Tags

, , , , , ,

Title : I’m Not A Mafia’s Boyfriend 3

Pairing/Charas : WonKyu, KrisHo, YunJae, GTop, more to come

Genre : Romance, A Bit Humor (I Think), M for Mature and Cursing Language

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : My own interpretation and imagination after wathing several action movie

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, AU, OOC, Mention several OC’s

Summary : Not all mafias all men because there’s a new fish in town and she is the evil itself.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

Seunghyun melirik ke arah Siwon dan mata tajamnya menangkap sosok Kyuhyun. Pemuda berwajah dingin itu mengangkat sebelah alisnya, terperangah karena Kyuhyun berada di tempat itu namun diam saja membiarkan cecunguk-cecunguk kurang kerjaan ini berulah di wilayah mereka. Seunghyun mengalihkan perhatiannya dari Kyuhyun yang ternyata mendelikan matanya ke arah Seunghyun. Dia tahu arti pandangan Kyuhyun itu.

Diam atau aku habisi kau.

Sehebat-hebatnya Seunghyun, dia bukan tandingan Kyuhyun. Dia masih mencintai nyawanya sendiri sehingga dia akan mengikuti permainan Kyuhyun untuk saat ini.

“Hei! Kalian!” seru Seunghyun cukup keras membuat Siwon tersentak kaget.

“Y-ya?”

“Pergilah.” Usir Seunghyun sebelum dia tak kuasa ingin membongkar semua permainan Kyuhyun.

“B-baik. Ayo Kyuhyun-ssi.” Ajak Siwon tak mau membuang waktu untuk berlama-lama di situasi yang berbahaya itu. Tanpa meminta ijin Kyuhyun, Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dan menariknya pergi. Siwon terlalu fokus untuk pergi sejauh-jauhnya sehingga tidak melihat raut wajah puas Kyuhyun. Senyum manis terkembang di wjaah cantiknya tersebut.

Kyuhyun membiarkan Siwon membawanya kemana pun. Kapan lagi Kyuhyun bisa menikmati sentuhan lembut Siwon jika bukan dalam keadaan seperti sekarang. Kyuhyun mengikuti langkah lebar Siwon namun sebelumnya, Kyuhyun sempat menoleh dan memberikan tanda menggunakan ibu jarinya. Dia mengarahkan ibu jarinya itu ke ujung lehernya dan menariknya membuat garis memanjang sampai ujung leher yang lain lalu menunjuk ke arah orang-orang yang menyerangnya tadi.

Seunghyun yang mengetahui arti gesture itu langsung menyeringai senang. Dia memiliki mainan baru lagi dan kali ini Kyuhyun mengijinkannya untuk bermain sendiri.

.

.

.

“YAH!!! Jawab aku sekarang Wu Yifan-ssi! Apa kau telah berbuat sesuatu terhadap Heesun?” pertanyaan bernada marah itu yang pertama kali Kyuhyun dengar dari bibir Siwon begitu orang di sambungan telepon seberang sana menjawab.

Tidak ada hello, hai atau yoboseyo.

Kyuhyun mendekati Siwon dan menajamkan telinganya agar bisa mendengar jawaban dari Yifan atau Kris, orang yang dihubungi oleh Siwon. Namun sayang, suaranya begitu kecil sehingga Kyuhyun sama sekali tak bisa mendengar jawaban dari Kris. Padahal Kyuhyun penasaran juga dengan apa yang telah diperbuat oleh pemimpin triad itu.

“Apa maksudmu hanya iseng? Kris! Memotong tiga jari seseorang itu bukan sebuah keisengan! Kau bisa mendapatkan masalah karenanya!” marah Siwon sekaligus cemas dengan tindakan serampangan dari Kris. Walau Siwon tahu Kris adalah seorang mafia dari Cina namun bukan berarti pemuda itu bisa seenaknya di Korea. Siwon takut jika perbuatan Kris sekarang akan menyebabkan perang antara mafia karena Heesun sendiri adalah anak seorang mafia.

Siwon memang mencemaskan pemuda yang sudah dianggapnya adik tersebut. Anak sahabat sang ayah itu adalah satu-satunya teman Siwon ketika dia berkunjung ke Cina bersama kedua orang tuanya. Waktu itu, Siwon dan kedua orang tuanya sama sekali tidak mengetahui jika keluarga Wu adalah bagian dari mafia. Baik tuan Wu dan Kris begitu lihai menyimpan rahasia mereka atau, memang keluarga Choi yang terlalu polos untuk melihat bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dari keluarga pemimpin triad paling ditakuti tersebut.

Ketika Siwon dan Kris bertemu kembali, Kris tidak ingin membohongi Siwon lagi sehingga dia mengatakan bahwa dia telah bergabung dengan mafia Cina meski Kris tidak mengemukakan fakta bahwa dia adalah pemimpinnya saat ini. Kris tidak ingin Siwon membenci dirinya karena dia tahu betapa bencinya Siwon terhadap mafia, terutama pimpinan mafia.

Kris beralasan bahwa dia bergabung karena dirinya tidak punya pilihan. Kris begitu terdesak oleh keadaan sampai dia harus memilih jalan hitam itu. Kris juga menyampaikan bahwa dia hanya memiliki sedikit kekuasaan untuk menyembunyikan sikap taat anak buahnya yang selalu mengikutinya tersebut sehingga Siwon tak perlu cemas jika kepalanya hilang karena perang antar pimpinan mafia.

Mengapa Siwon begitu membenci mafia, terutama pimpinannya?

Alasannya karena kedua orang tua Siwon nyaris tewas karena tembakan membabi buta yang tertuju kepada seorang pemimpin mafia lainnya. Beruntung, keduanya bisa selamat meski harus dirawat beberapa hari di rumah sakit karena luka tembak di bahu dan kaki keduanya oleh peluru nyasar. Saat itu Siwon merasa pemimpin mafia hanya menyebabkan malapetaka untuk warga umum karena mereka akan selalu diincar oleh pimpinan mafia lainnya dalam perang perebutan kekuasaan. Dan itu membuatnya muak dan marah. Dalam benak Siwon, mengapa mafia-mafia tersebut bisa berbuat seenaknya, membahayakan keselamatan orang lain dan menghilangkan nyawa orang lain tanpa merasa bersalah.

Maka, saat Kris mengatakan bahwa dia termasuk dalam mafia Cina, Siwon sempat kecewa dan tidak mau menemui dan berbicara dengan Kris. Hanya saja, hati kecil Siwon berteriak. Dia terlalu baik hati untuk menghiraukan sahabat terbaiknya sehingga dengan berat hati Siwon menerima kenyataan bahwa Kris bagian dari sesuatu yang sangat dia benci.

Oleh karena itu, Kris harus hati-hati dengan statusnya saat ini. Bayangkan saja jika Siwon tahu dia adalah satu dari profesi yang dibenci Siwon, maka malapetaka yang akan terjadi kepada keduanya.

Kris sendiri, yang tidak ingin menambah ketidaknyamanan dan kekhawatiran Siwon, memilih untuk tetap low profile dan bersikap layaknya mahasiswa dan orang lain pada umumnya. Kris sudah memberikan janjinya kepada Siwon.

Lalu…

Lalu datanglah Heesun, si pembuat onar.

Dan si pembuat onar itu membuat Kris melupakan semua akal sehatnya dan memaksanya untuk melakukan tindakan pembalasan atas apa yang sudah dilakukan oleh Heesun. Kris tidak akan memaafkan siapa pun yang mengganggu bahkan menyakiti satu-satunya orang yang dianggapnya sebagai keluarga.

“YAH!! KRIS!! JANGAN TUTUP TELEPONNYA! YAH!!!” teriak Siwon semakin marah karena Kris dengan seenaknya menutup sambungan telepon dengan Siwon.

“Aish! Anak itu! Awas saja jika aku bertemu dengannya!” geram Siwon lagi sambil memasukkan ponselnya ke dalam sakunya dengan kasar sebelum kembali menggerutu dan berjanji akan membuat Kris menyesal karena telah menghiraukannya seperti tadi.

Siwon benar-benar melupakan keberadaan Kyuhyun yang sedari tadi memandangi Siwon dengan teperangah sekaligus geli. Dalam benak Kyuhyun, Siwon terlihat benar-benar menggemaskan dengan amarah dan kekesalannya terhadap Kris. Ditambah dengan betapa naifnya pikiran Siwon tentang mafia.

Memotong tiga jari itu adalah hukuman yang ringan Siwonnie. Kalau aku, sudah aku cincang mayatnya dan aku jadikan makanan hiu. Kau manis sekali masih mencemaskan orang yang menghajarmu. Batin Kyuhyun sedikit ‘aneh’ untuk ukuran wanita cantik sepertinya. Namun menjadi seorang mafia sadis, pemikiran itu mungkin termasuk pemikiran yang wajar.

Kyuhyun yang semakin terpesona dengan kepolosan atau lebih bisa dikatakan keoonan seorang Choi Siwon, memandangi dengan tatapan berbunga-bunga kepada pangeran tampannya itu. Jangan salah, Kyuhyun sering melihat wajah tampan karena dia selalu dikelilingi oleh pria-pria yang menarik dan menawan. Namun hanya Siwon yang mampu mengetarkan hatinya yang sedingin es dan sekeras besi.

Hanya Siwon yang mampu membuat Kyuhyun merasakan indahnya menjadi seorang wanita.

He’s so delicious, I could eat him. That’s body. Damn! I could strip him and f*** him right now!

Atau mungkin lebih tepatnya membuat jiwa mesum Kyuhyun bangkit.

“Kyuhyun-ssi.” Panggilan Siwon langsung menyadarkan Kyuhyun dari pikiran mesumnya untuk xxx dan yyy dengan Siwon. Wanita mafia kejam itu langsung memasang senyum manisnya

“Ya Siwon-ssi? Maafkan tadi aku tidak mendengarmu.” Ucap Kyuhyun begitu manis sehingga jika Seunghyun mendengarnya mungkin dia akan menjatuhkan rahangnya saking terkejutnya.

“Apa kau baik-baik saja? Maafkan aku baru menanyakan keadaanmu. Pasti tadi kau takut sekali. Aku baru saja memarahi sumber masalah kita tadi. Semoga, kedepannya tidak akan ada lagi kejadian seperti ini.” Jelas Siwon panjang lebar, meminta maaf dan terlihat begitu mengkhawatirkan Kyuhyun. Wanita yang sebenarnya iblis berwajah malaikat itu semakin gemas dengan sikap Siwon yang baik hati. Ingin sekali Kyuhyun mencubit pipi dan hidung mancung Siwon saking gemasnya.

Pemuda ini benar-benar menarik. Dia begitu baik. Aku bisa tahu dia membenci mafia tapi dia justru berteman dengan salah satunya. Meski aku yakin dia tidak tahu kenyataan jika Kris adalah salah satu mafia terkejam yang pernah ada. Kau harus jadi milikku Choi Siwon. Ah! Bukan. Kau memang milikku. Tidak ada yang boleh memilikimu selain aku. Tidak boleh. Batin Kyuhyun memutuskan sepihak.

“Aku baik-baik saja Siwon-ssi. Terima kasih telah melindungiku tadi.” Ujar Kyuhyun dan langsung mengambil kesempatan dengan memeluk Siwon. Kyuhyun memeluk Siwon erat, meletakan dagunya di bahu Siwon membuatnya sedikit berjinjit sebelum memberikan kecupan kecil di pipi Siwon.

Pemuda berlesung pipi itu tentu saja kaget bukan main. Siwon tidak pernah menemukan gadis yang begitu berani seperti Kyuhyun, terlebih lagi mengecup pipinya seperti tadi. Akan tetapi belum sempat Siwon bertanya mengapa Kyuhyun bersikap demikian, Siwon harus menelan ucapannya begitu dia melihat ada beberapa orang yang auranya seperti para mafia yang dirinya dan Kyuhyun temui tadi.

Kening Siwon berkerut cemas sekaligus kesal. Dalam benaknya, mengapa hari ini dia sesial sekarang, bertemu komplotan preman menyandang nama mafia dua kali.

Dengan cepat dirinya menarik lengan Kyuhyun dan membawa tubuhnya berlindung dipunggung Siwon, sama seperti ketika mereka bertemu anak buah Heesun. Sedangkan Kyuhyun, yang sedari tadi sudah mengetahui keberadaan cecunguk-cecunguk sial yang mengganggu momennya dengan Siwon sudah siap untuk menghajar mereka. Kyuhyun hanya menunggu kesempatan Siwon bertindak ala super hero terhadapnya agar dirinya bisa.

Bruk!

Memukul tenguk Siwon dan membuat pemuda itu tidak sadarkan diri.

“SEUNGHYUN!!!” teriak Kyuhyun lantang setelah memastikan Siwon pingsan. Tangan kanan Kyuhyun tersebut langsung muncul di belakang Kyuhyun seperti ninja.

“Ya boss?” tanya Seunghyun basa-basi. Dia sudah tahu apa yang diinginkan oleh pemimpinnya tersebut.

“Bawa Siwon pergi dari sini. Antarkan dia ke rumah sakit.” Titah Kyuhyun yang hanya ditanggapi dengan gumaman tak jelas Seunghyun.

Seunghyun menjentikan dua jarinya dan seketika itu juga datang tiga orang anak buah Seunghyun. Ketiganya mengangkat tubuh Siwon dan membawanya pergi. Namun sebelum ketiganya jauh, suara dingin dan menakutkan milik Kyuhyun memberi peringatan kecil untuk mereka bertiga.

“Hei! Bawa hati-hati! Aku tidak mau dia terluka sedikit pun. Jika aku menemukan satu lecet saja, kalian mati!” ancam Kyuhyun.

“Baik boss!” teriak ketiganya. Mereka takut tapi sudah biasa dengan tabiat pimpinan mereka. Begitu Kyuhyun yakin mereka bertiga akan membawa Siwon ke tempat yang aman, Kyuhyun mengalihkan perhatiannya kepada Seunghyun kembali.

“Kau pergilah. Biar aku yang membereskan mereka.” Perintah Kyuhyun lagi. Mendengar perintah tersebut, Seunghyun terlihat tidak setuju namun dia lebih tahu untuk tidak membantah boss mafia cantik itu. Dengan sekali isyarat tangan, sebagian anak buah mereka yang berjaga, keluar dari persembunyian dan membiarkan boss mereka mengatasi orang-orang dari kelompok mafia lain itu. Sebagian lagi hanya berdiri menunggu perintah Kyuhyun.

Boss.” Panggil Seunghyun sebelum pergi. Kyuhyun tidak memanglingkan pandangannya dari segerombolan orang dengan berbagai senjata tajam yang berdiri beberapa ratus meter darinya, tapi dia mendengar panggilan Seunghyun.

“Apa?”

“Kau mau pakai apa?” tanya Seunghyun ambigu akan tetapi Kyuhyun mengerti maksud Seunghyun. Kyuhyun menoleh sambil menyeringai dan mengangkat kedua tangannya.

“Tubuhku pegal sekali oppa. Menjadi gadis baik-baik ternyata benar-benar melelahkan. Aku butuh melatih tubuhku.” Ujar Kyuhyun dengan nada manis dan memanggil Seunghyun dengan sebutan ‘oppa’. Seunghyun bukannya senang dipanggil ‘oppa’ oleh wanita yang memang lebih muda darinya itu, dia justru merinding. Kyuhyun tidak pernah memanggilnya oppa jika bukan dalam keadaan ingin menghajar orang sampai mati.

Dengan tangan kosong.

Tanpa senjata.

Dan Kyuhyun mampu melakukannya.

Tubuh wanita itu sudah merupakan senjata maut.

“Ah. Oke boss. Selamat bersenang-senang.” Balas Seunghyun dan langsung pergi dari tempat itu. Tapi sebelum benar-benar pergi, Seunghyun melihat ke belakangnya ke arah para orang yang akan segera bertemu sang pencipta itu.

Kalian bernasib sangat buruk hari ini. Semoga dosa kalian diampuni Tuhan. Amin. Doa Seunghyun lalu benar-benar meninggalkan Kyuhyun dengan mainan barunya.

Sementara itu Kyuhyun menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, berusaha melemaskan persendiannya dan merenggangkan otot-ototnya karena dia akan segera menggunakan otot-otot itu untuk menghajar banyak orang. Kyuhyun juga mengambil sarung tangan dan masker yang dia simpan di tasnya lalu memakainya. Setelahnya Kyuhyun mengikat rambut pirangnya ke atas. Semua itu dia lakukan karena Kyuhyun tidak mau meninggalkan jejak apapun.

“Kyuhyun! Ternyata kau bodoh sekali! Kau akan mati tanpa anak buahmu!” teriak salah seorang dari gerombolan itu. Mereka mulai melangkah dengan pasti karena merasa akan menang ketika mereka melihat anak buah Kyuhyun pergi begitu saja. Mereka tidak tahu atau terlalu percaya diri akan mampu menghabisi salah satu pernjahat sadis yang bisa menghabisi banyak orang hanya seorang diri.

“Katupkan bibirmu. Kau bau.”

“Huh? Ap…!”

Krek!!

Belum sempat orang yang berteriak tadi mengatakan sesuatu. Lehernya sudah dipatahkan oleh Kyuhyun. Semua orang yang ada disana terperangah dengan tumbangnya salah satu teman mereka hanya dalam hitungan detik. Terlebih lagi, Kyuhyun yang tadi masih jauh di depan kini sudah berad di hadapan mereka dengan seringai senang namun mengerikan.

Mereka memasang kuda-kuda mereka namun sayang…

Semua sudah terlambat karena Kyuhyun sudah terlarut dengan kesenangannya.

Mendengarkan teriakan kesakitan dan minta ampun dari korban-korbannya.

.

.

.

“Ugh! Kepalaku…” rintihan Siwon terdengar lirih kala dia mulai tersadar dari pingsannya. Pemuda itu mencoba bangkit dari ranjang sambil memegang tenguknya yang terasa sakit sampai menjalar ke kepala. Siwon mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha menyesuaikan retinanya dengan cahaya yang masuk menyelip diantara gorden ruangannya serba putih itu. Siwon mulai menyadari dimana dia berada sekarang.

“Rumah sakit…” gumamnya perlahan.

Siwon kembali mengusap tenguknya lalu berbaring kembali di ranjang rumah sakit. Dia sedikit bingung dengan bagaimana dia bisa berada di rumah sakit. Terakhir yang dia ingat dia sedang berada dalam situasi rumit dan berbahaya karena dikepung oleh beberapa mafia. Siwon juga masih ingat bahwa dia harus melindungi Kyuhyun dari mereka.

Kyuhyun?

Kyuhyun.

KYUHYUN!

Siwon langsung bangkit kembali dan bergegas turun dari ranjang itu. Dia harus menemukan Kyuhyun. Siwon panik karena dia tidak tahu bagaimana keadaan Kyuhyun saat ini. Apa yang akan dia perbuat jika sampai terjadi sesuatu kepada Kyuhyun?

Tidak. Itu tidak boleh terjadi.

Siwon sudah akan memutar kenop pintu ketika pintu tersebut tiba-tiba terbuka dari arah luar. Siwon terjengkang ke belakang karena terkejut, membuat bokongnya sakit.

“Argh! Sakit!” rintihnya sambil mengusap bokongnya.

“Siwon-ssi? Ya Tuhan! Apa kau baik-baik saja? Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau beristirahat di tempat tidur? Mengapa kau bangun?” berondongan pertanyaan dari Kyuhyun tidak serta merta dijawab oleh Siwon. Pemuda itu hanya bisa membelalakan kedua matanya melihat Kyuhyun yang masih utuh dan terlihat baik-baik saja. Jauh dari pikiran negatifnya bahwa gadis itu akan diperlakukan macam-macam oleh mafia-mafia berbahaya itu.

“Siwon-ssi?” panggilan Kyuhyun menyadarkan Siwon dan tanpa sadar, dia memeluk Kyuhyun. Hatinya begitu lega dan senang ternyata Kyuhyun tidak kekurangan satu hal pun.

“Kau baik-baik saja. Terima kasih Tuhan, kau baik-baik saja Kyuhyun-ssi.” Bisik Siwon sambil tersenyum kepada dirinya sendiri. Sementara Kyuhyun, mafia cantik itu sedikit kaget dengan pelukan tiba-tiba Siwon. Namun bibirnya melengkung indah membentuk sebuah senyuman dan bukan seringai seperti yang biasa dia lakukan. Kyuhyun tersenyum sambil memeluk balik Siwon. Hatinya tersentuh dengan sikap Siwon yang begitu mencemaskannya tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.

Kau pemuda yang menarik Siwonnie. Tidak banyak lelaki pemberani dan baik hati sepertimu. Ternyata instingku terhadap pria baik belum tumpul. Batin Kyuhyun memuji Siwon. Dengan pujian itu pula, Kyuhyun melepas pelukan Siwon. Meski tidak rela tetapi dia harus bisa meyakinkan Siwon bahwa dia baik-baik saja. Kyuhyun masih sedikit bersalah karena sudah memukul tenguk Siwon sampai pemuda itu pingsan. Jadi paling tidak dia harus membuat Siwon merasa lebih baik dengan melihatnya tidak terluka baik fisik maupun mental.

“Aku baik-baik saja Siwon-ssi.” Ucap Kyuhyun mencoba menenangkan Siwon. Kyuhyun pun segera membantu Siwon untuk berdiri dan menuntunnya kembali ke tempat tidur. Kyuhyun membantu Siwon merebahkan dirinya lagi kemudian menyelimutinya dengan selimut rumah sakit.

“Kepalaku sakit sekali.” Keluh Siwon masih merasakan sakit di kepala dan tenguknya. Kyuhyun memandangnya dengan tatapan tak enak.

Sorry babe. Aku penyebabnya. Batinnya miris namun dia tak mungkin mengatakan kebenarannya.

“Orang jahat itu memukul tengukmu saat kau berusaha melindungiku. Kau langsung pingsan tapi beruntung ada orang yang menyelamatkan kita berdua. Kau ingat lelaki yang menyelamatkan kita pertama kali? Kebetulan dia lewat lagi ditempat kita dikepung.” Karang Kyuhyun. Dia tidak memiliki cerita yang lebih masuk akal lagi selain memasukan Seunghyun sebagai penyelamat mereka. Bagi Kyuhyun, Siwon tidak perlu tahu siapa yang menghabisi para ikan teri dari kelompok yang menentang kelompok Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri tidak mengerti angin apa yang membuat salah satu musuhnya berani menyerang dia dan Siwon kemarin malam. Apa pengaruh dan kekuasaan Kyuhyun mulai menurun atau mereka yang terlalu bodoh dan mengira bisa membunuhnya karena dia sedang bersama orang biasa seperti Siwon.

Alasan yang mana pun, Kyuhyun akan pastikan semua musuhnya akan memahami jika mereka berusaha dengan siapa.

“Oh dia. Ah! Ya, aku ingat. Kita beruntung sekali. Aku bersyukur bahwa kita selamat Kyuhyun-ssi.” Lega Siwon dan tersenyum kepada Kyuhyun. Kyuhyun pun membalasnya dengan senyum manis yang sama sembari menepuk-nepuk tangan Siwon.

“Sekarang, beristirahatlah. Kata dokter, kau bisa pulang sore ini. Keluargamu sudah aku beritahu dan tenang saja, aku mengatakan jika kau ada urusan kampus sehingga harus menginap disalah satu rumah temanmu. Jadi kau tidak perlu khawatir.” Ujar Kyuhyun lagi. Kali ini dia mengatakan yang sebenarnya. Kyuhyun memang telah mengabarkan kepada kedua orang tua Siwon bahwa Siwon ada urusan di kampus sehingga tidak bisa pulang kemarin malam.

Meski kedua orang tua Siwon sedikit ragu dengan penjelasan Kyuhyun, namun dia berhasil meyakinkan keduanya. Terlebih lagi ketika Kyuhyun mengatakan bahwa dia teman dekat Siwon, orang tua Siwon khususnya ibunda Siwon terdengar begitu senang dan antusias.

Tampaknya Siwon tidak terlalu banyak memiliki teman wanita yang dikenalkan kepada keluarganya sehingga ketika Kyuhyun menghubungi keluarga Siwon, mereka begitu gembira. Bagi Kyuhyun, hal tersebut merupakan salah satu keuntungan buatnya. Akan lebih mudah mendapatkan Siwon jika dia bisa mengambil hati kedua orang tua Siwon.

“Terima kasih Kyuhyun-ssi.” Sahutan Siwon membuat Kyuhyun memperhatikan Siwon. Dengan senyum tulus Kyuhyun membelai tangan Siwon dan memintanya untuk kembali beristirahat.

“Tidurlah. Aku akan terus menemanimu.”

“Ah, tidak perlu Kyuhyun-ssi. Aku bisa sendirian.” Tolak Siwon, tidak mau semakin merepotkan Kyuhyun. Namun gelengan kepala Kyuhyun menandakan bahwa dia tidak menerima penolakan.

“Kau sudah menjagaku Siwon-ssi. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas jasamu. Biarkan aku menjagamu sebagai rasa terima kasihku.” Kilah Kyuhyun yang ditanggapi dengan anggukan kecil oleh Siwon.

“Hm… Baiklah. Sekali lagi terima kasih.” Sahut Siwon sebelum akhirnya kembali beristirahat. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Siwon sudah tertidur pulas. Kelelahan membuatnya mudah untuk menutup mata. Kyuhyun memandangi wajah tertidur Siwon dengan tatapan teduh. Dia ingin menyimpan wajah tampan pangeran tidur itu di ingatannya. Kyuhyun terus memandangi Siwon sampai satu suara memberi tahukan keberadaannya.

“Kyu.”

“Sudah eonnie temukan siapa pemimpin mereka?” nada suara Kyuhyun berubah drastis saat menanyakan pertanyaan itu kepada orang yang berada di belakang Kyuhyun. Jaejoong, orang tersebut, menatap rambut Kyuhyun sejenak sebelum menjawab dengan nada datar namun pasti.

“Menurut Suho, mereka bagian dari kelompok Hong.” Kyuhyun menghentikan usapannya di tangan Siwon setelah mendengar informasi dari Jaejoong tadi. Tangannya mengepal kuat, senyumannya berubah menjadi seringai dan tatapan teduhnya berubah menjadi tatapan sinis. Kyuhyun membalikan tubuhnya dan menatap Jaejoong yang tetap memasang wajah datarnya, sama sekali tidak merasa takut dengan tatapan Kyuhyun. Jaejoong justru melanjutkan memberitahu informasi yang dia dapat dari Suho.

“Tampaknya kelompok Hong dan Joo menganggap kau terlibat dengan masalah antara Heesun, Siwon dan Kris. Kelompok Joo ingin membalas dendam sedangkan kelompok Hong ingin menyerangmu dengan dalih bahwa kau telah berkhianat kepada mafia Korea dengan membela kelompok Kris.”

“Begitukah? Apa hanya kelompok Hong saja yang memiliki pemikiran konyol itu?” tanya Kyuhyun tidak percaya jika masih ada orang yang mempunyai pemikiran aneh seperti kelompok Hong.

Dia?

Berkhianat?

Yang benar saja.

“Tidak. Hampir semua kelompok kecil ingin menyerang kelompok kita dengan alasan yang sama. Mereka bahkan berniat akan menggabungkan kelompok mereka dan mencoba menggulingkan kekuasaan kita.” Jelas Jaejoong lagi yang membuat Kyuhyun terkekeh ketika mendengarnya.

“Oh… Coba saja kalau mereka sanggup. Apa mereka begitu bodoh atau ingin mengantarkan nyawa mereka kepadaku? Kelompok besar saja akan berpikir seratus kali untuk melawanku sedangkan mereka bisa berpikir untuk menjatuhkanku! Sialan! Rupanya Hong yang memulai semua ini. Sepertinya tua bangka sahabat Joo Sangsoo itu memang sudah tidak menyayangi nyawanya.” Cibir Kyuhyun kesal. Kyuhyun kesal karena masalah ini lagi-lagi masih bersumber dari perseteruan antara Heesun dan Kris. Jika sudah membawa nama kelompok seperti ini berarti Kyuhyun harus mengatasinya dengan cepat.

“Apa yang akan kau lakukan Kyu?” tanya Jaejoong yang sebenarnya sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Kyuhyun. Jaejoong bahkan sudah mempersiapkan semuanya sebelum dia melaporkan hal ini kepada Kyuhyun. Hanya saja, dia membutuhkan perintah langsung dari pimpinannya tersebut.

“Seperti biasa saja eonnie.” Jawab Kyuhyun masih dengan seringai remehnya itu.

“Semuanya?” tanya Jaejoong lagi memastikan perintah Kyuhyun.

“Semuanya.” Jawab Kyuhyun pasti.

“Kau ingin kepolisian ikut terlibat?” tanya Jaejoong lagi. Sepertinya wanita berambut hitam legam itu tidak mau gegabah dalam tindakannya. Strateginya adalah untuk menguatkan kelompoknya dan bukan mengahancurkannya sehingga dia harus berhati-hati dalam mengeksekusi perintah Kyuhyun.

“Kelompok kecil seperti mereka tidak perlu campur tangan polisi eonnie. Kau cukup pastikan musang Jung satu itu tidak menggangguku.” Jawab Kyuhyun lagi dengan kerlingan nakal ke arah Jaejoong yang tampak memutar matanya malas.

“Haruskah aku bertemu dengannya Kyu?” rajuk Jaejoong malas dan sedikit manja kepada Kyuhyun. Jaejoong tidak mau berurusan dengan orang yang disebut sebagai ‘musang Jung’ oleh Kyuhyun. Jaejoong tidak masalah berurusan dengan polisi asalkan bukan dia.

Kyuhyun terkikik geli melihat assassin cantiknya itu bertingkah manja. Jaejoong akan seperti itu jika sudah menyangkut orang yang dia sebut baru saja. Namun justru itu yang membuatnya, Seunghyun bahkan Suho menggoda Jaejoong. Mereka tahu jika kapten polisi muda itu menaruh hati kepada Jaejoong sementara Jaejoong sendiri malu-malu kucing seperti peliharaannya Jiji.

Lalu siapa ‘musang Jung’?

Biarlah menjadi rahasia dulu.

“Harus eonnie. Hanya kau yang sanggup menghadapi dia.” Goda Kyuhyun lagi, membuat Jaejoong mengembungkan pipinya lucu.

“Terserah.”

“Ya eonnie. Terserah.”

“Lalu, kau ingin peringatan seperti apa untuk kelompok lainnya?”

“Aku ingin peringatan keras eonnie. Aku ingin mereka tahu bahwa melawanku sama saja dengan mati.”

“Oke.”

“Lagipula.”

“Lagipula?”

“Mereka yang sudah berani menyentuh apa yang menjadi milikku harus menerima ganjaran yang setimpal. Eonnie tahu betapa aku membenci orang yang berani menyentuh milikku tanpa seizinku bukan?”

“Hm… Ternyata kau benar-benar menyukai pemuda itu ya. Wow! Bisa juga kau jatuh cinta Kyu. Baiklah. Karena aku juga tidak suka ada yang berani macam-macam dengan calon adik iparku, maka akan aku lakukan perintahmu… Boss.” goda Jaejoong balik saat dia memanggil Kyuhyun dengan sebutan Boss. Jaejoong sangat senang karena Kyuhyun ternyata bukan perempuan es seperti yang dia takutkan.

Jaejoong kemudian pamit dan segera meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Kyuhyun dan Siwon berdua. Kyuhyun menoleh ke arah Siwon yang masih tertidur. Melihatnya damai seperti itu membuat Kyuhyun merasa senang dan timbul sebuah keinginan untuk…

Cup.

Mencium bibir Siwon.

“Kau milikku Siwonnie dan siapa pun tidak ada yang bisa mengambilmu dariku. Siapa pun.” Bisik Kyuhyun sebelum kembali mencuri ciuman dari Siwon sampai dia puas. Sampai Siwon terjaga karena ciumannya.

Kau milikku.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : KYA!!! Lagi kesemsem berat sama Dominant!Kyu & Posesif!Kyu. Lagi bosen sama posesif!Won ┌(“˘o˘)┐ Kayaknya daddy yang sekarang need some love gitu dari kyukyu (づ ̄ ³ ̄)づ

Nao itu suka cerita2 yakuza in love jadi jangan heran kalau banyak cerita yakuza di WP Nao. Dan kalo soal yakuza lebih seru kalo kyu2 yang jadi mafianya (‾▿‾”)

Baiklah, Nao ga akan ngalor kidul lagi. Silahkan meninggalkan jejak jika berkenan. Nao akan semakin semangat jika masih ada yang nungguin FF buatan Nao.

Gomen untuk typo dan kegajean FF ini m(_ _)m Nao sangat malas untuk review ulang tulisan Nao sendiri #lagigamautanggungjawab

Yah amazing readers udah biasa lah yak… ¬o( ̄- ̄メ)

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements