Tags

, , ,

Title : Karena Bunda

Pairing/Charas : A bit WonKyu, KrisHo, Sehun

Genre : Family, Romance

Disclaimer : All casts are belong to their self and God; the creators of Nestlé Indonesia Video DANCOW FortiGro – Beda Masa, Cinta Ibu Selalu Sama – #KarenaBunda from YouTube

Inspired : My own interpretation and imagination after wathing Nestlé Indonesia Video DANCOW FortiGro – Beda Masa, Cinta Ibu Selalu Sama – #KarenaBunda

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, AU, OOC

Summary : Beda masa, cinta ibu selalu sama

( 。・_・。)(。・_・。 )

Pagi itu, suasana di rumah keluarga Wu tampak ramai. Sang jenderal rumah tangga, Wu Joonmyeon atau sering dipanggil dengan nama Suho, sedang mematut dirinya sendiri di cermin, memastikan make-upnya tidak terlalu tebal dan ringan karena dia akan pergi seharian dengan sang suami, Wu Yifan atau Kris ke pernikahan sahabat mereka berdua.

Ting-Tong.

Suara bel pintu rumah berlantai dua itu bergema di seluruh penjuru rumah. Suho segera menyelesaikan urusannya dengan cermin dan bergegas menuju pintu depan. Dia tahu siapa yang datang dan Suho tidak ingin membuat orang itu menunggu.

Begitu Suho sampai di depan pintu, dia segera membuka pintu bercat putih tersebut. Di hadapannya sekarang tampak seorang wanita paruh baya namun masih memancarkan kecantikan dan keanggunannya.

“Umma. Sudah datang? Kepagian ya?” tutur Suho senang namun bercampur gugup karena pasti sebentar lagi wanita yang disapanya dengan sebutan umma itu akan berkata,

“Bukan umma yang kepagian, kamu yang kesiangan Suho-ya.” Tegas wanita tersebut.

Choi Kyuhyun, adalah ibunda dari Choi Joonmyeon sekarang Wu Jonnmyeon. Kyuhyun datang berkunjung karena selain ingin membantu Suho menjaga putri mereka, Kyuhyun pun merasa rindu dengan cucu tersayangannya tersebut.

“Ih umma. Sudahlah.” Tukas Suho sembari mencium pipi sang umma dengan lembut sebelum mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah.

“Appa mana umma? Tidak ikut?” tanya Suho basa-basi karena dia sendiri tahu apa yang akan menjadi jawaban sang bunda.

“Perlukah umma jawab Suho-ya? Kamu pasti tahu kemana appa bodohmu itu.” Jawab Kyuhyun ketus. Suho hanya bisa menghela nafas tipis. Ummanya tidak pernah berubah. Selalu ketus dan jutek. Namun ummanya tersebut adalah umma terhebat bagi Suho.

“Appa bermain golf lagi dengan rekan-rekannya?” tebak Suho yang ditanggapi dengan lirikan tajam dari sang umma.

“Pasti appa pergi diam-diam lagi.” Gumam Suho yang tahu persis bahwa sang ayah, Choi Siwon, pasti pergi lebih dulu karena tidak ingin hobinya bermain golf dilarang oleh Kyuhyun karena wanita cantik itu ingin diantar oleh Siwon sedangkan Siwon sendiri memiliki rencana lain.

“Kau mengucapkan sesuatu Suho-ya?” tanya Kyuhyun mendadak, membuat Suho terkejut sedikit. Namun dengan cepat, perempuan manis itu tersenyum kepada Kyuhyun dan menggeleng pelan.

Suho baru saja ingin mengantarkan Kyuhyun ke ruang keluarga ketika Kris datang dan membawa tas tangan Suho.

“Sayang, kita sudah terlambat. Ah! Umma. Selamat datang. Kapan umma tiba?” tanya Kris salah tingkah. Dia selalu merasa demikian saat bertatap muka dengan ibu mertuanya yang terkenal galak bermulut pedas tersebut.

“Baru saja.” Jawab Kyuhyun singkat sambil memandang Kris dengan seksama, membuat pria tinggi itu semakin salah tingkah.

Tidak ingin sang suami terus merasa kikuk di depan ibunya, Suho segera mengambil tas tangannya dan mengandeng lengan Kris. Suho menatap Kyuhyun dan kembali memberikan wanita yang sudah melahirkannya tersenyum sebuah senyuman manis.

“Umma, kami pergi dulu ya. Titip Sehunnie ya umma.” Pinta Suho dengan sangat. Kyuhyun menjawab dengan anggukan singkat dan senyum tipis. Suho melebarkan senyumnya tatkala melihat senyum Kyuhyun yang jarang dia perlihatakan itu. Suho pun mencium kedua pipi Kyuhyun sebelum menarik Kris untuk segera pergi dari rumah mereka.

Kyuhyun menghela nafas panjang melihat putri dan menantunya tersebut. Mereka masih saja seperti pengantin baru padahal keduanya telah dianugerahi seorang malaikat kecil bernama Wu Sehun.

Sepeninggalan Suho dan Kris, Kyuhyun mulai melihat keadaan rumah pasangan Wu tersebut. Kyuhyun kembali menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat keadaan rumah yang sangat berantakan.

“Apa saja yang dilakukan Suho-ya sampai rumahnya berantakan begini?” gerutu Kyuhyun meski dengan telaten dia mulai membereskan rumah tersebut.

.

.

.

Kyuhyun sedang menyiapkan segelas susu setelah selesai membereskan rumah Suho dan Kris ketika seorang gadis kecil datang ke meja makan dengan membawa sebuah boneka.

“Pagi halmoni.” Sapa gadis itu kepada Kyuhyun yang dijawab dengan senyum. Gadis kecil itu kemudian mengambil tempat duduk di seberang Kyuhyun dan melihat sepiring roti dan telur di sebagai sarapannya. Gadis itu menekuk wajahnya, tak kuasa menyimpan kebingungan dan kekesalannya karena sarapan yang tidak dia sukai untuk pagi itu.

“Halmoni, hari sabtu itu biasanya umma membuatkan nasi goreng. Sehunnie mau itu.” Rajuk gadis itu yang ternyata Wu Sehun. Kyuhyun menatap cucunya sekilas sebelum meletakan segelas susu yang sudah dibuatnya ke hadapan Sehun.

“Makan saja apa yang sudah halmoni buatkan.” Sahut Kyuhyun telak tidak terbantahkan. Sehun hanya bisa kembali merengut dan mulai memakan sarapan yang merupakan kesukaan sang haraboji, Siwon.

Sehun sudah selesai sarapan lalu dia meminum susunya. Kekenyangan karena sarapan dan susu membuat Sehun tanpa sengaja,

“Egh!” bersendawa.

Kyuhyun menatap tak percaya cucu manisnya bisa melakukan hal sedemikian rupa. Saking tidak percayanya, Kyuhyun hanya bisa melotot dan manatap Sehun yang menatapnya balik dengan tatapan polos.

.

.

.

Kyuhyun merasa sangat jengkel.

Bagaimana tidak, sejak tadi Sehun terus saja bermain dengan tablet yang dibelikan oleh Kris. Nampaknya Kyuhyun harus mengingatkan Kris untuk berhati-hati memilihkan hadiah untuk Sehun.

“Sehunnie! Sudahi bermain dengan tablet itu!” tegur Kyuhyun yang hanya ditanggapi dengan tolehan singkat oleh Sehun sebelum dia kembali bermain dengan tablet tersebut.

Awas kamu Kris! geram Kyuhyun dalam hati, kesal dihiraukan oleh Sehun.

.

.

.

“Sayang, kenapa aku merinding ya?”

“Hanya perasaanmu sayang. Hanya perasaanmu.”

Pasti umma.

.

.

.

“Halmoni sudah membelikanmu begitu banyak baju yang cantik dan manis tapi Sehunnie tidak pernah memakainya.” Keluh Kyuhyun ketika dia membuka lemari pakaian Sehun. Semua dress cantik dan lucu yang dia hadiahkan untuk sang cucu masih rapi tak terjamah oleh siapa pun. Bahkan pembungkus plastik dan labelnya masih tergantung di dress itu.

Sehun menatap sang nenek dengan tatapan yang sama yang dia berikan di meja makan tadi. Kesal tapi tidak berani melawan. Sehun terdiam sesaat sebelum dia melihat sebuah baju pilot yang menurutnya keren karena seperti seragam sang appa ketika bertugas di angkatan udara.

“Kata umma, Sehunnie boleh memakai baju yang ini halmoni.” Ucap Sehun tak mau kalah. Dia memberikan senyum manis dan imutnya, berharap halmoni tercintanya akan membiarkan dirinya memakai baju tersebut untuk menghadiri perayaan ulang tahun salah satu teman di kelasnya.

Kyuhyun memperhatikan baju yang dipegang oleh Sehun dan dia mulai sebal dengan pengaruh menantunya terhadap Sehun. Bagaimana bisa seorang gadis berpakaian seperti pria?

Dengan senyum yang manis namun terlihat sebagai senyum berbahaya untuk Sehun, Kyuhyun menarik label di salah satu dress Sehun dan membawa dress itu pergi. Namun Kyuhyun tak lupa mengisyaratkat Sehun untuk mengikutinya ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.

.

.

.

Sehun kembali merengut dan memajukan bibirnya membentuk sebuah kerucutan lucu di wajahnya yang manis. Gadis berusia delapan tahun itu tidak suka memakai dress. Akan tetapi karena halmoninya yang memaksa dan Sehun tidak mau membuat halmoninya marah, maka dari itu Sehun pasrah saja dipakaikan gaun merah muda dengan renda-renda dan pita.

Meskipun Sehun tidak suka, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk bermain dengan teman-temannya yang telah datang terlebih dahulu ke pesta ulang tahun tersebut. Melihat mereka semua berlarian, Sehun ingin segera bergabung dan tanpa menunggu persetujuan dari Kyuhyun, Sehun pun mulai berlari.

Gadis manis itu terlalu senang bermain dengan teman-temannya sampai dia tidak melihat sebuah genangan lumpur di dekatnya. Sehun baru sadar ketika dia mendengar teriakan Kyuhyun dan merasakan dressnya basah.

“Sehunnie! Sudah halmoni bilang jangan lari sayang.” Tegur Kyuhyun kesal sekaligus cemas dengan keadaan Sehun. Sementara Sehun, terlihat menyesal dengan apa yang sudah terjadi, membuat Kyuhyun pun merasakan penyesalan Sehun.

.

.

.

Seharian bersama dengan Sehun cukup melelahkan untuk Kyuhyun. Tetapi lelah di tubuhnya tidak menyurutkan niat Kyuhyun untuk menyediakan segelas susu untuk Sehun sebelum cucu manisnya itu tidur. Kyuhyun sedang mengaduk susu untuk Sehun ketika yang bersangkutan datang tergesa-gesa dengan kekesalan kentara di wajahnya. Tanpa menunggu lagi, Sehun memekik kesal ke arah Kyuhyun.

“Halmoni! Umma bilang jika malam, Sehunnie boleh membuat susu sendiri!” Kyuhyun sedikit terkejut dengan pekikan Sehun terlebih lagi dia melihat mata Sehun yang berkaca-kaca. Kyuhyun menjadi tidak enak hati menyaksikan cucunya sudah mau menangis karena dirinya namun Kyuhyun berusaha tetap tenang.

“Tapi Sehunnie, halmoni sudah membuatkanmu susu sayang.” Bujuk Kyuhyun agar Sehun mau meminum susu buatannya. Akan tetapi Sehun kali ini tidak mau mendengarkan Kyuhyun. Dia tetap bersikeras untuk membuat susu sendiri.

“Tidak mau! Sehun mau buat susu sendiri! Huwa!!” Kyuhyun terkejut dengan tangisan tiba-tiba Sehunnie. Dia bergeming sesaat sebelum bergerak maju untuk menenangkan Sehunnie. Belum sempat Kyuhyun melakukannya, Suho sudah lebih dulu datang.

“Sehunnie?” panggilnya bingung dengan keadaan Sehun yang menangis dan Kyuhyun yang terlihat panik. Sedangkan Sehun yang mendengar suara sang bunda, segera menerjang Suho dan memeluk pinggang wanita lembut itu. Sehun menangis di pinggang Suho sementara dia membelai rambut Sehun.

“Sayang?” Suho menoleh ke arah Kris yang baru saja masuk dan terlihat sama bingungnya dengan Kyuhyun. Dengan senyum manis, Suho mengisyaratkan Kris untuk membawa putri mereka ke kamarnya. Kris pun mengerti dan dengan sigap mengangkat Sehun ke gendongannya. Sehun pun langsung melingkarkan tangan dan kakinya di tubuh Kris. Sebelum Kris pergi, Suho tidak lupa memberikan susu yang sudah dibuatkan oleh Kyuhyun kepada Kris.

“Tolong minumkan susu ini ke Sehunnie ya sayang. Biar dia cepat tidur.” Pinta Suho yang dijawab dengan anggukan, senyuman dan kecupan di bibir Suho oleh Kris sebelum dia beranjak pergi ke kamar Sehun.

Sepeninggalan Kris, Suho mendekati Kyuhyun yang terus diam menunduk. Suho tahu perasaan Kyuhyun saat ini yang merasa bersalah telah membuat Sehun menangis. Karena itu, Suho menggenggam tangan Kyuhyun, berharap sentuhannya bisa menenangkan hati Kyuhyun.

“Umma.” Panggil Suho perlahan. Mendengar panggilan sang putri tercinta, Kyuhyun menengadahkan kepalanya, menatap lekat Suho dengan berbagai macam perasaan.

“Umma, maafkan Sehunnie ya. Dia memang terkadang sulit diatur dan manja tapi Sehunnie itu anak yang hebat umma.” Sahut Suho mencoba menghibur sang bunda sekaligus berusaha agar Kyuhyun dapat melihat kelebihan Sehun dan menganggap apa yang terjadi adalah salah satu hal yang biasa untuk anak seumuran Sehun.

Kyuhyun menatap Suho seolah-olah Suho telah mengatakan hal yang salah. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan menggenggam balik tangan Suho.

“Memang siapa yang mengatakan kalau Sehun tidak hebat?” tanya Kyuhyun sembari tersenyum sebelum akhirnya dia menceritakan apa yang dia alami dengan Sehun seharian ini.

“Sehun itu pintar sekali loh, sopan lagi.”

.

.

.

“Egh!”

Kyuhyun menatap tak percaya cucu manisnya bisa melakukan hal sedemikian rupa. Saking tidak percayanya, Kyuhyun hanya bisa melotot dan menatap Sehun yang menatapnya balik dengan tatapan polos sebelum tersenyum lebar.

“Maaf ya halmoni.” Ucap Sehun meminta maaf karena kelakuannya yang kurang sopan. Kyuhyun tersenyum melihat cucunya ternyata mengetahui tata krama.

.

.

.

“Dia kreatif.”

.

.

.

“Sehunnie! Sudahi bermain dengan tablet itu!” tegur Kyuhyun yang hanya ditanggapi dengan tolehan singkat oleh Sehun sebelum dia kembali bermain dengan tablet tersebut.

Tak selang dua menit, Sehun menyudahi permainan di tabletnya dan menunjukkan sesuatu kepada Kyuhyun. Wanita cantik itu terpana dengan buatan Sehun yang bagus. Sekali lagi, Kyuhyun dibiat tersenyum oleh sang cucu karena,

“Lihat halmoni, aku menggambar halmoni. Ini halmoni dan ini Sehunnie.”

.

.

.

“Dia baik sama temannya.”

.

.

.

Gadis manis itu terlalu senang bermain dengan teman-temannya sampai dia tidak melihat sebuah genangan lumpur di dekatnya. Sehun baru sadar ketika dia mendengar teriakan Kyuhyun dan merasakan dressnya basah.

“Maaf ya Sehunnie.” Ucap bocah laki-laki yang tidak sengaja menyebabkan dress Sehun kotor dan basah karena lumpur. Sehun menggeleng pelan sambil tersenyum.

“Tidak apa-apa kok.” Ucapnya lalu keduanya tertawa bersama-sama.

.

.

.

“Kami bermain seharian.”

.

.

.

“Lihat halmoni! Sehunnie pilot seperti appa! Wuih!” pekik Sehun riang sebelum membuat gerakan tangan menyerupai pesawat dan yang diikuti kemudian oleh Kyuhyun yang berlari di belakang Sehun. Keduanya tertawa terbahak-bahak menikmati kebersamaan mereka.

Kyuhyun begitu menyayangi Sehun dan sebaliknya. Hal itu ditunjukkan dengan pelukan erat keduanya serta kecupan yang diberikan Sehun ke pipi Kyuhyun dan dibalas dengan kecupan sayang yang sama oleh Kyuhyun.

Seberapa kesalnya Sehun, dia akan senang ditemani bermain oleh sang halmoni yang begitu menyayanginya.

.

.

.

“Sehun anak yang hebat Suho-ya. Persis seperti kamu.” Puji Kyuhyun sembari menangkup wajah Suho di kedua tangannya. Suho tak mampu berkata apapun. Dirinya merasa terharu dengan ucapan Kyuhyun. Dia merasakan kasih sayang yang diberikan oleh Kyuhyun untuk dirinya dan sekarang untuk putrinya.

Suho terlihat akan menangis, sehingga Kyuhyun tersenyum tipis lalu mengecup kening putri tersayangnya itu. Keduanya berpelukan dengan erat, menyalurkan kasih sayang terhadap satu sama lain.

.

.

.

“Aku pulang.”

“Selamat datang baby Kyu.”

“Wonnie? Kau sudah pulang? Bukankah kau bilang akan menginap?”

“Aku mana tahan berpisah denganmu sehari saja jika tidak perlu. Aku merindukanmu sayang.”

“Gombal. Bukankah kau lebih suka permain golfmu itu?”

“Tidak ada yang bisa menyaingi cintaku kepada permaisuri cantikku.”

Chessy as usual.”

“Ahahaha… You know me so well right baby?”

Too well I’m afraid.”

So, baby. How’s Sehunnie?”

“Sehunnie?”

“Uhuh.”

“Sehunnie itu anak yang hebat Wonnie. Anak yang hebat.”

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Happy Mother’s Day. FF ini FF dadakan setelah liat iklan Dancow. Semoga ga aneh ya amazing readers.

Untuk semua ibu yang paling amazing dan super power, selamat hari ibu. Kami menyayangi mama/bunda/ibu/mami/emak.

Semoga kasih sayang mama bisa kami teruskan untuk putra/putri kami seperti mama menyayangi kami.

Gomen untuk typos dan kegajean FF ini ya amazing readers.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements