Tags

, ,

Title : WonKyu Playlist

Track 1 : Rapuh Part 2 – Little Angels

Pairing : Sibling!MinSu, WonKyu

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Disclaimer : All casts are belong to their self, their respective agency and God, Rapuh belong to Agnes Monica and her label company

Inspired : My own playlist – Rapuh by Agnes Monica

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, OOC, OC’s, AU, Collection of One Shot or Drabbles

Track 1 Part 1

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Bagaimana keadaan Yunho oppa, Wonnie?” pertanyaan itu terlontar dari bibir seorang Choi Kyuhyun ketika melihat suaminya pulang dengan wajah lelah dan tampak gurat kesedihan yang dalam.

Choi Siwon menatap istri tercintanya cukup lama, memandangi wajah cantik sekaligus manis itu dengan lekat, mencoba mempatri keindahan sang istri dan berdoa semoga jika dia harus meninggalkan hidup ini, dia lah yang terlebih dahulu pergi sehingga dia tidak perlu merasa hancur seperti Jung Yunho sekarang. Ya, Yunho, orang yang ditanyakan kabarnya oleh Kyuhyun.

Siwon menggeleng perlahan lalu beranjak memasuki rumahnya sembari menarik Kyuhyun ke dalam dekapannya. Siwon mencari kehangatan dari Kyuhyun dan juga memastikan bahwa mereka berdua masih akan berbagi kehangatan ini. Siwon pun tak lupa mencium pucuk kepala Kyuhyun dan membelai lembut rambut ikal milik Kyuhyun.

“Keadaan Yunho saat ini kurang baik baby. Kau tahu sendiri betapa dia mencintai Jaejoong apalagi dia pergi seperti ini. Yunho sedih sekali karena mereka baru saja bersama setelah sekian lama berpisah.” Jawab Siwon akhirnya masih setia memeluk Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri membiarkan dirinya dibawa dalam dekapan erat Siwon. Kyuhyun bahkan menyamankan dirinya dengan semakin mempererat pelukan mereka dengan melingkarkan lengannya di pinggang dan punggung Siwon. Mereka berdua seakan lupa bahwa mereka masih berada di depan pintu rumah mereka. Keduanya terus begitu, larut dalam kenyamanan yang ditawarkan pasangannya sampai Kyuhyun mengingat seseorang yang juga sama hancurnya dengan Yunho.

“Lalu bagaimana keadaan Changmin?”

“Hhh… Keadaannya lebih parah daripada Yunho. Anak itu masih saja menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Jaejoong. Dia seperti tubuh tanpa jiwa sayang.”

Mendengar jawaban Siwon, Kyuhyun turut bersedih. Dia bisa merasakan bagaimana pedihnya ditinggal oleh orang yang sangat disayangi. Kyuhyun pernah merasakan hal itu saat kedua orang tuanya yang meninggal dalam kecelakan kereta api dan perasaan itu adalah perasaan yang sangat menyakitkan. Kyuhyun pun semakin erat memeluk Siwon, seakan mencari rasa aman dari suami tampannya tersebut.

“Kasihan sekali mereka, Wonnie.” Sahut Kyuhyun bersimpati dengan keadaan Yunho dan Changmin. Siwon mengeratkan pelukannya ke tubuh Kyuhyun. Dia bisa merasakan kesedihan yang sama yang pernah dirasakan oleh Kyuhyun dan sekarang, kesedihan itu dialami oleh Yunho dan Changmin. Siwon berdoa dalam hati agar situasi yang dialami Yunho dan Changmin tidak sesegera menghampiri keluarganya.

Doa yang egois memang, namun hanya doa itu yang bisa dipanjatkan Siwon mengingat bahwa situasi keluarganya juga sedang mengalami masalah. Masalah yang cukup pelik. Masalah yang masih terus Siwon cari jalan keluarnya.

Bicara soal masalah itu, Siwon melepaskan sejenak pelukannya di tubuh Kyuhyun meski kedua tangannya masih betah memegang lengan atas Kyuhyun. Siwon menatap Kyuhyun dan mulai berbicara kepada istri tercintanya tersebut.

“Baby…”

“Hm?”

“Bagaimana anak-anak?” Ditanya seperti itu oleh sang suami, Kyuhyun menghela nafas panjang sebelum menggeleng pelan kemudian menjawab Siwon.

“Masih sama Wonnie. Suho masih saja tidak mau menemui Minho sedangkan kau tahu sendiri bagaimana kelakuan Minho jika Suho menghindarinya seperti sekarang. Sejak tadi pagi, Minho menangis terus dan menolak untuk makan. Aku terpaksa memanggil dokter karena Minho sempat pingsan.” Jelas Kyuhyun kepada Siwon yann langsung membuat mata pria berlesung pipi itu terbelalak kaget.

“Pingsan?” Kyuhyun mengangguk pelan.

“Dokter bilang Minho hanya lelah, sekarang dia sedang istirahat di kamarnya.” Lanjut Kyuhyun lagi. Siwon melepas satu tangannya di lengan Kyuhyun untuk mengusap wajahnya perlahan. Ayah dua anak itu memijit keningnya perlahan, mencoba mengurangi sedikit sakit kepala yang dirasakannya karena semua permasalahan dalam keluarga kecilnya tersebut.

“Maafkan aku Wonnie.” Perkataan tiba-tiba Kyuhyun yang tidak disangka-sangka oleh Siwon langsung membuatnya memandang bingung ke arah Kyuhyun. Dengan lembut, telapak tangan besar miliknya membelai pipi putih Kyuhyun, berusaha memberi ketenangan karena dia tahu sang istri pun sekarang merasa sangat tertekan. Hanya saja, Siwon tidak mengerti mengapa Kyuhyun meminta maaf kepadanya.

“Kenapa kau meminta maaf sayang?” tanya Siwon lembut. Kyuhyun tidak langsung menjawab melainkan diam dan menunduk. Beberapa saat kemudian, terdengar isakan-isakan kecil keluar dari bibirnya. Bulir-bulir kristal pun berjatuhan dari matanya yang indah.

“Ak… aku tidak mampu… Aku tidak mampu menjaga anak-anak kita Wonnie sehingga mereka jadi seperti itu.” Ucap Kyuhyun sambil terisak. Hati Siwon seakan teriris pisau tajam ketika Kyuhyun menganggap semua hal buruk yang menimpa keluarga mereka adalah salahnya. Siwon menggelengkan kepalanya lalu merengkuh kembali tubuh Kyuhyun yang bergetar.

“Bukan salahmu sayang. Bukan salahmu. Aku mohon jangan menangis dan menyalahkan dirimu seperti ini.”

“Tapi Wonnie…”

“Sshh… Mana kita tahu jika Minho akan menyusul Suho ke sekolahnya.”

“Aku tahu sayang, tapi seharusnya aku bisa menjaga Minho untuk tetap di rumah. Aku lalai sehingga dia bisa keluar rumah dan pergi ke sekolah Suho. Aku juga tidak mengira jika Minho hafal jalan menuju sekolah Suho. Aku pikir dengan keadaannya itu, dia…”

“Sudahlah Kyu. Jangan diingat lagi. Lagipula seharusnya kita bersyukur.”

“Huh?”

“Jika Minho bisa menghafal jalan ke sekolah Suho berarti Minho kita sudah mulai ada perkembangan. Minho bisa jadi lambat laun sembuh sayang.”

“Ya Wonnie aku tahu itu, hanya saja Suho…”

“Suho akan mengerti sayang. Dia akan mengerti. Dia anak yang baik. Dia juga adik yang menyayangi kakaknya.”

“Semoga saja begitu.” Ucap Kyuhyun meski dia tak yakin dengan perkataannya sendiri. Bukan Kyuhyun menyangkal bahwa putrinya adalah anak yang baik namun Suho masih remaja. Dia belum bisa menerima dengan lapang dada perubahan yang terjadi pada kakaknya Minho.

Kyuhyun takut Suho akan bersikap anti pati dengan keadaan Minho sekarang. Kyuhyun hanya bisa berharap bahwa Suho mampu bersikap dewasa dan menerima kenyataan bahwa…

BRUAK!!

Lamunan Kyuhyun terusik karena suara seperti seseorang jatuh itu. Dia dan Siwon bergegas mendekati sumber suara yang datang dari lantai dua itu. Keduanya cemas terjadi sesuatu yang buruk dengan kedua anak mereka. Dan benar saja, di depan mata Siwon dan Kyuhyun, tampak Minho yang terduduk sambil menangis keras di depan pintu kamar Suho dengan Suho yang berdiri dengan wajah memerah karena kesal tepat di hadapan Minho.

“HUWA!!!” tangis Minho menyadarkan kedua orang tua muda itu sehingga Siwon dan Kyuhyun berlari ke arah keduanya. Kyuhyun langsung memeluk tubuh Minho dan Minho yang merasakan pelukan hangat sang umma pun langsung memeluk balik. Dia menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun, masih dengan menangis.

Sementara Suho, hanya menatap Minho dengan pandangan yang tajam namun jelas di bola matanya, kepedihan karena harus melihat keadaan kakaknya yang menurutnya semakin hari semakin memburuk.

“Suho! Ada apa ini?” tanya Siwon geram melihat Suho yang sepertinya mendorong sang kakak sampai terjatuh seperti itu. Namun, bukannya menjawab, Suho justru berteriak kepada Minho.

“Sudah aku bilang jangan dekati aku lagi oppa! Aku tak mau main denganmu! Dasar idiot!”

“Suho! Kenapa kau membentak oopamu?” kali ini Kyuhyun yang angkat suara. Baru kali ini dia mendengar Suho membentak Minho. Sejak perubahan Minho, Suho memang tidak pernah lagi bersikap bersahabat dengan Minho. Namun hal itu hanya sebatas menghindari Minho, tidak menanggapi ucapan-ucapan Minho yang diarahkan kepadanya, dan sebagainya. Suho memilih acuh tak acuh dengan kakaknya sendiri. Tapi ini, kali ini Suho sampai membentak Minho membuat ibu dua tersebut menjadi semakin khawatir dengan keadaan kedua buah hatinya tersebut.

Seruan keras Kyuhyun tadi berakhir sama dengan pertanyaan Siwon. Suho tidak menghiraukan sama sekali apa yang diucapkan oleh sang bunda. Justru gadis bertubuh mungil itu semakin meneriaki Minho dengan keras meski matanya mengeluarkan airmata kesedihan.

“Kenapa kau harus hidup oppa? Kenapa kau tidak mati saja waktu itu? KENAPA KAU TIDAK MATI SAJA?” teriakan Suho terakhir tadi membuat tiga orang yang berada disana tercengang. Mereka tak mengira Suho akan berkata demikian.

“Wonnie…” lirih Kyuhyun yang sekarang juga sudah mengeluarkan bulir kristalnya miliknya sendiri. Akan tetapi Siwon tak menjawab. Dia masih memandangi putrinya tersebut dangan shok, tak tahu harus bersikap apa. Sampai, Suho berbicara lagi dengan nada yang lebih pelan.

“Kenapa kau harus hidup seperti ini oppa? Kenapa kau harus mengalami penderitaan ini… hiks… hiks… oppa… Kau… Kau tidak seharusnya menderita seperti ini. Kau… hiks… hiks… Kau oppaku yang sempurna.” Isak Suho sambil terus memandangi Minho yang masih bersembunyi di pelukan sang bunda.

Minho bergetar ketakutan karena teriakan Suho. Dia mengeratkan pelukannya ke tubuh Kyuhyun mencoba mencari kekuatan dari Kyuhyun. Dan ketika kekuatan itu datang kepadanya, pemuda yang sedang mengalami keadaan psikis itu, melepaskan pelukannya dari Kyuhyun, berdiri dan menatap wajah basah Suho. Dengan lembut, Minho menghapus bekas airmata di pipi putih Suho sambil berkata,

“Noona, kenapa noona membentak Minho? Kenapa noona menyebut Minho idiot? Minho hanya ingin main sama noona. Memangnya Minho nakal ya noona, sampai noona membentak Minho?” tanya Minho polos.

“Oh Minho…” Kyuhyun baru saja akan meraih Minho agar tidak terjadi apa-apa dengannya namun terlambat. Suho yang kesal sekaligus sedih menjadi bertambah kalut pikirannya. Dia mendorong tubuh Minho sampai jatuh lagi di tempat yang sama.

BRUGH!!

“SUDAH AKU BILANG AKU BUKAN NOONAMU!!!” teriak Suho lalu pergi dari tempat itu. Siwon yang sedari tadi diam, segera bereaksi ketika Suho berlari meninggalkan rumah mereka. Dia cemas dengan keadaan Suho sekarang dan langsung mengikuti kemana putrinya tersebut pergi.

Sedangkan Kyuhyun, wanita cantik itu sedang berusaha menenangkan Minho yang menangis lagi karena dorongan dan teriakan kasar Suho. Kyuhyun memeluk dan mengusap-usap rambut dan lengan Minho.

“Huwaa… Umma!! Umma!! Noona nakal!! Noona mendorong Minho!!”

“Sshh, sayang… Tenanglah umma disini. Noonamu hanya sedang tidak enak badan sayang. Nanti dia akan kembali baik kepadamu sayang.”

“Hiks…hikss… benarkah?”

“Ya sayang, makanya Minho tidak boleh menangis lagi. Minho harus jadi anak baik agar noona tidak marah. Mengerti?”

“Um! Minho mengerti umma…”

“Ini baru putra tampan umma. Sekarang Minho cuci muka dan tangan lalu makan ya sayang. Minho belum makan sejak tadi.”

“Tidak mau. Minho mau makan dengan noona.”

“Minho-ah…”

“Minho mau menunggu noona saja. Nanti Minho makan bersama dengan noona.” Ucap Minho kukuh tidak mau di bujuk oleh Kyuhyun. Kyuhyun pun akhirnya hanya bisa mengangguk meski hatinya tak rela. Wajahnya nanar menatap keadaan putranya tersebut. Sekuat tenaga Kyuhyun mencoba menahan airmatanya agar tidak turun, namun sebulir kristal bening tetap mengalir membasahi pipinya. Beruntung Minho tidak memperhatikan karena jika dia melihat Kyuhyun menangis, pasti Minho akan ikut menangis.

Kyuhyun menghapus bulir airmatanya lalu membelai lembut rambut Minho seraya mengajaknya pergi ke ruang makan menunggu Siwon dan Suho kembali. Dalam hati Kyuhyun berdoa kepada Tuhan agar keluarganya kembali seperti dulu, bahagia sebelum kecelakaan itu terjadi. Kyuhyun sekarang hanya mampu berdoa dan berharap Tuhan akan berbaik baik mengabulkan doanya.

Sementara itu di halaman depan rumah keluarga Choi, tampak Suho berdiri sambil memeluk lengannya sendiri. Gadis itu menangis terisak ketika mengingat sikapnya tadi kepada Minho. Suho terduduk sambil memeluk kedua lututnya, membenamkan wajahnya di antara lutut dan menangis sepuasnya. Menyesali semua yang sudah terjadi.

“Suho…” panggilan lirih Siwon tak lantas membuat Suho mendongak. Gadis putih nan mungil itu masih menangis sehingga Siwon yang tak tega melihat buah hatinya bersedih seperti itu, lalu memeluk Suho dari belakang.

“Aku tidak kuat appa, aku tidak kuat…” isak Suho masih terus dengan posisinya semula.

“Suho-ya…”

“Oppa… hiks… oppa jadi seperti itu karena aku appa. Karena aku!! Jika saja aku tidak keras kepala, jika saja aku tidak kekanak-kanakan. Pasti oppa… pasti oppa akan sehat dan tidak seperti sekarang…” sesal Suho sambil mengingat kejadian yang menyebabkan keadaan Minho seperti sekarang.

Flashback

“Suho-ya hati-hati! Kita dilarang appa dan umma untuk ke taman seberang! Daerahnya tak aman! Cepat kembali!”

“Tidak apa-apa oppa. Ayolah, kita bukan anak kecil lagi. Kita hanya akan pergi ke taman di seberang jalan itu. Banyak anak seumuran kita oppa. Pasti akan seru disana.”

“Suho-ya! Hati-hati! Lihat kiri kananmu. Kalau ada mobil yang tiba-tiba lewat bagaimana?”

“Ah oppa ini! Saat ini sedang sepi. Ayo Min oppa!”

“Ya ampun anak ini!” Minho pun berlari kecil mengejar Suho sampai matanya melihat sebuah mobil melaju dengan sangat kencang ke arah Suho. Sontak Minhop berteriak dengan kencang dan berlari ke arah Suho.

“SUHO!!! AWAS!!!”

Ckitt!! Brak!!

Minho berhasil mendorong tubuh Suho menghindari mobil tersebut. Namun sayang, sebagai gantinya, tubuh Minho lah yang harus terhantam besi berjalan itu.

Minho tertabrak cukup keras sampai tubuhnya terpental beberapa meter dari tempat kejadian sehingga kepala dan beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan darah yang sangat banyak. Suho yang sadar dengan apa yang baru saja terjadi , langsung mencari keberadaan sang kakak.

“Minho oppa…?” panggilnya. Suho mengedarkan pandangannya ke seluruh area dan ketika matanya melihat tubuh sang kakak yang tak sadarkan diri dan berlumuran darah, Suho saat itu hanya mampu berteriak,

“MINHO OPPA!!!”

End Flashback

“Kenapa aku seceroboh itu appa? Kenapa mobil itu harus datang? Kenapa Minho oppa harus menyelamatkan aku? Kenapa bukan aku saja yang tertabrak? Kenapa appa?” ucap Suho mempertanyakan alasan semua yang menimpanya bisa terjadi. Suho terus menyalahkan dirinya sendiri membuat

Siwon merasa ikut bersalah karena tak mampu menjaga kedua buah hatinya tersebut sampai hal ini bisa terjadi. Namun Siwon tak mau ikut terpuruk. Suho dan Minho membutuhkan ayah yang kuat. Keluarganya membutuhkan dirinya yang mampu untuk tegar. Masih memeluk Suho dengan erat, Siwon membisikan kata-kata penenang kepada Suho.

“Suho-ya, apa kau berpikir jika kau yang tertabrak maka oppamu akan baik-baik saja? Tidak sayang. Min oppamu pasti akan sangat sedih. Oppamu pasti akan menyalahkan dirinya sama seperti kau sekarang.”

“Tapi untuk apa oppa menyalahkan dirinya sendiri? Aku yang salah! Aku yang tidak mau mendengar kata-katanya?” seru Suho yang akhirnya mau mengangkat wajahnya dan menatap sang ayah. Wajah cantiknya sudah basah oleh airmata sehingga Siwon dengan hati-hati membersihkan wajah itu dari airmata Suho. Siwon memandang Suho lama sebelum mengecup kening gadis itu dan berkata,

“Karena Minho menyayangimu Suho. Dia kakak yang begitu menyayangi adiknya. Dan jika sang adik yaitu kau menderita, maka Minho akan ikut menderita.” Sontak perkataan Siwon membuat Suho semakin menangis dengan keras. Siwon langsung kembali memeluknya sambil membelai rambut Suho.

Dalam isakannya, Suho bertanya kepada sang appa apa yang sebaiknya dia perbuat sekarang.

“La…lalu apa y…yang ha…harus aku lakukan appa?”

“Kau hanya perlu menyayangi Minho sama seperti dulu. Saat ini Minho butuh dukungan kita sayang. Kau harus percaya suatu hari nanti Minho akan sembuh. Kau harus percaya itu.” Jawab Siwon sembari terus memeluk Suho, berusaha menenangkan dan memberi perngertian kepada Suho.

Di dalam hatinya, Siwon yakin putrinya tersebut sudah menyadari bahwa yang bisa mereka lakukan sekarang hanya berdoa dan berusaha agar Minho bisa kembali seperti sedia kala.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

Belum sempat ku membagi kebahagiaan ku

Belum sempat ku membuat dia tersenyum

Haruskah ku kehilangan tuk kesekian kali

Tuhan ku mohon jangan lakukan itu

Sebab ku sayang dia

Sebab ku kasihi dia

Sebab ku tak rela

Tak s’lalu bersama

Ku rapuh tanpa dia

Seperti kehilangan harap

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Nao punya banyak PR FF tapi Nao suka menuangkan ide yang muncul tiba-tiba di otak. Ide PLAYLIST ini juga spontan jadinya daripada Nao ga bisa bobo, Nao realisasikan aja (walau masih pake FF lama).

Rapuh hanya aka nada 2 Part. Rapuh sengaja Nao buat gantung karena setiap keluarga punya masalah sendiri2 dan solusinya? Tergantung seberapa kuat hati mereka. Silahkan amazing readers yang menentukan apakah keluarga Choi kuat atau ga.

Itu aja amazing readers yang keren2. Harapa maklum kalau Nao lagi heboh sama RePost. Ternyata ada beberapa FF yang belum di pajang di WP Nao.

Gomen untuk typos dan kegajean. Udah biasa ya say…

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae, and KrisHo 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements