Tags

, , , , , ,

Exceptional Poster

( 。・_・。)(。・_・。 )

Title : Exceptional 11

Pairing/Charas : Wonkyu, Kangteuk, Yesung, Yunho

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster belong to @SuciiCho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos everywhere, GS, AU, OOC, Rated M for language, Crazy fingers -__-

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Baik appa. Aku pulang dulu.” Pamit Siwon kemudian menyambut uluran tangan Kyuhyun yang sempat dia tolak. Siwon mengecup penggung tangan Kyuhyun dan dibalas kecupan manis di hidung Siwon oleh Kyuhyun. Sekali lagi kemesraan kedua sejoli itu membuat Yesung jengah.

“Ya Tuhan, sejak kapan anakku menjadi chessy seperti itu?! Dasar!” decak Yesung kesal yang hanya didengar oleh Kyuhyun. Kyuhyun menanggapinya dengan kedipan mata nakal dan seringai kemenangan sebelum akhirnya keduanya menghilang di balik pintu keluar instansi gawat darurat.

“Anak muda jaman sekarang. Aish!”

“Mereka dekat ya hyung.”

“Tentu saja. Sepasang kekasih memang seperti itu walaupun keduanya suka berbuat berlebihan. Membuatku malu saja.”

“Ahahaha… Kau carilah kekasih atau lebih baik lagi, seorang istri untuk dirimu sendiri hyung. Agar kau tahu bagaimana rasanya.”

“Aku sudah tidak memikirkan hal itu sejak aku merawat Siwon seorang diri.” Tutur Yesung sambil tersenyum kepada dirinya sendiri. Dia sedang mengingat masa-masa saat dia hidup tenang dengan Siwon semenjak Siwon keluar dari rumah Jung.

Akan tetapi penuturan itu menohok hati Kangin. Kalimat itu seolah-olah mengingatkan bahwa dia tidak pernah menjadi ayah yang baik dan sesungguhnya bagi Siwon. Kangin menundukan kepalanya, malu kepada Yesung yang meski belum menikah dan memiliki anak sendiri, mampu membesarkan Siwon menjadi lelaki yang baik dan dapat dibanggakan. Apalagi Yesung membesarkan seseorang yang memiliki keterbatasan.

“Ah sudahlah. Lebih baik kita bicara di tempat lain setelah Yunho kembali.” Ucapan Yesung membangunkan Kangin dari rasa rendah diri dan keterpurukannya. Pria dua anak itu menengadahkan kepalanya dan memberikan tatapan yang mengatakan ‘kita akan membicarakan apa’ kepada Yesung.

“Kita harus bicara mengenai Siwon. Aku ingin semuanya selesai hari ini. Jika perlu, kita bicarakan juga dengan Leeteuk dan Yunho.”

“Hyung… Apa itu berarti…?”

“Jangan mengambil kesimpulan sendiri Kangin. Lebih baik kita bicarakan dulu.”

“Baik hyung.”

 ( 。・_・。)(。・_・。 )

Sebuah taksi terlihat berhenti di sebuah gedung apartemen. Taksi tersebut mengantarkan sepasang sejoli yang tampak mesra satu sama lain. Sang wanita, Kyuhyun, keluar setelah membayar taksi tersebut. Di belakangnya, sang pria, Siwon, berjalan menyusul Kyuhyun yang sudah berjalan lebih dulu ke lobby apartemen.

Keduanya memasuki lobby apartemen tersebut dan langsung berjalan menuju lift yang berada dekat dengan kantor pengelola. Siwon dan Kyuhyun memasuki lift tersebut dan menekan tombol lantai tempat apartemen Siwon dan Yesung berada. Baik Siwon dan Kyuhyun hanya terdiam sampai lift tersebut membawa mereka berdua ke lantai yang mereka tuju.

Siwon dan Kyuhyun melanjutkan perjalanan mereka sampai ke depan pintu apartemen Siwon dan Yesung. Ketika Siwon membuka pintu apartemennya, barulah Kyuhyun berbicara setelah menepuk bahu Siwon agar perhatiannya terarah kepada Kyuhyun.

“Kau baik-baik saja Wonnie?” tanya Kyuhyun sembari membelai pipi Siwon. Yang ditanya hanya mengangguk sambil mengambil tangan Kyuhyun dan mencium telapak tangan kekasihnya tersebut. Melihat anggukan Siwon, Kyuhyun menghela nafas panjang. Bukan itu yang ingin Kyuhyun ketahui.

“Wonnie… Jawab aku. Apa kau baik-baik saja?” ulang Kyuhyun berharap Siwon paham maksud sebenarnya dari pertanyaan Kyuhyun tadi. Akan tetapi Kyuhyun hanya mampu menggigit bibirnya sendiri dengan gemas karena cara merespon Siwon yang cukup lambat untuk urusan yang satu ini. Wajah  kebingungan Siwon membuat Kyuhyun ingin mencubit hidung mancung Siwon. Sedangkan Siwon sendiri menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung. Tidak paham dengan arah pertanyaan Kyuhyun.

“Maksudmu bertanya begitu?” tanya Siwon balik dengan menggunakan bahasa isyarat. Kyuhyun lagi-lagi menghela nafas melihat gerak tangan Siwon.

Hilang sudah beberapa kebahagiaanku karena pria tampan ini. Oh Siwonnie, rasanya aku ingin memakanmu. Geram Kyuhyun semakin gemas dengan sikap kekasihnya yang terkadang lambat itu.

“Maksudku, apa sekarang kau baik-baik saja setelah bertemu dengan Kangin ahjussi dalam keadaan seperti tadi?”

“Maksudmu saat dia kecelakaan tadi?” tanya Siwon mulai mengerti maksud Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Siwon tadi. Kyuhyun lega akhirnya Siwon paham juga. Namun bukan hanya itu yang membuat Kyuhyun senang. Ada satu hal lagi yang membuat model cantik itu senang yaitu fakta bahwa Siwon terlihat cemas saat mengingat Kangin yang hampir saja luka parah atau bahkan sampai tewas saat kecelakaan itu terjadi. Hal itu menimbulkan ide di benak Kyuhyun.

“Ya, saat dia dirawat tadi. Jujur saja Wonnie, kau terlihat begitu mengkhawatirkannya sampai aku lupa kau tidak menyukai pria tua menyebalkan itu.”

“Kyu… Jangan keterlaluan. Dia itu app…” Siwon menghentikan pergerakan tangannya, terlalu kaget dengan apa yang hendak dia sampaikan kepada Kyuhyun. Sementara Kyuhyun, wanita itu hanya tersenyum, senyum yang menyadarkan Siwon bahwa sekali lagi dia sudah terjebak oleh trik Kyuhyun.

Siwon menghela nafasnya panjang dan menutup kedua matanya sejenak sebelum dia membuka mata itu dan menatap Kyuhyun lagi. Tatapan Siwon kali ini hanya tatapan kesal namun tak bisa dia pungkiri bahwa Kyuhyun mampu membuka isi hatinya dengan begitu mudah.

Tanpa kata-kata, Siwon merengkuh tubuh Kyuhyun dan memeluknya erat. Siwon meletakan dagunya di bahu Kyuhyun sembari sesekali memiringkan kepalanya, menghirup aroma tubuh Kyuhyun. Kyuhyun sendiri membalas pelukan itu dengan sama eratnya. Jemarinya bermain di punggung Siwon, membuat lingkaran-lingkaran kecil dan mengusap-usap punggung tegap itu. Jemari lentik Kyuhyun yang lain ikut bermain di rambut belakang Siwon, merasakan lembutnya helaian rambut pujaan hatinya itu. Terkadang Kyuhyun bingung mengapa rambut Siwon bisa begitu halus namun hal itu adalah masalah lain.

Begitu mereka berdua puas dengan pelukan pasangan masing-masing, Siwon dan Kyuhyun melepas pelukan mereka meskipun tangan mereka masih betah berada di bahu dan pinggang masing-masing. Bahkan satu tangan Kyuhyun singgah di pipi Siwon dan mengusap kulit wajah Siwon dengan ibu jarinya.

“Kau ini… Kau harus jujur pada dirimu sendiri Wonnie. Aku rasa sudah saatnya kau menghadapi kenyataan dan kali ini aku tak mau kau menengok ke belakang lagi. Lupakan kalau kau dulu merasa tidak memiliki siapa pun yang menyayangimu selain Yesung oppa. Sekarang ada aku, ada Kris dan Suho, ada rekan kerjamu, teman-temanmu. Mereka semua menyayangimu sayang, jadi kau tidak perlu lagi mencari pembuktian bahwa kau berhak untuk dicintai, bahwa kau berhak bahagia karena kau tak perlu itu. Kau memang sudah seharusnya dicintai.” Ucap Kyuhyun tulus sehingga Siwon merasa terharu dan senang. Senyum lesung pipi itu kembali terkembang dan Siwon menyatukan dahi mereka berdua sebagai tanda dia berterima kasih karena ada Kyuhyun disisinya seperti sekarang. Kyuhyun sendiri ikut tersenyum sesaat sebelum wajahnya kembali tegas sembari menjauhkan wajah Siwon sedikit agar mata mereka berdua saling beradu.

Enough is enough Wonnie! Aku tidak mau lagi kau dan para orang tua kurang kerjaan itu berkutat dengan hal yang sama. It has to end now!” tegas Kyuhyun. Siwon berkedip, sekali, dua kali, tiga kali sampai akhirnya sedikit enggan, dia mengangguk setuju.

Good boy. Berarti besok kau harus bertemu dengan keluarga aneh itu dan bereskan semua. Jika tidak, aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat semua orang menyesal. Mengerti kuda bodoh?” ancam Kyuhyun lalu mencubit pipi Siwon dengan kuat sampai Siwon melepas kedua lengannya dari bahu dan pinggang Kyuhyun hanya untuk melepaskan cubitan Kyuhyun dari pipinya.

Kyu… Sakit…” rengek Siwon dengan jarinya.

Kau itu kenapa brutal sekali?” tanya Siwon masih dengan mengelus-elus pipinya yang merah.

“Itu karena aku gemas dengan kalian semua. Pokoknya kau dengarkan saja apa kataku. Jangan membantah Choi Siwon!” seru Kyuhyun sambil bercakak pinggang, benar-benar melepaskan diri dari Siwon. Siwon memandang Kyuhyun sembari mengelus pipinya lalu mengangkat tangannya ke atas, tanda menyerah dengan semua tuntutan Kyuhyun.

Baik, baik… Ya Tuhan, mengapa pacarku lebih dominan daripada aku?” gerutu Siwon, sengaja diperlihatkan kepada Kyuhyun, berharap agar Kyuhyun melunak sedikit kepadanya.

“Aku dominan karena kau begitu mudah dibodohi Wonnie sayang. Harus ada aku yang melindungimu.” Elak Kyuhyun, terkikik karena geli dengan gerutuan Siwon.

Apa tidak terbalik Kyu?

“Menurutku tidak dan aku suka keadaan kita yang seperti ini.”

Terserah kau saja. Aku tidak akan pernah menang denganmu.”

“Itu kau mengerti. Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu Wonnie.” Pamit Kyuhyun setelah mendorong Siwon untuk semakin masuk ke dalam apartemennya.

Posisi kita benar-benar terbalik Kyu. Seharusnya aku yang mengantarmu pulang, bukan sebaliknya.” Keluh Siwon lagi, masih tak nyaman dengan situasi percintaannya dengan Kyuhyun.

“Kau dan pikiran kolotmu itu. Sudahlah. Aku tidak keberatan. Lagipula sayang…”

“…”

“Jika kau yang mengantarku pulang, apa kau yakin aku akan membiarkanmu pulang begitu saja tanpa… ‘memakanmu’ terlebih dulu hah?” goda Kyuhyun sensual dengan pandangan erotisnya dan gerakan lidah yang menyapu bibir ranumnya tersebut.

Brak!

Siwon langsung menutup pintu apartemennya, tanpa tahu bahwa Kyuhyun tertawa terbahak-bahak karena melihat wajah panik Siwon. Selang beberapa menit, tawa Kyuhyun mereda dan meninggalkan senyum manis di wajah cantiknya. Wanita bermarga Cho tersebut menghela nafas sebelum akhirnya membalikan tubuhnya dan beranjak pergi. Namun belum selangkah Kyuhyun berjalan, pintu apartemen Siwon kembali terbuka dan Kyuhyun merasakan lengannya di tarik seseorang.

“Wonnie ada ap…” ucapannya terputus karena bibirnya sudah diklaim oleh bibir Siwon sendiri. Ciuman yang berawal dengan sentuhan bibir ke bibir mulai beranjak ke ciuman yang lebih panas dan bernafsu. Saling mengulum bibir pasangan masing-masing sampai menyesap lidah dalam rongga mulut sang lawan jenis, bertukar saliva satu sama lain.

Ciuman itu bertahan beberapa menit sampai paru-paru keduanya tidak sanggup lagi untuk tidak mendapatkan pasokan udara. Baik Kyuhyun maupun Siwon mulai melepaskan tautan bibir mereka meski Kyuhyun masih ingin merasakan bibir joker itu di bibirnya sehingga dia mendaratkan kecupan-kecupan kecil di bibir itu. Namun lambat laun Kyuhyun pun sadar bahwa semakin dia terus melakukan itu semakin dia tak akan pernah meninggalkan apartemen kekasihnya tersebut.

Kyuhyun mengambil satu tangan Siwon lalu membukanya, memperlihatkan telapak tangan Siwon yang besar. Dengan ujung jari telunjuknya, Kyuhyun mulai menulis tiga kata.

Aku.

Mencintai.

Kamu.

Dan ditutup dengan pelukan erat oleh Kyuhyun yang langsung dibalas dengan sama eratnya oleh Siwon.

Aku juga mencintaimu, Kyu.

Bisik Siwon meski tak terdengar oleh Kyuhyun. Namun model terkenal itu mampu merasakan perasaan terdalam dari Siwon tersebut karena satu senyum manis tersungging di wajah cantiknya.

.

.

.

 “Silahkan masuk hyung.”

“Terima kasih.” Ucap Yesung lalu melepaskan sepatunya dan mengganti dengan sandal rumah yang disediakan di depan pintu masuk kediaman keluarga Jung tersebut. Yesung melangkahkan kakinya memasuki rumah yang dulu sering dia singgahi itu. Tidak banyak yang berubah dari rumah megah itu. Mungkin hanya mengganti cat dan beberapa perabotan baru namun secara garis besar tidak ada yang berubah sejak Yesung meninggalkan rumah tersebut bersama dengan Siwon.

Yesung sampai di ruang keluarga Jung. Dia langsung mengambil tempat duduk di salah satu sofa single setelah dipersilahkan duduk oleh tuan rumah. Yesung kembali melihat sekeliling rumah itu namun kali ini Yesung melihat ruang itu sambil mengenang masa lalunya bersama dengan Siwon.

Ruangan itu adalah ruangan tempat Yesung sering bermain bersama dengan Siwon kecil. Di ruang itu pula lah Yesung mengajarkan bahasa isyarat kepada Siwon agar mereka bisa berkomunikasi tanpa menggunakan kertas dan pensil. Semua yang bisa Yesung ajarkan kepada Siwon mengenai hidup dan bagaimana menjadi seseorang yang baik, sebagian besar terjadi di ruangan ini dan selebihnya di kamar Siwon.

Ruangan ini menjadi ruangan kedua yang aman bagi Siwon kecil untuk bisa menjadi dirinya sendiri. Ruangan yang jarang disinggahi oleh keluarga Siwon sendiri. Ruangan keluarga yang seharusnya hangat menjadi dingin dan sepi oleh ulah tuan rumahnya sendiri.

Yesung mengamati setiap sudut ruangan itu sampai matanya menemukan beberapa pigura di atas kabinet dan laci meja. Yesung bangkit dari duduknya dan mendekati pigura-pigura berisi foto seseorang itu.

“Siwon.” Lirihnya memanggil nama orang yang ada dalam foto tersebut.

Siwon. Mulai dari dia masih bayi sampai usia 18 tahun, saat terakhir Siwon berada di rumah tersebut. Yesung menatap satu per satu foto-foto tersebut dan pikirannya terus bertanya-tanya, mengapa foto Siwon bisa berada di ruangan ini? Terlebih lagi disana banyak foto Siwon setelah dia kecelakaan dan mengalami keterbatasan. Walau dalam foto-foto itu Siwon seperti tidak sadar telah diambil gambarnya oleh seseorang. Seolah-olah foto ini diambil secara…

“Aku mengambilnya diam-diam oppa.”

Yesung tersentak mendengar suara perempuan dari belakangnya. Hampir saja dia menjatuhkan pigura yang sedang dipegangnya namun beruntung pigura itu tidak jadi jatuh dan Yesung pun meletakkannya kembali di atas kabinet. Yesung berbalik dan mendapati Leeteuk yang terlihat semakin kurus dan sakit. Wajahnya begitu pucat dan terlihat sedih. Yesung merasa iba melihat keadaan Leeteuk sekarang ini. Hatinya mengatakan bahwa Leeteuk benar-benar terpukul dengan sikap Siwon yang menolak kehadiran keluarganya sendiri.

Yesung pun jadi merasa sedikit bersalah karena secara tak langsung dia telah memisahkan ibu dan anak. Akan tetapi Yesung juga berpikir bahwa semua yang terjadi, rasa sakit yang dialami oleh keluarga Jung sudah sepantasnya mereka dapatkan. Mereka harus merasakan apa yang dirasakan oleh Siwon dulu.

Sebuah penolakan.

Dan tampaknya mereka semua sudah mengerti bagaimana rasanya diabaikan oleh seseorang yang begitu mereka cintai.

Mereka sudah mengerti.

“Kau baik-baik saja Teukie?” tanya Yesung lembut dan memanggil Leeteuk dengan panggilan sayang yang biasa Yesung ucapkan. Leeteuk terperangah menatap Yesung, Ibu dua anak itu tidak percaya dia masih bisa mendengar Yesung memanggilnya seperti itu lagi. Leeteuk mengira seumur hidup dia harus menerima bahwa Yesung akan terus marah kepadanya dan Kangin.

Leeteuk tak kuasa menahan airmatanya untuk mengalir karena merasakan kebaikan hati Yesung. Dia merasa dirinya pasti begitu dicintai oleh Tuhan sehingga dia dikelilingi oleh orang-orang baik seperti Yesung dan juga menantunya Jaejoong. Semua begitu mudah memaafkan kesalahan Leeteuk dan keluarganya. Paling tidak itu yang ditangkap oleh Leeteuk kala Yesung menanyakan kabarnya dan memanggilnya dengan ‘Teukie’.

Kenyataannya memang Yesung sudah memaafkan Leeteuk, karena tangan itu terbuka lebar dan mengisyarakan Leeteuk untuk datang kepadanya.

“Kemari Teukie.” Sahut Yesung yang langsung dijawab dengan langkah-langkah cepat dan pelukan dari Leeteuk.

“Oppa…” lirih Leeteuk begitu berada dalam dekapan Yesung. Leeteuk menyembunyikan wajahnya di dada Yesung, membuat kemeja Yesung sedikit basah karena airmata Leeteuk. Yesung sendiri hanya tersenyum sembari mengelus kepala Leeteuk.

“Hei… Seorang nyonya Jung tidak boleh cengeng. Bagaimana Siwon mau melihat ibunya lagi kalau wajah sang bunda sangat jelek karena terus menangis menangis.” Goda Yesung mencoba mencairkan suasana dan menenangkan Leeteuk, namun hati Leeteuk terlalu sedih untuk bisa mencerna gurauan Yesung. Leeteuk terus saja terisak sambil berkali-kali memanggil nama Siwon dan Yesung.

“O-oppa… Si-Siwonnie…” isak Leeteuk membuat Yesung menghela nafas panjang.

Dengan perlahan Yesung melepaskan pelukannya dari tubuh Leeteuk. Pria lajang itu membawa kedua tangannya ke arah pipi Leeteuk, menghapus airmata yang masih setia mengalir sampai…

“AWWW!! SAAKIITTT!!!” pekik Leeteuk kesakitan karena Yesung baru saja mencubit kedua pipi Leeteuk dengan sangat keras.

“Hukuman untukmu yang sudah melakukan hal bodoh seperti percobaan bunuh diri.” Sungut Yesung meski ada senyuman jahil di wajahnya.

“Sakit…” lirih Leeteuk memegangi pipinya yang merah akibat cubitan Yesung. Akan tetapi airmata itu lamban laun mulai berhenti mengalir. Digantikan dengan kekehan kecil dan akhirnya tawa dari Leeteuk.

“Sudah lama aku tak mendengar tawamu Teukie.”

“Oppa… Sakit…”

“Ahahaha… Maaf, maaf… Habis kamu membuatku kesal sih. Sudahlah. Ayo duduk dulu, ada yang ingin aku bicarakan. Kalian juga, Kangin, Yunho.” Panggil Yesung yang menyadari kehadiran Kangin dan Yunho yang sedari tadi hanya diam mengamati Leeteuk dan Yesung.

“Sungie…” mulai Kangin setelah keempatnya telah mengambil tempat duduk masing-masing di sofa ruang keluarga tersebut. Ayah dua anak itu baru saja akan melanjutkan lagi kalimatnya ketika Yesung lebih dulu menyela.

“Kangin, Teukie, Yunho-ya. Siwon bersedia untuk bertemu dengan kalian.” Ucap Yesung dengan senyum kelegaan. Entah kenapa Yesung merasa senang bisa menyampaikan hal ini kepada ketiga orang yang begitu menanti kabar baik tersebut. Padahal Yesung paham, jika mereka semua berbaikan maka Yesung harus mau berbagi tempat di hati Siwon.

Ya, mungkin semakin banyak orang yang menyayangi Siwon, maka semakin bahagia putra angkatnya tersebut. Kebahagiaan Siwon adalah kebahagiaannya juga bukan?

“Benarkah?” kali ini Leeteuk yang membuka mulutnya, terkejut dengan kabar gembira tersebut. Leeteuk tidak percaya jika sekali lagi Tuhan begitu berbaik hati mencairkan hati buah hatinya yang membeku untuk mereka, keluarga kandungnya.

Sebuah anggukan menjadi jawaban pasti untuk Leeteuk. Airmatanya yang sempat terhenti kini kembali mengalir dengan deras. Dengan kekuatan yang masih ada dalam dirinya, Leeteuk mendekati Kangin dan memeluk suaminya tersebut.

“Yeobo… Siwonnie…”

“Ya sayang. Akhirnya keajaiban ini datang juga untuk kita.”

“Anak kalian itu adalah anak yang baik. Selama 4 tahun dia dibesarkan dengan kasih sayang yang melimpah dari kedua orang tuanya dan selama 19 tahun, dia aku besarkan dengan cara yang sama.” Tutur Yesung memecah keharuan dari kedua orang tua dari Siwon dan Yunho itu. Yesung ingin agar Kangin dan Leeteuk tahu bahwa Siwon bukanlah pribadi yang menyimpan dendam. Sakit hati dan terluka, pasti dirasakan oleh pemuda itu tapi dendam? Siwon terlalu baik untuk bisa mendendam kepada orang lain apalagi mendendam kepada orang tuanya sendiri.

Hanya saja, maksud Yesung tidak sampai ke hati Kangin dan Leeteuk yang terlalu jauh merasa bersalah akan keadaan keluarga mereka saat ini. Keduanya terlarut dengan rasa sedih dan terpukul akan penolakan Siwon dan penuturan Yesung yang mengatakan tahun-tahun Siwon tidak bersama dengan mereka melainkan dengan Yesung yang notabene hanya orang lain dalam kehidupan mereka, membuat rasa terpuruk itu kembali mencuat dengan cepat.

“Oppa… Begitu jauh perbedaannya antara kami dengan oppa… A-aku… A-aku malu menyebut diriku sebagai ibunya.”

“Teukie…”

“Memang sudah sepantasnya Siwonnie tidak mau bertemu dengan ibunya yang begitu kejam ini oppa… Mungkin memang keegoisanku yang ingin bertemu dengannya tidak pantas dikabulkan oleh Siwon… A-aku…”

“Teukie, mungkin benar apa yang tadi kau katakan tadi Teukie. Mungkin memang sikap Siwon adalah sikap normal jika Siwon membenci kalian.”

“…”

“Tapi Teukie, Siwon bukan orang seperti itu. Selama 4 tahun pertama hidupnya, dia dikelilingi oleh cinta tak terkira dari ummanya. Selama 4 tahun pertama hidupnya, Siwon merasa aman karena diselimuti kasih sayang yang melimpah dari appanya. Selama 4 tahun pertama hidupnya, Siwon merasakan bangga menjadi seorang adik dan bisa menjadi dirinya sendiri karena keceriaan hyung satu-satunya yang selalu bisa Siwon andalkan. Semua itu dia rasakan di tahun-tahun pertama dalam hidupnya Teukie. Itulah yang membentuk diri Siwon sampai saat ini.”

“O-oppa…”

“Apa yang kalian lakukan dulu memang kejam dan seharusnya kalian tidak mendapatkan maaf sama sekali dari Siwon. Tapi kalian menyesal. Kalian menunjukkan bahwa kalian salah dan ingin memperbaiki kesalahan itu, kalian ingin mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaikinya. Dan… kesempatan itu datang Teukie karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua bukan?”

“O-oppa… A-aku… bagaimana aku harus berterima kasih kepadamu dan Siwon? A-aku…”

“Kau bisa melakukannya dengan menggunakan kesempatan kedua dengan sebaik-baiknya. Pastikan di sisa usiamu, kau menghabiskan waktu itu bersama dengan Siwon, berusaha meraih hati anak itu kembali. Aku tahu kau bisa Teukie.”

“Maksud oppa…”

“Sudah aku katakan bahwa Siwon mau bertemu dengan kalian bukan? Jadi datanglah ke apartemenku dan Siwon besok. Bicaralah dengannya. Selesaikan semua permasalahan dan kesalah pahaman di antara kalian.”

“O-oppa…”

“Hanya saja, kau harus menghargai keinginan anak itu. Kau harus mendekatinya bukan dengan ancaman ingin bunuh diri atau membuatnya merasa cemas dan sedih. Dekati dia seperti seorang ibu mendekati anaknya yang sedang merajuk.”

“…”

“Siwon masih sangat menyayangimu dan keluarga ini Teukie. Aku tak tahu terbuat dari apa hati anak itu tapi dia sebenarnya tidak menaruh dendam sama sekali kepada kalian. Dia hanya belum terbiasa dengan kata-kata cinta dan sayang yang terus kalian sampaikan karena selama hidupnya, yang dia tahu hanya kata ‘tidak’ dan ‘pergi’.”

“Hiks… A-aku…”

“Teukie.”

“…”

“Kau memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan kalian. Kau hanya perlu bersabar. Kau hanya perlu kembali menjadi ibu dari Siwon saat dia berusia 4 tahun. Kau hanya perlu berada bersamanya di saat apapun.” Ucap Yesung mengakhiri perbincangan lama mereka. Wajahnya menampakan senyum tulus dan menenangkan bagi Leeteuk, Kangin dan Yunho. Keluarga kandung Siwon tersebut begitu terharu dengan kebaikan hati Yesung yang mau memaafkannya setelah apa yang telah mereka perbuat selama ini.

Leeteuk berusaha bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah Yesung. Begitu mereka berdekatan, Leeteuk memeluk Yesung dan menangis tersedu di bahu pria yang sudah lama mengenal dekat keluarga mereka. Leeteuk menumpahkan seluruh perasaannya dihadapan Yesung yang dengan sabar mengelus rambut Leeteuk sampai dia merasa tenang.

Aku berjanji Tuhan, aku akan memperbaiki kesalahanku terhadap anakku. Aku mohon agar Kau mau memberi aku kesempatan agar bisa bersama dengan buah hatiku. Aku mohon. Doa Leeteuk sebelum akhirnya dia tertidur di pelukan Yesung setelah kelelahan menangis.

.

.

.

“Selamat datang, silahkan masuk.”

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Update! Finally!! Senangnya hatiku… \(^0^)/ Rencananya Nao akan menamatkan FF ini dalam 2-3 chapter ke depan. I have to finish something right? Kalau FF ini rada menyimpang sedikit, muupin Nao yak…

Btw, bagi yang suka Dominan!Kyu hands up please… Eits, jangan berpikiran yang aneh2 dulu yak… Maksudnya dominan adalah lebih ke personalitinya, yah kayak suami yang takut istri gitu (づ ̄ ³ ̄)づ

Oke, lupakan itu, mari lanjut lagi…

Uhm… Ah! Last but not least, sankyu untuk our baby magnae yola, the forever fantanstic foursome women unn sita, unn anies, unn rina, unn indy, lovely vie, and dearest lya. My tomodachi. Daisuki desu… Keep supporting me!

Itu aja deh. Gomen untuk typos dan kegajean lainnya.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements