Tags

, , , ,

Title : One Year Of Love

June : Love & Marriage, Which One?

Pairing/Charas : WonKyu, A bit KrisHo, GTop, LuMin

Genre : Romance (I think)

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : My own interpretation and imagination

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, A Collection of One-Shot or even Drabble

Series : January – Is It New Love? | February – Shortcut To Love | March – Beginners Love | April – A Fool’s Love | May – Love, Me, And Family

( 。・_・。)(。・_・。 )

June’s Bride

Ada yang pernah mendengar istilah tersebut?

Aku pernah.

Dari buku, obrolan singkat dengan teman dan kolega, acara televisi dan banyak media lain yang memberitahuku tentang istilah tersebut.

Dan sekarang, aku menyaksikan langsung mengapa Juni dipilih untuk mendampingi kata mempelai wanita.

Ceria, bahagia, mempesona, dan indah.

Itulah yang aku tangkap dari aura mempelai wanita yang sedang membelakangi kami, para wanita single, bersiap untuk melemparkan buket bunga pengatin. Buket yang ditunggu-tunggu para single ladies karena dipercaya bagi siapa yang mendapatkannya akan menjadi mempelai berikutnya.

Jika demikian, mengapa aku, yang masih mempertanyakan kesiapanku untuk menikah, berada disini?

Tanyakan kepada ibu dari kekasihku yang sedang menatapku bagaikan elang yang sedang mengamati mangsanya.

Ya, anggap saja jawabannya adalah…

Aku masih ingin hidup tenang.

.

.

.

“Siap ya semua. Akan aku lempar buket ini. Satu… Dua… Tiga”

Syutt.

Tap.

“Kya! Kyunnie! Kau berhasil sayang!”

Seruan penuh kegembiraan itu tak sejalan dengan pandangan iri dari semua wanita lajang yang ingin mendapatkan buket tersebut. Terlebih lagi, kala wanita yang beruntung mendapatkan buket itu justru terlihat tak senang telah mendapatkan hadiah yang paling diinginkan semua wanita lajang tersebut. Pandangan iri itu semakin membara sampai ada yang ingin membolongi tubuh wanita lucky tersebut kala dia menyodorkan buket itu ke salah satu wanita yang berada di dekatnya dan berkata,

“Kamu mau ini?”

“YAH!! KYUNNIE!!”

.

.

.

“Kau baik-baik saja baby?”

“Telingaku sakit Wonnie.”

“Hhh… Kamu juga sih… Sudah tahu mommyku seperti itu, masih saja kamu menguji tingkat keanehannya.”

“Aku tidak mengerti apa yang spesial dari sebuah buket pengantin Wonnie sampai-sampai para wanita itu rela berdesakan dan saling dorong hanya untuk mendapatkan buket ini. Lihat saja, pakaianku kusut dan buket bunga ini juga hancur. Benar-benar menggelikan.”

Gerutuan Kyuhyun terus mengalir bahkan ketika dengan lembut Siwon mengusap punggung Kyuhyun, berharap sentuhannya bisa menenangkan hati Kyuhyun yang kesal karena dipaksa oleh Jiyong untuk ikut serta dalam acara lempar buket bunga pengantin tadi.

Siwon menghela nafas panjang melihat wajah cemberut Kyuhyun yang justru menonjolkan keimutan kekasihnya tersebut. Saking imutnya, jika saja dia tidak berada di tengah lingkungan keluarga Luhan, pemain gitar di bandnya, dan Minseok, sang mempelai wanita istri dari Luhan, maka Siwon akan langsung meraup bibir ranum yang mengerucut maju tersebut.

Lupakan pikiran mesum Siwon tadi. Kembali ke isu awal mengapa sampai Kyuhyun sekesal sekarang. Alasannya adalah jelas Choi Jiyong, ibunda Siwon.

Wanita cantik nan elegan itu memaksa Kyuhyun untuk tidak saja datang ke pernikahan Luhan dan Minseok disaat Kyuhyun sedang sibuk dengan pekerjaannya namun Kyuhyun harus mau ikut serta dalam acara lempar buket bunga pengantin.

Jiyong ingin Kyuhyun ikut acara tersebut karena dia percaya jika Kyuhyun mendapatkan buket bunga tersebut, maka tak lama Siwon dan Kyuhyun akan segera menikah. Dan hal tersebut yang diimpikan oleh Jiyong. Melihat putra sulungnya menikah dengan gadis yang sangat disetujui oleh Jiyong dan suaminya, Seunghyun.

Jiyong tahu bahwa Kyuhyun adalah pilihan terbaik untuk Siwon terlebih lagi kedunya sangat mencintai satu sama lain. So

Untuk apa menunda pernikahan jika mereka sudah siap?

Itulah yang ada dalam benak Jiyong.

Lain Jiyong lain Kyuhyun.

Kyuhyun belum siap untuk menikah.

Bukan berarti dia tidak sungguh-sungguh mencintai Siwon, oh tentu saja bukan karena itu. Kyuhyun sangat mencintai Siwon sampai dia merasa takut jika Siwon adalah mimpi terindah yang suatu saat akan buyar karena Kyuhyun terbangun dari tidurnya.

Kyuhyun begitu mencintai Siwon sampai dia tidak tahu darimana perasaan sebesar itu begitu mudah berkembang dengan cepat dalam hatinya, membuatnya panik jika suatu saat Siwon berpikir ulang dan tidak jatuh cinta kepada dirinya lagi.

Ya.

Kyuhyun belum siap untuk menikah karena dia belum siap jika suatu saat Siwon berhenti mencintainya dan memilih pergi dari hidupnya.

Bagi Kyuhyun, jika dia menikah dengan Siwon maka Kyuhyun akan memberikan seluruh dirinya kepada Siwon tanpa terkecuali. Tubuhnya, hatinya, jiwanya.

Semua hanya untuk Siwon.

Jika demikian, bayangkan jika Siwon tiba-tiba tidak memiliki perasaan lagi kepadanya. Ketika saat itu tiba, hati Kyuhyun akan lebih hancur daripada ketika dia berpisah dengan Changmin dulu. Hatinya tidak akan pernah pulih jika Siwon memilih pergi darinya.

Jadi, Kyuhyun memilih untuk merasakan kasih sayang Siwon seperti sekarang. Menikmati kebersamaan antara dia dan Siwon, sampai Kyuhyun yakin bahwa dirinya sanggup menghadapi apapun yang masa depan akan berikan kepadanya.

“Baby, ayo kita pulang saja.” Ajakan Siwon tersebut membuat Kyuhyun memanglingkan wajahnya ke arah pria tampan tersebut.

“Huh?”

“Kita pulang. Kau benar sayang, sekarang ini kau terlihat berantakan sekali. Lebih baik kita pulang ke apartemenmu agar kau bisa membersihkan dirimu lalu kita bersantai sambil nonton dvd.”

“Wonnie… Ini adalah pernikahan teman satu bandmu. Apalagi kau pendamping mempelai pria. Tidak sopan jika kau pergi sekarang.”

“Tidak masalah. Kalian pulanglah. Nanti aku yang bilang ke Jiyong ahjumma kalau kau pulang lebih dulu hyung.” Sahut Luhan tiba-tiba. Luhan terlihat tampan dengan setelan jas putih bersanding dengan Minseok yang terlihat begitu cantik mempesona dengan gaun putihnya. Keduanya berdiri sambil bergandengan, tersenyum bahagia ke arah Siwon dan Kyuhyun.

Kyuhyun memandang sesaat ke arah Luhan dan Minseok. Bibirnya terkunci karena dia terkesima dengan aura kebahagiaan keduanya. Dalam hatinya Kyuhyun sedikit merasa iri karena dalam usia yang terbilang muda, keduanya sudah siap menjalani hidup berdua, tidak takut akan apa yang akan terjadi nanti.

“Benarkah Lu? Karena aku ingin pulang sekarang.” suara Siwon lagi-lagi membuyarkan lamnunan Kyuhyun. Wajah cantik itu kembali menoleh dan mendapati Siwon tersenyum menunjukkan lesung pipinya kepada Luhan dan Minseok.

“Ya hyung. Pulang saja. Kelihatannya Kyuhyun noona juga sudah letih.”

Ctik!

Tunggu dulu…

“Noona? Tunggu sebentar Luhan-ssi, kau lebih tua daripada aku. Seharusnya aku yang memanggilmu oppa.”

True. Tetapi noona akan menjadi istri Siwon hyung. Jadi sudah sewajarnya aku memanggil kakak iparku dengan noona. Bukan begitu Seokie?”

“Ya. Benar sekali. Unnie sebentar lagi akan menikah dengan Siwon oppa karena unnie sudah berhasil mengambil buket bungaku. Ah! Senangnya!”

Ctik!

“Uh-oh… Lu, Seokie-ya, lebih baik kalian lekas pergi. Karena kalau tidak..” ingat Siwon karena dia merasakan hal buruk akan datang. Namun sayang, peringatannya datang terlambat karena Kyuhyun…

“YAH!!! KALIAN BERDUA MAU JADI JANDA DAN DUDA HAH!!! SUDAH BOSAN HIDUP RUPANYA!!!”

…berteriak dengan lantangnya membuat semua orang menoleh ke arah mereka berempat.

.

.

.

“Kyu.”

“Hm?”

“Apa menikah denganku merupakan musibah untukmu?”

“…”

“Kau selalu mengelak jika ada yang membicarakan pernikahan dan kau terlihat tidak senang jika disandingkan denganku. Jadi… Apa kau tidak pernah memikirkan untuk menikah denganku?”

“Apa reaksimu jika jawabanku adalah ya?”

“…”

“Apa kau akan membenciku dan meninggalkanku Wonnie?”

“…”

“…”

“Kau ingin aku meninggalkanmu baby?”

“…”

“Baby.”

“Tidak.”

“Huh? Aku tidak dengar.”

“…”

“Hei, hei! Kenapa kau menangis sayang? Maafkan aku… Pasti karena ucapanku tadi. Kyu… Maafkan aku…”

“Wonnie… Aku bisa hancur jika kau meninggalkanku.”

“Baby…”

“Aku tidak tahu kapan aku bisa begitu mencintaimu tapi aku sudah jatuh terlalu dalam Wonnie. Aku tidak bisa naik lagi jika bukan kau yang mengulurkan tangan kepadaku.”

“Oh baby… Sshh… I’m sorry baby, I’m so sorry. I love you too. I love you too much until I can’t stand it to be apart from you just for a second. You know that. You can feel that. Jantung ini berdetak lebih cepat hanya untukmu.”

I know. My heart too.”

“Hei dengar. Jika kau belum siap dengan pernikahan, aku tidak akan pernah memaksamu. Aku mencintaimu Kyu. Aku selalu menunggu sampai kau siap untuk menjadi milikku seutuhnya. Aku akan terus menunggu. Aku janji.”

“Oh Siwonnie…”

.

.

.

Aku belum siap untuk menikah.

Belum.

Apalagi hubungan kami masih seumur jagung.

Tidak. Menikah adalah hal besar yang memerlukan pertimbangan baik-baik. Menikah bukan saja hanya tentang 2 orang namun masih banyak hal yang terkait dengan kata itu.

Keluarga, teman, masyarakat, banyak lainnya.

Akan tetapi…

Suatu saat aku akan menempuh jalan itu. Suatu saat aku akan memasang nama belakang calon suamiku dan aku berharap nama itu adalah nama belakangnya.

Choi Siwon.

Jangan salah, aku masih ragu. Wajar jika banyak pemikiran negatif bersarang di otakku yang terlalu bodoh jika menyangkut masalah yang satu itu. Akan tetapi keraguanku itu sedikit terkikis karena Siwon berjanji akan menungguku. Berjanji menungguku untuk siap menjadi miliknya. Seperti halnya aku siap menunggu aku bersedia menunggu, enunggu hati ini yakin dengan pilihanku Aku menunggu untuk menyerahkan seluruh hidupku untuknya.

Kenapa?

Karena aku mencintainya.

Aku sangat mencintainya seperti aku tahu dia pun mencintaiku.

Siwonlah yang membuka kunci hatiku ketika ia tertutup karena penolakan. Siwonlah yang mengisi hati kosong ini dengan kehangatan, kegembiraan, bahkan kekesalan karena sikap mesumnya itu. Siwonlah yang membuat jantungku kembali berdetak untuk bisa merasakan keberadaan orang lain, jantung lain yang berdetak untuk berjalan beriringan denganku.

Jadi, kali ini bukan karena rasa takut jika Siwon berpaling hati sehingga aku belum mau menikah.

Tidak.

Kali ini aku belum siap menikah karena…

“Kyuhyunnie… Sepertinya gaun ini cocok untuk menonjolkan kulitmu yang putih itu sayang. Oh, I love this. What do you think?”

His mom.

“Mommy! Aku mengundang Kyuhyun untuk makan malam bukan untuk mendengar ocehan mommy tentang gaun pernikahan. Lagipula kami masih ingin menikmati masa pacaran. So stop bothering my girlfriend over this sh**!”

“Choi Siwon! Language boy!”

Sorry dad. Lihat! Mommy membuatku ditegur daddy!”

“Tapi Wonnie…”

No. Enough is enough! Go and bother Suho. Aku lihat Suho masih terus bicara dengan Kris melalui ponselnya dan ini sudah satu jam lebih mommy. Mommy tahu sendiri kalau Suho bukan orang yang sanggup bicara selama itu melalui telepon. Dia…”

“Lebih suka bicara langsung. So it means… KYA!!! Suho mulai tertarik dengan Kris. Oh Suho!!”

“Ahahaha. Dengan ini mommy tidak akan mengganggumu lagi baby. Dia akan sibuk dengan Suho.”

You’re mean. You are so mean. Do you know that?”

I learn it from the best.”

I know. You learn to well it scared me.”

Tawa itu menjadi jawaban dari gerutuanku tentang sikap jahil Siwon terhadap Suho, adik perempuannya sendiri. Namun bukan tawa itu yang membuatku tersenyum kepadanya, melainkan sentuhan dari tangan dan lengannya yang terasa dipinggangku ketika Siwon mengajakku ke ruang keluarga kediaman Choi. Sentuhan itu adalah sentuhan hangat yang akan selalu aku dapatkan selama aku terus bersamanya. Selama dia terus bersamaku. Selama kami terus saling mencintai.

And you know what? Akan aku pastikan sentuhan itu terus ada selama yang aku mau.

Lalu bagaimana dengan pernikahan?

Ya, katakan saja, aku akan siap menikah dengannya jika dia pun siap untuk memberikan namanya untukku.

Aku hanya tinggal menunggu dirinya mengatakan,

Baby Kyu, would you do the honor of being my wife? Kyuhyunnie… Would you marry me?

That.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Wkwkwkwk… Apa ini? Ini adalah FF gaje (‾▿‾”) karena Nao kehabisan idea… Udah gitu hampir telat pula… Hadeuh…

Jadi, agar Nao masih bisa post sesuai jadwal, Nao angkat deh tema June’s Bride. Kira2 apa jawaban KyuMom yak?? I don’t know ┐(´_`)┌ *ditendang amazing readers*

Anyway, walau banyak aneh dan typosnya. Moga2 amazing readers masih suka dan bisa menikmati FF ini.

Bubye…

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements