Tags

, , , ,

Title : One Year Of Love

August : Love Hurts

Pairing/Charas : WonKyu, SasufemNaru, Menma, Suho, Kris, Luhan, Minseok, Changbum

Genre : Romance (I think). A bit Angst

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, HEARTACHE belong to ONE OK ROCK and their respective label

Inspired : My own interpretation and imagination based on HEARTACHE by ONE OK ROCK

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, A Collection of One-Shot or even Drabble, Crossover, Mature for bad language.

Series : January – Is It New Love? | February – Shortcut To Love | March – Beginners Love | April – A Fool’s Love | May – Love, Me, And Family | June – Love & Marriage. Which One? | July – Love Is… Hello Goodbye

( 。・_・。)人(。・_・。 )

( 。・_・。)人(。・_・。 )

“Okay guys, latihan kita sudahi hari ini. Jangan lupa besok pagi-pagi sekali kita sudah harus sampai di bandara. Rehersal terakhir kita besok siang di lokasi konser jadi kita tidak punya banyak waktu. So, don’t be f***ing late!” seru Uchiha Sasuke kepada ketiga personel bandnya. Seruannya tersebut dijawab serentak oleh,

Sure thing bos.” Luhan,

“Oke Sasuke-san.” Kris, dan

Whatever.” Siwon.

Seruan terakhir tadi mencetak jelas urat nadi di dahi Sasuke. Terlebih lagi sang pemilik suara dengan tak acuhnya pergi begitu saja setelah berkata demikian. Sama sekali tidak menunggu balasan dari Sasuke, Kris atau Luhan.

“Siwon!” teriak Sasuke lantang memanggil Siwon untuk kembali namun tidak dipedulikan oleh Siwon sama sekali. Justru dentaman pintu yang sangat keras menjadi jawaban dari panggilan Sasuke. Pria bermarga Uchiha tersebut mendengus kesal. Dia sudah sangat kesal dengan tingkah sahabatnya yang sejak minggu kemarin terus saja uring-uringan tersebut. Sasuke ingin menyusulnya akan tetapi langkah pria berambut hitam legam itu terhenti dengan cekalan di lengannya oleh sebuah tangan halus.

“Suke…” lirih Naruto memanggil Sasuke dengan lembut serta mengucapkan namanya dan bukan ‘teme’ seperti yang biasa Naruto ucapkan. Wanita berambut pirang tersebut berharap bisa menghentikan niat Sasuke untuk mengikuti Siwon. Dia tahu bahwa jika kedua sahabat itu bertemu sekarang, maka ada kemungkinan keduanya bukan bicara melainkan melayangkan tinju ke wajah dan tubuh masing-masing.

Hanya saja kali ini Sasuke sudah muak dengan sikap Siwon. Dia ingin memastikan bahwa Siwon baik-baik saja. Apalagi dengan kondisinya saat ini yang bisa jadi merusak bukan hanya dirinya tapi juga kelangsungan band mereka.

“Naru-chan, bawa Menma. Panggil Itachi-nissan untuk mengantarmu pulang. Aku harus bicara dengan Siwon.” Sahut Sasuke lembut. Meski hatinya panas dengan sikap Siwon bukan berarti dia akan melampiaskannya kepada orang lain, apalagi orang yang begitu dia sayangi.

“Tapi Sasuke, kau tahu Siwon…”

“Aku tahu dan aku mengerti keadaannya. Tapi dia…” geram Sasuke sambil menunjuk pintu yang dilewati oleh Siwon tadi. Sasuke sengaja menghentikan ucapannya dan mencoba menenangkan diri karena hampir saja dia akan berteriak kepada Naruto. Sasuke mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan sebelum meletakkan telapak tangannya di pipi Naruto dengan lembut. Ibu jari Sasuke mengelus pipi tembam itu sembari mengatakan,

“…dia bukan sahabatku. Pria tinggi kurang ajar tadi bukanlah Siwon yang aku kenal sayang. Aku ingin sahabatku kembali Naru.” Ucap Sasuke yang mendapat tanggapan helaan nafas dari Naruto.

Naruto akhirnya mengangguk dan melepaskan cekalannya di lengan Sasuke. Dia pun beranjak menuju ruangan, tempat Menma tidur saat ini sambil menekan tombol di ponselnya, menghubungi Uchiha Itachi, kakak iparnya untuk menjemputnya pulang. Naruto mengikuti perintah Sasuke karena Naruto tahu percuma saja menahan Sasuke. Suaminya itu sama keras kepalanya seperti Siwon. JIka dia sudah menginginkan sesuatu maka sesuatu itu harus didapat.

Sementara Kris dan Luhan, hanya bisa saling pandang dan ikut menghela nafas. Mereka yang juga tahu situasi Siwon sekarang hanya bisa menyerahkan semua ini kepada Sasuke karena memang hanya pria itu yang bisa membawa Siwon kembali karena dialah yang paling mengenal Siwon.

.

.

.

FUCK!!!”

DANG!!

Makian dan tendangan ke sebuah tong sampah di samping gedung latihan band Siwon dan Sasuke lagi-lagi menjadi pelampiasan pria berambut pirang tersebut. Tidak puas sekali, Siwon kembali menendang tong sampah tersebut bahkan dia sampai melempar tas punggungnya ke arah tong tersebut.

Sejak pertemuan terakhirnya dengan Kyuhyun di café langganan mereka, Siwon selalu merasa marah dan kecewa. Dia tidak mampu menenangkan dirinya sendiri dan terus bertanya dimana kesalahannya sampai Kyuhyun harus memutuskan untuk menolak pinangannya? Karena hal itu pula lah, Siwon tak bisa kosentrasi untuk hal apapun dan tentu hal tersebut mempengaruhi performanya di band dan orang-orang disekelilingnya.

DANG!!!

Lagi, Siwon menendang tong sampah tersebut.

DANG!! Lagi,

DANG!!! Lagi,

DANG!!!! Lagi,

DANG!!!!! Sampai hatinya merasa puas dan Siwon pun kelelahan.

SHIT!!!” teriakan keras itu menjadi akhir dari pelampiasan fisik Siwon terhadap tong sampah yang tidak bersalah tersebut. Pria Choi itu kemudian bersandar di samping tong sampah tersebut, tidak peduli dengan kotornya daerah sekitar tong sampah atau debu dan bau yang keluar dari tempat itu.

Siwon justru berjongkok dan mengeluarkan sebatang rokok, menyulut api di batang penuh penyakit itu dan mengisap dalam asapnya. Siwon menghembuskan asap rokok yang dia hisap perlahan. Siwon sungguh tidak mempedulikan apapun kecuali mencari cara untuk menghilangkan rasa sakit yang mendera hatinya.

Hisap,

Buang,

Hisap,

Buang.

Begitu terus sampai batangan rokok itu habis dan Siwon mengambil satu batang lagi lalu mengulang proses merokok itu dari awal. Siwon terus berkutat dengan rokoknya sampai dia tak mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Siwon baru menyadari kehadiran orang tersebut ketika sepasang sepatu menyapa kedua matanya dan sebuah suara menginterupsi kemesraannya dengan rokok.

“Sudah berapa batang kau habiskan?” tanya Sasuke dengan suara beratnya kepada Siwon. Pertanyaan Sasuke itu membuat Siwon menengadahkan kepalanya. Mata hitam Siwon menangkap wajah tampan Sasuke yang menatapnya balik dengan pandangan datar namun Siwon mampu melihat kekesalan di bola mata yang sama hitamnya seperti dirinya.

Siwon menatap Sasuke cukup lama sampai akhirnya Siwon memutus pandangan mereka berdua dengan memanglingkan wajahnya dan memilih berkosentrasi menghabiskan rokoknya daripada menjawab pertanyaan Sasuke. Sasuke sendiri hanya menghela nafas, kembali berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum beranjak mengambil tempat di sisi Siwon. Sasuke paham dia tidak akan mendapatkan apapun dari Siwon jika adu urat dan otot dengan pria keras kepala di sebelahnya tersebut.

Tanpa ada yang meminta ataupun menawarkan, Siwon mengeluarkan sebatang rokok lagi dan memberikannya kepada Sasuke. Sasuke menerima rokok itu dan menyematkan di mulutnya sebelum Siwon menyalakan pematiknya dan mengarahkan pematik itu ke rokok di mulut Sasuke. Keduanya terdiam sesaat sampai akhirnya Siwon yang memecahkan keheningan di antara dua sahabat tersebut.

“Dia menolakku, Sas.”

“Aku tahu.” Balas Sasuke singkat. Siwon terkekeh dengan tanggapan Sasuke tadi. Tentu saja sahabatnya itu tahu. Sikap Sasuke sudah menunjukkan semuanya.

“Ya, ya. Semua orang tahu.” Cibir Siwon sambil menyeringai kesal. Siwon menghisap rokoknya sekali lagi kemudian kembali melanjutkan apa yang ingin dia ungkapkan kepada Sasuke.

“Aku tidak mengerti Sas. Apa salahku? Kenapa Kyuhyun sampai tega menolakku? Bukankah kami saling mencintai? Apa dia merasa aku tidak serius kepadanya? For God sake, aku melamarnya untuk menjadi istriku Sas! Apa itu tidak serius dimatanya? Atau… Apa mungkin… Apa Kyuhyun sebenarnya tidak pernah mencintaiku?” tanya Siwon lebih kepada dirinya sendiri.

Dalam hatinya Siwon mulai menyangsikan hubungannya dengan Kyuhyun. Apa benar jika selama ini Siwon hanya bertepuk sebelah tangan? Apa Kyuhyun belum bisa melupakan cintanya kepada sang mantan? Semua keraguan itu membuat hati Siwon semakin sakit. Dirinya merasakan pedihnya cinta karena meragukan perasaan pasangannya sendiri padahal Siwon ingin selalu percaya kepada Kyuhyun. Namun dengan kejadian ini, apakah Siwon masih bisa untuk percaya?

Sasuke melihat kegundahan hati Siwon dan dia memilih untuk diam saja saat ini. Sasuke tidak ingin menyela perkataan Siwon. Pria Uchiha itu membiarkan Siwon mengeluarkan beban dihatinya terlebih dahulu. Siwon membutuhkan sandaran untuk dirinya. Hal itu yang dibutuhkan Siwon sekarang dan sebagai seorang sahabat, Sasuke akan menjadi sandaran itu. Mereka berdua sudah melakukannya sejak dulu dan itu tidak akan berubah.

Fuck Sasu, I love her! Aku mencintainya sampai aku tak tahu harus bagaimana lagi agar aku dan dia terus bersama. Aku begitu menginginkannya menjadi milikku sampai aku gila dibuatnya. Aku… Aku ingin sepertimu dan Naruto. Kalian terlihat begitu bahagia meski kalian pasangan muda. Aku…” Sasuke menghela nafas sekali lagi sebelum dia mematikan rokoknya yang masih setengah. Leader band Siwon tersebut mulai membuka mulutnya dan berkata,

“Ketika aku melamar Naruto, dia meninggalkanku begitu saja tanpa memberi jawaban.” Aku Sasuke mengenang masa-masa saat dia melamar Naruto. Pengakuan Sasuke tersebut jelas membuat Siwon terhenyak karena dia mengira Naruto langsung menerima lamaran Sasuke tanpa ada masalah. Siwon tidak tahu jika Sasuke mengalami hal yang hampir serupa dengannya karena Sasuke sama sekali tidak bercerita apa-apa tentang masalah waktu itu.

“Dia tidak menghubungiku, dia tidak menemuiku, bahkan dia menghilang seolah di telan bumi selama tiga hari setelah aku melamarnya. Aku dibuat gila oleh Naruto karena cemas dan sakit hati karena ulahnya itu.” Lanjut Sasuke lagi.

“Kau tidak terlihat seperti itu dulu.” Dengus Siwon kesal. Kesal kepada dirinya sendiri karena tidak tahu sahabatnya merasakan hal yang menyakitkan seperti itu dan dirinya tidak ada untuk mengurangi rasa sakit tersebut.

Sasuke tersenyum kecil mendengar nada kesal di ucapan Siwon tadi. Dia meninju pelan lengan Siwon sebelum membalas ucapannya.

“Kau tahu aku seperti apa Siwon. Wajah dan sikapku tidak seekspresif dirimu jadi kau tak perlu merasa tak enak hati.”

“Tetap saja, seharusnya aku tahu kalau kau mengalami hal menyebalkan seperti apa yang aku alami sekarang.”

“Sudahlah, santai saja. Lagipula, dengan aku yang mengalami hal serupa denganmu, aku jadi mengerti apa yang kau rasakan sekarang.” ujar Sasuke seraya kembali tersenyum dan hal itu menular kepada Siwon. Pria itu tersenyum tulus setelah sekian lama wajahnya terus marah dan keras.

“Lalu?” tanya Siwon mengisyaratkan agar Sasuke kembali melanjutkan ceritanya.

“Lalu, Naruto datang tiba-tiba di depan rumahku, memelukku dengan erat, menciumku dan mengatakan kata ‘ya, aku mau menjadi istrimu Suke’. The end.” Jawab Sasuke yang langsung membuat kerutan tidak suka.

You lucky bastard.”

“Intinya, Siwon. Sama seperti Naruto, Kyuhyun pun menolakmu bukan tanpa alasan. Dia pasti memiliki pertimbangan sendiri untuk memutuskan hal tersebut. Aku rasa Kyuhyun hanya perlu waktu untuk memikirkan masalah ini.”

“Dengan menolak lamaranku?”

“Siwon, you’re a pushover. Kau terlalu memaksakan kehendakmu. Kau dan Kyuhyun masih sangat muda Siwon. Pernikahan adalah komitmen penting. Kau harus memikirkan baik-baik bukan hanya dari sisimu, tapi dari sisi pasanganmu. Kau mungkin siap tapi apakah kau yakin Kyuhyun siap?”

“Apa aku terlalu tergesa-gesa Sasu?”

“Mungkin ya, mungkin juga tidak. Yang aku lihat, kau hanya terlalu mencintai Kyuhyun dan kau ingin memilikinya untuk dirimu sendiri. Take a little breath and slow down man.” Ucap Sasuke berusaha untuk mencairkan sedikit suasana yang mulai muram disekitar Siwon. Menanggapi ucapan Sasuke tadi, Siwon hanya bisa tersenyum pahit. Dalam hatinya Siwon membenarkan perkataan Sasuke.

Dia tahu dirinya terlalu memaksakan kehendaknya sendiri. Siwon lupa bahwa dalam suatu hubungan, bukan hanya dia yang bermain. Bukan hanya dia yang memiliki perasaan. Siwon lupa bahwa sebesar apapun cintanya Kyuhyun, dia harus memastikan bahwa cinta itu tidak menyesakan wanita yang dia cintai itu. Siwon terlalu larut dengan kebahagiaan karena bisa mencintai dan merasa dicintai oleh Kyuhyun. Kebahagiaannya itu membuatnya terpaku kepada dirinya sendiri tanpa memikirkan sekelilingnya, tanpa memikirkan Kyuhyun.

Tampaknya Tuhan memberikannya peringatan dengan penolakan Kyuhyun agar dia merasakan sakit, agar dia merasakan hidup yang sesungguhnya.

“Hhh… Sakit Sasu. Cinta ini begitu menyakitkan.” Sahut Siwon pada akhirnya.

“Tentu saja sakit bodoh. Memang kau kira cinta itu selalu penuh dengan bunga dan pelangi. Geez! Siwon, dari pengalamanku, rasa sakit karena cinta itu akan terobati dengan cinta yang sama. Biar aku ulang kata-kataku ini agar kepalamu yang seperti batu itu mengerti. Yang kau perlukan adalah berbicara sekali lagi dengan Kyuhyun. Kali ini jangan memaksanya. Jika kalian memang berjodoh, kalian pasti akan bersama. Jika tidak, wellLet’s think about that later okay?” ucap Sasuke sambil tersenyum sebelum menepuk bahu sahabatnya itu beberapa kali dan berdiri dari tempatnya semula. Sasuke berjalan sedikit menghadap ke arah Siwon. Dia lalu mengulurkan tangannya kepada Siwon, yang disambut dengan cepat oleh pria bermarga Choi itu, kemudian menarik tubuh tinggi itu untuk berdiri.

Thanks brother. I owe you one.” Sahut Siwon berterima kasih karena Sasuke ada dan bisa membuatnya mengerti. Sasuke tersenyum kesekian kalinya, hal yang jarang dia lakukan jika bukan berhadapan dengan Naruto, Menma dan orang terdekatnya.

I know and I’m still counting.” Guraunya membuat Siwon membalas tinju Sasuke di lengan ayah dari Uchiha Menma tersebut. Keduanya tertawa beberapa saat sampai Siwon mematikan rokoknya dan membuang punting rokok itu ke tempat sampah. Mereka berdua berjalan kembali memasuki gedung tempat mereka latihan sebelum Sasuke tiba-tiba berhenti dan mengatakan sesuatu.

“Siwon, Naru mengundang Kyuhyun ke konser kita dan dia menerimanya. Itu membuktikan bahwa dia masih memperhatikanmu. Kau bicaralah setelah konser kita selesai.” Saran Sasuke yang diangguki oleh Siwon.

“Oke.”

“Ah, dan Siwon?”

Yeah?”

Nice having you back. I kind of lost my bestfriend these past weeks.”

It’s good to be back. Maaf jika aku membuatmu khawatir Sasu, I’m just being my usual asshole back then.”

You still are.” Olok Sasuke sembari berjalan lebih dulu, meninggalkan Siwon yang tersenyum lebar lalu mengikuti langkah sahabatnya itu.

.

.

.

Riuh tepuk tangan terdengar di gedung konser tempat Siwon dan teman-temannya menghibur beribu penggemar yang datang menyaksikan penampilan mereka. Satu setengah jam berlalu sudah dan mereka akan memainkan lagu terakhir mereka di konser itu.

Penampilan Siwon, Sasuke, Kris dan Luhan seperti biasa begitu memukau dan sempurna karena drummer mereka telah kembali ke dirinya yang begitu mencintai musik dan panggung. Keempatnya begitu menikmati pertunjukan yang mereka mainkan. Ditambah dengan reaksi pengemar yang begitu histeris dan terlihat sangat puas dengan penampilan mereka berempat.

Dengan konser ini pula, Siwon juga menyadari bahwa dirinya sempat melupakan mimpinya untuk menjadi musisi besar. Terlalu fokus dengan kehidupan pribadinya, Siwon hampir saja melupakan satu-satu mimpi yang ingin dia raih, mimpi yang membawanya kepada banyak hal. Mimpi yang membawanya kepada Kyuhyun.

Bicara mengenai Kyuhyun, Siwon terus memperhatikan wanita manis tersebut, duduk dengan elegan di kursi VIP bersama dengan Naruto. Menma, Minseok dan adiknya sendiri, Suho, yang ‘diculik’ oleh Kris untuk menghadiri konser mereka. Ada juga Kibum dan Changmin yang jelas-jelas tak Siwon harapkan kehadirannya. Namun, keberadaan Changmin tidak menyurutkan semangat Siwon terus bergelora untuk menampilan perfoma yang terbaik karena mood boasternya, Kyuhyun, terus ada disana, menyaksikannya permainannya di atas panggung meski raut wajah Kyuhyun tampak muram dan sedih.

Siwon merutuki kebodohannya karena membiarkan Kyuhyun bersedih seperti itu. Seharusnya dia paham bahwa dengan sikapnya yang menjauhi Kyuhyun, hal itu akan menyakiti Kyuhyun. Terlebih lagi persoalan diantara mereka belum selesai.

Akan tetapi, Siwon berjanji kepada dirinya sendiri bahwa semua akan dia selesaikan setelah konser. Dia akan bicara kepada Kyuhyun dan mencoba untuk meminangnya sekali lagi. Walau jika Kyuhyun masih menolaknya, kali ini Siwon tidak akan menyerah.

Siwon mencintai Kyuhyun.

Siwon menginginkan Kyuhyun.

Dan Siwon tahu, dia tidak bisa dengan yang lain kecuali Kyuhyun.

Kyuhyun, Kyuhyun, Kyuhyun, Kyuhyun, dan Kyuhyun.

Hanya ada satu nama itu di hati Siwon.

Meski terasa sakit karena sang pemilik nama masih meragukan cintanya, namun Siwon akan membuktikan bahwa cinta Siwon sangat kuat.

Rasa sakit karena cinta ini akan Siwon obati dengan cinta yang sama karena dia yakin Kyuhyun pasti akan menyadari bahwa Siwonlah yang sanggup mendampingi Kyuhyun.

“Okay minna-san. Lagu terakhir ini adalah lagu spesial karena Siwon-san yang akan menyanyikan. Lagu ini diciptakan khusus untuk seseorang yang juga sangat spesial. Semoga minna-san menyukainya. Heartache.”

So they say that time takes away the pain

But I’m still the same oh yeah

And they say that I will find another you

That can’t be true oh

 

Why didn’t I realize?

Why did I tell lies?

Yeah I wish that I could do it again

Ooh Turnin’ back the time

Back when you were mine (all mine)

 

So this is heartache?

So this is heartache?

Hiroi atsumeta koukai wa

(The regrets that I picked up along the way)

Namida e to kawari oh baby

(They change into tears, oh baby)

 

So this is heartache?

So this is heartache?

Ano hi no kimi no eiga wa

(Your smile that days, changes into)

Omoide ni kawaru I miss you

(Memories for me, I miss you)

 

Boku no kokoro o yuitsu mitashite satte yuku kimi ga

(You, who’s the only one who satisfied my heart)

Boku no kokoro ni yuitsu furerareru koto ga dekita kimi wa

(You, who’s the only one who could touch my heart)

 

Oh baby

 

Mou inai yo mou nanimo nai yo

(You’re not here anymore, I have nothing now)

Yeah I wish that I could do it again

Ooh Turnin’ back the time

Back when you were mine (all mine)

 

So this is heartache?

So this is heartache?

Hiroi atsumeta koukai wa

(The regrets that I picked up along the way)

Namida e to kawari oh baby

(They change into tears, oh baby)

 

So this is heartache?

So this is heartache?

Ano hi no kimi no eiga wa

(Your smile that days, changes into)

Omoide ni kawaru I miss you

(Memories for me, I miss you)

 

It’s so hard to forget

Kataku musunda sono musubime wa

(That tightly tied knot)

Yeah, it’s so hard to forget

Tsuyoku hikeba hiku hodo ni

(The stronger I pull on it)

 

You and all the regret

Hodokenaku natte hanare renaku natta

(The more I couldn’t understand them, the more I couldn’t get away)

Ima wa tsurai yo, sore ga tsurai yo

(This moment painful, it’s painful)

Sugu wasuretai yo kimi wa

(I want to forget you at once)

 

So this is heartache?

So this is heartache?

Hiroi atsumeta koukai wa

(The regrets that I picked up along the way)

Namida e to kawari oh baby

(They change into tears, oh baby)

 

So this is heartache?

So this is heartache?

Ano hi no kimi no eiga wa

(Your smile that days, changes into)

Omoide ni kawaru I miss you

(Memories for me, I miss you)

 

I miss you

I miss you

.

.

.

I miss you.”

Tiga kata itu sama sekali tidak Siwon duga akan dia dengar dari bibir ranum yang ada di hadapannya sekarang. Wajah kaget Siwon jelas terlihat dan hal itu membuat sosok yang mengatakan hal tadi tersenyum kecil meski raut kesedihan masih terpancar di wajah cantiknya.

“Aku merindukanmu Siwon. Aku tidak tahu jika berpisah denganmu seperti ini akan begitu menyakitkan. Aku… Kau…”

“Kyu…”

Kyuhyun menempatkan jari telunjuknya di bibir joker Siwon sebelum mengarahkan kedua lengannya memeluk punggung Siwon.

Erat, semakin erat. Seolah-olah Kyuhyun takut jika dia mengendurkan sedikit saja pelukannya di tubuh Siwon, maka pria yang masih sangat dia cintai itu akan menguap dan hilang begitu saja dari hadapannya. Kyuhyun membenamkan wajahnya di dada bidang Siwon, berharap ada reaksi darinya karena sejak tadi Siwon belum sama sekali membalas pelukannya.

Kyuhyun tidak perlu menunggu lama karena kini dia merasakan sentuhan di pinggang dan bahunya. Lengan kekar itu sudah mengelilingi tubuhnya dengan pelukan sama eratnya dengan pelukan Kyuhyun. Senyum Kyuhyun terkembang dengan sempurna ketika dia juga merasakan kecupan demi kecupan di pucuk kepalanya. Mata bulatnya mulai berair dan akhirnya airmata itu meluncur dengan deras.

Isakan-isakan Kyuhyun teredam oleh dada Siwon, akan tetapi Siwon masih mampu mendengarkan isakan tersebut. Hatinya berdenyut pedih mendengar Kyuhyun menangis karena dirinya. Pria bodoh mana yang bisa membuat wanitanya menangis jika bukan dirinya.

Siwon mengeratkan pelukannya dan terus memberikan kecupan kerinduan ke pucuk kepala Kyuhyun sambil menghirup aroma wangi dari rambut Kyuhyun. Siwon berusaha mengalirkan kehangatan dan meyakinkan Kyuhyun bahwa dia tidak akan kemana-mana, bahwa Siwon akan terus berada disisinya.

“Maafkan aku Siwon… Maaf…” lirihan kata yang sama yang dia dengar bulan lalu terdengar lagi. Hanya saja kali ini kata itu tidak membuat Siwon pergi meninggalkan Kyuhyun. Kata itu justru membuatnya tersenyum.

“Aku juga sayang, aku juga.”

.

.

.

“Lihat itu baby, uncle Siwon dan aunty Kyuhyun berbaikan.”

“Dda, dda…”

“Keduanya membuatku pusing saja.”

“Teme?”

“Hm?”

“Aku lega karena aku menerima lamaranmu saat itu. Aku bahagia.”

“Aku tahu dobe. Aku tahu. Sudah aku katakan bahwa hanya aku yang sanggup mendampingimu dan hanya kau yang aku mau sebagai pendamping hidupku.”

“Gombal.”

“Hanya untukmu sayang, hanya untukmu.”

“Mma?”

“Kenapa Menma?”

“Tutup mata Menma sekarang juga Naru.”

“Kenapa?”

“Lihat itu. Cih, baru saja berbaikan mereka berdua sudah begitu. Memang lebih baik mereka berdua menikah saja.”

“Ahahaha… Sudahlah Suke, seperti kau tidak begitu saja.”

“Aku lebih tahu tempat.”

“Hhh… Menma sayang, kita pulang baby. Biarkan otousanmu yang mengurus uncle Siwon dan aunty Kyuhyun ya.”

Ucapan itu menjadi ucapan terakhir sebelum Naruto pergi keluar dari tempat konser tersebut sambil membawa Menma, meninggalkan Sasuke untuk mengurus Siwon dan Kyuhyun yang bisa dibilang…

Ah, lupakan.

Bukankah wajar jika pasangan yang begitu mencintai, saling menunjukkan rasa cintanya dengan melahap bibir pasangannya masing-masing. Keduanya lapar akan sentuhan hangat satu sama lainnya.

Bon appetite.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Sebelum ngalur kidul soal part yang ini, Nao mau minta muup dulu soal kedodolan Nao. Nao salah buat scene di Part 3 (March) & Part 5 (May). Jadi, seharusnya Kris itu adiknya Kibum dan bukan sebaliknya. So, Nao udah revisi (kayak laporan revisi) kedua part itu dan untuk seterusnya Kris akan jadi adiknya Kibum. Sekian.

Nah, kembali ke part ini. Huehehe… Again, it’s a cliff hanger (sort off) tapi dengan ini semoga semua tanda tanya terjawab yak… Spoiler aja, there’s going to be somrthing good in October (WKS Month). Jadi part ini sebagai awalan…

Part ini diinspirasi dari lagunya ONE OK ROCK – HEARTACHE. Nao pasang link utubenya. Nao ambil yang spesial jam-nya. Monggo didenger dulu…

Anyway, gomen untuk typos dan kegajean FF ini. Nao selalu berusaha agar bisa memberikan bacaan yang layak dikonsumsi \_~(˘▾˘~)

Hope amazing readers will enjoy this one…

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements