Tags

, , , ,

Title : One Year Of Love

May : Love, Me, and Family

Pairing/Charas : WonKyu, KrisHo, KangTeuk, GTop

Genre : Romance (I think), Family

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : My own interpretation and imagination

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, A Collection of One-Shot or even Drabble

Series : January – Is It New Love? | February – Shortcut To Love | March – Beginners Love | April – A Fool’s Love

( 。・_・。)(。・_・。 )

Mei.

Seperti bulan lainnya dalam setahun, ada berbagai peristiwa dan perayaan di bulan kelima tersebut. Masing-masing Negara memiliki tradisi yang berbeda dan unik yang mungkin diadaptasi oleh negara lainnya.

Dari berbagai peristiwa dan perayaan itu, ada satu yang menggugah hati dan akan selalu membuat kita termenung dan meresapi arti dari hal tersebut. Hal itu…

.

.

.

“Ya umma. Aku baik-baik saja. Aku sudah selesai pindahan seminggu ini ke apartemenku dan semua berjalan dengan lancar.”

“…”

“Umma tidak perlu cemas. Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

“…”

“Baik umma. Akan aku ingat semua pesan umma. Salam untuk appa disana ya. Jaga kesehatan kalian.”

“…”

Bye umma.”

Kyuhyun menekan tombil merah di ponselnya, mengakhiri sambungan jarak jauh dengan sang umma, Cho Leeteuk, yang menemani sang suami, Cho Kangin dinas ke Kanada.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum meniupkan poninya ke atas hany untuk melepas penat dan lelah setelah seharian penuh membereskan barang-barangnya dan membersihkan apartemen tempatnya tinggal sekarang.

Selama seminggu, Kyuhyun harus bolak balik ke rumahnya dan apartemennya hanya untuk memindahkan barang-barang pribadinya dan membeli furnitur serta barang keperluan lainnya. Akhirnya semua selesai dan dia resmi pindah dan siap menempati apartemen berukuran sedang miliknya tersebut.

Kyuhyun melirik ke sebuah pigura yang ada di atas meja nakasnya. Bibir ranumnya mengulum sebuah senyum kecil ketika dia melihat tiga orang yang terfoto dalam pigura kecil itu. Kyuhyun mengambil pigura itu dan menatap lekat ke arah dua orang yang tersenyum lebar, sedang berdiri mengapitnya yang berada di tengah, ikut tersenyum sembari memamerkan ijazah sarjananya yang dia dapatkan berkat kerja kerasnya.

Telunjuk Kyuhyun menelusuri wajah kedua orang yang ada di pigura itu satu persatu. Senyum manisnya berganti menjadi senyum pilu dan tersirat perasaan bersalah dari kedua bola mata coklat itu. Tak urung, mata indah tersebut mulai berkaca-kaca dan sebulir cairan bening keluar darinya.

Kyuhyun segera menghapus airmata yang lolos begitu saja dan menarik nafas panjang sebelum menghembuskannya kembali dengan perlahan. Tangan putihnya meletakan lagi pigura itu dengan rapi sebelum mengucapkan,

“Selamat malam appa, umma. Aku menyayangi kalian berdua.”

.

.

.

Mom, will you give it a rest please? It’s not like I’m starving here. Please don’t come here just to make me dinner all the time!”

“Tapi Wonnie, kau itu suka lupa makan kalau sedang bekerja. Mommy hanya khawatir jika kau jatuh sakit nantinya.”

“Ada Kyunnie yang mengingatkan aku soal itu mom. Kau tak perlu cemas.”

“Oh Kyunnie ya. Mommy benar-benar menyukainya sayang. Semoga kalian terus bersama ya.”

“Itu harapanku juga mom.”

“Baiklah tampan. Mommy akan mengurangi kunjungan mommy kesini. Tapi tolong Siwonnie, mampirlah ke rumah sesekali. Mommy merindukanmu. Minho dan Suho juga. Bahkan daddymu merindukanmu. Dia rindu adu panco denganku.”

“Cih. That old man never win over me mom so tell him to just give up already.”

I’ll try.”

Okay then. Bye mom. Drive safe.”

Bye baby boy. Love you.

Love you too.”

Dan dengan sebuah kecupan di pipi Siwon dan balasan yang sama di pipi Jiyong, wanita yang melahirkan tiga anak untuk Seunghyun itu beranjak meninggalkan apartemen Siwon.

Siwon mengantarkan ibunya tersebut hanya sampai pintu apartemennya karena sang bunda sendiri yang menolak tawaran Siwon untuk mengantarkannya sampai ke mobil Jiyong. Setelah tak melihat sosok Jiyong lagi, Siwon memasuki apartemennya dan menutup serta mengunci pintu apartemen itu.

Lelaki tegap itu berjalan menuju kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di kasur empuk tempat tidurnya tersebut. Siwon menatap lurus ke langit-langit kamarnya, memikirkan perkataan Jiyong tentang kunjungannya yang semakin hari semakin berkurang.

Siwon tahu dia salah karena jarang berkunjung ke rumah orang tuanya, hanya saja…

Jadwal manggungnya begitu padat. Ditambah dengan rencana bandnya yang akan meluncurkan album baru, membuat Siwon tidak bisa mengunjungi keluarganya sesering yang dia bisa. Bahkan saking sibuknya Siwon, dia jarang sekali bertemu dengan Kyuhyun.

Komunikasi mereka masih berjalan dengan bantuan ponsel. Namun hampir tiga minggu, terkecuali kemarin saat mereka bertemu sebentar di tempat Sungmin, Siwon tidak melihat wajah cantik Kyuhyun, merasakan kehangatan kekasihnya tersebut dan dia sangat merindukan omelan lucu Kyuhyun jika kekasihnya itu marah akan tingkah lakunya yang sesuka hati.

“Kyuhyun.”

Siwon mengucapkan nama pujaan hatinya itu dengan perlahan dan lembut.

Pertemuan dengan Jiyong hari ini membuatnya mengingat akan permasalahan Kyuhyun dengan keluarganya. Ya, walau mungkin tidak tepat juga jika Siwon mengatakan permasalahan karena pada dasarnya keputusan Kyuhyun untuk hidup mandiri di apartemen bukanlah masalah besar. Semua anak yang mencari jati diri dan menginginkan kedewasaan untuk dirinya sendiri pasti akan berusaha melepaskan diri dari perlindungan orang tua mereka.

Tidak terkecuali Kyuhyun.

Namun, Kyuhyun begitu dekat dengan kedua orang tuanya. Si cantik berpipi bulat tersebut hampir tidak jadi melakukan keinginannya untuk pindah jika tidak karena Kangin dan Leeteuk yang kembali harus pergi ke luar negeri demi kepentingan perusahaan. Keduanya harus pergi meninggalkan Korea selama tiga tahun sehingga Kangin memutuskan menyewakan rumah mereka dan menyetujui keinginan Kyuhyun untuk mencari tempat tinggalnya sendiri.

Kyuhyun pun akhirnya mendapatkan apartemen yang dia inginkan. Dekat dengan tempat kerja part timenya sebagai guru vocal di tempat kursus musik milik Sungmin dan kampus tempatnya menimba ilmu untuk mendapatkan gelar magister musik. Cita-cita Kyuhyun sebagai pengajar semakin kuat sehingga dia meneruskan pendidikannya sambil berusaha mandiri dengan bekerja part time.

Terlihat tidak ada yang salah bukan?

Lalu mengapa Siwon menjadi cemas dengan keadaan kekasihnya tersebut?

Sederhana saja. Siwon mengerti betapa sulitnya berpisah dari orang yang dia sayangi. Terlebih lagi hampir seluruh hidupnya, Kyuhyun tidak pernah berpisah dengan kedua orang tuanya. Hanya beberapa waktu belakangan ini, pekerjaan Kangin benar-benar menyita waktunya untuk bisa bersama dengan Kyuhyun.

Perpisahan itu mungkin bisa diatasi dengan keberadaan Kyuhyun di rumahnya. Kyuhyun masih bisa merasakan kehadiran kedua orang tuanya di rumah lama mereka. Tetapi Kyuhyun menampik itu semua dengan alasan kemandirian.

Kemandirian yang sempat ditolak kedua orang tuanya tapi dengan gigihnya Kyuhyun mencoba menggoyahkan kerasnya hati sang ayah sampai akhirnya dia mendapatkan restu untuk bisa berdiri di atas kedua kakinya sendiri.

Dan sekarang, apakah Siwon merasa Kyuhyun menyesal dengan keputusannya? Bukan, bukan itu. Siwon tahu kekasihnya tidak pernah menyesali keputusan yang sudah diambilnya sendiri. Siwon hanya khawatir hati lembut Kyuhyun merasa sedih dan bersalah karena sudah membuat Kangin dan Leeteuk sedih karena menganggap mereka tidak memiliki cukup waktu sehingga Kyuhyun memilih menjaih dari keduanya. Gadisnya terlalu keras kepada dirinya sendiri sampai terkadang dia membutakan dirinya sendiri bahwa Kangin dan Leeteuk sama sekali tidak merasa demikian.

Sedih mungkin, namun keduanya cukup mengerti bahwa sudah waktunya putri kecil mereka untuk dewasa. Sudah waktunya Kyuhyun menentukan jalan hidupnya sendiri.

Siwon tahu. Siwon paham perasaan Kangin dan Leeteuk karena…

Karena keduanya menitipkan Kyuhyun kepadanya.

“Argh! Sial! Ini semua gara-gara mommy! Aku jadi kepikiran Kyuhyun terus.” Gerutu Siwon kesal karena kedatangan Jiyong membuatnya mengingat Kyuhyun yang pasti sedang merindukan kedua orang tuanya, sama seperti dirinya yang begitu merindukan Jiyong dan Seunghyun serta kedua adiknya, Minho dan Suho.

“Sial!” umpatnya sekali lagi sebelum bangkit dari tempat tidur dan bergegas meninggalkan apartemennya menuju apartemen Kyuhyun.

.

.

.

“Kyu?” panggil Siwon tatkala dia mendapati kegelapan menyelimuti pandangan matanya saat Siwon membuka pintu apartemen Kyuhyun dengan kunci cadangan dan password yang diberikan oleh Kyuhyun kemarin.

Perlahan, Siwon melangkah memasuki apartemen Kyuhyun. Siwon belum tahu seluk beluk apartemen Kyuhyun. Dia hanya satu kali memasuki apartemen ini saat dia mengantarkan Kyuhyun melihat-lihat apartemen.

“Kyu.” Panggil Siwon sekali lagi, kali ini dengan lebih keras dari sebelumnya.

“Aku dibalkon Wonnie.” Satu seruan membuat Siwon mencari darimana asal suara tersebut. Hanya butuh semenit, akhirnya Siwon menemukan balkon yang dimaksud. Lelaki tinggi itu melihat sosok Kyuhyun yang menyandarkan tubuhnya di pagar balkon. Siwon tersenyum kecil sebelum membukan pintu yang membatasi ruang dalam apartemen dengan balkon tersebut.

Siwon berjalan mendekati Kyuhyun sampai tubuhnya hanya berjarak beberapa senti dari punggung Kyuhyun. Dengan pelan, Siwon melingkarkan kedua tangannya di pinggang dan bahu Kyuhyun sebelum pria itu mendaratkan satu kecupan manis di pelipis Kyuhyun.

“Hei.” Sahut Siwon lalu meletakan dagunya di bahu Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tersenyum mendapati kehangatan yang lama tak dia rasakan. Tangannya terulur ke lengan kekar milik pria yang sudah menangkap hatinya tersebut.

“Hei.” Balas Kyuhyun sebelum menolehkan wajahnya dan menatap iris hitam Siwon. Keduanya saling menatap sampai baik Siwon dan Kyuhyun mulai memajukan wajah mereka dan menempelkan kedua bibir mereka di bibir pasangan masing-masing.

Siwon dan Kyuhyun menikmati ciuman yang mereka bagi berdua, tidak ingin menghentikannya meski hal itu tidak mungkin. Keduanya butuh bernafas sehingga walau enggan, mereka berdua akhirnya melepas tautan tersebut.

I miss you baby.”

Me too.”

Dan keduanya lagi-lagi berbagi saliva, berusaha mendominasi bibir pasangannya, sehingga secara tak sadar Kyuhyun membalikkan tubuhnya agar bisa lebih leluasa memakan bibir joker Siwon. Terus seperti itu sampai udara lebih berkuasa dan memisahkan lagi kedua bibir yang menyatu itu.

Bibir keduanya tak sepenuhnya terlepas karena rasa rindu itu masih terlalu kuat untuk memisahkan keduanya. Baik Siwon dan Kyuhyun masih mengeratkan rengkuhan mereka, dengan kedua lengan Siwon yang rapi berada di pinggang Kyuhyun dan lengan Kyuhyun yang melingkari leher Siwon. Dahi dan bibir keduanya masih bersentuhan ringan sampai Kyuhyun mulai memainkan jari-jarinya di wajah tampan Siwon.

Mulai dari pipi, hidung, dagu, dahi dan kembali ke pipi, menangkupkan satu tangannya di pipi pria berlesung pipi itu. Siwon pun membalas perlakuan Kyuhyun terhadapnya dengan melepaskan satu lengannya dari pinggang Kyuhyun dan menggenggam erat tangan Kyuhyun yang berada di pipinya.

Siwon membawa tangan itu ke bibirnya dan mengecup telapak tangan Kyuhyun lalu mengecup punggung tangannya. Kyuhyun tersenyum melihat betapa lembutnya Siwon memperlakukannya. Dengan perlahan, Kyuhyun melepaskan tangannya yang diganggam oleh Siwon kemudian memeluk erat Siwon.

Kyuhyun menyembunyikan wajahnya di dada Siwon sementara Siwon meletakkan dagunya di pucuk kepala Kyuhyun, tak lupa sesekali memberikan ciuman kecil di rambut Kyuhyun.

Keduanya terdiam, menikmati kebersamaan mereka sampai Siwon membuka mulutnya dan berkata,

“Kau merindukan Kangin appa dan Leeteuk umma sayang?”

Kyuhyun mengangguk pelan.

“Kau sudah menghubungi mereka?”

“Umma.” Jawab Kyuhyun singkat, meski cukup jelas untuk menjawab pertanyaan Siwon.

“Kau sedih sayang?”

Kembali anggukan yang didapat oleh Siwon. Pelukan Siwon mengerat ketika jawaban itu yang diberikan oleh Kyuhyun.

“Mereka menyayangimu baby dan mereka tahu kau pun menyayangi mereka. Jangan membuat keduanya cemas dengan putri cantik mereka dengan kesedihanmu sayang. Buat mereka tenang dengan membuktikan bahwa putri mereka baik-baik saja, baik fisik maupun hatinya.”

“Wonnie…”

“Ada aku disini sayang. Kita akan menghadapi semua masalah bersama. Kau dengar?”

Kali ini bukan anggukan lagi yang menjadi jawaban Siwon, tetapi Siwon merasakan pelukan Kyuhyun ikut mengerat sepertinya dan kaosnya yang sedikit basah di bagian dada.

Siwon tersenyum simpul. Kyuhyunnya hanya memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungannya sekarang dan Siwon yakin Kyuhyun mampu melewati fase ini. Lagipula ada dirinya. Mereka berdua akan saling menguatkan satu sama lain.

Tampaknya aku akan mengikuti saran umma untuk sering berkunjung. Gadis lucuku ini butuh suasana ramai dirumah gila itu.

.

.

.

You are born into your family and your family is born into you. No returns. No exchanges. – Elizabeth Berg

END

.

.

.

OMAKE

“Bagaimana tadi Kris?” pertanyaan Kibum mengagetkan Kris yang baru saja pulang dari kencannya dengan Suho.

Kencan. Untuk Kris mungkin itu kencan, untuk Suho lebih tepatnya makan dan hadiah gratis karena merayakan ulang tahunnya.

Apapun itu, hari ini Kris sangat senang karena Suho juga senang. Kris merasa hatinya berbunga-bunga dan melambung tinggi ketika melihat senyum manis Suho begitu melihat hadiah yang dia berikan kepadanya, sebuah boneka kelinci ukuran besar. Boneka kelinci yang diinginkan Suho namun tak bisa dia dapatkan karena sudah terjual habis.

Hadiah yang bisa Kris peroleh karena bantuan seseorang.

Bantuan dari Kibum.

Hadiah yang Kris berikan kepada Suho adalah boneka kelinci besar yang seharusnya menjadi milik Kibum setelah dia menunggu selama satu setengah bulan sejak pemesanannya. Namun begitu boneka itu Kibum relakan untuk diberikan kepada Kris dengan harapan sang adik bisa merasakan ketulusan hatinya ingin menjalin hubungan persaudaraan dengan Kris.

“Kris?” panggilan Kibum kembali menyentakan Kris dari lamunannya. Kris menatap Kibum dan berdeham kencang sebelum mengalihkan pandangannya. Pemuda itu tidak menjawab dan justru langsung berjalan memasuki rumah mereka membuat Kibum menatap sedih punggung Kris yang menjauh darinya.

Kibum menundukkan kepalanya, bermaksud menyembunykan airmatanya yang sebentar lagi tumpah saat dia mendengar bisikan dari Kris.

“Terima kasih… Noona…” dan pemuda itu berlalu dari hadapan Kibum.

Kali ini tatapan Kibum bukanlah tatapan nelangsa yang kerap dia arahkan kepada Kris. Kali ini Kibum mampu tersenyum lebar dan meyakinkan dirinya untuk bisa berusaha lebih keras lagi.

Ya. Kibum akan berusaha agar impiannya memiliki keluarga yang harmonis bisa terwujud.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Huehehe… Nao makin lama makin ngelindur kalo ngetik \_~(˘▾˘~) Muup kalo OS ini lebih absurd dari yang sebelumnya. Nao hanya ingin menumpahkan yang ada dalam otak Nao.

Anyway, Mei untuk Nao lebih pas untuk bercerita tentang Family. Kebetulan Nao dapat ide setelah nonton R**ning M*n dan disitu dikasih tahu bahwa bulan Mei adalah bulannya keluarga so this is it.

Itu aja. Gomen untuk typos and all mistake amazing readers.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements