Tags

, , ,

Title : One Year Of Love

September : Love… Smile For Me Please…

Pairing/Charas : WonKyu, SasufemNaru, Menma, ItaKyu, KrisHo, Sungmin

Genre : Romance (I think), Attempt for Humor

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, HEE HEE HA HE HO belong to MAMAMOO & GEEKS and their respective label, YouTube for the video

Inspired : My own interpretation and imagination based on HEE HEE HA HE HO by MAMAMOO & GEEKS

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, A Collection of One-Shot or even Drabble, Crossover, Mature for bad language.

Series : January – Is It New Love? | February – Shortcut To Love | March – Beginners Love | April – A Fool’s Love | May – Love, Me, And Family | June – Love & Marriage. Which One? | July – Love Is… Hello Goodbye | August – Love Hurts

( 。・_・。)人(。・_・。 )

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Banyak yang mengatakan bahwa kau akan merasakan betapa berartinya seseorang jika orang itu tak ada disisimu.

Ada juga yang mengatakan bahwa kau harus jujur pada perasaanmu sendiri jika kau tidak ingin menyesal dikemudian hari.

Dengarkan kata hatimu. Kesampingkan egomu.

Well, itulah yang aku lakukan saat ini.

.

.

.

“2 minggu?”

“…”

“Apakah harus selama itu? Bukankah konsermu sudah selesai dalam minggu ini?”

“…”

“Memang rekaman albummu tidak bisa disini saja?”

“…”

“Hhh… Terserah. Aku tutup dulu. Aku juga masih punya banyak pekerjaan yang tertunda.”

“…”

“…”

“…”

Yeah, love you too.”

Klik.

Kyuhyun meletakan ponsel pintarnya di meja nakas lalu kembali merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya. Wanita cantik itu menatap langit-langit kamarnya dengan perasaan bercampur aduk.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Kyuhyun terus menghela nafas sampai akhirnya,

“ARGH!!! SIWON BODOH!!! AKU KANGEN!!!!”

.

.

.

I love you Kyu.”

“…”

“Kyu?”

Yeah, love you too.”

Klik.

Siwon tersenyum setelah Kyuhyun mengakhiri panggilannya. Siwon tahu pasti saat ini gadisnya tersebut sedang merajuk karena Siwon tidak bisa kembali ke Korea dalam waktu dekat. Namun bukan maunya untuk berlama-lama disini, tetapi mereka tinggal sedikit lagi merampungkan album terbaru mereka.

“Hhh… Baby. I’m so f**king miss you! Damn it!

Plak.

“Jangan mengumpat sembarangan. Dasar kuda bodoh.” Olok seseorang sembari memberikan tepukan yang cukup keras di bagian belakang kepala Siwon.

Siwon melihat ke arah sahabatnya yang menatapnya dengan tatapan iritasi sebelum kembali ke pekerjaannya menyelesaikan mixing terakhir untuk rekaman hari ini. Siwon menggerutu kesal namun tetap diam karena jika diperhatikan aura Sasuke begitu gelap dan menakutkan sehingga pria berambut pirang itu enggan untuk mengganggu Sasuke.

Siwon tahu Sasuke sedang kesal luar biasa karena ketidak hadiran Naruto dan Menma seperti biasanya. Hal ini terjadi karena Naruto dan Menma pulang ke Korea sehari setelah konser mereka selesai. Mereka berdua pulang bersama dengan Kyuhyunnya. Istri dan anak sahabatnya tersebut tidak bisa terus menemani Sasuke seperti biasanya karena Naruto dipaksa pulang oleh Kyuubi, kakak sepupu Naruto sekaligus tunangan kakak kandung Sasuke, Itachi.

Biasanya Naruto akan menolak keinginan Kyuubi jika dia harus mendampingi Sasuke walau wanita berambut merah darah itu memaksa sekali pun. Hanya saja kali ini Naruto tidak tega untuk menolak keinginan Kyuubi setelah mendengar sepupunya yang kuat dan tidak mudah menitikan airmatanya itu, menangis tersedu-sedu karena Itachi.

Sasuke geram bukan main, bukan saja karena Naruto dan Menma harus pulang cepat namun karena gara-gara kakaknya yang playboy itu, rencana Sasuke kembali berantakan.

Sasuke bisa menebak dengan kejadian ini, Kyuubi pasti akan pergi entah kemana selama beberapa minggu bahkan sampai berbulan-bulan sampai dia mau memaafkan kakaknya tersebut. Jika Kyuubi pergi, Itachi pasti kalang kabut, cemas memikirkan kekasihnya itu yang berujung dia juga ikut pergi untuk mencari Kyuubi dan meninggalkan pekerjaannya di perusahaan keluarga mereka. Dan seperti sebab akibat, jika Itachi pergi, maka semua tanggung jawab Itachi akan dilimpahkan kepada Sasuke.

Sasuke dapat membayangkan rencananya untuk bisa kembali ke Jepang setelah Itachi menikah dan bisa lebih serius dengan pekerjaannya, hancur sudah. Itu berarti dia dan Naruto berserta Menma harus tinggal lebih lama di Korea. Bukan berarti dia tidak menyukai Korea, hanya saja Sasuke merasa lebih nyaman berada di Jepang, negara asalnya.

“Kau bisa membuat semua orang ketakutan Sas, jika wajahmu terus seperti itu.” Tukas Siwon dengan nada kekesalan jelas terdengar. Rupanya Siwon juga masih kesal karena pukulan Sasuke di kepalanya tadi.

Sedangkan Sasuke sendiri, hanya menoleh ke arah Siwon dengan tatapannya yang tajam menusuk. Siwon bersumpah jika dia melihat mata Sasuke sekilas seperti memiliki tiga bintik merah merah yang menakutkan. Entah itu halusinasi atau memang Sasuke sebenarnya keturunan klan kuat bermata merah, yang pasti sepasang mata itu sontak membuat Siwon kembali terdiam meski Siwon merutuki dirinya yang selalu takut kepada Sasuke jika sudah melihat mata yang sebenarnya hitam legam itu.

Keduanya kembali ke pekerjaan masing-masing sampai,

“Siwon.” Panggil Sasuke tiba-tiba mengagetkan Siwon.

“A-apa?”gagap Siwon masih sedikit takut dengan Sasuke. Sasuke menyeringai mendengar nada takut dari suara Siwon. Sedangkan Siwon kembali merutuki kebodohan dirinya yang tergagap hanya karena panggilan Sasuke.

“Santai saja man. Aku hanya ingin mengatakan agar kau mengingatkan aku untuk membuat perhitungan dengan Itachi.” Sahut Sasuke dingin, sedingin es yang langsung membuat Siwon merinding. Ditambah dengan seringai menyeramkan yang sanggup membuat singa pun lari ketakutan. Sasuke sungguh menakutkan jika sudah marah. Karenanya, Siwon hanya bisa mengangguk kuat-kuat sebagai balasan.

Keduanya baru saja akan melangkah lagi meninggalkan studio tempat mereka melakukan rekaman ketika Sasuke bersuara lagi.

“Oh satu lagi Siwon.”

“Apalagi?”

“Ingatkan aku juga untuk membunuhmu karena sudah memeluk Narutoku.” Ancam Sasuke yang langsung membuat wajah Siwon pucat pasi.

Siwon benar-benar ingin menenggelamkan dirinya ke dasar lautan karena kebodohan dan kecerobohannya sendiri. Siwon mengingat lagi kejadian saat Siwon sedang bersama dengan Kyuhyun, mata hitamnya menangkap sosok Naruto dan Sasuke. Naruto terlihat tersenyum bahagia ketika melihat Siwon dan Kyuhyun yang sudah berbaikan.

Siwon yang mengetahui bahwa Narutolah yang berjasa menyadarkan Kyuhyunnya, tanpa sadar bergerak mendekati Naruto dan langsung memeluknya dengan erat. Siwon terlalu senang dan berterima kasih kepada Naruto karena bantuan ibu satu anak itulah, Kyuhyun dan dirinya bisa berbaikan. Akan tetapi itu adalah kesalahan terbesarnya. Tidak ada yang selamat jika sudah menyentuh milik seorang Uchiha Sasuke.

Tidak seorang pun.

“Sas… Come on man! Aku tidak sengaja.” Kilah Siwon sedikit memohon kepada sahabatnya itu untuk mengerti. Siwon tahu betapa posesifnya Sasuke kepada Naruto. Namun sepertinya permohonan Siwon hanya dianggap angin lalu ketika sebuah sikutan kuat mendarat mulus di perutnya. Sangat kuat sampai Siwon harus memegangi perutnya dan merintih kesakitan.

“Sas…”

“Itu baru permulaan Choi Siwon. No one and I mean no one, touch my wife.”

I’m your bestfriend a**holeI’m like a brother to you and Naruto-chan…”

No one.”

I’m so dead. Kyuhyun maafkan aku yang harus meninggalkanmu. Batin Siwon sedikit berlebihan. Tetapi sepertinya semua memang harus berdoa demi keselamatan Siwon karena Uchiha Sasuke tidak pernah main-main dengan ucapannya.

.

.

.

Kyuhyun menatap kertas musik itu dengan penuh konsentrasi. Jemari lentiknya menuliskan not balok di kertas itu setelah dia memainkan beberapa nada di pianonya. Sesekali Kyuhyun menyenandungkan nada-nada itu, berusaha agar bisa menjadi lagu yang merdu.

Tiba-tiba Kyuhyun berhenti bersenandung. Dia meletakan penanya dan berhenti memandangi kertas musik yang masih setengah selesai. Kyuhyun memejamkan matanya dan membayangkan wajah Siwon yang tersenyum kepadanya. Siwon yang tertawa lepas karena melihat tingkah Kyuhyun yang aneh. Mata pria pirang itu yang selalu menatapnya dengan tatapan penuh cinta. Lengan kekarnya yang melingkar erat di pinggangnya, memeluknya dengan hangat, menjaganya dari semua hal jahat yang mendekati Kyuhyun. Bibir Siwon yang terus mengucapkan kata pujian akan dirinya atau terkadang mengoloknya jika sifat isengnya muncul ke permukaan. Cibiran sinisnya yang seratus persen benar ketika Kyuhyun berpikiran bodoh akan dirinya sendiri.

Kyuhyun tersenyum sendiri membayangkan kekasihnya yang masih berada di negara lain tersebut. Kyuhyun sadar bahwa dia begitu merindukan Siwon sampai-sampai Kyuhyun merasa hampa tanpa kehadirannya.

Kyuhyun perlahan membuka kedua matanya dan menatap kembali kertas musiknya.

Satu detik…

Dua detik…

Tiga detik…

Sampai satu menit lamanya, Kyuhyun terus menatap kertas tak berdaya itu. Sampai akhirnya…

Srett!!

Kyuhyun merobeknya dan meremas kertas itu sebelum akhirnya membuang ke tempat sampah.

Tidak seperti tadi saat Kyuhyun begitu serius dan terkesan berpikir keras menulis lagu untuk memenuhi permintaan Sungmin, kali ini jemari Kyuhyun bermain dengan lincah di atas tuts piano tersebut. Tangannya juga begitu lancar menuliskan not balok setelah yakin dengan nada yang dia inginkan. Belum lagi suara indahnya kembali terdengar dan kali ini Kyuhyun bernyanyi setulus hati. Nyanyian Kyuhyun begitu mempesona karena hatinya sedang berbunga-bunga dan mengumbar kerinduan yang tidak lagi akan Kyuhyun tutupi.

Setengah jam kemudian, Kyuhyun meletakan penanya. Kyuhyun lalu mengambil kertas musik yang sudah selesai kemudian menyimpannya di dalam tasnya. Senyumnya melebar tatkala ingat bagaimana dia bisa menyelesaikan lagu itu. Kini tinggal satu hal lagi yang perlu dia lakukan.

Kyuhyun mengambil ponsel pintarnya dari sakunya lalu mencari nomor seseorang yang akan membantunya. Kyuhyun memiliki ide cermerlang dan dia membutuhkan bantuan. Setelah Kyuhyun menemukan nomor yang dia inginkan, Kyuhyun bergegas menekan nomor itu dan menghubungi si pemilik nomor.

“Yoboseyo.” Suara di seberang sambungan itu membuat Kyuhyun kembali tersenyum. Dengan nada gembira, Kyuhyun menyapa balik suara tersebut dengan,

“Yoboseyo Suho-ya.”

.

.

.

“Hei Kris! Kau benar tidak ikut bersama kami?” tanya Siwon bingung ketika Kris langsung berpamitan setelah rekaman selesai untuk lagu terakhir di album mereka. Siwon, Sasuke, Luhan, dan beberapa orang dalam kru mereka hendak merayakan selesainya pekerjaan mereka di salah satu café langganan mereka ketika tiba-tiba saja Kris mengatakan bahwa dia tidak ikut karena ada urusan lain.

“Ya hyung. Aku ada urusan penting. Kalau sempat, nanti aku menyusul saja.” Jawab Kris sambil membereskan barang-barangnya.

“Urusan apa?” selidik Siwon, curiga karena pemuda yang sudah dia anggap adik itu bertingkah laku aneh beberapa hari ini.

“I-itu… Hehehe… Nanti saja aku ceritakan hyung. Oke hyungdeul, aku pergi lebih dulu ya. Nanti aku hubungi. Bye.” Jawab Kris lagi namun dengan nada panik dan terburu-buru pergi dari ketiga hyungnya tersebut. Sasuke dan Luhan hanya saling bertatapan kemudian acuh saja dengan sikap aneh Kris.

Menurut mereka Kris memang sudah aneh sejak awal karena bisa berteman dekat dengan Siwon jadi kalau sekarang dia berlaku aneh, hal itu sudah biasa bagi Sasuke dan Luhan. Mereka lupa bahwa mereka juga bisa dibilang aneh karena sama-sama berteman dengan Siwon.

Sedangkan Siwon mengernyitkan dahinya, semakin curiga dengan Kris. Pemuda Cina itu pasti menyembunyikan sesuatu dan itu pasti ada hubungan dengannya. Katakan Siwon terlalu percaya diri, tapi firasatnya jarang meleset. Akan tetapi, Siwon akan membiarkan Kris untuk saat ini. Lagipula, Kris sendiri tadi mengatakan bahwa dia akan menceritakannya kepada Siwon jika waktunya tepat. Siwon hanya bisa menunggu sampai mereka semua kembali ke Korea.

.

.

.

Neomanbomyeon nadomollae heehee

Niga useulttaen nado haheho

Gipi ppajyeosseo naege wanjeonhi

Naneun heeomchyeo ineogongju gachi

Neoman bomyeon nan heeheehaheho

Neoman bomyeon nan gibuni johajyeo

Neoman bomyeon nan heeheehaheho

Neoman bomyeon no more sorrow

“Oke Suho-ya, it’s perfect. Terima kasih.” Sahut Kyuhyun dari balik kaca studio rekaman, tempat Suho merekam suara manisnya untuk demo lagu ciptaan Kyuhyun. Suho tersenyum lebar menanggapi ucapan Kyuhyun sebelum memberikan tanda oke dengan jarinya lalu melepaskan headset dari kepalanya dan meletakannya kembali di tempat semula.

Begitu Suho keluar dari ruang rekaman, dia disambut pelukan ringan dari Kyuhyun yang diterima dengan senang hati oleh Suho. Suho senang bisa membantu calon kakak iparnya tersebut apalagi jika bantuan itu juga ditujukan untuk kakak tersayangnya yang seharusnya sudah sampai di rumah setelah dua minggu berada di negeri orang sejak konser mereka.

“Terima kasih sekali lagi ya Suho-ya. Eonnie tidak tahu harus meminta bantuan siapa lagi.” Ujar Kyuhyun berterima kasih atas bantuan Suho. Suho menggeleng kecil sembari menjawab,

“Tidak perlu berterima kasih eonnie. Aku senang bisa membantu eonnie.” Kyuhyun tersenyum mendengarnya. Kyuhyun lalu meminta Suho untuk beristirahat sejenak sementara dia menyatukan rekaman Suho dan rekaman Kris karena dilakukan secara terpisah.

Ya, rekaman Kris.

Bukan hanya Suho yang diminta tolong oleh Kyuhyun untuk rencananya, Kris juga tak luput dari daftar orang yang bisa membantu Kyuhyun. Terlebih lagi lagunya membutuhkan seorang rapper pria dan ketika Suho memberitahu bahwa Kris bisa melakukan rap, tak perlu membutuhkan waktu lama bagi Kyuhyun untuk langsung menghubungi Kris dan meminta bantuannya.

Awalnya Kris menolak karena dia merasa kemampuan rap-nya tidak sebagus yang Kyuhyun kira namun dengan sedikit bujukan atau lebih tepatnya ancaman manis dari Suho, mau tak mau Kris setuju untuk membantu Kyuhyun meski dia sedikit risih harus merahasiakannya dari Siwon dan yang lainnya.

Berselang kemudian, Kyuhyun menghela nafas panjang. Lega karena akhirnya demo lagunya rampung dia selesaikan tepat waktu. Demo lagu tersebut hanya perlu diserahkan kepada Sungmin untuk disempurnakan dan dimasukan dalam daftar kompilasi lagu yang diproduseri oleh Sungmin.

Sahabat Kyuhyun dan Siwon tersebut mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk memproduseri sebuah album kompilasi dari kumpulan pencipta lagu dan penyanyi amatir. Beberapa lagu dari album kompilasi tersebut nantinya akan digunakan sebagai original soundtrack dari sebuah drama lokal yang akan segera tayang. Lagu yang terpilih akan dibawakan secara langsung dalam acara setelah press conference drama tersebut.

Kyuhyun berharap lagunya cukup bagus untuk dipilih karena Kyuhyun memiliki maksud tersendiri jika lagunya sampai dipilih. Dia ingin lagunya bisa tampil dalam acara tersebut karena dia ingin seseorang mendengarkannya dan mengerti isi hatinya.

.

.

.

“Kyuhyun.”

Hening.

“Kyuhyun. Baby.”

Hening. Tidak ada balasan sama sekali.

“Dimana dia?” gusar Siwon tak sabar dan akhirnya mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kyuhyun.

Pria tinggi itu sudah berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun sejak setengah jam yang lalu, berusaha memanggil kekasihnya tersebut agar membukakan pintu. Siwon tidak bisa membuka pintu apartemen Kyuhyun seperti biasanya karena gadisnya itu mengganti password pintu apartemennya.

Siwon menunggu sambungan teleponnya untuk dijawab oleh Kyuhyun namun sampai beberapa kali Siwon mencoba menghubungi Kyuhyun, wanita bermarga Cho tersebut tak kunjung menjawab panggilannya.

Sh**!” seru Siwon sambil meninju dinding dekat pintu apartemen Kyuhyun. Siwon mengacak rambutnya sendiri karena kesal tidak tahu dimana keberadaan Kyuhyunnya saat ini. Tadi dia sempat ke tempat kursus musik milik Sungmin, tempat Kyuhyun bekerja, tapi kekasihnya itu tidak ada. Dia menghubungi Sungmin tapi sahabatnya itu sama saja dengan Kyuhyun. Sama sekali tak menjawab panggilannya.

Di saat Siwon sedang kesal, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Siwon melihat siapa yang menghubunginya dan hatinya mendadak lega.

Baby Kyuhyunnie calling.

“Yoboseyo, baby.”

“Wonnie. Maaf aku tidak mengangkat teleponmu. Aku sedikit sibuk. Kau sudah pulang?” tanya Kyuhyun senang. Siwon yang tadinya kesal langsung berubah suasana hatinya yang tadinya kesal menjadi senang sama seperti Kyuhyun. Dia bersandar di pintu apartemen Kyuhyun lalu menjawab pertanyaan wanita cantiknya tersebut.

“Ya. Kau dimana sayang?”

“Aku bersama dengan Suho. Kami dalam perjalanan pulang ke apartemenku. Tadinya aku ingin pulang sendiri tapi Suho bersikeras mengantarku. Kau dimana Wonnie?”

“Di depan apartemenmu. Aku tunggu kau disini.”

“Sejak kapan?” tanya Kyuhyun yang membuat Siwon terdiam beberapa saat. Siwon tahu benar Kyuhyun akan sangat tidak suka dengan jawaban jujurnya. Tapi lebih baik dimarahi sekarang daripada nanti. Karena itu Siwon menjawab,

“Setengah jam yang lalu.”

“Wonnie! Perjalananku dari sini sampai ke apartemen membutuhkan waktu lebih dari satu jam. Kau sudah makan malam belum? Kalau belum kau pergilah dulu ke restoran di dekat apartemenku. Nanti aku kesana.” Benar bukan, Kyuhyun akan marah sekaligus cemas dengan keadaan Siwon. Siwon terharu mendengar nada perhatian dari kekasihnya itu. Dengan senyum simpul, Siwon menjawab lagi.

“Tidak. Aku disini saja, menunggumu.”

“Wonnie!”

“Aku menunggumu baby, jadi cepatlah.”

“Aish! Baiklah. Tunggu aku.”

.

.

.

“Wonnie. Wonnie. Siwon!” pekikan Kyuhyun memanggil nama Siwon, membuatnya terbangun dari tidurnya. Rupanya Siwon ketiduran karena terlalu lama menunggu kedatangan Kyuhyun. Tubuhnya dia dudukan di lantai dan disandarkan di depan pintu. Siwon menggelengkan kepalanya beberapa kali sambil menguap, menghilangkan rasa kantuk yang menderanya. Kedua kelopak itu mengerjap sekali, dua kali sampai akhirnya Siwon membuka kedua matanya dan mendapati wajah cemas Kyuhyun di depannya.

“Hei baby, kau sudah pulang?” tanya Siwon sambil memberikan senyum lesung pipi andalannya kepada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun, setelah menghela nafas panjang, berjongkok di depan Siwon, meletakan beberapa tas plastik berisi makanan dan tas tangannya di lantai sebelum menangkupkan kedua pipi Siwon di kedua telapak tangannya.

Bibir ranum itu menarik setiap sudutnya membentuk seulas senyum cantik yang dihadiahkan khusus untuk sang kekasih yang terlihat sangat lelah tapi masih sempat datang ke apartemennya hanya untuk bertemu dengan Kyuhyun.

“Kau bisa masuk angin sayang jika tidur disini.” Ingat Kyuhyun dengan nada cemas di suaranya meski senyum itu masih terus terpampang di wajahnya yang cantik.

“Aku baik-baik saja Kyu. Aku kangen sekali.” Aku Siwon jujur yang membuat semburat merah muda menghiasi pipi bulat Kyuhyun. Lalu tanpa Siwon duga, Kyuhyun beranjak duduk, menekuk kedua kakinya dan menempatkan bokongnya di paha Siwon, lalu melingkarkan lengannya di leher Siwon. Dahinya dia tempelkan di dahi Siwon dan memandang Siwon tepat di kedua mata hitamnya.

“Aku juga kangen sekali Wonnie. Kau terlalu lama perginya.” Rajuk Kyuhyun yang membuat Siwon terkekeh kecil. Kekasihnya begitu manis jika manja seperti ini.

Lengan Siwon akhirnya bergerak melingkari pinggang Kyuhyun dan menarik wanita itu agar lebih dekat dengannya. Siwon lalu memiringkan sedikit kepalanya dan mencium bibir Kyuhyun dengan lembut. Hanya menempel tanpa ada nafsu yang lain dalam ciuman tersebut. Hanya rasa rindu yang mendalam dan ingin berbagi kehangatan satu sama lain. Ciuman manis yang dibalas sama manisnya oleh Kyuhyun.

Begitu Siwon menarik dirinya, keduanya tertawa sebelum kembali berpelukan. Baik Siwon maupun Kyuhyun hanya diam beberapa waktu sampai Siwon melihat barang bawaan Kyuhyun. Dia tersenyum karena Kyuhyun membeli begitu banyak makanan karena khawatir akan dirinya yang belum makan. Siwon beruntung memiliki Kyuhyun yang sangat memperhatikannya seperti ini.

Tidak ingin semua usaha Kyuhyun berakhir sia-sia, Siwon melepas pelukannya dan mendorong sedikit tubuh Kyuhyun lalu membelai pipi kesayangannya itu dengan lembut.

“Kita masuk sayang. Seperti katamu tadi, kita bisa masuk angin jika terus berada disini. Lagipula tidak enak jika dilihat oleh tetanggamu.” Usul Siwon bermaksud mengambil barang bawaan Kyuhyun. Akan tetapi Siwon tak bisa bergerak karena berat tubuh Kyuhyun yang menghalanginya untuk bisa berdiri. Siwon menatap Kyuhyun heran. Mengapa Kyuhyun seperti tidak mau beranjak dari pangkuannya?

“Kyu?”

“Biar saja.”

“Eh?”

“Biar saja mereka melihat. Aku masih ingin disini, bersamamu. Merasakan kehangatanmu Wonnie. Aku benar-benar merindukanmu.” Sahut Kyuhyun sambil kembali menyamankan dirinya di pangkuan Siwon.

Siwon terperangah dengan sikap Kyuhyun. Dia tidak pernah mendapati Kyuhyunnya seperti ini. Tampaknya Kyuhyun memang benar-benar merindukannya sampai dia tidak peduli dengan orang lain. Siwon tersenyum lebar sebelum mengikuti keinginan kekasihnya tersebut.

Ya, biarkan mereka seperti ini dulu. Masalah lain bisa mereka pikirkan nanti.

Ya, nanti.

.

.

.

Kring! Kring!

“Yoboseyo. Ada apa Min?”

“YAH! Sesekali panggillah aku oppa!”

“Aku tutup.”

“YAH!! Aku ini membawa kabar baik kau justru ingin menutup teleponku!”

“Cepatlah! Aku sedang memasak sarapan untuk Wonnie.”

“Siwon-ah? Dia sudah pulang? Lalu kenapa dia ada di apartemenmu? Apa kalian…?”

“Hentikan pikiran kotormu, dasar mesum! Siwon menginap, ya, tapi dia tidur di sofa. Sekarang cepat katakan apa maumu? Aku ingin sarapan Wonnie sudah jadi sebelum dia selesai mandi.”

“Baik, baik. Dasar tak sabaran. Aku hanya ingin bilang bahwa lagumu terpilih.”

“…”

“Yoboseyo, Kyu?”

“APA???”

Ouch Kyu! A little warning please! My poor ear…”

“Serius Min? Secepat ini? Aku baru menyerahkan kepadamu kemarin.”

“Serius. Mereka langsung memilih hari itu juga ketika aku memberikan semua lagu yang sudah terkumpul dan mereka menyukai demo lagumu. Mereka juga bahkan meminta Suho dan Kris yang membawakannya.”

“A-aku…”

“Selamat Kyu. Dengan ini kau bisa memperdengarkan lagumu kepadanya di depan public.”

“Sungmin! Terima kasih!”

“Sama-sama Kyu, walau bukan aku yang berjasa. Lagumu memang pantas untuk dipilih.”

“Tetap saja kau yang memberikan kesempatan Min jadi terima kasih sekali lagi.”

“Sudahlah, kau ini tumben sekali terus mengatakan terima kasih. Aku putus dulu ya Kyu. Aku masih harus mengabarkan berita ini kepada Suho dan Kris. Aku harap mereka tidak menolaknya.”

“Mereka akan senang untuk melakukannya Min. Terlebih lagi Kris. Ini bisa menjadi pendekatan untuknya ke Suho-ya.”

“Wah benar juga. Aku akan memakai Suho-ya untuk membujuk Kris. Berarti aku tinggal meyakinkan gadis nakal itu saja.”

“Ahahaha… Ya, ya… lakukan Min.”

Bye Kyu. See you at the event.”

Alright, bye.”

Tepat setelah Kyuhyun memutuskan sambungan telepon dari Sungmin, dia merasakan sepasang lengan memeluk pinggangnya dari belakang. Kyuhyun sedikit tersentak kaget namun wanita itu langsung tertawa kecil karena kegelian disentuh oleh rambut tipis yang bergerilya dengan liar di lehernya.

“Siapa sayang?”

“Wonnie… Geli.”

“Siapa?”

“Sungmin.”

“Ada urusan apa?”

“Bukan hal penting. Kau sudah mandi?”

“Hm. Tapi kau belum bercukur.”

“Malas. Kau saja nanti yang mencukurku.” Kyuhyun tersenyum mendengar jawaban Siwon. Kyuhyun tahu persis kekasihnya itu sudah mandi. Dia bisa menghirup aroma sabun yang dipakai oleh Siwon. Tapi agar Siwon tidak bertanya lebih lanjut soal telepon dari Sungmin tadi, Kyuhyun mengalihkan perhatiannya.

Kyuhyun menolehkan kepalanya sedikit agar bisa bertatapan dengan Siwon yang masih memeluknya dari belakang dan dengan cepat, Kyuhyun mengecup dagu Siwon sebelum kembali ke aktifitas memasaknya, meninggalkan Siwon lagi-lagi heran dengan sikap kekasihnya itu yang sedikit berubah. Kyuhyun yang sekarang senang sekali menyentuh dan menciumnya. Perubahan yang sangat disukai oleh Siwon.

“Masak apa sayang?”

“Hanya…” dan keduanya menikmati pagi mereka bersama-sama dalam kemesraan yang sepertinya akan lama untuk surut.

.

.

.

“Sas, kenapa kita disini?”

“Untuk mendukung Kyuhyun.”

“Mendukungnya untuk apa?”

“Teme! Jangan beritahu kuda bodoh itu!”

“Maaf dobe, aku lupa.”

“Hei kalian berdua menyembunyikan apa dariku? Jawab! Mendukung Kyuhyun untuk apa?”

“Nanti kau akan tahu sendiri. Sudah duduk saja. Acara akan segera dimulai.”

.

.

.

“Hadirin semua. Terima kasih telah mengikuti acara press conference drama terbaru dari M**. Acara selanjutnya dan sebagai penutup adalah penampilan langsung dari salah satu lagu yang akan menjadi original soundtrack dari drama ini. Lagu ini diciptakan oleh composer baru berbakat, Cho Kyuhyun dan dinyanyikan oleh duo muda yang begitu menawan, Kris dan Suho. Silahkan menikmati, Heeheehaheho.”

Begitu Siwon mendengar nama Kyuhyun, adiknya dan Kris bersamaan, mata Siwon terbelalak dengan lebar.

Ada apa ini? Pikirnya akan segala dugaan. Siwon tak mengerti mengapa Kyuhyun merahasiakan hal sebesar ini darinya. Mengkomposisi lagu itu bukanlah pekerjaan yang mudah dan seharusnya menjadi hal penting untuk mereka berdua. Terlebih lagi Siwon merasa bisa membantu Kyuhyun karena dia sendiri sering membuat lagu. Tapi ini…

“Sudah dengarkan saja. Ini adalah isi hati Kyuhyun untukmu.”

“Kau tahu hal ini Sas?”

“Naruto mengatakannya kemarin padaku. Ssstt… Sudah mulai.”

Dan benar saja, alunan musik mulai terdengar jelas ditambah dengan suara manis Suho yang mengalun indah membuat Siwon memusatkan perhatiannya ke pangung dan menikmati musik yang dibuat pujaan hatinya tersebut.

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, I feel better

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, no more sorrow

On a rainy day, you wipe away my tears

Sunny day, it’s so amazing

Boy you got a way of making me smile

When I had a bad day and

I show up with a dark face, you tell me

Turn that frown upside down

I thought it’d be annoying but without knowing,

I’m smiling

I wake up and look into your eyes

What else do you want me to do?

I’m embrace by your eyes that

Shine brightly by the moon

Ye that’s all I wanna do

I can take in your facial expression and your heart

Girl, I’m not one of those bottomless guys

Don’t view us the same way I see what you see

So come and let me holla back

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, I feel better

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, no more sorrow

Each day we get to know other is so different

It’s like foam of a soft cappuccino

Our precious times together are too short

Because I’m so bad at playing of push and pull

Whether it’s rainy day or a sunny day

If you’re smiling, it’s good day for me

If you know how I feel, just stay right there as you are

Always with that smile you smile for me in the beginning, hey

When I see you without knowing, I go heehee

When you smile, I go haheho

I’m completely and deeply into you

I am swimming in you like little mermaid

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, I feel better

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, no more sorrow

Only you

Only you can cheer me up (alright it’s gonna be ok baby)

We’re like Bonnie and Clyde, cheese and wine yeah

We fit together pretty well like partners

No one can tear us apart

Promise that you’ll never make me cry

I wake up and look into your eyes

I wake up and look into your eyes

What else do you want me to do?

What else do you want me to do?

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, I feel better

When I see you, I go heehee haheho

When I see you, no more sorrow

Kris

Suho

Kris & Suho

.

.

.

Banyak yang mengatakan bahwa kau akan merasakan betapa berartinya seseorang jika orang itu tak ada disisimu.

Ada juga yang mengatakan bahwa kau harus jujur pada perasaanmu sendiri jika kau tidak ingin menyesal dikemudian hari.

Dengarkan kata hatimu. Kesampingkan egomu.

Well, itulah yang aku lakukan saat ini.

Aku melakukan apa yang hatiku katakan kepada otakku yang terlalu bodoh untuk bisa mengerti bahwa Siwon segalanya untukku.

Dia lawan tarung yang seimbang.

Dia teman yang dapat diandalkan.

Dia kekasih yang penyayang dan begitu perhatian.

Dan…

Dan aku yakin dia akan menjadi pendamping hidupku yang bertanggung jawab.

Menjagaku, selalu disisiku, dan yang terpenting…

Selalu mencintaiku.

Karena dia adalah Choi Siwon, pria yang juga sangat aku cintai.

.

.

.

“Kau harus membuatnya impas ya.”

“Impas bagaimana? Aku hanya membuatkanmu satu lagu sedangkan kau… Sudah berapa lagu yang kau tujukan untukku?”

“Entahlah, aku tidak pernah menghitungnya.”

Exactly.”

“Jadi?”

“Jadi?”

“Kapan kita menikah?” pertanyaan itu membuatku tersenyum lebar. Selalu begitu, dasar tidak sabaran. Siwon yang pushover.

My handsome pushover.

Aku mendekati tubuh kekar nan tingginya. Dengan perlahan aku menyusuri dada bidangnya dengan jariku, menggodanya sedikit sebelum jemariku membelai pipinya. Aku menatapnya dengan kerlingan mataku, membuatnya menaikan salah satu alisnya, tidak menyangka bahwa aku bisa dan berani menggodanya.

Dasar kuda bodoh, dia selalu saja lupa bahwa aku ini senang menggodanya. Yang ada dalam pikirannya pasti hanya aku yang dingin dan acuh. Padahal aku sangat menyayanginya, mendambanya, mencintainya.

“Kau maunya kapan?” tanyaku balik.

Siwon terkekeh mendengar pertanyaanku dan segera saja dia memeluk tubuhku dan meletakan dagunya di atas pucuk kepalaku sambil sesekali menghirup aroma sampo dari rambutku. Aku sendiri hanya pasrah menerima pelukannya. Bahkan aku sendiri sudah memeluk Siwon dengan sama eratnya seperti dirinya memelukku. Aku menyandarkan kepalaku di dada Siwon. Telingaku mendengarkan degup jantung Siwon dan itu menenangkanku.

“Kyu.”

“Hm?”

“Aku mencintaimu.”

“Aku tahu, aku juga mencintaimu.”

“Menikahlah denganku?” Pertanyaan itu. Pertanyaan yang pernah Siwon sampaikan kepadaku. Pertanyaan yang aku jawab tanpa memikirkan perasaannya saat itu, yang membuatnya terluka. Pertanyaan akan masa depan kami berdua.

Aku terdiam sejenak. Jika dulu aku harus berpikir seribu kali untuk menjawabnya, kali ini aku bisa menjawabnya dengan pasti. Jawabanku tentu saja…

“Ya, aku mau.”

Lalu, walau aku tak bisa melihat wajah Siwon karena wajahku terbenam di dadanya yang hangat, tapi aku bisa membayangkan betapa tampannya Siwon sekarang dengan senyum lesung pipinya dan binar kebahagiaan dari sorot matanya yang hitam kelam.

Ya, aku kini mengerti maksud dari jika orang yang kita cintai bahagia maka kita pun akan merasa bahagia.

Karena aku merasakannya kini.

Ya, seperti inilah kebahagiaan itu.

Semoga saja kebahagiaan ini tetap belangsung lama. Semoga aku bisa menjaga senyum bahagia itu tetap ada di wajah tampannya seperti dia yang berjuang untuk tetap membuatku tersenyum.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Alright… This is September. Dan seperti tagline September, harus dimulai dengan yang ceria-ceria \(´▽`)/

Muupkan Nao jika adegan romancenya garing abiz… Berhubung Nao not in relationship yet, jadi Nao ga tahu rasanya… Anggap aja bener yak ┐(´_`)┌

Terus masalah composer and all, it’s all based on my own imagination. Nao juga gagal paham soal itu.

Anyway, part kali ini diinspirasi dari lagunya MAMAMOO & GEEKS – HEEHEEHAHEHO. Nao pasang lagi linknya. Coba didenger deh. MAMAMOO termasuk girl group yang worth it buat di dengar. Suara membernya bagus-bagus.

Seperti biasa gomen untuk typos dan kegajean FF ini. Nao selalu berusaha agar bisa memberikan bacaan yang layak dikonsumsi \_~(˘▾˘~)

Hope amazing readers will enjoy this one also…

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements