Tags

, , , , , ,

Title : I’m Not A Mafia’s Boyfriend 4

Pairing/Charas : WonKyu, KrisHo, YunJae, GTop, more to come

Genre : Romance, A Bit Humor (I Think), M for Mature and Cursing Language

Disclaimer : All casts are belong to their self and God

Inspired : My own interpretation and imagination after wathing several action movie

Warning : Un-betaed a.k.a. Typos, GS, AU, OOC, Mention several OC’s

Summary : Not all mafias all men because there’s a new fish in town and she is the evil itself.

( 。・_・。)(。・_・。 )

Previous Chapter

“Mereka yang sudah berani menyentuh apa yang menjadi milikku harus menerima ganjaran yang setimpal. Eonnie tahu betapa aku membenci orang yang berani menyentuh milikku tanpa seizinku bukan?”

“Hm… Ternyata kau benar-benar menyukai pemuda itu ya. Wow! Bisa juga kau jatuh cinta Kyu. Baiklah. Karena aku juga tidak suka ada yang berani macam-macam dengan calon adik iparku, maka akan aku lakukan perintahmu… Boss.” goda Jaejoong balik saat dia memanggil Kyuhyun dengan sebutan Boss. Jaejoong sangat senang karena Kyuhyun ternyata bukan perempuan es seperti yang dia takutkan.

Jaejoong kemudian pamit dan segera meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Kyuhyun dan Siwon berdua. Kyuhyun menoleh ke arah Siwon yang masih tertidur. Melihatnya damai seperti itu membuat Kyuhyun merasa senang dan timbul sebuah keinginan untuk…

Cup.

Mencium bibir Siwon.

“Kau milikku Siwonnie dan siapa pun tidak ada yang bisa mengambilmu dariku. Siapa pun.” Bisik Kyuhyun sebelum kembali mencuri ciuman dari Siwon sampai dia puas. Sampai Siwon terjaga karena ciumannya.

Kau milikku.

.

.

.

“Berita hari ini. Telah terjadi pembantaian masal di sebuah gedung tua di daerah xxx. Polisi menemukan dua puluh mayat dalam keadaan mengenaskan dengan wajah yang tidak bisa dikenali lagi dan beberapa anggota tubuh yang tidak utuh. Menurut sumber kami, kedua puluh orang tersebut diketahui sebagai pemimpin dari beberapa kelompok yang disinyalir sebagai kelompok mafia berskala kecil. Sementara di sekitar sungai Han terdapat ratusan orang terluka berat dan ringan. Kesemuanya masih hidup namun mereka semua terlalu shok sehingga tidak bisa memberikan keterangan sama sekali kepada polisi. Sampai saat ini…”

Klik!

“Kau puas bos?” Tanya Seunghyun setelah mematikan televisi besar di ruang tengah kediaman Kyuhyun. Mafia cantik itu hanya tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaan Seunghyun. Dia justru bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang besar yang dipenuhi dengan berbagai macam senjata, diikuti oleh Seunghyun.

Kyuhyun berjalan sampai ke tengah ruangan sembari menunggu Jaejoong yang memang sudah menanti dirinya di ruang besar itu, untuk memberikan katana miliknya. Kyuhyun berdiri membelakangi Seunghyun kemudian membuka blazernya, menampilkan t-shirt turtle neck putih ketat tanpa lengan yang menyembulkan sedikit dari tato naga Kyuhyun yang besar. Tato yang begitu besar sampai menutupi seluruh permukaan punggung Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan katananya dari sarung pedang itu sebelum menoleh dan menyeringai ke arah Seunghyun, seolah menantang pria itu untuk berduel dengannya. Tanpa perlu diperintahkan, Seunghyun pun membuka jasnya, melipat ujung kemejanya sampai siku lalu mengambil salah satu katana yang dipajang di sudut ruangan besar tersebut.

Seunghyun mengambil kuda-kuda dan menanti serangan dari Kyuhyun. Wanita dengan marga Cho itu menoleh ke belakang sebelum melompat dan salto ke belakang sampai ke depan Seunghyun lalu menebaskan katana tajam miliknya ke arah Seunghyun.

Seunghyun dengan sigap menangkis tebasan katana Kyuhyun dengan katananya dan membalas dengan tebasannya sendiri yang tak kalah cepat dan kuat dari Kyuhyun. Suara besi beradu dengan besi dan beberapa gerakan atletik dan bela diri terdengar dari keduanya. Tidak ada yang mau mengalah karena taruhannya adalah nyawa mereka sendiri.

Lama keduanya saling memamerkan kehebatan mereka dalam bermain pedang sampai satu tebasan dari katana Kyuhyun mengenai pipi Seunghyun. Pria tinggi itu lengah walau tidak berdampak fatal bagi dirinya. Seunghyun memegang pipinya yang berdarah sementara Kyuhyun berdiri tegak dengan keanggunannya setelah dia menebaskan katananya ke samping, membuang sisa darah yang menempel di katana kesayangannya tersebut, dan menyarungkan kembali ke dalam sarung pedang.

Kyuhyun berjalan melewati Seunghyun yang membungkuk hormat kepada Kyuhyun diikuti oleh semua anak buah Kyuhyun dan Seunghyun yang menyaksikan latihan bos mereka. Jaejoong pun ikut beranjak dari tempatnya menonton kedua sahabatnya berduel. Dengan santai dia mengikuti Kyuhyun, melewati Seunghyun dan para anak buahnya.

Namun langkah Jaejoong terhenti ketika Kyuhyun mendadak diam di depan pintu. Jaejoong menunggu Kyuhyun bereaksi sampai dia melihat Kyuhyun yang memanglingkan wajahnya ke arah Seunghyun dan berkata,

“Aku sangat puas.”

Jaejoong tersenyum simpul sementara Seunghyun tersenyum bangga.

Tidak ada yang bisa membahagiakan Seunghyun dan Jaejoong kecuali melihat pimpinan mereka senang dan puas dengan pekerjaan mereka.

.

.

.

“…saat ini masih belum ditemukan siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa mengerikan ini. Pihak yang berwajib mengatakan bah…” suara pembaca berita itu terdengar samar-samar oleh para pengujung coffee shop ternama di dekat kampus swasta tersebut.

“Ih! Seram sekali! Aku takut! Kenapa bisa sekejam itu kepada orang lain?” sahut Kyuhyun terdengar takut dengan berita yang baru saja dilihatnya. Padahal, dalam hati wanita itu, dirinya bersorak dan bangga dengan pekerjaan anak buahnya.

Meskipun dia begitu senang dengan hasil kerja anak buahnya, dirinya tetap harus memerankan peran gadis baik-baik yang takut dengan semua kekejaman mafia. Karena dia harus memanfaatkan kesempatan untuk…

“Brutal sekali. Tenang saja Kyuhyun-ssi. Aku bisa menjagamu.” …mendapatkan elusan lembut di punggung tangannya yang melingkar di lengan kekar Siwon.

Kyuhyun mengangkat sedikit wajahnya agar bertatap muka dengan Siwon dan memberikan senyum manis bak malaikat miliknya. Siwon pun membalas senyum yang mulai menghantui pikirannya itu, dengan salah satu senyum lesung pipi andalannya.

Sejak peristiwa Kyuhyun yang menunggunya di rumah sakit dua minggu lalu, Siwon mulai merasakan rasa yang lebih kepada mahasiswi baru dikampusnya tersebut. Siwon tidak bisa mengenyahkan senyum manis Kyuhyun, kebaikan hatinya, dan kelembutan Kyuhyun. Siwon selalu memikirkan Kyuhyun dan terus merasakan rindu jika Kyuhyun tidak bersamanya. Siwon paham bahwa mungkin terlalu cepat untuk menyimpulkan jika dirinya mencintai Kyuhyun, namun menyukai? Siwon jelas menyukai gadis ceria tersebut.

Siwon baru kali ini merasakan ingin memiliki seseorang dan katakan saja dia terlalu percaya diri, tapi Siwon bisa merasakan bahwa Kyuhyun juga menginginkannya. Karena itu, Siwon bermaksud mengutarakan isi hatinya dan meminta Kyuhyun untuk menjadi kekasihnya. Dia ingin terus berdekatan dengan Kyuhyun dan mengenal gadis manis itu.

“Aw… Kau baik sekali Siwon-ssi. Tentunya aku senang sekali jika punya bodyguard setampan dirimu.” Goda Kyuhyun membuat pipi Siwon merona.

Tawa canggung terdengar dari Siwon tapi pemuda tinggi itu mulai berani menggenggam tangan Kyuhyun dan dengan lembut membisikan sesuatu ke telinga Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, ikut aku sebentar. Ada yang ingin aku sampaikan.”

“Huh?” pura-pura Kyuhyun tak mendengar bisikan halus Siwon padahal telinganya yang peka itu mendengar jelas apa yang baru saja diucapkan oleh Siwon. Kyuhyun hanya ingin menggoda Siwon. Warna merah muda di pipi pemuda yang lebih muda darinya itu sungguh menggemaskan.

“A-a… A-aku… Um… Ikut aku saja Kyu.” Gagap Siwon yang justru menambah keinginan Kyuhyun untuk menggoda pemuda Choi itu. Kyuhyun mencoba mempraktekan teknik aegyo yang dia pelajari dari Suho kepada Siwon.

Coba aku ingat, miringkan kepala, buka mataku sedikit lebar agar terlihat lebih bulat lalu tatap mata Siwon dan pasang tampang paling polos yang aku bisa. Argh! Teknik apa ini? Gerutu Kyuhyun dalam hati walau semua tips yang Suho berikan, Kyuhyun lakukan juga.

“Kemana? Jika kau ingin bicara, disini juga bisa.” Ucap Kyuhyun dengan aegyo yang dia bisa. Dan hasilnya,

Wajah merah seperti kepiting rebus ala Siwon.

Mafia cantik itu tersenyum puas dalam otaknya. Dia berjanji akan mengabulkan apapun keinginan Suho nanti.

“Siwonnie.” Panggil Kyuhyun dengan suara manis dan sengaja diimut-imutkan ketika Siwon diam dengan wajah merahnya. Tiba-tiba Siwon berdiri dan menatap Kyuhyun lekat.

“Ak-aku…”

“Hm?”

“Aku menyukaimu!” seru Siwon lantang dan tanpa ijin, pemuda itu langsung mencium pipi Kyuhyun dari melarikan diri, keluar dari coffee shop itu dengan terburu-buru sampai menabrak beberapa pengunjung lainnya bahkan Siwon sempat menabrak pintu kaca coffee shop tersebut.

Siwon meringis kesakitan sambil mengusap-usap dahinya yang sedikit merah karena ‘mencium’ keras pintu kaca terlebih dulu sebelum akhirnya melirik sekilas Kyuhyun yang masih terpaku di tempatnya dan mengumpat, memaki dirinya sendiri. Siwon kembali berlari meninggalkan coffee shop itu.

Sementara Kyuhyun… Wanita itu memang masih terpaku di tempatnya semula. Belum menyadari apa yang baru saja terjadi.

Apa… itu… tadi…? Batinnya bingung.

Kyuhyun bergeming sebelum dia menepuk kedua pipinya dan mengedipkan kedua matanya beberapa kali. Kyuhyun mulai mencari sosok Siwon namun pemuda itu sudah tidak terlihat lagi. Walaupun raga Siwon tidak berada di dekatnya, Kyuhyun masih bisa merasakan panas menjalar dari pipinya sampai ke seluruh permukaan wajahnya. Kali ini bukan Siwon yang wajahnya memerah seperti kepiting rebus, melainkan wajah Kyuhyun.

Kyuhyun meraba pipinya yang di cium Siwon. Jemari Kyuhyun mengelus pipinya sendiri, berusaha merasakan sentuhan bibir Siwon. Lalu…

Sebuah seringai kemenangan tercetak jelas di wajah cantik Kyuhyun dan dilanjutkan dengan tawa puas dari pemimpin mafia tersebut.

Oh God. Apa dia tadi baru saja mengungkapkan perasaannya kepadaku? Ditambah lagi, dia berani mencium pipiku? Damn! You’re so sweet Wonnie. Like a sugar cube. And too bad, this scary noona has to put you in her tea, stir you up and then…” Kyuhyun menghentikan gumamannya sendiri sebelum bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari coffee shop itu.

Wajahnya jelas mengatakan bahwa Kyuhyun puas dengan hasil akhir dari semua pengorbanannya selama ini. Si pemuda tampan sudah berada dalam genggamannya. Dan Kyuhyun akan pastikan akan tetap seperti itu.

Apa yang sudah menjadi miliknya akan selalu menjadi miliknya. Kyuhyun sudah menetapkan kepemilikannya terhadap Siwon sejak dia bertemu dengannya dan hari ini semua berjalan seperti yang dia inginkan.

Siwon kini miliknya.

Miliknya.

Kyuhyun tidak peduli jika nanti Siwon mengetahui kebenaran tentang dirinya. Kyuhyun yakin Siwon tetap akan bersamanya meski dia tahu sekali pun.

Lagipula, Siwon masih menyayangi nyawanya bukan? Kyuhyun yakin Siwon tidak mau kehilangan salah satu jarinya terlebih laginya nyawanya hanya karena dia ingin meninggalkan Kyuhyun bukan?

Tentu saja tidak.

“Bukankah begitu eonnie?” tanya Kyuhyun kepada seseorang yang sejak tadi sudah menjadi bayangannya.

Jaejoong hanya tersenyum simpul sebelum keluar dari persembunyiannya dan menjawab tegas.

“Tentu bos.”

You’re mine Wonnie. Mine.

.

.

.

Damn! You’re so sweet Wonnie. Like a sugar cube. And too bad, this scary noona has to put you in her tea, stir you up and then… Drink you up. Until the last drop.”

.

.

.

Derap kaki yang berlari cukup kencang itu mengarahkan tubuh pemiliknya ke sebuah lorong panjang dari bangunan bergaya eropa tempatnya menimba ilmu. Kaki panjang itu terus berlari sampai akhirnya melambat lalu benar-benar berhenti. Tampaknya sang pemilik sudah kehabisan nafas, terlalu lelah untuk terus berlari.

Mengambil nafas yang panjang untuk mengisi paru-parunya, Siwon, pemuda yang berlari itu menempatkan tubuhnya di lantai koridor. Tidak peduli jika celana jeansnya akan kotor karena hal itu tidak akan membuatnya malu, tidak dengan kebodohannya tadi.

Tidak, tidak. Celana kotor tidak sebanding dengan apa yang sudah Siwon perbuat di coffee shop tadi.

“Bodoh!” serunya kesal kepada dirinya sendiri. Siwon tidak mengira jika dirinya bisa begitu berani untuk mengaku kepada Kyuhyun bahwa dia menyukai gadis itu. Terlebih lagi menciup pipinya. Ya, Siwon memang berencana ingin mengungkapkan perasaannya tapi mencium pipi Kyuhyun? Tidak, itu bukan rencana awalnya.

“Apa yang sudah aku lakukan? Kyuhyun pasti marah dengan kekurang ajaranku tadi! Bodoh! Bodoh! Bodoh!” teriaknya semakin kesal. Siwon sangat malu dan menyesal telah mencium Kyuhyun tanpa ijin dari gadis itu. Dia kesal karena kesalahan itu, Kyuhyun bisa menganggapnya pemuda kurang ajar dan tidak tahu bagaimana memperlakukan seorang perempuan. Siwon cemas jika karena tindakannya, Kyuhyun tidak mau bicara lagi dengannya? Apa yang akan Siwon lakukan jika Kyuhyun marah besar kepadanya? Bahkan lebih buruk, membencinya?

Tidak ada yang bisa Siwon salahkan kecuali dirinya sendiri.

Siwon membenturkan kepalanya ke dinding di belakangnya dengan cukup keras beberapa kali, berusaha menghilangkan ingatannya akan kebodohannya. Akan tetapi semakin Siwon berusaha melupakan, semakin Siwon mengingatnya.

“Sial!” umpat Siwon lagi. Pemuda itu benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan jika benar Kyuhyun membencinya. Siwon tidak ingin hal itu terjadi. Siwon tidak ingin Kyuhyun menjauhinya dan tidak mau lagi berteman dengannya, alih-alih menjadi kekasihnya.

Tidak. Siwon terlalu mencintai Kyuhyun sampai dia tidak bisa menjauh dari Kyuhyun.

Tunggu dulu…

Siwon terpaku sesaat dengan apa yang baru saja dia pikirkan.

Cinta?

Siwon mencintai Kyuhyun?

Bukankah Siwon masih dalam tahap menyukai gadis manis itu dan baru ingin mengenal lebih jauh pribadi Kyuhyun? Lalu darimana pemikiran bahwa Siwon sudah benar-benar jatuh cinta kepada Kyuhyun?

Apa yang membuatnya yakin bahwa dia benar-benar mencintai Kyuhyun?

Jawabannya…

Jawabannya…

“Aku mencintai Kyuhyun.”

Jawabannya adalah ikuti kata hati.

Pemuda itu tersenyum lembut, melupakan sejenak kemungkinan bahwa Kyuhyun akan marah kepadanya karena adegan mencuri cium. Hatinya kembali berbunga-bunga hanya dengan mengetahui bahwa dirinya telah jatuh cinta.

Ah, cinta.

Begitu ajaib karena dalam sekejap bisa merubah suasana hati seseorang, menumbuhkan semangat dan harapan baru yang sempat hilang karena sebuah kesalahan.

Dan cinta itu membuat Siwon berharap semoga kisahnya dengan Kyuhyun bisa berjalan dengan lancar dan berakhir dengan bahagia meskipun dengan awalan yang salah.

Well, Siwon boleh berbahagia jika mengetahui cintanya bersambut.

Hanya saja…

Hanya saja, pemuda itu mungkin harus menyiapkan diri karena cintanya akan sedikit…

…tangguh.

.

.

.

“…”

“Tentu sudah tuan. Saya sudah menemukan kelemahan dari perempuan iblis itu.”

“…”

“Kelemahan itu bernama…”

Choi Siwon.

TBC

( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : Um… Kayaknya perannya sedikit kebalik yak ┐(´_`)┌ Nao emang rada2 sih #lupakan XD

Pendek? Of course. Nao lagi tak sanggup buat panjang2. Mentok ini, mentok. Makanya Nao mau kabur kalo ada amazing readers yang mau muarah2 ┌(“˘o˘)┐

Ya sutralah, monggo dicek and ricek. As usual gomen untuk typos and gaje disana-sini.

I’m out.

Keep Calm and Ship Wonkyu, Yunjae, and Krisho 😀

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements