi umma sama sepertiku. Tersenyum ya umma. Aku sayang umma.”

Kyuhyun mengingat kata-kata itu dan kebersamaannya dengan Joonmyeon. Kyuhyun memeluk tas punggung itu dan pertahanannya hancur. Isakan demi isakan mulai terdengar sampai akhirnya tangisan menyayat hati keluar dari bibir Kyuhyun.

“Joonie… Putri umma… Joonie…” terus seperti itu sampai membuat beberapa orang yang melintas tak kuasa menahan airmatanya karena melihat hancurnya Kyuhyun saat ini. Termasuk pria tinggi yang diam-diam mengikuti Kyuhyun sejak tadi.

Pria itu, Siwon, memandang Kyuhyun dengan bola matanya yang juga mengeluarkan cairan bening itu. Tangisan dan panggilan lirih Kyuhyun yang terus menyebut nama Joonmyeon membuat Siwon tak kuasa hanya berdiri saja.

Dengan cepat, Siwon menghampiri Kyuhyun dan langsung memeluknya. Siwon membelai rambut Kyuhyun yang masih meraung-raung, menangisi kepergian Joonmyeon yang begitu cepat dan mendadak, meninggalkan kepedihan yang mendalam di kedua hati orang tuanya tersebut.

“Joonie… Joonie…”

.

.

.

“Umma tersenyumlah. Jangan sedih. Ada aku dan appa disisi umma. Tersenyum ya umma. Aku sayang umma.”

END

( 。・_・。)人(。・_・。 )

n4oK0’s note : Nao buat ini langsung setelah lihat MV judulnya The Light dari Girl Group The Ark. Nao suka banget meski sedih. Entah kenapa Nao kepikiran buat MV ini jadi FF lanjutan WonKyu Day 1013 tahun 2014 kemarin.

Karena ini langsung jadi dan Nao ga periksa lagi jadi muup aja yak kalo banyak typos dan kegajean di dalamnya.

Dengan FF ini, WonKyu Day 1013 untuk tahun 2014 resmi Nao tamatkan (kalaupun ada sequel lagi, paling hanya omake dari ini).

Semoga Nao masih punya kemampuan untuk buat FF bertema yang sama di tahun ini.

Udah itu aja, terima kasih amazing readers.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements