Tags

, , , , , ,

Title : I Live Like A Fool

Pairing : WonKyu, YunJae, KangTeuk, GTop, and more

Genre : Romance, Family, Angst

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : Just based on my bad mood

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, AU, OOC, several OCs

Sequel : Sky, I, Fly, Thin Thread

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Aku lebih mencintaimu oppa.” Ucapnya. Siwon tersenyum seraya menepuk-nepuk punggung Kyuhyun.

Cukup lama keduanya berpelukan sampai Kyuhyun melepaskan pelukan mereka dan kembali nyodorkan pil-pil yang harus diminum oleh Siwon. Pemuda itu kali ini menerima tanpa protes. Dengan cepat, dia menelan pil-pil tersebut lalu meminum air putih yang disediakan oleh Kyuhyun.

Siwon meringis dan sedikit menutup mulutnya. Mual dirasakan oleh pemuda tinggi berlesung pipi tersebut tapi dengan susah payah Siwon mencoba tidak terlalu menghiraukannya. Demi Kyuhyun, Siwon akan menelan semua pil menyakitkan yang harus dia konsumsi.

Demi Kyuhyun.

Keduanya tidak menyadari kehadiran wanita yang terus menyaksikan setiap adegan di depannya. Wanita itu melepaskan kacamatanya karena embun yang diakibatkan oleh airmatanya sendiri. Dia menghapus bekas airmata itu.

Tidak.

Tidak boleh ada kesedihan lagi setelah dia berbicara dengan Siwon.

Tidak ada airmata lagi karena tujuan utamanya sekarang adalah membahagiakan putra tersayangnya.

Putranya yang menderita sejak dia dilahirkan, putranya yang harus cacat karena keteledorannya, putranya yang sekarang sedang sakit.

Kali ini, putranya hanya boleh merasakan kebahagiaan. Dan dia akan pastikan hal itu. Dimulai dengan,

“Siwon.”

.

.

.

“Siwon.”

Siwon menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Mata hitamnya melebar ketika melihat sosok yang begitu dicintainya sejak dia lahir sampai sekarang. Matanya mulai berkaca-kaca, bibirnya bergetar ingin memanggil wanita yang berada tak jauh dari dirinya namun lidahnya kelu, tak bisa mengucapkan apapun. Siwon begitu gugup, cemas, dan bahagia secara bersamaan sampai dia tak sadar telah menggenggam tangan Kyuhyun dengan sangat erat sampai membuat gadis itu meringis kesakitan.

“Oppa!” serunya menyadarkan Siwon sepenuhnya. Siwon mengalihkan pandangannya dari Leeteuk ke arah Kyuhyun yang menatapnya bingung. Siwon tersenyum sendu, memberikan isyarat kepada Kyuhyun bahwa tidak ada apa-apa dengan dirinya.

“Siwon.” Suara itu terdengar lagi di telinga Siwon dan kali ini Kyuhyun. Keduanya menoleh ke arah suara tersebut dan menatap Leeteuk yang tersenyum kepada Siwon. Sementara Kyuhyun, mata bulatnya menatap sengit Leeteuk dan tanpa disadari Kyuhyun, tubuhnya bergerak sendiri menutupi arah pandang Leeteuk ke arah Siwon.

Kyuhyun kenal siapa wanita yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.

Wanita kejam yang merupakan ibu kandung kekasihnya tersebut.

“Mau apa anda datang kesini?” tanya Kyuhyun sinis. Sedangkan Siwon yang mendengar nada tidak suka dari Kyuhyun terhadap Leeteuk, meremas bahu sang kekasih dan menegurnya lembut.

“Kyu.”

“Oppa. Ayo kita pergi.” Ajak Kyu tidak menghiraukan teguran Siwon. Gadis manis itu menarik tangan Siwon, membantunya untuk berdiri. Akan tetapi sebelum Kyuhyun sempat membawa Siwon menjauh dari Leeteuk, wanita yang usianya memasuki kepala empat itu langsung mencekal lengan Kyuhyun.

Kyuhyun baru saja hendak menepis tangan Leeteuk di lengannya ketika dia melihat sorot mata penuh penyesalan dan kesedihan di mata itu. Kyuhyun bergeming sampai dia mendengar suara Leeteuk yang memohon dengan sangat.

“Nak, aku mohon dengarkan aku dulu. Biarkan aku berbicara dengan Siwon.” Pintanya.

Kyuhyun memandang Leeteuk beberapa saat sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Siwon yang ternyata juga menunggu keputusan Kyuhyun. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa kekasih tampannya itu ingin berbicara dengan Leeteuk. Kyuhyun menghela nafas panjang. Bahkan setelah semua kekejaman yang dilakukan oleh Leeteuk, Siwon masih saja menyayanginya.

Terbuat dari apa hatimu oppa? Batin Kyuhyun begitu mengagumi bakti Siwon terhadap orang tuanya. Kyuhyun tahu dia tidak akan mungkin bisa seperti Siwon, terlebih lagi dengan kondisi kedua orang tuanya sendiri. Berusaha memaklumi dan menghargai keinginan Siwon, Kyuhyun akhirnya mengangguk, menyetujui permintaan Leeteuk.

“Duduklah ahjumma.” Ucap Kyuhyun sembari membantu Siwon untuk duduk kembali dan dia sendiri mengambil tempat di samping Siwon. Leeteuk tersenyum senang dan sempat mengucapkan terima kasih yang ditanggapi anggukan kecil oleh Kyuhyun karena Kyuhyun tidak merasa melakukan apapun untuk Leeteuk. Dia membiarkan wanita itu bertemu dengan Siwon karena Siwon yang menginginkannya.

Begitu mereka bertiga duduk di bangku yang sama, kebisuan menjadi awal dari pertemuan ketiganya. Leeteuk lama terdiam dan hanya memandangi Siwon. Putranya terlihat kurus walau tidak mengurangi ketampannya. Wajahnya pucat karena pengaruh penyakitnya. Hanya satu yang masih tetap sama, senyum lesung pipi yang diturunkan darinya walau Siwon memiliki di kedua pipinya.

Tidak ada yang mengira bahwa Leeteuk tiba-tiba saja mengangkat tangan kanannya dan meletakkannya di pipi kiri Siwon. Ibu jarinya mengelus permukaan kulit Siwon, menghantarkan kehangatan yang begitu di damba oleh Siwon selama ini.

“U-umma…” panggil Siwon ragu. Lelaki itu ragu apakah Leeteuk mau dipanggil dengan sebutan itu. Namun senyum yang semakin melebar melenyapkan keraguan itu. Terlebih lagi dengan apa yang diucapkan Leeteuk selanjutnya,

“Siwon… Putra umma…” seolah menjadi pengakuan akan jati dirinya selama ini.

Tanpa bisa menahan diri lagi, Siwon mulai menitikan airmata. Dirinya menudukkan kepala dan terdengar isakan demi isakan dari bibirnya. Kata-kata itu, kata-kata yang selama ini ingin didengarnya, kata-kata yang dia anggap hanya mimpi, kini menjadi kenyataan. Kata-kata itu menjadi pengakuan atas keberadaannya di dunia ini. Bahwa dia memiliki arti untuk dilahirkan.

Kyuhyun segera memeluk Siwon dari belakang begitu isakan itu keluar dari bibir Siwon. Gadis itu tak kuasa menahan airmatanya sendiri karena dia tahu seberapa berartinya ucapan Leeteuk tadi. Kyuhyun tersenyum sendiri ketika Siwon berbalik arah dan memeluk Kyuhyun. Kyuhyun bisa merasakan bahunya basah karena airmata Siwon. Kyuhyun membelai lembut punggung Siwon, berusaha menenangkan kekasihnya itu. Mereka berdua sedikit melupakan keberadaan Leeteuk yang kebingungan dengan tangisan Siwon.

“Siwon?” panggilnya, mempertanyakan dimana kesalahannya sehingga Siwon menangis. Kyuhyun menatap lembut pertama kali sejak dia bertemu dengan Leeteuk. Gadis berpipi bulat itu tersenyum tulus lalu mengatakan,

“Terima kasih ahjumma. Terima kasih.”

.

.

.

Seunghyun menatap lurus ke arah ruang rawat dari luar tempatnya berdiri. Antara dirinya dan ruang rawat itu terpisahkan oleh kaca pemisah berukuran setengah dari tinggi badannya. Laki-laki bermata tajam tersebut terus menatap sosok seseroang yang terbaring disana sambil meringis kesakitan. Siwon, pemuda yang sedang melakukan perawatan tersebut, sesekali menyeka buliran yang keluar dari sudut matanya. Rasa sakit yang tengah menggerogotinya sekarang adalah efek kemoterapi yang baru saja dijalani oleh Siwon. Sinar laser dan obat-obatan berdosis tinggi itu sedang melakukan pekerjaannya membunuh sel kanker yang ada dalam tubuh Siwon.

“Argh!” raung Siwon ketika dia tak sanggup menahan diri untuk tidak meluapkan rasa sakit yang begitu besar. Seunghyun tak bisa mendengar raungan itu karena ruangan Siwon dipasang kedap suara, namun melihat orang yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri membuka mulutnya dan menampakan urat-urat dilehernya, Seunghyun tidak memerlukan seorang jenius untuk mengatakan kepadanya betapa sakitnya Siwon saat ini.

Seunghyun ingin berpaling.

Tidak.

Seunghyun ingin masuk dan memeluk Siwon, berbagi kesakitan itu dengannya.

Jika perlu biar Seunghyun yang menggantikan Siwon.

Aneh bukan?

Seseorang yang tidak memiliki darah yang sama, seseorang yang hanya bertemu karena keadaan, seseorang yang seharusnya tidak memiliki hubungan apapun selain pertemanan, bisa begitu menyayangi sedalam itu.

Seunghyun meninju tembok di samping kaca itu dengan keras.

Mengapa harus Siwon?

Mengapa penderitaan terus saja menghampirinya?

Mengapa?

Pertanyaan itu selalu terngiang di benak Seunghyun. Baginya, tidak cukupkah Tuhan memberi cobaan kepada Siwon? Mengapa Dia harus memberinya penyakit mematikan seperti kanker?

Seunghyun tidak mengerti.

Dia tidak akan mau mengerti.

“Hyunnie.” Satu suara dan sentuhan lembut dari seseorang membuat Seunghyun menoleh ke samping kanannya. Matanya menangkap sosok gadis berambut pendek seleher berwarna merah muda, jelas adalah hasil di cat, memandangnya sendu. Jiyong, kekasihnya yang manis menatap cemas ke arah Seunghyun. Jiyong khawatir dengan keadaan Seunghyun yang seperti merasakan penyakit yang sama dengan Siwon.

Dia tidak makan dengan teratur seperti Siwon yang memang kehilangan nafsu makannya. Dia tidak tidur dengan baik seperti Siwon karena selalu muntah di tengah malam. Dia tidak bisa tenang dan selalu cemas seperti Siwon yang tidak tahu harus membawa hidupnya ke arah mana.

Seunghyun benar-benar hidup seperti Siwon dan Jiyong merasa itu semua salah. Tidak seharusnya Seunghyun demikian. Yang dibutuhkan Siwon sekarang adalah kakak yang kuat, tegar dan sehat. Apa yang akan dikatakan oleh Siwon nanti jika Seunghyun sakit?

“Hyunnie. Kau tidak bisa seperti ini terus.” Tergur Jiyong lagi.

“Seperti apa maksudmu?” tanya Seunghyun tidak mengerti arah pembicaraan Jiyong.

“Kau itu seperti orang gila. Mengapa kau justru membuat dirimu sama seperti Siwon? Tidak ada gunanya! Kau seharusnya lebih kuat dari ini. Kau itu kakaknya bukan?” tukas Jiyong memarahi Seunghyun yang terus saja bersikap seenaknya sendiri. Jiyong mengerti Seunghyun sedih karena keadaan Siwon, tapi bukan bukan seperti ini caranya dia menghadapi masalah.

“Kau tidak tahu bagaimana perasaanku Jiyong. Dia temanku, sahabatku, adikku. Kami merasakan penderitaan yang sama, kesedihan yang sama, kesepian yang sama. Melihatnya seperti itu…” Seunghyun menatap kembali ke arah Siwon yang sudah lebih tenang karena kelelahan menahan sakit. Siwon tampaknya mulai tertidur dan hal itu sedikit membuat Seunghyun lega.

“Melihatnya kesakitan seperti itu… Aku merasa aku tak berguna sebagai kakaknya.”

“Oh Seunghyun. Pemikiranmu itu salah. Kau seharusnya tidak merasa terpuruk karena penyakit Siwon. Kau seharusnya menjadi penyemangatnya, penompangnya, tempatnya bersandar dan berbagi. Jika kau sama sepertinya sekarang, lalu siapa yang akan menjadi penompang kalian berdua. Dia membutuhkanmu Seunghyun. Dia membutuhkan dirimu yang sanggup berdiri tegap menghadapi semuanya, demi kalian berdua.”

Seunghyun mengalihkan pandangannya ke arah Jiyong dan memandangnya lama. Dalam hati, Seunghyun membenarkan ucapan kekasihnya itu. Seharusnya dia lebih kuat dari ini karena jika dia lemah, maka siapa yang akan menjadi kekuatan untuk Siwon dan dirinya.

Seunghyun perlahan mendekati Jiyong lalu memeluk erat kekasihnya tersebut. Seunghyun menyerukan wajahnya di bahu Jiyong dan tanpa malu, Seunghyun menangis di bahu Jiyong. Wanita cantik itu tahu Seunghyun membutuhkan sesuatu untuk melepaskan semua beban di hatinya. Karenanya, Jiyong membiarkan Seunghyun menangis. Jiyong pun mulai membelai rambut Seunghyun, berusaha memberikan kekuatan kepada kekasih tampannya. Jiyong yakin setelah ini, Seunghyun akan berubah dan menjadi sandaran untuk Siwon seperti yang sudah dia lakukan selama ini.

.

.

.

“Ini hasilnya nyonya.” Ucap dokter yang menangani Siwon. Leeteuk mengambil hasil dari pengobatan Siwon dan mulai membacanya. Raut wajah Leeteuk berubah murung kala melihat hasil laporan kesehatan Siwon.

“Dia masih membutuhkan waktu selama 3 bulan lagi dokter?” tanya Leeteuk memastikan isi laporan itu. Seunghyun dan Kyuhyun yang berada di samping kiri dan kanan Leeteuk masing-masing menundukkan kepala mereka. Seunghyun yang mengeratkan kepalannya dan Kyuhyun yang berusaha menahan tangisnya.

“Sayangnya demikian nyonya. Pengobatan Siwon-ssi menunjukkan hasil yang baik namun untuk sembuh total, Siwon-ssi harus menjalani kemoterapi selama kurang lebih tiga bulan lagi. Lalu setelah semua itu selesai Siwon-ssi masih harus memeriksakan dirinya secara rutin untuk melihat tidak adanya sel kanker yang tertinggal.” Jelas sang dokter.

Mendengar penjelasan sang dokter, Leeteuk, Seunghyun dan Kyuhyun hanya bisa menghela nafas. Mereka paham jika memang membutuhkan kesabaran saat perang melawan kanker. Akan tetapi itu juga berarti bahwa kesakitan Siwon masih akan terus berlanjut. Hal itulah yang tidak bisa diterima oleh ketiganya.

Namun, untuk kesembuhan Siwon, mereka bertiga sepakat akan meneruskan pengobatan ini dan berusaha untuk selalu disamping Siwon.

Selalu.

.

.

.

Choi Leeteuk membaca dengan teliti isi dari berkas yang diberikan oleh pengacara Hwang. Begitu dia selesai membaca, Leeteuk meremas kertas-kertas tak berdosa itu dengan geram.

“Apa maksudnya ini? Mengapa pengadilan hanya menjatuhkan hukuman penjara selama 5 tahun? Aku menginginkan dia dihukum seberat-beratnya pengacara Hwang!” pekik Leeteuk tidak terima dengan keputusan pengadilan yang hanya memberikan hukuman 5 tahun kepada Kangin karena perbuatannya di masa lalu dikurangi dengan masa tahanan selama 1 tahun.

Satu tahun. Sudah satu tahun berlalu sejak Leeteuk mengajukan tuntutan kepada Kangin atas perbuatannya dulu. Dan sudah satu tahun pula akhirnya dia bisa mewujudkan impiannya untuk tinggal bersama dengan Siwon.

Putra semata wayangnya tersebut membutuhkan waktu untuk menerima dirinya meski Siwon sama sekali tidak membenci Leeteuk. Leeteuk pun memahami isi hati Siwon dan membiarkan putranya melakukan apapun yang dia inginkan. Terlebih lagi, Siwon akhirnya menyetujui untuk melakukan perawatan asalkan Leeteuk tidak memaksakan kehendak apapun kepada dirinya.

Siwon akhirnya mau berjuang kembali dan hal itu merupakan berita melegakan bagi semua orang yang menyayanginya. Kyuhyun dan Seunghyun bahkan tidak menaruh dendam lagi terhadap Leeteuk karena mereka tahu Siwon mau berubah pikiran karena kehadiran Leeteuk dihidupnya.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mempergunakan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk meraih kebahagiaan.

Dan Leeteuk menyadari itu semua sehingga kini dia berusaha demi kebahagiaannya dan kebahagiaannya putra tercintanya.

“Nyonya…”

“Aku pulang.” Ucapan pengacara Hwang terputus dengan sapaan dari Siwon dan Kyuhyun. Kedua sejoli tersebut terlihat sedang menanggalkan jaket mereka dan menggantungkan di tempat yang sudah disediakan.

“Wonnie sayang, Kyunnie, kalian sudah kembali? Selamat datang.” Sapa Leeteuk balik sebelum menatap tajam ke arah pengacara Hwang.

“Pengacara Hwang, aku ingin mengajukan banding. Aku ingin hukuman bajingan itu lebih berat dari hukumannya sekarang. Kau mengerti?” desak Leeteuk dengan nada suara yang tidak ingin dibantah. Pengcara Hwang hanya bisa menghela nafas dan mengangguk paham sebelum membungkuk hormat dan meninggalkan Leeteuk.

“Loh? Hwang ahjussi? Sedang apa disini? Ada urusan dengan umma ya.” Sahut Siwon ketika berpapasan dengan pengacara Hwang di ruang depan. Pengacara paruh baya itu hanya tersenyum sebelum akhirnya membungkuk kepada Siwon dan Kyuhyun dan pergi, meninggalkan tanda tanya di kepala sepasang kekasih tersebut.

“Wonnie, Kyunnie.” Panggilan Leeteuk membuat perhatian mereka teralihkan. Siwon menoleh dan mendapati Leeteuk sudah berdiri di hadapannya dengan senyum yang menawan. Leeteuk memeluk erat Siwon lalu beralih kepada Kyuhyun dan melakukan hal yang sama.

“Bagaimana perkembangannya Kyu?” tanya Leeteuk langsung kepada Kyuhyun. Leeteuk tahu, percuma bertanya kepada Siwon karena pemuda itu akan berkata bahwa dia baik-baik saja dan Leeteuk tak perlu mencemaskan dirinya.

“Dokter bilang Siwon oppa masih harus terus melakukan check up rutinnya dan observasi 2 kali lagi umma sebelum dia dinyatakan sembuh.” Jawab Kyuhyun yang mendapat delikan tajam dari Siwon. Siwon sebal dengan Kyuhyun yang begitu jujur kepada Leeteuk karena dia tahu Leeteuk pasti akan merasa sedih dan khawatir kepadanya. Hanya saja delikan itu tidak berarti apa-apa karena Kyuhyun sama sekali tidak terganggu. Dia justru menunggu reaksi Leeteuk.

“Begitu? Apa Siwonnie masih harus meminum obat-obatan sialan itu Kyunnie?” tanya Leeteuk lagi yang langsung dijawab oleh anggukan kuat oleh Kyuhyun. Dia tidak mau keduluan Siwon karena pasti Siwon akan memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan jawaban Kyuhyun.

“Cih! Apa dokter Siwon yang sekarang terlalu bodoh sampai membutuhkan waktu selama ini untuk menyembuhkan putraku? Bukankah dia bilang hanya butuh 3 bulan. Ini sudah satu tahun lamanya!” decak Leeteuk marah dengan hasil kesehatan Siwon yang menurutnya sangat lambat.

“Sepertinya demikian umma. Maka dari itu mungkin lebih baik oppa dipindahkan ke rumah sakit lain saja.” Ujar Kyuhyun semakin memanasi Leeteuk. Siwon menatap horor ke arah kekasihnya itu. Dia tidak mengira Kyuhyun masih saja berusaha memindahkan dirinya ke rumah sakit lain yang menurutnya lebih berkompeten menyembuhkan penyakitnya.

“Kyu! Jangan berikan ide yang aneh-aneh kepada umma!” larang Siwon kepada Kyuhyun. Dia tidak mau ummanya benar-benar mengikuti saran Kyuhyun.

“Boleh juga Kyu. Umma akan segera mengurus semuanya. Kau ada rekomendasi untuk rumah sakitnya?” tanya Leeteuk tidak menghiraukan sama sekali ucapan Siwon.

“Umma!” serunya keras, mulai kesal dengan Leeteuk dan juga Kyuhyun. Mengapa mereka tidak mau mendengarkan Siwon?

“Ada umma. Jadi…”

“Yah! Dengarkan aku! YAH!”

Dan situasi rumah yang dulu sepi dan dingin itu kini tergantikan dengan kehangatan keluarga. Meski rumah itu hanya diisi oleh tiga orang dan beberapa pelayan, namun ketiganya bahagia.

Kyuhyun yang menerima usul Leeteuk yang memintanya tinggal bersama dengannya dan Siwon semenjak Siwon setuju untuk bersamanya lagi, mulai bisa menerima Leeteuk sebagai sosok ibu yang baik dan perhatian. Apalagi setelah mendengarkan cerita Leeteuk, Kyuhyun yakin ibunda Siwon tersebut adalah wanita yang baik dan kuat. Wanita yang sanggup melakukan apapun demi sang putra.

Dia pun mulai memanggil Leeteuk dengan sebutan umma karena dia merasa Leeteuk adalah pengganti ummanya yang tak pernah melihatnya sama sekali, bahkan sampai saat ini. Kyuhyun tahu ibu kandungnya lebih memilih keluarganya yang sekarang, sama seperti sang appa. Tapi Kyuhyun tidak peduli lagi dengan keluarganya yang broken home. Kyuhyun sudah memiliki keluarganya sendiri. Siwon, Leeteuk dan Seunghyun. Belum lagi teman-temannya.

Leeteuk sendiri tidak keberatan menjadi figur seorang ibu untuk Kyuhyun. Rasa terima kasihnya perlahan berubah menjadi rasa keibuan untuk gadis yang selalu bersama putranya tersebut. Dirinya pasti tidak akan bisa bersama dengan Siwon jika bukan karena Kyuhyun. Kebaikan hati dan pengertiannya, membantu Leeteuk mendapatkan kembali kepercayaan Siwon terhadapnya.

Leeteuk mulai menata hidupnya. Tidak ada lagi yang dia takuti kecuali kuasa Tuhan dan kehilangan Siwon. Leeteuk berusaha dan berkerja keras selama setahun ini untuk bisa menjadi sosok orang tua yang bisa Siwon andalkan.

Hasilnya, Leeteuk berhasil melakukannya.

Leeteuk kini adalah pemilik sekaligus chief executive officer dari Choi Group. Dengan tangan besinya, Leeteuk memimpin perusahaan peninggalan sang ayah lebih baik daripada pendahulunya, yaitu ayah dan kakeknya sendiri. Leeteuk merubah semua penderitaannya dulu menjadi cambuk agar dia dan Siwon tidak merasakan hal yang sama lagi. Leeteuk memastikan bahwa gelapnya kehidupannya dulu dan Siwon kini tergantikan dengan kebahagiaanya. Leeteuk tidak ingin putranya mencicipi lagi kerasnya hidup. Sudah saatnya Siwon untuk hidup layak dan bahagia.

“Ah, umma sampai lupa. Tadi Yunho menelepon sayang. Dia ingin bertemu denganmu.” Ingat Leeteuk akan pesan dari mantan anak tirinya tersebut.

Hubungan antara Leeteuk dan Yunho sempat kaku bahkan Leeteuk menyimpan dendam kepada Yunho karena dia adalah putra Kangin. Akan tetapi melihat Yunho yang begitu menyayangi Siwon selayaknya adik, menggugah hati Leeteuk. Dia menerima Yunho dan membiarkannya terus berhubungan dengan Siwon.

“Yunho hyung? Kenapa dia tidak langsung menghubungi aku saja sih umma? Kenapa lewat umma?” omel Siwon tidak suka jika Yunho justru menghubungi Leeteuk dan bukan dirinya. Mendengar omelan Siwon, Leeteuk mengerutkan dahinya bingung.

“Memangnya kenapa? Umma itu ummanya juga bukan? Jadi wajar kalau dia menghubungi umma. Kenapa kau terlihat kesal?” tanya Leeteuk yang dijawab decakan kesal oleh Siwon.

“Cih. Menyebalkan. Awas dia!” Ujar Siwon sembari bergegas ke ruang lain untuk menghubungi Yunho, meninggalkan Kyuhyun dan Leeteuk berdua saja.

“Siwon, Siwon…” Leeteuk tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. Geli dengan sikap putranya yang terkadang suka uring-uringan sendiri.

“Umma.” Panggilan Kyuhyun mengalihkan perhatiannya dari Siwon.

“Hm?” balasnya lembut.

“Umma mau menerima Yunho oppa bahkan menganggapnya seperti putra kandung umma. Tetapi kenapa umma sangat membenci Kangin ahjussi? Kenapa umma tidak mau memaafkannya? Padahal umma tahu dia adalah ay…”

“Karena dia adalah malapetaka untukku.” Sela Leeteuk sebelum Kyuhyun selesai Kangin. Bagi Leeteuk, Kangin bukanlah ayah kandung Siwon walau…

Walau kenyataan berkata lain.

“Umma…” lirih Kyuhyun tak setuju dengan sikap Leeteuk yang terus menerus anti pati dengan Kangin. Bagaimana pun juga Siwon berhak untuk bersama dengan Kangin. Atau paling tidak sesekali bertemu dengannya.

“Aku bukan orang bodoh yang jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya Kyu.” Ucap Leeteuk mencoba memberi pengertian akan keputusannya yang tidak mau memaafkan Kangin.

Kyuhyun terdiam sesaat sebelum dia bergerak maju dan memeluk Leeteuk dengan erat. Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya di bahu Leeteuk dan mendekatkan bibirnya di telinga Leeteuk, membisikan sesuatu.

“Umma memang tidak bodoh tapi umma adalah seorang pembohong. Umma sudah membohongi diri umma sendiri.” Bisik Kyuhyun lalu melepaskan pelukannya.

“Umma masih mencintai Kangin ahjussi bukan? Mengapa umma begitu keras kepala? Umma juga tahu bahwa Siwon oppa membutuhkan Kangin ahjussi. Dia membutuhkan appanya bukan?” lanjut Kyuhyun lagi. Leeteuk tertawa kecil dengan ucapan Kyuhyun tadi. Gadis ini terlalu pintar untuk dia bohongi. Beruntungnya Siwon mendapatkan cinta Kyuhyun.

Leeteuk membelai rambut Kyuhyun lalu menyematkan helai rambut liar di telinga Kyuhyun. CEO cantik itu kemudian mengecup kening Kyuhyun dan meletakan telapak tangannya di wajah putih mulus Kyuhyun.

“Siwon harus belajar untuk tidak memiliki appa Kyu. Lagipula ada aku disampingnya. Ada kau, ada Yunho dan Seunghyun. Dia memiliki banyak orang yang meyayanginya. Jadi dia tidak butuh pecundang itu.” Jawab Leeteuk dengan penekanan yang tajam. Kyuhyun menghela nafas mendengar ejekan Leeteuk untuk Kangin.

“Umma… Itu…”

“Kyu.” Lagi-lagi Leeteuk memotong ucapan Kyuhyun karena dia tahu gadis manis itu akan membela Kangin. Leeteuk sangat tidak bisa mendengarnya sekarang.

“Biarlah umma seperti ini.” Ujar Leeteuk sambil tersenyum.

“Maksud umma?” tanya Kyuhyun.

“Umma sudah bahagia dengan kehadiran Siwon dan kehadiranmu. Seunghyun, Jiyong, Yunho bahkan Jaejoong sudah menjadi bagian dari hidup umma dan umma sangat bersyukur kepada Tuhan.”

“Tapi tidak dengan Kangin ahjussi.” Tegas Kyuhyun, yakin bahwa Leeteuk tidak bisa digoyahkan atas keputusannya terhadap Kangin. Dan senyum Leeteuk benar-benar menjawab semuanya.

“Biarlah seperti ini.”

.

.

.

“Appa.”

“Apa kabarmu Yun?”

“Aku baik appa. Bagaimana keadaan appa sendiri? Appa tampak lebih kurus.”

“Appa baik-baik saja.”

“…”

“Yun.”

“Ya appa?”

“Bagaimana kabar ummamu?”

“Umma Leeteuk? Beliau baik. Beliau semakin sukses.”

“Dan adikmu?”

“Siwon juga lebih baik appa. Menurut dokternya, dia hanya butuh dua kali pemeriksaan lagi sebelum dinyatakan sembuh total.”

“Appa lega mendengarnya.”

“Appa.”

“Ya?”

“Apa appa masih mencintai umma?”

“…”

“Apa appa masih mencintai umma meski karena umma lah appa berada di balik jeruji besi ini?”

“Kau tahu jawaban appa Yun.”

“…”

“Appa mencintainya. Sangat mencintainya. Dan akan terus mencintainya. Meski dia mengharapkan kematian appa. Bagi appa kebahagiaannya adalah yang utama. Kebahagiaannya adalah yang utama Yun.”

.

.

.

Your happiness is my happiness.

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Wkwkwk… Iseng-iseng menghasilkan ya ini (‾▿‾”) Apa kabar my lovely amazing readers? Long time no write ┌(“˘o˘)┐ \_~(˘▾˘~)

Hanya sedikit menyapa sebelum Long, long, long HIATUS. Yup, that’s right. I’m going on HIATUS.

Berhubung ide mentok semua, jadi daripada PHP amazing readers untuk update dan potential new fics, Nao memutuskan untuk HIATUS dulu. Mungkin 1-2 FF yang muncul sebelum Nao hibernasi.

Mungkin ada yang kangen, ada juga yang ga, tapi Nao pasti akan kangen amazing readers semua. Terutama komen-komennya (walau dikit) (づ ̄ ³ ̄)づ

Oke itu aja. Gomen untuk typos dan kegajean ff ini. Udah biasa kan ya. Hehehe…

Lalu untuk my girls in B.A.T., kita benar-benar harus debut ini. Fandomnya aja udah ada, the BATgirls 。・゚゚・(>д<)・゚゚・。

See you when I see you.

Keep Calm and Ship WonKyu, YunJae, and KrisHo 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements