Tags

, , , , , , , , ,

Title : Hear Me 2

Pairing : StepBrother!KiHyun, Yunjae, Heechul, Possible WonKyu or SiBum? Se7Min

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Genre : Romance, Angst, Family

Warning : Un-betaed, BL, AU, MPreg

Summary : Apapun akan aku lakukan untukmu asalkan kau bahagia. Namun, apakah kebahagiaanmu harus dengan penderitaanku? Biar bagaimana pun aku akan tetap menyayangimu.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Kediaman Keluarga Jung

Kyuhyun mengendap-endap menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Dia berharap tidak ada seorang pun yang menyadari kehadirannya karena dia tidak mau ada yang tahu bahwa dia pulang dengan wajah dan tubuh penuh luka dan lebam. Apalagi dia terlambat pulang akibat ke rumah Changmin dulu untuk mengganti pakaiannya yang kotor agar tidak menimbulkan kecurigaan dari semua orang dirumahnya. Kyuhyun lalu melihat kesekelilingnya dan merasa aman karena sepertinya tidak ada orang lain di rumah. Kyuhyun berjalan perlahan dan baru saja dia akan menaiki tangga menuju kamarnya, suara seseorang menghentikan langkahnya.

“Darimana saja kau?” Kyuhyun tersentak dan merasa sedikit cemas ketika saat dia berbalik, dia menemukan Jaejoong yang sedang duduk mengamati Kyuhyun dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kyuhyun menundukkan wajahnya dan masih saja berdiri terpaku tidak menjawab pertanyaan Jaejoong. Dalam hatinya dia merasakan bahwa dia akan dihukum berat karena keterlambatannya pulang ke rumah dan dengan keadaan hancur seperti sekarang.

“Aku bertanya padamu Kyuhyun.” Mendengar nada tegas dari Jaejoong, Kyuhyun mau tidak mau mengangkat wajahnya dan menatap balik Jaejoong. Dia menelan ludahnya sebelum menjawab pertanyaan Jaejoong.

“Dari rumah Changmin umma.” Jawab Kyuhyun singkat. Jaejoong diam untuk beberapa saat sampai akhirnya dia berdiri dan menghampiri Kyuhyun. Tangan Jaejoong terangkat membuat Kyuhyun memejamkan matanya, menunggu kemungkinan tamparan yang akan diterimanya. Namun betapa terkejutnya dia ketika dia merasakan sentuhan lembut tangan Jaejoong dipipinya yang lebam.

“Kau habis berkelahi?” tanya Jaejoong pelan. Kyuhyun yang masih terlalu shok dengan sikap Jaejoong yang lembut padanya, hanya bisa menggeleng pelan. Mendapat respon dari Kyuhyun seperti itu, Jaejoong hanya menghela nafas pelan. Dia kemudian menarik tangan Kyuhyun dan mendudukannya di sofa di ruang keluarga.

“Tunggu disini.” Ucap Jaejoong yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala dari Kyuhyun. Jaejoong pergi kekamarnya dan kembali dengan kotak P3K. Jaejoong lalu mendudukan dirinya disamping Kyuhyun dan mulai mengeluarkan obat-obat dari kotak P3K tersebut.

“Siapa yang mengobatimu? Changmin?! Pekerjaannya tidak rapi.” Komentar Jaejoong sambil membubuhkan obat diluka Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap Jaejoong dengan pandangan penuh tanda tanya.

Kyuhyun tidak mengira bahwa Jaejoong akan mau menyentuhnya dan bahkan mengobati lukanya seperti ini. Sejak kedatangannya dirumah ini, Jaejoong selalu bersikap dingin dan menganggap Kyuhyun tidak pernah ada. Jaejoong tidak pernah mau bicara jika tidak perlu apalagi menyentuhnya.

Maka dari itu, merasakan sentuhan Jaejoong yang sudah Kyuhyun anggap sebagai pengganti Heechul merupakan hal yang membahagiakannya. Tanpa sadar Kyuhyun menitikan airmatanya dan mulai terisak karena ada sedikit perasaan lega karena walaupun Jaejoong masih berbicara dengan nada yang datar namun Kyuhyun bisa merasakan kehangatan yang tulus ketika dia menyentuhnya seperti sekarang.

Jaejoong menghentikan pekerjaannya sebentar karena melihat Kyuhyun yang terisak. Dalam hatinya, Jaejoong sadar dia tidak bisa membenci anak ini. Anak yang sepenuhnya menganggap dirinya sebagai seorang ibu walaupun sikap dan tindakannya terhadap Kyuhyun tidak mencerminkan seorang ibu.

Jaejoong hanya masih belum bisa menerima jika anak Heechul, pria yang sempat menghancurkan cintanya, berada didepan matanya seperti sekarang. Namun Jaejoong mulai menyadari bahwa semua itu bukan salah Kyuhyun. Menjadi anak Heechul bukanlah keinginan Kyuhyun. Takdir yang membawanya kesana.

Selama bertahun-tahun, Jaejoong menyiksa dirinya sendiri dengan kemarahan, kepedihan dan kesedihan akan kehadiran Kyuhyun. Kyuhyun yang mempunyai banyak kemiripan dengan Heechul. Tapi sekali lagi Jaejoong akhirnya sadar. Heechul adalah Heechul. Kyuhyun adalah Kyuhyun.

Mereka dua orang yang berbeda. Jaejoong setiap malam selalu melihat ke cermin dan menemukan kenyataan bahwa dia seperti kehilangan dirinya sendiri dengan bersikap dingin terhadap Kyuhyun. Jaejoong bukanlah pendendam. Rasa marah, kecewa, sakit hati, pedih akan pengkhianatan Yunho dengan Heechul sebenarnya sudah dia kubur dalam-dalam saat Yunho kembali padanya, mencintai dia seperti dulu, dan memprioritaskan dirinya seperti saat sebelum dia menjalin hubungan dengan Heechul.

Jaejoong dapat merasakan kasih sayang yang diberikan Yunho itu tulus dari hati Yunho dan bukannya berdasarkan tanggung jawab serta perasaan bersalah. Namun ketika mendengar Yunho akan membawa anak Heechul kerumah mereka, membuat Jaejoong kembali menutup hatinya. Terlebih lagi ketika dia melihat langsung wajah Kyuhyun yang kembali mengingatkannya akan Heechul. Luka hatinya yang terbuka kembali, membuat Jaejoong menjadi bukan seperti dirinya sendiri.

Tetapi hari ini, entah ada kekuatan darimana, Jaejoong mengeluarkan semua kenangan yang dia miliki saat bersama dengan Heechul. Dia membuka semua album foto, rekaman video, serta diari yang pernah mereka buat bersama. Semua Jaejoong keluarkan sampai dia tidak masuk kerja hanya untuk mengingat kenangannya dengan Heechul.

Seharian ini, Jaejoong terus menangis, tertawa, seakan melupakan permasalahan yang dia miliki dengan Heechul. Dan ketika dia mengingat bahwa Heechul sudah tidak ada lagi di dunia ini, Jaejoong tidak kuasa untuk menahan rasa penyesalannya karena tidak sempat mengucapkan kata-kata terakhirnya pada Heechul. Jaejoong tidak sempat mengatakan bahwa dia sudah memaafkan Heechul. Jaejoong menangisi kebodohannya karena baru menyadari betapa berartinya Heechul dan sampai kapan pun Heechul adalah teman terbaik Jaejoong.

“Hiks..hiks..” isakan Kyuhyun membangunkan Jaejoong dari pikirannya. Jaejoong sekarang melihat seorang anak yang sudah terlampau lama menderita dan Jaejoong tidak bisa menyembunyikan rasa bersalahnya karena sebagian dari penderitaannya berasal dari dirinya. Jaejoong meletakan obat yang dipegangnya lalu mulai merengkuh tubuh Kyuhyun yang lebih kecil darinya itu.

“Kau tahu Kyu, sepertinya aku sudah sanggup untuk mengurus dua orang anak laki-laki.” Kyuhyun benar-benar tidak percaya dengan apa yang sudah didengarnya. Tidak berpikir panjang lagi, Kyuhyun memeluk pinggang Jaejoong dengan erat dan menangis sekeras-kerasnya didada Jaejoong.

Jaejoong sendiri hanya membelai lembut surai coklat madu milik Kyuhyun. Jaejoong tahu walaupun akan sulit untuk bisa sepenuhnya menerima Kyuhyun, namun dia berusaha karena bagaimana pun kesalahan yang diperbuat oleh orangtuanya, Kyuhyun hanyalah anak yang membutuhkan kasih sayang dari orang tua yang lengkap. Sebisa mungkin Jaejoong akan berusaha menutupi kekurangan kasih sayang Kyuhyun setelah ditinggal oleh Heechul.

Mereka berdua terlarut dengan situasi mereka sendiri sampai tidak sadar dengan tatapan dari dua orang yang berdiri tidak jauh dari mereka. Dua orang itu adalah Yunho dan Kibum. Tatapan Yunho menyiratkan kelegaan dan kebahagiaan karena apa yang dia harapkan akhirnya bisa terwujud juga, sedangkan tatapan Kibum adalah tatapan dingin yang ditujukan kepada Kyuhyun.

Tidak mau terlalu lama melihat adegan Jaejoong dan Kyuhyun yang berpelukan, Kibum memutuskankan tidak jadi pergi ke dapur dan kembali kekamarnya. Sedangkan Yunho yang memang baru pulang dari kantornya, mendekati mereka berdua. Yunho, Jaejoong dan Kyuhyun tidak menyadari kepalan erat tangan Kibum ketika dia berjalan dengan tenang menuju kamarnya.

.

.

.

“Hei, Kyu. Kau kelihatan senang sekali hari ini.” Sapa Changmin yang melihat raut wajah Kyuhyun yang berseri-seri. Kyuhyun menanggapi sapaan Changmin dengan senyuman yang lebar. Seketika itu juga, Kyuhyun langsung memeluk Changmin dengat erat, membuat Changmin sedikit kesulitan bernafas.

“Kyu, Kyu, lepas.. Sesak..”

“Oh? Oh! Maaf Min, aku hanya terlalu bersemangat.” Ujar Kyuhyun masih dengan senyum lebarnya. Dia segera melepas pelukannya atas Changmin membuat Changmin bisa bernafas seperti biasa lagi. Changmin lalu menatap Kyuhyun heran. Memang tidak biasanya Kyuhyun datang kesekolah seceria ini.

“Ada apa? Tumben kau sesenang ini.” Tanya Changmin penasaran. Kyuhyun masih dengan senyumnya menarik tangan Changmin untuk mengajaknya duduk di salah satu tempat duduk yang ada di koridor sekolah.

“Aku memang sedang senang Min. Sangat senang. Akhirnya aku bisa memiliki keluarga yang aku inginkan Min.” Changmin menjadi semakin penasaran dengan ucapan Kyuhyun baru saja. Changmin memiringkan kepalanya sambil mengerutkan kedua alisnya, pertanda dia bingung dengan maksud ucapan Kyuhyun.

“Maksudmu?”

“Umma Jae Min. Umma Jae sekarang sudah mau menerimaku. Ya, walaupun masih sedikit canggung, tapi dia sudah bersikap lebih hangat padaku Changmin. Tadi pagi saja, dia mengantarkan aku kesekolah bersama Kibum hyung, lalu, lalu.. umma Jae membuatkan aku bekal. Aku.. Ouch!” ucapan Kyuhyun terhenti ketika ada benda yang lumayan berat mengenai kepalanya dari belakang.

Kyuhyun meringis kesakitan karena benda itu cukup keras mengenai kepalanya. Dia mengusap-usapkan kepalanya sambil berbalik untuk melihat apa yang sudah mengenainya tersebut. Ketika kepala Kyuhyun berbalik, dia menemukan sebuah tas yang dia kenal milik siapa berada tepat didepan wajahnya.

Si pemilik tas yang ternyata Kibum, hanya berdiri memandangi Kyuhyun dengan tatapan dingin. Kyuhyun tidak berkata apapun ketika dia tahu dengan siapa dia berurusan. Namun Changmin tidak tinggal diam melihat temannya diperlakukan sekali lagi dengan semena-mena oleh Kibum. Changmin berdiri sambil bercakak pinggang dan menudingkan jari telunjuknya kepada Kibum.

“Hei!! Perhatikan tasmu!! Tasmu mengenai kepala Kyuhyun!!” Mendengar teriakan Changmin, Kibum mengangkat wajahnya dan memandang Changmin dengan datar. Changmin semakin merasa kesal dengan sikap acuh Kibum. Dia baru saja bermaksud menegur KIbum lagi tapi terhenti karena panggilan lirih Kyuhyun.

“Hyung.” Kibum mengalihkan pandangannya dari Changmin dan menatap Kyuhyun sekali lagi. Kibum membetulkan letak tas dibahunya sebelum merespon Kyuhyun.

“Asal kau tahu, aku bukan hyungmu. Dan jangan kira karena umma sudah baik padamu, lalu aku juga akan berbuat hal yang sama. Kau seharusnya tahu diri bahwa kau bukan bagian dari keluarga kami.” Sahut Kibum pelan namun dengan nada sinis terdengar jelas dari ucapannya.

“Hyung..” lirih Kyuhyun mencoba menguatkan hatinya dengan perkataan KIbum yang dingin dan tajam. Kyuhyun masih belum mengerti mengapa Kibum masih membencinya disaat Jaejoong sudah mau menerimanya. Kalau dulu Kyuhyun paham jika Kibum membencinya karena mungkin Kibum berpikiran Kyuhyun membuat Jaejoong sedih, tapi sekarang, setelah Jaejoong secara perlahan sudah mau bersikap baik padanya, kenapa Kibum masih saja membencinya.

Pagi ini saja, Kibum dengan sengaja menumpahkan susu coklat panas saat sarapan bersama dengan Yunho dan Jaejoong. Tumpahan susu tersebut mengenai seragam Kyuhyun sehingga Kyuhyun harus mengganti seragamnya. Yunho dan Jaejoong, terlebih lagi Jaejoong paham mengapa Kibum melakukan hal tersebut. Tetapi mereka tidak sanggup menegur Kibum karena takut Kibum akan mengira mereka lebih memilih Kyuhyun. Jaejoong hanya segera berdiri dan membantu Kyuhyun berganti seragam sedangkan Yunho memanggil pelayan untuk membersihkan sisa tumpahan susu coklat tersebut.

“Huh! Percuma bicara denganmu. Aku hanya membuang waktuku saja.” Tukas Kibum membuat Kyuhyun sadar bahwa dia sempat melamun tentang kejadian tadi pagi. Kibum kembali meneruskan langkahnya dan tidak lupa memberikan sekali lagi senggolan keras dengan tasnya terhadap bahu Kyuhyun. Changmin yang melihat tindakan itu, bermaksud memarahi Kibum.

“Dasar kau it..”

“Changmin sudah! Tidak apa-apa.” Namun niat Changmin terhenti kembali karena Kyuhyun juga sudah berdiri dan memegang bahunya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kibum!!” suara seorang pemuda yang meneriakan nama Kibum tersebut membuat ketiga orang yang ada disana memusatkan perhatian pada sang pemanggil nama. Mereka melihat sosok Choi Siwon berlari kecil menghampiri mereka bertiga.

Melihat Siwon berlari ke arah mereka, Kyuhyun merasakan jantungnya berdebar lebih cepat dari seharusnya. Kegugupan mulai merasuki Kyuhyun kala Siwon makin dekat dengan mereka bertiga. Kyuhyun akan selalu seperti itu jika Siwon berada disekitarnya. Kyuhyun tahu bahwa dia menyukai Siwon sejak Siwon membantunya waktu dia terjatuh akibat bertabrakan dengan Siwon. Sejak itu Kyuhyun diam-diam suka memperhatikan Siwon walau dari kejauhan, karena Siwon selalu dikelilingi oleh banyak siswa lainnya. Apalagi Siwon juga selalu bersama dengan Kibum, membuat Kyuhyun semakin tidak berani untuk mendekatinya untuk sekedar menyapanya.

Dimata Kyuhyun, Siwon adalah pribadi yang baik, tidak pernah menilai orang lain hanya dari luarnya saja, dan ramah. Ditambah lagi, Siwon memiliki wajah yang tampan dan berasal dari keluarga terpandang dan sukses. Namun Kyuhyun tahu jika Siwon merasa kesepian walau dia dikelilingi oleh orang banyak. Kyuhyun sering melihat Siwon termenung sendiri dengan wajah muram disaat teman-temannya tidak menyadari kebisuan dari seorang Choi Siwon. Kyuhyun selalu berpikir, apakah Siwon kesepian karena dia paham bahwa teman-teman yang selalu berada didekatnya itu mempunyai motif tersendiri kepadanya atau karena perhatiannya dan perasaannya tidak mendapat respon apapun dari Kibum.

Ya, Choi Siwon memang menyukai Jung Kibum sejak pertama kali mereka bertemu. Kibum dan Siwon bisa disebut sebagai teman masa kecil. Namun karena pekerjaan orang tua Siwon yang berkembang sampai luar negeri membuat Siwon baru bisa kembali ke tanah kelahirannya pada saat dia memasuki tahun ajaran baru sebagai siswa SMP.

Walaupun begitu, Siwon tidak pernah lepas kontak dari Kibum. Selama berada diluar negeri, Siwon selalu menghubungi Kibum, meskipun Kibum terkadang tidak menanggapi semua perhatian Siwon. Siwon bisa dibilang mengetahui semua hal tentang Kibum, mungkin terkecuali tentang hubungan antara Kibum dengan Kyuhyun. Siwon baru mengetahuinya ketika dia mulai bersekolah di SM Junior Highschool.

Lalu soal perasaan Siwon terhadap Kibum, Siwon bukanlah tipe pemuda yang menyembunyikan perasaannya. Dia sudah pernah sekali mengutarakan rasa sukanya kepada Kibum dan memintanya untuk mau menjadi pacarnya saat Siwon baru pulang dari luar negeri. Tapi Kibum langsung menolaknya dengan alasan dia belum tertarik untuk memulai suatu hubungan dan karena mereka juga masih terlalu muda untuk berpacaran.

Siwon cukup mengerti alasan Kibum menolaknya dan Siwon juga bisa menerimanya dengan lapang dada. Meskipun begitu, Siwon meminta kepada Kibum untuk tetap membiarkan dia berada disisi Kibum dan membiarkannya melakukan pendekatan terhadap Kibum. Hati Siwon cukup lega ketika Kibum hanya mengangguk sebagai jawaban permintaannya. Meskipun terkadang guratan kesedihan dan kekecewaan terpampang jelas diwajahnya, Siwon selalu menegaskan pada dirinya sendiri untuk bisa bersabar dengan Kibum. Sejak itu, Siwon selalu berada bersama Kibum jika dia bisa.

Kyuhyun yang memang selalu memperhatikan Siwon juga tahu bagaimana perasaan Siwon terhadap Kibum. Hal ini sebenarnya membuatnya sangat sedih, tapi Kyuhyun lebih sedih jika melihat Siwon yang begitu murung selalu menatap Kibum dengan pandangan penuh cinta yang tak berbalas. Kyuhyun selalu berpikir, jika saja dia bisa dekat dengan Kibum, mungkin dia bisa membantu Siwon. Tapi bagaimana mungkin hal tersebut bisa terjadi jika Kibum saja selalu merasa terganggu dengan kehadirannya.

“Tumben kau baru datang. Biasanya kau sudah ada dikelas sebelum aku.” Sahut Siwon berbinar-binar setibanya dia ditempat Kyuhyun, Kibum dan Changmin. Suaranya juga sekaligus membuyarkan lamunan Kyuhyun. Kyuhyun memperhatikan Siwon dari sudut matanya dan melihat bagaimana senangnya Siwon karena telah bertemu dengan pujaan hatinya. Dia juga melihat bagaimana Siwon langsung berdiri disamping Kibum sambil mengalungkan tangannya dibahu Kibum, membuat hati Kyuhyun terasa pedih melihat perhatian yang ditunjukkan Siwon kepada Kibum.

“Umma harus mengurus bayi besar sehingga membuat kami agak terlambat dari biasanya.” Balas Kibum atas pernyataan Siwon tadi. Kyuhyun yang mendengar ucapan Kibum tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia tahu bahwa Kibum sedang menyindirnya. Sedangkan Changmin yang juga mendengar ucapan Kibum baru saja, semakin mengeratkan kepalannya. Dia mendengus kesal sambil membelalakan matanya karena kesinisan yang ditunjukkan Kibum kepada Kyuhyun. Dia tahu bahwa ucapannya tadi pasti ada sangkut pautnya dengan Kyuhyun.

Siwon sendiri mengangguk mengerti lalu memberikan senyum terbaiknya kepada Kibum. Kyuhyun yang melihat senyum Siwon, tanpa sadar ikut tersenyum walau setelahnya dia menjadi murung karena dia sadar bahwa senyum itu bukan ditujukan untuknya. Kyuhyun terus memperhatikan Siwon yang begitu senang berbicara dengan Kibum. Merasa diperhatikan, Siwon menengadahkan kepalanya. Mata hitamnya bertemu pandang dengan mata coklat Kyuhyun. Kyuhyun tersentak karena dia bertatapan langsung dengan Siwon dan segera saja Kyuhyun menundukan kepalanya lagi menyembunyikan semburat merah yang mejalar dipipinya.

“Eh, ada Kyuhyun juga.” Sahut Siwon ramah. Kyuhyun mendengar namanya disebut oleh Siwon, langsung membungkukan tubuhnya dan menyapa Siwon.

“Selamat pagi Siwon-ssi.”

“Pagi Kyu. Dan sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan ssi. Panggil aku Siwon saja.” Sahut Siwon sambil menambahkan nada pura-pura marah karena panggilan Kyuhyun tadi.

“Ba..baik Siwon-s.. Ah maksudku, Siwon.” Ucap Kyuhyun gugup masih dengan kepala yang tertunduk. Siwon terkekeh geli karena tingkah Kyuhyun yang malu-malu kepadanya itu.

“Begitu baru bagus. Bummie, ayo masuk kelas. Sebentar lagi bel pertama.” Siwon kembali memusatkan perhatiannya pada Kibum dan langsung melupakan keberadaan Kyuhyun. Kibum menolehkan pandangannya ke arah Kyuhyun, memperhatikan gelagat Kyuhyun jika Siwon ada disekitar mereka. Kibum tersenyum penuh arti karena dia menyadari perasaan Kyuhyun terhadap Siwon. Kibum segera menoleh kembali kepada Siwon dan mengikuti Siwon yang membawanya ke kelas mereka.

Sementara itu Changmin langsung membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Kyuhyun dan mencengkram kedua lengan atas Kyuhyun. Changmin masih merasa kesal karena sikap Kibum tadi. Tapi Changmin lebih kesal pada Kyuhyun yang diam saja, membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu.

“Kenapa kau biarkan dia memperlakukanmu seperti itu Kyu?! Seharusnya kau membela dirimu sendiri.” Kyuhyun hanya menggeleng lemah. Dia menurunkan tangan Changmin dari lengannya dan memberikan senyum sedih pada Changmin.

“Sudahlah Min. Biarkan saja. Kibum hyung memang seperti itu. Tidak usah diambil hati.” Ujar Kyuhyun berusaha menenangkan Changmin yang masih terlihat gusar dengan Kibum. Changmin bermaksud membantah ucapan Kyuhyun ketika ada seseorang yang memotongnya lebih dulu.

“Iya Changmin-ssi, seharusnya kau biarkan saja. Itu bukan urusanmu.” Changmin dan Kyuhyun melihat siapa orang yang ikut serta dalam pembicaraan mereka. Ketika tahu siapa orang tersebut, secara tidak sadar Kyuhyun bergerak mundur dan sedikit menyembunyikan diri di belakang Changmin. Changmin pun bergerak seakan menutupi pandangan orang tersebut terhadap Kyuhyun.

“Mau apa kau Donghae?!” seru Changmin sengit. Donghae hanya tertawa remeh kepada seruan Changmin. Dia mendekatkan diri pada Changmin sehingga Changmin dapat merasakan nafas Donghae diwajahnya.

“Hei tenanglah. Aku tidak bermaksud apa-apa. Tapi kau lebih baik jaga temanmu itu baik-baik. Jangan sampai terjadi yang bukan-bukan pada dirinya.” Ingat Donghae dengan sedikit nada ancaman disuaranya.

“Kau..!”

“Sampai nanti.” Sahutnya santai dan pergi meninggalkan mereka berdua. Kyuhyun merasa sedikit takut dengan ucapan terakhir Donghae tadi, tapi dia segera menenangkan dirinya sendiri dan berharap apa yang diucapkan Donghae hanya bualan belaka. Namun, lain dengan Changmin. Dia merasa ada yang tidak beres dengan ucapan Donghae tadi dan Changmin akan memastikan bahwa Kyuhyun akan baik-baik saja. Changmin berharap bahwa Kyuhyun bisa terhindar dari masalah yang kemungkinan akan terjadi.

.

.

.

Kyuhyun dan Kibum sedang menunggu Jaejoong yang seharusnya sudah sampai setengah jam yang lalu untuk menjemput mereka berdua. Namun sampai saat ini, mobil sedan putih Jaejoong belum juga terlihat. Disaat keduanya sedang menunggu, ponsel Kibum berdering. Kibum segera mengangkatnya begitu tahu telepon tersebut dari Jaejoong.

“Yoboseyo umma. Kenapa belum datang?”

“…..”

“Oh. Ya sudah umma, tidak apa-apa. Aku bisa pulang dengan Siwon. Umma selesaikan saja pekerjaan umma.”

“…..”

“Kyuhyun? Dia sudah pulang dengan temannya tadi. Sepertinya mereka ada tugas sekolah bersama.” Kyuhyun langsung menolehkan wajahnya pada Kibum. Kyuhyun berpikir mengapa Kibum berbohong seperti itu pada Jaejoong. Mengapa dia bilang pada Jaejoong bahwa dirinya sudah pulang padahal dirinya sama-sama menunggu kedatangan Jaejoong.

“…..”

“Tidak usah umma. Aku yakin Kyuhyun bisa pulang sendiri. Umma juga pasti letih jika harus menjemput Kyuhyun dirumah temannya padahal umma sedang banyak kerjaan.” Kyuhyun semakin menatap Kibum dengan kepedihan dihatinya. Tapi disudut hati Kyuhyun, Kyuhyun mencoba memikirkan sisi positif dari kebohongan Kibum. Memang benar Jaejoong akan semakin letih jika dia harus menjemput Kyuhyun dirumah Changmin walaupun sebenarnya Kyuhyun tidak disana. Kyuhyun merasa Kibum hanya tidak mau Kyuhyun membebani Jaejoong akan dirinya.

“…..”

“Oke umma. Iya. Bye.” Kibum menutup teleponnya dan mulai menekan tombol diponselnya untuk menghubungi seseorang. Sambil melakukan itu Kibum mengajak Kyuhyun bicara tanpa memalingkan wajahnya kepada Kyuhyun.

“Kau bisa pulang sendiri bukan?!” tanya Kibum dingin. Kyuhyun hanya mengangguk untuk menjawab Kibum tanpa sadar bahwa Kibum tidak akan mengetahui apa jawaban Kyuhyun karena dia tidak melihat langsung kearah Kyuhyun. Tapi sepertinya Kibum memang tidak terlalu perduli dengan apa yang menjadi jawaban Kyuhyun karena ketika sambungan teleponnya terhubung dengan orang yang dia kehendaki, Kibum langsung berlalu meninggalkan Kyuhyun.

“Wonnie. Ummaku tidak menjemputku hari ini. Aku ikut denganmu.” Ujar Kibum tanpa menunggu jawaban dari Siwon dan langsung menutup ponselnya. Kyuhyun melihat punggung Kibum yang berjalan membelakanginya. Kyuhyun berpikir bahwa Kibum pasti memiliki alasan tersendiri untuk setiap perlakuannya pada dirinya dan Kyuhyun akan berusaha memahami apapun itu.

Dengan berita bahwa Jaejoong tidak bisa menjemputnya, Kyuhyun mengambil ponselnya dan menelepon Changmin. Kyuhyun berpikir mungkin Changmin masih ada di sekolah dan Kyuhyun bisa ikut dengan mobil Changmin sampai halte bis. Kyuhyun menunggu sesaat sampai ada jawaban dari Changmin.

“Yoboseyo Minnie-ah. Apa kau masih disekolah?”

“…..”

“Oh begitu.”

“…..”

“Eh?! Tidak. Aku hanya ingin tahu saja. Ya sudah. Selamat berkencan ya.”

“…..”

“Hahaha.. Tidak usah malu Min. Dongwook sunbae itu keren sekali. Kau beruntung mendapatkannya.”

“…..”

“Oke, oke.. Aku berhenti. Sudah ya Min, ak..Mppft….” Kyuhyun terkejut ketika ada sebuah tangan menutup mulut dan hidungnya dengan sebuah kain. Lalu lambat laun, Kyuhyun mulai kehilangan kesadaran dan pingsan dilengan seseorang. Ponselnya yang masih tersambung dengan Changmin tergeletak begitu saja dilantai bersama dengan tas Kyuhyun. Hanya suara cemas Changmin yang terus memanggil Kyuhyun sayup-sayup terdengar dari ponsel itu.

“Kyu?! Kyuhyun?! Kyu jawab aku!! Kau tidak apa-apa Kyu?! KYUHYUN!!”

.

.

.

“Kau dapatkan bocah Jung itu?” suara berat yang pastinya suara laki-laki sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. Pria yang memiliki bekas luka di pelipis kirinya menanyakan mengenai seseorang bermarga Jung dan sepertinya seseorang tersebut masih dibawah umur karena pria tersebut menyebutnya dengan sebutan bocah.

“…..”

“Bagus. Jangan lupakan bocah Jung yang satu lagi. Dia sandera yang cocok untuk membuat orangtuanya mengikuti semua keinginanku.” Sahutnya sambil menyeringai licik. Nampaknya pria tersebut memiliki niat buruk pada orang bermarga Jung tadi dan juga seseorang lagi yang kemungkinan adalah saudara atau bisa saja seseorang dengan marga yang sama.

“…..”

“Oke. Aku tunggu di tempat pertemuan kita.” Ujarnya sambil menutup telepon tersebut. Setelah menutup telepon tersebut, tiba-tiba saja pria tersebut tertawa terbahak-bahak. Tawa sarkastik seperti dia puas akan rencana jahatnya yang sedang berlangsung lancar saat ini. Pria itu masih tertawa sambil memutar-mutar sebuah belati. Lalu dalam hitungan detik, belati tersebut sudah menancap pada sebuah gambar pria lain yang terpajang di dinding ruangan. Pria dengan wajah kecil yang tampan. Pria kaya yang wajahnya tidak asing lagi. Pria yang dikenal dengan nama Jung Yunho.

.

.

.

Kyuhyun mulai sadar dari pengaruh obat bius dari kain yang membekapnya. Dia mengangkat tubuhnya perlahan mencoba untuk berdiri. Saat itu pula Kyuhyun sadar bahwa tangan dan kakinya terikat. Mulutnya juga ditutup oleh lakban. Kyuhyun dengan panik melihat kesekelilingnya. Dihadapannya dia hanya melihat ruang besar yang reman-remang dan kotor.

Kyuhyun menyadari bahwa dia berada didalam sebuah ruangan yang tidak pernah digunakan lagi. Kyuhyun mulai mengingat kejadian sebelum dia pingsan. Dia sempat merasakan seseorang menyergapnya dan menutup mulutnya dengan kain. Lalu dia mencium aroma yang manis yang mebuatnya tidak sadarkan diri. Sejak itu, Kyuhyun tidak ingat apa-apa lagi. Kyuhyun yakin dia sekarang sedang diculik dan disekap. Namun pertanyaan Kyuhyun yang selalu terbesit diotaknya adalah siapa yang menculiknya dan untuk apa.

Kyuhyun kemudian sekali lagi mengedarkan pandangannya kesemua penjuru ruangan itu dan betapa kagetnya dia ketika matanya melihat Kibum juga terbaring disalah satu sudut ruangan itu tidak jauh dari dirinya. Kyuhyun mencoba memanggil Kibum, namun dengan mulutnya yang tertutup oleh lakban, yang terdengar dari Kyuhyun hanyalah rintihan.

Merasa cemas dengan keadaan Kibum yang masih tidak sadarkan diri, Kyuhyun mencoba mendekati Kibum dengan menggeliat seperti ulat karena kondisinya juga tidak bisa berdiri apalagi berjalan. Dengan susah payah Kyuhyun akhirnya sampai kesisi Kibum. Kyuhyun mencoba membangunkan Kibum dengan mendorongkan kepalanya ke tubuh Kibum yang terbaring. Kyuhyun terus mencoba sampai akhirnya usahanya terbayarkan dengan erangan pelan dari Kibum. Kibum mulai membuka matanya dan menyesuaikan dengan cahaya diruangan itu. Tidak sulit untukknya untuk segera membuka matanya karena cahaya diruangan itu tidak terlalu terang. Kibum beberapa kali mengelengkan kepalanya, berusaha menghilangkan perasaan pusing yang dia alami karena pengaruh obat bius sama seperti Kyuhyun.

Kibum mulai mengedarkan pandangannya kesegala arah dan terakhir melihat secara jelas seseorang yang berada persis didepannya. Kibum terkejut menemukan Kyuhyun berada bersamanya apalagi dengan kondisi tangan dan kaki Kyuhyun terikat dan mulutnya yang ditutup oleh lakban. Melihat keadaan Kyuhyun seperti itu, Kibum juga mulai menyadari bahwa kondisinya tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun. Kibum lalu menatap lagi kearah Kyuhyun berusaha mencari jawaban dari Kyuhyun, namun saat bola mata Kyuhyun seakan mengatakan bahwa dia juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi, Kibum hanya bisa menunduk sambil menggelengkan kepalanya.

Kibum tidak habis pikir kenapa semua ini terjadi padanya. Dia bukan orang yang mempunyai musuh maka dia yakin bahwa peristiwa seperti ini tidak kan pernah terjadi padanya. Kibum mulai berpikir keras dan menduga ini pasti ada hubungannya dengan ayahnya, Yunho. Namun, Kibum menjadi ragu ketika dia menatap Kyuhyun sekali lagi. Jika memang ada urusan dengan ayahnya mengapa Kyuhyu juga ikut-ikutan diculik. Belum sedetik pertanyaan itu mencuat diotak Kibum, Kibum langsung tahu alasannya.

Kyuhyun juga anak dari Yunho. Pasti penculiknya ingin keuntungan ganda dengan menculik mereka berdua. Kibum mulai mengingat kapan dia diculik. Saat itu Kibum sedang menunggu Siwon untuk mengantarnya pulang. Ketika Kibum tidak terlalu memperhatikan sekitarnya, tanpa dia sadari sudah ada dua orang berdiri dibelakangnya. Dan dalam sekejap Kibum sudah berada dalam dekapan salah satu dari dua orang tersebut. Orang tersebut menempelkan kain dengan cairan beraroma manis yang membuat Kibum langsung tak sadarkan diri dan ketika dia sadar, dia sudah berada disini dengan Kyuhyun.

Menyadari bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan dengan keadaan terikat seperti sekarang, Kyuhyun dan Kibum hanya bisa saling menatap. Kemudian, Kibum mencoba menyandarkan dirinya pada dinding yang ada didekatnya, namun karena masih merasa pusing, Kibum tidak kuat untuk mengangkat tubuhnya dan dia terbaring lagi. Kyuhyun yang melihat Kibum lemah seperti itu merasa tidak tega.

Dengan sisa tenaga yang dia miliki, Kyuhyun mencoba menbantu Kibum dengan sekali lagi mendorong kepalanya dan berusaha menyangga tubuh Kibum agar bisa duduk. Awalnya Kibum tidak ingin pertolongan Kyuhyun. Dia hanya melihat Kyuhyun yang terus mendorong tubuhnya untuk bisa duduk. Namun melihat usaha Kyuhyun yang tidak berhenti agar dia merasa nyaman, Kibum akhirnya mau berusaha untuk mendudukan dirinya sendiri dan menyandarkan dirinya ke dinding. Kyuhyun sendiri setelah membantu Kibum, ikut menyandarkan dirinya disamping Kibum.

Keduanya terdiam karena memang mereka tidak bisa berbicara dengan jelas. Namun kesunyian yang mereka rasakan bukan kesunyian yang canggung. Kesunyian yang mereka rasakan lebih kepada kesunyian yang nyaman. Entah karena pertolongan Kyuhyun tadi membuat Kibum merasa sedikit tersentuh, atau memang pada dasarnya Kibum memang menyukai situasi diam seperti ini, aura yang dimiliki Kibum saat ini tidak menunjukkan adanya keridaksukaan terhadap Kyuhyun.

Dan Kyuhyun merasakan hal itu, membuatnya sedikit merasa lega. Disaat keduanya sedang menikmati kesunyian itu, terdengar suara pintu terbuka. Keduanya langsung menatap kearah pintu tersebut dan menemukan beberapa orang masuk kedalam ruangan tersebut. Namun yang membuat Kyuhyun dan Kibum tercengang adalah kehadiran seseorang yang dikenal oleh mereka berdua.

Salah seorang dari orang-orang tersebut menghampiri keduanya dan membuka lakban yang menutupi mulut mereka berdua. Begitu mulut mereka terbebas, Kibum langsung meneriakan satu nama memanggil orang yang ada diruangan itu.

“Donghae!!”

.

.

.

Suasana di kediaman keluarga Jung sangat tegang dan penuh kepanikan. Baru sekitar setengah jam yang lalu ada seseorang yang menghubungi Jaejoong dan menyatakan bahwa dia telah menculik kedua anaknya, Kibum dan Kyuhyun. Orang tersebut mengancam bahwa keselamatan keduanya tidak akan terjamin jika Jaejoong berani menghubungi polisi. Jaejoong yang panic dan cemas akan keselamatan kedua putranya, segera menghubungi Yunho dan memberitahunya semua yang dikatakan oleh penculik tadi. Yunho yang mendengar suara serak istrinya karena menangis, langsung membatalkan semua rapatnya dan segera melaju pulang kerumah dengan mobilnya.

Sesampainya Yunho dirumah, dia menemukan Jaejoong yang duduk di sofa di ruang keluarga dan tak henti-hentinya menangis dan berdoa agar Kibum dan Kyuhyun bisa pulang kerumah dengan selamat. Yunho segera menghampiri Jaejoong dan langsung memeluknya erat. Menyadari bahwa Yunho sudah ada disisinya, Jaejoong semakin menangis dengan keras. Dia masih tidak percaya mengapa musibah ini bisa terjadi pada putra-putranya. Yunho sebisa mungkin menenangkan Jaejoong dengan membelai rambut Jaejoong lembut dengan sesekali mencium pucuk kepala Jaejoong.

“Bagaimana ini Yun? Anak kita..” tubuh Jaejoong bergetar karena cemas dan takut. Melihat istrinya seperti itu, Yunho semakin mengeratkan dekapannya.

“Tenanglah Jae, aku akan berusaha menemukan mereka. Aku sudah menyewa orang untuk mencari mereka. Semoga mereka secepatnya membawa kabar.” Jaejoong hanya diam menanggapi perkataan Yunho. Dia masih cemas karena sepertinya suara orang yang meneleponnya tadi bukan suara orang yang bisa dianggap enteng. Yunho sendiri juga merasa cemas akan kedua putranya.

Dia memutar otaknya,mengingat siapa yang mampu melakukan ini pada keluarganya. Yunho selalu memastikan dirinya tidak mempunyai musuh yang berarti. Dia menjalankan bisnis dengan sebaik mungkin sehingga dia yakin lawan bisnisnya tidak mungkin seberani ini melakukan tindak kejahatan penculikan kepada putranya. Jadi Yunho bingung siapa pelakunya?

Selagi pasangan Jung itu memikirkan nasib kedua putra mereka, mereka dikejutkan oleh suara dering telepon di rumah mereka. Seorang pelayan membawa telepon tanpa kabel itu dan menyebutkan bahwa ada yang ingin bicara dengan Yunho. Segera saja Yunho berdiri dan mengambil telepon tersebut lalu berbicara dengan si penelepon.

“Yoboseyo. Siapa ini?” tanya Yunho dengan tenang walau tidak dipungkiri ada sedikit nada kecemasan dalam suaranya. Si penelepon terdiam sesaat sebelum akhirnya menyahuti pertanyaan Yunho.

“Selamat malam tuan Jung Yunho yang terhormat. Apa kabar?” suara laki-laki terdengar di telinga Yunho. Si penelepon bukannya menjawab pertanyaan Yunho melainkan berbasa-basi dengan Yunho dengan menanyakan kabar Yunho. Yunho yang tahu si penelepon adalah penculik kedua putranya segera naik pitam. Dia membentak orang tersebut sambil mengulang pertanyaannya.

“Jangan basa basi. Siapa kau?!”

“Oh, kenapa marah-marah seperti itu tuan Jung. Kalau kau berteriak, nanti kau bisa membuatku terkejut. Kalau aku terkejut, aku bisa tanpa sengaja menembakkan pistol ini ke salah satu anakmu dan kau tidak mau itu terjadi bukan?!” ancam penculik itu membuat Yunho semakin bergejolak. Yunho tidak tahu bahwa si penculik hanya menggertak karena sebenarnya dia tidak berada di gudang tempat Kyuhyun dan Kibum disekap.

Namun, Yunho tetap merasa marah dan dia berusaha menahan amarahnya tersebut dengan mengeratkan pegangannya pada telepon yang menempel di telinga kirinya. Jaejoong yang melihat raut wajah Yunho berubah jadi marah, sedikit bisa menduga bahwa yang menghubungi suaminya sekarang adalah si penculik. Jaejoong juga ikut berdiri dan menghampiri Yunho.

“Jangan Kau sakiti anakku!!” teriak Yunho membuat Jaejoong tersentak dan semakin yakin bahwa si penelepon adalah si penculik.

“Sudah kubilang jangan berteriak tuan Jung. Kasihan jika anakmu yang menjadi korban karena ayahnya tidak mau menuruti perintahku.” Cibir si penculik. Yunho berusaha menenangkan dirinya karena yang menjadi prioritasnya sekarang adalah keselamatan kedua putranya. Dia menghela nafas pelan lalu mulai berbicara lagi dengan si penculik.

“Apa maumu? Katakan dan aku akan memberikannya selama kau membebaskan kedua putraku.”

“Mauku? Sebenarnya aku mau kau mati Jung. Tapi akhir-akhir ini aku memikirkan hukuman yang cocok untukmu. Mungkin dengan membunuh salah satu putramu. Menurutmu yang mana?” tanya si penculik dengan nada yang tenang seakan-akan dia sedang bertanya tentang cuaca pada Yunho. Yunho yang menyadari dia sedang berurusan dengan orang yang sangat berbahaya menjadi semakin takut karena kedua putranya sekarang ada dalam genggaman orang tersebut. Di hati Yunho yang terpikirkan hanyalah bagaiaman caranya agar tidak terjadi apa-apa kepada Kyuhyun dan Kibum.

“Jangan! Aku mohon jangan lakukan itu. Kalau kau ingin aku mati, aku bersedia selama mereka selamat.”

“Yunho!” teriak Jaejoong ketika dia mendengar Yunho berniat akan mati untuk menggantikan tempat anak mereka. Jaejoong semakin tidak kuasa menahan emosinya kala dia mendengar Yunho mau mengorbankan dirinya sendiri seperti itu. Yunho sendiri tidak menggubris Jaejoong, dia masih terfokus pada si penculik.

“Oh menyentuh sekali, tapi sayang jika kau mati, penderitaan adikku karena dirimu tidak akan terbayarkan. Mati adalah hukuman paling mudah untukmu.” Sahur si penculik sinis. Yunho menangkap rasa benci yang dalam dari suara si penculik. Yunho pun mulai mengerti kenapa peristiwa ini bisa terjadi. Tapi yang jadi pertanyaan Yunho adalah dengan siapa dia berurusan dan apa maksud dari Yunho adalah penyebab dari penderitaan adik si penculik.

“Adikmu? Tunggu kau bilang kau ingin memberikan hukuman kepadaku. Apa maksudmu sebenarnya? Siapa kau?” Yunho harus tahu semua kenyataan dibalik ini semua. Yunho sudah tahu bahwa ini bukan pekerjaan lawan bisnisnya. Yunho merasa ini lebih bersifat dendam pribadi.

“Kau mau tahu aku siapa?! Bagaimana kalau aku bilang aku adalah kakak dari seorang Kim Heechul yang telah kau terlantarkan. Apa itu menjawab semua pertanyaanmu Jung?!” Bagai disambar petir, Yunho terkejut bukan main. Heechul. Semua ini berhubungan dengan Heechul.

“Kakak Chulie?” tanya Yunho lirih. Jaejoong pun terkejut ketika Yunho menyebut nama kecil Heechul. Dia menatap wajah takut suaminya ketika mengucapkan nama itu, berharap dia dapat mengerahui isi kepala dari suaminya itu. Saat ini Jaejoong benar-benar tidak tahu apa-apa yang semakin membuatnya khawatir.

“Jangan sebut nama adikku dengan mulut berbisamu itu Jung Yunho!! Mulutmu itu yang sudah merayu adikku hingga dia terjerat dalam pesonamu!! Padahal kau hanyalah pecundang yang tidak mau bertanggung jawab atas dirinya hingga dia menderita sampai akhir hayatnya!!” Bentak si penculik marah. Yunho sedikit menjauhkan telepon itu karena suara kerasnya memekakan telinga Yunho, tapi hanya berselang beberapa detik, Yunho sudah menempelkan kembali telepon tersebut dan berusaha menjelaskan kepada si penculik.

“Aku bukannya tid..”

“Simpan saja Jung! Sudah terlambat untuk menjelaskan dirimu sekarang. Aku akan pastikan bahwa dendam adikku akan terbalaskan.” Ucapan Yunho terpotong begitu saja karena si penculik sudah tidak mau mendengar alasan-alasan yang ingin disampaikan oleh Yunho.

Bagi si penculik, kenyataan bahwa Heechul telah tiada, apalagi di saat dia meninggal dengan penderitaan, membuat si penculik tutup mata, telinga dan semua perasaannya untuk penjelasan dari seorang Jung Yunho. Yang dia tahu hanya satu, yaitu membalaskan dendam Kim Heechul adiknya. Adik yang belum sempat dia kenal karena mereka berdua terpisahkan akibat perceraian orang tua mereka.

“Kumohon. Jika kau memang ingin membalas dendam padaku, tolong jangan sakiti anak-anakku. Mereka tidak bersalah. Aku akan menuruti apa pun maumu. Kumohon..”

“Ya, memohonlah seperti itu. Mungkin aku akan berubah pikiran.” Si penculik merasa puas ketika mendengar Yunho memohon agar anak-anaknya tidak disakiti. Dia terdiam sesaat menikmati helaan nafas dari Yunho yang semakin cepat, menandakan kekhawatiran dan ketakutan yang dalam. Tapi semua itu belum membuatnya merasa lega. Dia masih ingin membuat seorang Jung Yunho merasakan penderitaan dari adiknya.

“Baiklah Jung. Aku tidak akan menyakiti anak-anakmu selama kau mengikuti apa perintahku.”

“Apa saja.” Puas mendengar Yunho akan menuruti segala perintahnya, si penculik menarik nafas sebentar sebelum menyebutkan permintaannya.

“Aku ingin kau memberikan semua kekayaanmu padaku. Semuanya. Buatlah agar kekayaanmu itu berpindah tangan padaku. Aku berikan waktu padamu 24 jam untuk mengurus itu semua.” Yunho sudah menduga bahwa pasti ada permintaan materi dari si penculik dan dia tidak perduli jika hanya itu yang diminta. Yunho akan menyanggupinya.

“Baik. Atas nama siapa?”

“Nanti aku akan berikan detailnya. Orang suruhanku akan datang kerumahmu.”

“Lalu bagaimana anakku? Kapan akan kau bebaskan mereka?” tanya Yunho karena dia sudah tidak sabar untuk segera mendekap anak-anaknya.

“Secepat kau menyelesaikan permintaanku tadi Jung Yunho. Begitu orang suruhanku menyampaikan bahwa kau sudah memindahkan seluruh hartamu, aku akan lepaskan sang kakak.” Jawab si penculik santai. Yunho membelalakan matanya karena si penculik sepertinya tidak akan melepaskan Kyuhyun.

“Kibum? Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Apa kau mau menipuku hah?! Aku bilang aku ingin kedua putraku!” Bukannya menjawab pertanyaan Yunho si penculik justru tertawa terbahak-bahak.

“Ahahaha… Lucu sekali.. Kyuhyun itu milik Heechul. Itu berarti dia milikku. Aku tidak akan membiarkan dia menjadi milikmu Jung Yunho. Kyuhyun akan tetap bersamaku.” Ujarnya membuat Yunho semakin melebarkan matanya tidak percaya. Kyuhyun akan diambil oleh kakak Heechul. Kyuhyun, putra bungsunya akan dipisahkan darinya. Yunho tidak bisa menerima hal itu.

“Jangan! Jangan lakukan itu! Kyuhyun juga anakku. Kau tidak bisa membawanya.”

“Oh, aku bisa dan akan membawanya. Kau tinggal pilih Jung. Anakmu yang bernama Kibum itu mati atau kau biarkan Kyuhyun bersamaku, karena aku tidak perduli jika sang kakak mati. Dia tidak ada hubungan apa pun dengan Heechul jadi aku bisa semauku berbuat apa pun padanya.” Ancam penculik itu lagi. Yunho semakin tidak percaya dengan apa yang harus dia hadapi sekarang. Tak terasa airmatanya sudah jatuh karena beban ini terlalu berat untuk hatinya.

“Tolonglah.. Jangan buat aku memilih seperti ini..” Yunho sekali lagi mengiba pada si penculik. Dia tidak ingin melepaskan Kyuhyun namun dia juga tidak membiarkan KIbum mati, karena Yunho yakin orang ini pasti akan melakukan itu jika dia menolak. Yunho hanya mengharapkan adanya keajaiban agar dia bisa mendapatkan kedua putra dalam kondisi selamat.

“Ahahaha.. aku tidak perduli. Kau harus memilih sekarang Jung.” Tawa puas terdengar di telinga Yunho.Tawa itu bagaikan sayatan lebar dihatinya. Bagaimana mungkin dia bisa memilih antara Kyuhyun dan Kibum. Jaejoong yang melihat airmata terus mengalir dari pelupuk suaminya menjadi kebingungan.

“Yunho..” lirihnya memanggil Yunho. Yunho menoleh sesaat dan memandangi Jaejoong. Yang ada dipikiran Yunho sekarang adalah apa yang akan dilakukan oleh Jaejoong jika dia berada diposisi Yunho? Apa dia akan memilih Kibum karena Kibum adalah anak kandungnya atau tetap mempertahankan Kyuhyun yang sudah mulai dekat dengannya dengan resiko keselamatan Kibum.

Yunho terus menatap Jaejoong sedih dan meskipun dia tahu keputusan ini berat baginya, namun keselamatan Kibum adalah prioritas sekarang. Bukan dia tidak ingin agar Kyuhyun kembali padanya, tapi paling tidak Kyuhyun tidak akan disakiti karena dia bersama pamannya, kakak dari Heechul.

“Jawab aku Jung!!” teriakan marah dari si penculik membuyarkan lamunan Yunho. Dia menarik nafas dan membuangnya perlahan. Dengan berat hati dia memang harus memilih. Namun dia harus memastikan jika si penculik tidak akan menyakiti Kyuhyun.

“Apa kau akan merawat Kyuhyun dengan baik?” tanya Yunho lirih. Dia sudah kehilangan tenaganya karena masalah ini.

“Lebih baik dari dirimu.” Jawab si penculik mantap.

“Baiklah. Aku akan menuruti semua keinginanmu. Bebaskan Kibum begitu aku selesai mengurus perpindahan kekayaanku padamu. Kau harus memegang janjimu.”

“Aku selalu memegang janjiku. Beda denganmu. Kau tunggu kabar selajutnya dariku.” Si penculik langsung menutuop sambungan teleponnya. Setelah Yunho mendengar nada putus dari sambungan teleponnya, dia langsung terduduk lemas di lantai.

Telepon itu terlepas dari genggamannya. Yunho tidak bisa menahan kesedihannya akan keputusan yang telah diambilnya. Dia menangis tersedu-sedu karena dia akan kehilangan Kyuhyun. Jaejoong yang belum mengerti sepenuhnya apa yang sudah terjadi dengan Yunho dan penelepon tadi hanya bisa ikut duduk di lantai dan memeluk Yunho, membawa kepalanya kedadanya. Keduanya menangis bersama mengingat bahwa saat ini kedua putra mereka pasti sedang sangat menderita.

.

.

.

Kyuhyun dan Kibum telah dibebaskan dari ikatan mereka. Mereka juga telah membersihkan diri mereka dan mengganti baju seragam yang mereka pakai sebelumnya dengan pakaian yang lebih santai. Namun mereka masih belum bisa berbuat banyak karena mereka masih diawasi orang beberapa penjaga. Kyuhyun dan Kibum juga tidak menempati lagi gudang tidak terpakai karena kemarin malam mereka sudah dpindahkan ke sebuah rumah yang besar walau sepanjang perjalanan wajah mereka ditutupi oleh kain agar tidak mengingat jalan ke rumah tersebut.

Sekarang Kibum dan Kyuhyun menempati sebuah kamar yang cukup luas. Keduanya masih belum bisa menduga siapa yang melakukan ini semua kecuali Donghae karena mereka sempat melihat Donghae sebelum keduanya dipindahkan kesini. Kyuhyun menduga Donghae melakukan ini kepadanya karena pada dasarnya Donghae tidak suka padanya, namun Kyuhyun heran mengapa Donghae ikut andil dalam penculikan Kibum.

Bukankah sepertinya dia selalu membela Kibum. Kibum juga tidak bisa menemukan jawaban mengapa Donghae terlibat dalam tindak kriminal ini. Satu hal yang pasti Kibum tidak akan membiarkan Donghae lepas begitu saja, jika Kibum terbebas dari masalah ini. Itu pun jika Kibum memang bisa keluar dengan mudah. Keduanya terlalu terfokus pada pikiran masing-masing sampai tidak mendengar dua orang memasuki kamar mereka tersebut. Mereka baru sadar ketika satu dari mereka menarik Kyuhyun dan dengan tiba-tiba memeluk Kyuhyun. Kyuhyun yang masih kaget dengan pelukan pria besar dihadapannya ini hanya bisa terpaku.

“Kau mirip sekali dengan ibumu.” Sahut pria itu lembut. Kyuhyun semakin bingung dengan keadaan ini. Padahal Kyuhyun sadar bahwa pria ini pasti otak dari penculikkannya, dilihat dari penjaga yang langsung berdiri ketika dia berada dikamar ini. Kyuhyun yang tidak mau sampai pria ini melakukan hal-hal yang nanti akan dia sesali, memilih untuk tidak memberontak ketika dekapan pria tersebut semakin erat. Kyuhyun justru membalas pelukan pria itu sambil berusaha mencari tahu mengapa pria yang sepertinya baik ini sanggup melakukan penculikan atas dirinya dan juga Kibum.

“Tuan ke..kenal.. d..dengan umm..ummaku?” tanya Kyuhyun sedikit terbata-bata karena tidak dipungkiri, Kyuhyun masih takut dengan pria ini. Pria itu lalu melepaskan pelukannya dari Kyuhyun. Kemudian dia membelai wajah Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun menatap heran pria yang memiliki luka di pelipis kiriya itu namun masih membiarkan dia melakukannya.

“Aku sangat kenal dengan ibumu walau dia tidak akan pernah mengenalku Kyu.” Jawab pria itu dengan tatapan mata yang menyiratkan kepedihan dan kesedihan. Entah kenapa Kyuhyun merasakan bahwa mata itu mirip dengan mata Heechul, ibunya. Kyuhyun tanpa sadar mengangkat tangannya dan ikut membelai wajah pria didepannya itu.

“Tuan tidak usah sedih. Umma sekarang sudah bahagia. Dia tidak akan menderita lagi.” Sahut Kyuhyun. Perkataan Kyuhyun tersebut membuat pria tersebut tersenyum walau masih ada segurat kesedihan diwajahnya. Dia lalu mengacak rambut Kyuhyun. Kyuhyun masih tidak tahu mengapa, tapi melihat pria itu tersenyum, Kyuhyun juga ikut tersenyum. Padahal seharusnya dia menanyakan maksud pria tersebut menculiknya.

Seharusnya Kyuhyun menjaga jarak dengannya, namun Kyuhyun seperti memiliki hubungan dengan pria ini. Sedangkan pria tersebut menyadari wajah penuh tanda tanya dari Kyuhyun walau tertutup oleh senyum manis darinya, hanya terdiam. Dia justru melangkah kearah Kibum yang sedari tadi hanya memperhatikan tingkah lakunya dengan Kyuhyun.

Sebenarnya Kibum agar khawatir ketika pria itu tiba-tiba saja memeluk Kyuhyun meskipun dia tidak akan mengakuinya. Kibum cemas jika pria itu memiliki niat jahat terhadap Kyuhyun. Tapi semua anggapannya salah, karena pria tersebut hanya memeluk, membelai wajah Kyuhyun dan mengacak rambutnya.

Sekarang Kibum yang mencemaskan dirinya sendiri karena pria itu berjalan kearahnya. Ketika pria itu sampai didepan Kibum, pria itu memandang Kibum dengan perasaan benci. Dia tiba-tiba saja mengarahkan tangannya kearah Kibum untuk menampar Kibum. Namun sebelum tangan besarnya mendarat di pipi mulus Kibum, ada seseorang yang menggantikan tempatnya.

Plak!!

Bunyi tamparan keras itu membahana diseluruh ruangan. Kibum yang sejak pria itu mengangkat tangannya sudah memejamkan mata dan menyiapkan dirinya akan tamparan pria itu mulai membuka matanya. Dia heran karena tidak merasakan sakit sama sekali. Tapi hanya berselang beberapa detik Kibum akhirnya tahu mengapa dia tidak merasakan sakit sama sekali. Pipi mulusnya terselamatkan oleh pipi tembem milik Kyuhyun yang sekarang berwarna merah menyala dengan bekas tangan dan luka karena bibirnya sobek sedikit.

“Aduh..” ringis Kyuhyun sambil memegangi pipinya tersebut. Si pria terkejut bukan main karena dia telah salah menampar Kyuhyun dan bukannya Kibum. Dia lalu dengan perlahan menangkupkan kedua tangannya pada wajah Kyuhyun.

“Oh, Kyu. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menamparmu. Kenapa kau berdiri didepan bocah sial ini?” Kyuhyun langsung merengut mendengar pria ini mengejek Kibum. Dia lalu beringsut pelan kebelakang Kibum. Tidak mau berdekatan dengan pria yang dengan entengnya mau menampar Kibum. Kyuhyun sadar, bahwa dia memang harus berhati-hati dengan pria ini yang notabene telah menculiknya dan Kibum. Kibum sendiri juga tanpa sadar memegang tangan Kyuhyun dan berdiri sedikit memunggunginya seakan ingin melindungi Kyuhyun dari pria besar tersebut.

“Tuan Kim, kenapa anda mau menampar Kibum? Salah dia apa tuan?” tanya pemuda yang ikut masuk dengan pria bermarga Kim tersebut. Kibum dan Kyuhyun memalingkan wajah mereka dan menemukan Donghae berdiri dengan sikap yang sama dengan para penjaga kamar ini. Mereka menatap Donghae dengan mimik tidak suka. Terlebih lagi Kibum. Bukan karena dia ikut andil dalam penculikan dirinya tetapi lebih kepada Donghae yang bergaul dengan orang-orang tidak benar ini. Sedangkan pria besar itu memandang tajam kepada Donghae dan menghardiknya.

“Kau diam saja Donghae! Segera kau bawa bocah Jung ini keluar. Antarkan dia pulang!” perintahnya sambil menunjuk Kibum. Kibum dan Kyuhyun kaget dengan perintah pria Kim tersebut. Kibum apalagi karena dia justru mengira bahwa dia akan berada cukup lama di tempat ini. Namun sekali lagi anggapan Kibum dipatahkan oleh kenyataan yang berbading terbalik.

Kibum tanpa sadar mengeratkan genggamannya pada tangan Kyuhyun. Kyuhyun pun semakin mendekatkan dirinya kepada Kibum. Donghae sendiri, masih terpaku ditempatnya tidak percaya dengan apa yang sudah didengarnya. Donghae tidak menyangka bahwa Kibum akan dibebaskan semudah itu. Tapi dalam hatinya dia juga lega karena awalnya dia tidak mengira bahwa Kibum akan diculik juga. Donghae membantu tuan Kim karena dia pikir, tuan Kim hanya menginginkan Kyuhyun dan bukan Kibum.

“Apa yang kau tunggu bodoh?! Cepat bawa bocah ini pergi. Aku tidak mau melihat wajahnya lagi!” Donghae tersentak mendengar suara keras tuan Kim itu. Dia segera menghampiri Kibum lalu menarik lengannya. Kibum menepis tangan Donghae yang berusaha membawanya. Namun tenaga Donghae lebih besar sehingga dia berhasil menarik Kibum sehingga genggamannya pada Kyuhyun terlepas dan dia menjauh dari Kyuhyun.

Kibum terus berontak karena entah kenapa dia tidak mau meninggalkan Kyuhyun disini sendirian. Kibum meyakinkan dirinya sendiri walau dia tidak menyukai Kyuhyun, tapi dia masih bertanggung jawab atas dirinya. Dia tidak mau disalahkan oleh orangtuanya jika terjadi sesuatu kepada Kyuhyun.

“Lepas Hae! Lepas! Kyuhyun!!”

“Hyung!!”

“Kau disini Kyuhyun. Kau itu sudah dibuang oleh Jung Yunho.” perkataan pria besar itu membuat Kibum dan Kyuhyun berhenti berontak. Mereka berdua menatap tidak percaya kepada tuan Kim. Sedangkan tuan Kim mempergunakan kesempatan dengan diamnya Kyuhyun dan Kibum untuk memisahkan mereka berdua dengan sedikit tarikan berhasil lalu menahan Kyuhyun agar tidak bisa berdekatan dengan Kibum lagi.

Kyuhyun yang akhirnya sadar bahwa dia sudah tidak bersama dengan Kibum lagi mulai berusaha melepaskan diri dari pegangan tuan Kim. Namun dengan tenaga Kyuhyun, dia tidak mampu melepaskan genggaman tangan tuan Kim pada lengannya.

“Kumohon tuan, lepaskan aku. Biarkan kami pergi. Kami tidak memiliki masalah denganmu. Mengapa kau melakukan ini kepada kami? Bukahkah kau kenalan umma, seharusnya kau tidak berbuat seperti ini.” Lirih Kyuhyun memohon pada tuan Kim. Yang bersangkutan hanya memandang lekat Kyuhyun lalu mengalihkan pandangannya pada Donghae dan juga Kibum.

“Ayo cepat Donghae! Bawa dia pergi dari sini! Ayahnya sudah memenuhi janjinya jadi sekarang aku yang memenuhi janjiku.” Walau Donghae masih bingung namun dia segera mengikuti perintah tuan Kim. Donghae segera menarik paksa Kibum.

“Hae! Lepaskan! Kita tak mungkin meninggalkan Kyuhyun sendiri disini!”

“Sudahlah Kibum. Biarkan saja. Bukankah kau juga ingin dia lenyap dari hidupmu?! Nah ini kesempatannya. Ayo. Kau sudah dibebaskan. Kau bisa pulang.”

“Kau gila Hae! Bagaimana pun Kyuhyun itu adikku!” Kibum tersentak sendiri ketika dia mengucapkan kata itu dari bibirnya. Dia langsung melihat sekali lagi kearah Kyuhyun dan melihat secercah rasa bahagia tercermin dari matanya.

“Tuan! Kumohon lepaskan aku. Biarkan aku pergi dengan hyungku.” Pinta Kyuhyun sekali lagi mencoba membuat tuan Kim iba dan melepaskan dirinya pergi bersama dengan Kibum. Namun tuan Kim bersikukuh bahwa hanya Kibum yang akan pergi dan menyatakan alasan yang membuat Kyuhyun seperti dipukuloleh palu godam yang besar dijantungnya.

“Dengar Kyuhyun! Kau itu sudah tidak punya tempat lagi selain bersamaku. Orangtuamu sudah menukar keselamatan anak mereka dengan dirimu. Kau itu sudah dibuang.” Kyuhyun terdiam dan menatap bergantian antara Kibum dan tuan Kim.

“Apa?”

“Kyuhyun jangan dengar kata pria jahat itu! Mana mungkin appa membuangmu?!” Kibum berusaha agar Kyuhyun tidak mendengarkan tuan Kim. Kibum yakin bahwa tuan Kim hanya menggertak. Tidak mungkin kedua orangtuanya yang menyayangi Kyuhyun akan setega itu pada Kyuhyun.

“Tapi itu kenyataannya bocah sial! Appamu itu telah memilih kau daripada Kyuhyun. Kalau kau tidak percaya kau bisa tanyakan langsung kepadanya.” Kangin menjadi marah ketika Kibum meyangsikan ucapannya. Sedangkan Kyuhyun seperti tubuh yang tidak mempunyai jiwa ketika mendengar berita itu. Dia masih tidak mau percaya bahwa Yunho akan tega melakukan hal tersebut padanya. Yunho yang menyayangi dan selalu mendukungnya.

“Appa membuangku..?” tanya Kyuhyun entah pada siapa. Kangin melihat kesempatan ini untuk segera mengeluarkan Kibum dari kamar ini segera memerintahkan Donghae.

“Donghae! Cepat bawa dia pergi dari sini! Bocah itu berisik sekali.”

“Kyuhyun!!” Kibum mencoba memanggil Kyuhyun, namun Kyuhyun masih terlalu terkejut karena ucapan dari tuan Kim. Kibum masih tidak percaya dengan perkataan tuan Kim. Dalam hatinya dia tahu bahwa Yunho tidak akan berbuat setega itu pada Kyuhyun. Tidak mungkin karena Kibum tahu perjuangan Yunho untuk mendapatkan dan agar bisa merawat Kyuhyun sebagai anaknya sendiri. Kibum ingin sekali membuat Kyuhyun mengerti pasti ada penjelasan untuk ini semua.

Dia ingin agar Kyuhyun tidak salah paham karena walaupun Kibum tidak menyukainya, tapi jika dengan cara seperti ini, Kibum berpikir sangat tidak adil untuk Kyuhyun. Apalagi Kibum tahu riwayat hidup Kyuhyun saat masih kecil. Kehidupan yang setiap saat dipandang rendah oleh orang lain, kehidupan yang selalu menolak kehadirannya sebagai manusia di dunia.

Memikirkan bagaimana menderitanya Kyuhyun saat masih kecil hingga sekarang karena perlakuan yang kerap dia terima dari teman-teman disekolah, belum lagi dari dirinya sendiri, membuat Kibum merasa bersalah. Kibum sadar bahwa Jaejoong bersikap baik terhadap Kyuhyun karena pada dasarnya Kyuhyun tidak bersalah apa-apa atas kemalangan keluarganya dulu.

Dia hanya anak yang dilahirkan oleh Heechul dari semua masalah yang ada. Kibum sadar bahwa Kyuhyun pun tidak mau dilahirkan jika dia tahu apa yang akan menantinya jika dia lahir. Tak terasa airmata Kibum jatuh dan dia semakin memberontak agar bisa ke tempat Kyuhyun. Namun Donghae dengan segenap tenaganya menarik Kibum keluar dari kamar tersebut dan langsung membawanya ke bawah lalu memasukkan Kibum ke mobil. Kibum sekali lagi diikat dan wajahnya ditutupi kain gelap sebelum akhirnya mobil itu melaju kearah rumah keluarga Jung.

Sementara itu Kyuhyun masih terdiam dalam tangisnya mendengar bahwa Yunho hanya membebaskan Kibum dan tidak dirinya. Dalam hatinya dia ingin mempercayai bahwa Yunho pasti punya penjelasan mengapa dia melakukan itu. Namun dalam benaknya, semua penolakan yang pernah dia terima seakan memperkuat bahwa selamanya dia tidak diinginkan.

Selamanya Kyuhyun hanya beban bagi orang lain.

Selamanya dia adalah orang terbuang.

Setetes demi setetes airmata mulai membasahi pipi Kyuhyun. Sudah tidak dia rasakan lagi sakit dipipinya akibat tamparan tuan Kim. Sakit dipipinya tidak sebanding rasa sakit yang ada dihatinya karena mengetahui kenyataan bahwa ayah yang diharapkan akan selalu bersama dan mendukungnya kini sama saja dengan orang-orang yang memandangnya rendah. Kyuhyun pun berhenti berontak saat Kibum juga sudah pergi dari kamar tersebut. Tatapannya kosong, sekosong jiwanya yang sudah tidak mempunyai harapan lagi.

Tuan Kim yang menyaksikan betapa hancurnya Kyuhyun saat ini karena diabaikan oleh orang yang dia percaya sepenuhnya, sebenarnya tidak tega. Namun ini harus dia lakukan demi mendapatkan kesempatan untuk bisa membesarkan anak adiknya, Heechul. Tuan Kim ingin menyalurkan semua rasa sayangnya pada Kyuhyun yang merupakan peninggalan terakhir dari Heechul.

Tuan Kim ingin agar semua hal yang tidak bisa dia berikan kepada Heechul, dapat dia berikan pada Kyuhyun. Walau dia harus menempuh cara licik atau apa pun juga, dia harus mendapatkan Kyuhyun dari tangan Jung Yunho. Tuan Kim lalu kembali memusatkan perhatiannya pada Kyuhyun dan mengangkat dagunya agar bisa menatapnya langsung.

“Kyuhyun. Dengarkan aku. Sekarang hanya aku satu-satunya keluargamu. Aku adalah kakak kandung dari ummamu Heechul. Aku ahjussimu Kyuhyun. Namaku Kim Youngwoon. Tapi semua orang biasa memanggilku Kangin. Aku berjanji bahwa aku akan merawatmu. Aku akan menjagamu sebagaimana Heechul menjagamu.”

“Ahjussi? Aku masih punya kerabat kandung selain appa?” tanya Kyuhyun pelan. Dia masih merasa sedih atas semua ini. Tuan Kim atau Kangin mengangguk tegas. Dia lalu memeluk Kyuhyun sekali lagi. Membawa kepala Kyuhyun kedalam dadanya.

“Kita tinggal berdua sekarang Kyuhyun. Kau lupakan semua hal tentang keluarga Jung. Lupakan tentang appamu yang telah membuangmu. Menangislah sepuasmu sampai kau lelah, tapi ahjussi minta setelah kau puas menangis, kau sudah tidak lagi memikirkan mengenai mereka. Anggap mereka tidak pernah hadir dalam hidupmu.” Sahut Kangin menyakinkan. Dia harus sedikit berbohong kepada Kyuhyun mengenai Yunho yang membuangnya. Walau dalam pikiran Kangin, adalah benar Yunho telah membuang Kyuhyun karena pada akhirnya dia lebih memilih Kibum.

Kyuhyun sendiri hanya diam, masih tidak bisa berpikir secara jernih. Hanya satu yang dia ingin lakukan sekarang. Dia ingin memejamkan matanya dan berharap bahwa semua ini hanya mimpi. Kyuhyun berharap bahwa dia lebih baik terus bersama dengan Heechul dan tidak mengalami apa yang selalu dia alami setelah Heechul meninggal. Kyuhyun tidak perduli jika dia harus tinggal dengan Kangin atau berusaha pergi dan menemui Yunho. Yang ada diotaknya saat ini adalah dirinya dan kenangan akan ibu tersayangnya, Kim Heechul.

Kyuhyun terus membiarkan dirinya didekap oleh Kangin dan lambat laun suara jantung Kangin membuatnya tertidur. Kangin yang menyadari Kyuhyun telah tertidur, lalu mengangkatnya bridal style dan merebahkannya diranjang. Kangin membelai lembut rambut Kyuhyun lalu menyelimutinya. Kangin beranjak keluar kamar dan langsung disambut oleh beberapa orang berpakaian jas rapi yang serba hitam.

“Tuan.” Sapa salah satu pria tersebut yang sepertinya adalah tangan kanan dari Kangin.

“Shindong, bagaimana soal peralihan kekayaan itu?” tanya Kangin langsung pada pria bernama Shindong itu.

“Semua sudah beres tuan. Jung Yunho sudah bukan lagi CEO di Jung Corp. Kini dia hanya bisa mengandalkan istrinya Jung Jaejoong. Semua sudah berada ditangan anda.” Kangin menyeringai puas. Kangin merasa sedikit puas dengan keadaan Yunho yang sekarang harus mengemis dari istrinya untuk bisa hidup.

Sebenarnya Kangin tidak memerlukan kekayaan Jung Yunho. Dia mempunyai bisnis legal maupun illegal miliknya sendiri. Keduanya sudah memberikan keuntungan tersendiri pada dirinya. Kangin hanya ingin Yunho tidak memiliki apapun. Dia berencana akan memberikan perusahaan Yunho untuk Kyuhyun saat Kyuhyun sudah cukup umur dan persiapan untuk memimpin sebuah perusahaan.

“Bagus Shindong. Aku memang selalu bisa mengandalkanmu. Oh, apa kau sudah pastikan bbahwa Donghae tidak akan macam-macam dengan kita. Aku tidak mau anak itu membuat masalah untuk organisasi kita.”

“Saya sudah mengurus itu semua tuan. Donghae tidak akan buka mulut. Dia sudah tahu seperti apa hukuman yang diberikan oleh organisasi kita untuk para pengkhianat. Dan kami juga sudah pastikan keluarga Jung tidak akan melaporkan ke polisi mengenai kejadian kali ini.” Mendengar Shindong melakukan semuanya sesuai dengan keinginan Kangin, membuat pria besar itu tertawa puas. Dia menepuk bahu Shindong beberapa kali menunjukkan bahwa dia senang dengan hasil kerja Shindong.

“Ahahaha! Kau memang yang terbaik Shindong. Jung Yunho. Aku penasaran bagaimana dia akan bereaksi ketika bertemu dengan Kyuhyun yang sudah membencinya, walaupun aku sedikit tidak yakin apakah anak itu akan membenci appanya sendiri. Hatinya terlalu baik. Dia bodoh sama seperti Chulie.” Sahut Kangin sambil tersenyum sendu. Kangin akan selalu merasa sedih dan bersalah kala mengingat adiknya yang menderita selama ini. Shindong yang memang sangat mengerti sifat Kangin menjadi sedikit khawatir ketika melihatnya seperti itu.

“Tuan? Anda baik-baik saja.” Tanya Shindong.

“Aku tidak apa-apa Shindong.” Kangin memjawab pertanyaan Shindong singkat. Dia kemudian menatap pintu kamar Kyuhyun sesaat lalu memalingkan kembali tatapannya kepada Shindong.

“Persiapkan semuanya Shindong. Bereskan surat-surat mengenai hak asuh Kyuhyun. Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi Kyuhyun harus tetap menyandang nama keluarga Kim. Dan persiapkan juga kepindahan kita kerumah utama. Aku tidak mau berada disini lebih lama. Aku tidak mau Kyuhyun mengingat bocah Jung itu ketika dia berada dirumah ini. Segera laksanakan!” perintah Kangin tegas sambil berjalan keruang kerjanya.

Kangin terus berjalan sambil berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjaga Kyuhyun mulai dari sekarang dan dia akan menghabisi siapa saja yang berani membuat Kyuhyun menderita seperti yang dia tahu dari laporan orang-orang suruhannya. Dan betapa beruntungnya dia karena salah satu orang yang pernah memukuli Kyuhyun adalah Donghae dan teman-temannya. Sepertinya Kangin sudah memiliki kandidat untuk melaksanakan janjinya itu.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : RePost!! Chappy 2. \(´▽`)/

Bagi yang ga ngeh kalo Nao pernah posting FF ini mungkin karena F ini ketutupan sama FF baru. Di WP lama Nao, pengaturannya berantakan jadi amazing readers banyak yang ga ngeh kalo Nao buat FF ini.

Sekarang Nao berusaha agar di WP yang sekarang terlihat lebih rapid an terkategori. Jadi amazing readers bisa lihat judul FF yang sudah Nao buat.

Oke itu aja. Bagi yang nunggu Exceptional dan FF lain, gomen Nao belum bisa update… Masih belum nemu musenya nih… ┌(“˘o˘)┐

Gomen lagi untuk typos and mistake. Nao masih ga saring sama sekali. (‾▿‾”)

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae and KrisHo 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements