Tags

, , , ,

Title : I Miss You 3

Pairing/Charas : WonKyu, GTop, YunJae and OneSided!ChangKyu

Genre : Family, Romance, Angst, Drama

Inspired : I Miss You by MAMAMOO

Disclaimer : All casts are belong to their self and God; MAMAMOO and I Miss You are belong to themselves and their respective agency

Warning : Un-betaed, GS, AU, OOC, OC

Summary : Your whispers, your touch. They’re not here anymore. But I only have you. I miss you.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Kyuhyun berdiri di halte bis, menunggu moda transportasi yang biasa membawanya mengelilingi ibukota negeri ginseng itu untuk semua kegiatannya. Gadis itu menunggu dalam keheningan karena tidak ada seorang pun yang ikut menunggu bis bersamanya. Kyuhyun seorang diri di tempat itu.

Pandangan gadis manis itu kosong karena masih segar di ingatannya kejadian tadi siang.

Kyuhyun masih ingat dengan jelas bagaimana Siwon,

Siwon yang tidak lagi mengakuinya sebagai adik.

Siwon yang tidak lagi mengakuinya sebagai keluarga.

Siwon yang tidak lagi mau menemuinya.

Siwon yang tidak lagi menganggapnya ada.

Siwon yang tadi ada dihadapannya bukan lagi siwon oppanya yang dulu.

Kyuhyun tak sanggup lagi menahan laju airmatanya lagi. Bulir-bulir bening itu meluncur deras dari pelupuk matanya dan mulai membasahi pipinya. Isakan tangisnya semakin keras dan lututnya tak mampu lagi menompang tubuh rampingnya sehingga tubuh itu terduduk di lantai beton halte bis.

Isakannya.

Tangisannya.

Raungannya.

Semua itu tidak lagi berarti apapun karena sekuat-kuatnya Kyuhyun menangis, berteriak memanggil nama Siwon, meminta maaf dari pemuda itu, Siwon tidak lagi mau membuka hatinya.

Pemuda itu sudah menutup pintu hatinya untuk Kyuhyun.

Dan tidak ada yang bisa Kyuhyun salahkan kecuali dirinya sendiri.

“Opp… Oppa… Hiks… S-siwon oppa… Hiks… Siwon oppa… M-maaf… Hiks… Maaf… Maaf…”

.

.

.

Siwon menatap dinding selnya dengan tatapan kosong yang sudah menjadi ciri khasnya sekarang. Pemuda itu tidak lagi bisa merasakan apapun. Dia menuntut dirinya sendiri untuk sanggup melupakan semua perasaan agar hatinya tidak lebih hancur dari yang sudah ada.

Siwon harus bisa menghiraukan, menekan, menghapus perasaannya.

Dia pasti bisa.

Dia harus bisa.

“Ya. Aku bisa.” Gumam Siwon kepada dirinya sendiri.

Gumamannya itu tak sesuai dengan airmata yang jatuh begitu saja dari kedua mata hitamnya.

.

.

.

Traces of you remain in my room

Covered in tears

.

.

.

Hari demi hari.

Bulan demi bulan.

Musim demi musim.

Hingga tahun silih berganti menambah angka dalam usia manusia.

Dan musim dingin di bulan Desember menjadi waktu bersejarah untuk seorang anak manusia.

Kriet.

Sebuah pintu besi terbuka dan menampakan sosok seorang pemuda…

Ah, dia bukan lagi seorang pemuda. Melainkan seorang pria muda yang meski dengan pakaian seadanya dan wajah berkumis dan berjengot tipis, semua itu tidak dapat menutupi ketampannya.

“Baik-baiklah di luar sana Siwon. Jangan sampai aku bertemu lagi denganmu disini.” Ucap sipir penjara yang sudah seperti ayah bagi pria yang ternyata adalah Siwon.

“Akan aku lakukan itu ahjussi. Terima kasih atas kebaikan ahjussi selama ini.” Sahut Siwon sambil membungkuk hormat kepada sipir tersebut, berterima kasih karena selama berada dalam kurungan, pria paruh baya itu selalu menjadi sandarannya.

“Pergilah.” Balas sipir itu sembari mengisyarakat Siwon untuk segera keluar dari hotel prodeo tersebut. Siwon tersenyum, senyum yang sama sebelum dia memasuki jeruji besi, dan membungkuk sekali lagi sebelum melangkah keluar.

Langkah pertamanya menuju kebebasan.

.

.

.

“Dan gaun ini akan sangat cantik jika kau yang memakainya sayang.”

“Terserah kau saja.”

Jaejoong memperhatikan dengan seksama interaksi pasangan didepannya. Wajahnya sesekali tersenyum ketika sang pria begitu bersemangat akan persiapan pernikahannya dengan sang wanita. Namun senyum itu memudar saat mata bulatnya menangkap wajah sang calon pengantin wanita.

Jaejoong menghela nafas perlahan. Dia masih tidak paham mengapa wanita dihadapannya ini bisa memaksakan dirinya seperti sekarang? Mengapa dia bisa meneruskan pernikahannya disaat dia tahu bahwa dia tidak mencintai sang pengantin pria? Bagaimana mungkin dia sanggup membohongi dirinya seperti ini?

“Changmin, apakah kau sudah selesai memilih tuxedomu? Kenapa kau terus menerus memilih gaun untuk Kyuhyun?” pertanyaan yang terlontar dari laki-laki disebelah Jaejoong membuat kedua calon mempelai memandang ke arah Jaejoong dan lelaki tadi.

Pria muda bernama Changmin atau lebih tepatnya Jung Changmin hanya memberi cengiran lebar kepada pria di sebelah Jaejoong. Jung Yunho, kakak kandung dari Changmin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah adik tersayangnya tersebut. Namun dalam hati, dia begitu senang melihat Changmin yang bahagia menyambut hari pernikahannya yang akan digelar sebulan lagi.

Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?

Apakah Kyuhyun adalah Kyuhyun yang sama dengan Kyuhyun adik tiri Siwon?

Jawabannya…

“Omong-omong Kyuhyun, kau sudah memberi tahu kerabatmu mengenai pernikahan ini? Kau masih punya seorang kakak bukan?” pertanyaan Yunho bagaikan petir di siang bolong bagi Kyuhyun.

Kyuhyun, yang merupakan orang yang sama dengan Choi Kyuhyun, adik tiri dari Siwon, hanya bisa tersenyum kecut dan mengangguk pelan. Dia tidak bisa mengatakan apapun karena dia tidak tahu harus berkata apa. Kyuhyun memang sudah menitipkan undangan kepada Siwon melalui sipir penjara. Akan tetapi seminggu berselang, undangan itu kembali kepadanya melalui pos.

Kyuhyun tidak tahu apakah undangan itu sudah diterima atau tidak oleh Siwon, hanya saja Kyuhyun mengerti jika kakaknya tidak mau menghadiri pernikahannya. Kakaknya pasti semakin membencinya karena mengira Kyuhyun sudah bisa melanjutkan hidup sementara Siwon mendekam di penjara.

Mungkin setiap orang yang mengenal Kyuhyun pun akan beranggapan demikian bahwa Kyuhyun sudah menemukan kebahagiaan yang dia cari. Bahwa Kyuhyun sudah melupakan masa lalunya yang kelam dan melangkah maju demi masa depan yang lebih baik. Tapi yang dilupakan oleh semua orang adalah satu kata yang penting.

Mungkin.

Dan kata itu menjadi salah ketika Kyuhyun merasakannya yang sebaliknya.

Dia tidak melupakan masa lalunya karena Siwon bagian dari masa lalu itu. Bahkan Kyuhyun tidak mau menyebutnya masa lalu karena sampai saat ini Kyuhyun masih mendambakan keberadaan Siwon disisinya. Kyuhyun belum menemukan kebahagiaannya karena Siwonlah kebahagiaan yang sesungguhnya bagi Kyuhyun. Kyuhyun tidak bisa menatap masa depan karena masa depannya adalah Siwon.

Lalu mengapa menikah? Mengapa memisahkan diri lebih jauh dari Siwon? Mengapa Kyuhyun memilih untuk tidak berjuang mendapatkan Siwon?

Karena dia harus membalas budi kepada orang yang telah menyelamatkan kehormatannya sebagai seorang wanita.

Kyuhyun tahu hidupnya akan hancur jika dia kehilangan harga dirinya sebagai wanita. Dia akan kotor, hina dan tidak pantas untuk dipandang oleh orang lain. Dan hal itu adalah hal terakhir dalam kehidupannya yang menyedihkan ini. Kyuhyun tidak mau terlihat kotor ketika dia berhadapan kembali dengan Siwon.

Walau…

Walau dengan keputusannya ini, Kyuhyun harus semakin menekan rasa cintanya yang tak akan pernah hilang, Kyuhyun ingin bisa menatap kakaknya tetap sebagai Kyuhyun.

“Apa kerabatmu akan datang Kyu?” pertanyaan dari Jaejoong membuyarkan lamunan Kyuhyun. Wanita cantik tersebut menatap gundah ke arah Jaejoong. Dia tidak mau berbohong tapi bagaimana dia mengatakan bahwa satu-satunya kerabatnya kemungkinan tidak akan datang karena dia membenci Kyuhyun.

“Um… Ah…”

“Sudahlah hyung. Nanti saja kita bicarakan. Sekarang kita sedang mencari pakaian yang cocok untuk acara kami. Jangan diganggu oleh hal-hal lain.”

“Tapi Min…”

“Ayo Kyu. Kau masih harus mencoba beberapa gaun lagi.” Ajak Changmin menyudahi interograsi Yunho dan Jaejoong terhadap Kyuhyun. Kyuhyun sendiri hanya bisa membungkuk meminta maaf atas sikap Changmin lalu mengikuti calon suaminya pergi.

“Entah mengapa aku merasa pernikahan ini adalah hal yang salah yeobo.” Sahut Yunho tiba-tiba yang langsung membuat Jaejoong membelalakan kedua matanya.

“Maksudmu?” tanya Jaejoong tak mengerti dengan maksud ucapannya suaminya tersebut. Bukankah Yunho sendiri yang begitu antusias ketika Changmin mengatakan bahwa dia akan segera menikah?

“Aku merasa Kyuhyun tidak mencintai Changmin.” Jawab Yunho datar walau perasaannya gusar. Jika dugaannya benar, itu berarti kebahagiaan adiknya akan hancur dan Yunho tidak ingin hal itu sampai terjadi. Akan tetapi, apakah dia juga tega membiarkan seorang wanita kehilangan kebebasannya dan dirinya sendiri karena terikat pernikahan tanpa cinta?

“Kau merasakannya juga yeobo? Aku pun demikian.” Ucap Jaejoong tersenyum pilu kepada suaminya tersebut.

“Apa kau mengetahui sesuatu boo?” tanya Yunho yang ditanggapi dengan senyuman dan balasan oleh Jaejoong.

“Katakan saja aku pernah melihat Kyuhyun yang begitu mencintai seseorang sampai dirinya terlihat begitu cantik dan bercahaya hanya karena cinta itu.”

“Oh Tuhan. Apa yang harus kita lakukan boo? Aku tidak ingin Changmin kecewa tapi aku juga tak ingin…” Yunho tak kuasa menyelesaikan perkataannya karena meski di satu sisi dia tak ingin Kyuhyun menderita, Yunho lebih tidak ingin adiknya yang terluka. Jaejoong menghela nafas panjang sebelum jemari lentiknya mengusap lengan Yunho dengan lembut. Satu tangan Jaejoong yang bebas, meraih wajah tampan suaminya agar menatap dirinya.

“Yunnie, kita hanya bisa menyerahkan hal ini kepada keputusan mereka berdua. Apapun keputusan itu, aku yakin kau akan selalu berada disamping Changmin dan memberinya dukungan.” Ucap Jaejoong yang menyebabkan senyum simpul di wajah Yunho. Dengan perlahan, Yunho menarik tubuh Jaejoong dan membawanya dalam dekapan Yunho. Namun, sayang sekali momen mereka terusik oleh satu suara yang menyapa mereka.

“Maaf mengganggu tuan Jung, nyonya Jung. Tuan dan nyonya Choi sudah menunggu anda di depan.”

“Ah ya! Yeobo, mari temui mereka. Kalau tidak salah, Seunghyun membawa seseorang untuk diperkenalkan kepada kita. Kau sedang mencari pengganti office boy di kantormu bukan?” ingat Jaejoong setelah melepaskan pelukan Yunho dari tubuh eloknya. Yunho pun meninggalkan satu kecupan di kening Jaejoong sebelum menarik tangan Jaejoong menuju ruang depan dari butik gaun pernikahan terkenal tersebut, salah satu butik milik Jaejoong. Diperjalanan, keduanya kembali membahas teman yang dibawa oleh Seunghyun. Mereka sedikit terkejut karena pada dasarnya Seunghyun tidak memiliki banyak teman, mengingat masa lalu pria dengan tatapan tajam itu. Jadi jika dia merekomendasikan seseorang, baik Yunho maupun Jaejoong sama-sama penasaran.

“Menurut Jiyong, teman Seunghyun ini adalah pria yang baik. Dia adalah sahabat Seunghyun. Aku sendiri belum pernah bertemu tapi jika Seunghyun dan Jiyong berkata demikian, aku pikir dia boleh juga aku kenalkan kepadamu.”

“Oh? Sahabat Seunghyun? Lalu kenapa dia merekomendasikan sahabatnya untuk menjadi seorang office boy? Kau tahu sendiri aku bisa mencarikan pekerjaan yang lebih baik.”

“Aku juga sempat bilang seperti itu kepada mereka berdua, tapi tampaknya teman Seunghyun yang meminta pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan latar belakangnya.”

“Oh? Memang dia lulusan apa?”

“SMU.”

“Jika SMU dia bisa mulai sebagai staf biasa di ruang surat sayang. Aku bisa melakukan itu.”

“Ya, mungkin saja kau bisa yeobo. Hanya saja dia itu… Um… dia itu…”

“Ah. Latar belakangnya ya. Apakah dia sahabat Seunghyun saat Seunghyun di…”

“Ya sayang. Saat Seunghyun berada di penjara.”

“Begitu. Apa dia bisa dipercaya?”

“Apa kau mempercayai Seunghyun?”

“Aku percaya padanya tapi…”

“Aku percaya pada siapa pun yang Seunghyun kenalkan sayang. Kau tahu sendiri betapa berubahnya Seunghyun saat ini sehingga aku yakin bahwa orang yang Seunghyun kenalkan adalah orang yang memiliki nilai yang sama dengannya. Lagipula, Jiyong pun mempercayai orang itu jadi aku mohon… Tolong dia ya?”

“Hhh… Baiklah jika kau yakin yeobo. Kalau begitu, mari kita temui dulu.” Ucap Yunho mengakhiri pembicaraan mereka. Keduanya juga sudah tiba di ruang depan dan bertemu dengan Seunghyun, Jiyong dan…

Seorang pria tinggi yang membungkuk hormat lalu menegakkan tubuhnya untuk menunjukkan tersenyum kecil kepada Yunho dan Jaejoong.

Senyum dengan dua lesung pipi yang menghiasi wajah tampannya.

.

.

.

“Hyung…” Siwon terperangah dengan sosok pria tinggi yang minim senyum itu sudah berada di hadapannya. Orang yang hanya tersenyum untuk orang-orang terdekatnya itu, melebarkan senyum tampannya dan langsung memeluk Siwon begitu keduanya berdekatan.

Siwon pun membalas pelukan hangat layaknya pelukan seorang kakak itu dengan sama eratnya. Siwon tidak percaya jika dirinya bisa bertemu dengan Seunghyun lagi setelah bertahun-tahun tidak mendengar kabar pria yang selalu menjaganya dalam penjara tersebut. Seunghyun dan Siwon melepaskan pelukan mereka meski tangan Seunghyun masih berada di bahu Siwon.

“Apa kabar Wonnie? Kau terlihat lebih kurus.” Ujar Seunghyun sambil menepuk-nepuk bahu Siwon.

“Apa yang hyung lakukan disini?” tanya Siwon balik menghiraukan pertanyaan Seunghyun. Pria bermarga sama dengan Siwon itu tertawa kecil sebelum menjawab pertanyaan Siwon.

“Tentu saja aku datang untuk menjemputmu.”

“Menjemputku?” tanya Siwon lagi kembali terkejut dengan jawaban Seunghyun. Siwon pikir Seunghyun telah melupakannya karena sejak dia keluar dari penjara, Seunghyun jarang mengunjunginya. Bahkan dalam setahun terakhir ini Seunghyun sama sekali tidak pernah datang untuk menemuinya.

“Ya. Maafkan aku menghilang selama setahun belakangan ini. Tapi aku sedang sibuk-sibuknya Siwon. Aku sedang membuka usaha baru.” Jelas Seunghyun yang menangkap gurat kesedihan dari Siwon akan absennya dirinya.

“Usaha hyung? Wah! Kau hebat.” Puji Siwon tulus. Siwon tidak mengira bahwa Seunghyun akan membuka usaha sendiri. Tapi semakin dipikirkan baik-baik oleh Swion, pilihan membuka usaha sendiri adalah jalan yang terbaik untuk mantan narapidana seperti dirinya dan Seunghyun. Tentunya sulit untuk bisa bekerja dengan orang lain dengan masa lalu seperti mereka berdua.

Sedangkan Seunghyun sendiri hanya tertawa menanggapi pujian Siwon tadi. Tepukannya di bahu Siwon semakin kecang sebelum akhirnya dia melingkarkan lengannya di bahu Siwon, menariknya pergi dari tempat itu dan menjelaskan lebih lanjut.

“Ahahaha. Belum Wonnie. Aku masih merintis. Masih banyak yang harus aku lakukan. Mungkin dalam waktu enam bulan ini, aku baru bisa berlega hati menangani bisnisku karena dalam kurun waktu itu, semua hutangku akan lunas.”

“Aku yakin kau pasti bisa hyung.” Ucap Siwon yakin. Sudut bibirnya mengembang membentuk sebuah senyuman. Siwon senang jika Seunghyun senang.

“Terima kasih Siwon. Tapi…”

“Tapi apa hyung?” tanya Siwon penasaran kala Seunghyun terlihat ragu-ragu melanjutkan kalimatnya.

“Aku jadi belum bisa mengajakmu untuk bekerja denganku.” Jawab Seunghyun menyesal. Dia ingin sekali membantu Siwon namun dengan keadaannya yang masih membutuhkan banyak uang, Seunghyun belum bisa mempekerjakan Siwon. Seunghyun berusaha untuk mencarikan pekerjaan untuk Siwon, hanya saja sampai saat ini tidak ada yang mau menerima Siwon karena dia adalah mantan narapidana. Sampai…

“Oh. Soal itu. Kau tak perlu cemas hyung. Aku bisa mencari pekerjaan untuk diriku sendiri. Aku tidak mau merepotkanmu.” Perkataan Siwon memutus pikiran Seunghyun sekaligus membuatnya sadar bahwa dia harus segera menceritakan rencana yang sudah dia susun begitu dia mendapatkan kesempatan untuk membantu Siwon.

“Aku mengerti kau ingin mandiri Siwon-ah, tapi aku ingin membantumu! Jadi kau dengarkan rencanaku sebelum kau memutuskan sesuatu oke?” pinta Seunghyun agar Siwon mau mendengarkannya. Seunghyun sudah membuat rencana untuk membiarkan Siwon berkerja di tempat kenalan Jiyong selama enam bulan. Hanya sampai Seunghyun merasa dirinya mampu menaungi Siwon dan memberinya pekerjaan di tempat usahanya. Seunghyun ingin sekali Siwon mengikuti rencananya tersebut karena dia yakin tindakannya dapat membantu pria yang sudah dianggapnya adik itu.

“Maksud hyung?”

“Kita bicara nanti. Sekarang kau ikut aku dulu. Aku akan kenalkan kau dengan istriku Jiyong.” Sontak pengakuan Seunghyun tadi mengejutkan Siwon kembali. Ini ketiga kalinya Seunghyun membuatnya kaget dengan kejutan-kejutannya. Pertama, Seunghyun menjemputnya. Kedua, Seunghyun sudah memiliki usaha sendiri. Dan ketiga, Seunghyun sudah menikah? Siwon sedikit mengerutkan keningnya walau senyum itu masih menghiasi wajah tampannya.

“Kau sudah menikah dengannya hyung?” tanya Siwon memastikan berita gembira itu benar adanya. Dan anggukan mantap Seunghyun menjawab pertanyaannya itu.

“Tentu saja. Memangnya aku mau melepaskan dia begitu saja. Wanita yang sudah memasukkan aku ke penjara selama bertahun-tahun itu perlu mendapat ganjaran yang setimpal.” Canda Seunghyun yang mengundang tawa pertama dari bibir Siwon.

“Kau ini hyung. Yang benar saja. Kekanak-kanakan sekali.” Goda Siwon sembari melepaskan rangkulan lengan Seunghyun dan berjalan lebih cepat, meninggalkan Seunghyun yang terpaku bingung ditempatnya. Sampai dia sadar bahwa Siwon baru saja menggodanya.

“Apa? Hei! Kau bilang apa tadi? Hei!! Jangan kabur kau! Dasar berandalan kecil! Hei! Siwon-ah!!”

.

.

.

“Jadi namamu Siwon?” tanya Yunho sekali lagi walau dia sudah mendengarnya sebanyak tiga kali. Siwon mengangguk sebagai jawabannya.

“Apa kau bersedia bekerja di kantorku sebagai office boy? Dengan wajahmu aku yakin kau bisa mendapatkan pekerjaan yang lain.” Ujar Yunho masih tidak bisa menerima pria yang terlihat tampan dan gagah ini mau bekerja sebagai office boy di kantornya. Walau penampilan Siwon terlihat biasa saja, namun wajahnya itu bisa membuatnya cepat mendapatkan uang.

“Saya tidak berpengalaman tuan.” Jawab Siwon seadanya. Dia tidak mau terlalu basa-basi dengan calon atasannya. Bagi Siwon, jika orang berwibawa didepannya ini tidak berkenan dengannya, maka Siwon mengerti dan akan mundur dari tawaran ini. Akan tetapi, pikiran Siwon meleset karena detik berikutnya, Yunho tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya untuk Siwon jabat. Siwon sedikit ragu untuk menyambutnya namun dengan gestur dari Seunghyun yang seolah mengatakan untuk tidak perlu khawatir, Siwon akhirnya menjabat tangan itu.

“Kalau begitu, selamat bergabung Choi Siwon. Kau bisa mulai besok.” Sahut Yunho tegas.

“Terima kasih tuan.” Jawab Siwon singkat. Seunghyun dan Jiyong terlihat senang begitu pun Jaejoong. Tampaknya Siwon bisa memulai lembaran baru hidupnya dan menata kembali pecahan-pecahan masa depan yang sempat hancur walau dia harus memulainya dari bawah.

“Hyung! Aku sudah selesai, kita bisa pula… Eh? Ada Jiyong noona?” suara Changmin membuat semua orang menatap ke arahnya. Namun hanya satu orang yang menatap ke belakang Changmin. Lebih tepatnya menatap ke arah wanita yang sangat dikenalnya.

Pandangan lurus itu tentu tidak akan terlewatkan oleh wanita tersebut. Dia menatap balik pandangan itu dan kedua mata bulatnya terbelalak sempurna. Wanita itu, Kyuhyun, tidak bisa mempercayai pengelihatannya saat ini.

Apakah benar yang berdiri di belakang Seunghyun itu adalah kakak tirinya Siwon?

Apakah benar dia, pria yang selalu dicintainya?

Apakah…

Siwon berjalan perlahan ke arah Kyuhyun tanpa disadari oleh kelima orang lainnya. Changmin, Yunho, Seunghyun, Jiyong, dan Jaejoong terlalu larut dalam percakapan mereka sampai tidak melihat Siwon yang sudah berdiri di hadapan Kyuhyun.

Kedua kakak beradik tidak sedarah itu saling menatap satu sama lain. Bola mata coklat itu berkaca-kaca, siap menumpahkan airmatanya. Sedangkan bola mata hitam itu hanya datar menatap wajah cantik yang selalu memenuhi pikirannya.

Terus menatap seperti itu sampai…

Siwon menurunkan tubuhnya, berjongkok di depan Kyuhyun. Kedua tangan itu mengambil tali sepatu Kyuhyun yang terlepas dan mulai mengikatnya secara perlahan.

Satu sepatu, Kyuhyun menggigit bibirnya. Menahan keinginannya untuk memeluk kakaknya tersebut, melingkarkan kedua lengannya di leher jenjang itu, membelai rambut belakang pria yang sudah mengorbankan segalanya demi Kyuhyun.

Dua sepatu, airmata Kyuhyun meluncur satu, dua, tiga dan seterusnya. Kyuhyun berusaha menghapus bulir demi bulir airmata itu namun mereka berkehendak lain. Mereka terus saja menghiraukan perintah Kyuhyun untuk tidak turun. Airmata itu sebagai limpahan rasa bersalah, penyesalalan, rasa pedih, gundah, terluka, semua perasaan yang dia rasakan kepada Siwon. Termasuk rasa cinta.

Cintanya yang tidak akan pernah padam untuk Siwon.

Tangan Kyuhyun bergetar hebat. Tangan itu seolah memiliki mata karena dia terus mengarah ke kepala bermahkotakan rambut hitam. Begitu dekat, jari Kyuhyun menyentuh ujung rambut hitam itu dan sentuhan kecil itu sudah membawa kerinduan yang mendalam bagi Kyuhyun.

Merasa tidak puas, merasa egois, Kyuhyun membelai rambut hitam itu dengan lembut. Hanya sentuhan tipis namun membuat si empunya rambut menutup kedua matanya, menghentikan sejenak pekerjaannya mengikat tali sepatu wanita yang menjadi ratu dihatinya.

Siwon menguatkan hatinya yang sudah rapuh. Dia tidak bisa mengharapkan apapun dari Kyuhyun lagi. Dengan kemantapan hati, Siwon membukan kedua matanya dan menyelesaikan mengikat tali sepatu Kyuhyun.

Dua ikatan tali sepatu selesai dikerjakan oleh Siwon, akan tetapi tindakan sederhana Siwon itu membuat satu hati hancur berantakan karena perasaan bersalah sekaligus cinta yang tak tahu harus berakhir seperti apa.

Siwon berdiri dan kembali menatap Kyuhyun dalam sebelum menutup kedua matanya dan melepaskan helaan nafas panjang. Siwon membuka kedua matanya dan menatap Kyuhyun sekali lagi sebelum tubuhnya dia mundurkan dan membungkuk hormat kepada Kyuhyun lalu berjalan ke belakang Seunghyun.

Kelima orang disana tidak ada yang tahu bahwa mereka baru saja melewatkan sebuah perpisahan tanpa kata dari sepasang insan manusia yang saling mencintai namun terpisah oleh keadaan.

.

.

.

On starry nights, always,

So much I miss you.

When tears silently fall,

I… You…

Your voice,

So much I miss you

Yesterday and today.

I… You…

You…

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Hi. I’m back! Again! With an update of I Miss You (づ ̄ ³ ̄)づ Nao lagi lumayan semangat nih amamzing readers. Jadi bagi yang nungguin Exceptional… Drum please… Akan segera tayang yah… Semoga masih ada yang baca karena Nao lagi ngetik lanjutannya \_~(˘▾˘~)

Tapi sekali lagi, Nao lagi haus belaian (‾▿‾”) eh salah dink… Lagi haus komentar. Please, please…

Nao paham lagi pada lesu wondad wamil yah… Tapi kita haru terus cumungud kayak semboyan Nao diakhir FF Nao. Keep Calm and Ship Wonkyu. Jadi sebagai penyemangat Nao, komen yah amazing readers. Tumben loh Nao mohon-mohon minta komen kayak gini ¬o( ̄- ̄メ)

Anyway… Typos, gaje, dan hal-hal mistik lainnya adalah tanggung jawab Nao jadi Nao cuma bisa bilang gomen m(_ _)m

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements