Tags

, , , , , ,

Title : I’m Not A Mafia’s Boyfriend 2

Pairing/Charas : Wonkyu, KrisHo, YunJae, GTop, more to come

Genre : Romance, A Bit Humor (I Think), M for Mature and Cursing Language

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : My own interpretation and imagination after wathing several action movie

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, AU, OOC, Mention several OC’s

Summary : Not all mafias all men because there’s a new fish in town and she is the evil itself.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Oh ya eonnie. Karena eonnie mahasiswa pindahan baru jadi eonnie akan ditemani dengan salah seorang senat mahasiswa. Dia adalah wakil ketuanya eonnie. Kalau tidak salah namanya… Ch-ch… Sebentar. Ah! Choi Siwon. Dia cukup tampan loh eonnie. Lihat ini Jae eonnie.” Ujar Suho yang setelah menyerahkan selembar kertas dengan foto di dalamnya kepada Kyuhyun, beranjak memamerkan pria yang dikatakannya sebagai pria tampan.

Kyuhyun sendiri penasaran dengan orang yang disanjung adiknya tersebut. Jarang sekali Suho memuji seseorang jika bukan kenyataannya. Kyuhyun memeriksa isi kertas itu dengan seksama sebelum mata coklat madunya menatap foto seorang pria muda. Garis wajahnya yang cukup tegas, alisnya yang tebal, bibirnya yang tipis, hidung mancung, dan sorot mata yang tajam dari iris hitam kelamnya, membuat Kyuhyun tanpa sadar bersiul.

Siulan Kyuhyun sontak membuat Suho, Jaejoong dan Seunghyun memanglingkan wajah mereka ke arah Kyuhyun. Ketiganya memandang Kyuhyun yang terlihat menyeringai senang terhadap kertas ditangannya. Dan seolah mengerti akan apa yang terjadi, ketiganya juga ikut menyeringai dengan satu pemikiran yang sama.

She finds him.

.

.

.

Cho Kyuhyun.

20 tahun.

Pindahan dari Universitas K di Tokyo.

Anak pertama dari 2 bersaudara.

Beralamat di apartemen B, Seoul.

“20 tahun? Yang benar saja.” Tukas Kyuhyun sambil berdecak kagum dengan kemampuan adiknya memanipulasi data diri seperti yang sedang dipegangnya sekarang.

“Aku hanya mengurangi usia eonnie 4 tahun saja loh. Padahal eonnie terlihat lebih muda dari seorang wanita berusia 24 tahun.” Puji Suho kemudian mengambil sesendok es krim dari gelas di depannya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, tak mengerti mengapa Suho harus mengurangi usianya. Banyak wanita seusia dirinya kembali bersekolah tanpa perlu menyembunyikan usia mereka. Namun, Kyuhyun tidak akan mengatakan apapun. Dia akan membiarkan Suho berbuat semaunya. Lagipula Kyuhyun tidak akan lama di universitasnya yang sekarang. Dia kembali menjadi mahasiswa hanya untuk memenuhi janjinya kepada Kanzaki yang ingin dia menyelesaikan kuliahnya yang tertunda akibat berurusan dengan mafia.

Kyuhyun mungkin hanya membutuhkan satu tahun untuk menyelesaikan kuliahnya karena Suho sudah membereskan semua administrasi dan mentransfer nilai-nilainya dulu dari universitas Kyuhyun di Jepang. Sekarang yang diperlukan Kyuhyun hanya mengambil satu atau dua mata kuliah lagi yang belum sempat dia tuntaskan lalu menulis tugas akhirnya.

“Oh ya eonnie, eonnie sudah bertemu dengan Choi Siwon?” tanya Suho tiba-tiba, membuat Kyuhyun mendongak dari kertas di tangannya dan menatap Suho yang justru lebih tertarik dengan es krim daripada wajah Kyuhyun.

“Tampan bukan eonnie?” tanya Suho lagi tanpa menunggu jawaban dari pertanyaan sebelumnya.

“Hm. Ya, tampan. Sangat tampan.” Jawab Kyuhyun membenarkan ucapan Suho. Suho mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun. Mata berbentuk bulan sabit itu terpincing karena curiga dengan senyum simpul di wajah putih bercahaya milik Kyuhyun.

“Eonnie. Apa yang sedang kau rencanakan?” tanya Suho curiga. Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya sebelum meletakan uang di atas meja dan berdiri. Dia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Suho yang terburu-buru membereskan tasnya untuk mengikuti Kyuhyun.

Suho tidak mendapat jawaban apa-apa dari Kyuhyun. Namun jika Suho bisa melihat wajah Kyuhyun yang terlihat senang dan kukuh akan sesuatu, dia pasti bisa menebak apa yang akan dilakukan Kyuhyun.

Dia tampan dan sepertinya baik Suho-ya. Karena itu aku akan menjadikan dia sebagai milikku. Milik Cho Kyuhyun.

.

.

.

Aku dalam masalah.

Isi hati seorang Choi Siwon itu muncul bukan tanpa alasan. Situasi yang dihadapinya sekarang ini tentu sangat bermasalah untuknya dan juga orang-orang disekelilingnya. Bagaimana tidak?

Siwon saat ini sedang dikepung oleh selusin pria berjas hitam dengan katana di tangan mereka!

Jika boleh jujur, Siwon takut. Sangat takut dengan situasi yang dihadapinya saat ini. Namun, demi gadis manis yang kelihatan lebih ketakutan darinya yang sekarang sedang bersembunyi di belakang punggungnya, Siwon berusaha mengumpulkan keberaniannya dan menanyakan maksud dari pria-pria berjas hitam itu mengepung dirinya dan gadis yang dilindunginya tersebut.

“S-siapa ka-kalian? M-mengapa menghadang k-kami?” tanya Siwon meski sedikit terbata karena kegugupannya.

“Jangan berpura-pura bodoh! Kau tahu siapa kami!” teriak salah seorang pria sangar itu dengan lantang. Siwon mengerutkan keningnya tidak mengerti.

Aku tidak kenal kalian! Ingin rasanya Siwon berteriak demikian namun demi nyawa dan nyawa sang gadis, Siwon memilih diam.

“Kami akan membunuh kalian! Kalian tidak punya kesempatan untuk lari.” Ancam pria itu lagi dengan seringai mengerikan terlukis di wajah anehnya.

Sebenarnya apa yang terjadi sampai Siwon bisa berada di situasi membahayakan tersebut?

.

.

.

“Lalu ini adalah ruang aula kampus yang paling besar. Biasanya acara-acara akbar dilakukan di aula ini dan…”

Cho Kyuhyun, wanita bertangan besi dengan hati sedingin es terlihat sangat manis dengan maxi dress berwarna pastel yang dipadu dengan cardigan warna putih lalu flat shoes cantik berwarna senada dengan dress semakin manguar kecantikan Kyuhyun.

Namun, dibalik dress cantik itu tersimpan throwing knife leg holster yang terlilit di paha atas kiri Kyuhyun lengkap dengan enam buah pisau kecil yang sangat tajam dan gun thigh holster dengan pistol kecilnya di paha atas kanan Kyuhyun.

Dia seorang mafia. Hidupnya selalu dalam bahaya sehingga tidak ada salahnya untuk berhati-hati. Walau Kyuhyun tahu anak buahnya ada disekelilinginya, diam-diam menjaganya.

“Oke Kyuhyun-ssi. Apa kau ada pertanyaan?” suara pemuda tinggi nan tampan yang tengah menjadi tour guide di kampusnya yang baru ini mengalihkan perhatian Kyuhyun dari sekelilinginya. Kyuhyun yang sedang waspada akan lingkungan sekitarnya terhenyak meski langsung menebarkan senyum manisnya kepada pemuda tersebut, Choi Siwon wakil ketua senat mahasiswa jurusan manajemen bisnis.

“Tidak Siwon-ssi. Saya sudah paham semuanya.” Jawab Kyuhyun ceria tidak seperti dirinya ketika mejadi pimpinan mafia sadis.

“Bagus. Kalau Kyuhyun-ssi ada kendala, jangan sungkan untuk bertanya kepadaku ya. Aku akan membantu sebisa mungkin.” Tawar Siwon baik hati dengan senyum lesung pipinya yang membuat pemuda itu semakin tampan.

Kyuhyun ikut tersenyum meski Siwon tidak melihat senyuman itu tidak semanis senyuman pertama. Lebih tepatnya, senyum itu adalah senyum yang seakan-akan mengatakan bahwa Kyuhyun memiliki niat tertentu kepada Siwon.

Siwon mengangguk melihat senyum Kyuhyun, merasa bahwa Kyuhyun mengerti apa yang dikatakannya tanpa perlu menjawabnya. Pemuda itu lalu berbalik untuk mengajak Kyuhyun kembali ke ruang tata usaha untuk menyelesaikan beberapa berkas pindahannya.

Akan tetapi belum lima langkah Siwon dan Kyuhyun berjalan, Siwon menghentikan langkahnya sendiri. Wajah pemuda itu tiba-tiba mengeras karena amarah. Siwon meninggalkan Kyuhyun begitu saja dan berjalan ke arah lain. Kyuhyun hanya menyaksikan Siwon yang berjalan dengan langkah tergesa menuju ke sekelompok pemuda berandalan yang tengah mengelilingi seorang pemuda setinggi Siwon bahkan mungkin lebih tinggi beberapa senti darinya.

Kyuhyun memusatkan perhatiannya ke sekelompok pemuda yang terlihat sedang memalak si pemuda tinggi. Kyuhyun memandang sengit ke arah mereka terutama kepada seorang pemuda yang sepertinya adalah pemimpin kelompok berandalan itu. Wajah cantiknya berkerut, berpikir keras dan mengingat dimana dia pernah melihat pemuda tersebut sampai dia menyeringai sendiri.

Pemuda itu adalah anak dari saingannya dalam memperebutkan kursi pimpinan utama mafia.

Anak dan ayah sama saja. Berandalan tengik. Batin Kyuhyun sebelum menyusul Siwon yang jelas ingin menolong pemuda yang dipalak itu. Kyuhyun ingin tahu bagaimana Siwon berhadapan dengan bocah tengik yang sok kuasa karena ayahnya adalah mafia itu.

Sementara itu Siwon sudah berdiri diantara Joo Heesun dan pemuda yang hendak dipalak itu. Siwon menatap tajam ke arah Heeseun yang membalasnya dengan tatapan yang sama sengitnya. Heesun bahkan sempat menoyor kepala Siwon beberapa kali yang ditanggapi delikan tajam saja oleh Siwon.

“Heesun-ssi, aku minta kau pergi. Aku akan anggap kejadian ini tidak pernah ada.” Tukas Siwon masih berusaha untuk menjaga emosinya terhadap Heesun.

Heesun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Siwon. Tawanya yang terdengar menyebalkan itu pun diikuti oleh anak buahnya sampai mereka berhenti tertawa karena kaget melihat Heesun yang tiba-tiba menendang perut Siwon. Kyuhyun pun terkejut bukan main melihat Heesun langsung menendang Siwon tanpa peringatan sama sekali. Matanya menatap Heesun dengan tajam. Jari jemarinya gatal ingin mencabut salah satu pisau kecil yang tersemat di pahanya dan menggorok leher Heesun.

Namun Kyuhyun hanya diam karena tanpa dia perlu turun tangan, pemuda yang sedang diincarnya itu sudah berdiri dan membalas dengan menendang balik Heesun lebih kuat dari tendangannya. Kyuhyun menyeringai senang. Siapa yang sangka bahwa Siwon berani menantang anak seorang mafia, meski Kyuhyun ragu apakah Siwon tahu jati diri Heesun yang sebenarnya.

“Sial! Kau cari mati hah!!” teriak Heesun marah terhadap Siwon yang kini memandangnya tajam. Siwon meraba perutnya yang sakit akibat tendangan Heesun akan tetapi disembunyikannya dengan baik. Walau demikian, Kyuhyun dapat melihat kesakitan Siwon dari cara Siwon meringis beberapa kali.

Bocah tengik ini yang cari mati. Berani dia menyakiti calon pendampingku. Aku pastikan kau dan keluargamu benar-benar hancur, bocal sial! Ancam Kyuhyun dalam hati dan mengetahui bagaimana Kyuhyun, ancaman itu bukanlah sekedar ancaman.

“Aku sudah memperingatimu Heesun tapi kau justru semakin berlagak. Ini kampus bukan daerah kekuasaanmu. Lagipula dia…” Siwon memotong sendiri ucapannya ketika dia menunjuk pemuda yang hendak dipalak oleh Heesun. Akibat tindakan Siwon itu kini semua orang mengalihkan pandangannya ke arah pemuda itu, penasaran dengan kelanjutan ucapan Siwon.

“Dia siapa?” tanya Heesun balik. Siwon terdiam sebagai jawaban. Dia tidak mungkin membongkar identitas pemuda tinggi berambut pirang tersebut bukan? Siwon tidak ingin ada masalah di kemudian hari.

“Dia siapa pecundang?” teriak Heesun tidak sabaran dan memaki Siwon. Makian Heesun itu membuat Kyuhyun yang sudah siap dengan pisau-pisaunya dan pemuda pirang yang sejak awal hanya terdiam, menunjukkan emosi mereka di wajah masing-masing. Keduanya benar-benar naik pitam ketika mendengar Heesun memaki Siwon belum lagi karena tendangan Heeshun di perut Siwon.

Kyuhyun sudah siap menarik pisaunya dan menancapkan di leher Heesun sedangkan yang satunya lagi adalah pemuda tinggi yang hendak dipalak oleh Heesun. Tapi dia segera ingat bahwa keberadaannya disini adalah rahasia sehingga dia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Namun bukan berarti dia akan diam saja melihat Siwon sahabatnya diperlakukan semena-mena oleh Heesun. Dengan satu gerakan kepalanya, pemuda itu mengisyaratkan kepada seseorang yang sedari tadi bersembunyi untuk keluar dan membereskan masalah ini.

Dan sedetik kemudian beberapa orang berjas hitam dengan memakai kacamata hitam mendadak sudah berada di sekitar Heesun dan anak buahnya lalu langsung memegangi kedua lengan Heesun dan anak buahnya dengan kuat.

“Yah! Apa-apaan ini? Siapa kalian? Lepaskan! Kalian tidak tahu siapa aku hah!” teriak Heesun marah. Namun orang-orang berjas hitam itu hanya diam sambil terus memegangi Heesun. Tatapan mata mereka terarah justru ke pemuda pirang.

Bunuh mereka.” Titah pemuda pirang itu dalam bahasa Cina yang langsung dijawab dengan keras oleh orang-orang berjas hitam itu.

Siwon dan Kyuhyun yang mahir berbahasa Cina terkejut dengan perintah pemuda itu. Terutama Siwon. Dia idak menyangka pemuda itu akan memerintahkan orang-orang berjas hitam tersebut untuk membunuh Heesun dan anak buahnya.

“Hey! Jangan! Apa-apaan kau? Lepaskan mereka!” tegur Siwon menolak perintah yang tidak masuk diakalnya.

“Tapi hyung, mereka…”

“Lepaskan aku bilang.” Tegas Siwon yang hanya ditanggapi dengan wajah datar lalu anggukan kecil. Pemuda itu juga memberikan isyarat untuk melepaskan Heesun dan anak buahnya.

Setelah dilepaskan, bukannya berterima kasih kepada Siwon karena telah membantunya, Heesun justru kembali menerjang Siwon dan memukul wajah tampannya sampai menimbulkan lebam dan goresan di pipi Siwon akibat cincin yang dipakaioleh Heesun.

“Aku akan mengingat ini Siwon! Kau akan tahu akibatnya karena sudah ikut campur urusanku.” Ancam Heesun sebelum pergi bersama anak buahnya.

“Hyung.” Satu suara berat itu mengalihkan perhatian Siwon dari Heesun. Dia menatap ke arah pemuda pirang itu dan tersenyum meski kemudian Siwon meringis lagi karena perih di wajah dan sakit di perutnya.

“Hyung.” Suara pemuda itu kembali terdengar dan sekarang diikuti dengan nada kecemasan.

“Aku baik-baik saja.” Jawab Siwon berusaha tidak membuat pemuda itu lebih mengkhawatirkan dirinya.

“Siwon-ssi. Kau tampak pucat. Apa benar kau baik-baik saja?” Kyuhyun yang akhirnya memutuskan untuk menampakan dirinya terlihat ikut cemas dengan keadaan Siwon. Baginya tidak mungkin Siwon baik-baik saja karena walaupun Heesun adalah berandalan amatiran, dia tetaplah seorang mafia. Tendangannya pasti kuat untuk orang kebanyakan.

“Kyuhyun-ssi, kau masih ada disini? Aku… Argh!”

“Aku akan mengantarmu ke klinik kampus.” Ucap Kyuhyun bermaksud membantu Siwon. Namun belum sempat Kyuhyun menyentuh lengan Siwon, dia sudah dihadang oleh sang pemuda pirang.

“Jangan.” Ucapnya ambigu. Maksudnya apa dengan kata ‘jangan’ itu.

“Ah… Kyuhyun-ssi. Tidak apa-apa. Aku akan ke klinik kampus dengannya saja.” Ujar Siwon yang mengerti maksud pemuda itu dengan jangan. Pemuda itu ingin agar dirinya yang menolong Siwon dan bukannya Kyuhyun.

“Dia?” tanya Kyuhyun penasaran dengan sosok pemuda pirang yang sepertinya memiliki kekuasaan ini. Kyuhyun bisa menebak dia memiliki keterkaitan dengan dunia hitam dengan caranya bicara dan memerintahkan orang-orang berjas hitam itu. Kyuhyun menduga mungkin pemuda itu sama seperti Heesun, seorang anak dari petinggi mafia yang ada di Cina.

“Ah! Aku sampai lupa mengenalkan kalian. Dia… Dia adalah Wu Yifan atau sering dipanggil dengan Kris.” jawaban Siwon sontak membuat Kyuhyun terkejut bukan main.

Mendengar nama pemuda tinggi itu, siapa yang tidak akan mengenalnya. Oh, Kyuhyun kenal siapa Wu Yifan atau Kris. Meski Kyuhyun belum pernah bertemu langsung namun reputasinya sudah terlebih dulu terkenal di dunia hitam.

Wu Yifan.

Bos mafia di cina atau dikenal dengan triad.

Diusianya yang masih sangat muda, 20 tahun, Yifan atau Kris sudah menjadi pimpinan besar dari mafia cina. Dia mewarisi posisi itu dari ayahnya yang telah meninggal karena kecelakaan mobil walau banyak yang menduga kecelakaan itu disengaja karena banyak yang mengincar kedudukan tuan Wu.

Mereka mengira jika mereka membunuh tuan Wu maka para tetua akan memilih salah satu dari mereka untuk menjadi pimpinan yang menggantikan tuan Wu. Sayangnya, tuan Wu terlebih dulu bertindak dengan menunjuk putra satu-satunya menjadi penerusnya dengan persetujuan para tetua tentunya.

Bukan tanpa alasan, Kris ditunjuk sebagai pimpinan. Sejak kecil dia sudah menunjukkan kemampuannya di dunia hitam itu. Kris mengusai semua jenis bela diri, senjata api, dan semua keahlian yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di dunia berbahaya itu. Kris juga memiliki aura seorang pemimpin yang disegani sekaligus ditakuti oleh semua mafia yang lain.

Jika boleh dibandingkan, Kris dan Kyuhyun berada dalam level yang kurang lebih sama.

Kyuhyun bersiul rendah mengetahui bahwa pimpinan mafia cina yang paling ditakuti ada dikampus ini. Dia tidak mengira akan bertemu dengan Kris secepat ini.

Kyuhyun memang dijadwalkan bertemu dengan Kris di pertemuan mafia minggu ini. Kyuhyun ingin menjalin beberapa kerjasama dengan Kris dan ketika dia mendapatkan respon baik dari Kris dengan pihak Kris yang menerima undangan pertemuan mereka minggu ini, Kyuhyun merasa posisinya jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Dan Siwon mengenalnya. Benar-benar incaran yang menguntungkan. Batin Kyuhyun lagi setelah mengalihkan pandangannya dari Kris ke Siwon. Kyuhyun semakin melebarkan seringainya. Calon kekasihnya itu ternyata menyimpan begitu banyak misteri.

“Hyung.” Suara berat itu terdengar lagi. Kyuhyun menatap Kris yang sedang berusaha memapah Siwon. Mendengarnya memanggil Siwon dengan sebutan ‘hyung’, menandakan bahwa Siwon bukan hanya sekedar kenal melainkan mereka memiliki hubungan yang cukup dekat.

This is getting better and better. Batin Kyuhyun lagi.

“Kau baik-baik saja Kris?” tanya Siwon khawatir. Kris menggeleng sebagai jawaban sebelum dia menatap datar ke arah Siwon. Kris menempelkan tangannya di perut Siwon. Pemuda bermarga Choi itu tanpa sadar meringis kesakitan karena tekanan tangan Kris dan bergerak menjauh dari Kris. Wajah pemuda itu terlihat tanpa ekspresi walau siapa yang tahu apa yang dia rasakan sekarang melihat sahabatnya, orang yang sudah dianggap seperti kakak kandungnya sendiri, meringis kesakitan karena tendangan seseorang, karena dia berusaha melindungi dirinya. Kris berbalik dan menatap ke arah salah satu orang berjas hitam yang masih ada di sekitar mereka bertiga. Dia mengisyarakatkan orang itu untuk mendekat dan membisikan sesuatu.

Cari mereka dan hancurkan.” Perintah Kris tanpa ragu. Orang tersebut mengangguk dan langsung pergi diikuti oleh yang lainnya.

“Kau mengatakan apa Kris?” tanya Siwon curiga.

“Bukan apa-apa hyung. Ayo kita ke klinik kampus.” Jawab Kris mengalihkan kecurigaan Siwon.

Siwon tidak sepenuhnya percaya namun dia abaikan perasaan curiganya. Dia menatap ke arah Kyuhyun dan membungkuk sebelum berlalu dengan Kris ke klinik kampus.

Sementara itu, Kyuhyun yang berdiri sendirian di tempat itu hanya memandang kedua pemuda yang lebih muda darinya tersebut. Lagi-lagi Kyuhyun menyeringai puas. Dia puas dengan semua informasi yang didapatnya hari ini.

Choi Siwon-ssi. Kau lebih tampan dari fotomu dan ternyata kau memiliki hubungan yang begitu menguntungkan aku. Aku semakin ingin membuatmu jadi milikku. Jadi bersiap-siaplah sayang. Noona is coming to get you. Batin Kyuhyun sambil membuat gerakan tangan seperti ingin menembak seseorang lalu diarahkan ke Siwon. Kyuhyun membuat suara seperti tembakan kecil sebelum meniup jari telunjuknya sendiri dan kembali tersenyum mengerikan.

.

.

.

Aku dalam masalah.

Siwon saat ini sedang dikepung oleh selusin pria berjas hitam dengan katana di tangan mereka! Dia takut, tapi merasa harus melindungi gadis yang ada dibelakangnya sekarang, Siwon berusaha untuk kuat.

“S-siapa ka-kalian? M-mengapa menghadang k-kami?” tanya Siwon meski sedikit terbata karena kegugupannya.

“Jangan berpura-pura bodoh! Kau tahu siapa kami!” teriak salah seorang pria sangar itu dengan lantang. Siwon mengerutkan keningnya tidak mengerti.

Aku tidak kenal kalian! Ingin rasanya Siwon berteriak demikian namun demi nyawanya dan nyawa sang gadis, Siwon memilih diam.

“Kami akan membunuh kalian! Kalian tidak punya kesempatan untuk lari. Ini sebagai balasan karena sudah berurusan dengan tuan muda Heesun!” Ancam pria itu lagi dengan seringai mengerikan terlukis di wajah anehnya.

Heesun lagi! Dasar pemuda sialan! Batin Siwon kesal karena kesialannya selalu berhubungan dengan Heesun.

“Siwon-ssi, aku takut.” Cicit gadis dibelakangnya, terdengar ketakutan. Siwon semakin panik. Dia tidak tahu harus berbuat apa untuk melindungi gadis ini dari orang-orang jahat dihadapannya tersebut.

“Tenang Kyuhyun-ssi. Aku akan melindungimu.” Janji Siwon dengan memeluk lengan Kyuhyun yang sedari tadi melingkar di pinggangnya.

Gadis yang ternyata Kyuhyun itu, tersenyum jahil mendengar janji Siwon tadi. Dia geli melihat Siwon berusaha untuk kuat padahal dia takut setengah hidup. Kyuhyun bisa saja membantu Siwon dengan mengenyahkan berandalan-berandalan tidak tahu diri ini tetapi Kyuhyun tidak ingin membongkar jati dirinya.

Tidak sekarang.

Biarkan Kyuhyun menikmati menjadi gadis yang malang yang tak bisa bertahan jika tidak ada pangeran dengan kuda putih disampingnya.

Tubuhmu hangat Wonnie. Aku menyukainya. Ayo keparat-keparat sialan! Buat Wonnieku semakin ingin melindungiku. Batin Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya di punggung Siwon. Kyuhyun begitu larut dalam kesenangannya memeluk Siwon sampai lupa dengan keadaan Siwon yang benar-benar panik.

“Kalian akan mati!” teriak salah seorang anak buah dari ayah Heesun sambil mengibaskan katananya ke arah Siwon. Pemuda tinggi berlesung pipi itu reflek mengangkat tasnya sebagai pelindung dari sabetan katana itu.

Siwon sudah siap jika memang dia akan berakhir disini asalkan Kyuhyun bisa selamat. Hanya saja, Tuhan berkata lain karena sebelum katana itu menyambar Siwon, terdengar letusan senjata api dari kejauhan.

“Argh!!!” dan raungan kesakitan dari orang yang hendak menyabet Siwon dengan katananya. Orang itu memegangi tangannya yang berlumuran darah karena dilubangi oleh timah panas.

“Siapa itu?” tanya salah satu anak buah ayah Heesun kepada orang yang memegang senjata api. Wajahnya tidak kelihatan karena dia berdiri di kegelapan. Ketika orang yang menembak itu melangkah maju, semua bola mata anak buah ayah Heesun terbelalak ketakutan. Mereka tidak mengira akan berhadapan dengan,

“Sedang apa kalian di wilayahku?” tanya Seunghyun datar dan dingin. Semua mafia amatiran itu bergeming, tidak mampu menggerakan anggota tubuh mereka karena ketakutan. Sudah bisa dipastikan jika Seunghyun turun tangan langsung, maka nyawa mereka akan hilang.

Seunghyun melirik ke arah Siwon dan mata tajamnya menangkap sosok Kyuhyun. Pemuda berwajah dingin itu mengangkat sebelah alisnya, terperangah karena Kyuhyun berada di tempat itu namun diam saja membiarkan cecunguk-cecunguk kurang kerjaan ini berulah di wilayah mereka. Seunghyun mengalihkan perhatiannya dari Kyuhyun yang ternyata mendelikan matanya ke arah Seunghyun. Dia tahu arti pandangan Kyuhyun itu.

Diam atau aku habisi kau.

Sehebat-hebatnya Seunghyun, dia bukan tandingan Kyuhyun. Dia masih mencintai nyawanya sendiri sehingga dia akan mengikuti permainan Kyuhyun untuk saat ini.

“Hei! Kalian!” seru Seunghyun cukup keras membuat Siwon tersentak kaget.

“Y-ya?”

“Pergilah.” Usir Seunghyun sebelum dia tak kuasa ingin membongkar semua permainan Kyuhyun.

“B-baik. Ayo Kyuhyun-ssi.” Ajak Siwon tak mau membuang waktu untuk berlama-lama di situasi yang berbahaya itu. Tanpa meminta ijin Kyuhyun, Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dan menariknya pergi. Siwon terlalu fokus untuk pergi sejauh-jauhnya sehingga tidak melihat raut wajah puas Kyuhyun. Senyum manis terkembang di wjaah cantiknya tersebut.

Kyuhyun membiarkan Siwon membawanya kemana pun. Kapan lagi Kyuhyun bisa menikmati sentuhan lembut Siwon jika bukan dalam keadaan seperti sekarang. Kyuhyun mengikuti langkah lebar Siwon namun sebelumnya, Kyuhyun sempat menoleh dan memberikan tanda menggunakan ibu jarinya. Dia mengarahkan ibu jarinya itu ke ujung lehernya dan menariknya membuat garis memanjang sampai ujung leher yang lain lalu menunjuk ke arah orang-orang yang menyerangnya tadi.

Seunghyun yang mengetahui arti gesture itu langsung menyeringai senang. Dia memiliki mainan baru lagi dan kali ini Kyuhyun mengijinkannya untuk bermain sendiri.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Fine. Berhubung FF Nao kurang laku di pasaran, makanya Nao cabut proteksinya. Tapi tanggung sendiri ya amazing readers. Ada banyak bahasa yang kurang sopan terus Kyuhyunnya lebih tuir disini.

Nao ga terima complain setelah membaca ya (‾▿‾”)

Anyway, ini Chappy 2. Bagi yang nunggu waterfall, exceptional dll, harap bersabar. Kayaknya masih sangat lama untuk update (bisa jadi hiatus) karena Nao masih belum dapetnya musenya. Mood nulisnya ada, tapi musenya yang susye untuk diketik \_~(˘▾˘~)

As usual, gomen untuk typos dan kegajean FF ini. NAo berusaha sebaik mungkin.

Itu aja amazing readers. See ya di FF yang lain.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements