Tags

, , , , , , ,

Someday We'll Know Rev

Title : Someday We’ll Know 21

Pairing / Charas : WonKyu, GTop, EunHae, YunJae, KangTeuk, HanChul, Changmin

Genre : Romance, Angst, Family

Rating : PG

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Poster by Suciibabycho

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, a little mention of drugs used, Several OC, a rather fast plot, OOC, AU

Summary : Where is happiness? Only you could answer that.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Bukannya kau sedang menguji Kyuhyun, yeobo?”

“Memang.”

“Lalu kenapa kau membantunya mendekati Siwonnie kita?”

“Karena aku tahu dia yang bisa membahagiakan Wonnie.”

“Yeobo…”

“Ayo. Kita tinggalkan mereka berdua dulu.”

“Sebentar yeobo. Jika memang kau bermaksud membantu Kyuhyun, mengapa kau memberinya waktu tiga bulan dan menempatkan Heechul di sisi Siwon. Wanita secantik dan seseksi Heechul itu bisa membuat Kyuhyun salah paham dan mungkin membuatnya merasa minder dan mundur dari perjuangannya mendapatkan Siwonnie.”

“Jika dia melakukan itu, berarti dia bukan jodoh Siwonnie. Tapi aku yakin Kyuhyun justru akan terpacu dengan kehadiran Heechul. Lalu masalah tiga bulan itu sayang, yah… Katakan saja itu untuk motivasi Kyuhyun.”

“Kau tidak…”

“Yo know me so well.”

“Too well.”

“Ahahaha… Sudahlah. Kita pergi sekarang. Biar Siwon yang mengantar Kyuhyun. Sebastian.”

“Saya tuan.”

“Siapkan satu mobil untuk Siwon. Satu mobil untuk monyet kuning dan ikan manis itu, dan satu lagi untuk menjemput Hangeng. Suruh Heechul yang pergi menjemputnya.”

“Baik tuan.”

“Kau benar-benar merencakan semuanya dengan matang yeobo.”

“Tentu Jiyongieku tersayang. Aku selalu merencanakan yang terbaik untuk orang terkasihku. Kita pulang sekarang ratuku?”

“Setelah anda, rajaku yang tampan.”

( 。・_・。)(。・_・。 )

Second Month

Langkah kaki seorang pria terasa berat setiap menapaki anak tangga batu yang menuju ke sebuah pemakaman. Tampak sebuah tas keranjang besar berisi dua buah buket bunga, satu botol wine dan dua foto dibawa oleh sang pria. Dia terus melangkah sampai dia mencapai tujuannya. Pria itu menatap dua buah batu nisan sebelum tubuhnya dia bungkukan dalam, memberi penghormatan kepada dua nisan yang merupakan tempat peristirahan terakhir dari kedua orang yang begitu dia sayangi dan hormati sepanjang hidupnya.

Pria itu lalu duduk di depan makam tersebut lalu mengambil satu per satu buket bunga tersebut dan meletakannya di masing-masing nisan. Dia juga mengeluarkan botol wine beserta tiga gelas. Dua gelas untuk diletakan di dua nisan dan satu gelas dia pegang sendiri. Pria itu menuangkan wine tersebut sebelum membenturkan pelan gelasnya dengan dua gelas di nisan tersebut, bersulang akan sesuatu, kemudian meminum isi gelas itu tanpa menyisakan sedikit pun.

Pria itu kemudian menyimpan gelasnya di dalam tasnya lalu kembali menatap kedua nisan tersebut. Matanya sedikit berkaca-kaca walau tersungging senyuman di wajahnya yang tampan. Pria tersebut menarik nafas sebelum membuangnya perlahan.

“Apa kabar appa, umma?” tanyanya seolah-olah ada yang bisa menjawab pertanyaannya tersebut.

“Maaf, aku baru bisa datang sekarang. Begitu banyak yang terjadi sehingga aku sempat melupakan appa dan umma.” Akunya sedikit menyesal. Keheningan masih menjadi temannya karena memang tidak mungkin ada yang bisa membalas perkataannya tetapi hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus berbicara.

“Aku merindukan appa dan umma. Seandainya kalian berdua masih ada, mungkin aku tidak akan bimbang seperti sekarang karena aku bisa bertukar pikiran dengan kalian.” Ucapnya lagi sebelum terdiam cukup lama memandangi kedua nisan tersebut.

“Appa, umma, apa yang harus aku lakukan?” tanya pria itu setelah keheningan panjang yang dia ciptakan sendiri. Dia menundukkan kepalanya lalu sedetik kemudian terdengar isakan tangis dari bibir tipisnya.

Choi Siwon, pria tampan yang merupakan CEO muda itu terus mengeluarkan kegundahannya dalam bentuk tangisan. Dia tidak perlu malu untuk menangis karena dia memang membutuhkannya. Hatinya gusar karena perasaannya sendiri selalu bertentangan dengan akal pikirannya. Dia yang selalu mengikuti pikirannya dan terus saja menghiraukan apa kata hatinya kini ingin sekali melakukan apa yang hatinya perintahkan.

Hanya saja, mengapa sulit untuk memulainya? Apa yang selalu menahannya? Kebiasaan atau ada hal lain?

Entahlah. Hal itu yang sekarang ingin Siwon cari jawabannya.

Siwon memilih mengunjungi makam Sengwoo dan Jihyun karena hanya disanalah dirinya bisa berpikir dengan jernih. Berdekatan dengan kedua orang tuanya meski mereka sudah tidak ada membuat Siwon tenang. Dan ketenangan yang dia butuhkan sekarang.

“Appa, umma, apakah aku harus mencoba sekali lagi? Apa kali ini aku harus menghiraukan semua keraguan yang ada dan menggenggam tangan itu lagi? Apa aku harus kembali berusaha menjadi seseorang yang diandalkan olehnya meski aku selalu gagal? Tolong beri aku petunjuk. Appa, umma, Tuhan, tolong beri aku petunjuk.” Sahutnya sembari mahan isakan yang terus saja keluar. Siwon memohon kepada kedua orang tuanya dan Tuhan seolah-olah Siwon sedang berhadapan dengan mereka.

Siwon terus meluapkan perasaannya yang terpendam selama ini.

Sakit, marah, sesal, ragu, takut, semua bercampur menjadi satu. Siwon tak kuasa menahan lagi sehingga dia membiarkan dirinya terus terlarut dalam tangisannya.

Sekali saja.

Hanya satu kali ini saja.

Sebelum Siwon harus bisa kembali menjadi Siwon yang tegar. Siwon yang kuat. Siwon yang bisa diandalkan.

Kali ini saja, biarkan dirinya bergelung dengan kepedihan hatinya sendiri sampai Siwon merasa puas.

Hening.

Hanya terdengar sesekali suara burung, deru kendaraan, klakson dan suara orang-orang meski sayup-sayup.

Siwon menghembuskan nafasnya. Matanya yang berair menatap lurus ke arah makam kedua orang tuanya sebelum Siwon menghapus bekas airmatanya dan tersenyum. Sekali lagi Siwon menghembuskan nafas kemudian menutup matanya rapat. Dia biarkan angin semilir menyentuh permukaan kulitnya dengan lembut.

Entah apa yang didapatnya ketika berada di makam kedua orang tuanya, tapi dari raut wajahnya yang begitu damai dan selalu tersenyum, Siwon seolah mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan dan keraguan dihatinya.

Jiwanya merasa tenang. Setenang situasinya sekarang.

Sampai…

Suara langkah kaki yang menaiki tangga batu yang tadi dinaiki oleh Siwon, memutus ketenangannya tersebut. Siwon membuka kedua matanya dan sedikit memanglingkan wajahnya, sedikit ingin tahu siapa yang datang ke pemakaman tersebut.

Matanya terbelalak kaget melihat sosok yang sangat dikenalnya.

Yunho.

Dan seorang batita.

Siwon beranjak dari tempat duduknya dan berdiri seakan-akan menyambut kedatangan sang adik beserta anak kecil yang digendong oleh Yunho. Sedangkan Yunho, tubuhnya membeku. Dia tak mengira akan bertemu dengan kakaknya di makam kedua orang tua mereka. Yunho tidak mengira akan bisa bertemu dengan Siwon setelah dengan jelas Siwon menyatakan tidak ingin bertemu dengan Yunho.

“Ppa.” Celoteh kecil dari sang batita membuyarkan pikiran masing-masing pria tampan itu. Keduanya secara bersamaan melihat ke arah batita lucu tersebut, menunggu dia kembali berbicara.

“Tu capa?” tanyanya lucu. Siwon dan Yunho terkekeh mendengarnya. Dengan sekali angkat, Yunho membenarkan posisi batita itu digendongannya. Dia meletakan keranjang yang dia bawa dan menunjuk ke arah Siwon.

“Minnie. Orang itu adalah samchon Minnie. Namanya Siwon.” Jawab Yunho sembari tersenyum kepada batita yang ternyata adalah Choi Changmin, putranya dengan Jaejoong. Siwon sendiri terlihat terperangah dengan berita yang dia dengar. Dia tahu bahwa Yunho telah menikah dengan Jaejoong, tapi sepertinya berita bahwa adiknya telah memiliki anak luput dari pendengarannya.

Siwon tak tahu harus berkata apa dan merasakan apa.

Bahagia? Jelas. Dia telah menjadi seorang paman dari bocah lucu dan tampaknya pintar untuk anak seusianya.

Kesal? Itu juga. Bagaimana bisa Yunho tidak mengatakan apapun tentang keberadaan keponakannya. Akan tetapi sedetik pikiran itu datang ke benaknya, sedetik pula Siwon mengerti alasannya. Dia sendiri yang menciptakan jarak.

Bersalah? Tentu. Paman seperti apa dia yang tidak mengetahui kehadiran keponakannya sendiri. Dan rasa bersalah itu semakin besar karena dia tidak ada di momen-momen penting sang adik ketika dia menjadi seorang ayah. Siwon tidak berada disisi Yunho ketika adiknya menjadi seorang pria yang sesungguhnya.

Siwon menarik nafas dan membuangnya perlahan sebelum berjalan selangkah demi selangkah mendekati Yunho dan Changmin. Begitu berdekatan, Siwon mengulurkan tangannya ke arah Changmin dan tanpa menunggu izin dari Yunho mengambil tubuh gempal Changmin.

Yunho membiarkan kakaknya menggendong Changmin karena pada dasarnya dia ingin sekali Siwon menggensong Changmin. Terlebih lagi anaknya yang biasanya mengamuk jika disentuh oleh orang asing, diam saja ketika Siwon mengambilnya dari gendongan Yunho. Batita itu hanya memandang Siwon dengan matanya yang berkedip-kedip lucu.

“Ahjucci, ahjucci benal camchon Minnie?” tanya Changmin yang dijawab dengan anggukan pasti dan senyum menawan dari Siwon. Changmin menatap lekat Siwon dan dirinya merasa bahwa pria tampan yang menggendongnya adalah orang baik dan akan menjadi seseorang yang begitu memanjakannya.

Changmin tersenyum lebar sebelum melilitkan tangan-tangan mungilnya ke leher Siwon dan memeluk Siwon.

“Hole! Minnie sekalang uga punya camchon!” pekiknya riang. Siwon tertawa lepas sebelum balas memeluk Changmin dengan sangat erat. Hatinya sangat senang karena memiliki satu lagi anggota keluarga yang harus dia lindungi dan sayangi.

Siwon merasa hidupnya kembali bermakna karena dia harus memastikan kebahagiaan Changmin dan…

“Kemari Yun.” …dan sang adik tersayang.

Yunho tak kuasa menahan keharuannya karena hanya membutuhkan pelukan seorang malaikat kecil, hati kakaknya yang sempat membeku seperti gunung es kembali mencair. Tanpa perlu disuruh dua kali, Yunho segera menghambus ke pelukan sang kakak, menggencet Changmin yang berada ditengah.

“Ih! Ppa! Cecak!”

.

.

.

“Lalu aku ingin koreografinya tidak terlalu banyak. Penyanyi ini mengutamakan suaranya jadi buatlah gerakan tari yang tidak menyusahkannya.” Siwon terus menerangkan keinginannya untuk projek yang ditanganinya di WK Agency. Sebenarnya, Siwon tidak harus turun tangan langsung.Namun berhubung si penyanyi adalah teman dekatnya yang dia kenal saat bersama dengan Seunghyun, maka Siwon ingin memastikan semua hal sesuai dengan keinginan si penyanyi.

“Bisa saja hyung. Aku akan membuat gerakan yang biasa namun edgy untuknya sedangkan gerakan yang lain akan dilakukan oleh penari latar.” Ucap Yunho menyanggupi permintaan sang kakak sekaligus atasannya sekarang ini.

Keduanya terlihat serius menangani pekerjaan mereka sampai tidak menyadari tatapan heran dan empat orang yang berada di ruangan yang sama. Kyuhyun, Donghae, Hyunjae, dan Heechul menatap Siwon dan Yunho dengan tatapan penuh tanda tanya. Bukankah lebih dari sebulan yang lalu, Siwon begitu marah dengan Yunho dan mengatakan tidak mau menemuinya? Mengapa sekarang keduanya terlihat sangat akrab?

Keempat orang itu saling bertukar pandang, berusaha mencari jawaban dari satu sama lain. Tetapi keempatnya sama sekali tidak tahu penyebab mengapa hubungan saudara antara Siwon dan Yunho kembali terjalin. Disaat keempatnya dilanda kebingungan dan membutuhkan penjelasan, sebuah jawaban pun muncul dalam bentuk sebuah pekikan khas anak-anak.

“CAMCHON!!!” teriak Changmin lantang dan langsung menerjang punggung sang paman. Dibelakang Changmin tampak supir pribadi Siwon, supir Kim yang terlihat kelelahan.

“Ough! Changminnie!” seru Siwon senang walau sedikit kaget dengan terjangan sang keponakan. Mendapati keponakannya itu sedang berusaha memeluknya, Siwon lantas memutar tubuhnya dan memeluk Changmin balik. Di sela pelukan itu, Siwon melihat supirnya yang kelelahan. Dengan satu isyarat tangan dia meminta supir Kim untuk menyerahkan Changmin kepadanya dan keluar dari ruang rapat itu. Supir Kim mengerti dan mengangguk paham sebelum mengikuti perintah atasannya tersebut.

“Camchon, makacih mainannya. Minnie cuka cekali! Oh tadi uga Kim ahjucci menemani Minnie main ketika umma cibuk.” sahut Changmin keras karena terlalu senang. Siwon melepas pelukannya dan mendudukan Changmin di pangkuannya. Salah satu lengan besarnya memeluk pinggang Changmin agar batita gempal itu tidak terjatuh. Dirasa Changmin nyaman di pangkuannya, Siwon mulai membelai rambut keponakannya dengan lembut dan menanggapi ucapan Changmin.

“Minnie senang dengan hadiah dari samchon?”

“Um! Camchon yang telbaik! Ppa caja tidak pelnah kacih Minnie mainan kelen! Ppa pelit!” adunya kepada Siwon tentang Yunho yang langsung mendapat delikan tajam dari Siwon. Yunho sendiri terkejut bukan main karena putranya bisa menyudutkannya seperti itu.

“Yun.” Tegur Siwon tak suka dengan apa yang baru saja diucapkan Changmin.

“T-tidak hyung! Aku selalu memberikan apa yang Changmin mau! Bocah ini…” geram Yunho sedikit tak terima harus ditegur oleh Siwon karena ulah jahil Changmin. Dia ingin sekali mencubit pipi Changmin namun niat itu harus diurungkannya jika tidak ingin berurusan dengan Siwon yang sekarang begitu memanjakan Changmin.

Changmin yang melihat sang appa tidak berkutik di depan sang paman, menjulurkan lidahnya, menggoda sang ayah yang hanya bisa diam sambil menggerutu karena kalah darinya. Changmin sengaja menyudutkan Yunho karena dia kesal kepada sang ayah.

Menurut Changmin, gara-gara Yunho, umma kesayangannya tadi pagi tidak bisa bangun dan membuatkan masakan kesukaannya. Changmin tahu ummanya, Jaejoong habis bermain dengan Yunho dan itu membuatnya harus beristirahat di kamar, walau Changmin sendiri sampai sekarang tidak tahu permainan apa yang membuat ummanya begitu lelah sampai harus terus tidur. Jaejoong baru bisa keluar dari kamar dan beraktifitas pada siang hari. Dia langsung pergi ke tempat Jiyong sembari membawa Changmin. Jaejoong yang biasanya menitipkan Changmin sebentar di penitipan anak tidak tega karena pagi tadi dia tidak bisa bertemu dengan putra lucunya tersebut.

Beruntung, sejak tiga hari yang lalu, supir Kim selalu datang untuk mengantar kemana pun Jaejoong dan Changmin ingin pergi. Supir pribadi Siwon itu telah menjadi teman bagi putranya yang sulit berinteraksi dengan anak sebayanya. Changmin yang memang pintar terkadang tidak bisa menempatkan dirinya di antara batita lainnya dan lebih memilih bermain sendiri. Karena itu, Jaejoong sangat terbantu dan berterima kasih dengan kehadiran Siwon dan orang-orang yang membantunya. Meski sampai saat ini Jaejoong masih belum percaya bahwa Yunho dan Siwon bisa berbaikan kembali.

“Siwon-ah, dia siapa?” tanya Hyukjae tiba-tiba memecah suasana akrab antara Siwon, Changmin dan Yunho. Diantara keempat orang itu, memang Hyukjae dan Heechul yang belum mengenal Changmin sehingga baik dirinya maupun Heechul  bertanya-tanya siapa batita tersebut dan mengapa dia memanggil Siwon dengan sebutan samchon? Mendengar pertanyaan Hyukjae, Siwon menoleh dan langsung menjawab pertanyaan Hyukjae.

“Oh, bocah tampan ini hyung adalah keponakanku. Minnie, kenalkan dirimu baby.”

“Ciang, pelkenalkan Choi Changmin. Cenang beltemu.” Sapa Changmin menuruti keinginan Siwon.

“Dia lucu sekali tuan muda Siwon. Hai, aku Heechul. Salam kenal.” Sapa Heechul. Changmin menatap Heechul sesaat sebelum kedua sudut bibir itu melebar kesamping dan membentuk sebuah senyum manis.

“Noona, noona cantik cekali. Jadilah istli Minnie.” Sahut Minnie tegas membuat semua orang dewasa di dalam ruangan itu terdiam sebelum akhirnya tertawa. Hanya Heechul yang tersenyum sembari mengacak surai Changmin dan mencubit pelan pipinya.

“Maaf tampan, tapi aku sudah memiliki seseorang.” Ujar Heechul yang membuat kening Changmin berkerut. Dia tidak mengerti maksud Heechul namun melihat senyum manis Heechul, Changmin hanya mengangguk imut.

“Sudah, sudah. Yun, bawa Changmin pulang. Aku akan menghubungi supir Kim untuk menunggu kalian di lobby. Jangan lupa jemput Jae noona di butik Jiyong noona.” Ujar Siwon yang mendapat anggukan dan gerakan cepat dari Yunho yang langsung menggendong putranya tersebut. Dia dan Changmin langsung keluar dari ruang rapat dengan Changmin yang terus melambai ke arah Siwon.

“Dah camchon!!!” pamit Changmin yang dibalas dengan lambaian oleh Siwon.

“Siwon-ah, aku balik ke kantor pusat terlebih dulu. Seunghyun hyung punya tugas tambahan untukku jadi aku tidak ikut denganmu.” Pamit Hyukjae yang langsung di balas oleh Siwon dengan tepukan di bahunya. Siwon tahu jika Seunghyun memberikan tugas pasti tugas itu berat.

Donghae yang melihat Hyukjae terkesan lelah, menjadi cemas. Dia ingin membantu Hyukjae namun dia juga tidak ingin meninggalkan pekerjaannya meskipun saat ini belum begitu banyak sejak WK Agency bekerja sama dengan GD Corp. Donghae mencuri pandang ke arah Hyukjae yang sibuk membereskan komputer jinjingnya dan beberapa berkas. Keinginannya untuk ikut dengan Hyukjae semakin besar tetapi…

“Donghae-ssi.” Suara Siwon mengagetkan Donghae sehingga tidak sengaja dia membenturkan tangannya di meja.

“Auch! Y-ya Siwon-ssi?”

“Kau tidak apa-apa?”

“Y-ya, ya. Aku baik-baik saja.” Akunya meski jelas di mata semua orang Donghae begitu kesakitan. Heechul dan Kyuhyun hanya bisa menyembunyikan rasa geli karena mereka tahu mengapa Donghae sampai bisa terantuk meja sedangkan Hyukjae menatap Donghae dengan kekhawatiran yang yang kentara. Siwon sendiri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Donghae sebelum melanjutkan ucapannya.

“Aku minta maaf sebelumnya tapi apakah kau ada waktu?” tanya Siwon.

“Maksudnya?”

“Maksudku, apakah kau memiliki waktu luang?” ulang Siwon lagi. Donghae terlihat ragu untuk menjawab, tetapi akhirnya dia mengangguk dan berkata,

“Um… Bisa dikatakan demikian.”

“Bagus. Kalau begitu, bisakah kau membantu Hyukjae hyung? Pekerjaan yang diberikan oleh kakakku biasanya sangat berat sedangkan Hyukjae hyung sendiri sedang menangani berbagai macam pekerjaan terkait sistem operasional di WK Agency. Jadi kalau kau tidak keberatan, aku ingin kau membantunya.” Pinta Siwon yang terdengar seperti bisikan malaikat di telinga Donghae. Wajahnya menjadi lebih cerah dan ingin tersenyum dan langsung menyetujui permintaan Siwon. Akan tetapi, Donghae melirik ke arah Kyuhyun. Dia tidak tahu apakah Kyuhyun akan mengizinkannya. Dirinya bimbang.

Lain Donghae, lain lagi Hyukjae. Pria itu salah mengartikan kebisuan Donghae. Dia bepikir bahwa Donghae keberatan dengan permintaan Siwon. Maka dari itu, Hyukjae bermaksud menolak keinginan Siwon.

“Siwon-ah. Jangan. Aku tidak ingin merepo…”

“Aku mau!”

Belum selesai Hyukjae menyampaikan maksudnya, Donghae sudah terlebih dahulu memotong ucapan Hyukjae. Hyukjae menatap Donghae dengan tatapan bingung karena dia pikir Donghae tidak mau membantunya. Sedangkan Kyuhyun, Heechul dan Siwon justru ingin tertawa, geli karena jelas sekali bahwa Donghae menyukai Hyukjae namun terlalu malu untuk mengatakannya.

“Um… I-itu… A-aku… Aku mau jika Kyuhyun mengizinkan.” Ulangnya dengan sedikit terbata. Donghae baru merasakan pipinya panas karena malu sudah menyerobot perkataan Hyukjae dan terlihat terlalu antusias.

Kyuhyun yang disebut namanya, menghela nafas sejenak sebelum menepuk bahu Donghae dan berkata,

“Aku izinkan eonnie. Kelihatannya Hyukjae-ssi memang membutuhkan bantuan eonnie. Untuk pekerjaan eonnie, nanti biar aku yang selesaikan. Hanya tinggal pemilihan lagu saja bukan? Aku bisa melakukannya.”

Tentunya perkataan Kyuhyun tadi melegakan hati Donghae dan Siwon. Donghae pun tersenyum dan mengangguk senang, tak sadar dirinya kembali menunjukkan antusiasme karena akan bersama dengan Hyukjae meski itu dalam bekerja.

“B-baiklah kalau begitu. Hy-hyukjae-ssi… Ma-mari…” gagap Donghae ketika kembali berhadapan dengan Hyukjae. Pria kurus itu terkekeh kecil dengan tingkah lucu pujaan hatinya tersebut. Ya, Hyukjae sudah mengakui kalau dia menyukai Donghae. Selama ini dia diam saja karena Hyukjae tak yakin jika Donghae memiliki rasa yang sama dengannya. Namun melihat sikap Donghae kepadanya, tampaknya Hyukjae boleh percaya diri untuk mengejar cinta Donghae. Dan itu bisa dimulai dengan,

“Aku bawakan.” Membantu Donghae dengan cara apapun.

Hyukjae langsung membawa tas Donghae dan melangkah pergi meninggalkan ruan rapat itu, menulikan telinganya atas teriakan Donghae yang tidak ingin merepotkan Hyukjae.

“Akhirnya ikan itu berani juga. Dasar.” Olok Heechul sambil memutar matanya malas. Dia lalu mengambil tasnya juga dan hendak pergi sebelum langkahnya terhenti oleh panggilan Kyuhyun.

“Anda mau kemana Heechul-ssi?” tanya Kyuhyun sopan dan formal. Heechul masih menangkap nada tidak suka dari suara Kyuhyun.

Dia masih cemburu rupanya. Wanita bodoh. Apa dia tidak dengar perkataanku tadi kalau aku sudah memiliki seseorang? Batin Heechul mengejek Kyuhyun. Memang benar demikian namun Heechul juga melupakan sesuatu bahwa dia tidak menyebutkan nama orang yang menjalin kasih dengannya sehingga Kyuhyun mengira Heechul berhubungan dengan Siwon.

“Saya ada urusan dengan Hangeng-ssi nona Cho.” Jawab Heechul singkat. Jawaban itu membungkam Kyuhyun karena jika berurusan dengan Hangeng maka Kyuhyun tidak bisa menahan Heechul karena Hangeng adalah partner kerja dalam mengembang perusahaan mereka di daratan CIna. Bukannya dia ingin agar wanita itu juga ada disekitarnya. Justru jika boleh memilih Kyuhyun ingin Heechul pergi jauh-jauh dari Siwon.

“Baiklah Chulie noona. Setelah bertemu dengan Hangeng hyung, noona langsung pulang saja.” Ucap Siwon yang tanpa sadar membuat Kyuhyun semakin berkerut tidak suka. Matanya mendelik tajam ke arah Heechul yang ternyata semakin dekat dengan Siwon terbukti dari panggilan akrab dari Siwon. Walau pemikiran itu kembali slaah karena Heechul masih memanggil Siwon dengan sebutan tuan muda.

“Saya permisi tuan muda Siwon.” Pamit Heechul dan akhirnya pergi meninggalkan Kyuhyun dan Siwon berdua saja di ruang rapat.

Sepeninggalan Heechul, kedua insan yang pernah memadu kasih itu terdiam satu sama lain. Sepertinya keheningan jadi teman baru mereka jika keduanya berdekatan tanpa ada orang lain. Walau baik Kyuhyun maupun Siwon suka mencuri pandang ke lawan jenis mereka di ruangan itu, tetap saja tidak ada yang mau membuka suara pertama kali. Sampai,

“Kyu.” Siwon yang memulai karena jengah dengan kebisuan mereka berdua.

“Ap-apa?” tanya Kyuhyun kaget sehingga dirinya tergagap sedikit.

Siwon terkekeh geli dengan Kyuhyun yang gagap karena terkejut dengan suaranya. Dia menatap seksama wanita yang sampai saat ini masih mengisi relung hatinya. Wajahnya masih secantik dulu, mungkin lebih cantik karena kedewasaannya. Sikapnya juga tidak berapi-api seperti dulu dan yang pasti Kyuhyun membuktikan bahwa dia memang masih mencintai Siwon dengan selalu ingin berdekatan dengan dirinya meski Siwon kerap kali bersikap dingin. Selalu tersenyum meski Siwon sering menanggapinya dengan sinis.

Siwon kembali tertawa, meski kali ini dia menertawakan dirinya sendiri.

Tuhan, siapa yang ingin dia bodohi. Siapa yang ingin dia bohongi.

Siwon selalu dan sampai kapan pun akan mencintai Kyuhyun.

Tidak pernah ada wanita lain yang bisa menggeser posisi Kyuhyun di hatinya. Dan sekarang setelah keduanya sama-sama bebas, apalagi yang menahannya untuk bisa bersama dengan Kyuhyun. Terutama dengan Kyuhyun yang ingin mengembalikan jalinan cinta mereka.

Aneh sekali.

Bulan kemarin, Siwon masih merasakan amarah dan kesedihan mendalam karena Yunho dan Kyuhyun. Namun sekarang…

Tuhan memang memiliki caranya sendiri untuk membuka pintu hati umat-Nya. Dan jika dia diberikan kesempatan itu oleh Tuhan, maka Siwon akan menggunakan.

Dia akan menggunakannya.

Dengan perlahan, Siwon beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tempat di samping Kyuhyun. Dia memposisikan tubuhnya berhadapan dengan Kyuhyun dan menatapnya langsung ke kedua mata Kyuhyun. Siwon tersenyum, memasang sepasang lesung pipinya membuat Kyuhyun tiba-tiba ingin ikut tersenyum juga, walau dirinya gugup setengah mati dan jantungnya berdetak dua, ah tidak empat kali lebih cepat dari biasanya. Apalagi…

Apalagi karena Siwon sekarang sedang menggenggam tangannya erat.

“Won-Wonnie…”

“Kyu.”

“Y-ya?”

“Mau pergi denganku?”

“A-apa?”

“Kau. Aku. Berdua. Pergi. Kencan.”

Dan reaksi yang diberikan Kyuhyun adalah…

“YA!! AKU MAU!!”

.

.

.

Second month, is to accept your second chance, to make sure you didn’t do the same mistake, to try and take your happiness. Will it be done? Let’s pray so.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Wkwkwk… Kayaknya lambreta eike ngelanjutin FF ini. Pasti banyak yg udah lupa atau bahkan udah ga minat sama FF ini. Namun apa yang sudah ditulis, harus diselesaikan walau butuh waktu. Nao akan berusaha menyelesaikan FF ini semampu Nao. Dimohon kesabarannya (づ ̄ ³ ̄)づ

Satu per satu hubungan Siwon dengan semua orang terdekatnya akan selesai. Tidak perlu rumit untuk menyelesaikannya. Hanya perlu saling menyayangi dan mengerti terus BAM, baikan deh \(´▽`)/

Udah ah. Nao ga tahu mau ngomong apaan. Yang pasti gomen untuk typos, gaje dan mistake sana-sini.

Untuk my dearest big sister, Happy belated birthday. Ultahnya kemarin tapi FFnya baru hari ini. Rapopo yak… (‾▿‾”)

Hope amazing readers enjoy this.

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae and KrisHo 😀

Sankyu and Peace All

^^n4oK0^^

Advertisements