Tags

, ,

Title : I Miss You 2

Pairing/Charas : WonKyu, GTop, Jaejoong and more to come

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Inspired : I Miss You by MAMAMOO

Disclaimer : All casts are belong to their self and God; MAMAMOO and I Miss You are belong to themselves and their respective agency

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, OC

Summary : Your whispers, your touch. They’re not here anymore. But I only have you. I miss you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Ayo!” tegas sang penjaga membuyarkan lamunan Siwon sambil mendorong bahu Siwon untuk segera berjalan ke ruang berkunjung untuk para tahanan.

Siwon berjalan lebih dulu diikuti dengan dua penjaga tersebut. Selama perjalanan dia menatap beberapa narapidana lainnya yang juga diantar ke ruang yang sama. Beberapa diantaranya terlihat senang dan gembira karena akan bertemu dengan keluarga mereka masing-masing. Lainnya, terlihat murung dan sedih, bahkan malu. Mungkin mereka berpikir mereka tidak punya wajah lagi untuk bertemu dengan orang-orang yang mengasihinya.

Lalu bagaimana dengan Siwon?

Wajahnya begitu datar. Siwon tidak tahu harus bagaimana untuk menunjukkan perasaannya karena dirinya sudah tak bisa merasakan apapun sejak dia masuk ke dalam penjara ini setahun yang lalu. Dan sekarang tiba-tiba ada yang ingin mengunjunginya. Siwon tak tahu apa yang akan dia perbuat. Dia hanya menuruti perintah penjaga untuk menemui tamunya tersebut.

Pikirannya terhenti ketika dia sampai di ruangan penuh orang tersebut. Dia melihat banyak orang yang bercengkrama dengan keluarga mereka. Ada tawa, tangisan, dan sendau gurau terpampang di masing-masing individu yan berada di ruangan itu. Namun bukan itu tujuan akhir Siwon. Dia diarahkan ke satu ruangan lagi yang terbagi dengan sekat. Siwon dituntun ke sekat paling ujung dan disana dia menemukan siapa yang mengunjunginya setelah satu tahun lamanya.

“Kyu…”

.

.

.

Everyone goes through a break up but why am I acting like this?

I am even worse today

.

.

.

“Kau masih memikirkan gadis yang mengunjungimu tempo hari?” tanya seseorang kepada Siwon yang sedang memandang langit mendung diatasnya. Siwon pun menoleh dan mendapati teman satu selnya sedang tersenyum dan mengambil tempat duduk di sampingnya.

“Ya hyung.” Jawab Siwon singkat sebelum kembali menatap langit.

Choi Seunghyun, salah seorang narapidana yang dihukum sepuluh tahun karena pembunuhan berencana, adalah satu-satunya teman yang Siwon miliki di penjara itu. Dengan sikap Siwon yang terlalu dingin dan tidak mau berurusan dengan siapa pun, merupakan keajaiban Seunghyun bisa membuat Siwon bicara terlebih lagi berteman dengannya.

Mungkin karena situasi dan masa lalu yang hampir sama, membuat Siwon membuka dirinya terhadap pendekatan Seunghyun. Mereka berdua sama-sama mengorbankan kebebasan mereka untuk melepaskan belenggu yang mengikat kaki kekasih mereka masing-masing.

Meski…

Meski kekasih mereka sama sekali tidak menginginkan hal itu.

Seunghyun melakukan pembunuhan berencana terhadap kedua orang tua kekasihnya, Kwon Jiyong karena keduanya menganiaya Jiyong dan bermaksud menjual Jiyong ke rumah bordil. Seunghyun yang tidak tahan dengan penderitaan sang kekasih, meminta teman-temannya di mafia tempatnya bergabung untuk membunuh keduanya dan mengkamuflase seperti pembunuhan karena perampokan.

Akan tetapi kesaksian dari Jiyong yang mengaku mengetahui bahwa semua pembunuhan itu adalah rencana Seunghyun, sangat memberatkan Seunghyun sehingga Seunghyun tak pelak dihukum berat.

Lalu bagaimana dengan Jiyong?

Gadis manis itu baru menyesali tindakannya setelah hakim memutuskan vonis untuk Seunghyun. Jiyong berteriak histeris, menangis meminta maaf kepada Seunghyung yang digiring meninggalkan ruang sidang. Namun nasi sudah menjadi bubur.

Tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Jiyong karena semua sudah terjadi. Dia tidak bisa mengulang waktu dan menarik kembali kesaksiannya. Dia tidak bisa membuat hakim tergugah dan mengubah keputusannya hanya dengan airmata. Terlebih lagi Seunghyun menerima hukuman itu tanpa mengajukan banding.

Bagi Seunghyun, jika memang kekasihnya menginginkan dia menebus dosanya karena merenggut nyawa keluarganya di penjara maka dia akan memenuhi keinginan itu. Seunghyun tidak pernah menyesal telah membunuh kedua orang tua Jiyong, namun dia menyesal telah membuat gadis itu sedih meski yang dia lakukan hanya untuk melindunginya.

Tidak ada yang memahami perasaan Seunghyun saat itu. Akan tetapi semua orang tahu betapa Seunghyun mencintai Jiyong sampai dia rela mengorbankan apapun.

Apapun.

Dan sekarang, dihadapan Seunghyun, ada seorang lagi yang mirip dengannya.

“Kau akan dibebaskan dalam waktu 6 bulan ya hyung. Selamat.” Sahut Siwon membuyarkan lamunan Seunghyun. Lelaki yang sudah mendekam di penjara sejak usianya 19 tahun itu hanya tersenyum simpul. Dia mengacak rambut Siwon lalu beranjak pergi begitu saja.

Seunghyun tak mau terlalu senang dengan kebebasannya yang segera dia dapatkan. Keringanan hukuman selama satu setengah tahun membuatnya keluar lebih cepat dan dapat segera menghirup udara bebas. Berbeda dengan Siwon yang masih harus menjalani hukumannya paling tidak selama lima tahun lagi. Seunghyun tidak ingin membuat Siwon bersedih dan kesepian karena dia tahu meskipun Siwon tulus memberinya ucapan selamat dan senang dirinya akan keluar, namun terbaca dari tatapan matanya bahwa Siwon akan kehilangan Seunghyun.

Karena itu, sampai saatnya dia keluar nanti, Seunghyun akan terus bersikap biasa saja. Tetap menjadi teman dan mungkin kakak bagi Siwon, menjadi seseorang yang menjadi sandarannya karena memang saat ini hanya dialah yang bisa menjadi orang itu.

Hanya dia.

.

.

.

“Kyuhyun-ah, tolong jeans dan kemeja ini dipajang di makenin yang ada di depan ya. Yang sekarang sudah tidak cocok lagi.” Ucap pemilik butik dari tempat Kyuhyun bekerja.

Kyuhyun yang sedang menata beberapa t-shirt di rak, menjawab permintaan atasannya itu dengan anggukan singkat sebelum mengambil pakaian yang dimaksud dan mengerjakan permintaan si empunya butik.

Kyuhyun melihat jeans dan kemeja yang dipegangnya dengan takjub. Potongan dan gayanya sangat bagus sehingga Kyuhyun sempat termangu di tempatnya berdiri. Dia memandang pakaian tersebut lama sambil memikirkan bahwa pakaian ditangannya itu akan sangat bagus untuk Siwon.

Ini pasti sesuai dengan Siwon oppa. Dia akan terlihat sangat tampan. Batin Kyuhyun dan tanpa sadar tersenyum manis.

Sikap dan senyum Kyuhyun tak luput dari pengelihatan pemilik butik tersebut. Dia memperhatikan Kyuhyun yang masih terus menatap pakaian yang dipegagnya dengan senyum yang semakin melebar. Pemilik itu ikut tersenyum sebelum menghentikan kegiatannya lalu menghampiri Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah.” Panggilnya tiba-tiba membuat Kyuhyun sedikit tersentak. Ketika Kyuhyun sadar siapa yang sudah memanggilnya, dia langsung membungkuk dan segera mengerjakan permintaan sang pemilik butik.

“Kyuhyun-ah. Kau suka pakaian itu?” tanya pemilik itu yang semakin tersenyum lebar melihat Kyuhyun yang terlihat salah tingkah.

“S-saya…” gugup Kyuhyun tak tahu harus menjawab apa. Kalau dia berkata jujur dia takut sang pemilik akan marah walau kecil kemungkinannya mengingat sang pemilik sudah begitu baik. Tapi jika dia bohong, sepertinya sang pemilik akan lebih marah.

“S-saya… Um… Ya, Jaejoong-ssi.” Akunya jujur. Kyuhyun memilih jujur dan menerima apapun konsekuensinya dengan kejujurannya. Itu lebih baik daripada berbohong. Dia ingat bagaimana kebohongan membawa dirinya saat ini.

Hanya kesedihan dan penyesalan.

Sama seperti ketika dia berbohong kepada Siwon mengenai perasaannya dan tindakannya.

“Ahahaha… Kau tak perlu gugup seperti itu Kyuhyun-ah. Aku tidak akan marah. Aku justru senang jika kau menyukainya.” Ujar sang pemilik bernama Jaejoong itu kepada Kyuhyun. Dia lalu melepaskan kemeja yang sudah sempat Kyuhyun pakaikan ke manekin. Jaejoong lalu memberikannya kepada Kyuhyun yang hanya bisa termangu dengan tindakan Jaejoong.

“Kau simpanlah pakaian ini. Berikan kepada orang yang kau sayangi.” Ucap Jaejoong kemudian berlalu dari hadapan Kyuhyun tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun sendiri hanya bisa diam sebelum akhirnya membungkuk hormat, berterima kasih kepada Jaejoong karena kebaikan hatinya. Kyuhyun lalu melihat pakaian yang ada ditangannya. Bibirnya kembali menyunggingkan senyum manis, senang karena dia kini memiliki sesuatu untuk diberikan kepada Siwon ketika dia berkunjung nanti.

.

.

.

Kyuhyun duduk dengan gugup di depan kaca pemisah dalam ruang kunjungan tersebut. Dirinya kembali ragu untuk bertemu dengan Siwon karena pertemuanpertama mereka tidak semulus yang dia inginkan. Kakaknya itu hanya mengucapkan satu kata sebelum pergi dari hadapannya.

Semenjak itu, Kyuhyun  tidak sanggup untuk bertatap muka lagi dengan Siwon. Kyuhyun tahu bahwa Siwon masih marah kepadanya dan untuk itu Kyuhyun tidak mau mengganggunya lagi. Hanya saja, Kyuhyun tidak bisa lari selamanya. Mau tidak mau, suka tidak suka, Kyuhyun harus menghadapi masalahnya. Kyuhyun harus bisa memberanikan dirinya sendiri untuk datang lagi dan meminta maaf kepada Siwon. Gadis itu berharap kakaknya itu kali ini mau lebih lama bersamanya dan jika dia beruntung, Siwon mau memaafkannya.

Lalu…

Lalu Kyuhyun pun ingin mengatakan isi hatinya.

Ah, tidak!

Kyuhyun harus mengatakan isi hatinya agar Siwon tahu alasan sebenarnya mengapa dia berubah. Alasan mengapa Kyuhyun begitu ingin Siwon membencinya. Alasan agar mereka berdua tidak bersama meski Kyuhyun sangat mencintai kakak tirinya itu.

Ya, Kyuhyun sangat mencintai Siwon.

Cinta seorang gadis kepada seorang pemuda.

Cinta terlarang karena mereka adalah saudara.

Walau kenyataannya mereka tak sedarah namun hubungan kakak adik mereka begitu dalam sampai keduanya tidak tahu harus berbuat apa dengan perasaan mereka itu.

Menjauh.

Itulah yang sempat dipikirkan dan dilakoni oleh Kyuhyun. Akan tetapi, yang terjadi adalah musibah untuk sang kakak. Tindakan Kyuhyun membuat Siwon harus menanggung akibatnya, membuat dirinya semakin merasa bersalah karena terus menerus membuat Siwon merasa sedih dan kecewa.

Untuk itu…

Untuk meluruskan semua tautan gila benang takdir mereka, untuk menjawab pertanyaan sang kakak akan sikapnya, untuk mendapatkan maaf dari Siwon, Kyuhyun harus jujur.

Seharusnya dia jujur sejak awal.

Seharusnya.

Kyuhyun terlarut dalam pikiran di benaknya sendiri sampai suara pintu yang dibuka memanglingkan perhatian Kyuhyun. Dia pun mendongak dan mendapati Siwon yang terlihat tidak bersemangat.

Kyuhyun bodoh! Sudah pasti oppa terlihat tidak bersemangat! Memangnya siapa yang akan bersemangat jika di penjara! Dasar gadis bodoh!! Batin Kyuhyun merutuki kebodohannya sendiri.

Kyuhyun terus memperhatikan Siwon dan ketika mata mereka bertemu, Kyuhyun mencoba tersenyum. Kyuhyun berharap Siwon akan bisa tersenyum saat Kyuhyun tersenyum kepadanya.

Namun…

Namun harapan tinggal harapan.

Siwon.

Siwon yang selalu tersenyum kepada Kyuhyun. Siwon yang selalu memberikan raut wajah tenangnya yang menentramkan hati Kyuhyun. Siwon yang selalu menatapnya lembut dengan penuh kasih sayang.

Siwon, kakaknya yang begitu baik hati.

“Oppa…”

“Tuan, bukankah aku sudah pernah bilang bahwa aku tidak mau bertemu dengannya. Dia bukan keluargaku. Dia bukan siapa-siapa dalam hidupku.”

.

.

.

Kyuhyun berdiri di halte bis, menunggu moda transportasi yang biasa membawanya mengelilingi ibukota negeri ginseng itu untuk semua kegiatannya. Gadis itu menunggu dalam keheningan karena tidak ada seorang pun yang ikut menunggu bis bersamanya. Kyuhyun seorang diri di tempat itu.

Pandangan gadis manis itu kosong karena masih segar di ingatannya kejadian tadi siang.

Kyuhyun masih ingat dengan jelas bagaimana Siwon,

Siwon yang tidak lagi mengakuinya sebagai adik.

Siwon yang tidak lagi mengakuinya sebagai keluarga.

Siwon yang tidak lagi mau menemuinya.

Siwon yang tidak lagi menganggapnya ada.

Siwon yang tadi ada dihadapannya bukan lagi siwon oppanya yang dulu.

Kyuhyun tak sanggup lagi menahan laju airmatanya lagi. Bulir-bulir bening itu meluncur deras dari pelupuk matanya dan mulai membasahi pipinya. Isakan tangisnya semakin keras dan lututnya tak mampu lagi menompang tubuh rampingnya sehingga tubuh itu terduduk di lantai beton halte bis.

Isakannya.

Tangisannya.

Raungannya.

Semua itu tidak lagi berarti apapun karena sekuat-kuatnya Kyuhyun menangis, berteriak memanggil nama Siwon, meminta maaf dari pemuda itu, Siwon tidak lagi mau membuka hatinya.

Pemuda itu sudah menutup pintu hatinya untuk Kyuhyun.

Dan tidak ada yang bisa Kyuhyun salahkan kecuali dirinya sendiri.

“Opp… Oppa… Hiks… S-siwon oppa… Hiks… Siwon oppa… M-maaf… Hiks… Maaf… Maaf…”

.

.

.

Siwon menatap dinding selnya dengan tatapan kosong yang sudah menjadi ciri khasnya sekarang. Pemuda itu tidak lagi bisa merasakan apapun. Dia menuntut dirinya sendiri untuk sanggup melupakan semua perasaan agar hatinya tidak lebih hancur dari yang sudah ada.

Siwon harus bisa menghiraukan, menekan, menghapus perasaannya.

Dia pasti bisa.

Dia harus bisa.

“Ya. Aku bisa.” Gumam Siwon kepada dirinya sendiri.

Gumamannya itu tak sesuai dengan airmata yang jatuh begitu saja dari kedua mata hitamnya.

.

.

.

On starry nights, always,

So much I miss you.

When tears silently fall,

I… You…

Your voice,

So much I miss you

Yesterday and today.

I… You…

You…

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Hi. Long time no post ┌(“˘o˘)┐ Nao datang lagi dengan chappy 2 dari I Miss You. Semoga masih ada yang baca karena Nao masih ngetik lanjutannya \_~(˘▾˘~)

Untuk yang menantikan Exceptional, Waterfall, apalagi Someday We’ll Know… Hm, Nao masih pikir-pikir dulu mau gimana. Jadi ditunggu aja bagaimana otak ga beres Nao berpikir yak ┐(´_`)┌

FF ini kembali Nao dedikasikan untuk B.A.T yang sudah mengeluarkan mini album kedua mereka. Digital sudah release Februari 30 pukul 25:00. So keep support them. Mereka itu bener2 beda dari yang lain. Group anti main stream ¬o( ̄- ̄メ)

Anyway… Typos, gaje, dan hal-hal mistik lainnya adalah tanggung jawab Nao jadi Nao cuma bisa bilang gomen m(_ _)m

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements