Tags

, , , , , , , ,

Title : I Love You, I Remember You

Charas / Pairing : WonKyu, Jaejoong, Hankyung

Disclaimer : All casts are belong to their self and God, I.O.I and their label company and agencies

Inspired : I Love You, I Remember You by I.O.I

Warning : Un-betaed, Typos, GS, OOC, AU

Summary : When I shout out that I love you every day, I remember the moments you stood in front of me

Series : Then There’s You | We Don’t Talk Anymore | See You Again

( 。・_・。)人(。・_・。 )

“Kyu.” Panggilan itu tidak membuat wanita cantik berambut sebahu itu menoleh. Dia justru diam dan fokus ke arah pemandangan taman dari jendela mobil.

“Kyu.” Sekali lagi namun dengan hasil yang sama. Sampai akhirnya,

“Kyuhyun!” teriak pria yang terus memanggil wanita bernama Kyuhyun itu dan akhirnya menghasilkan tolehan ditambah delikan kesal dari Kyuhyun.

“Akh! Apa sih oppa? Kaget!” balas Kyuhyun juga berteriak kepada pria yang dipanggilnya dengan sebutan oppa itu.

“Kau sedang melihat apa?” tanya pria yang sekarang ikut-ikutan melihat ke arah luar. Kyuhyun tersenyum lebar sebelum tiba-tiba melepas sabuk pengaman mobil dan membuka pintu penumpang.

“Eh! Kau mau kemana Kyu?” tanyanya lagi.

“Um… Sepertinya aku melihat orang yang aku kenal oppa. Jadi aku mau menyapanya dulu. Oppa pulang duluan saja.” Jawab Kyuhyun dan langsung berlari ke arah orang yang dia kenal berada. Kyuhyun tidak menghiraukan panggilan-panggilan yang meminta Kyuhyun untuk kembali. Kyuhyun hanya berbalik ketika dia mendengar teriakan terakhir yang menanyakan sesuatu kepadanya.

“Tunggu Kyuhyun! Kau melihat siapa?”

Kyuhyun tersenyum sebelum menjawab,

“Rahasia!” dan kembali berlari.

Kyuhyun terus tersenyum karena matanya tidak mungkin menipunya dan walau matanya bisa saja menipunya, tapi hatinya tidak.

Dia ada disini. Siwonnienya ada disini.

“Akhirnya kau kembali Wonnie. Kau kembali.”

.

.

.

“Siwonnie.” Tegur Kyuhyun pelan namun cukup untuk terdengar oleh orang yang dia panggil dengan panggilan Siwonnie tersebut.

Mendengar suara yang sudah lama tak menyapa gendang telinganya itu, suara merdu dari pemilik yang selalu ada di hati Siwon, suara gadis, ah bukan, seorang wanita setelah sekian lama berpisah, suara itu…

“Siwonnie.” Panggil Kyuhyun sekali lagi dan kali ini Siwon tidak bisa berpura-pura tidak mendengar. Siwon tidak bisa lagi berusaha untuk menghindar dari suara itu.

Perlahan namun pasti, Siwon menoleh ke samping kanannya dan mata hitamnya bertatapan dengan mata coklat madu yang selalu membayangi mimpi-mimpi Siwon. Pria itu memandang lama wajah cantik Kyuhyun sebelum akhirnya tersenyum tipis dan berkata,

“Hai Kyu. Lama tak berjumpa.”

.

.

.

Taman itu begitu sejuk karena pepohonan rindang tersebar di hampir seluruh taman. Kesejukan itu membuat semua pengunjung merasa sangat nyaman dan betah untuk berlama-lama disana. Namun kesejukan itu tidak sejalan dengan isi hati kedua orang yang saat ini sedang duduk bersebelahan. Dengan jarah yang cukup jauh.

Baik Siwon dan Kyuhyun sudah berdiam diri tanpa mengucapkan satu patah kata pun sejak adegan saling sapa dua puluh menit yang lalu. Mereka sama-sama hanya memandang lurus ke depan, ke arah Kris yang masih terlihat menikmati kegiatan melukisnya.

“Um…” suara Kyuhyun akhirnya memutus keheningan antara keduanya. Suara ragu-ragu Kyuhyun memulai sebuah kalimat selanjutnya.

“Siapa dia?” tanya Kyuhyun yang menghasilkan tolehan dan tatapan datar dari Siwon. Pria itu menatap Kyuhyun lekat sejenak, seolah mengagumi kecantikan Kyuhyun yang semakin mempesona, kecantikan Kyuhyun yang terus menjadi miliknya seandainya mereka masih bersama. Namun hal itu hanya sejenak sebelum Siwon berdeham dan mengalihkan pandangannya, kikuk dan malu karena masih saja memikirkan hal yang seharusnya tidak dia pikirkan.

“D-dia…” Siwon tergagap dan kembali berusaha menguasai dirinya sebelum kembali berbicara.

“Dia Kris. Anak Jiyong.” Jawab Siwon. Dahi Kyuhyun berkerut bingung. Anak Jiyong Siwon bilang, bukankan anak Jiyong,

“Kris anak angkat Jiyong. Dia tidak tega membiarkan Kris kembali ke panti asuhan setelah kecelakaan itu. Tidak, jika Kris bisa dikatakan penyebab kecelakaan itu.” Lanjut Siwon tanpa perlu membuat Kyuhyun bertanya. Kyuhyun sendiri hanya mengangguk maklum sebelum kembali lagi kepada keheningan keduanya sampai,

“Bagaimana kabarmu Kyu?” tanya Siwon tanpa menoleh ke arah Kyuhyun. Wanita itu menatap Siwon sejenak sebelum tersenyum dan menjawab.

“Aku baik. Kau sendiri?”

“Sama. Aku juga baik.”

“Kau bekerja?”

“Ya. Aku bekerja di perusahaan kakak perempuanku.”

“Kakak perempuan?”

“Ah ya, kau pasti belum kenal dengannya. Aku bermaksud mengenalkannya kepadamu sebelum kau…” Siwon tak jadi meneruskan kalimatnya karena hanya membuka luka lama. Siwon dan Kyuhyun terjebak lagi oleh kebisuan karena kalimat tak sempurna itu dan itu menyesakan, untuk mereka berdua.

Siwon terlihat gusar dan tidak nyaman sehingga mendadak, pria itu berdiri dan langsung berjalan ke arah Kris, bermaksud mengajaknya pergi meninggalkan taman. Namun belum selangkah Siwon berjalan, lengannya sudah dipegang oleh Kyuhyun.

“Siwonnie, tunggu! Aku…”

“Kyu!” ucapan Kyuhyun terpotong dengan panggilan yang ditujukan untuknya. Dia dan Siwon memandang ke arah suara itu berasal dan mata hitam Siwon menajam tatkala dia melihat sosok yang pernah dia lihat saat reuni lima tahun lalu. Sosok pria yang berdampingan dengan Kyuhyun.

Kyuhyun dapat merasakan tekanan di kepalan tangan Siwon, seakan-akan pria di hadapannya itu sedang menahan dirinya untuk tidak lepas kendali. Wanita berpipi gembil itu langsung memandang wajah tampan Siwon dan kedua mata bulatnya semakin membola kala dia melihat raut wajah Siwon yang marah dan menatap tajam pria yang memanggilnya baru saja.

Entah Kyuhyun harus merasa lega atau takut, yang pasti hatinya merasakan bahwa dia masih memiliki kesempatan dengan Siwon. Kyuhyun semakin menggenggam erat lengan Siwon, berusaha menyalurkan perasaannya kepada Siwon.

“Kyu! Hhh… Kau ini. Langsung pergi saja! Membuatku khawatir!” seru pria itu sambil mengatur nafasnya karena berlari mengejar Kyuhyun setelah memarkirkan mobilnya di depan taman.

“Oppa. Bukankah aku sudah menyuruh oppa untuk pulang lebih dulu? Mengapa mengikutiku? Dan apa tadi? Mengkhawatirkanku? Ih oppa! Sudah aku bilang berkali-kali kalau aku baik-baik saja.” tanya Kyuhyun sedikit kesal karena pria itu tidak mendengarkan keinginannya.

“Baik-baik saja apanya? Kau itu baru saja dinyatakan sembuh total oleh dokter seminggu yang lalu! Tapi kau sudah pergi kesana kemari! Aku takut kau kelelahan Kyu dan ujung-ujungnya kau sakit lagi! Jadi wajar jika aku masih mengkhawatirkanmu! Aish! Dasar nakal!” balas pria itu tak kalah sengit. Dia mencemaskan keadaan Kyuhyun sampai dia tak menyadari wajah Kyuhyun yang berubah pucat. Bukan karena sakit melainkan karena hal lain.

“Oppa!” tegur Kyuhyun agar pria itu tidak mengatakan apapun lagi. Kyuhyun baru saja akan menarik lengan pria itu untuk menjauh dari Siwon ketika lelaki bermarga Choi itu membuka mulutnya.

“Kau tadi bilang apa? Kyuhyun baru dinyatakan sembuh total seminggu yang lalu? Memangnya Kyuhyun sakit apa?” tanya Siwon kaget dengan berita bahwa Kyuhyun sempat sakit.

“Kau siapa?” tanya pria itu, heran dengan pria yang sepertinya mengenal dekat Kyuhyun. Namun, alih-alih menjawab pertanyaan pria itu, Siwon justru mengarahkan pandangannya kepada Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun tajam sekaligus penasaran. Rahasia apa yang disembunyikan mantan kekasihnya tersebut.

“Kyuhyun.” Panggil Siwon tegas. Dia ingin mendapatkan jawaban dan dia ingin jawaban itu keluar dari bibir Kyuhyun. Sementara Kyuhyun sendiri terlihat gugup dan berusaha untuk merangkai kata-katanya menjadi kalimat yang bisa membuat Siwon mengerti.

“Um… I-itu… It-itu… J-jadi be-begini…”

“Apa yang kau sembunyikan Kyu?” potong Siwon agar Kyuhyun tak berbelit-belit. Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari mata hitam Siwon. Wanita itu tidak sanggup menatap mata Siwon dan mengatakan kebenaran yang telah dia simpan rapat-rapat. Kyuhyun memiliki alasan tersendiri untuk itu.

“Siwonnie… A-aku…” ucap Kyuhyun sebelum menarik nafas dan kembali melanjutkan.

“Aku pernah di diagnosa mengidap kanker lambung.”

.

.

.

Kim Jaejoong sedang berusaha menyelesaikan pekerjaannya menandatangani beberapa berkas penting ketika pintu ruangannya terbuka dengan kasar dan ditutup dengan bantingan keras.

Kaget adalah hal yang lumrah untuk Jaejoong tapi bukan bantingan pintu yang menjadi sumber utama keterkejutan Jaejoong. Tidak, bukan itu. Sumber keterkejutannya adalah raut wajah kusut dari adik tirinya yang saat ini duduk di sofa sambil meremas rambutnya.

“Aku tidak percaya dia melakukan itu kepadaku! Aku benar-benar tidak percaya!” gumam Siwon, adik tiri Jaejoong, seolah-olah Jaejoong tidak ada di dekatnya dan dia baru saja mengganggu pekerjaan sang kakak.

“Kau kenapa?” tanya Jaejoong singkat sembari bangkit dari kursi empuknya dan menuju ke sofa. Tak lupa Jaejoong mengambil minuman dingin dari kulkas lalu menyerahkan kepada Siwon.

Begitu Jaejoong menjatuhkan bokong sintalnya di sofa itu, Siwon langsung menatapnya dan berseru.

“Noona! Apa kau akan meminta putus kepada Yunho hyung jika kau sedang sakit keras?”

“Huh?”

“Aku bilang ap-“

“Aku dengar apa yang kau katakan tadi. Tapi apa maksudmu menanyakan itu kepadaku?”

“Ah! Ak-aku… Aku hanya ingin tahu perasaan seorang perempuan ketika memutuskan kekasihnya karena dia sakit.”

Jaejoong terdiam sesaat, memikirkan arah percakapannya dengan Siwon. Otak jeniusnya langsung bisa menangkap alasan mengapa Siwon bersikap seperti ini. Ya, hal itu dan juga cerita dari sang bunda soal adiknya yang patah hati saat di bangku sekolah, walau dia tak mengenal siapa gadis yang mematahkan hati sang adik.

Tanpa merasa ada beban, Jaejoong langsung memukul belakang kepala adiknya dengan keras. Membuat Siwon berteriak kesakitan dan memandang kesal ke arah sang kakak.

“Aish! Yah!! Noona kenapa memukulku?” tanya Siwon kesal sembari mengusap bagian belakang kepalanya.

“Karena kau bodoh dan tidak peka.” Jawab Jaejoong santai meski dia mendelik tajam ke arah adik tirinya tersebut.

“Apa sih?” cicit Siwon sedikit takut dengan delikan kakaknya itu. Jaejoong memang sangat cantik dan mempesona jika baru bertemu pertama kali namun jangan sampai terlena dengan kecantikannya. Wanita di hadapan Siwon itu adalah wanita besi yang tegas dan kuat.

“Kau menderita, merasakan pahitnya cinta yang kandas dan mengasihani dirimu sendiri selama lima tahun ini, karena seorang gadis yang jelas-jelas memikirkan dirimu. Gadis yang benar-benar mencintaimu sampai dia tak ingin kau ikut menderita jika dia pergi suatu saat nanti.” Jelas Jaejoong berharap Siwon mengerti maksud perkataannya. Akan tetapi, sesuai dugaannya, adiknya terlalu bodoh untuk bisa mengerti ucapan perempuan terlebih lagi perasaan mereka.

Pantas saja kau susah mendapatkan kekasih. Dasar kuda bodoh. Batin Jaejoong gemas dan kesal secara bersamaan.

“A-apa…”

Oh God! Why are you so stupid sometimes little brother?” erang Jaejoong tak tahan dengan sifat Siwon.

“Dia mencintaiku? Kyuhyun mencintaiku?” tanya Siwon tak mempedulikan sikap Jaejoong yang kesal kepadanya. Siwon hanya ingin kepastian tentang apa yang dia harapkan dari Kyuhyun. Walau jawabannya itu harus keluar dari mulut orang lain yang sekarang adalah sang kakak.

“Ya Kyuhyun mencintaimu.” Tegas Jaejoong seolah tak peduli bahwa dia seenaknya menjawab mengatas namakan perasaan seseorang. Namun, siapa pun yang tahu cerita Siwon dan Kyuhyun pasti bisa menarik kesimpulan. Jadi Jaejoong merasa sah-sah saja dia menjawab demikian. Lagipula, jika jawabannya bisa membuat Siwon membuka hatinya kembali dan berusaha mendapatkan cinta yang tak pernah hilang dari dirinya itu, maka tanpa perlu disuruh dua kali Jaejoong akan tetap mengatakan hal yang sama. Meski ada kemungkinan apa yang dia katakan tidaklah benar.

“Dia mencintaiku. Dia mencintaiku.” Gumaman Siwon yang seperti kaset rusak itu menyadarkan Jaejoong. Dengan memutar matanya jengah, Jaejoong kembali memukul belakang kepala Siwon.

“Kau tidak perlu mengatakannya dua kali.” Sungut Jaejoong, bermaksud membuat adiknya kembali berteriak kesal. Namun, kali ini Jaejoong harus berpuas diri dengan reaksi Siwon yang justru tidak menghiraukan dirinya. Siwon seolah-olah berada dalam dunianya sendiri karena tidak lama setelah pukulan Jaejoong, pria itu berteriak keras,

“Dia mencintaiku!” dan berlari keluar dari ruangan Jaejoong, meninggalkan Jaejoong yang terperangah dengan keanehan adiknya itu.

Beberapa detik kemudian, Jaejoong terlihat tersenyum sebelum terkekeh ringan. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, tak habis pikir mengapa adiknya tersebut, meski sudah berusia 23 tahun, masih saja bersikap seperti remaja tanggung.

“Dan dia pergi begitu saja. Awas dia jika sudah kembali bekerja! Akan aku kerjai habis-habisan.” Ancam Jaejoong seorang diri, memastikan bahwa Siwon akan sangat menyesal telah mengganggunya disaat pekerjaannya sedang menggunung.

Jaejoong baru saja beranjak dari sofa empuknya ketika dia ingat sesuatu.

“Tunggu dulu. Siapa Kyuhyun?”

.

.

.

Kyuhyun menghela nafasnya untuk kesekian kali dan itu membuat Kim Hankyung, sepupu Kyuhyun, kesal bukan main. Pasalnya, adik sepupunya itu terus saja melamun dan menghela nafas tanpa berkata apapun sejak Hankyung membawanya pulang ke kediaman keluarga Cho kemarin.

“Kyu.” Sahut Hankyung pelan, berusaha agar Kyuhyun memperhatikannya. Akan tetapi nihil. Kyuhyun tetap menatap cangkir tehnya seakan-akan cangkir itu adalah cangkir paling indah di seluruh dunia.

“Kyu.” Hankyung mencoba lagi tapi sekali lagi suaranya tidak terdengar oleh Kyuhyun.

“Apa kau memikirkan pemuda itu lagi Kyu?” tanya Hankyung telak membuat Kyuhyun tersentak. Mata bulatnya beralih dari cangkir teh ke wajah Hankyung. Dokter muda itu tersenyum puas. Akhirnya Kyuhyun menatapnya juga.

“Jika memang kau ingin bicara dengannya, kenapa tadi kau justru pergi Kyu? Seharusnya kau mengajaknya pergi ke café atau ke tempat yang nyaman untuk kalian bisa bicara.” Usul Hankyung, paham benar akan kegundahan Kyuhyun setelah dia melihat reaksi Kyuhyun saat Hankyung menyinggung Siwon.

“Aku tak bisa oppa.” Lirih Kyuhyun perlahan. Meski hanya berupa bisikan, Hankyung bisa merasakan kesedihan mendalam ketika Kyuhyun mengatakannya. Tersenyum kembali, Hankyung mengelus rambut Kyuhyun lembut.

“Tak bisa, atau tak mau?” ujar Hankyung yang ditanggapi dengan gelengan kepala Kyuhyun, entah apa arti dari gelengan itu. Apa Kyuhyun memang tak bisa bicara dengan Siwon atau tidak mau. Apapun jawabannya itu, Hankyung hanya bisa kembali mengelus kepala adik sepupu kesayangannya itu.

Hankyung hanya ingin melihat Kyuhyun bahagia setelah dirinya berjuang melawan penyakitnya. Penderitaan Kyuhyun yang harus menerima dirinya tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi pada waktu itu, bergulat dengan pengobatan yang menyakitkan, dan beban di hatinya karena perasaan bersalah kepada Siwon.

Setelah enam tahun, akhirnya perjuangan Kyuhyun berbuah manis. Dokter menyatakan kanker yang diderita Kyuhyun telah disembuhkan. Peluang 30 persen atas kesembuhannya telah didapatkan oleh Kyuhyun dan dia mendapatkan hidupnya kembali. Kyuhyun juga sudah diterima di salah satu universitas bergengsi di Negara gingseng itu. Dia akan memulai perkuliahannya pada musim semi nanti.

Sekarang tinggal satu lagi yang seharusnya didapatkan oleh Kyuhyun yaitu cinta.

Dan cinta itu adalah…

Ting-tong!

.

.

.

Malam itu terasa dingin. Mungkin pergantian musim dari musim dingin ke musim semi yang menyebabkannya tetapi pergantian musim itu tidak seberapa dingin dengan keheningan yang membuat dua orang yang duduk berdampingkan membeku. Keduanya sama sekali belum bergerak sedikit pun sejak mereka duduk di bangku taman dari kediaman keluarga Cho.

Siwon dan Kyuhyun.

Keduanya kehilangan suara sejak mereka di arahkan ke taman belakang rumah megah Kyuhyun tersebut. Baik Siwon maupun Kyuhyun hanya mengedarkan pandangan mereka ke segala arah kecuali wajah di samping mereka. Terlebih lagi Siwon. Selain tidak tahu harus mengatakan apa kepada Kyuhyun sejak kedatangannya yang tiba-tiba di rumah Kyuhyun, Siwon sedikit terkejut mengetahui betapa kayanya keluarga Kyuhyun.

Jangan salah sangka, Siwon tahu Kyuhyun adalah anak dari keluarga berada namun Siwon tidak mengira bahwa Kyuhyun akan sekaya ini. Mungkin kekayaannya melebihi kekayaan Nickhun, teman sekolah mereka dulu.

“Urh… Rumahmu bagus Kyu.” Ucap Siwon basa-basi. Pria itu tidak tahan dengan keheningan mereka dan memutuskan untuk bersuara. Kyuhyun sendiri mulai berani menatap Siwon meski hanya sekilas sebelum menjawab.

“Um… Te-terima kasih.”

Dan keduanya kembali terdiam.

Keadaan tersebut sungguh menyiksa keduanya. Baik Siwon maupun Kyuhyun tak tahu mau sampai kapan mereka akan saling membisu.

Kyuhyun memberanikan diri melirik ke arah Siwon. Wanita cantik itu tersenyum tipis ketika iris coklat madunya menelusuri wajah tampan Siwon.

Dia semakin tampan. Batin Kyuhyun kagum. Dia pun terlihat begitu dewasa. Batin Kyuhyun lagi terus menerus terpesona dengan karisma Siwon. Kyuhyun terus memandang Siwon dan sedikit bernostalgia seorang diri.

Kyuhyun ingat bagaimana dia begitu merindukan Siwon. Wajahnya, senyumnya, tatapan lembutnya dan sentuhan hangatnya. Mata Kyuhyun bekaca-kaca kala mengingat Siwon yang dulu mencintainya. Kyuhyun selalu berharap bahwa Siwon tidak pernah berhenti mencintainya. Seperti dirinya yang tak pernah berhanti mencintai Siwon.

Setiap hari, tidak ada sedetik pun Kyuhyun melupakan rasa yang selalu membuatnya tersenyum dan menangis sekaligus itu. Rasa bahagia dan sedih itu bercampur menajdi satu saat ingatannya melayang kepada Siwon. Pria yang bisa membuatnya tidak bisa melihat siapa pun. Hanya dia, hanya Siwon.

Hanya saja, Kyuhyun pun tidak bisa menampik bahwa sejak dia memutuskan Siwon, pria itu bisa saja tidak lagi ingin berhubungan dengannya. Kyuhyun benar-benar telah menyakitinya saat itu. Tetapi kedatangan Siwon ke rumahnya menumbuhkan harapan baru untuk Kyuhyun.

Bolehkah aku berharap sekarang? Bolehkah aku berharap dia datang karena masih memperhatikanku? Menyayangiku seperti dulu? Kyuhyun menutup kedua matanya, menutup segala kemungkinan airmatanya akan turun karena perasaan sesak di dadanya. Kyuhyun benar-benar tidak ingin jika hari ini menjadi hari yang paling menyakitkan untuknya jika Siwon datang mengakhiri apa yang pernah ada dalam hubungan keduanya.

Tidak. Aku mohon Tuhan. Berikan aku kesempatan untuk mencoba meraih hatinya kembali. Berikan aku keberanian untuk menunjukkan kepadanya bahwa aku mencintainya.

Keyakinan itu yang membuat Kyuhyun memantapkan hatinya untuk meluruskan semua kesalah pahaman mereka, menyampaikan apa yang tak sempat Kyuhyun sampaikan saat terakhir mereka bertemu di reuni dulu. Dan untuk memulainya, Kyuhyun harus tahu satu hal yang sedikit mengganggunya. Kyuhyun harus tahu,

“Siwonnie, kau tahu rumahku dari siapa?” tanya Kyuhyun. Kyuhyun ingat tidak pernah memberikan alamat rumahnya di Korea kepada Siwon. Mereka sudah terlebih dulu putus sebelum Kyuhyun sempat memberitahukannya.

“Oh. itu. Dari Jiyong.” Jawab Siwon singkat. Mendengar jawaban Siwon Kyuhyun hanya mengangguk paham. Tidak heran jika Siwon tahu rumahnya jika dia bertanya kepada Jiyong, karena beberapa tahun terakhir ini, lebih tepatnya sejak reuni, Kyuhyun berusaha lebih dekat kepada Jiyong. Walau pendekatan itu Kyuhyun usahakan tidak tercium oleh Seunghyun. Kyuhyun tidak memiliki keberanian untuk berhadapan lebih lagi berbicara dengan sahabat Siwon.

Tidak, cukup Jiyong saja. Dan Kyuhyun sangat bersyukur Jiyong mengerti perasaannya yang tidak ingin bertemu dengan Seunghyun. Istri Seunghyun itu menerima pertemanan darinya tanpa berusaha mencari tahu alasan Kyuhyun. Karena kebaikan hati Jiyonglah, saat Kyuhyun mendengar musibah yang melanda Jiyong, Kyuhyun berusaha membantunya. Kyuhyun meminta salah satu dari anak teman ayahnya yang memiliki restoran untuk mempekerjakan Jiyong. Dan ketika dia berhasil, Kyuhyun membujuk Jiyong untuk kembali ke Korea dan melanjutkan hidupnya di Negara kelahiran mereka.

Tidak mudah membujuk Jiyong karena sejak kematian Seunghyun, Jiyong menutup dirinya dari semua orang. Tidak terkecuali Kyuhyun. Walau pada akhirnya Jiyong menyetujui permintaan Kyuhyun dengan syarat Kyuhyun tidak usah lagi mencoba membantunya. Meskipun berat hati, Kyuhyun menyetujui keinginan Jiyong dan mulai menjauhi wanita itu. Itulah mengapa Kyuhyun tidak mengetahui perihal Kris sampai Siwon yang mengatakannya di taman kemarin.

Kyuhyun baru akan bertanya lagi kepada Siwon ketika pria itu terlebih dulu bersuara.

“Sejak kapan kau berteman dekat dengan Jiyong Kyu?” Kyuhyun menatap Siwon, sedikit terkejut dengan pertanyaan Siwon sebelum dia akhirnya tersenyum sedih dan menjawab,

“Sejak reuni. Sebenarnya aku ingin mengenal Jiyong dan mendiang Seunghyun lebih dekat saat kita masih bersama namun semua itu tidak sempat terjadi sejak kita putus.” Kali ini Siwon lah yang menatap Kyuhyun. Tatapan matanya masih tidak mengerti namun dia tak ingin bertanya lebih jauh karena Siwon bisa melihat pancaran kesedihan dan terluka dari mata Kyuhyun.

“Kyu.”

“Hm.”

“Apa kau menyesal?” Kyuhyun menatap Siwon. Kedua matanya kembali berkaca-kaca ketika pertanyaan itu terlontar dari bibir joker Siwon. Bibir yang sama yang selalu menyunggingkan senyum manis ketika menatap Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya sembari membiarkan sebulir airmatanya mengalir di pipi bulatnya sebelum mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke mata Siwon. Kyuhyun tidak menduga Siwon akan bertanya demikian, namun pertanyaan itu seperti menjadi jalan untuknya untuk berterus terang. Untuk mengatakan bahwa dia,

“Ya, aku menyesal. Aku sangat menyesal.” Jawab Kyuhyun lalu menangis pelan dengan kepala kembali tertunduk. Kyuhyun menutup mulutnya, berusaha agar isakannya tidak terdengar oleh Siwon. Kyuhyun tidak mau Siwon melihatnya menangis seperti ini. Kyuhyun tidak mau Siwon merasa kasihan kepadanya.

“Aku juga.” Suara berat Siwon membuat Kyuhyun menengadahkan kepalanya. Iris coklat madu itu menatap bingung ke arah Siwon, tak mengerti maksud perkataan Siwon tadi. Sementara Siwon, pria itu tersenyum pilu sambil menggerakan jemarinya ke pipi Kyuhyun, menghapus airmata yang terus saja mengalir sebelum meletakan telapak tangannya di pipi Kyuhyun. Siwon melupakan kecanggungannya sejak Kyuhyun mengatakan dia menyesal dengan keputusannya dulu berpisah dengan Siwon.

“Aku sangat menyesal telah membiarkanmu pergi. Seharusnya aku bertahan. Seharusnya aku mendengarkan alasanmu. Seharusnya aku tidak menyerah dan memaksa untuk terus berada disisimu. Seharusnya ak-“

“Aku mencintaimu. Dulu, sekarang, dan bahkan sampai aku menutup mata. Aku mencintaimu Siwon.” Potong Kyuhyun langsung. Kyuhyun terkejut, dia tidak mengira bahwa Siwon masih memikirkan dirinya namun dia tidak ingin mendengar Siwon merasa menyesal dengan perpisahan mereka. Semua itu adalah kemauan Kyuhyun dan seharusnya hanya Kyuhyun yang merasa bersalah disini.

Kyuhyun mengambil tangan Siwon yang masih membelai pipinya. Kyuhyun merindukan sentuhan Siwon dan ingin merasakan lebih. Dengan erat Kyuhyun menggenggam tangan Siwon dengan kedua tangannya.

“Aku begitu mencintaimu sampai aku hanya menginginkan satu hal yaitu kebahagiaanmu. Saat itu, aku tahu aku tidak bisa memberikannya. Aku tahu aku hanya akan membuatmu cemas, takut, sedih dan terluka. Terlebih lagi kita masih sangat muda. Aku… Aku hanya akan menjadi penghalang untukmu meraih mimpi. Itulah sebabnya aku memilih pergi. Aku memilihmu daripada diriku sendiri.” Lanjut Kyuhyun dengan senyum yang lebih bebas. Kyuhyun akhirnya bisa mengatakan semua hal yang dia pendam selama ini.

“Kyu…” sahut Siwon tak percaya jika Kyuhyun begitu mencintainya sampai mengambil tindakan seperti itu. Siwon mengikis jaraknya dengan Kyuhyun lalu merengkuh bahu Kyuhyun dan membawa wanita itu dalam dekapannya tanpa melepaskan tangannya dari genggaman Kyuhyun. Siwon memeluk Kyuhyun dengan erat, berharap pelukannya dapat menyalurkan permintaan maafnya kepada Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun, hatinya begitu melayang karena bisa merasakan kehangatan Siwon lagi. Kyuhyun hanya dapat kembali menangis dan mendekatkan dirinya di dada Siwon, membasahi kemeja pria itu dengan airmatanya.

Keduanya terus berpelukan sampai Kyuhyun sendiri yang melepaskan diri. Kyuhyun menatap Siwon dengan senyum terpaksa, membuat Siwon bingung. Siwon merasa bukankah mereka sudah saling mengerti satu sama lain, tapi mengapa Kyuhyun seolah-olah ingin pergi lagi darinya.

“Kyu?” sahut Siwon bingung dengan sikap Kyuhyun. Wanita itu hanya menatap Siwon sedih. Dalam hatinya Kyuhyun bahagia karena Tuhan masih memberikannya kesempatan untuk bisa berjuang demi cintanya. Hanya saja, Kyuhyun juga tak bisa melupakan sesuatu yang membuatnya ragu untuk meraih cinta Siwon. Sesuatu atau seseorang yang pernah Kyuhyun lihat mendampingi Siwon saat reuni. Kyuhyun ragu jika dirinya akan menjadi seseorang yang jahat karena berbahagia di atas penderitaan orang lain. Jika Siwon sudah memiliki orang lain dalam hidupnya, Kyuhyun hanya bisa mendoakan kebahagiaan mereka berdua.

“Kau bahagia.”

“Apa? Bahagia?”

“Aku bahagia jika melihatmu bahagia Wonnie. Meskipun harus aku akui, hatiku tak rela tapi aku berusaha memahamimu.”

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Saat reuni dulu, aku sempat berpikir bahwa aku ingin kau kembali padaku. Tapi melihatmu bersama seorang wanita cantik, a-aku… Ak-aku…” Kyuhyun tak bisa melanjutkan. Hatinya terlalu sakit jika memikirkan Siwon dengan perempuan lain. Kyuhyun benar-benar merasa marah terhadap dirinya. Di satu sisi dia ingin Siwon bahagia tapi di satu sisi lagi, dia ingin dirinya yang berada disamping Siwon dan bukan orang lain.

Sedangkan Siwon, dirinya semakin bingung dengan perkataan Kyuhyun. Kenapa Kyuhyun bisa mengatakan dirinya bahagia padahal baru saja dia mengatakan dirinya menyesal karena membiarkan hubungan mereka kandas begitu saja.

“Reuni? Wanita cantik? Siapa?” tanya Siwon ingin tahu. Siapa wanita yang dimaksud oleh Kyuhyun. Seingat Siwon, dia tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun.

“Wanita yang menjemputmu. Aku tidak tahu apa kau masih berhubungan dengannya. Ah! Jangan-jangan kau sudah menikah dengannya? Ak-aku…”

Siwon mulai jengah dengan asumsi tak masuk akal dari Kyuhyun. Dengan kuat, Siwon mencengkram kedua bahu Kyuhyun dan memutar tubuh Kyuhyun untuk berhadapan dengannya.

“Wanita yang menjemputku waktu itu adalah kakak perempuanku, Kyu. Dialah yang ingian aku kenalkan kepadamu dulu. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun sejak kita putus.” Jelas Siwon.

“K-kakakmu? Tapi kau begitu mesra dengannya. Ka-“

“Jae noona memang begitu. Meski kami saudara tiri, tapi dia sangat menyayangiku dan suka bertingkah semaunya sendiri.” Sela Siwon sebelum Kyuhyun kembali berpikiran yang aneh-aneh tentang hubungannya dengan Jaejoong. Dalam hati, Siwon juga akan membuat perhitungan dengan kakaknya itu. Sikapnya yang suka memperlakukan Siwon seperti kekasihnya itu benar-benar membuat Siwon repot. Bahkan pernah Yunho, tunangan Jaejoong, pernah cemburu terhadap kedekatan Jaejoong dan Siwon.

Kyuhyun kaget dengan penuturan Siwon. Jadi selama ini dia salah paham terhadap Siwon. Pria tampan itu masih sendiri dan bahkan tidak pernah berhubungan dengan perempuan lain. Kyuhyun tersenyum tipis. Dia tidak tahu mengapa Tuhan begitu baik kepadanya sehingga memberi jalan mulus seperti ini.

“Jadi begitu.” Gumam Kyuhyun senang dan kembali menunduk. Bukan karena sedih tapi dia ingin menutupi rona merah di wajahnya.

“Kau sendiri?”

“Huh?”

“Siapa dia?”

“Siapa?”

“Pria yang membukakan pintu untukku. Pria yang sama yang datang ke reuni bersamamu. Pria yang juga menemanimu kemarin di taman. Siapa dia?” tanya Siwon. Kentara dari suaranya, bahwa Siwon cemburu tetapi Siwon tidak ingin mengambil kesimpulan yang salah. Dia akan mengulangi kesalahan yang sama, Siwon akan memberikan kesempatan Kyuhyun untuk menjelaskan.

“Dia kakak sepupuku Wonnie. Dia juga dokter yang membantuku melawan penyakitku. Tanpa bantuannya, mungkin aku sudah per-” Kyuhyun tak bisa menyelesaikan ucapannya karena jari telunjuk Siwon tertempel di bibirnya. Siwon menggelengkan kepalanya, meminta Kyuhyun tidak lagi mengucapkan apapun. Siwon tidak ingin mendengar kata yang akan Kyuhyun katakan karena kata itu tabu baginya.

“Sudah. Aku mengerti. Tak perlu kau teruskan. Siapa pun pria itu, aku sangat berterima kasih kepadanya. Karena dia menjagamu di saat aku tidak ada.” Ucap Siwon sebelum kembali menarik tubuh Kyuhyun ke dalam dekapannya.

Siwon sudah tidak mau lagi memikirkan apapun selain Kyuhyun. Tidak perlu lagi kata-kata. Apa yang sudah terjadi dulu adalah masa lalu yang akan Siwon simpan rapat-rapat. Sekarang yang terpenting adalah untuk mengikuti kata hatinya.

Siwon meletakan dagunya di pucuk kepala Kyuhyun sementara tangannya yang bebas membelai lembut rambut Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun, wanita itu melingkarkan kedua lengannya di punggung Siwon, meremas kemeja pria itu, menenggelamkan wajahnya sekali lagi di dada hangat Siwon.

Kyuhyun akan menikmati apa yang terjadi hari ini dengan senang hati. Yang akan terjadi besok, akan Kyuhyun pikirkan besok. Lagipula Kyuhyun yakin Siwon tidak akan pergi kemana-mana. Mereka berdua memiliki waktu yang cukup untuk membicarakan hubungan keduanya.

“Aku mencintaimu Siwon.” Ulang Kyuhyun mengungkapkan isi hatinya. Kyuhyun ingin mendengar Siwon menjawabnya dengan kata-kata yang sama. Namun Kyuhyun harus berpuas hati ketika yang dirasakannya hanya pelukan Siwon yang semakin mengerat dan kecupan di rambutnya. Kyuhyun berusaha tidak memikirkan sikap Siwon dan kembali menyamankan dirinya dalam pelukan Siwon.

Aku akan sabar menunggu Siwonnie, meski aku harus menunggu selamanya.

.

.

.

I love you

Words my heart tell you

Thank you

Words that my eyes tell you

I’ll always be standing here

Remember

Day by day, I can’t sleep at thoughts of you

Day by day, it’s only you

Can’t you hear the sound of my trembling heart?

I love you, I love you, I love you

END

 ( 。・_・。)(。・_・。 )

n4oK0’s notes : What is this? (‾▿‾”) Nao sepertinya error lagi. Ga connect ini. Ya sutralah. Kayaknya masih nyambung dikit2. Yang penting WonKyunya udah balikan lagi yak (づ ̄ ³ ̄)づ

Nao gomen keanehan selama amazing readers membaca FF ini. Untuk yang ini entah kenapa Nao sampai bongkar pasang 4x. Ganti lagu yang jadi mood booster Nao untuk bikin ini FF sampai akhirnya jatuh ke lagu OST. Moon Lovers by I.O.I ┐(´_`)┌

Nao juga gomen kalo typonya warbiyasa banyak atau gimana gtu… Pengaruh bongkar pasang sepertinya dan tidak mau review lagi setelah nulis kata ‘END’… Gomen amazing readers m(_ _)m

Lalu untuk soal penyakit Kyuhyun, Nao udah sempat baca-baca di mbah g**gle dan tertarik dengan kanker lambung. Kalau ada kesalahan soal penyakit itu, mohon muupkan Nao.

Tak perlu berlama2, silahkan tinggalkan jejak amazing readers… Nao seneng kalo ada yang perhatiin kerja keras Nao \(^0^)/ dan untuk perihal ini lanjut atau ga, Nao akan liat sejauh mana FF ini bisa menarik perhatian para WonKyu Lovers. Deal?

Keep Calm and Ship WonKyu (kali ini WonKyu aja) ;D

Sankyu and Peace all

^^n4oK0^^

Advertisements