Tags

, , , , ,

Title : Red Tails 3

Pairing : WonKyu, YunJae, KangMin, and possible other pairings and charas

Disclaimer : all casts are belong to their self and God and Ryūhei Tamura as the mangaka of Beelzebub (Red Tails)

Inspired : Red Tails Ladies Gang from Manga Beelzebub by Ryūhei Tamura

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, Romance, Attempt humor.

Summary : Red Tails, geng wanita terkuat di daerah Seoul. Tak ada satu berandalan sekolah pun yang berani melawan mereka. Mereka tak kenal ampun ketika menghajar lawan-lawan mereka. Lalu apa jadinya jika ketiga pendiri Red Tails jatuh cinta? -___-a

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Ya, Siwon dengan berani atau nekad mungkin, mencium pipi mulus nan gembil milik Kyuhyun.

Setelah berhasil mencuri ciuman pipi itu, Siwon segera lari meninggalkan ketiga gadis yang terperangah, dua pemuda yang memukul dahinya sendiri dan sekumpulan siswa-siswi yang terpaku, beku karena baru saja menyaksikan ratu mereka, ketua utama Red Tails, pemimpin geng wanita paling ditakuti, dicium pipinya oleh pemuda asing.

Sementara bagaimana dengan Kyuhyun sendiri? Gadis itu sangat kaget sampai tidak bergerak sedikit pun. Dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa karena ini pertama kali ada seorang pemuda menciumnya. Kyuhyun memegangi pipi bekas ciuman singkat Siwon dan hal yang tak terduga pun terjadi.

Blush.

Wajah Kyuhyun memerah sempurna.

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Hei, tolong kembalikan 1000 WON yang kemarin kau pinjam!” teriak seorang siswa yang menagih hutang kepada seorang siswa lainnya. Baru saja di siswa yang ditagih ingin membalas, percakapan mereka berdua terhenti karena,

Whussh!!

Sebuah sabetan pedang kayu membelah udara di antara kedua siswa tersebut. Mungkin jika itu hanya sabetan biasa, mereka tidak akan ketakutan. Hanya saja sabetan yang membuat tubuh keduanya bergetar mampu membuat lukisan besar yang sengaja dipasang sekolah di dekat mereka, kini terbelah menjadi dua.

Keduanya dengan mata terbelalak takut, menoleh ke samping dan melihat seorang gadis berambut ikal kecoklatan yang dikuncir seperti buntut kuda dengan warna mata yang senada dengan rambutnya, memandang mereka dengan tajam. Pedang kayu yang disabetkannya tadi sudah tersampir di bahunya.

“Jangan sebut nama orang itu dihadapanku kalau kalian berdua masih ingin hidup.” Ancamnya yang langsung membuat kedua siswa ketakutan itu mengangguk kuat-kuat. Setelah gadis yang sudah pasti Kyuhyun itu puas, dia langsung beranjak pergi meski masih terlihat kekesalan yang sangat besar dari aura tubuhnya.

“Maafkan dia ya. Dia sedang… Ya kalian tahu sendiri.” Ucap Jaejoong sambil tersenyum. Namun bukannya terpesona, kedua siswa tersebut justru langsung lari setelah melihat senyum Jaejoong, membuat gadis berambut pirang itu menatap mereka heran. Sementara Sungmin, terkekeh melihat tampang bingung Jaejoong yang semakin menambah kecantikannya namun tidak mampu membuat satu pemuda pun mendekatinya.

“Apa aku sebegitu menakutkannya Minnie sampai mereka berdua kabur setelah melihat senyumku?” tanya Jaejoong polos.

“Mereka bukan kabur karena senyummu eonnie, tapi mereka kabur karena the hard beauty yang tersenyum kepada mereka.” Jawab Sungmin.

“Bukannya dia juga aku.”

Exactly my point.”

“Kalau begini caranya rasanya mimpiku untuk bisa memiliki kekasih masih akan menjadi mimpi.”

“Benarkah? Bukannya eonnie menyukai teman pemuda yang kemarin itu?”

“Yang mana Minn…” perkataan Jaejoong terhenti ketika dia dan Sungmin kembali mendengar seorang siswa mengucapkan kata tabu di depan Kyuhyun.

“Aku sepertinya terlalu banyak memasukan miWON di bekal makan siangku. Rasanya aneh.”

Splat!!

“Berani kau sebut namanya lagi, aku pastikan wajahmu tidak akan dikenali lagi.” Ancam Kyuhyun membuat siswa yang baru saja menyantap sesuap makan siangnya itu bergetar ketakutan sampai-sampai sendok berisi makanannya tercecer mengenai baju dan sedikit celananya.

Kyuhyun memandang siswa itu dengan tatapan membunuh sampai telinga tajamnya mendengar seorang berteriak dengan kata tabu yang paling dia benci itu.

Oh my God! I WON the ticket concert I’ve been dying to see!! Aku punya dua tiket lagi!!”

Tap!!

“Coba katakan lagi jika kau mau lidahmu menghilang.” Ancam Kyuhyun dan kali ini dia langsung mencengkram rahang seorang pemuda yang sudah ketakutan setengah hidup karena delikan mata Kyuhyun.

Jaejoong dan Sungmin menghela nafas sembari menggelengkan kepala mereka berdua. Tampaknya Kyuhyun akan mengancam siapa saja yang mengatakan kata ‘Won’, kata terakhir dari nama Siwon, pemuda yang dengan beraninya mencium pipi Kyuhyun.

“Kyunnie akan seperti ini sampai dia membalas dendam kepada pemuda itu, bukan begitu Minnie?”

“Tampaknya begitu eonnie. Hanya saja, Kyuhyun uring-uringan seperti itu karena tidak bertemu dengan pemuda itu.”

“Kemana dia ya? Dan sampai kapan kita akan memanggil pemuda itu dengan ‘pemuda itu’ Minnie? Kenapa kita tidak panggil dengan namanya saja? SiWON bukan?” ucap Jaejoong santai dan tidak menyadari adanya aura gelap sampai ujung pedang Kyuhyun berada tepat di ujung hidungnya.

“Apa katamu tadi eonnie?” Tanya Kyuhyun dengan nada suara sedingin mungkin membuat Jaejoong sedikit terkejut, namun bukan Jaejoong namanya jika tidak bisa mengendalikan Kyuhyun.

Dengan senyum manis merekah di wajahnya, Jaejoong mengeluarkan sebuah PSP dari tas sekolahnya. Kedua mata Kyuhyun langsung berubah menjadi tatapan senang ketika melihat benda berwarna hitam itu.

“PSP keluaran terbaru!!” pekik Kyuhyun layaknya gadis yang melihat idola mereka. Pekikan Kyuhyun kontan saja membuat semua siswa dan siswi menoleh ke arah ketiganya. Mereka tidak percaya bisa mendengar pekikan seorang gadis dari berandalan wanita nomor satu itu.

Sementara itu, Jaejoong menggoyang-goyang PSP itu ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah sementara mata Kyuhyun mengikuti arah goyangan PSP itu. Dia sedikit menggoda Kyuhyun yang menurutnya sangat manis jika bersikap seperti sekarang.

“Kau mau ini Kyunnie baby?” Tanya Jaejoong seperti berbicara kepada anak kecil atau mungkin lebih tepatnya seperti tuan dengan binatang peliharaan kesayangan.

“Mau eonnie. Kyunnie mau.” Ucapnya manis. Jaejoong memekik senang mendengar Kyuhyun yang bersikap layaknya seorang gadis dan dengan mudahnya gadis pecinta gajah itu memberikan PSP yang memang sengaja di belinya untuk Kyuhyun dengan segera.

Keduanya lalu terlibat obrolan layaknya gadis-gadis yang membicarakan fashion terbaru atau membicarakan idola baru yang debut. Sungmin yang menatap kedua sahabatnya itu hanya mampu menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya sekali lagi.

Sampai sekarang Sungmin masih penasaran, kenapa semua orang begitu takut kepada mereka bertiga padahal ketiganya tak lebih dari gadis biasa? (Nao: siapa juga yang tidak takut jika kalian bawa-bawa senjata ke sekolah. KyuJaeMin: URUSAI!!)

Sementara di dalam salah satu ruang kelas tiga, tampak tiga pemuda tinggi dan tampan sedang berbicang dan sesekali bercanda satu sama lain. Mereka sama sekali tidak sadar bahwa tingkah laku mereka tempo hari menyebabkan seorang gadis sekarang uring-uringan dan kedua sahabatnya kesulitan menenangkannya.

Tapi mari lupakan tiga gadis tersebut dan kembali ke tiga pria tampan tadi.

Apa yang mereka bicarakan sampai salah seorang dengan lesung pipi terlihat senang sekali?

“Hyung! Pokoknya aku mau Kyunnie jadi pacarku! Dia cocok dengan keinginan Dongwook hyung!”

“Siwon-ah, Dongwook ingin kau mendapatkan seseorang yang mampu menjagamu itu bukan dalam artian bahwa gadis itu harus kuat, tapi dia ingin gadis itu mampu menjadi sosok yang bisa diandalkan.” Nasihat Yunho, berusaha membuat Siwon mengerti maksud pesan terakhir dari seseorang yang disebut Dongwwok hyung atau Choi Dongwook, kakak kandung Siwon dan mendiang sahabat Yunho dan Kangin.

“Kyunnie itu bisa diandalkan hyung! Kau tak lihat dia mampu memimpin sekolah? Padahal dia perempuan, tapi sanggup membuat setiap pemuda disini segan dan menghormatinya.”

“Lebih tepatnya takut kepada gadis itu.” Gumam Yunho.

“Apa tadi hyung?”

“Ah tidak.”

“Pokoknya aku ingin mengabulkan pesan terakhir Dongwook hyung dan Kyunnie lah jawabannya.” ujar Siwon bersikeras lalu pergi dari kelas Kangin dan Yunho. Tingkahnya sekarang sama saja seperti bocah berumur lima tahun yang bersikukuh ingin mendapatkan mainan yang diinginkannya.

“Sudahlah Yun, percuma kau berdebat dengannya. Biarkan saja.” Sahut Kangin mencoba menengahi perdebatan antara Yunho dan Siwon.

“Tapi Kangin, aku takut nanti jika gadis itu menolaknya, Siwon akan…”

“Akan patah hati dan melakukan hal bodoh seperti yang dilakukan oleh Dongwook. Begitu maksudmu?” sela Kangin tak membiarkan Yunho meneruskan perkataannya. Kangin pun menghela nafas panjang begitu dia melihat Yunho yang membisu.

Berarti dugaannya tadi bahwa Yunho berpikiran bahwa Siwon sama seperti mendiang Dongwook, benar adanya. Kangin menghela nafas lagi lalu meletakkan tangannya di bahu Yunho.

“Yun, Siwon takkan melakukan hal itu. Dia sudah berjanji kepada Dongwook akan menjalani hidup dengan semestinya. Lagipula dia punya kita. Kau dan aku sobat, kita tidak akan membiarkan adik kecil kita itu ditolak oleh gadis pujaannya bukan? Kita akan seratus persen mendukung kisah cinta Siwonnie.” Ucap Kangin tegas. Yunho menatap sahabatnya itu sesaat sebelum memutar matanya malas dan berkata,

“Terserah. Jika dia terpuruk karena cinta, aku akan menyalahkanmu.” Sungutnya kesal karena tak bisa membantah ucapan Kangin tadi.

Whatever.” Sahut Kangin juga tak perduli dengan perkataan sengit Yunho.

Keduanya baru saja akan berdiri dan menyusul Siwon ketika ponsel Yunho berdering. Yunho menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya.

“Yoboseyo.”

“…..”

“Ah! Seunghyun hyung!”

“…..”

“Ya, Siwon baik-baik saja di sekolah barunya. Tidak, dia tidak berbuat onar, justru dia terlihat seperti siswa normal seperti yang lainnya.”

“…..”

“Tentu hyung. Kami akan mengawasi Siwon agar identitasnya sebagai adik seorang yakuza tidak ketahuan oleh yang lainnya.”

“…..”

“Baik hyung. Tenang saja. Oke.” Ujar Yunho mengakhiri percakapan antara dirinya dengan Choi Seunghyun, kakak pertama Siwon.

Adalah sebuah rahasia jika kakak dari Siwon tersebut adalah yakuza yang paling ditakuti dan berkuasa di Jepang bahkan sampai Korea. Karena alasan itulah, Seunghyun mempunyai banyak musuh dan selalu menjadi incaran pembunuh bayaran yang diutus oleh saingannya karena masalah perebutan kekuasaan.

Awalnya Seunghyun mampu menangani semua tindakan keji musuhnya, namun peristiwa tewasnya Dongwook yang secara tidak langsung karena ulah para musuh Seunghyun membuat Seunghyun menjadi overprotective dengan satu-satunya keluarga yang dia miliki yaitu Siwon. Itulah alasan mengapa Siwon pindah sekolah ke negara ayah mereka agar memastikan Siwon selamat.

Tidak lupa Seunghyun mengirim kedua sahabat Dongwook yang juga merupakan anak buah kepercayaan Seunghyun, Yunho dan Kangin, untuk menemani dan menjaga Siwon. Keduanya, meski sangat muda, sudah menjadi andalan Seunghyun sejak dia mulai memimpin klan mereka.

Seunghyun merasa meski Siwon tak perlu dijaga oleh keduanya karena Siwon sendiri sudah seperti mesin pembunuh disaat dia terdesak, tetap saja Seunghyun khawatir jika ada yang mencoba menculik bahkan membunuh Siwon hanya karena ingin melihat Seunghyun jatuh.

Maka, sejak kematian tragis Dongwook, tugas Yunho dan Kangin sekarang menjadi baby sitter adik seorang yakuza.

“Tumben Seunghyun hyung menghubungi kita.” Sahut Yunho berkomentar dengan panggilan mendadak dari Seunghyun. Memang sejak Siwon dipindahkan ke Korea oleh Seunghyun, pria berwajah dingin itu sangat jarang menghubungi Yunho dan Kangin bahkan Siwon sendiri. Seunghyun ingin meminimalisir hubungannya dengan Siwon walau yakuza yang bisa dikategorikan kejam itu begitu merindukan Siwon.

“Sepertinya insiden dengan gadis itu sampai di telinganya dan Seunghyun hyung panik jika Siwon terlibat masalah.” Timpal Kangin yang diangguki oleh Yunho.

“Dasar brother complex. Siwon mampu menjaga dirinya sendiri.” Cibir Yunho mengkritisi tindakan Seunghyun yang diluar nalar itu. Jika dia memang rindu, lebih baik Seunghyun datang dan melihat keadaan Siwon secara langsung saja.

Look who’s talking. Tadi bukannya kau juga begitu mengkhawatirkan bocah itu?” olok Kangin dan menertawakan Yunho.

“Diam kau rakun gendut!” ejek Yunho marah tak terima diolok oleh Kangin.

“Musang jadi-jadian!” balas Kangin sengit dan tak perlu menunggu lama, keduanya terlibat adu mulut, saling mengejek seperti anak kecil yang bertengkar memperebutkan permen.

Selagi keduanya sibuk dengan perdebatan kekanak-kanakan mereka, Siwon kembali lagi ke kelas mereka sambil mengatakan,

“Hyung! Aku pergi ke kelasnya Kyunnie dulu ya. Aku ingin mengajaknya pulang bersama. Bye.” Lalu berlalu lagi dari kelas Yunho dan Kangin.

Bye.” Balas keduanya sampai,

…..

“SIWON!!” teriak Yunho dan Kangin lalu mengejar Siwon ke kelas Kyuhyun.

Sementara itu di kelas Kyuhyun, kelas 1-A, tampak Kyuhyun yang begitu menyeramkan karena bad mood dengan tingkah para siswa yang selalu menyebut nama Siwon. (Nao: padahal mereka tidak menyebut nama Siwon sama sekali. Someone is in denial – Kyuhyun: Oh, do shut up!)

Kyuhyun kesal karena pemuda kurang ajar bernama Siwon itu sudah mengganggu pikirannya sejak dia mencium Kyuhyun.

“Lihat saja, jika aku bertemu lagi dengan kuda sialan itu, akan aku habi…”

“Kyunnie baby!!” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, orang yang sedang dia sumpah serapahi sudah berdiri dengan senyuman manis berlesung pipi yang mampu membuat semua gadis terkulai lemas. Semua gadis kecuali Kyuhyun.

Ya, paling tidak untuk saat ini.

“KAU!!!”

“Ya, ini aku. Siwonniemu yang paling tampan.” Ucap Siwon dengan percaya diri tingkat dewa.

“KAU!! Berani kau datang ke kelasku!!!” raung Kyuhyun dan dengan segera mendekati Siwon dengan membawa serta pedangnya. Kyuhyun langsung mengayunkan pedang kayunya itu, tapi tentu saja dengan mudah ditangkap oleh Siwon.

Dengan cekatan, Siwon merebut pedang kayu milik Kyuhyun lalu memperangkap Kyuhyun dalam dekapannya. Senyum Siwon tak pernah luntur meski ditatap tajam oleh Kyuhyun.

“Lepaskan aku brengsek!! Lepaskan atau kau akan menyesal!!” ancam Kyuhyun sambil berusaha melepaskan diri namun tenaga dan kuncian Siwon bukan tandingan Kyuhyun. Semakin Kyuhyun mencoba melepaskan diri semakin kuat dan erat kuncian Siwon.

Siwon mulai mendekati wajah Kyuhyun dan tiba-tiba mengecup Kyuhyun. Jika waktu itu Siwon mengecup pipi mulus Kyuhyun sekarang Siwon lebih berani lagi karena dia mengecup bibir Kyuhyun walau sekilas. Sontak saja mata Kyuhyun membulat sempurna dan wajahnya memerah. Kyuhyun terlalu kaget dengan tingkah Siwon sampai dia tak sadar Siwon dengan mudahnya mengangkat tubuhnya dan memanggul tubuh Kyuhyun di bahunya seperti sedang membawa sebuah kantung beras.

“TURUNKAN AKU KUDA SIALAN!!!” teriak Kyuhyun begitu dia sadar matanya bertatapan langsung dengan punggung Siwon.

“Kalau aku menurunkanmu baby, nanti kau jatuh, Lagipula aku hanya ingin pulang bersamamu.”

“AKU TAK MAU PULANG DENGANMU!!!”

“Oh baby, tidak baik menolak permintaan kekasih sendiri. Kau tenang saja disana ya baby. Siwonniemu ini akan mengantarmu pulang dengan selamat.”

“AKU BUKAN KEKASIHMU CHOI ‘BODOH’ SIWON!!!”

“Ah! Akhirnya kau menyebut namaku baby. Aku yakin kau memang hanya malu dengan hubungan kita.”

“ARGH!!!” teriakan itu menjadi teriakan kesekian kalinya dan bukan menjadi yang terakhir karena serentetan teriakan memaki Siwon masih terus terdengar. Namun pemuda yang diteriaki oleh berandalan wanita nomor satu itu, terlihat tenang dan terus membopong Kyuhyun ke arah motor yang dia parkir dekat gerbang belakang sekolah.

Semoga tidak terjadi apapun dengan keduanya. Ya, semoga saja.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : RePost again!! Setelah yang ini, nge-postnya akan rada lama dikit karena memang baru sampai chapter ini aja… >0<

Atau mungkin TBCnya diganti ama END aja kali yak… Nao akan bebaskan amazing readers untuk berimajinasi ala Spongebob tentang endingnya XD #siap2dihajar

Hope this is still make sense. Anyway, enjoy this one, gomen for the typos and all, and…

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae and KrisHo 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements