Tags

, , ,

Title : The Light – Alternate Ending

Pairing/CharasWonkyu, Joonmyeon

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self, their respective agency and God, MV The Light by The Ark are belong to the group and their respective agency

Warning : Un-betaed, Angst, GS, AU, OOC, Sad, Change of Surname

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Umma tersenyumlah. Jangan sedih. Ada aku dan appa disisi umma. Tersenyum ya umma. Aku sayang umma.”

.

.

.

“Joonie. Kemari sayang.”

“Apa umma?” pertanyaan singkat Joonmyeon membuat Kyuhyun tersenyum sebelum menarik tangan putri semata wayangnya tersebut. Dengan hati-hati, ibu satu anak itu membawa Joonmyeon ke sebuah tempat untuk memajang tas-tas punggung yang bagus dan berkualitas.

“Coba kau pegang barang ini sayang.” Ucap Kyuhyun sembari mengarahkan tangan Joonmyeon ke salah satu tas yang dipajang tersebut. Joonmyeon memegang tas tersebut dan bibirnya tertarik mengukir sebuah senyuman manis di wajah cantiknya tersebut.

“Umma, ini tas punggung yang sudah lama aku inginkan.” Ujar Joonmyeon masih terus meraba tas punggung tersebut.

“Kau mau sayang?” tanya Kyuhyun memastikan lagi keinginan Joonmyeon tersebut dan sebuah anggukan serta senyuman lebar menjadi jawaban untuk Kyuhyun.

“Kalau begitu besok umma belikan. Hari ini umma lupa membawa dompet umma dan hanya ada beberapa lembar uang saja di saku umma. Hhh… Maaf ya sayang, umma kali ini benar-benar teledor.”

“Tidak apa-apa umma. Aku juga tidak memaksa umma harus membelinya besok. Joonie masih punya tas punggung pemberian appa.”

Ketika Joonmyeon menyebut kata appa, membuat senyum di wajah Kyuhyun menghilang. Senyum itu berganti dengan raut wajah kesedihan dan nampak kedua bola mata Kyuhyun berkaca-kaca.

Bukan tanpa alasan Kyuhyun merasa sedih dan ingin menangis ketika ada orang yang menyinggung tentang Siwon. Kyuhyun masih memendam kekecewaannya karena Siwon masih belum menerimanya dengan lapang dada.

Pria itu memang membiarkannya bertemu dengan Joonmyeon sesuka hati Kyuhyun, mendekatkan diri dengan Joonmyeon, memberikan kesempatan kepada Kyuhyun untuk menjadi ibu yang baik bagi Joonmyeon. Namun semua itu bukan berarti Siwon juga menerimanya menjadi pendamping Siwon.

Siwon masih belum bisa menerima kehadiran Kyuhyun di dalam hatinya. Luka yang ditorehkan Kyuhyun masih membekas dan butuh waktu untuk bisa menyembuhkan luka itu. Siwon sendiri sempat mengatakan bahwa kemungkinan keduanya bisa kembali bersama akan selalu ada. Hanya saja, tidak sekarang.

Siwon hanya bisa menerima Kyuhyun sebagai ibu Joonmyeon dan bukan wanita yang dulu pernah mengisi relung hatinya. Untuk itu, Siwon sedang membersihkan hatinya yang sempat menghitam karena kekecewaannya dan kemarahannya kepada Kyuhyun dulu. Hatinya belum bersih, belum bisa menerima cinta Kyuhyun.

Kyuhyun pun mengerti situasi hubungannya dengan Siwon. Kyuhyun sudah sangat bersyukur Siwon mengizinkannya untuk bisa ada di dalam kehidupan Siwon dan Joonmyeon. Kyuhyun berjanji akan bersabar untuk mengambil hati Joonmyeon dan Siwon meski Kyuhyun tak pernah memungkiri rasa pedih karena Siwon yang tak pernah tersenyum tulus di hadapannya dan bersikap seperti orang lain kepadanya.

Kyuhyun hanya bisa berharap ada keajaiban dari Tuhan agar es di hati Siwon bisa mencair.

Tanpa Kyuhyun ketahui Tuhan memiliki caraNya tersendiri untuk mengabulkan doa Kyuhyun tersebut. Meski caranya akan menorehkan luka di hati Kyuhyun maupun Siwon.

.

.

.

Kyuhyun terlihat masih mengantuk namun dengan segenap hati, wanita cantik itu berusaha membuka matanya agar bisa ke dapur tanpa menabrak perabotan di rumah mungil milik Siwon tersebut.

Kyuhyun memang sering menginap di rumah Siwon dan Joonmyeon seperti hari ini. Kyuhyun akan selalu tidur bersama dengan Joonmyeon jika dia menginap dan hari ini Kyuhyun memang menginap untuk mengantar Joonmyeon yang akan pergi berwisata dengan teman sekelasnya. Acara yang diadakan sebagai salah satu program di sekolah Joonmyeon.

Kyuhyun ingin menemani Joonmyeon namun karena acara tersebut tidak mengikut sertakan orang tua seperti acara yang sebelumnya, akhirnya Kyuhyun hanya bisa mengantar Joonmyeon sampai halte bus di dekat rumah mereka. Joonmyeon akan dijemput dengan bus sekolahnya nanti.

Kyuhyun menyentakan dirinya sendiri karena dia sadar telah melamun lalu melanjutkan langkahnya ke dapur. Kyuhyun membuka kulkas dan mengambil sebotol kecil yogurt cair sebelum menusukkan sedotan di tutup plastic botol tersebut. Kyuhyun mengisap isinya kemudian berjalan lagi menuju kamarnya dan Joonmyeon.

Kyuhyun mendekatnya yogurt cair kesukaannya dan Joonmyeon di bibir putri cantinya tersebut. Menyadari adanya sedotan dan dinginnya botol yogurt tersebut, Joonmyeon membukan sedikit bibirnya dan menyeruput isi botol tersebut. Kyuhyun terkekeh kecil melihat tingkat lucu Joonmyeon sebelum mengecup kening dan rambut Joonmyeon dengan penuh kasih sayang.

“Pagi sayang.” Ucapnya lirih lalu membelai lembut rambut Joonmyeon, menimbulkan senyuman manis dari pemilik mata tertutup itu.

Pemandangan manis itu tak luput dari pengamatan sepasang mata hitam yang tak sengaja melihatnya di balik pintu. Siwon yang sedang melangkah menuju dapur juga, tak sengaja melihat Kyuhyun yang membelai rambut Joonmyeon dan mengecup keningnya dengan sayang.

Pria itu memandang kedekatan ibu dan anak itu sebelum dirinya berbalik menuju kamarnya dan tak jadi menuju dapur. Sebelum tubuhnya menghilang di balik pintu kamar, nampak senyum tulus terukir di wajah tampan Siwon.

“Kau berubah Kyu. Kau semakin cantik bercahaya.” Gumamnya sebelum menutup pintu kamar.

.

.

.

“Umma, sudah belum?”

“Sebentar sayang.” Ucap Kyuhyun yang masih sibuk mengoleskan lipstik di bibirnya. Setelah dirasa cukup, Kyuhyun segera bangkit dan mendekati Joonmyeon lalu menggandeng lengannya dan menuntunnya ke arah pintu keluar rumah mereke dengan hati-hati.

“Umma! Sudahlah! Aku bisa sendiri! Tak perlu umma menuntunku seperti ini!” jengah Joonmyeon karena ulah Kyuhyun yang begitu over protektif kepadanya. Namun erangan protes dari Joonmyeon tidak dianggap sama sekali oleh Kyuhyun. Dia justru mengambil tas punggung Joonmyeon dan menyerahkan kepada Joonmyeon.

Kyuhyun memperhatikan tas punggung Joonmyeon yang memang sudah rusak dan itu mengingatkannya akan tas punggung yang ingin Kyuhyun belikan untuk Joonmyeon.

Ah. Hampir aku lupa. Nanti siang aku akan membelinya. Pasti Joonie senang ketika pulang dia sudah mendapatkan tas keinginannya. Batin Kyuhyun senang. Dia lalu menatap ke arah Siwon dan berpamitan kepada pria berlesung pipi tersebut.

“Kami pergi dulu Wonnie. Nanti aku akan kesini dan membuatkanmu makan malam.”

“Hm.” Balas Siwon singkat masih setia dengan membaca Koran paginya. Kyuhyun menatap Siwon dan tersenyum kikuk sebelum berpamitan sekali lagi sambil tetap menggandeng Joonmyeon.

Selepas mereka keluar dari rumah kecil itu, Joonmyeon membelai tangan sang umma dan mencium pipi Kyuhyun.

“Aku sayang umma. Jadi umma tidak perlu merasa sedih jika appa bersikap seperti itu. Nanti aku akan marahi appa karena sudah sering membuat umma sedih.” Sengit Joonmyeon berusaha menghibur Kyuhyun yang jelas merasa sedih dengan sikap Siwon.

Kyuhyun tersenyum lebar dengan perkataan Joonmyeon. Wanita cantik itu mengelus kepala Joonmyeon sebelum membalas mencium pipi Joonmyeon.

“Terima kasih putri umma yang paling cantik. Kau memang yang terbaik.”

Keduanya tersenyum meski hanya Kyuhyun yang bisa melihat senyum itu. Ibu dan anak itu lalu berjalan menuju halte bus dengan perasaan riang, tidak mengetahui takdir yang menunggu mereka.

.

.

.

“Joonie! Itu busmu sudah datang.”

“Oke umma.” Ucap Joonmyeon sebelum berjalan perlahan dengan tongkatnya ke tempat yang lebih mudah untuk dirinya menunggu bus yang menjemput.

“Hati-hati ya sayang.”

“Ya umma.” Lalu bus yang disebut datang. Joonmyeon mengetukan beberapa kali tongkatnya sebelum tongkat itu mengenai pijakan bus. Joonmyeon bermaksud memasuki bus tersebut sebelum dia menoleh ke arah suara Kyuhyun.

Joonmyeon mengarahkan dua jari telunjuknya ke sudut bibirnya sendiri dan menarik sedikit ujung bibir itu untuk membuat sebuah senyuman.

“Umma, tersenyumlah. Jangan sedih. Ada aku dan appa disisi umma. Aku yakin appa juga sangat menyayangi umma sama sepertiku. Tersenyum ya umma. Aku sayang umma.”

Ucapan itu membuat Kyuhyun tersenyum dan kedua matanya berkaca-kaca. Kyuhyun melakukan hal yang sama dengan Joonmyeon meski Kyuhyun tahu Joonmyeon tidak mungkin melihatnya.

“Umma tersenyum sayang dan umma juga sangat menyayangi Joonie. Sangat sayang.” Dan Joonmyeon tersenyum lebar mendengarnya. Gadis itu kemudian melambaikan tangan dan akhirnya memasuki bus yang menunggunya sejak tadi.

Kyuhyun memandang terus ke arah bus itu sampai bayangannya hilang di belokan lampu merah. Kyuhyun tak bisa melepas pandangannya meski bus itu sudah menghilang. Entah perasaan apa yang tiba-tiba dirasakan oleh Kyuhyun, namun wanita cantik itu merasa tak rela dengan kepergian Joonmyeon kali ini.

Namun wanita itu menggelengkan kepalanya berkali-kali, mengusir perasaan aneh itu kemudian berjalan menuju kantornya.

.

.

.

Kyuhyun terlihat membungkuk kepada seorang pria paruh baya yang baru saja menjadi rekanan bisnis untuk hotelnya ketika dia mendengar suara televisi yang menyiarkan berita kecelakaan bus sekolah. Kyuhyun terlihat tak terlalu memperhatikan berita tersebut sampai nama sekolah yang disebutkan sang pembawa berita menarik perhatiannya.

Dengan bingung, Kyuhyun memperhatikan isi berita yang dibawakan siang itu. Kyuhyun mendengarkan dengan seksama setiap kata yang terucap dari wanita yang terlihat begitu serius di balik meja siaran itu.

Pandangan Kyuhyun langsung hampa dan tubuhnya melemas kala dia memahami berita kecelakaan tersebut. Tubuh tinggi Kyuhyun langsung terduduk di lantai hotel, membuat beberapa bawahan Kyuhyun kaget dengan keadaan Kyuhyun tersebut. Mereka semua tidak mengerti mengapa atasan mereka bisa duduk di lantai dengan wajah pucat dengan menggumamkan satu kata,

“Joonie…”

.

.

.

Kyuhyun terlihat berjalan dengan lunglai menuju dapur. Begitu dia sampai di dapur, tangannya langsung membuka kulkas dan mengambil sebotol kecil yogurt cair sebelum menusukkan sedotan di tutup plastik botol tersebut. Kyuhyun mengisap isinya lalu meletakkannya di meja makan.

Kyuhyun berjalan menuju kompor dan membuat sarapan dan bekal untuk piknik. Begitu selesai memasak, Kyuhyun menatanya dalam kotak bekal dan meletakkannya lagi di meja makan. Kyuhyun lalu membuka koper besar yang sudah dia siapkan dan memasukan semua yang sudah dia siapkan sampai satu berang yang belum masuk.

Kyuhyun memandang tas punggung baru yang diinginkan oleh Joonmyeon berada di tangannya. Kyuhyun membelai tas punggung itu sebelum memasukkannya ke dalam koper dan menutup koper itu sebelum kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun terlihat siap dengan baju serba hitam dan satu syal yang pernah dibelikan oleh Joonmyeon melilit di leher jenjangnya. Kyuhyun duduk di meja riasnya dan memandang dirinya di depan cermin. Wanita itu mengambil lipstik dan mengoles tipis ke bibir ranumunya sebelum meletakkannya kembali di meja rias.

Lama Kyuhyun menatap pantulan dirinya sendiri di cermin itu.

Pada akhirnya, Kyuhyun mengarahkan kedua jari telunjuknya ke sudut bibirnya dan menariknya sedikit sehingga membentuk sebuah senyuman. Bibirnya sedikit bergetar namun Kyuhyun terus berusaha tersenyum.

“Kyu…” panggilan itu membuat Kyuhyun menolehkan wajahnya ke arah Siwon yang memandangnya dengan tatapan sedih. Kyuhyun masih terus memasang senyumnya meski Siwon tahu senyum itu tidak sampai ke mata Kyuhyun yang memancarkan kesedihan yang mendalam.

“Aku pergi dulu Wonnie. Nanti aku akan kesini dan membuatkanmu makan malam.” Pamit Kyuhyun dengan ucapan yang sama dengan beberapa waktu lalu ketika Kyuhyun berpamitan bersama dengan Joonmyeon.

“Hati-hati dijalan sayang.” Kali ini bukan balasan dingin yang diterima oleh Kyuhyun melainkan kata-kata penuh sayang dan lembut dari Siwon.

Siwon sendiri mendekati Kyuhyun yang terduduk sebelum merengkuh tubuh itu ke dalam dekapannya, mengecup lama pucuk rambut Kyuhyun meski si empunya hanya diam menatap ruang kosong.

.

.

.

Kyuhyun membuka koper besarnya dan mengeluarkan semua isi yang ada dalam koper itu. Kyuhyun menatanya dengan hati-hati, mulai dari alas piknik sampai bekal yang sudah Kyuhyun siapkan. Kyuhyun lalu meletakkan tongkat putih milik Joonmyeon di samping bekal tersebut kemudian mengambil syal yang melilit di lehernya dan menaruhnya di samping tongkat putih tersebut. Terakhir, Kyuhyun mengambil tas punggung baru yang seharusnya menjadi milik Joonmyeon jika saja kecelakaan itu tidak terjadi.

Kyuhyun duduk di atas bukit yang seharusnya menjadi tempat karya wisata Joonmyeon beserta teman-temannya. Namun mereka semua termasuk Joonmyeon tidak pernah ke tempat tersebut karena harus kembali ke sisi Tuhan karena bus yang mereka tumpangi menabrak pagar pembatas dan masuk ke dalam jurang. Semua tewas dan menyisakan duka yang mendalam bagi mereka yang ditinggalkan, termasuk Kyuhyun.

Kyuhyun mengelus tas punggung itu dengan sayang seolah-olah dia sedang membelai rambut Joonmyeon seperti yang biasanya dia lakukan setiap pagi dia terbangun bersama dengan Joonmyeon. Kyuhyun masih terus berusaha memasang senyum di wajahnya karena dia teringat pesan terakhir Joonmyeon yang menginginkan dia untuk terus tersenyum.

“Umma, tersenyumlah. Jangan sedih. Ada aku dan appa disisi umma. Aku yakin appa juga sangat menyayangi umma sama sepertiku. Tersenyum ya umma. Aku sayang umma.”

Kyuhyun mengingat kata-kata itu dan kebersamaannya dengan Joonmyeon. Kyuhyun memeluk tas punggung itu dan pertahanannya hancur. Isakan demi isakan mulai terdengar sampai akhirnya tangisan menyayat hati keluar dari bibir Kyuhyun.

“Joonie… Putri umma… Joonie…” terus seperti itu sampai membuat beberapa orang yang melintas tak kuasa menahan airmatanya karena melihat hancurnya Kyuhyun saat ini. Termasuk pria tinggi yang diam-diam mengikuti Kyuhyun sejak tadi.

Pria itu, Siwon, memandang Kyuhyun dengan bola matanya yang juga mengeluarkan cairan bening itu. Tangisan dan panggilan lirih Kyuhyun yang terus menyebut nama Joonmyeon membuat Siwon tak kuasa hanya berdiri saja.

Dengan cepat, Siwon menghampiri Kyuhyun dan langsung memeluknya. Siwon membelai rambut Kyuhyun yang masih meraung-raung, menangisi kepergian Joonmyeon yang begitu cepat dan mendadak, meninggalkan kepedihan yang mendalam di kedua hati orang tuanya tersebut.

“Joonie… Joonie…”

.

.

.

“Joonie… T-tidak… Joonie… Tidak… JOONIE!!!” teriak Kyuhyun dengan mata tertutup dan terlihat gusar dalam tidurnya. Teriakan itu sangat keras sehingga membuat Siwon yang sedang berada di dapur untuk menghilangkan dahaganya berlari ke kamar Joonmyeon dan langsung membuka pintu kamar itu.

“Kyu!” seru Siwon yang melihat Kyuhyun terus saja berteriak dan menggerakan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, resah akan sesuatu.

“Kyu!” seru Siwon sekali lagi dan kali ini mencoba membangunkan Kyuhyun dari tidurnya. Siwon beberapa kali menepuk pipi Kyuhyun agar wanita itu terbangun dan tampaknya usahanya berhasil ketika Kyuhyun langsung membuka kedua matanya yang entah sejak kapan sudah basah oleh airmata.

Kyuhyun terlihat bingung sehingga tatapannya tak tentu arah sampai dia bisa menguasai dirinya sendiri dan melihat wajah cemas Siwon yang terus memandang dirinya.

“Wonnie…” Lirih Kyuhyun sambil terisak begitu dia tersadar sepenuhnya. Dengan perlahan Kyuhyun memeluk Siwon, melingkarkan kedua lengannya di pinggang dan punggung Siwon dan menyembunyikan wajahnya yang berlinang airmata di dada Siwon.

“Wonnie… Joonie kita… Joonie kita Wonnie…” isak Kyuhyun terus menyebut nama Joonmyeon dengan nada sedih.

“Joonie? Kenapa dengan Joonie?” tanya Siwon yang kebingungan dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba berteriak histeris dalam tidurnya dan menangis. Lebih mengejutkan lagi bagi Siwon ketika Kyuhyun memeluknya dengan erat seolah-olah mereka adalah sepasang suami istri yang begitu mencintai.

Bukan. Bukan seolah-olah. Tapi keduanya memang masih saling mencintai. Hanya saja keduanya bukanlah pasangan suami istri. Mereka…

Siwon menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran yang tidak penting dari kepalanya. Yang menjadi perhatiannya saat ini adalah sikap aneh Kyuhyun. Mengapa wanita yang belum melepaskan pelukannya ini begitu sedih ketika menyebut nama Joonmyeon. Dan kenapa dirinya juga tidak melepaskan Kyuhyun dari dekapannya? Mengapa dia merasa tak rela melepas kehangatan yang sudah lama tidak dia rasakan dari Kyuhyun?

“Wonnie… Joonie kita…” ulang Kyuhyun lagi masih dengan terisak. Siwon seolah disadarkan dengan isakan itu kembali mengerutkan kedua alisnya.

“Kau kenapa Kyu? Mengapa kau begitu sedih ketika menyebut nama Joonie? Memang apa yang terjadi?” tanya Siwon yang langsung membuat Kyuhyun mengangkat wajahnya dari dada Siwon dan menatap Siwon seakan-akan Siwon adalah monster berkepala dua. Wajah cantik itu terlihat marah.

“Siwon! Kenapa kau berkata demikian? Joonie kita…”

“Uhm… Ada apa? Kenapa berisik sekali?”

Seketika itu juga Kyuhyun menoleh ke arah suara yang seharusnya tidak akan pernah dia dengar lagi. Mata besarnya membulat tatkala melihat sosok Joonmyeon yang terlihat manis meski dengan rambut berantakan karena baru bangun tidur. Airmata Kyuhyun mengalir begitu saja ketika dia melihat Joonmyeon meraba-raba ke arahnya, mencoba mencari keberadaan Kyuhyun.

Dengan segera, Kyuhyun melepaskan pelukannya dari Siwon dan memeluk Joonmyeon dengan erat seolah tidak ingin melepaskan Joonmyeon hanya untuk sedetik saja.

“Joonie… Putri umma…” isak Kyuhyun sambil terus memeluk Joonmyeon yang tentu saja kaget dengan sikap sang umma yang langsung memeluknya tanpa peringatan sama sekali.

“Umma… Umma kenapa? Kenapa umma menangis?” tanya Joonmyeon cemas karena dia merasakan bahunya basah oleh airmata sang bunda. Namun tidak ada jawaban yang diberikan oleh Kyuhyun. Wanita cantik itu hanya diam dalam tangisannya dan terus mendekap Joonmyeon sambil sesekali mencium pelipis putri sematawayangnya tersebut. Jari-jarinya juga tak lepas dari membelai rambut dan pipi Joonmyeon.

Sementara itu Siwon yang memandang keduanya terus berpelukan hanya bisa tersenyum kecil. Siwon tahu bahwa Kyuhyun baru saja bermimpi sangat buruk sehingga bersikap sedramatis sekarang. Siwon tak tahu apa yang menjadi bunga tidur Kyuhyun, namun Siwon yakin mimpi itu berhubungan dengan Joonmyeon dan dirinya.

Dengan senyum terakhir untuk malam itu, Siwon bangkit dari tempat tidur Joonmyeon dan Kyuhyun. Dia bermaksud meninggalkan Kyuhyun dan Joonmyeon berdua saja, namun sebuah tangan mencegahnya untuk pergi. Siwon melihat ke arah tangannya digenggam oleh Kyuhyun dan dengan halus, Kyuhyun menarik tangan Siwon, memintanya untuk duduk kembali. Siwon terlihat ragu untuk sesaat tetapi tatapan memelas Kyuhyun membuatnya luluh dan dia pun kembali ke tempatnya semula.

“Kyu…”

“Aku mencintaimu Wonnie.” Potong Kyuhyun sebelum Siwon sempat mengatakan sesuatu. Siwon jelas tersentak dengan pengakuan cinta Kyuhyun yang mendadak itu sehingga dia kehilangan kata-kata untuk membalas Kyuhyun. Kyuhyun memanfaatkan kesempatan itu untuk meneruskan kalimatnya. Dia tahu mimpi yang datang kepadanya adalah tanda bahwa dia tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan keluarga kecilnya kembali. Kyuhyun tahu mimpi itu adalah peringatan dari Tuhan agar Kyuhyun tak lagi ragu untuk melangkah dan mendapatkan cinta dan kepercayaan dari Siwon dan Joonmyeon.

“Wonnie, aku tahu aku pernah melakukan kesalahan fatal. Kesalahan yang seharusnya tak termaafkan. Aku tahu itu. Namun aku mohon Wonnie, beri aku satu kesempatan. Berikan aku kesempatan untuk menjadi ibu dan istri yang baik bagi Joonmyeon dan dirimu. Berikan aku kesempatan untuk bisa memiliki keluarga dan berikan kesempatan untuk dirimu dan Joonmyeon untuk bahagia.” Ucap Kyuhyun sambil terus menggenggam tangan Siwon semakin erat.

Siwon terdiam sesaat, membuat Kyuhyun cemas dengan reaksi Siwon. Apakah dia kembali menolak Kyuhyun atau…

Joonmyeon pun terlihat resah menunggu jawaban dari sang appa sampai tanpa sadar Joonmyeon meremas tangan sang bunda yang sudah berpindah dari memeluknya ke menggenggam tangan Joonmyeon seperti yang Kyuhyun lakukan kepada Siwon.

“Wonnie… Aku mohon buka hatimu. Aku…”

“Cukup.” Satu kata itu seakan menjadi titah yang tak terbantahkan lagi. Kyuhyun tidak jadi mengatakan apa yang ingin dia sampaikan dan memilih menundukkan kepalanya. Kyuhyun berusaha menahan airmatanya untuk keluar. Dia merasa dengan penolakan Siwon tadi, mimpi buruk yang masih menghantuinya tersebut akan menjadi kenyataan. Kyuhyun tahu dia tidak akan sanggup jika mimpi buruk itu benar terjadi. Kyuhyun tak akan sanggup menghadapi perpisahan dengan Joonmyeon dan Siwon.

Tidak. Tidak Tuhan… Jangan berikan aku cobaan seberat itu… Aku mohon Tuhan… doa Kyuhyun dalam hati sembari meremas tangan Joonmyeon membuat gadis itu menolehkan kepalanya ke arah sang bunda. Meski dalam kegelapan yang menyelimuti kedua matanya, Joonmyeon megetahui dengan pasti bagaimana hancur Kyuhyun dengan penolakan Siwon tadi.

Cup.

Satu kecupan di pucuk kepala Joonmyeon membuat Joonmyeon menengadahkan kepalanya ke atas. Dia tahu Siwon sudah berdiri lagi dan hendak meninggalkan kamarnya. Joonmyeon tersenyum miris dengan kenyataan pahit yang menimpa keluarganya. Joonmyeon tak tahu mengapa kedua orang tuanya tak bisa bersama meskipun Joonmyeon tahu mereka berdua saling mencintai. Apakah masa lalu keduanya begitu berat untuk dilupakan sehingga mereka berdua tak bisa melangkah menuju masa depan?

Entahlah. Yang Joonmyeon tahu bahwa sebagai anak yang baik, dia akan menghormati keputusan keduanya. Termasuk jika sang ayah tidak ingin kembali kepada sang bunda. Joonmyeon dengan ikhlas menerima jika memang keluarganya tidak bisa bersatu.

Itulah yang ada dalam benak Joonmyeon.

Namun…

Cup.

Satu kecupan lagi yang mendarat di pucuk kepala Kyuhyun menjadi jawaban yang berbeda dengan pemikiran Joonmyeon. Terlebih lagi dengan belaian lembut dari tangan besar Siwon di rambut Kyuhyun sebelum pria itu mengangkat dagu Kyuhyun dan menundukkan tubuhnya agar wajahnya berdekatan dengan wajah Kyuhyun.

Iris hitam Siwon menatap iris coklat Kyuhyun yang semakin membesar karena tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Mata besar itu menatap Siwon dengan tatapan terkejut sekaligus berharap. Berharap bahwa diantara mereka berdua masih ada kesempatan untuk bersatu kembali.

Jawabannya adalah satu senyuman manis dari Siwon dan kecupan singkat di bibir Kyuhyun.

Kyuhyun membelakakan kedua matanya, terlalu shok dengan tindakan tiba-tiba dari Siwon. Akan tetapi Kyuhyun hanya bergeming, membiarkan Siwon yang mengambil alih semuanya.

“Cukup.” Sahut Siwon mengulang kata yang dianggap sebagai penolakan baik oleh Kyuhyun maupun Joonmyeon. Namun ternyata bukan itu maksud dibalik kata tersebut. Yang dimaksudkan ‘cukup’ oleh Siwon adalah,

“Cukup Kyu. Kita bicarakan hubungan kita besok pagi setelah kita mengantar Joonie. Bisa bukan Kyu?” tanya Siwon sambil membelai pipi bulat yang menurun kepada Joonmyeon. Kyuhyun hanya bisa tersenyum dan mengangguk kecil sebelum dengan berani mengecup balik bibir Siwon.

Keduanya tersenyum bahagia sedikit melupakan putri mereka yang tak tahu apa yang sedang terjadi dengan kedua orang tuanya. Sampai…

“Umma, appa. Apa kalian sudah berbaikan?”

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s note : Sisanya Nao serahkan kepada imajinasi dari amazing readers. Nao sudah berusaha untuk nambahin ini menjadi ff yang happy ending (walau gantung >_<) kalo gagal, yah disitu terkadang saya merasa sedih T^T

Dengan ini, FF WONKYU 1013 SERIES resmi Nao tamatkan. See you at next WONKYU DAY tahun 2015. Semoga Nao masih memiliki kesempatan dan banyak ide serta cinta untuk pasangan yang menurut Nao serasi ini.

Muup kalo banyak typos dan gaje. Itu mah udah biasa bukan (‾▿‾”)

Udah itu aja, terima kasih amazing readers.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀                                                   

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements