Tags

, , , , , , , ,

Title : Hear Me 1

Pairing : StepBrother!KiHyun, Yunjae, Heechul, Possible WonKyu or SiBum??

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Genre : Romance, Angst, Family

Warning : Un-betaed, BL, AU, MPreg, Chara Death

Summary : Apapun akan aku lakukan untukmu asalkan kau bahagia. Namun, apakah kebahagiaanmu harus dengan penderitaanku? Biar bagaimana pun aku akan tetap menyayangimu.

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Mulai hari ini, rumah ini adalah rumahmu Kyuhyun” suara berat pria berumur sekitar 30 tahun itu diarahkan kepada anak laki-laki berumur 5 tahun yang berdiri dengan sedikit ketakutan dan memeluk kaki pria tersebut dengan erat. Pria itu tersenyum ramah dan mengusap lembut rambut anak bernama Kyuhyun tersebut. Kemudian dia dengan pelan melepaskan genggaman erat Kyuhyun dari kakinya dan menggendongnya. Pria itu membawa Kyuhyun masuk kedalam rumah megah tersebut menuju ruang tamu yang dia yakin sudah menunggu istri dan anak pertamanya.

Sesampainya mereka diruang tamu, pria tersebut menemukan istri tercintanya telah duduk dengan elegan dengan putra mereka yang berumur sama dengan Kyuhyun mungkin lebih tua beberapa bulan duduk disamping istrinya tersebut. Sang istri ketika melihat sang suami sudah pulang membawa anak yang mereka telah bicarakan sebelumnya hanya menatap mereka berdua dengan datar. Dia berdiri dan menghampiri Yunho dan Kyuhyun yang masih dalam gendongan Yunho.

“Inikah anak itu, Yun?” tanyanya datar walau sang suami bisa merasakan nada ketidaksukaan dari istrinya tersebut. Jung Yunho, nama lengkap pria tersebut, hanya bisa menghela nafasnya kecewa. Dia memang sudah menduga reaksi seperti ini yang akan keluar dari istrinya, Jung Jaejoong. Yunho tidak bisa menyalahkan sikap Jaejoong yang dingin seperti ini. Yunho tahu ini semua kesalahannya. Kesalahan dia di masa lalu. Dan sekarang dia mencoba memperbaiki itu semua walau Yunho tahu situasi ini akan semakin berat dan akan menguras seluruh tenaganya baik fisik maupun mental.

“Benar Jae, ini anakku. Namanya Kim Kyuhyun, tapi dia akan menjadi seorang Jung. Aku sudah mengurus semuanya. Minggu depan dia sudah bisa bersekolah di sekolah yang sama dengan Kibum.” Jelas Yunho mengharapkan ada sedikit respon positif dari istrinya ini. Namun Jaejoong hanya mengangguk pelan dan berbalik untuk menghampiri Kibum yang sedari tadi hanya terdiam menyaksikan kedua orangtuanya. Jaejoong mengulurkan tangannya kepada Kibum yang dengan segera disambut oleh Kibum. Mereka berdua meninggalkan Yunho dan Kyuhyun begitu saja tanpa satu patah kata pun. Hal ini membuat Yunho benar-benar sedih karena dia mengharapkan Jaejoong bisa mengerti situasinya. Tetapi, harapannya mungkin terlalu tinggi karena Yunho sadar Jaejoong juga hanya manusia biasa yang tidak sanggup jika harus dihadapkan pada situasi sekarang ini.

“Appa.” Yunho tersentak mendengar suara kecil Kyuhyun memanggilnya. Dia sepenuhnya sadar bahwa dia masih menggendong Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun dan tersenyum padanya.

“Ada apa sayang?” tanyanya lembut. Kyuhyun menatap Yunho dengan pandangan penuh tanda tanya dan kecemasan di bola mata coklatnya yang indah.

“Apa ahjucci itu membenci Kyunnie? Apa Kyunnie nakal?” Yunho tersenyum miris mendengar pertanyaan anak bungsunya itu. Sebelum Yunho menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia membawa Kyuhyun kesalah satu sofa dan mendudukannya. Yunho sendiri memilih duduk didepan Kyuhyun dan membelai lembut pipi tembemnya.

“Kyunnie jangan panggil ahjussi. Mulai hari ini, dia adalah ummamu Kyuhyun. Jadi panggil dia umma ya.” Kyuhyun hanya diam mencoba memahami perkataan Yunho.

“Tapi appa, dia membenci Kyunnie bukan?!”

“Tidak sayang. Ummamu hanya terlalu lelah. Nanti juga dia akan mau bermain denganmu dan pasti nanti dia akan memanjakanmu karena Kyuhyun anak baik.”

“Um.. tapi appa.. Umma Kyunnie hanya catu, dan umma Kyunnie cudah belcama Tuhan. Apa boleh Kyunnie punya umma balu?” Yunho lagi-lagi tersentak mendengar perkataan polos anak bungsunya ini. Mata Yunho langsung berkaca-kaca walau dia tidak akan membiarkan dirinya menangis didepan Kyuhyun.

Mendengar Kyuhyun berkata seperti itu membuat Yunho mengingat kembali kenangan pahit antara dirinya dengan ibu kandung Kyuhyun. Pria yang juga memiliki kelebihan seperti Jaejoong yang dapat melahirkan anak walau dia laki-laki adalah sahabat sekaligus kekasih Yunho. Yunho dan ibu kandung Kyuhyun, menjalin hubungan dibelakang Jaejoong yang waktu itu adalah tunangan Yunho. Yunho terus berhubungan dengan Kim Heechul, nama ibu Kyuhyun, tanpa menyadari bahwa Jaejoong telah mengandung anaknya selama dua bulan.

Ketika Jaejoong sadar bahwa dia sudah berbadan dua, dia sangat bahagia dan ingin memberitahu Yunho secepatnya. Yunho masih ingat betapa terkejutnya Jaejoong saat dia datang ke apartemen miliknya dan menemukannya tertidur dalam keadaan telanjang bersama Heechul. Jaejoong menangis dan berteriak marah karena pengkhiatan Yunho. Heechul sendiri juga tidak mampu berbuat apa-apa ketika tamparan-tamparan Jaejoong mendarat di pipi mulusnya itu. Hari itu merupakan hari terburuk dalam hidup mereka bertiga.

Jaejoong waktu itu sempat tidak mau meneruskan pertunangannya dengan Yunho. Jaejoong merasa hubungan yang dilandasi pengkhiatan tidak akan berlangsung lama. Namun dengan adanya kabar bahwa Jaejoong telah hamil dua bulan, secara spontan kedua orangtuanya meminta pertanggung jawaban dari Yunho. Yunho juga masih ingat bagaimana reaksi kedua orangtuanya mendengar hubungannya dengan Heechul dan berita kehamilan Jaejoong. Sebut saja reaksi keduanya membuat Yunho tidak bisa berbuat banyak selain menuruti permintaan orangtuanya dan orangtua Jaejoong. Dengan situasi seperti itu, mau tidak mau Yunho dan Jaejoong menikah sebulan setelah semua terbongkar.

Heechul yang mendengar berita pernikahan Jaejoong dan Yunho merasa hatinya telah dicabik-cabik. Heechul tahu dirinya memang tidak berhak untuk merasa seperti itu karena pada dasarnya Yunho memang bukan miliknya. Namun sebagai seseorang yang mencintai Yunho, Heechul tidak sanggup untuk bisa berada didekat Yunho dan menerima kenyataan bahwa Yunho telah menjadi seorang suami bagi orang lain dan akan menjadi seorang ayah untuk anak yang dikandung oleh Jaejoong. Karena itu, Heechul memutuskan pergi dan menghilang dari hadapan keduanya tanpa menyadari bahwa dirinya juga sedang mengandung anak Yunho.

Yunho sendiri, setelah pernikahannya dengan Jaejoong, berusaha mencari Heechul untuk meminta maaf untuk kesalahannya dan ketidakmampuannya untuk meninggalkan Jaejoong yang sedang mengandung anaknya itu. Namun, Yunho harus menelan pil pahit kekecewaan karena Heechul tidak bisa dia temukan. Heechul seakan lenyap ditelan bumi setelah terakhir kali dia bertemu dengannya. Yunho terus mencari dan mencari tapi Heechul seakan tidak mau ditemukan oleh Yunho. Akhirnya, Yunho memutuskan bahwa Heechul memang tidak mau bertemu dengannya lagi dan Yunho memilih untuk memulai hidupnya dengan Jaejoong karena bagaimana pun dia mencintai Heechul, Yunho juga tidak menyangkal bahwa dia juga tetap mencintai Jaejoong. Terlebih lagi dia sekarang adalah istri dan ibu dari anaknya.

Yunho menjalani kehidupan rumah tangganya dengan Jaejoong tanpa benturan berarti. Memang masih tersisa sakit di hati Jaejoong, namun Jaejoong berusaha memaafkan kesalahan Yunho karena Yunho sekarang benar-benar memperlakukannya dengan baik. Yunho sekarang dengan tulus hanya mencintainya. Seakan episode dengan Heechul tidak pernah terjadi. Rumah tangga mereka berjalan mulus sampai ada berita dari salah satu kerabat Heechul yang mengabarkan bahwa Heechul telah meninggal dunia. Berita tersebut tentu saja membuat Yunho cukup terpukul. Begitu pun Jaejoong karena biar Heechul pernah menyakitinya, Heechul tetaplah sahabat Jaejoong dan Yunho. Namun yang membuat Jaejoong harus merasakan kembali sakit hati atas pengkhiatan Yunho dan Heechul adalah berita mengenai anak Heechul dari Yunho.

Segera setelah Yunho mengetahui bahwa Heechul melahirkan dan membesarkan anak mereka berdua, Yunho langsung pergi ke Jepang, tempat Heechul menghilang selama ini dan tempat Kyuhyun berada. Yunho menjemput Kyuhyun bermaksud untuk mengajaknya tinggal bersama dengan Yunho. Yunho tidak perduli dengan semua tentangan dari keluarganya. Baginya hanya ada satu hal yang harus dia lakukan yaitu membawa Kyuhyun kembali dan merawat anak itu sebagaimana seharusnya dia sebagai seorang ayah merawat buah hatinya. Yunho bahkan melupakan bahwa masih ada Jaejoong yang merasakan perasaan sedih, kecewa, dan sebagainya karena kehadiran Kyuhyun yang secara tidak langsung merupakan bukti bahwa Yunho dan Heechul pernah mengkhianatinya.

Yunho tidak menghiraukan permintaan Jaejoong untuk tidak merawat anak itu secara langsung. Yunho tidak menggubris keinginan Jaejoong untuk memberikan anak itu kepada salah satu kerabat Heechul yang bersedia merawat Kyuhyun. Yunho hanya berpikir bahwa Kyuhyun adalah tanggung jawabnya. Kyuhyun adalah satu-satunya peninggalan Heechul untuknya. Yunho bahkan tidak menyadari tangisan Jaejoong saat Yunho pergi ke Jepang untuk menjemput Kyuhyun. Yunho tidak menyadari bagaimana hancurnya Jaejoong karena harus menghadapi anak dari seseorang yang sempat menghancurkan cintanya.

Meskipun dengan berbagai kondisi yang tidak mendukungnya, Yunho tetap bersikeras menjemput Kyuhyun dan mengurus semua surat-surat berkenaan dengan pengakuan diri Kyuhyun sebagai anggota keluarga Jung. Itu semua dilakukan Yunho setelah melihat bagaimana keadaan Kyuhyun ketika dia pertama kali bertemu. Keadaan Kyuhyun cukup memprihatinkan. Dengan keterbatasan Heechul menafkahi Kyuhyun serta dirinya di negeri orang, tidak heran jika Kyuhyun terlihat kurang terurus. Walaupun Kyuhyun sehat, namun secara mental keadaan Kyuhyun cukup mengkhawatirkan. Karena Kyuhyun tidak memiliki ayah, dia sering dijahili oleh anak-anak disekitar lingkungan rumahnya. Belum lagi pandangan orang dewasa yang menusuk kearahnya karena pekerjaan Heechul sebagai pelayan di klub malam dan juga karena status Heechul yang tidak bersuami tapi memiliki anak.

Selain dijahili, Kyuhyun juga sering dihina dan dimaki oleh semua orang disana. Walau terkadang Kyuhyun membalas anak-anak itu tapi biasanya Kyuhyun akan kalah karena jumlah anak-anak itu lebih banyak darinya. Kyuhyun juga tidak bersekolah seperti anak-anak seumurnya. Dia hanya bisa belajar menulis dan membaca dari Heechul. Semua yang dia pelajari berasal dari Heechul. Dan setelah ibu kandungnya meninggal karena kecelakaan mobil, Kyuhyun seakan kehilangan semangat hidupnya.

Dulu saat dia masih bersama Heechul, seburuk-buruknya penghinaan yang dia terima, Kyuhyun masih bisa tersenyum karena Heechul selalu menasehatinya bahwa jika dia mau tersenyum pada orang lain dan tidak membalas mereka dengan hinaan yang sama, maka suatu saat mereka juga akan membalas senyuman Kyuhyun. Meskipun sebagai anak kecil, ada kalanya Kyuhyun tidak sanggup menerima semua caci maki dan menangis dipelukan Heechul, Kyuhyun selalu mencoba berdiri lagi dan mencoba mengikuti apa kata Heechul. Sekarang, setelah Heechul tiada, Kyuhyun benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Yang bisa dia lakukan hanya menangis memanggil Heechul dan meminta Heechul mengajaknya karena dia takut jika harus sendirian.

Saat Yunho sampai di Jepang dan menyaksikan dengan matanya sendiri bahwa anak bungsunya meminta ikut untuk bersama dengan Heechul, membuatnya menitikan airmata dan segera memeluk tubuh mungil Kyuhyun. Yunho berulang kali mengatakan bahwa dia adalah appa Kyuhyun, namun si kecil terus saja menangis dan meminta untuk diletakan disamping Heechul. Butuh waktu untuk membuat Kyuhyun berhenti menangis. Kelelahan fisik dan mental membuatnya tertidur dipelukan Yunho. Yunho saat itu menatap Kyuhyun dengan perasaan bersalah dan dia berjanji pada dirinya bahwa dia akan menjaga Kyuhyun karena sebelumnya dia tidak bisa menjaga Heechul. Yunho berjanji pada dirinya akan berusaha membuat Jaejoong mengerti bahwa saat ini Kyuhyun tidak memiliki siapa-siapa lagi selain dirinya dan Yunho akan berusaha agar Jaejoong mau menerima Kyuhyun. Yunho tahu itu akan sulit, tapi demi Kyuhyun, Yunho akan berusaha selama dia bisa.

“Appa?” tanya Kyuhyun membuat Yunho sadar bahwa dia terlalu lama melamun. Yunho kembali membelai pipi tembam Kyuhyun lalu mencubitnya pelan. Kemudian Yunho menggelitik pinggang Kyuhyun membuat anak itu tertawa geli.

“Hihihi.. Appa.. cudah. Kyunnie geli appa.” Yunho ikut tertawa melihat kelucuan Kyuhyun. Dia beranjak dari depan Kyuhyun dan duduk disamping Kyuhyun. Yunho memeluk erat Kyuhyun sambil sesekali mencium pucuk kepala Kyuhyun dengan sayang.

“Kyuhyun.”

“Iya appa?”

“Ummamu memang hanya satu. Tapi kau boleh memiliki umma baru seperti umma Jae. Umma Chulie pasti bahagia melihat Kyuhyun punya umma secantik dan sebaik umma Jae. Jadi kau harus bisa berbaik-baik dengan umma Jae ya sayang. Jangan diambil hati jika umma Jae seperti tadi. Seperti appa bilang, umma Jae hanya lelah. Kamu bisa menuruti ucapan appa?” ucap Yunho berusaha membuat Kyuhyun mengerti bahwa Jaejoong tidak membencinya, walau dalam hatinya dia tidak yakin akan hal tersebut. Yunho hanya bisa berdoa kepada Tuhan, agar Jaejoong bisa berbesar hati untuk menerima Kyuhyun. Dan Yunho yakin suatu saat hal itu akan terjadi, karena Yunho yakin dengan kebaikan hati istrinya itu. Kyuhyun mengangguk mantap dan membalas ucapan Yunho.

“Um. Kyunnie bica. Kyunnie akan baik-baik cama umma Jae.” Tuturnya tegas untuk ukuran anak umur 5 tahun. Yunho kembali tertawa dan mengacak sedikit rambut coklat madu Kyuhyun.

“Anak baik. Appa sayang Kyunnie.” Sahut Yunho sambil mengeratkan pelukannya dan memanggil nama kecil Kyuhyun untuk pertama kalinya.

“Kyunnie juga cayang appa. Akhilnya Kyunnie bica punya appa juga. Telu, Kyunnie juga punya huung cama umma Jae. Kelualga Kyunnie cekalang lengkap.” Tanpa sadar airmata Yunho mengalir. Yunho merasa bahwa keinginan Kyuhyun itu masih akan sangat sulit untuk dikabulkan sekarang. Yunho sekali lagi mencium pucuk rambut Kyuhyun.

“Ya sayang. Kau sekarang punya keluarga.”

.

.

.

Kyuhyun membuka matanya ketika tirai kamarnya dibuka oleh pelayan, menampilkan sinar sang matahari pagi. Kyuhyun menoleh sebentar ke meja nakasnya untuk melihat waktu di jam duduk yang ada disana. Kyuhyun segera bangun ketika dia tahu dia hanya punya waktu setenagh jam untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah jika dia tidak mau terlambat. Hari pertama masuk sekolah menengah pertama, Kyuhyun tidak mau terlambat.

Kyuhyun dibantu oleh pelayan yang membangunkannya tadi untuk bersiap-siap. Setelah selesai, Kyuhyun segera turun ke ruang makan untuk sarapan. Disana dia menemukan Yunho, Jaejoong dan Kibum sudah duduk dan menikmati makan pagi mereka. Yunho yang menyadari Kyuhyun sudah datang, segera melambaikan tangannya agar Kyuhyun segera bergabung dengan mereka. Sedangkan Jaejoong dan Kibum tidak memberikan reaksi apa-apa. Namun ketika Kyuhyun sampai di meja makan, Jaejoong dan Kibum berdiri dan beranjak meninggalkan meja makan tersebut.

“Aku sudah selesai. Ayo bummie, kita berangkat.” Sahut Jaejoong datar. Yunho menghela nafas berat menyaksikan istrinya masih bersikap dingin terhadap Kyuhyun. Kyuhyun sendiri hanya menundukkan kepalanya, takut jika dia bertemu pandang dengan Jaejoong.

Sementara itu Kibum ikut berdiri dari kursinya dan bermaksud menghampiri Jaejoong. Melihat Kyuhyun yang hanya terpaku pada tempatnya berdiri sekarang sambil menundukkan wajahnya dan dengan tubuh yang begetar sedikit, mungkin sedang menahan tangis, tidak sedikit pun menimbulkan rasa simpati dalam diri Kibum. Kibum justru dengan sengaja menabrak bahu Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun sedikit kehilangan keseimbangannya. Beruntung Kyuhyun sempat berpegangan pada kursi yang ada disampingnya.

“Oh, maaf. Aku tidak sengaja. Makanya jangan berdiri seperti patung disana.” Ketus Kibum sambil berlalu mengikuti Jaejoong yang sudah terlebih dulu meninggalkan ruang makan tersebut. Yunho yang menyaksikan semua itu hanya bisa menatap Kyuhyun dengan pandangan sedih, tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Ada kekhawatiran jika dia memarahi Kibum atau menghukum Kibum, Jaejoong akan semakin bersikap tidak selayaknya kepada Kyuhyun. Sikap dingin Jaejoong terhadap Kyuhyun masih lebih baik dibandingkan jika Jaejoong bersikap kasar atau main tangan kepada Kyuhyun.

Yunho menghampiri Kyuhyun dan memeluknya erat. Dia merasakan lengan Kyuhyun juga memeluknya dengan erat dan Yunho juga merasakan kemeja depannya basah karena airmata Kyuhyun. Selama Kyuhyun tinggal di rumah ini, memang tidak sekali pun, baik Jaejoong maupun Kibum, bersikap ramah padanya. Mereka justru menganggap Kyuhyun seperti tidakpernah ada.

Jika ada suatu acara keluarga, Jaejoong selalu memaksa agar Kyuhyun tidak diajak dan sering meningalkannya di rumah sendirian. Jaejoong sampai saat ini masih belum mau mengakui jika Kyuhyun sudah menjadi bagian dari keluarga Jung. Sama halnya dengan Kibum, anak sulungnya tersebut selalu menunjukkan sikap dingin dan tak bersahabat kepada Kyuhyun. Seperti yang baru saja dialami oleh Kyuhyun.

Yunho tahu bahwa Kyuhyun sering menangis sendirian dikamarnya. Mungkin jika hanya ada Yunho dan dirinya saja, Kyuhyun baru berani untuk menangis didepan Yunho. Yunho selalu merasa seperti pecundang dan semakin merasakan perasaan bersalah karena tidak mampu mencegah semua perlakukan Jaejoong dan Kibum pada Kyuhyun. Dia hanya bisa menjadi sandaran Kyuhyun saat anak itu sedih. Tapi Yunho masih percaya bahwa semua masalah ini akan selesai dengan baik. Yunho percaya bahwa suatu saat Jaejoong dan Kibum akan bisa menerima Kyuhyun, walau dia tidak tahu kapan semua itu akan terjadi.

“Kyu. Sudah baikan?” tanya Yunho lembut. Kyuhyun hanya mengangguk lemah dan mulai melepaskan lengannya dari pinggang Yunho. Kyuhyun menghapus airmatanya dengan tangannya dan mencoba memberika senyuman kepada Yunho agar ayahnya tersebut tidak terlalu khawatir dengan keadaannya.

“Iya appa. Maafkan aku jadi membuat appa cemas. Aku baik-baik saja. Aku berangkat dulu appa.”

“Kamu tidak sarapan dulu Kyu? Ayo makan dulu, nanti kamu sakit.”

“Tidak usah appa. Nanti aku beli roti saja. Aku bisa terlambat.”

“Appa antar Kyu.”

“Eh?! Tidak usah appa. Nanti appa justru yang terlambat. Aku bisa naik bis. Sudah ya appa. Aku sayang appa.”

“Appa juga sayang Kyu. Hati-hati Kyu.”

.

.

.

Kyuhyun menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan raut wajah kebingungan. Kyuhyun benar-benar tidak mengerti kemana seharusnya dia pergi untuk pertemuan siswa baru. Setiap siswa yang dia temui tidak ada yang mau membantunya. Entah karena Kyuhyun satu-satunya siswa disekolah khusus laki-laki ini yang tidak diantar dengan mobil jadi mereka memandang rendah Kyuhyun atau mereka memang sedang sibuk. Kyuhyun tidak terlalu perduli mengenai hal itu sekarang. Yang menjadi prioritas Kyuhyun sekarang adalah lokasi pertemuan siswa baru. Dia tidak mau terlambat dan menyebabkan dia terkena masalah.

Saat Kyuhyun terus memusatkan perhatiannya pada setiap gedung demi mendapatkan lokasi pertemuan siswa baru, Kyuhyun menjadi tidak memperhatikan jalannya sendiri yang mengakibatkan Kyuhyun menabrak seseorang. Keduanya terjatuh dengan suksesnya ke lantai koridor sekolah itu. Kyuhyun meringis kesakitan karena saat terjatuh tadi kakinya terkilir, sedangkan orang yang ditabraknya tadi sudah berdiri dan membersihkan seragamnya.

Kyuhyun mencoba berdiri tapi selalu gagal karena kakinya sudah bengkak. Kyuhyun memilih untuk duduk dilantai itu sebentar sampai paling tidak rasa sakitnya agak menghilang. Kyuhyun sadar bahwa tidak akan ada yang menolongnya. Terbukti sudah beberapa menit dia berada dilantai, tida ada satu pun siswa yang lalu lalang mau berhenti dan menolongnya berdiri. Kyuhyun tersenyum miris dan mendesah pelan.

Kyuhyun mengerti benar apa yang akan dihadapinya saat dia menuruti permintaan Yunho untuk bersekolah di sekolah swasta untuk anak orang kaya ini bersama dengan Kibum. Kyuhyun tahu bahwa dia tidak akan bisa beradaptasi dengan baik disekolah ini tetapi demi Yunho, Kyuhyun mau masuk ke sekolah ini. Kyuhyun hanya bisa membalas semua kebaikan Yunho dengan menuruti permintaannya karena dia sudah pernah menolak saat Yunho ingin memindahkannya dari sekolah dasar dia yang dulu ke sekolah Kibum.

Saat itu Kyuhyun kecil benar-benar merasa tidak sanggup harus bersekolah lagi ditempat mahal saat waktu dia di taman kanak-kanak. Jadi, ketika Kyuhyun masuk sekolah dasar, dia meminta dengan sangat agar bisa bersekolah di sekolah negeri yang biasa saja.

Selama Kyuhyun bersekolah disana, walau kehidupan di rumahnya Kyuhyun dianggap seperti benalu, tapi saat berada di sekolah, Kyuhyun merasakan kebahagiaan sesaat karena tidak ada pandangan menusuk, tidak ada sikap dingin, dan tidak ada kata-kata sarkastik yang sering dia terima dari Jaejoong dan Kibum serta keluarga yang lain. Sekarang Kyuhyun harus bisa bertahan dan tidak seperti saat dia di taman kanak-kanak dulu. Kyuhyun harus lebih kuat demi Yunho.

Merasa kakinya sudah tidak begitu terasa sakit lagi, Kyuhyun mencoba berdiri sekali lagi. Namun sepertinya kakinya memang belum bisa diajak kerjasama. Belum sempat Kyuhyun memegang salah satu pilar, kakinya sudah menyerah dan membuat tubuh Kyuhyun oleng. Kyuhyun sudah tahu bahwa dia akan jatuh lagi dan memperburuk kondisi kakinya. Tetapi, sepertinya hal itu tidak terjadi karena ada sepasang lengan kuat yang menahan jatuhnya.

“Hei, kau tidak apa-apa?” Kyuhyun langsung menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa orang yang menolongnya. Ternyata dia adalah orang yang ditabrak oleh Kyuhyun tadi. Kyuhyun bisa tahu karena Kyuhyun sempat melihat bekas kotor di celana seragamnya akibat jatuh tadi. Kyuhyun masih memandang pemuda yang menolongnya ini dengan pandangan tidak percaya. Si penolong yang merasa dipandangi terus menerus oleh Kyuhyun menjadi sedikit risih. Dia memberikan senyumnya dan membantu Kyuhyun untuk berdiri dengan tegak.

“Kakimu terkilir ya?” tanyanya lagi. Suaranya membuat Kyuhyun terperanjat dan akhirnya sadar bahwa dia belum membalas dan mengucapkan terima kasih pada pemuda dihadapannya ini.

“I.. iya. Ma.. maafkan aku ja..jadi mer.. merepot.. merepotkanmu. Te..terima kasih atas bantuannya.” Ucap Kyuhyun terbata-bata. Dia masih terkejut dengan bantuan yang diberikan oleh pemuda tersebut. Pemuda itu hanya tersenyum membalas ucapan Kyuhyun dan tanpa bisa Kyuhyun cegah, dia menurunkan tubuhnya dan berlutut untuk memeriksa kaki Kyuhyun yang terkilir.

“Wah, parah juga bengkaknya. Ayo aku antar ke UKS. Kakimu ini harus segera diobati.”

“Eh?!” Kyuhyun semakin tidak percaya bahwa masih ada orang yang mau membantunya seperti pemuda ini. Kyuhyun hanya bisa memberikan tatapan penuh kebingungan dan tatapan itu membuat sang pemuda tertawa geli karena melihat raut wajah Kyuhyun yang lucu.

“Kenapa wajahmu kaget begitu? Sudah sepantasnya aku mengantarmu. Kakimu seperti ini karena bertabrakan denganku.”

“Tidak begitu em..” Kyuhyun bingung dia harus memanggil pemuda tersebut dengan apa, sampai pemuda tersebut sadar bahwa dia belum mengenalkan dirinya sendiri.

“Oh, Siwon. Choi Siwon.” Sahutnya masih dengan senyum lesung pipi khasnya yang menghiasi wajahnya.

“Iya. Siwon-ssi. Saya bisa sendiri. Mungkin tunjukkan saja dimana tempatnya.” Belum sempat Siwon membalas ucapan Siwon, suatu suara membuat Kyuhyun dan Siwon menoleh dan menghentikan semua perkataan yang akan diutarakan oleh Siwon.

“Iya, Siwon. Biarkan saja dia ke UKS sendiri. Kita harus menghadiri pertemuan siswa baru. Jangan buang waktunya untuk hal percuma. Kau bisa sendiri bukan Kyuhyun-ssi?!” Kyuhyun mengangkat wajahnya dan bertemu pandang dengan tatapan dingin dari kakaknya Jung Kibum. Kibum bersandar sendirian pada sebuah pilar sambil terus menatap Kyuhyun.

Kyuhyun menundukan kepalanya karena tidak mau membuat Kibum lebih marah padanya karena berani menatapnya tapi bukan itu alasan utamanya. Kyuhyun hanya tidak mau Kibum melihat wajah sedihnya karena perkataan Kibum baru saja yang secara tidak langsung menyatakan bahwa Kyuhyun tidak penting untuk dapat diperlakukan dengan baik oleh Siwon. Sedangkan Kibum yang melihat Kyuhyun menunduk hanya memutar matanya malas. Dia lalu beranjak ke arah Siwon dan membantunya berdiri.

“Ayo. Nanti kita terlambat.” Siwon mengikuti kemauan Kibum untuk segera ke gedung tempat pertemuan siswa baru. Siwon sendiri setelah Kibum berada disisinya seakan melupakan keberadaan Kyuhyun. Siwon berdiri dan berjalan berdampingan dengan Kibum, benar-benar melupakan Kyuhyun. Bahkan Siwon melupakan untuk memberitahu letak UKS berada.

Kyuhyun menatap keduanya dengan perasaan sedih dan terbuang. Kyuhyun sadar sepenuhnya bahwa Kibum tidak akan pernah bersikap ramah padanya, namun dia tidak menyangka bahwa Kibum akan bersikap seperti mereka berdua tidak memiliki ikatan apapun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan merutuki pikiran bodohnya bahwa Kibum akan mengganggapnya saudara walau dengan peringai dinginnya.

Jika bisa, mungkin Kibum justru tidak mau bersekolah yang sama dengannya. Kyuhyun kembali menitikan airmatanya. Mengapa keluarga yang begitu diinginkannya selama ini ternyata menyimpan dendam yang begitu besar terhadapnya. Kyuhyun tahu hal ini terjadi padanya karena soal siapa ibu kandungnya, tapi apakah dia yang harus menerima segala hukuman dari Jaejoong dan juga Kibum. Apakah dia memang tidak layak untuk bisa masuk sebagai anggota keluarga Jung.

Kyuhyun menghapus airmatanya. Dalam hatinya dia bertekad untuk tidak menangis lagi. Semua ini pasti ada akhirnya. Suatu hari nanti Kyuhyun pasti dapat merasakan pelukan hangat Jaejoong yang hanya bisa dia lihat dari jauh. Pelukan yang hanya diberikan oleh Jaejoong bagi Yunho dan Kibum. Suatu hari nanti Kyuhyun pasti bisa melihat senyum tulus dari Kibum.

Senyum yang hanya Kibum layangkan hanya untuk Jajeoong. Ya, bahkan Yunho jarang melihat Kibum tersenyum. Kyuhyun menyadari betapa sayangnya Kibum kepada Jaejoong sehingga apapun yang membuat Jaejoong bersedih adalah hal yang patut untuk Kibum benci. Dan saat ini bagi Kibum hal tersebut adalah Kyuhyun.

Kyuhyun menarik nafas dan membuangnya perlahan lalu mulai melangkah tertatih-tatih. Sepertinya keinginannya untuk bisa menghadiri pertemuan siswa baru harus dia kubur dalam-dalam. Dengan berat hati Kyuhyun melangkah untuk mencari letak UKS demi mengobati kakinya ini. Kyuhyun tersenyum kecil mengingat kejadian yang menimpa kakinya ini.

Walau sakitnya bertambah, namun Kyuhyun bisa sedikit merasa senang karena dia menemukan seseorang yang masih berbaik hati untuk membantunya. Kesan pertamanya terhadap seorang Choi Siwon akan selalu terukir dibenaknya. Meskipun Siwon tidak sepenuhnya perduli padanya saat ada Kibum disampingnya, tetapi Kyuhyun bersyukur dia bisa dipertemukan dengan Siwon. Kyuhyun berdoa dalam hatinya, semoga dia masih bisa bertemu dengan Siwon lagi.

.

.

.

Sebulan sudah sejak acara penyambutan siswa baru di SM Junior Highschool. Seharusnya, masa-masa setelahnya menajdi masa perkenalan dengan sesama siswa dan mulai berteman dengan satu sama lain. Hanya saja, tampaknya hal tersebut tidak berlaku untuk seseorang.

“Jangan! Tolong jangan pukuli aku lagi!” Kyuhyun memohon dengan wajah yang sudah babak belur karena dikeroyok oleh sekumpulan teman sekelasnya yang memang terkenal berandalan. Namun permohonan Kyuhyun dianggap angin lalu oleh siswa-siswa berandalan itu dan mereka justru semakin memukuli Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa meringkuk dan mencoba melindungi kepalanya agar tidak terluka parah.

“Kau itu mau berlagak sok pintar disini hah?! Memangnya kau ini siapa! Dasar anak haram!!” sentak Kyuhyun menatap pimpinan berandalan itu karena memang dia yang menghina Kyuhyun. Kyuhyun tidak percaya dengan pendengarannya. Mengapa mereka semua mengatakan bahwa dia anak haram. Darimana mereka tahu bahwa ibunya, Heechul bukan istri sah dari Yunho.

Pimpinan berandalan itu menyeringai sinis saat melihat raut tidak percaya Kyuhyun. Dia berjongkok dan memegang kasar dagu Kyuhyun. Ketika Kyuhyun sudah memandangnya, pimpinan itu meludahi wajah Kyuhyun, membuat Kyuhyun menutup matanya dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis didepan mereka.

“Semua siswa disini juga tahu kalau kau itu adik Jung Kibum dari beda ibu. Masalahnya, kalau Jung Kibum itu sempurna walau dia sangat dingin dan acuh. Ibunya juga seorang perancang busana terkenal. Sedangkan kau.. Ahahaha…” semua berandalan yang mengelilingi Kyuhyun ikut tertawa ketika pimpinan mereka tertawa meremehkan terhadap Kyuhyun.

“Kau itu hanya anak yang tidak diinginkan. Parasit di kehidupan Kibum. Aku heran, mengapa ibumu tidak menggugurkanmu saja dulu. Paling tidak hidupnya bisa berlanjut jika kau tidak ada. Oh iya, aku lupa. Ibumu juga sama saja denganmu. Seseorang yang terbuang dan tidak berguna.”

“Jangan hina ibuku!” Kyuhyun berteriak marah. Kyuhyun tahan jika orang lain menghinanya, Kyuhyun tahan jika orang lain memperlakukannya seperti sampah, Kyuhyun tahan jika seluruh badannya sakit karena pukulan dan tendangan, tapi Kyuhyun tidak tahan jika ada yang menghina ibunya. Ibu yang selalu memikirkannya, yang selalu berkorban demi dirinya, yang sekarang sudah tidak bisa bersamanya lagi.

Teriakan Kyuhyun membuat Lee Donghae, nama dari pimpinan berandalan tersebut menggeram marah. Dia baru saja akan melayangkan tinjunya sekali lagi kearah wajah Kyuhyun dan membuat wajah Kyuhyun semakin hancur, jika tidak ada satu tangan yang menangkis tinjunya itu. Kyuhyun yang menutup matanya, menunggu tinju Donghae bersarang di wajahnya, sedikit demi sedikit membuka matanya. Dia melihat teman sebangkunya, Shim Changmin, memegang tangan Donghae dengan erat.

“Donghae-ssi. Mohon lepaskan Kyuhyun. Jika dia berbuat salah, tolong maafkanlah dia.” Ujar Changmin datar namun ada nada menekan yang membuat Donghae tidak jadi melanjutkan aksinya mengeroyok Kyuhyun. Hal tersebut dan fakta bahwa Changmin adalah teman dekat dari Choi Dongwook, siswa paling berkuasa di sekolah ini. Selain dia adalah ketua osis, Dongwook juga mantan berandalan yang ditakuti oleh semua sekolah.

Dia berhenti berkelahi setelah Changmin yang notabene adalah teman masa kecilnya masuk ke sekolah ini. Changmin tidak menyukai kekerasan sehingga Dongwook yang tidak mau Changmin marah terhadapnya, menghentikan semua aksi berandalannya dan bahkan mencalonkan diri dan menang untuk posisi ketua osis agar semua tindakan kekerasan tidak terjadi di sekolah ini, walaupun masih saja ada yang berani menentang aturan tersebut seperti yang dilakukan Donghae saat ini.

“Huh! Kau beruntung anak sial! Ayo kita pergi!” seru Donghae pada semua anak buahnya untuk pergi mengikutinya. Changmin kemudian membantu Kyuhyun untuk berdiri dan memapahnya ke ruang UKS. Belum beberapa langkah mereka pergi, Kyuhyun melihat sosok Kibum yang hanya memandangnya datar.

“Hyung.” panggil lirih Kyuhyun. Kibum hanya memandangnya sebentar lalu berbalik dan pergi begitu saja. Kyuhyun menghela nafas sedih untuk kesekian kalinya. Changmin sendiri yang melihat betapa sedihnya Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

Benar kata Donghae, semua siswa di sekolah ini tahu riwayat hidup antara Kibum dan Kyuhyun, dua bersaudara yang berbeda ibu. Dan karena Kyuhyun adalah anak diluar pernikahan dari orang lain yang bukan istri Jung Yunho, maka Kyuhyun menjadi bulan-bulanan seluruh siswa disekolah ini, terkecuali Kibum dan Siwon dan dirinya sendiri.

Kibum tidak ikut membully Kyuhyun karena dia memang terkenal tidak mau tahu urusan orang lain dan terlalu dingin. Siwon sendiri karena pada dasarnya dia orang yang baik bahka lebih baik dari kakaknya, Choi Dongwook. Sedangkan Changmin, dia hanya merasa asal seseorang bukanlah hal yang menentukan seperti apa orang tersebut akan bersikap.

Diri orang tersebut yang menentukan apa dia layak untuk bisa disebut sebagai orang baik atau pencundang. Lagipula Changmin sangat tidak suka jika orang lain menjahili seseorang hanya karena asalnya. Itu tidak adil dimata seorang Shim Changmin. Terlebih lagi, Kyuhyun adalah orang yang cocok untuk diajak diskusi olehnya.

“Apa yang harus aku perbuat Min? Apa aku sanggup menghabiskan 3 tahun di sekolah ini dengan perlakuan dari mereka yang membenciku?” pertanyaan Kyuhyun membuat Changmin sadar dari lamunannya. Dia kemudian kembali memapah Kyuhyun sambil menjawab pertanyaannya.

“Kau kuat Kyu. Aku yakin kau pasti sanggup. Kita masih sangat muda. Orang-orang itu hanya stress dan melampiaskannya padamu. Hei, kita masih siswa SMP buat apa memikirkan hal yang rumit-rumit. Lebih baik memikirkan tes yang akan kita hadapi nanti di kelas. Aku belum belajar Kyu.”

“Kau mana pernah belajar.”

“Yah!!” Kyuhyun tersenyum walau merasakan sakit di wajahnya. Kyuhyun sangat bersyukur mendapatkan teman seperti Changmin. Jika tidak ada dirinya, Kyuhyun sudah tidak tahu lagi bagaimana menghadapi segala hujatan, tindakan kasar, dan semua masalah di sekolah ini. Changmin yang melihat senyum Kyuhyun juga ikut tersenyum. Paling tidak temannya ini sudah merasa lebih baik.

Disaat mereka sampai di UKS, Changmin membantu Kyuhyun mengobati semua luka ditubuhnya. Changmin dan Kyuhyun tidak mau membuat guru-guru menambah permasalahan Kyuhyun dengan bertanya macam-macam. Changmin mengdengus kesal mengingat guru pun seperti menutup mata tentang perlakuan semua siswa kepada Kyuhyun. Changmin penasaran, mengapa semua orang di sekolah ini begitu membela Kibum. Padahal Kibum sendiri tidak perduli dengan Kyuhyun.

Menyinggung nama Kibum, Changmin teringat ketika dia sampai ke tempat Kyuhyun dikeroyok tadi, Changmin melihat Kibum berdiri tidak jauh dari lokasi Kyuhyun dikeroyok. Tetapi Kibum hanya diam dan memandang kearah Kyuhyun tanpa ekspresi. Changmin waktu itu tidak memperhatikan Kibum dengan seksama karena prioritas utamanya adalah membantu Kyuhyun. Namun Changmin tidak bisa menghiraukan rasa kasihan terhadap Kyuhyun karena kakak kandungnya sendiri tidak berniat sama sekali untuk membantunya.

Tidak ingin membuat Kyuhyun lebih sedih, Changmin akan menyimpan semua ini. Changmin merasa Kyuhyun tidak perlu tahu jika Kibum sudah ada lama disana. Changmin tidak ingin menambah rasa sakit hati Kyuhyun karena Kibum membiarkan dirinya terluka bahkan jika pengeroyokan itu terus berlanjut, Kyuhyun bisa saja tewas. Itu terlalu berat untuk Kyuhyun. Tidak dengan kondisi hatinya yang semakin rapuh itu karena kasih sayang yang Kyuhyun punya untuk keluarganya tidak berbalas.

Changmin tidak mau Kyuhyun semakin hancur karena kakak kesayangannya tega meninggalkan dia seperti tadi. Dan sebisa mungkin Changmin akan menjaga agar kepingan hati Kyuhyun tidak hancur begitu saja.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Ini adalah FF Request dari renirenilubis. FF ini belum selesai karena Nao mentok dengan ceritanya. Tapi berhubung ada burung cantik yang mau baca, makanya Nao RePost lagi dan Nao jadikan seperti deluxe (2 chapter Nao jadikan 1).

So… dari 9 chapter, mungkin akan menjadi 4-5 chapter aja dan setelah itu update terbaru (once again kalo Nao ingat >_<)

Untuk renirenilubis, gomen baru mulai lagi… Kalo dirimyu masih baca, semoga FF ini bisa selesai dengan baik.

Gomen untuk typos and mistake. Nao ga saring sama sekali. Cuma mindahin aja XD

Anyway… Nao baru ngeh kalo ini BL -___-a

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae and KrisHo 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements