Tags

, , , , , , , ,

Title : Behind The Scene “Why My Family Has To Be A Yakuza” 3

Pairing/Chara : WonKyu, KrisHo, KangMin, YunJae, Minho

Disclaimer : All casts are belong to their self, a bit of their agency and full credit to God

Inspired : My own little world

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, BL, Attempt humor, OOC, AU (definitely)

Summary : Hanya tentang imajinasi Nao yang terlalu jauh dari kenyataan, so jangan diambil hati okay…

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Wah! Jangan-jangan Choi Siwon yang tekenal kejam, angkuh dan bermulut pedas dan kasar itu, suka dengan anak baru itu ya?!” goda Kyuhyun yang paham jika Siwon sebenarnya menyukai Minho dan hanya ingin mengerjai pemuda tampan itu. Sementara Siwon hanya memutar matanya malas mendengar godaan Kyuhyun. Dia berbalik sedikit menghadap perut Kyuhyun, memeluk pinggang rampingnya dan menenggelamkan wajahnya di perut Kyuhyun. Meski demikian, Kyuhyun masih bisa mendengar gumaman Siwon.

“Cih. Yang benar saja. Dia itu hanya idola yang aji mumpung. Akan aku pastikan dia untuk berpikir dua kali memasuki dunia ini.”

Kyuhyun tertawa kecil mendengar gumaman Siwon. Sebagai istri yang telah mendampingi Siwon bertahun-tahun, Kyuhyun hafal benar tabiat sang suami. Jika Siwon tidak menyukai seseorang, pria itu lebih memilih tidak mengacuhkan sama sekali orang tersebut, seolah-olah orang itu tidak ada. Maka dari itu, kebalikannya dari sikap itu, Siwon akan mengerjai dan cenderung lebih kasar kepada orang yang menarik perhatiannya.

Tampaknya kau akan menghadapi tantangan berat Minho-ssi. Berjuang! Batin Kyuhyun menyemangati Minho yang saat ini sedang menunggu mesin pembuat kopi instan selesai mengeluarkan minuman panas tersebut.

Di saat menunggu, Minho mendadak merasakan bulu kuduknya berdiri, merinding karena alasan yang tak jelas. Pemuda itu mengusap tenguknya dan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil berpikir sesuatu.

“Kenapa aku merasakan bahwa hidupku akan lebih sulit dari sekarang ya?”

( 。・_・。)(。・_・。 )

“Kenapa aku merasakan bahwa hidupku akan lebih sulit dari sekarang ya?” gumam Minho masih dengan sabar menunggu minuman panas pesanan Siwon selesai dibuat. Minho menghela nafas panjang. Sangat panjang.

Dia berpikir apakah keputusannya menerima tawaran berakting dalam drama ini adalah keputusan yang benar? Dia yang belum memiliki sama sekali pengalaman berakting terlebih lagi bermain dengan aktor dan aktris ternama dan kawakan, membuatnya rendah diri dan ragu dengan kemampuannya sendiri.

Akan tetapi, mengingat harapan agensinya yang ingin membuat Minho sebagai idola serba bisa, membuat Minho meyakinkan dirinya sendiri. Meski sekarang, dia tidak tahu apa keyakinannya akan membuahkan hasil. Terlebih lagi dengan reaksi senior yang begitu dia kagumi begitu buruk terhadapnya.

Minho merasa kecewa terhadap diri sendiri karena tidak bisa memberikan kesan yang baik di hadapan Siwon. Padahal untuk bisa bertemu apalagi bekerja sama dengan Siwon adalah impian Minho. Dia sangat menunggu-nunggu momen ini tapi yang terjadi tidak sesuai dengan bayangannya.

“Hhh… Apa yang harus aku lakukan?” tanya Minho pada dirinya sendiri. Dia kembali menghela nafas panjang sebelum mengambil gelas berisi kopi panas itu dan berjalan menuju ruang tunggu pemain.

Begitu Minho tiba di depan pintu, dia mendengar suara orang berbicara. Mungkin biasa saja karena memang ada beberapa orang di dalam ruangan itu, namun yang membuat Minho mengurungkan niat untuk masuk adalah karena suara-suara itu sedang membicarakannya.

“Wah! Jangan-jangan Choi Siwon yang tekenal kejam, angkuh dan bermulut pedas dan kasar itu, suka dengan anak baru itu ya?” tanya seseorang yang Minho ketahui adlaah Kyuhyun. Mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut Kyuhyun yang notabene adalah istri dari Siwon, membuat Minho sedikit tersenyum. Dia berharap jika yang dikatakan oleh Kyuhyun adalah hal yang benar.

“Cih. Yang benar saja. Dia itu hanya idola yang aji mumpung. Akan aku pastikan dia untuk berpikir dua kali memasuki dunia ini.” Tukas Siwon dengan nada ketusnya. Senyum Minho hilang seketika itu juga. Wajahnya langsung berubah murung. Dia begitu sedih mendengar senior idolanya begitu antipati terhadapnya.

Memang apa kesalahanku sampai Siwon-sunbae begitu tidak menyukaiku? Batin Minho miris.

“Ah tidak juga Siwon-ssi. Aktingnya lumayan bagus dan wajahnya juga tampan. Sayang dia berperan jadi kakakku, kalau tidak aku bisa cari kesempatan untuk…” satu suara yang Minho kenal sebagai Joonmyeon menengadahkan kepalanya. Dia kembali sedikit terhibur dengan pujian Joonmyeon. Dia kembali tersenyum untuk sekali lagi dipatahkan dengan komentar pedas dari seseorang.

“Untuk apa Wu Joonmyeon? Untuk kau goda? Apa kau menyukai aktor amatiran itu hah? Dia itu bukan siapa-siapa!” geram Yifan kala mendengar pujian Joonmyeon. Dia tak sadar dia sudah berkata lebih panjang dari biasanya karena cemburu. Tapi siapa yang bisa menyalahkan Yifan jika tunangannya sendiri senang sekali tebar pesona ke semua orang.

“Eh? Sejak kapan kamu disini sayang? Lalu siapa Wu Joonmyeon? Kita belum menikah naga tampanku.” Goda Joonmyeon, tahu bahwa jika dia sedikit jual mahal maka Yifannya akan menjadi naga yang terbakar api cemburu. Dan benar saja, dengan posesifnya, Yifan menarik pinggang Joonmyeon agar merapat ke tubuhnya.

“Jawab saja pertanyaanku, dasar istri tukang selingkuh!”

“Ahahaha… Yeobo-ya. Jangan begitu ah. Aku tidak pernah selingkuh. Just a little bit flirting is not an affair. Lagipula, harus berapa kali aku katakan, kita belum resmi menikah jadi aku belum resmi menjadi istrimu. Bagaimana bisa kita pergi ke Belanda jika paspormu masih diperpanjang sayang. Jadi sabarlah. Isn’t right Kyuhyun-ssi?” ujar Joonmyeon semakin senang menyulut emosi tunangannya yang dalam empat bulan akan menjadi suaminya tersebut.

So? You’re willing if you’re with that son of a b***h. Oh, you’re asking for it bunny. Kau harus dihukum. Dengan sangat berat.” Desis Yifan kini benar-benar sudah menjadi monster hijau karena cemburu buta. Dengan sekali angkat, Yifan menyampirkan tubuh ringan Joonmyeon di bahunya. Joonmyeon sendiri sama sekali tidak memberontak. Dia justru menikmati kecemburuan Yifan. Dengan santainya, dia berpamitan dengan Siwon dan Kyuhyun.

Bye Siwon-ssi, Kyuhyun-ssi.” Pamitnya sambil melambaikan tangannya dan pasrah tubuhnya dipanggul seperti karung beras oleh Yifan.

Ketika Yifan dan Joonmyeon keluar dari ruangan itu, mereka bertemu dengan Minho yang menatap horor ke arah Yifan. Pandangan Yifan sungguh mengerikan di mata Minho. Pandangannya seolah-olah ingin membunuh Minho lalu mengulitinya dan memutilasinya.

Yifan mendekatkan wajahnya ke wajah Minho sebelum dengan dinginnya mengancam Minho.

Beware boy. I have my eyes on you. If you dare lay your f***ing hands on my woman, I’ll kill you. Got it?” ancam Yifan lalu melanjutkan langkahnya. Yifan tidak menginginkan jawaban karena dia yakin intimidasinya biasanya membuat lawannya

G-got… Got it. T-tapi Yi-Yifan-ssi, J-Joonmyeon-ssi itu… Um… Dia… D-dia… Laki-laki.” Gugup Minho mencoba meluruskan sesuatu kepada Yifan. Namun tatapan tajam Yifan yang kian menyeramkan membuat Minho bergidik ngeri. Dia melangkah sedikit ke belakang ketika Yifan menyudutkannya.

“Kau bilang apa?” desis Yifan semakin kesal dengan Minho. Minho pun langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“T-tidak ada a-apa-apa Yifan-ssi.” Gagap Minho. Yifan akhirnya menegakan tubuhnya dan memandang sengit Minho terakhir kali sebelum berjalan pergi meninggalkan ruang tunggu itu.

Minho yang masih terkejut dengan kejadian baru saja, dikagetkan lagi dengan suara manja Joonmyeon yang benar-benar seperti bisikan maut untuknya. Untuk kelangsungan hidupnya.

Karena Joonmyeon dengan entengnya mengatakan,

Bye-bye Minho tampan. Aku menantikan kerjasama kita di drama ini. Tolong perlakukan aku dengan lembut ya. Muach.”

“WU JOONMYEON!!!” raung Yifan marah dengan tingkah nakal tunangan cantiknya itu. Mengapa Joonmyeon senang sekali membuatnya marah dan cemburu?

“Apa sih sayang? Memang benar dia tampan kok. Cih. Menyebalkan.” Gerutu Joonmyeon sembari memajukan bibirnya, membentuk kerucutan lucu yang meningkatkan gairah seorang Wu Yifan. Dengan seringai mesumnya, Yifan menepuk bokong Joonmyeon dengan kuat dan membisikan sesuatu.

“Kau benar-benar nakal sayang. Bersiaplah untuk tidak berjalan.”

Try me big man.” Tantang Joonmyeon dengan seringaiannya sendiri.

Oh I will babe. I will.” Ujar Yifan sambil melenggang pergi dengan Joonmyeon di bahunya.

That boy just wants those punnishment. Crazy masochisct bastard.” Ucap Siwon yang tiba-tiba berada di samping Minho.

Pemuda itu langsung terlonjak kaget dan menjauh sedikit dari Siwon, masih enggan untuk berdekatan dengan aktor papan atas itu karena takut dengan sikapnya yang keras.

Wonnie, could you please stop cursing for just a second?” ucap satu suara lagi terdengar dari belakang Minho membuat aktor baru itu terkejut setengah mati. Suara lembut wanita cantik istri dari Choi Siwon tersebut membuat Minho kembali berjalan ke arah yang berlawanan. Hanya saja dia lupa jika arah yang berlawanan itu adalah arah menuju Siwon.

Okay, okay. I will stop. Happy?” jawab Siwon sedikit keras dan kembali membuat Minho terkejut. Dia jadi bingung harus bergerak kemana. Kedua orang yang sangat dikaguminya itu berdiri di sebelah kanan dan kirinya.

“Sangat.” Tanggap Kyuhyun sembari berjalan ke depan dan berhadapan langsung dengan Siwon sebelum menempatkan dirinya disamping sang suami. Terlihat di tangan Kyuhyun sebuah tas yang langsung diambil oleh Siwon.

“Ck.” decak Siwon kesal karena mendapat teguran dari sang namun pria itu tak bisa membantah ucapan Kyuhyun sama sekali.

“Um, sunbae. Minuman anda.” Suara Minho yang takut-takut membuat baik Siwon dan Kyuhyun menoleh ke arahnya. Siwon menatap Minho dari ujung kepala sampai ujung kaki sebelum memberikan seringainya dan menepuk kepala Minho.

Thanks kid. Besok jangan sampai telat.”

Minho terperangah dengan sikap Siwon yang mendadak sedikit bersahabat kepadanya. Walau Minho masih sedikit sedih dengan ucapan Siwon yang sempat dia dengar tadi. Minho tidak tahu harus menanggapi sikap Siwon yang suka berubah-ubah. Akan tetapi, untuk saat ini Minho ingin beranggapan bahwa Siwon menerima dirinya. Bahwa dia memiliki kesempatan untuk menunjukkan siapa dirinya.

“Tidak akan sunbae!” jawab Minho dengan semangat dan membungkuk hormat. Minho baru akan menanggapi ucapan Minho ketika seseorang mendekati mereka bertiga.

“Permisi Kyuhyun-ssi, putra anda…” sahut orang yang sedang menggendong seorang bayi berusia sekitar delapan bulan. Wajah Kyuhyun langsung berbinar senang dan dengan segera mengambil alih sang buah hati dari gendongan orang yang merupakan asisten pribadinya itu.

“Hei sayang. Mommy miss you so much baby.” Ucap Kyuhyun sambil mencium kedua pipi sang bayi lucu. Putra Siwon dan Kyuhyun itu tertawa menggemaskan. Rupanya ciuman-ciuman Kyuhyun membuatnya geli. Bayi manis bernama lengkap Choi Sihyun itu, sepertinya ingin menyamankan dirinya di gendongan sang bunda hanya saja, begitu pandangannya melihat sang ayah, tangannya langsung menjulur ke depan, ke arah Siwon.

“Hyunnie mau digendong sama daddy?” tanya Kyuhyun yang hanya dijawab dengan erangan protes sang buah hati karena sang ayah tidak segera menghampirinya.

“Tampaknya Hyunnie sama lelahnya denganmu sayang. Lebih baik kita juga pulang.” Tutur Kyuhyun sembari menyerahkan putra lucunya kepada Siwon.

“Tidak menunggu produser Yang dulu sayang? Bukankah kau bilang ada yang harus kau sampaikan?” tanya Siwon disela dirinya bermain dengan putranya.

“Besok saja. Hyunnie lebih penting.” Jawab Kyuhyun tegas sambil mengambil tas Sihyun dari tangan asistennya. Dia juga memberikan pesan kepada asistennya itu jikalau ada hal yang harus dibahas.

Okay. Hei bocah. Kami pulang dulu.” Pamit Siwon lalu berjalan meninggalkan Minho tanpa menunggu balasan darinya. Meskipun demikian, Minho tetap berpamitan balik kepada Siwon.

“Baik sunbaenim. Terima kasih untuk hari ini. Sampai bertemu besok.” Sahutnya.

“Kami pulang Minho-ah.” Pamit Kyuhyun yang dijawab dengan,

“Hati-hati sunbaenim.” dan diakhiri dengan senyum manis Kyuhyun dan lambaian tangannya. Wanita itu segera menyusul suami dan putra tercintanya. Minho masih bisa melihat Kyuhyun yang merangkul lengan Siwon yang membawa tas dan beberapa kali wanita itu tersenyum ke arah bayi kecil mereka.

“Siwon sunbae terlihat berbeda. Apakah mungkin beliau itu memiliki kepribadian ganda ya?” gumam Minho sendirian, masih bingung dengan semua yang terjadi hari ini.

“Kepribadian ganda ya. Mungkin saja.” suara pria dari belakangnya membuat Minho membeku. Pria tersebut baru saja mendengar dirinya menyebut sang raja, sang aktor paling menyeramkan di industri ini dengan sebutan kepribadian ganda.

I’m dead. Batin Minho, sudah siap dengan dewa kematian yang mungkin akan menjemputnya besok ketika Siwon mengetahui apa yang dia katakan tadi.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Hiya… An update! Siapa yang masih ingat hayo… Huehehe… (‾▿‾”)

Nao lagi ngulik-ngulik semua FF berchapter Nao yang kira-kira bisa Nao post. Don’t get me wrong my amazing readers, Nao masih hiatus. Tapi karena WP Nao sepi bingits, makanya Nao ngescanning semua FF Nao dan menemukan beberapa FF yang udah ¾ jadi. So, yang harus Nao lakukan hanya tinggal nambahin beberapa kata aja.

Okie dokie… Nao ga akan ngalor kidul kebanyakan. Cukup mengatakan, as usual Nao would say gomen cause this FF include typos here and there and also kegajean yang ga nanggung2.

Enjoy…

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements