Tags

, , ,

Poster - Sakura Nagashi

( 。・_・。)人(。・_・。 )

Title : Sakura Nagashi 2

Pairing / Charas : WonKyu, Minho, Suho

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Utada Hikaru and Sakura Nagashi are belong to herself and her label. Poster by Choi So Yeon

Inspired : Sakura Nagashi by Utada Hikaru

Warning : Un-betaed, Angst, AU, OC, Family, Romance, Drama, GS, M for Language Used

Summary : Everybody finds love, in the end.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“A-appa…” Minho tidak tahu harus berkata apalagi agar Siwon mengerti bahwa dia tidak ingin melihat ayahnya terus menderita. Siwon seolah tidak mengerti jika Minho merasa sakit dan terus merasa bersalah melihat Siwon membuang hidupnya hanya untuk dirinya.

“Sudahlah. Jangan bicarakan ini lagi. Ayo makan Minho-ya. Appa sudah bawakan makanan dari rumah keluarga Cho. Para koki berlebihan membuat makan malamnya sehingga appa diberi sedikit.” Ajak Siwon agar Minho mau makan bersamanya. Siwon membantu Minho untuk bisa bersandar pada kepala ranjang dan setelah dia rasa Minho nyama, Siwon kembali menyiapkan makan malam mereka.

Minho akhirnya hanya bisa tersenyum kaku dan menerima suapan demi suapan dari Siwon. Namun dalam hatinya Minho ingin berteriak, menangisi ketidak adilan yang terjadi pada keluarga mereka.

Minho hanya mampu berandai jika saja dia memiliki tubuh yang sehat.

Andai dia tidak memiliki penyakit berbahaya ini.

Andai dia cukup kuat maka dia bisa melindungi Siwon.

Menjadi sandaran Siwon.

Karena dibalik sikap kuat Siwon, dibalik senyumnya yang tegar, dibalik itu semua, Minho tahu betapa kejamnya dunia terhadap sang appa. Betapa dunia tidak memihaknya.

Minho mengalirkan bulir airmatanya karena dia sedih. Dia sedih mengapa sang ayah harus menderita seperti ini?

Tidak adakah kebahagiaan yang bisa kau berikan kepada appaku Tuhan? Tidak adakah?

.

.

.

Dua orang perempuan. Yang satu dikatakan sebagai wanita dan yang satunya dikatakan sebagai gadis. Keduanya memiliki hubungan darah namun untuk saat ini hubungan darah itu seolah-olah tidak memiliki andil sama sekali untuk mendekatkan hati mereka berdua yang entah kapan menjauh.

Cho Kyuhyun dan Cho Joonmyeon.

Keduanya terlihat tegang dan saling memandang sinis.

Keduanya merasa menjadi yang paling benar dalam pertengkaran mereka. Tidak ada yang mau mengalah karena kedua perempuan bermarga Cho tersebut memiliki alasan mereka sendiri untuk kukuh pada pendirian mereka.

Ketegangan mereka terputus dengan helaan nafas kasar dari Kyuhyun. Wanita itu mengeluarkan sebuah map coklat tertutup. Dengan kasar, dia menyodorkan map itu kepada Joonmyeon yang terlihat bingung tapi tidak mau berkata apapun. Gengsinya untuk tidak mau kalah membuat Joonmyeon tidak mau memulai apapun dengan sang bunda.

“Kau masih tidak mau meminta maaf kepada Siwon ahjussi?” tanya Kyuhyun kesal. Wanita itu memang sangat kesal dengan Joonmyeon yang selalu berbuat seenaknya terhadap Siwon. Kyuhyun marah kepada Joonmyeon namun…

Namun wanita itu lebih marah kepada dirinya sendiri karena terlalu lama menyimpan rahasia dirinya dan Siwon. Kyuhyun marah dan amarahnya itu semakin meluap tatkala melihat putri tersayangnya memperlakukan orang yang begitu berarti untuk Kyuhyun dengan semena-mena.

Kyuhyun tak tahan lagi. Dia tak sanggup menanggung rahasia ini lagi. Semua orang harus tahu. Semua harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua harus tahu bahwa…

“Siwon ahjussi itu bukan orang lain untuk keluarga kita Joonmyeon.”

Bibir Kyuhyun terlihat bergetar menahan tangis saat dia mengatakan hal tersebut. Kenyataan pahit di keluarga kecilnya. Tetapi dia tidak akan menangis di depan Joonmyeon. Dia harus kuat agar dia bisa mengatakan kebenaran dari kisah keluarga mereka.

Kyuhyun memanglingkan wajahnya sejenak dan menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan. Kyuhyun lalu menyodorkan sebuah kotak kecil ke arah Joonmyeon. Kotak yang sedari tadi menarik perhatian Joonmyeon karena itu adalah kotak yang sama dengan kotak di kamar sang bunda. Kotak usang termakan usia namun begitu berharga sehingga membuat Kyuhyun marah besar jika Joonmyeon kepergok ingin melihat isinya. Dan kotak itu kini ada di hadapan Joonmyeon, diberikan langsung oleh sang bunda.

Ada apa dengan kotak itu? Apa sebenarnya rahasia yang selalu disimpan umma? Tanya Joonmyeon dalam hatinya. Pikirannya terus mencoba mencari jawaban atas pertanyaannya tersebut, namun Joonmyeon tidak perlu bersusah payah karena Kyuhyun sudah mendahuluinya.

“Bukalah.” Ucap Kyuhyun mulai melembut kepada Joonmyeon. Rasa kesalnya memudar ketika dia melihat kotak tersebut. Begitu banyak kenangan dari kotak yang menyimpan semua bukti keberadaan orang yang begitu dicintai oleh Kyuhyun.

Joonmyeon ragu untuk membuka kotak itu namun rasa penasarannya tidak bisa dia tampik. Dengan perlahan Joonmyeon meraih kotak itu dan membukanya. Di dalam kotak itu, ada tumpukan surat dan foto. Joonmyeon mengambil beberapa dari surat dan sebuah foto yang menggelitik rasa ingin tahunya.

Kedua bola mata Joonmyeon membulat seketika saat memandang objek di dalam foto itu. Bola mata indahnya langsung menatap sang bunda, menuntutnya untuk menjawab maksud dari foto tersebut.

“Umma.” Sahut Joonmyeon tatkala Kyuhyun hanya diam dan tersenyum pilu menanggapi tatapan menuntut Joonmyeon.

“Umma!” tegas Joonmyeon lagi. Kyuhyun masih saja membisu, seolah-olahnya mulutnya dijahit benang kasat mata, mencegahnya mengungkapkan semua kebenaran.

“Umma! Kenapa Siwon ahjussi ada di foto ini? Kenapa Siwon ahjussi ada di foto bersama kita? Lalu siapa bayi yang ada di pangkuan umma? UMMA!!” teriak Joonmyeon histeris. Dirinya tak sanggup lagi menerima keheningan dari Kyuhyun. Hatinya berteriak pedih. Joonmyeon bisa menduga apa maksud dibalik foto itu namun dia ingin kepastian dari dugaannya terucap dari bibir Kyuhyun.

“Joonmyeon-ah… Siwon ahjussi…”

.

.

.

Cho Joonmyeon terus melihat kertas di dalam genggamannya dengan seksama. Dia membaca lagi satu per satu kata yang tertera di kertas itu dan seketika hatinya didera rasa bersalah yang sangat dalam. Isakan demi isakan keluar dari bibirnya dan bulir-bulir kristal itu mengalir dengan deras membasahi pipinya.

Mengapa kenyataan pahit selalu terungkap terakhir?

Mengapa semua orang tua selalu menyimpan rahasia kepada anak mereka, berdalih ingin melindungi mereka walau pada akhirnya hanya menyakiti hati anak-anak mereka?

Mengapa?

Isakan Joonmyeon semakin keras, dia menangis keras.

Joonmyeon berharap tangisannya bisa menghapus semua kesalahannya selama ini kepada sosok yang selalu dia dambakan meski Joonmyeon terus berkilah tidak dengan mengatakan bahwa dia membenci ayah kandungnya.

Tidak, Joonmyeon tidak membenci ayah kandungnya.

Semua ucapan dan hasutan kakek neneknya dulu tidak bisa membuatnya membenci sang ayah. Joonmyeon hanya kecewa mengapa sang ayah pergi. Mengapa dia meninggalkan ibu dan dirinya.

Dan kini, ketika dia tahu siapa ayahnya, yang Joonmyeon rasakan adalah…

Joonmyeon terus menangis. Dia berharap tangisannya bisa mengikis rasa bersalah yang terus menerus menumpuk karena perbuatan jahatnya kepada sosok tersebut. Joonmyeon meremas kuat kertas di tangannya dan hanya dua kata yang terucap dari bibir itu di sela isak tangis Joonmyeon.

“A-appa… M-maaf…”

.

.

.

Pria tinggi itu terlihat duduk melamun di sebuah bangku yang disediakan di sepanjang koridor oleh pihak rumah sakit. Tatapannya lurus ke depan, ke sebuah taman kecil tak jauh dari tempatnya duduk. Pria itu menatap indahnya taman itu sebelum pandangannya teralih ke selembar kertas berisikan hasil pemeriksaan laboratorium.

Pria itu hanya tersenyum sedih kala dia membaca hasil laboratorium tersebut.

Selalu seperti ini.

Hidupnya selalu diterpa badai seperti ini.

Tidak adakah setitik kebahagiaan untuknya dan orang-orang yang dia cintai?

Tidakkah Tuhan terlalu kejam kepadanya?

Pria itu sontak menggelengkan kepalanya kuat-kuat, membuang pikiran sesat yang sempat singgah di otaknya.

Dia tidak ingin menyalahkan Tuhan atas nasibnya. Tuhan memiliki rencananya sendiri dan dia harus bisa menghadapi apapun rencana Tuhan terhadapnya.

Sekali lagi pria itu melihat hasil tesnya dan pikirannya melayang kepada pembicaraannya dengan dokter yang menangani kasusnya.

“Anda perlu dioperasi.” Ucap seorang dokter dengan raut wajahnya yang terlihat menyesal telah mengatakan kebenaran yang mau tak mau harus dia sampaikan kepada pasiennya. Meski dia mengetahui bahwa berita itu tentulah beban berat bagi si penerima.

Orang itu, orang yang menerima berita yang bagi sebagian orang adalah momok terburuk mereka, justru menanggapi dengan sangat tenang dan tersenyum.

“Jika saya tidak mau melakukannya?” tanyanya balik yang membuat sang dokter tercengang dengan kata-katanya.

“Anda bisa meninggal.” Sahutnya pasti. Padahal kematian berada ditangan-Nya dan bukan ditangan sang dokter tetapi mendengar pasiennya dengan gamblang mengatakan bahwa dia menolak untuk dioperasi membuat sang dokter melupakan kenyataan tersebut.

“…”

“Siwon-ssi, satu peluru itu masih bersarang di kepala anda. Suatu mukjizat bahwa anda bisa bertahan hidup selama ini. Jadi saya harap anda segera melakukan operasi pengangkatan peluru yang saya sarankan kepada anda.” Saran dokter itu. Dia berharap pasiennya mau berubah pikiran dan melakukan operasi tersebut demi kelangsungan hidupnya. Namun jawaban orang itu, Siwon, kembali membuatnya tercengang.

“Saya tidak bisa dokter.” Jawab Siwon pasti tanpa ada keraguan dan jawaban itu membuat sang dokter frustasi dan berseru.

“Siwon-ssi!”

“Dokter, operasi itu pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit bukan? Putra saya saat ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatannya. Jadi saya lebih mementingkan putra saya. Mohon dokter berikan saja saya obat penghilang rasa sakit di kepala saya.” Pinta Siwon dengan sangat. Siwon bukannya tidak tahu risiko apa yang akan menimpanya jika dia tidak melakukan operasi tersebut. Namun dengan kondiri keuangannya yang tidak bagus, Siwon tak mungkin mengeluarkan biaya lebih untuk operasi. Siwon masih memiliki seorang putra yang lebih membutuhkan uang untuk bisa bertahan hidup.

“Tetapi Siwon-ssi…”

“Saya mohon dokter… Saya mohon…” sela Siwon dengan tatapan memohon kepada sang dokter. Dia tidak bisa memikirkan hal lain selain putranya saat ini. Tidak bisa.

Tidak bisa.

Siwon tidak bisa mendahulukan kepentingannya di atas kepentingan Minho.

Dengan senyum terakhir, Siwon melihat kertas laboratorium itu dan memasukkannya ke dalam saku celananya. Siwon pun berdiri dan berjalan keluar dari rumah sakit tesebut. Siwon sudah siap jika memang sudah waktunya dia pergi. Tetapi sebelum itu terjadi, dia akan memastikan kepastian kelangsungan hidup Minho.

Appa akan berusaha agar kau tetap hidup sayang. Appa akan lakukan apapun untukmu. Apapun. Janji Siwon kepada dirinya sendiri. Janji yang selalu ditepati oleh Choi Siwon.

.

.

.

Kring-kring.

Siwon baru saja akan naik ke bus ketika ponselnya berbunyi. Dia mengurungkan niatnya untuk pulang dan menjawab panggilan telepon itu karena panggilan itu dari dokter di rumah sakit yang menangani pengobatan Minho.

“Yoboseyo.”

“Siwon-ssi. Maaf mengganggu waktu anda.” Ucap dokter di seberang sambungan telepon tersebut. Siwon bisa menangkap nada ganjil dari dokter tersebut namun Siwon berusaha tidak terlalu memikirkannya.

“Tidak, anda tidak mengganggu saya dokter. Apa ada sesuatu terjadi dengan Minho? Saya baru saja akan ke sana untuk menjemput Minho.” Tanya Siwon cemas. Kecemasannya itu beralasan karena sangat jarang sang dokter menghubunginya jika tidak terjadi sesuatu terhadap Minho. Dan kali ini, kecemasannya terbukti karena,

“Maafkan kami Siwon-ssi, tapi Minho-ssi…”

“Kenapa dengan Minho dokter?”

“Minho-ssi tidak sanggup mengatasi rasa sakit dalam kemoterapinya hari ini sehingga dia beberapa kali tidak sadarkan diri. Kami tidak bisa melanjutkan pengobatannya sehingga kami sarankan agar Minho-ssi dirawat terlebih dahulu sampai kondisinya stabil.”

“Be-begitukah… B-baik dokter. Sa-saya se-serahkan kepada dokter.”

“Tapi Siwon-ssi…”

“Ya dokter?”

“Kita harus segera mencari donor ginjal dan sumsum tulang belakang untuk Minho-ssi.”

“Saya sedang mencarinya dokter. Saya mohon dokter tidak menyerah terhadap Minho.”

“Saya akan berusaha sekuat tenaga saya Siwon-ssi, tapi kita sedang melawan waktu. Minho-ssi harus mendapatkan donornya pada bulan ini karena kondisinya terus menurun. Terlebih lagi…”

“Ada apa lagi dokter?”

“Terlebih lagi anda masih mempunyai isu dengan bagian keuangan kami. Kami tidak bisa menempatkan Minho pada prioritas utama jika anda belum melunasi pengobatan yang sebelumnya.

“Tidak dokter. Tidak. TIDAK!!! Saya mohon jangan keluarkan Minho dari daftar penerima donor! Minho tidak akan bisa selamat jika dia keluar dari daftar. Saya mohon dokter. DOKTER!!”

“Kami sangat menyesal Siwon-ssi. Kami harap anda mampu menyelesaikan semua permasalahan tersebut. Kami tunggu sampai akhir bulan ini. Semoga hari anda menyenangkan.”

Tutt-tutt…

Sambungan telepon itu terputus begitu saja seperti putusnya harapan Siwon. Tangannya bergetar dengan kuat sehingga menjatuhkan ponselnya ke lantai semen dari halte bus. Siwon tidak tahu lagi harus berbuat apa dengan berita yang baru saja dia dengar.

Minhonya. Minho, putra tersayangnya. Minhonya tidak bisa selamat jika dia tidak memiliki uang.

Lagi-lagi uang.

Siwon menutup matanya, tubuhnya tak sanggup lagi berdiri dan dengan sekuat tenaganya, pria itu berteriak kencang.

.

.

.

Triling-triling

Kaki seputih salju yang ditutupi sepatu wedges itu tampak berjalan memasuki sebuah cafe kecil. Joonmyeon, gadis itu, menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari seseorang yang bisa memberitahukannya perihal rahasia sang bunda. Mata hitamnya menangkap sosok wanita paruh baya yang sesuai dengan gambaran di foto yang Joonmyeon punya. Foto yang termasuk di dalam kotak pemberian Kyuhyun. Joonmyeon menyimpannya dalam sebuah map coklat agar mempermudah dirinya untuk membawa foto atau surat penting pemberian Kyuhyun.

Joonmyeon berjalan mendekati perempuan yang sedang menikmati tehnya tersebut. Sesampainya Joonmyeon di samping perempuan tersebut, dengan gugup Joonmyeon menegurnya.

“Permisi. Maaf mengganggu. Apakah anda nyonya Kim Sangin?” tanya Joonmyeon hati-hati. Perempuan itu lantas memanglingkan pandangangnya dari teh hangatnya dan menoleh ke arah Joonmyeon. Dia tersenyum teduh.

“Saya Kin Sangin. Nona adalah nona Cho Joonmyeon bukan? Silahkan duduk. Saya sudah menantikan kehadiran nona sejak nona menghubungi saya.” Jawab wanita bernama Kim Sangin itu. Joonmyeon pun mengangguk kecil menganggapi tawaran Sangin untuk duduk dengannya lalu sebelum menempatkan dirinya di hadapan wanita paruh baya tersebut.

“Nona Joonmyeon, apa yang akan saya sampaikan mungkin mengejutkan untuk nona, tapi saya minta nona bisa kuat dan tegar untuk menerimanya.”

Joonmyeon hanya bisa mengangguk pelan ketika seorang wanita lanjut usia yang diketahui Joonmyeon sebagai pengasuh ibunya dulu mengatakan hal tersebut. Joonmyeon tentu akan diam sampai dia mengetahui seluruh kebenaran dari semua masa lalu ibunya dan orang itu.

Orang yang selalu dia benci keberadaannya padahal orang itulah yang juga memiliki andil atas keberadaannya di dunia ini.

“Perlu nona Joonmyeon ketahui bahwa ibu nona dulu bukanlah sosok yang tampak seperti sekarang. Nona Kyuhyun bisa dikatakan sebagai gadis yang sangat sulit diatur dan semaunya sendiri. Dia selalu membuat masalah dan membuat tuan dan nyonya besar malu dengan ulahnya.” Jonnmyeon kembali mengangguk walaupun dia sedikit tidak percaya dengan penjelasannya wanita di depannya sekarang.

Ibunya, seorang jaksa dan pengusaha sukses, seseorang yang bisa diandalkan dan kuat, adalah pembuat onar?

Yang benar saja.

Namun Jonnmyeon sudah berjanji dia akan diam sampai wanita tersebut selesai bercerita. Dia harus membuktikan bahwa penyelidikannya atas orang itu benar adanya.

“Awal pertemuan nona Kyuhyun dan Siwon-ah tidak begitu baik. Mereka…”

.

.

.

Awal pertemuan Siwon dan Kyuhyun bukanlah awal pertemuan yang indah seperti layaknya pasangan kekasih. Awal pertemuan mereka justru dipenuhi caci maki Kyuhyun yang notabene adalah nona besar keluarga Cho terhadap salah satu penjaga keamanan rumah megah tersebut.

Choi Siwon, yatim piatu miskin yang hanya membawa gelar sekolah menengah pertamanya, mencoba mengadu nasib ke Seoul dan mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga keamanan.

Nasib pula lah yang membawanya ke keluarga Cho.

Walau Siwon senang bisa bekerja dengan gaji yang lebih dari cukup untuk seseorang seperti dirinya, ditambah dengan situasi kerja yang kekeluargaan, akan tetapi Siwon tidak pernah bisa mengerti mengapa keluarga majikannya begitu pongah dan senang sekali merendahkan orang lain. Dia lelah menghitung sudah keberapa kali dirinya menerima cercaan baik dari tuan dan nyonya pemilik rumah maupun dari putri semata wayang mereka, Cho Kyuhyun. Terutama Cho Kyuhyun. Gadis muda itu selalu merendahkan Siwon dan terus saja membuatnya susah.

Siwon tidak paham dimana letak kesalahannya sampai Kyuhyun selalu memarahi dan mengerjainya dengan berbagai cara termasuk dengan memberikan begitu banyak pekerjaan yang sebenarnya bukan merupakan tugas Siwon.

Kyuhyun pun sebenarnya tidak mengerti mengapa dia begitu sebal jika melihat Siwon. Pandangannya tidak pernah bisa lepas dari Siwon dan itu membuatnya merasa terganggu. Dia benci karena Siwon selalu saja memenuhi pikirannya meski Kyuhyun tidak mau memikirkan pemuda itu. Karena itu, demi melampiaskan kekesalannya, Kyuhyun terus mengganggu Siwon. Berusaha membuat Siwon mengundurkan diri dari pekerjaannya sehingga Kyuhyun bisa terbebas dari Siwon.

Hanya saja, Siwon tidak akan mengundurkan diri karena dia membutuhkan pekerjaannya. Siwon bisa hidup menggelandang jika dia berhenti. Demi alasan itulah, Siwon bertahan dengan semua ulah dan tingkah buruk Kyuhyun.

Dan hubungan nona majikan dan pekerja ini terus berlangsung. Tanpa mereka sadari keduanya terus berhubungan dan memiliki keterikatan tersendiri.

Sampai hari itu.

Hari yang membuat keduanya mau tak mau memiliki hubungan yang tidak terputus.

Hari ketika Kyuhyun menyerahkan kesuciannya kepada Siwon, meski pemuda itu tidak mau.

Kyuhyun yang merupakan gadis nakal kurang kasih sayang, memang suka bertingkah binal dan seenaknya. Tingkahnya itu dia bawa ke rumah saat dia mabuk berat sehabis berpesta dengan teman-temannya. Siwon yang sedang mendapat jadwal untuk jaga di depan pintu pagar, melihat nona besarnya datang sempoyongan ditemani oleh seorang pemuda yang terlihat mengambil kesempatan dari mabuknya Kyuhyun, spontan mendekati mereka dan segera mengusir sang pemuda. Siwon lalu berusaha membawa nona mudanya itu untuk masuk ke dalam rumah.

Dalam perjalanan ke kamar Kyuhyun, gadis itu merasa ingin muntah. Bermaksud baik ingin menolong Kyuhyun, Siwon membawanya ke kamar mandi lantai bawah agar Kyuhyun bisa muntah agar bisa merasa lebih baik.

Namun kebaikannya itu tidak berbuah manis. Kyuhyun yang mabuk dan sepertinya dalam pengaruh obat perangsang yang entah kapan dia minum, mulai menggoda Siwon dan memaksanya untuk bercinta dengan Kyuhyun. Siwon berusaha menolak, akan tetapi Kyuhyun memiliki seribu satu cara yang membuat Siwon terpaksa menyerah akan keinginan nona besarnya.

Kejadian itu akhirnya membuat Kyuhyun hamil diusianya yang kesembilan belas tahun. Siwon yang masih berusia tujuh belas tahun, tentu bingung dan ketakutan luar biasa. Dia tidak tahu harus berbuat apa dengan kondisinya saat ini. Bagaimana dia harus menopang Kyuhyun dan buah hati mereka di saat dirinya sendiri masih berjuang untuk bisa bertahan hidup.

Di satu sisi Siwon bahagia akan menjadi seorang ayah dari wanita yang disadarinya telah dia cintai sejak pertama kali bertemu. Ya, Siwon mencintai Kyuhyun. Meski terus mendapatkan perlakuan buruk darinya, Siwon tetap memendam rasa kepada nona besarnya itu.

Meskipun demikian, kebahagiaan itu tidak bisa menang dari ketakutan dan kebimbangan hati Siwon. Dia bingung dan takut dengan reaksi keluarga Kyuhyun dan tentunya reaksi Kyuhyun sendiri.

Apa yang akan mereka lakukan dengan janin di kandungan Kyuhyun?

Apa Kyuhyun akan menerimanya?

Apa keluarga Cho akan menerimanya?

Entahlah.

Yang pasti, Siwon akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi buah hatinya.

Pemikiran buruk datang silih berganti di benak Siwon dan salah satunya terbukti dengan Kyuhyun yang ingin menggugurkan darah dagingnya sendiri. Akan tetapi, beruntung bagi Siwon, keinginan itu ditentang oleh kedua orang tuanya Kyuhyun.

Kedua orang tua Kyuhyun menentang keinginan putri mereka bukan karena mereka merasa iba atau mereka merasa bertanggung jawab sebagai orang tua dan calon kakek nenek untuk calon bayi Kyuhyun.

Tidak.

Mereka justru sangat malu dengan aib ini dan jika bisa, mereka ingin segera menyingkirkan janin tersebut bersama dengan Siwon. Akan tetapi wasiat dari kakek Cho membuat mereka merasa mendapat kesempatan bagus.

Wasiat itu menyatakan bahwa Kyuhyun harus menikah sebelum usianya dua puluh lima tahun dan memiliki keturunan atau semua harta akan diserahkan kepada paman Kyuhyun yang merupakan anak hasil selingkuhan sang kakek.

Ayah Kyuhyun sudah mengetahui rencana sang adik yang ingin mengusai seluruh harta keluarga Cho dengan menikahkan putrinya. Hanya saja, sang putri sampai sekarang belum dikaruniai momongan sehingga wasiat itu tidak berlaku untuknya sementara waktu ini.

Sekarang, Kyuhyun hamil. Itu membuat otak kedua orang tua Kyuhyun bekerja dengan licik. Mereka akan menikahkan Kyuhyun dengan Siwon agar mereka memiliki bukti bahwa Kyuhyun sudah menikah secara sah. Mereka tidak peduli dengan status Siwon karena mereka akan mengarang cerita dan menyembunyikan pernikahan mereka berdua sampai Kyuhyun melahirkan.

Upacara pernikahan pun dilangsungkan walau sang pengantin wanita merasa dipaksa. Dia tidak setuju karena dia masih membenci Siwon dan menganggap pemuda yang lebih muda dua tahun darinya tersebut sedang mengambil keuntungan dari masalah ini. Padahal Kyuhyun sendiri yang menjerumuskan dirinya dalam masalah pelik tersebut.

Setelah pernikahan, bahkan setelah Minho dan Joonmyeon lahir, sikap Kyuhyun tak kunjung berubah. Sikapnya justru semakin buruk terhadap Siwon. Kyuhyun bersikap tak acuh dengan kedua bayi kembarnya. Kyuhyun tak mau menyentuh keduanya apalagi untuk mengurus keperluan si kembar sehingga Siwon mengambil semua tugas Kyuhyun. Dia seorang diri mengurus Minho dan Joonmyeon karena jelas tidak ada satu orang pun dari keluarga sang istri yang mau membantunya. Hanya beberapa asisten rumah tangga di rumah besar itu yang mau berbesar hati membantu Siwon menangani si kembar.

Meskipun sedih dengan sikap Kyuhyun terhadapnya dan si kembar, Siwon tetap mencintai Kyuhyun. Dia berharap suatu saat Kyuhyun bisa membuka hatinya. Paling tidak untuk si kembar karena dia adalah ibu kandung keduanya. Hanya saja, lagi-lagi Siwon harus menelan pil pahit kehidupan. Baru tiga bulan usia si kembar, kedua orang tua Kyuhyun meminta Siwon untuk menceraikan Kyuhyun. Mereka sudah memiliki cerita yang sesuai untuk menutupi aib keluarga mereka. Dan hal itu termasuk dengan perceraikan Siwon dan Kyuhyun. Mereka sudah membuat cerita agar hubungan antara Choi Siwon dan Cho Kyuhyun tetap sebagai hubungan pekerja dan pemberi kerja.

Tidak lebih.

Awalnya Siwon menolak, sangat menolak karena dia mencintai Kyuhyun dan ingin terus bersamanya. Namun desakan dan ancaman dari kedua mertuanya bahwa jika Siwon menolak maka dia tidak bisa lagi bertemu dengan buah hatinya, membuat Siwon terpaksa menuruti keinginan jahat itu. Terlebih lagi Siwon tak mampu berjuang jika Kyuhyun pun setuju bahkan senang dengan keinginan kedua orang tuanya.

Mereka pun bercerai ketika si kembar berumur lima bulan.

Setelah perceraian mereka, Siwon masih tinggal di kediaman keluarga Cho. Dia pun kembali ke pekerjaan awalnya walau sekarang dia memiliki satu pekerjaan lagi yaitu mengurusi dan membesarkan si kembar. Untuk hal itu Siwon berterima kasih kepada keluarga Cho yang ternyata menepati janji mereka untuk membiarkan Siwon bersama dengan anak-anaknya. Meski kenyataannya, mereka membiarkan Siwon untuk tetap bisa tinggal di rumah itu karena mereka dan Kyuhyun tidak mau berurusan dengan kedua bayi lucu tersebut.

Siwon berjuang sendirian selama 3 tahun lamanya. Berusaha menyelesaikan pendidikannya agar dia bisa lebih diandalkan dan membuat bangga kedua anaknya, bekerja sambil membesarkan keduanya dengan penuh kasih sayang sebagai ayah dan juga ibu, serta mempertahankan perasaannya kepada Kyuhyun agar tidak berubah.

Siwon mencintai Kyuhyun.

Dia tidak mengerti alasannya karena selama Siwon mengenal Kyuhyun, tidak pernah satu kali pun nonanya itu berbuat baik kepadanya. Tetapi, cinta tidak mengenal apapun. Sekali terjerumus jeratnya, sulit untuk melepaskan diri. Itulah yang terjadi pada Siwon. Dia tak bisa lepas dari pesona seorang Cho Kyuhyun. Siwon tahu seumur hidupnya dia akan terus mencintai gadis itu tanpa bisa berpaling darinya. Meskipun dia tahu cintanya tidak akan pernah berbalas.

Lalu, apakah benar yang ada dalam pikiran Siwon?

Tidak ada yang tahu kecuali Kyuhyun sendiri.

Sejak bercerai, Kyuhyun kembali ke kehidupannya yang lama. Berpesta, berbuat onar disana-sini, tidak memikirkan masa depannya sendiri.

Sama seperti sebelum dia hamil dan melahirkan si kembar.

Sama.

Sama persis dengan dirinya yang tak bisa mengenyahkan bayang-bayang Siwon.

Kyuhyun masih merasakan perasaan aneh jika menatap Siwon. Terlebih lagi sekarang ketika dia melihat bagaimana bahagianya Siwon saat bersama dengan si kembar. Bagaimana Siwon begitu telaten dalam mengurus dua orang bayi. Bagaimana wajah tampan Siwon terlihat teduh dan damai ketika menatap wajah tertidur si kembar. Bagaimana senyum manis itu selalu terukir ketika Siwon bertatapan dengannya.

Kyuhyun mulai memikirkan segalanya.

Dirinya, Siwon, kedua buah hatinya yang bahkan belum pernah dia gendong.

Apakah dia akan terus seperti ini?

Bertingkah liar seolah-olah tidak ada yang perlu dia pikirkan?

Berbuat seenaknya tanpa takut akan konsekuensinya?

Tidak melakukan apapun untuk membuktikan bahwa dia punya arti?

Arti untuk dirinya sendiri, untuk orang lain, untuk mereka yang dia kasihi.

Mereka yang dia kasihi?

Siapa?

Begitu pertanyaan itu muncul, bayangan Siwon dan si kembar terbersit di benak Kyuhyun.

Mereka yang dia kasihi.

Mereka yang dia kasihi.

Tanpa sadar airmata Kyuhyun mengalir. Dan semakin lama semakin deras. Dia menangis dengan keras sembari meminta maaf.

Entah untuk siapa maaf itu Kyuhyun tujukan.

Sehari setelahnya, sikap Kyuhyun berangsur berubah ke arah yang lebih baik, terutama kepada Siwon. Kyuhyun mulai mendekati Siwon dan dari apa yang dilihatnya tentang sifat dan perbuatan Siwon, membuat Kyuhyun sekali lagi mempertanyakan dirinya sendiri.

Dia seorang ibu, namun dia tidak tahu bagaimana caranya mengganti popok.

Dia pernah menjadi seorang istri, tapi dia tidak tahu bagaimana menyiapkan sarapan untuk sang suami.

Dia seorang wanita, tapi dia tidak tahu bagaimana memperlakukan dirinya sendiri agar tidak dipandang remeh oleh pria.

Berdekatan dengan Siwon, membuat Kyuhyun sadar bahwa selama ini, dia sudah merendahkan dirinya sendiri. Dia sudah mempermalukan dirinya sendiri dan tidak menyadari bahwa dia istimewa dimata Siwon dan mungkin untuk kedua anaknya.

Kyuhyun terus mencari jawaban dari semua pertanyaan yang muncul setelah dia mengenal Siwon lebih dekat. Terus mencari sampai setahun kemudian Kyuhyun mendekati Siwon dan tiba-tiba memeluknya dengan erat. Kyuhyun menangis sejadi-jadinya di pelukan Siwon, meminta maaf dan berjanji akan menjadi seseorang yang lebih baik untuk Siwon, untuk anak mereka dan untuknya sendiri. Siwon tersenyum dan memeluk balik Kyuhyun, bersyukur bahwa Kyuhyun dibukakan pintu hatinya dan berniat untuk memperbaiki hidupnya.

Setahun kemudian, baik Kyuhyun maupun Siwon memulai kehidupan mereka meski tanpa ikatan apapun. Kedua orang tua Kyuhyun tentu tidak akan menyetujui Kyuhyun menikah kembali dengan Siwon jadi mereka berdua harus memendam perasaan mereka dan memilih untuk bersama hanya untuk kedua buah hati mereka.

Sampai…

Sampai Minho mulai sakit-sakitan.

Siwon dan Kyuhyun terlihat panik, namun tidak dengan kedua orang tua Kyuhyun. Mereka seperti mendapat ide untuk memisahkan Siwon dan Kyuhyun. Ditambah lagi, mereka kini mampu memilih siapa yang akan menjadi penerus keluarga karena tidak mungkin menjadikan dua orang sebagai penerus.

Kedua orang tua Kyuhyun akhirnya menyuruh Siwon untuk pergi dan membawa Minho ikut serta bersamanya. Mereka menjanjikan akan memberikan Siwon rumah dan membiayai kehidupan mereka serta pengobatan Minho. Baik Siwon dan Kyuhyun tidak bisa berbuat apapun. Kedua orang tua Kyuhyun begitu berkuasa sehingga mereka mau tidak mau menyetujui keinginan keduanya.

Siwon pun pergi bersama dengan Minho ke rumah yang sudah dijanjikan. Namun sesampainya Siwon di rumah itu, ternyata rumah tersebut sudah ada yang menempati. Siwon dan Minho telah dibohongi oleh kedua orang tua Kyuhyun.

Siwon memutuskan untuk kembali ke rumah Kyuhyun namun yang dia temukan hanyalah pelayan rumah yang sibuk menutupi semua perabotan rumah karena ditinggalkan oleh pemiliknya untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Semua keluarga Cho mendadak memutuskan pergi dan pindah ke luar negeri.

Siwon kebingungan. Siwon marah. Siwon takut. Siwon tak tahu harus berbuat apa. Namun, mengingat dia memiliki Minho yang membutuhkan dirinya, Siwon akhirnya bangkit dan berusaha demi Minho. Dia pernah berjuang untuk si kembar maka dia akan kembali berjuang untuk Minho.

Berbekal pendidikan yang dia punya, Siwon lalu memutuskan untuk melamar di sebuah kantor detektif swasta. Beruntung kantor tempatnya melamar sedang membutuhkan seorang detektif tambahan dan dia pun diterima.

Siwon berkerja dengan sangat baik selama 6 tahun. Semua kasus yang ditanganinya bisa dia pecahkan dan membuatnya mendapatkan banyak klien. Kehidupannya dengan Minho benar-benar menyenangkan meski keduanya terus berusaha mencari donor yang cocok untuk Minho. Walau sulit, keduanya tetap berpikir positif dan berusaha untuk bisa menatap masa depan. Semuanya karena keduanya saling menyayangi satu sama lain.

Sampai satu kejadian yang membuat Siwon harus mengundurkan diri dari tempatnya bekerja.

Siwon terkena tembakan di kepalanya oleh seorang penjahat keji dan kritis selama beberapa bulan sampai sebuah keajaiban membuatnya tersadar. Siwon berhasil melalui masa kritisnya walau…

Walau kini Siwon harus hidup dengan satu peluru yang masih bersarang dikepalanya dan peluru itu membuatnya sulit untuk bekerja kembali di kantor detektif swasta. Siwon tidak bisa kembali bekerja seperti sebelumnya karena dia terus dilanda sakit kepala yang terus datang dan pergi.

Akhirnya dia memutuskan keluar dan mencari pekerjaan lain walau hanya paruh waktu. Biaya pengobatan Minho menjadi lebih berat karena pekerjaannya tidak memberikan banyak uang. Apalagi Siwon harus membayar hutangnya kepada salah seorang rekan kerjanya yang merawat Minho selama dia koma di rumah sakit.

Kehidupan Siwon semakin sulit dan membuatnya tertekan. Tetapi Siwon terus berusaha dan bekerja dengan keras meski di saat-saat tertantu Siwon merasa tak sanggup lagi untuk bertahan. Siwon hampir depresi jika tidak mengingat bagaimana nantinya nasib Minho jika dia pergi.

Berjuang dan berjuang. Hal itulah yang Siwon lakukan sampai tiga tahun kemudian, Siwon tak sengaja bertemu lagi dengan Kyuhyun.

Kyuhyun begitu bahagia bertemu dengan Siwon lagi dan segera saja dia meminta Siwon untuk kembali bersamanya. Kyuhyun mengatakan tidak ada lagi yang bisa mengganggu mereka sekarang karena kedua orang tuanya telah meninggal lima tahun lalu karena kecelakaan.

Awalnya Siwon pun begitu ingin bersatu dengan Kyuhyun. Dia begitu bahagia karena setelah sekian lamanya, Kyuhyun masih ingin bersamanya. Terlebih lagi Siwon akan segera bertemu dengan Joonmyeon. Tanpa berpikir dua kali Siwon pun setuju dengan tawaran Kyuhyun dan ikut pergi ke rumah Kyuhyun.

Begitu dia sampai di rumah Kyuhyun dan bertemu dengan Joonmyeon, Siwon mengharapkan pelukan dan kecupan dari Joonmyeon, namun semua harapan Siwon harus pupus dengan sikap Joonmyeon yang langsung antipati begitu melihatnya. Harapan itu semakin hilang di telan bumi kala Siwon tidak sengaja mendengar Joonmyeon mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan seorang ayah. Bagi Joonmyeon seorang ayah hanya akan membuang waktunya dan waktu ibunya. Ditambah lagi Joonmyeon memang membenci ayah kandungnya karena meninggalkan dia dengan sang bunda.

Rupanya, Joonmyeon sudah diracuni pikirannya oleh kakek dan nenek semasa keduanya masih hidup. Kyuhyun sendiri tidak tahu Joonmyeon berpikir demikian karena dia sibuk dengan pekerjaannya dan Joonmyeon sendiri terlihat baik-baik saja.

Mendengar Joonmyeon berkata demikian, Siwon memikirkan kembali keputusannya untuk bersanding dengan Kyuhyun. Akan sulit dan menyakitkan hati jika dia memaksakan kehendaknya. Untuk itu, Siwon menolak tawaran Kyuhyun untuk menyatukan cinta mereka dan lebih memilih menjadi orang asing untuk putrinya sendiri.

.

.

.

“…mereka masih begitu?”

Joonmyeon terlalu terlarut dengan perasaannya sendiri sehingga dia tidak mendengarkan pertanyaan wanita dihadapannya sama sekali. Dia tidak bisa memperhatikan apapun kecuali tentang rasa bersalahnya yang semakin besar terhadap Siwon.

“Nona Joonmyeon?” panggil wanita itu lagi, berusaha membuat Joonmyeon memperhatikannya namun nihil. Joonmyeon tetap terpaku dengan kedua tangannya sendiri yang dia remas dengan kuat.

Wanita paruh baya itu akhirnya berhenti memanggil Joonmyeon. Apalagi ketika dia melihat Joonmyeon yang mulai menitikan airmatanya. Wanita hanya bisa menyaksikan Joonmyeon yang menangis tersedu-sedu sampai akhirnya tidak kuasa menangis keras walaupun Joonmyeon masih sempat menutup mulutnya dengan punggung tangannya agar isakan tangisnya tidak terdengar oleh orang lain.

Hanya saja, suara tangis Joonmyeon yang menyayat hati tidak akan bisa dihiraukan begitu saja. Tangisan Joonmyeon yang begitu memilukan membuat semua orang menoleh, bertanya-tanya apa yang sedang terjadi sekaligus merasa iba dengan gadis yang terlihat sedih itu.

Mereka hanya bisa bertanya-tanya karena Joonmyeon terus saja menangis sampai dia sesengukan. Mereka hanya bisa merasa iba tanpa bisa menghibur Joonmyeon karena apapun bentuk hiburan atau kata penenang, Joonmyeon tidak akan pernah bisa dihibur dengan cara apapun.

Rasa bersalah itu terlalu besar.

Rasa penyesalan itu terlalu dalam.

Joonmyeon telah berdosa kepada orang yang selalu menyayanginya.

Dia berdosa.

“A-appa… M-maaf… Hiks… M-maafkan Joonie… Hiks… Ma-maaf…”

.

.

.

I can’t believe we’ll never meet again.
I haven’t told you anything yet. 

No matter how frightening it is, I won’t look away
if there is love at the end of everything.

Everybody finds love
In the end

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Hi All… Nao’s back. Huehehe… Nao kembali dengan elaborate of ‘Sakura Nagashi’ FF yang Nao ikutkan dalam Kontes di WKC.

Tapi sebelum Nao ngalor kidul gaje, Nao mau mengucapkan,

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H

Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Muup atas semua kesalahan Nao baik yang sengaja maupun ga ya amazing readers.

Memulai bulan Juli ini, Nao baru akan post ini dulu. Maklum Mood Nao masih naik turun. Jika moodnya bagus, moga-moga bisa lanjut yang laen lagi. Yang ini juga karena Nao lagi senang karena ucapan2 selamat ultah dari wonderful people, so this is a small gratitude from me \(´▽`)/

As usual, typos, gaje, dan hal-hal mistik lainnya adalah tanggung jawab Nao jadi Nao cuma bisa bilang gomen m(_ _)m

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and peace all

^^n4oK0^^

Advertisements