Tags

, , ,

Title : Then There’s You

Pairing : Wonkyu, GTop

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Charlie Puth and his label company

Inspired : Then There’s You by Charlie Puth

Warning : Un-betaed, Typos, GS, OOC, AU

Summary : There’s beautiful and then there’s you

( 。・_・。)(。・_・。 )

Siwon membuka matanya perlahan, menyipit karena terangnya sinar matahari di pagi hari yang indah itu. Matanya terbuka walau keningnya berkerut karena tidak suka dengan sinar yang mengenai retina matanya. Siwon menggunakan kedua telunjuk tangannya untuk mengusap kedua matanya sebelum benar-benar melihat pemandangan di luar jendela kelas.

Pagi itu adalah hari pertama setelah ‘Golden Week’. Liburan kurang lebih satu minggu itu dirasa Siwon terlalu sedikit. Siwon menginginkan untuk bisa liburan selamanya dari sekolah.

“Mengapa liburan begitu cepat berlalu?” keluh Siwon sambil merebahkan lagi kepalanya di atas kedua tangannya yang tersilang. Siwon terus memandang ke arah luar jendela kelasnya di lantai 3 sampai mata tajamnya menangkap sosok pemuda tinggi, sang sahabat, yang berjalan riang bersama kekasihnya.

“Cih, bisa-bisanya dia seriang itu di saat sahabatnya sedang sendirian seperti ini.” Gerutu Siwon lagi. Nampaknya pemuda tinggi satu itu sedang mengalami masa puber dan dipenuhi oleh emosi negatif. Mungkin karena saat ini Siwon baru saja patah hati setelah putus dengan kekasihnya sejak keduanya masih di kelas satu.

Siwon menegakkan kepala walau dengan dagu yang masih tertumpu di kedua punggung tangannya. Pemuda berlesung pipi itu meniup poni dari rambut acak-acakannya, sebelum menghela nafas panjang. Sampai detik ini, Siwon masih tak mengerti mengapa Tiffany, mantan kekasih Siwon, memutuskan hubungan mereka hanya karena Siwon bukanlah pemuda seperti bayangan Tiffany.

Apa salahnya jika dia sedikit nakal? Mengganggu orang lain sesekali bukanlah kejahatan. Lagipula apa yang dia dan sahabatnya lakukan hanya keusilan kecil yang membuat semua orang tertawa. Bahkan korban mereka pun ikut tertawa.

Apa salahnya jika nilai-nilainya bukanlah nilai straight A’s? Yang penting dia lulus dan nilainya berada di tengah-tengah. Siwon juga bukanlah siswa yang terancam dikeluarkan karena hal kecil seperti nilai jelek.

Apa salahnya jika dia tidak sekeren Nickhun, sang pangeran sekolah, yang selalu trendy dengan pakaian bermerek miliknya. Siwon bukan Nickhun yang memang anak pengusaha kaya dari Thailand itu. Siwon hanya pemuda biasa dari orang tua yang juga orang biasa.

Apa salahnya jika dia hanya pemuda biasa?

Tentu saja bukan salahnya. Tapi bagi Tiffany, ketampanan wajahnya tidak sejalan dengan keinginan Tiffany yang menginginkan seorang pemuda sempurna.

“Argh! Dia membuatku kesal saja!” gusar Siwon dan langsung berdiri dan berjalan cepat meninggalkan kelas. Padahal dalam lima menit lagi bel pelajaran pertama akan berbunyi. Namun Siwon seolah tidak peduli dan terus berjalan menyusuri koridor untuk siswa kelas tiga.

Siwon berjalan cepat ke atap sekolah berniat menenangkan dirinya disana. Tidak dihiraukan sama sekali panggilan sang sahabat yang tak sengaja berpapasan dengannya di tepi tangga ketika Siwon mulai menaiki tangga ke atap. Siwon terus menaiki satu demi satu anak tangga sampai dia mendapati dirinya sudah berada di depan pintu atap sekolah.

Dengan percaya diri, Siwon menggenggam kenop pintu tersebut dan memutarnya berkali-kali. Akan tetapi pintu itu tidak mau terbuka. Siwon terus berusaha sampai dia melihat tanda tertempel di pintu tersebut dengan tulisan ‘Pintu Dalam Perbaikan’.

“Aish! Sial! Yang benar saja! Sejak kapan tanda itu ada disana?” umpat Siwon kesal. Sebenarnya tanda itu sudah ada disana sejak tadi, tapi karena diselubungi kemarahan, Siwon tidak menyadarinya sama sekali.

Semakin kesal karena keinginannya tidak terpenuhi, ditambah dia mendengar bel pelajaran pertama sudah berbunyi yang berarti,

“Aku terlambat!” teriak Siwon semakin kesal. Merasa percuma berdiam diri ditempat tersebut, Siwon bergegas kembali ke kelasnya. Setengah berlari dan setengah berjalan cepat, Siwon menuruni tangga itu sambil sesekali mengumpat nasib sialnya pagi itu. Tapi selain mengumpat, Siwon juga berdoa semoga gurunya belum datang dan dia bisa masuk tanpa omelan. Benar-benar pemuda yang kontradiktif.

Jika lari tanpa beraturan dan didasari oleh kemarahan dan kepanikan, pasti ada hal buruk yang bisa menimpa siapa pun itu dan hal itulah yang terjadi kepada Siwon. Pemuda itu benar-benar sedang bernasib kurang baik karena di saat Siwon sedang terburu-buru, dia menabrak seseorang.

Dengan keras.

“AWW! Ah! Sakit!” rintih orang yang ditabrak Siwon dan dari suara merdunya meski dalam kesakitan, suara orang itu adalah suara seorang gadis.

Siwon yang juga terjatuh dan juga sedikit kesakitan, segera bangun dan menghampiri gadis yang dia tabrak. Siwon merasa tidak enak dengan gadis itu karena pasti tubuhnya kini sakit sekali. Siwon langsung mendekati gadis itu dan berjongkok di depan gadis yang sedang terduduk sambil memegangi bagian belakangnya. Siwon tidak bisa melihat wajah gadis tersebut karena tertutup oleh rambut panjang ikalnya yang terurai apalagi dia juga menundukan kepalanya.

“Maafkan aku! Aku tidak melihat kamu ada disana! Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Siwon sedikit panik karena dia ingin membantu gadis itu namun dia tidak mau kena tampar jika sembarangan menyentuhnya.

Gadis itu mengerang sekali lagi lalu menengadahkan kepalanya, ingin tahu siapa orang yang sudah membuatnya terjatuh dan sakit seperti ini.

Manik hitam bertemu dengan manik coklat madu.

Dan dunia berhenti saat itu juga.

.

.

.

“Hai. Nama saya Cho Kyuhyun. Saya pindahan dari Inggris tapi saya orang Korea. Semoga kita bisa berteman. Salam kenal semuanya.”

Akhir perkenalan dari gadis manis tersebut, Cho Kyuhyun, langsung disambut oleh sebagian siswa pria dengan siulan genit atau sorak-sorak kegembiraan karena kini ada lagi seorang gadis manis di kelas mereka. Sedangkan sebagian lainnya sudah merencanakan untuk meminta Kyuhyun menjadi kekasih dambaan.

Wajar saja jika para siswa di kelas Kyuhyun bersikap demikian, Kyuhyun memang manis. Cantik dan manis di saat yang bersamaan.

Kulit putihnya merona sehingga menambah kesan manis dan menawan pada dirinya. Bibirnya sewarna cherry itu merekah dengan baluran lip gloss tipis, cukup untuk melembabkan saja. Rambut panjang ikal sepunggungnya dikepang menyamping, menyisakan ikalan-ikalan lucu yang menyesuaikan alami dengan bentuk wajah Kyuhyun yang oval namun sedikit chubby di bagian pipi itu, membuat Kyuhyun terlihat menggemaskan. Terlebih lagi kedua mata bulatnya yang memancarkan keteduhan bagi siapa pun yang melihat.

Tiga kata untuk Kyuhyun,

Cantik dan mempesona.

“Cho-san, silahkan duduk di sebelah Choi-san. Choi Siwon! Angkat tanganmu!” seru guru wali kelas tersebut kepada Siwon yang ternyata memperhatikan Kyuhyun sejak tadi. Mendengar perintah sang guru, Siwon mengangkat tangannya, membuat Kyuhyun memanglingkan wajahnya dari guru wali kelas mereka dan menatap ke arah Siwon.

Begitu manik coklat madunya melihat Siwon, Kyuhyun sedikit menarik nafasnya. Dia terkejut karena bertemu lagi dengan pemuda yang menabraknya di koridor tadi. Akan tetapi keterkejutannya berubah menjadi kerutan tidak suka. Wajahnya cemberut dengan bibir yang mengerucut imut.

Kyuhyun melangkah perlahan ke tempat duduknya dan begitu dia tiba, Kyuhyun tidak langsung duduk melainkan berdiri di samping Siwon. Wajahnya menunjukan kekesalan sementara Siwon justru menatap Kyuhyun balik dengan senyum manis.

“Hai, aku Siwon. Salam kenal.” Sahut Siwon seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kyuhyun. Namun Kyuhyun tak menyambut uluran tangan itu. Dia justru menatap Siwon lekat lalu menepis tangan Siwon kemudian duduk di tempatnya.

Siwon tentu tidak percaya dengan tingkah kasar gadis yang ditemuinya tadi. Siwon bisa saja marah tapi siapa yang bisa marah terhadap wajah yang lucu itu. Wajah yang menekuk dalam dengan bibir yang mengerucut minta untuk di cium ditambah lagi kembungan pipi yang membuatnya seperti bakpao.

Siwon terkekeh geli.

Kyuhyun membuatnya tertarik. Begitu tertarik sehingga membuat Siwon melupakan patah hatinya.

.

.

.

“Kau gila Siwon, kau gila.” Tiga kata terucap dari bibir seorang Choi Seunghyun. Kata-kata yang seharusnya membuat Siwon kesal namun tidak jadi karena datarnya nada bicara Seunghyun. Siwon justru tersenyum jahil lalu membalas ucapan Seunghyun.

“Tidak. Aku tidak gila. Justru aku merasa akal sehatku akhirnya kembali.” Guraunya, berharap Seunghyun akan tertawa bersamanya. Tetapi yang terjadi justru Seunghyun yang hanya menatapnya seolah-oleh Siwon adalah monster berkepala tiga.

“Lupakan. Kau tidak seru Hyun.”

“Kenapa dia?” Tanya Seunghyun lagi, tidak berminat dengan gurauan atau cibiran Siwon.

“Kenapa bukan dia?” Tanya Siwon balik. Seunghyun memutar matanya, jengah dengan sikap Siwon yang terkadang tidak peka sama sekali. Atau mungkin karena Siwon terlalu bodoh? Entahlah. Bagi Seunghyun sama saja. Sahabatnya itu memang tidak peka dan bodoh.

Seunghyun menegakan tubuhnya yang berbaring. Dia menatap Siwon yang sedang menikmati roti daging sebagai makan siang sebelum melanjutkan perkataannya.

“Dia anak baru.” ucapnya tegas.

“Aku tahu.” Balas Siwon sambil mengunyah tanpa menoleh ke arah Seunghyun.

“Dan kau mengenalnya kurang dari dua minggu.” Lanjut Seunghyun lagi. Berharap kali ini Siwon mengerti maksudnya.

“Menurutku itu waktu yang cukup.” Jawaban santai Siwon membuat kening Seunghyun berkedut kesal.

“Cukup kepalamu!” seru Seunghyun. Terkadang dia tidak mengerti mengapa dirinya bisa bersahabat dengan Siwon. Mereka memiliki kepribadian yang bertolak belakang.

Ah! Seunghyun ingat. Hanya Siwon yang mau menerima dirinya apa adanya. Sementara yang lain memandangnya dengan takut. Seunghyun masih ingat bagaimana mereka bisa berteman. Namun cerita itu untuk lain waktu.

Sekarang, Seunghyun memiliki misi untuk membuat Siwon sadar bahwa niatnya hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.

“Tentu cukup. Kau sendiri hanya butuh tiga hari setelah bertemu Jiyong untuk memintanya menjadi kekasihmu.” Ujar Siwon membuyarkan lamunan Seunghyun. Pemuda bermarga sama seperti Siwon itu sekali lagi memandang tajam ke arah Siwon dan berseru,

“Jangan samakan aku dengan kau!”

Siwon hanya mengangkat bahunya tak acuh kemudian menyimpan bungkus roti yang sudah habis di sakunya. Dia akan membuangnya nanti. Seunghyun melihat tindakan Siwon tadi hanya tersenyum tipis. Bisa-bisanya Siwon memikirkan kebersihan atap sekolah tempat mereka berada sekarang, padahal dirinya sendiri selalu berantakan.

“Lalu?” Tanya Seunghyun karena dia masih penasaran dengan rencana Siwon.

“Apa?” Tanya Siwon dengan tampang bodohnya. Seunghyun benar-benar akan memiting kepala Siwon jika setiap kali dia bertanya, Siwon membalasnya dengan pertanyaan. Namun kali ini, Seunghyun menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan. Seunghyun harus bersabar karena dia masih ingin tahu dengan langkah Siwon selanjutnya.

“Kenapa dia?” Tanya Seunghyun untuk kesekian kalinya.

“Kenapa kau? Hari ini cerewet sekali.”

Cukup sudah! Aku akan membunuhnya! Teriak Seunghyun dalam hatinya dan bersiap memiting Siwon. Sayangnya niat itu tidak terlaksana karena semuanya hanya ada dalam pikiran Seunghyun. Tapi bukan berarti Seunghyun tidak mendesak Siwon untuk menjawab.

“Jawab saja, Choi bodoh!”

“Galak sekali. Dan siapa yang kau sebut Choi bodoh? Kau juga bermarga Choi, Choi.”

“Kau mau mati ya. Sini, aku bunuh kau.”

“Aish! Kejam sekali! Oke, oke. Tentu saja aku memilihnya karena aku suka dia. Dia cantik loh.”

“Cantik?”

“Ya, cantik. Kau tak tahu apa itu cantik?”

“Tentu aku tahu apa itu cantik. Jiyongieku adalah gadis tercantik yang pernah aku lihat selain ibuku. Tapi kalau hanya karena alasan itu bukankah kau terlalu picik? Jika hanya itu, ada banyak gadis cantik di sekolah kita.”

“Tapi tidak ada yang secantik dia, Hyun. Dia benar-benar memukau. Pokoknya aku terpesona!” seru Siwon antusias sampai dia tidak sengaja memukul lengan atas Seunghyun. Pemuda yang biasanya pendiam itu memandang datar Siwon sebelum tangannya balik memukul lengan atas Siwon. Keras.

“Argh! Apa-apaan sih? Sakit tahu!” teriak Siwon dan langsung berdiri. Dia mengusap-usap lengannya yang sakit karena tinju Seunghyun. Sementara Seunghyun menanggapi Siwon dengan mengangkat bahunya tak acuh walau tatapannya begitu menusuk ke arah Siwon, menantang sahabatnya untuk balik membalas pukulannya.

Ditatap sedingin itu oleh Seunghyun, Siwon hanya berdeham ringan dan kembali duduk. Walau Siwon adalah sahabat Seunghyun, tapi Siwon cukup tahu diri untuk tidak macam-macam dengan kapten dari klub aikido dan kendo tersebut.

“Maaf Hyun. Aku reflek memukulmu. Terlalu bersemangat.” ujar Siwon meminta maaf karena dia tahu alasan mengapa Seunghyun memukulnya.

“Sakit?” Tanya Seunghyun menghiraukan permintaan maaf Siwon.

“Jelas sakit! Memangnya kau tidak tahu kepalanmu itu seperti batu?” gerutu Siwon kesal namun tidak mau membalas Seunghyun lebih jauh.

“Maaf, maaf. Aku juga reflek Wonnie.” Ujar Seunghyun.

Keduanya terdiam beberapa lama sampai Siwon terkekeh sedangkan Seunghyun tersenyum, hal yang jarang terjadi jika bukan dengan Siwon. Keduanya bercanda dan tertawa bersama-sama sampai Seunghyun kembali fokus ke pokok pembicaraan mereka.

“Terus, kapan kau akan mengatakan perasaanmu kepadanya?” Tanya Seunghyun. Dia ingin tahu kapan rencana Siwon untuk mempermalukan dirinya di depan anak baru yang jadi populer dalam waktu singkat itu.

“Besok.” Jawab Siwon santai kemudian menyedot isi susu kotak sampai habis. Sementara Seunghyun hanya memandang sahabatnya itu dengan tatapan tidak percaya. Kawannya itu akan mempermalukan dirinya dalam waktu 24 jam dan dia tak bisa melakukan apapun untuk mencegah si bodoh dihadapannya sekarang.

“Besok? Yang benar saja!” decak Seunghyun benar-benar tak habis pikir dengan tingkah absurd Siwon.

“Memangnya kenapa? Yang lain melakukannya sehari setelah dia masuk.” ujar Siwon tak tahu dimana kesalahannya sampai Seunghyun terlihat tidak suka dengan rencananya untuk mengikuti jejak rekan-rekan kelasnya, ‘menembak’ si anak baru.

“Tapi mereka tidak mempunyai masalah dengannya, sedangkan kau punya, kawan.” Kilah Seunghyun masih berusaha untuk mengembalikan akal sehat sahabatnya itu. Akan tetapi rasanya sulit jika melihat betapa yakinnya Siwon untuk melakukan pengakuan itu besok. Tidak jika Seunghyun melihat senyum lebar Siwon yang memperlihatkan deretan gigi putihnya dan pancaran kepercayaan diri dari mata hitam itu.

“Itu berarti keberadaan mereka tidak sekuat keberadaanku Hyun. Dia akan mengingatku terus karena kami memiliki suatu ikatan. Ya, walau dengan sedikit konflik.”

Penjelasan Siwon membuat Seunghyun bergeming sesaat sebelum tangannya dengan cepat menepuk belakang kepala Siwon dan mengulang kalimatnya di awal tadi.

“Kau gila Siwon, kau gila.”

.

.

.

“Apa kau sudah gila?”

Siwon menaikan salah satu alisnya ketika pertanyaan itu keluar dari bibir seksi Kyuhyun. Mengapa semua orang mengatakan dia gila?

“Mungkin.” Jawab Siwon asal.

Kyuhyun membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu kepada pemuda menyebalkan di hadapannya itu namun Kyuhyun tidak menemukan satu kata pun untuk membalas Siwon.

“Kau datang tiba-tiba saat aku sedang mengerjakan tugas dengan teman-temanku, menyeretku ke atap sekolah dan sekarang kau bilang kalau kau menyukaiku? You are crazy! No! Worst! You are insane. Got it? Insane!” teriak Kyuhyun. Kekesalannya sudah di ubun-ubun dengan Siwon. Sementara Siwon, dia mengerutkan keningnya sembari mengorek telinganya dengan jari kelingking.

“Kau bicara apa? Aku tak pintar bahasa Inggris. Pakai bahasa Jepang saja. Atau lebih baik, pakai bahasa Korea.” Ujar Siwon semakin membuat Kyuhyun kesal dan gemas dengan tingkah Siwon yang seenaknya sendiri.

“Argh! Kau benar-benar menyebalkan!” jerit Kyuhyun kencang membuat Siwon menutup kedua telinganya. Begitu Siwon yakin, Kyuhyun tidak akan menjerit lagi, dia menurunkan kedua tangannya. Siwon menatap Kyuhyun yang bersedekap dengan bibirnya yang mengerucut. Siwon tersenyum senang. Dia bisa kembali melihat keimutan Kyuhyun.

“Lalu?” Siwon memutus keheningan keduanya dengan pertanyaan ambigu.

“Lalu apa?” Tanya Kyuhyun balik tidak mengerti maksud pertanyaan Siwon.

“Apa kau mau jadi pacarku?” Siwon mengulang lagi pengakuan cintanya kepada Kyuhyun. Dia menanti jawaban bagus dari Kyuhyun. Sayangnya, Kyuhyun justru terlihat tidak senang.

God!” seru Kyuhyun tidak percaya Siwon masih berkutat dengan masalah yang sama.

“Kenapa kau memanggil Tuhan?”

“Katanya kau tak bisa bahasa Inggris?”

“Kalau hanya kata itu semua orang juga tahu, cantik.”

“Hentikan memanggilku cantik!”

“Memangnya kenapa? Kau memang cantik. Sangat cantik.” Aku Siwon tenang dan tanpa ada maksud menggoda Kyuhyun sama sekali. Dia berkata jujur. Dan kejujuran itu sepertinya memutar balikan keadaan. Yang tadinya kesal menjadi tersipu.

Kedua pipi bulat Kyuhyun yang putih berubah warna menjadi merah muda dan rona itu terlihat jelas oleh mata Siwon. Semburat indah itu langsung mengembangkan sebuah senyum di wajah tampan Siwon.

Ternyata Baby Kyu hanya malu-malu harimau. Batin Siwon, terlalu percaya diri dan asal.

“Gombal! Kau hanya sedang menggodaku!”

“Aku tidak bisa menggoda gadis yang tidak aku sukai dan aku tipe pemuda yang berkata apa adanya. Kau cantik dan aku tidak bisa menemukan kata lain untuk mengungkapkan betapa indahnya dirimu selain, cantik.”

Rahang Kyuhyun jatuh begitu saja, membuat mulutnya terbuka lebar, tidak percaya Siwon bisa begitu bermulut manis. Dan mulut manisnya belum selesai karena detik berikutnya, Siwon mulai menggeraknya bibir tipisnya itu lagi.

“Belum pernah ada gadis yang membuatku berhenti bernafas ketika aku melihat matanya dan belum pernah ada gadis yang membuat jantungku berdetak cepat dan kuat sampai aku panik dan lari.”

Tunggu dulu… Lari?

Kyuhyun membebaskan kedua tangannya yang tersilang. Gadis berkepang menyamping itu tampak berpikir sejenak sebelum kembali memperhatikan Siwon. Kyuhyun mengambil beberapa langkah sampai dia berdiri tepat di hadapan Siwon.

“Kejadian waktu itu… Kau…”

“Ya, aku meninggalkanmu di koridor, tempat kita bertemu pertama kali, karena aku malu, Kyu. Aku malu bertatapan langsung denganmu. Kau begitu cantik sampai aku takut jika melihatmu akan merusak kecantikanmu.”

Kyuhyun terdiam mendengar penuturan Siwon atas kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka. Kepalanya tertunduk, berusaha agar wajahnya tidak terlihat oleh Siwon. Kyuhyun tidak mau Siwon melihat kesedihannya, kekecewaan hatinya karena Siwon…

Siwon sama saja seperti pemuda lainnya. Seperti mereka yang hanya menyukai penampilan luarnya.

“Kalau begitu kau sama saja dengan yang lain, hanya tertarik karena penampilan luarku. Untuk itu, jawabanku sama seperti yang lainnya. Aku tid…”

“Aku tahu kau cantik Kyu, tapi penampilan luarmu bukan yang membuatku tertarik.” Sela Siwon cepat. Dia bisa menduga bahwa Kyuhyun akan berkata demikian.

“A-apa…” gagap Kyuhyun sembari mengangkat kepalanya. Raut wajahnya terlihat ragu namun Kyuhyun ingin agar semua pikiran negatifnya terbukti salah.

“Kau cantik, sangat cantik. Tidak mungkin ada orang yang berkata sebaliknya. Terbukti dari banyaknya penggemarmu hanya dalam waktu singkat. Tapi kalau hanya itu, wajah mantan kekasihku juga cantik.” Ujar Siwon jujur. Terlalu jujur sampai-sampai Kyuhyun ingin sekali menjambak rambut Siwon.

“Aish! Kau…!”

“Tahan dulu marahnya. Kalau hanya wajah, di dunia ini banyak yang cantik. Tapi yang cantik sepertimu Kyu, ya hanya ada satu. Kamu.” Sela Siwon lagi. Dia tidak mau semua rencana yang sudah disusunnya rapi, berantakan karena Kyuhyun yang mudah marah.

“Maksudmu?” nada tanya dari Kyuhyun membuat Siwon kembali fokus. Memasang senyum terbaiknya, dia mulai mengucapkan kalimat-kalimat yang sudah dia latih di rumahnya agar Kyuhyun percaya bahwa Siwon serius menyukai gadis berkepang itu.

“Kamu cantik karena itu kamu. Sikapmu yang ternyata ketus berbanding terbalik dengan pengenalan dirimu yang manis.” Ucap Siwon lembut. Kyuhyun mengingat pertama kali dia berdiri di kelas dan memperkenalkan dirinya di hadapan semua siswa-siswi dan bagaimana dia berkenalan dengan Siwon.

“Nama saya Cho Kyuhyun. Saya pindahan dari Inggris tapi saya orang Korea. Semoga kita bisa berteman. Salam kenal semuanya.”

“Hai, aku Siwon. Salam kenal.” Sahut Siwon seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kyuhyun. Namun Kyuhyun tak menyambut uluran tangan itu. Dia justru menatap Siwon lekat lalu menepis tangan Siwon kemudian duduk di tempatnya.

“Kamu yang suka tertawa lebar tanpa batas saat kamu bergurau dengan teman-temanmu.” Lanjut Siwon lagi. Kali ini ingatan Kyuhyun jatuh kepada saat dia sedang bercanda dengan teman-temannya di taman belakang sekolah.

“Ahahaha! Yang benar? Kau melihat Bohra-sensei jatuh di kolam renang belakang? Lalu kau foto lagi! Ih jahil! Ahahaha!”

“Ya ampun! Siapa yang memberimu make up kapur tulis Risa-chan? Jahil banget sih orang itu!”

“Jangan berkilah kau Cho Kyuhyun! Ini pasti ulahmu!”

“Ahahaha! Kau semakin cantik loh Risa-chan! Sungguh! Ahahaha!!”

“Lalu wajahmu yang lucu dan menggemaskan ketika kamu cemberut jika aku jahili, ditambah tingkah barbarmu yang mengejarku dan berteriak sambil melempar sepatu ke arahku.” Dahi Kyuhyun berkedut kesal mendengar kata-kata Siwon baru saja. Kyuhyun tentu tidak akan pernah lupa bagaimana Siwon menjahilinya.

“Eh Kyu, lihat! Ada UFO!”

“Mana? Mana?” dan serta merta Siwon menarik kepangan rambut Kyuhyun lalu lari tunggang langgang.

“AWW! Choi Siwon sialan! Kemari kau!!” pekik Kyuhyun sambil mencopot sepatunya lalu melempar sekuat tenaga ke arah Siwon.

“Aduh! Sakit!” ringis Siwon saat sepatu itu mendarat di belakang kepalanya.

“Rasakan! Ahahaha! Rasakan!”

“Semua itu adalah kamu Kyu dan bukan orang lain. Bagiku kecantikan yang sebenarnya adalah kamu Kyu. Namun…”

“Namun…?”

““Namun yang paling cantik adalah kamu membuatku menjadi aku yang sesungguhnya. Membuatku menjadi seorang Siwon dan bukan orang lain.”

Kyuhyun terdiam setelah mendengar ucapan Siwon. Semua yang diingatnya, menyadarkannya bahwa Siwon selalu memperhatikannya, menilainya berbeda dari para pemuda kurang kerjaan yang terus mengganggunya dengan kata ‘cinta’, ‘kaulah hidupku’ dan sebagainya. Padahal mereka hanya ingin terlihat hebat karena bisa berpacaran dengan Kyuhyun yang sejak kapan jadi primadona sekolah.

Mendengar pengakuan Siwon sekarang, entah mengapa, semua itu menumbuhkan harapan di hatinya bahwa rasa yang dia pendam ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.

Kyuhyun tersenyum tipis sebelum menatap Siwon, mengatakan dengan matanya bahwa Kyuhyun menunggu Siwon untuk menyelesaikan apapun yang ingin dia sampaikan.

Siwon pun mengerti arti tatapan Kyuhyun dan memberikan senyum lesung pipi andalannya dan berkata,

“Dan karena aku pecinta kecantikan alami, aku mau kamu jadi pacarku. Bagaimana?”

Kyuhyun kembali tertunduk dalam. Pengakuan Siwon tampaknya menyebabkan Kyuhyun speechless dan malu luar biasa. Tidak ada satu pun dari pengakuan cinta yang sering didapatkannya sejak bersekolah disini, mampu membuat Kyuhyun kehabisan kata. Tapi pengakuan ini, pengakuan dari Siwon…

Terasa berbeda.

Siwon berbeda.

Sejak mereka bertemu, bukan hanya Siwon saja yang merasakan jantungnya mau lepas karena terlalu cepat berdetak.

Kyuhyun pun merasakan hal yang sama.

Hanya saja, begitu Siwon pergi tanpa melihatnya lagi, Kyuhyun merasa Siwon tidak tertarik dengannya. Kyuhyun merasa patah hati bahkan sebelum dia memulainya. Dan itu membuatnya marah, membuatnya menjauhi Siwon meski selama dua minggu dia berada di sekolah ini, Siwon sudah menunjukan ketertarikannya terhadap Kyuhyun.

Kyuhyun menyangkal itu semua karena dia takut. Dia takut patah hati oleh orang yang sama.

Namun sekarang, setelah mendengar pengakuan Siwon, apakah Kyuhyun masih tetap takut?

Kyuhyun menegakan kepalanya dan menatap iris hitam di hadapannya.

Senyum manis nan lebar milik Kyuhyun menjadi jawaban tersendiri bagi Siwon.

.

.

.

Siwon membuka matanya perlahan, menyipit karena sinar matahari yang begitu terang di pagi hari yang indah itu. Matanya terbuka walau keningnya berkerut karena tidak suka dengan sinar matahari yang mengenai retina matanya. Siwon menggunakan kedua telunjuk tangannya untuk mengusap kedua matanya sebelum benar-benar melihat pemandangan di luar jendela kelasnya.

“Kau melihat apa?” suara berat itu membuat Siwon tersentak kaget dan langsung menoleh ke belakang, ingin tahu siapa orang yang berani mengganggu momen indahnya di pagi hari.

“Hyun! Bisakah kau tidak mengendap-endap seperti itu? Kau mengerikan.” Decak Siwon lalu kembali memperhatikan pemandangan di luar jendela.

Seunghyun tidak menanggapi sikap Siwon yang sepertinya sedang sensitif. Pemuda tinggi itu meneruskan langkahnya ke tempat duduknya dan ikut memperhatikan pemandangan di luar kelas mereka seperti Siwon.

Keduanya begitu terus sampai telinga Siwon menangkap suara yang ditunggunya sejak tadi.

“Siwonnie.” Sahut suara itu memanggil nama Siwon. Tanpa perlu disuruh dua kali, Siwon segera bangkit dari tempat duduknya dan berlari ke arah suara itu, Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa geli melihat Siwon yang terburu-buru mendatanginya seperti anak anjing yang senang melihat tuannya.

Well, Siwon memang seperti anak anjing yang senang melihat tuannya, Kyuhyun.

“Hai baby girl.” Sapa Siwon manis dan dengan santainya, pemuda itu merangkul bahu Kyuhyun lalu memeluknya.

“Aku kangen.” Aku Siwon sembari menghirup aroma apel dari rambut kekasih cantiknya tersebut. Kyuhyun kembali terkikik mendengar gombalan Siwon. Dengan sekali cubitan di perut rata Siwon, Kyuhyun berhasil melepaskan diri dari pelukan kekasih tampannya itu.

“Gombal.” Cibir Kyuhyun sebelum melenggang pergi ke tempat duduknya di samping Siwon.

“Aku tidak menggombal baby. Aku serius.” Ujar Siwon tak terima dikatakan menggombal. Namun Kyuhyun tidak bereaksi sama sekali. Gadis berkepang itu terus tersenyum, menikmati perhatian yang diberikan oleh Siwon.

Khusus untuknya.

Sementara itu Seunghyun yang melihat pasangan baru itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Benar-benar takjub dengan perkembangan hubungan antara Siwon dan Kyuhyun.

Dari benci jadi cinta.

Ah… Bukan benci.

Benci adalah kata yang kuat.

Yang benar, dari terpesona lalu malu-malu mau, dan sekarang berani bermesraan. Nah, itu baru benar.

Dasar pasangan bodoh. Batin Seunghyun mengolok keduanya, namun tampak seulas senyuman manis terpampang di wajah tampan nan dingin milik Seunghyun.

.

.

.

“Maafkan aku! Aku tidak melihat kamu ada disana! Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Siwon sedikit panik karena dia ingin membantu gadis itu namun dia tidak mau kena tampar jika sembarangan menyentuhnya.

Gadis itu mengerang sekali lagi lalu menengadahkan kepalanya, ingin tahu siapa orang yang sudah membuatnya terjatuh dan sakit seperti ini.

Manik hitam bertemu dengan manik coklat madu.

Dan dunia berhenti saat itu juga.

.

.

.

Some girls walk in the room and everything remains

But when you opened up the door, my life completely changed

There’s no words to describe, let me look in your eyes and say

There’s beautiful and then there’s you

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Nao curi start ya. Dalam rangka WonKyu Day Oktober nanti, Nao mau buat WonKyu Day 1013 Season 3. Berasa sinetron ga sih (‾▿‾”)

Tapi kali ini, Nao ga banyak buat FF One Shootnya. Mungkin hanya sekitar 4-5 saja, mengingat Nao sedikit riweh dengan kerjaan Nao di dunia nyata. Jadi sebulan sekali sampai Oktober aka nada FF yang di post.

Untuk Juli, Nao persembahkan FF ini untuk UpComing WK Day dan juga sekalian untuk 4 tahun sejak Nao memutuskan untuk nulis FF.

Ga ngerasa banget udah 4 tahun aja (づ ̄ ³ ̄)づ

Oh satu lagi. Today is…

MY APPA BIRTHDAY \(´`)/

Happy birthday to the most handsome guy on earth. Wish you always happy, healthy and be blessing for all time. I love you so muach daddy (づ ̄ ³ ̄)づ

Okay amaaing readers. Monggo loh untuk ninggalin jejaknya disindang.

Gomen untuk typos and all mistake yah m(_ _)m

Keep Calm and Ship WonKyu (kali ini WonKyu aja) ;D

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements