Tags

, , , ,

Title : We Don’t Talk Anymore

Pairing : Wonkyu, GTop

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, Charlie Puth, Selena Gomez and their label company

Inspired : We Don’t Talk Anymore by Charlie Puth feat. Selena Gomez

Warning : Un-betaed, Typos, GS, OOC, AU

Summary : We don’t talk anymore like we used to do

Series : Then There’s You

( 。・_・。)(。・_・。 )

Riuh keramaian dari acara reuni sekolah menengah atas itu tidak mengganggu sama sekali bagi seorang pria tinggi dengan t-shirt putih dipadu dengan jas dan celana bahan kasualnya. Dia berdiri sambil meneguk cocktail yang disediakan oleh panitia reuni tersebut. Mata hitamnya menatap ke seluruh penjuru ballroom di salah satu hotel ternama di Jepang.

Siwon, pemuda yang sudah menjadi seorang pria gagah itu terus memperhatikan sekitarnya. Terkadang tertawa sendiri, terkadang alisnya berkerut, merasa aneh dan jengah dengan beberapa kelakuan teman-temannya dulu saat masih sekolah. Mereka semua sudah berusia di atas dua puluh tahun tapi masih saja bertingkah seperti anak kecil.

“Siwon!” Panggilan yang selalu dikenalnya itu membuat Siwon menoleh.

“Hei.” Sapa Siwon balik. Dia tersenyum lebar kala melihat sahabatnya, Seunghyun berlari kecil mendekatinya. Namun senyum Siwon langsung hilang ketika dia menangkap juga sosok seorang wanita yang sedang hamil besar ikut berlari dengan Seunghyun.

“Woah! Hyun! Apa kau sudah gila? Jiyongie sedang hamil!” tegur Siwon tegas saat keduanya berada di depan Siwon. Tapi bukannya menyesal, Seunghyun justru tersenyum lebar, sesuatu yang sangat jarang dilakukan pria itu.

“Siwonnie!” pekik Jiyong yang langsung memeluk Siwon dengan erat meski tidak terlalu karena perut Jiyong yang sudah membesar. Siwon sendiri sedikit kaget dengan pelukan tiba-tiba Jiyong namun dengan segera mengusai dirinya. Senyum manisnya kembali menghias wajah tampan Siwon dan pria itu balas memeluk Jiyong.

“Siwonnie! Aku kangen! Huwa!” tangis Jiyong tiba-tiba yang membuat Siwon setengah hidup. Siwon menatap Seunghyun meminta penjelasan dan jika memungkinkan melepas Jiyong dari dirinya. Namun tatapan menyebalkan yang ditunjukan Seunghyun membuat Siwon tahu bahwa sahabatnya itu tidak akan membantunya sama sekali.

Pengkhianat.

Rasakan! Siapa suruh kau pergi begitu lama.

Begitulah kira-kira arti tatapan tajam keduanya. Sejenak melupakan Jiyong yang masih menangis keras. Akan tetapi, tatapan bingung dan sedikit menyalahkan dari para teman reuni mereka akhirnya membuat kedua sahabat itu tersadar dan berusaha menenangkan Jiyong.

“Yeobo. Tenanglah. Siwon sudah disini sekarang.” Bujuk Seunghyun sembari melepaskan pelukan Jiyong dari Siwon kemudian merangkul lembut bahu istrinya tersebut.

“T-tapi… Tapi Hyun, nanti Si-siwon k-kabur lagi…” ucapnya terbata karena masih menangis tersedu. Seunghyun menatap istrinya prihatin. Dia tahu betapa Jiyong merindukan Siwon sebagaimana dia merindukan sahabatnya itu. Wajar saja karena mereka bertiga sudah berteman sejak lama.

“Hei Jiyong-ah, aku disini. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Walaupun aku pergi, aku akan selalu menghubungimu.” Bujuk Siwon juga pada akhirnya, tak tega melihat istir sahabatnya itu terus menangis karena dirinya.

“Bohong. Buktinya selama tiga tahun ini kau sama sekali tidak bisa dihubungi.” Sungut Jiyong dan berhenti menangis begitu saja. Raut wajahnya berubah menjadi marah dan tanpa peringatan sama sekali memukul belakang kepala Siwon dengan kuat.

“Argh! Jiyong! Apa-apaan?”

“Sakit?”

“Tentu saja sakit!” seru Siwon kesakitan. Menatap Siwon yang meringis kesakitan, Jiyong bukannya melunak, dia justru memukul Siwon lagi, dua kali.

“Jiyong!!”

“Hmph! Aku tidak mau bicara denganmu! Yeobo, aku pergi kesana dulu ya. Ada banyak kue.” Ujar Jiyong tak peduli dengan tatapan Siwon yang tak percaya Jiyong baru saja memukulnya lagi.

Mengapa wanita hamil selalu sulit ditebak? Batin Siwon bingung.

“Hati-hati yeobo. Kalau ada apa-apa, telepon aku ya.” Anggukan Jiyong menjadi jawaban bagi Seunghyun. Setelah memastikan Jiyong baik-baik saja dan masih dalam jangkauan pengawasannya, Seunghyun berbalik dan memandang Siwon dengan seksama.

Teman baiknya itu hanya berubah sedikit. Dia menjadi sedikit lebih tinggi meski tak setinggi dirinya, wajahnya pun tetap tampan walau sekarang terlihat lebih maskulin dan gagah. Mungkin yang berubah secara signifikan adalah caranya berpakaian. Dulu, Siwon termasuk cuek dengan yang namanya fashion, membuat Jiyong kesal bukan main jika belanja dengan Siwon. Namun sekarang, pakaian Siwon terlihat modis dan bergaya.

Ya, temannya itu sedikit berubah. Akan tetapi, sikapnya masih sama, masih baik hati dan periang.

Dan juga bodoh.

“Apa kabarmu Won?” Tanya Seunghyun begitu dia melihat Siwon sudah selesai menggerutu. Siwon menoleh ke arah Seunghyun dan tersenyum tipis.

“Baik. Kau sendiri?” Tanya Siwon balik.

“Kau lihat sendiri.” Jawab Seunghyun ambigu tapi Siwon bisa tahu jawabannya bahwa sahabatnya itu bahagia. Lebih dari bahagia mungkin karena dia akan menjadi seorang ayah dalam waktu dekat.

“Kau akan sangat repot Hyun.” Kelakar Siwon yang ditanggapi tawa kecil dan pukulan pelan ke lengan atas Siwon.

“Bagaimana denganmu? Sudah menemukan pendamping hidupmu?” Tanya Seunghyun tanpa ada maksud apapun. Namun pertanyaan itu bagaikan sengatan lebah beracun yang menyakitkan untuk Siwon.

Pria itu terdiam cukup lama, sedikit membuat Seunghyun khawatir, sebelum dia tersenyum pilu.

“Aku rasa aku belum bisa bahagia sepertimu Hyun.” Jawab Siwon yang akhirnya membuat Seunghyun sadar bahwa pertanyaanya adalah pertanyaan tabu. Seunghyun merutuki kebodohannya sendiri. Dia berpikir sahabat macam apa dia sampai membuat sahabatnya bersedih dengan membuka luka lama.

“Won… Aku…”

“Tidak. Aku baik-baik saja Hyun. Kau tak perlu cemas.” Sela Siwon begitu dia tahu Seunghyun akan meminta maaf kepadanya. Bukan salah Seunghyun jika kisah cintanya tidak berjalan dengan baik. Bukan salahnya.

Semua sudah terjadi dan Siwon hanya bisa berdoa bahwa waktu akan membantunya pulih.

Baik Siwon maupun Seunghyun sama-sama dalam pikirannya sendiri. Mereka tidak mengatakan apapun sampai…

Sampai manik hitam Siwon menangkap sosok yang selalu mengisi otaknya.

Sosok cantik berambut ikal pendek sebahu dengan iris coklat madunya yang senada dengan warna dress sleeveless selututnya. Kaki putihnya beralaskan wedges putih, membuatnya semakin terlihat tinggi semampai.

Sosok yang selalu terlihat cantik dan mempesona bagi Siwon.

Sosok cantik mantan kekasihnya.

Cho Kyuhyun.

.

.

.

Siwon meneguk lagi champagne yang juga disediakan oleh panitia reuni. Ini sudah gelas ketiganya meski minuman tersebut tidak akan membuatnya mabuk.

Well, tidak sepenuhnya.

Sejak matanya melihat lagi sosok yang selalu dirindukannya itu, Siwon memilih menyendiri. Tidak mendengarkan atau lebih tepatnya tidak mempedulikan penggilan khawatir Seunghyun, Siwon mencari tempat bersembunyi.

Siwon maih belum bisa berhadapan dengan Kyuhyun, tidak untuk saat ini.

Tidak, ketika hatinya masih terasa sakit oleh perpisahan mereka.

Siwon kembali meneguk champagnenya sampai habis lalu meletakannya di meja yang dekat dengannya tanpa melepas pandangannya dari Kyuhyun. Pria itu bisa melihat Kyuhyun yang tertawa dan menikmati waktunya bersama dengan teman-temannya.

Kyuhyun tampak bahagia dan lepas.

Siwon memejamkan kedua matanya kemudian mengusap wajahnya kasar.

Mengapa dia tidak bisa sebahagia Kyuhyun?

Mengapa baying-bayang Kyuhyun selalu berdansa di pikirannya?

Mengapa, meski setelah janjinya untuk menerima jika Kyuhyun bersanding dengan orang lain, Siwon masih merasakan pedih di hatinya?

Mengapa Siwon tidak bisa melanjutkan hidupnya?

Sementara disana, Kyuhyun bisa.

Siwon menyandarkan tubuhnya dan kepalanya di dinding. Tanpa perlu seorang jenius untuk menjawab pertanyaan Siwon tadi, dia sudah tahu jawabannya. Hanya saja, Siwon beusaha untuk tidak peduli. Dia berusaha untuk menyangkal semuanya. Walau pada kenyataannya, Siwon belum berhasil melakukannya. Yang terjadi adalah Siwon selalu saja mengingat kembali masa lalunya yang menyakitkan.

.

.

.

Dua orang sejoli yang sudah menjalin kasih selama sepuluh bulan itu tampak berhadapan satu sama lain, dengan raut wajah yang penuh dengan kemarahan, kekecewaan dan kesedihan. Sang gadis, Kyuhyun, merasa kedua matanya panas, air matanya memaksa untuk keluar namun dengan sekuat tenaga dia menahannya. Kyuhyun tidak mau menangis di depan sang pemuda, Siwon. Dia memiliki harga diri yang tinggi untuk tidak terlihat lemah di hadapan kekasihnya itu.

Bukan. Bagi Kyuhyun, Siwon bukan lagi kekasihnya sejak dia memutuskan pemuda itu sepuluh menit yang lalu.

“Kyu… K-kau ber-bercanda bukan? Kau t-tidak sungguh-sungguh ingin pu-putus bukan?” Tanya Siwon, berharap Kyuhyun hanya sedang emosi sehingga sembarangan bicara.

“Tidak. Aku serius.” Jawab Kyuhyun berusaha untuk tegas meski dia sendiri tidak bisa mempercayai ucapannya sendiri karena nada suaranya yang terdengar ragu. Namun Kyuhyun tidak punya pilihan lain selain memutuskan hubungannya dengan Siwon.

Tidak ada jalan lain.

Meski keputusan ini menghancurkan hatinya.

Siwon kembali terdiam. Bibirnya terasa kelu hanya untuk mengatakan kata ‘jangan’, ‘tidak mungkin’ atau bahkan menyumpahi Kyuhyun atas tindakannya yang menorehkan luka.

Lalu tiba-tiba, Siwon tertawa terbahak-bahak seolah peristiwa yang dialaminya saat ini adalah lelucon yang lucu. Seharusnya tidak ada yang lucu namun bagi Siwon situasinya benar-benar menggelikan. Terlalu menggelikan sampai dia tak tahan untuk tertawa.

Tertawa menyedihkan.

“Ahahaha… Ma-maafkan aku Kyu. A-aku hanya merasa semua kejadian ini begitu menggelikan. Dalam satu tahun, aku sudah diputuskan oleh dua kali oleh dua gadis. Nasibku sungguh menyedihkan namun menggelikan.”

“Siwonnie…”

“Hush! Jangan bersuara lagi. Aku paham Kyu. Sangat paham. Kau memutuskanku karena aku bukan lelaki seperti yang kau inginkan bukan? Yah, memang selalu begitu. Aku tidak cukup pantas untukmu.” Sinis Siwon mengambil kesimpulan sendiri. Siwon sudah tidak peduli lagi jika memang Kyuhyun tidak mau bersamanya lagi karena tidak ada gunanya dia memohon, Kyuhyun tetap teguh akan keputusannya.

Mengenalnya selama sepuluh bulan ini, Siwon tahu persis sifat kekasihnya itu. Ah, coret kata itu. Kyuhyun sekarang adalah mantan kekasihnya.

Siwon sudah tidak peduli jika hatinya terkoyak lagi karena kegagalan cinta. Karena dia sudah tidak bisa merasakan apapun. Sakit hatinya begitu kuat sampai akhirnya dia mati rasa. Kandasnya hubungannya dengan Kyuhyun berdampak besar terhadap Siwon. Pemuda itu sudah membayangkan Kyuhyun akan menjadi pendamping hidupnya kelak. Rasa sukanya berganti dengan cinta dan Siwon tahu dia tidak bisa mencintai gadis lain lagi selain cintanya kepada Kyuhyun.

Namun, semua impian hancur.

“Siwonnie! Aku punya alasan kuat mengapa ak-“

“Apapun alasanmu Kyu, kau sudah memutuskan untuk berpisah dariku. Kau memutuskannya secara sepihak. Jadi aku tidak perlu tahu bukan?”

“Wonnie…” lirih Kyuhyun merasa pertahannya hancur juga dengan linangan airmata yang mengalir deras dari kedua mata indahnya tersebut.

“Aku tidak akan mengganggumu lagi. Ak-aku…” Siwon tak bisa menyelesaikan kalimatnya lagi karena suaranya tercekat oleh keinginannya untuk menangis. Tapi tidak, Siwon tidak akan menangis. Tidak di depan Kyuhyun.

“Aku pergi.” Sahut Siwon tiba-tiba dan langsung berlari meninggalkan Kyuhyun yang berjongkok, menutupi wajahnya dengan tangannya dan menangis keras karena dia sudah menyakiti seseorang yang begitu dia cintai.

.

.

.

Sejak perpisahan itu, Siwon menjadi pendiam. Dia jarang berinteraksi dengan teman-temannya kecuali Seunghyun dan Jiyong. Siwon bahkan terlihat sering melamun. Pemuda itu juga menjaga jarak dengan Kyuhyun. Tidak pernah lagi terlihat Siwon yang mengusili Kyuhyun atau sebaliknya. Tidak ada lagi suara tawa keduanya kala sedang bercanda atau mengomentari teman-teman mereka yang tingkahnya lucu dan diluar kebiasaan. Tidak ada lagi pelukan dan kecupan manis dari keduanya.

Sekarang, keduanya baik Siwon dan Kyuhyun tak berbicara satu sama lain. Keduanya berada dalam dunianya sendiri.

Siwon memang sengaja menghiraukan Kyuhyun karena dia sedang berusaha untuk melupakan Kyuhyun. Siwon mencoba memfokuskan dirinya belajar untuk ujian masuk universitas. Usahanya bisa dikatakan berhasil setengahnya karena memang semua siswa-siswi kelas tiga sedang sibuk mengurus kelulusan mereka dan ujian masuk universitas atau memilih untuk langsung terjun ke masyarakat dengan bekerja.

Namun…

Namun tidak mudah melupakan seseorang yang sangat kau cintai bahkan sampai detik ini. Siwon tahu dia hanya membohongi dirinya sendiri jika dia mengatakan sudah melupakan Kyuhyun, bahwa dia baik-baik saja.

Siwon tidak baik-baik saja.

Siwon ingin menghilangkan bayangan Kyuhyun dari pikirannya dan jalan keluar yang terpikirkan oleh Siwon adalah pergi jauh dari Kyuhyun.

Siwon akhirnya memutuskan meneruskan kuliah di Boston, Amerika Serikat berbekal bahasa Inggris pasif dan restu kedua orang tua dan kakak tirinya. Belajar, berupaya sekuat yang dia mampu, berdoa dan sedikit keajaiban, Siwon akhirnya diterima di University of Massachussetts Boston.

Selepas upacara kelulusan, Siwon langsung terbang ke Boston. Siwon hanya memberitahu Seunghyun atas keputusannya kuliah di luar negeri. Siwon sama sekali tidak mencari tahu Kyuhyun meneruskan kuliah atau tidak. Atau bahkan sekedar mencari kabar gadis itu. Bukankah dia memang ingin melupakan Kyuhyun?

Siwon berharap ketika dia kembali, dia akan menjadi Siwon berbeda. Siwon yang mampu berhadapan dengan Kyuhyun dan menanyakan kabarnya dan bahkan kembali berbicara selayaknya teman.

Pada kenyataannya…

.

.

.

Pada kenyataannya, Siwon masih tidak bisa menatap bola mata indah nan kecoklatan itu secara langsung. Siwon masih saja terpesona dengan penampilan sederhana tapi manis dari Kyuhyun walaupun dia tidak mau mengakuinya. Siwon masih saja mencuri pandang ke arah kala telinganya mendengar tawa merdu Kyuhyun padahal dia sudah berjanji tidak akan memandang Kyuhyun lagi.

Dan Siwon juga sudah menyiapkan kata-kata selamat jika dia melihat Kyuhyun bersama lelaki lain. Siwon sudah berlatih untuk bisa bersikap biasa jika ada lelaki yang melingkarkan lengannya di pinggang Kyuhyun. Siwon sudah…

“Dia sudah menemukan pasangan yang diinginkannya.” Bisik Siwon lirih ketika iris hitamnya melihat Kyuhyun merangkul lengan seorang pria yang sepertinya lebih tua dari mereka. Siwon memanglingkan wajahnya ke arah lain.

Apa yang sebenarnya dia harapkan?

Kyuhyun akan kembali kepadanya?

Semua orang tahu hal itu tidak akan terjadi. Siwon menyesal datang ke acara reuni ini. Dia hanya menyakiti hatinya sekali lagi.

Menghela nafas panjang, Siwon mengambil langkahnya menuju pintu keluar. Dia tak peduli lagi dengan semua ini. Benar-benar tidak peduli. Siwon hanya akan menyempatkan diri bertemu dan berpamitan dengan Seunghyun dan Jiyong karena dia berhutang penjelasan kepada kedua sahabatnya itu. Terlebih lagi Siwon memang memutus kontak dengan keduanya setelah dia pergi ke Boston.

Setelah berpamitan dengan Seunghyun yang terlihat murung dan sedih lalu Jiyong yang terus menangis tersedu, Siwon keluar dari ballroom hotel itu. Pria itu berhenti sejenak, berbalik menatap pintu masuk acara reuni sekolah mereka, sebelum tersenyum pilu dan berjalan menuju pintu keluar hotel.

.

.

.

Kyuhyun melihat sekilas punggung Siwon yang membuka pintu ballroom hotel tempat reuni mereka. Tatapan sendu Kyuhyun sudah merupakan kepastian bahwa dia merasa sedih dan kecewa Siwon pergi tanpa menyapanya terlebih dulu. Tetapi seharusnya Kyuhyun tahu hal itu tidak mungkin terjadi. Tidak dengan situasi mereka dulu.

Perpisahan itu.

Perpisahan menyakitkan itu.

Kyuhyun seharusnya bisa menduga bahwa Siwon tidak akan mau menemuinya.

Hanya saja, Kyuhyun boleh berharap bahwa pria itu masih memiliki rasa terhadap dirinya bukan? Namun, harapan tinggal harapan. Kyuhyun tidak tahu apakah rasa itu masih ada pada Siwon. Kyuhyun tidak percaya diri jika Siwon masih menyukainya setelah berpisah selama tiga tahun. Terlebih lagi ketika…

Ketika Siwon semakin menawan. Pria itu terlihat begitu memukau dengan wajah tampannya yang semakin menunjukkan maskulinitas seorang pria. Tinggi badannya bertambah dan membuatnya semakin menjulang dan menjadi pusat perhatian baik kaum hawa maupun kaum adam yang menatap Siwon dengan tatapan iri.

Hanya satu yang tidak berubah yaitu sorot matanya yang selalu menenangkan walaupun ada bayang-bayang kesedihan di sorot mata itu. Kyuhyun hanya bisa menduga apa yang membuat Siwon sedih. Kyuhyun sama sekali tidak menyadari bahwa penyebabnya adalah dirinya karena Kyuhyun menganggap Siwon marah kepadanya dan sudah melupakan semua hal tentang dirinya. Terbukti dengan Siwon yang bersikap ramah dan terbuka dengan beberapa gadis dari sekolah mereka dulu.

Bodohnya dia jika mengira Siwon menginginkan dirinya lagi. Bagi Siwon, mendapatkan pendamping yang lebih dari diri Kyuhyun adalah mudah. Kyuhyun tahu itu. Namun, di satu sisi Kyuhyun merasa dunia tidak adil kepadanya. Kenapa Siwon bisa bersikap biasa saja ketika dia datang ke reuni ini? Kenapa Siwon seperti menganggapnya orang asing? Kenapa Siwon bisa melanjutkan hidupnya di saat hidup Kyuhyun hanya berputar pada Siwon seorang?

Kyuhyun tahu dia yang memutuskan Siwon… Tapi…

Tapi Kyuhyun tidak rela jika pria itu melupakannya begitu saja.

Dia egois. Dan dia akan selalu egois jika menyangkut Siwon.

“Aku memalukan.” Gumam Kyuhyun mencibir dirinya sendiri.

“Kyu?” panggilan pria yang berada di sampingnya membuyarkan lamunan Kyuhyun. Gadis manis yang beranjak menjadi wanita cantik itu memberikan senyuman simpul sebagai jawaban atas panggilan pria itu.

“Kau kenapa? Apa yang kau lihat sampai kau tidak mendengarkanku?” tanyanya lembut sembari menyelipkan sehelai rambut yang mencuat keluar ke belakang telinga Kyuhyun.

“Ah! Ti-tidak ada apa-apa oppa. Aku hanya sedikit pusing.” Kilah Kyuhyun tidak mau membuat pria yang mendampinginya itu cemas. Namun kata terakhir Kyuhyun justru membuatnya demikian. Dengan sekali gerakan, pria itu menyampirkan jasnya ke bahu Kyuhyun dan langsung membawanya keluar dari ballroom hotel tersebut. Tidak lupa keduanya berpamitan dengan teman-teman Kyuhyun dengan alasan bahwa Kyuhyun kurang sehat.

Kyuhyun dan pria itu berjalan ke arah pintu keluar hotal dan sampai di luar lobby hotel. Sang pria pergi sejenak meninggalkan Kyuhyun untuk mengambil mobil mereka. Kyuhyun hanya mengangguk dan bersedia menunggunya di lobby itu. Kyuhyun merapatkan lagi jas sang pria yang tersampir di bahunya ketika matanya menangkap Siwon yang baru saja selesai menghubungi seseorang. Kyuhyun sedikit tersentak mengetahui Siwon masih berada di hotel tersebut. Kyuhyun mengira Siwon sudah tidak ada di hotel itu namun ternyata Siwon masih ada disana dan sepertinya sedang menunggu seseorang.

Siwon sendiri juga kaget ketika melihat Kyuhyun ada di lobby hotel ini. Siwon mengira Kyuhyun masih berada dalam ballroom hotel tersebut sampai acara reuni selesai. Siwon mengumpat dalam hati karena bisa berpapasan dengan Kyuhyun disaat dia tidak mau bertemu dengan Kyuhyun sekarang.

Akan tetapi entah karena apa, baik Siwon maupun Kyuhyun saling menoleh satu sama lain, mempertemukan iris hitam dan iris coklat muda itu sekali lagi. Sama seperti empat tahun lalu. Hanya kali ini keduanya memandang mata masing-masing dengan sorot yang berbeda.

Dulu, binar-binar cinta tumbuh dan bersemi dengan indahnya.

Sekarang, binar itu redup dan diselimuti oleh awan hitam kekecewaan yang menyakitkan.

Sebuah mobil sedan menepi di lobby hotel itu, tepat di sebelah Kyuhyun sehingga membuat gadis itu mundur beberapa langkah. Kedatangan mobil itu membuat Siwon yang masih memandang Kyuhyun memanglingkan tatapannya. Dia tersenyum ke arah mobil itu. Lebih tepatnya ke arah pengemudi yang terlihat dari kaca depan mobil sedan tersebut.

Sang pengemudi membunyikan klakson, memberitahu orang yang menghubunginya bahwa dia sudah datang. Siwon berjalan ke arah mobil tersebut dan…

Dan melewati Kyuhyun begitu saja. Tanpa memandangnya.

Sang pengemudi, yang ternyata adalah seorang wanita muda, menurunkan kaca jendela mobilnya dan memberikan Siwon senyum yang sangat manis.

“Siwonnie. Maaf menunggu lama. Urusanku ternyata memakan waktu lebih lama dari dugaanku.” Sahutnya meminta maaf.

“Tidak apa-apa noona. Hanya menunggu sebentar. Aku yang minta maaf karena merepotkan noona.” Balas Siwon dengan senyum memikatnya sebelum dia membuka pintu penumpang dan masuk ke dalam mobil.

“Pakai sabuk pengamanmu. Nah, mari kita pergi.” Ujar wanita itu setelah yakin Siwon sudah memakai sabuknya. Mobil itu melaju pelan sebelum menambah kecepatan ketika sudah keluar dari kawasan hotel ternama tersebut.

Sejak Siwon melewati dan tidak menghiraukannya sama sekali, terlebih lagi kehadiran wanita itu yang tampaknya sangat dekat dengan Siwon, membuat Kyuhyun hanya bisa menghela nafas panjang. Kyuhyun menggigit bibirnya, berusaha agar tidak menangis.

Sudah berakhir. Kita sudah berakhir, Siwonnie. Batin Kyuhyun pilu.

Inilah kenyataannya. Hubungan mereka memang sudah berakhir.

Berakhir meski keduanya masing saling mencintai.

.

.

.

Manik hitam bertemu dengan manik coklat madu.

Dan dunia berhenti saat itu juga.

.

.

.

Iris hitam dan Iris coklat muda itu bertemu sekali lagi, dengan sorot mata yang berbeda.

Dulu, binar-binar cinta tumbuh dan bersemi dengan indahnya. Seakan dunia berhenti agar keduanya bisa selamanya saling tenggelam dalam pesona masing-masing.

Sekarang, binar itu redup dan diselimuti oleh awan hitam kekecewaan yang menyakitkan. Karena takdir mempermainkan mereka sedemikan rupa sehingga hubungan yang indah itu hancur berantakan.

Tanpa adanya penjelasan dari keduanya.

Tanpa ada kata yang bisa membuka hati mereka.

Lalu siapa yang disalahkan?

.

.

.

Don’t wanna know kinda dress you’re wearing tonight

If he’s giving it to you just right the way I did before

I overdosed, should’ve known your love was a game

Now I can’t get you out of my brain

Oh, it’s such a shame

We don’t talk anymore like we used to do

We don’t laugh anymore, what was all of it for?

Oh, we don’t talk anymore like we used to do

END

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : This is it. Satu lagi one shoot untuk merayakan upcoming WK DAY. Semoga amazing readers ga bawa parang setelah baca yang ini yah… Di resapi aja dulu baru deh bereaksi (‾▿‾”)

Kalau mau protes di kolom komentar yak. Semakin banyak komen yang masuk, apalagi yang minta WonKyu untuk lovey dovey, nanti bisa Nao pertimbangkan. Tapi kalau tidak terlalu banyak responnya, yah mengikuti naluri Nao yak \_~(˘▾˘~) dan Nao itu ratunya angst ┌(“˘o˘)┐ jadi mungkin sedikit… You know lah ¬o( ̄- ̄メ)

As usual, gomen untuk typos or mistake di FF ini. Namanya manusia ga jauh dari salah, tapi Nao sebisa mungkin memperbaiki kesalahan Nao.

Maacih amazing readers \(´▽`)/

Keep Calm and Ship WonKyu (kali ini WonKyu aja) ;D

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements