Tags

, , ,

Title : Kamu Dan Kamu

Pairing/Charas : WonKyu?, WonChang? a little bit Zhoukyu, Hankyu, BFF!Changkyu

Genre : Attempt Humor, Romance

Inspired : Kamu dan Kamu by Agnes Monica

Disclaimer : All casts are belong to their self and God; Agnes Monica and Kamu dan Kamu are belong to herself and he respective agency

Warning : Un-betaed, Typos, OOC, AU, GS, Playgirl!Kyu

( 。・_・。)(。・_・。 )

Bye honey. Terima kasih untuk hari ini ya.” Sahut Kyuhyun riang sambil melambai-lambaikan tangannya kepada Zhoumi yang melajukan mobilnya setelah mengantarkan Kyuhyun ke salah satu coffee shop di daerah yang penuh dengan café dan restoran itu.

“Bisakah kau tidak memamerkan senyuman palsumu kepada setiap lelaki yang mendekatimu Cho Kyuhyun-ssi?” tegur seseorang yang tak perlu dilihat oleh Kyuhyun untuk mengetahui siapa dia. Memang siapa lagi yang bisa dengan entengnya menegur Kyuhyun seperti tadi jika bukan sahabat Kyuhyun sendiri, Shim Changmin.

“Ah Changminnie sudah lama menunggu? Maaf ya, kau tahu sendiri jika aku sudah bersama dengan Zhoumi. Sulit sekali pergi dari jeratannya.” Sahut Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukan teguran Changmin.

Changmin atau Shim Changmin, memutar matanya malas melihat tingkah laku Kyuhyun yang sungguh sangat menyebalkan itu. Jika bukan karena gadis manis di depannya ini adalah sahabatnya sejak taman kanak-kanak, sudah Changmin kuliti dan cincang tubuh Kyuhyun yang tinggi semampai itu walau tidak setinggi dirinya.

“Sampai kapan kau akan bersikap seperti ini Kyu? Aku bosan menjadi kurir surat cinta dari semua lelaki hidung belang yang mengincarmu. Memangnya aku tukang pos.” hardik Changmin kesal.

Kekesalan Changmin sudah sampai ubun-ubun kepalanya. Gadis yang sama manisnya dengan Kyuhyun tersebut sudah tak kuat lagi melihat sahabatnya yang suka bermain api dengan pria-pria hidung belang. Seperti hari ini saja, Kyuhyun dengan beraninya berhubungan dengan kakak beradik pindahan dari Cina, Tan Hangeng dan Tan Zhoumi. Apa Kyuhyun sama sekali tidak takut keduanya marah dan melakukan yang tidak diinginkan kepada Kyuhyun seperti memerkosanya beramai-ramai?

Bukan bermaksud menyumpahi, tapi bisa saja bukan?

“Jangan menyumpahiku seperti itu Shim ‘food monster’ Changmin. Aku takkan seceroboh itu. Lagipula jika mereka berani macam-macam, aku tahu bagaimana membalas mereka. Aku bisa menjaga diriku sendiri.” Balas Kyuhyun tak kalah sengitnya, membuat Changmin tersentak dari pikirannya yang kemana-mana itu. Changmin menatap heran ke arah Kyuhyun. Dia bingung kenapa Kyuhyun seperti bisa membaca pikirannya.

“Itu karena kau mengucapkannya dengan jelas Changdola.” Ucap Kyuhyun sekali lagi membuat wajah Changmin memerah karena malu sudah mengatakan pikirannya secara langsung.

“Aish…” gumam Changmin seorang diri. Kyuhyun tertawa kecil melihat tingkah teman masa kecilnya tersebut. Dengan cepat, Kyuhyun menarik tangan Changmin dan memasuki coffee shop langganan mereka berdua.

Tak lama kemudian, keduanya terlihat berbincang-bincang sambil menikmati kopi dan berbagai macam kue, courtesy of Changmin. Mereka terlihat bersenang-senang sampai tiba-tiba Kyuhyun menundukkan kepalanya begitu bunyi pintu masuk coffee shop itu berbunyi.

“Kau kenapa Kyu?” tanya Changmin bingung melihat gelagat aneh Kyuhyun yang sekarang sudah menutupi wajahnya dengan buku menu yang kebetulan masih ada di meja mereka.

“Ssttt! Diamlah Minnie.” Ujar Kyuhyun.

“Memangnya ada apa sih?” tanya Changmin bingung. Changmin mengikuti arah pandang Kyuhyun dan menemukan sosok pemuda tinggi dengan tubuh atletis yang dibalut kemeja flannel lengan panjang digelung sampai siku dipadu dengan celana jeans yang sedikit sobek di lututnya. Penampilan sederhana namun cocok untuk pemuda tersebut.

Changmin menatap pemuda tersebut, berusaha mengenali siapa dia sampai mata bambinya membulat dan terlihat berbinar. Changmin tahu siapa pemuda dengan wajah tampan itu. Dia…

“Siwonnie oppa!!” seru Changmin dan langsung meninggalkan Kyuhyun begitu saja demi mendekati senior di kampusnya yang sudah menjadi incaran Changmin sejak dirinya menjadi mahasiswa baru di SM University.

Pemuda yang dipanggil Siwonnie oppa itu menoleh ketika dia mendengar seseorang memanggil namanya. Siwonnie oppa atau lebih tepatnya Choi Siwon, tersenyum saat dia mengenali siapa orang yang telah memanggilnya tersebut.

“Changminnie. Hei.” Sapanya ramah sambil memamerkan senyum berlesung pipi memikatnya itu. Dan sudah pasti seorang Shim Changmin akan langsung terpikat 100 persen dengan senyum tersebut.

“Oppa! Sedang apa disini?” tanya Changmin riang.

“Membeli kopi.” Jawab Siwon singkat dan tersenyum jahil ke arah Changmin. Changmin mendengus kesal karena sadar telah di goda oleh Siwon. Dia memukul bahu Siwon sambil menggerutu.

“Aish! Aku tahu itu. Maksudku kenapa oppa bisa sampai ke daerah ini? Bukahkah coffee shop ini sedikit jauh dari apartemen oppa?” tanya Changmin lagi tanpa menyadari dia memberi tahukan aibnya yang suka mengikuti atau istilah kerennya stalking, incarannya tersebut.

Siwon yang merasa aneh dengan pertanyaan Changmin, mengerutkan kedua alis tebalnya menjadi satu meski senyum jahilnya itu masih terpasang dengan sempurna. Siwon tahu kini dia memiliki hal baru untuk menggoda junior cantiknya itu.

“Memangnya kau tahu apartemenku dimana Changminnie?” tanya Siwon menggoda Changmin. Dia tahu bahwa gadis yang ada di hadapannya sekarang begitu menyukainya sampai selalu mengikuti kemana pun dirinya berada. Jadi sebenarnya bukan hal aneh jika Changmin bisa tahu alamat apartemennya.

Bicara soal menyukai, Siwon juga sempat menyukai gadis cantik nan tinggi bagaikan model itu saat pertama kali berjumpa di masa orientasi mahasiswa dan mahasiswi. Hanya saja, rasa itu berangsur-angsur hilang dan berganti menjadi rasa sayang seorang kakak kepada adiknya tatkala keduanya mulai dekat. Siwon sadar Changmin bukanlah gadis yang mampu menggetarkan hatinya dan membuatnya selalu merasa rindu akan kehadirannya.

Hal itu dan juga kenyataan bahwa sahabat sekaligus sepupunya, Choi Dongwook, sangat menyukai Changmin sampai-sampai saat tahu perasaan Changmin kepada dirinya, Dongwook memohon agar Siwon menolak Changmin dan membiarkan dia berjuang untuk mendapatkan hati Changmin.

Siwon sempat berpikir bahwa sepupunya itu sangat kejam karena memintanya mematahkan hati seorang gadis agar bisa memberikan kesempatan untuknya menghibur gadis tersebut dan mendekatinya secara pelan-pelan. Akan tetapi, terkadang Siwon berpikir ide sepupunya ada benarnya juga. Siwon tidak mungkin terus menerus membiarkan Changmin berharap kepadanya meski Siwon sudah berusaha untuk tidak memberikan harapan sama sekali. Dia harus segera menolak Changmin jika…

Jika gadis itu berani menyatakan perasaannya.

Untuk saat ini, Siwon ingin berteman baik dengan Changmin. Siwon masih betah melihat Changmin yang sering merengut kesal karena menganggap dirinya tidak peka dengan semua pendekatan dari Changmin. Ya, katakan saja bahwa Siwon itu sedang jahil-jahilnya terhadap Changmin.

“Uh… Ten…tentu saja aku tahu. Hyung itu sangat populer sehingga banyak yang membicarakan hyung. Aku pernah dengar saja mereka mengatakan alamat apartemen hyung.” Ucapan Changmin yang terdengar gugup membuyarkan lamunan Siwon. Dengan senyum andalannya dia menatap Changmin lalu mengacak rambut dark blondenya dengan sayang.

“Begitukah?”

“Ya, oppa.” Jawab Changmin antusias agar Siwon tidak menyadari ucapannya yang kelepasan tadi. Siwon semakin gemas dengan Changmin saat melihat raut wajahnya yang berusaha agar Siwon tidak bertanya lagi soal bagaimana Changmin bisa tahu alamat Siwon. Tapi Siwon juga tetaplah Siwon. Melihat kegigihan lucu Changmin, membuat Siwon ingin semakin menggodanya.

Siwon menarik tangannya dari rambut Changmin dan meletakan di dagunya, lelaki tampan itu berpura-pura sedang berpikir dengan keras sehingga membuat Changmin risau kembali. Dalam benaknya, jangan-jangan Siwon curiga lagi dengan dirinya. Tapi apa yang diucapkan Siwon selanjutnya justru membuat senyum manis terpampang jelas di wajah cantik Changmin. Pemuda itu berkata,

“Oh. Kalau begitu gawat juga. Aku pindah ke apartemen itu karena aku pikir aku tidak akan terganggu lagi dengan ulah mereka yang suka datang ke apartemenku hanya untuk sekedar melihatku saja. Aish! Apa aku harus pindah lagi?”

“Ya! Oppa sebaiknya pindah!” pekik Changmin senang. Mungkin terlalu senang. Siwon menatapnya kaget sebelum tertawa geli dengan tingkah Changmin. Sementara Changmin, dia sadar dia terlalu antusias dengan perkataan Siwon yang ingin pindah apartemen. Tapi wajar saja dia senang, karena Changmin memiliki niat tersendiri ketika mendengar keinginan Siwon itu.

“Um… Maksudku, oppa memang sebaiknya pindah demi keselamatan oppa sendiri.” Ralat Changmin berusaha agar Siwon tidak terlalu curiga dengan sikapnya yang terlalu antusias. Changmin menjadi canggung dan kikuk sendiri sehingga dirinya terlihat salah tingkah di hadapan Siwon. Namun justru sikapnya tersebut membuat Changmin terlihat lucu sehingga melebarkan senyum Siwon yang mempesona.

“Ya, mungkin kau benar Minnie. Tapi sebaiknya oppa pindah kemana ya? Akan sangat sulit mencari apartemen yang baru.” Keluh Siwon setelah dia melihat Changmin mampu mengusai dirinya sendiri.

“Bagaimana jika pindah ke gedung apartemenku? Sepertinya ada kamar kosong di sebelah apartemenku. Lokasinya dekat dengan stasiun, toserba, dan keamanannya terjamin. Sewanya sedikit mahal dari apartemen lainnya but it’s worth it.” Ucap Changmin yakin.

Tunggu dulu.

Yang baru saja berucap, suaranya bukanlah suara Changmin melainkan suara,

“Hai. Aku Cho Kyuhyun, sahabat Changmin. Senang berkenalan denganmu.” Sapa Kyuhyun menampilkan senyum manis terbaiknya kepada Siwon.

KYUHYUN!! Batin Changmin terkejut dan jika boleh dibilang jengkel luar biasa dengan sahabatnya itu karena sudah mengganggu momen indahnya dengan Siwon.

“Minnie. Tega sekali kau meninggalkan aku sendiri.” Cibir Kyuhyun namun dengan senyum manisnya. Ah, ralat. Seringai manis dari seorang Cho Kyuhyun.

Tampaknya akan ada bitch fight ladies.

“Masa? Aku meninggalkanmu? Bukannya kau yang terlalu fokus dengan dirimu sendiri sehingga melupakan aku? Tapi tidak apa-apa juga sih kalau kau menghiraukan aku. Aku juga ada perlu dengan Siwon oppa. Sana Kyu, kalau kau mau pergi. Kita bertemu lain kali saja ya.” Usir Changmin halus sembari membalas cibiran Kyuhyun.

“Oh jangan begitu Minnie. Maafkan aku karena fokus dengan diriku sendiri. Untuk menebus kesalahanku tadi, biarkan aku menemanimu ya. Tidak baik jika kau berdua saja dengan lelaki.”

“Kau tidak usah khawatir Kyunnie, Siwon oppa itu sunbaeku dan kami sudah saling mengenal dengan sangat DEKAT, jadi kau lebih baik segera pergi. Aku baik-baik saja dengan Siwon oppa.”

Dan seterusnya, dan seterusnya sampai Siwon menghela nafas panjang, sedikit gerah dengan sikap keduanya yang terlihat tidak menyukai satu sama lain namun berbicara dengan manis. Siwon bermaksud memutus pertikaian antara Kyuhyun dan Changmin dengan,

“Hai Kyuhyun-ssi. Aku Choi Siwon, sunbae Changmin. Senang berkenalan denganmu.” Balas Siwon menyapa Kyuhyun, namun sayangnya baik Kyuhyun maupun Changmin seperti tak mendengar suaranya.

Siwon kembali menghela nafas ditemani dengan gelengan kepala. Siwon yang tadinya ingin menanyakan maksud Kyuhyun dengan kamar kosong di apartemennya saat gadis itu menyinggungnya, menjadi berpikir dua kali ketika dia merasakan aura perseteruan antara dua gadis manis di hadapannya itu semakin memanas. Siwon memandang bergantian antara Kyuhyun dan Changmin yang masih saja berdebat walau kali ini keduanya dengan terbuka saling menatap dengan tajam.

Here we go again. Batin Siwon yang paham akan tingkah Changmin yang tak suka dengan kehadiran gadis lain karena selalu dianggap oleh Changmin sebagai perebut dirinya dari sisi Changmin. Tapi yang menjadi tanda tanya besar di benak Siwon adalah kenapa Kyuhyun juga terlihat tidak menyukai Changmin saat ini? Siwon mengambil kesimpulan mungkin Kyuhyun kesal karena sikap Changmin yang tidak bersahabat, Siwon tidak tahu bahwa delikan mata Kyuhyun juga karena dia tidak suka kedekatan Changmin dengan Siwon, lelaki yang disukainya.

“Ehem!” Suara berat Siwon yang berdeham, mencoba kembali memutus rantaian sindiran dan cibiran dari kedua gadis manis nan cantik ini, akhirnya berbuah manis. Suaranya tadi langsung membuat keduanya menoleh ke arahnya dan sama-sama memasang senyum yang termanis yang pernah ditunjukkan baik oleh Kyuhyun maupun oleh Changmin.

Melihat cepatnya perubahan mood keduanya yang begitu cepat, Siwon tersenyum geli. Dia benar-benar tak akan pernah mengerti mengapa wanita begitu mudahnya berubah perasaan. Siwon menghela nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.

“Maaf Kyuhyun-ssi, tadi kau bilang ada kamar yang kosong di apartemenmu? Benarkah itu?” tanya Siwon berusaha mengalihkan perhatian Kyuhyun dan Changmin dari satu sama lain dengan mengulang tawaran Kyuhyun tadi.

“Ada. Kalau Siw…”

“Permisi sebentar oppa. Ada yang harus aku bicarakan dengan Kyuhyun terlebih dahulu.” Sela Changmin sebelum Kyuhyun selesai menjawab pertanyaan Siwon dan tanpa menunggu reaksi Kyuhyun, gadis tinggi itu menarik Kyuhyun pergi beberapa meter dari Siwon.

“Apa yang sedang kau rencanakan Kyu?” desis Changmin tak suka dengan sikap sahabatnya itu.

“Rencana apa?” tanya Kyuhyun balik pura-pura bodoh.

“Jangan pura-pura bodoh Kyu! Kau pasti sedang berencana untuk mendekati Siwon oppa bukan? Well, FYI girl, he’s mine! Aku tak mau playgirl sepertimu mempermainkan Siwon oppa!” tegas Changmin sengit. Kali ini Changmin tidak akan tinggal diam dengan cara Kyuhyun yang seenaknya sendiri kepada laki-laki, terlebih lagi lelaki yang diincar Kyuhyun adalah pujaan hatinya.

What the…? Dengar Min, kau ingat lelaki yang aku ceritakan waktu itu. Lelaki yang sangat aku sukai sejak aku melihatnya tapi aku tak berani mendekatinya? Well, it’s him. Choi Siwon. Aku sudah menyukainya jauh sebelum kau menyukainya. Jadi jangan bilang kalau aku akan mempermainkan hatinya!” elak Kyuhyun tak terima jika Changmin mengatakan bahwa dia akan mempermainkan hati Siwon. Kyuhyun benar-benar mengatakan dengan jujur bahwa dia menyukai Siwon jauh sebelum Changmin menyukai Siwon.

“Huh? Kau pasti bercanda. Dengan reputasimu yang suka berganti pacar… Ah! Coret kalimatku tadi. Kau yang suka menduakan kekasihmu tak pantas bersanding dengan Siwon oppa!”

“Hei! Apa salah jika aku mencari pasangan yang cocok denganku? Kau sendiri tahu bagaimana aku Minnie!”

“Justru karena aku sangat tahu maka dari itu aku tak ingin kau dekat-dekat dengan Siwon oppa!” seru Changmin cukup lantang sampai membuat Siwon menoleh ke arah mereka berdua. Melihat Siwon yang ingin mendekati keduanya, Changmin buru-buru menarik Kyuhyun lebih jauh dari tempat mereka semula tanpa lupa memberikan senyum terpaksanya. Begitu Changmin yakin Siwon tidak akan mendengar mereka, Changmin mendesis ke arah Kyuhyun.

“Dengar Kyu. Biasanya aku tidak peduli dengan semua ulahmu, tapi kali ini berbeda. Jangan dekati Siwon oppa! Aku sudah mengincarnya sejak dulu. Kau bisa mendapatkan pria mana pun yang kau mau, tapi tidak Siwon oppa. Jadi untuk kali ini, aku ingin kau mengalahlah kepadaku.”

“…”

“Kyu!” desak Changmin tak sabar dengan kebisuan Kyuhyun akan permintaan. Kyuhyun menatap Changmin tajam. Sebenarnya dia tidak ingin seperti ini, bertengkar dengan Changmin hanya karena seorang lelaki, tapi lelaki yang mereka berdua incar itu Siwon.

Kyuhyun sudah menyukainya sejak lama, bahkan Kyuhyun yakin dia mencintai Siwon. Sikapnya yang suka berganti pacar hanya karena Kyuhyun ingin memiliki pengalaman menyenangkan laki-laki dalam artian dia ingin tahu bagaimana bersikap sehingga kekasihnya terus bersamanya dan tidak pindah ke lain hati.

Tapi ini boomerang bagi Kyuhyun karena sahabatnya sendiri, sahabat yang dia anggap akan seratus persen mendukungnya, berbalik menentangnya karena statusnya sebagai playgirl. Jika demikian, apakah Siwon juga akan berpikir hal yang sama jika dia mengetahui sikap Kyuhyun tersebut?

Tidak.

Tidak mau.

Kyuhyun akan membuat Siwon percaya bahwa dia serius dengan Siwon. Dan jika Changmin berani menghalanginya, Kyuhyun juga tidak akan tinggal diam.

Dengan pemikiran tersebut, Kyuhyun menghentakan tangannya agar terlepas dan genggaman Changmin. Gadis manis itu semakin menajamkan tatapannya, membuat Changmin termangu tak pecaya Kyuhyun bisa menatapnya sedemikian rupa. Apalagi Kyuhyun baru saja melepaskan tangannya secara kasar.

“Tidak mau.” Ucap Kyuhyun tanpa keraguan. Changmin terlihat bingung sehingga dia mengatakan,

“Apa?”

“Tidak mau. Aku tidak mau mengalah. Kau saja yang mengalah.” Tukas Kyuhyun.

Mendengar kata-kata itu keluar dari bibir Kyuhyun, Changmin hanya bisa membelakakan kedua matanya, terkejut karena Kyuhyun benar-benar keras kepala dan semaunya sendiri. Changmin geram bukan main. Jika dia tidak mengingat gadis di depannya ini adalah sahabatnya, bisa dikatakan pipi Kyuhyun memerah karena tamparan dari Changmin.

Tidak. Changmin merasa dirinya lebih baik dari gadis tidak tahu diri yang ada didepannya saat ini.

Changmin merasa dia lebih baik dari Kyuhyun.

Changmin tahu dia lebih baik dari Kyuhyun.

Dan Changmin yakin Siwon juga tahu siapa gadis yang sesuai untuknya.

Hal itu pula yang ada dalam pikiran Kyuhyun.

Bisa dibayangkan sekarang apa yang ada dalam benak keduanya.

This is war Cho Kyuhyun

Game on Shim Changmin

.

.

.

Kalian mau bertaruh siapa yang akan mendapatkan hati seorang Choi Siwon?

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : I’m on the posting spree everyone… Lagi mood bingits walau FFnya slighty force to be posted. Jadi ini adalah posting terakhir untuk hari ini. We’ll see for tomorrow ya.

Berhubung lapak FF Nao sefi pengunjung, Nao mau liat2 situasi dolo sebelum posting. So enjoy this one.

Gomen for typos, cliffhanger, and gaje… As usual…

Keep Calm and Ship WonKyu 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements